• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

PERMASALAHAN SOLUSI

4. Urusan Wajib Pekerjaan Umum

Penyelenggaraan Urusan Pekerjaan Umum dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dengan alokasi anggaran pada tahun 2012 sebesar Rp. 50.059.981.406,53, dengan realisasi keuangan pada akhir tahun anggaran mencapai Rp. 46.529.774.762,00 atau 92,95% dan realisasi fisik mencapai 97,95%.

A. Program dan Kegiatan

Berdasarkan tugas pokok dan fungsi, dalam penyelenggaraan Urusan Pekerjaan Umum, pada tahun 2012 Dinas Pekerjaan Umum melaksanakan dua belas program pokok, terdiri dari :

1. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan, bertujuan meningkatkan kondisi prasarana jalan dan jembatan agar tetap dalam kondisi baik dan mantap guna menunjang kelancaran arus lalu lintas

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Peningkatan Jalan dan Jembatan.

2. Program Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, bertujuan memelihara prasarana jalan secara rutin/berkala agar tetap dalam kondisi baik dan mantap dengan daya dukung, kapasitas dan kualitas yang memadai.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Rehabilitasi/Pemeliharaan Rutin Jalan. b. Rehabilitasi /Pemeliharaan Berkala Jalan.

3. Program Pembangunan Turap /Talud/Bronjong, bertujuan melindungi bantaran sungai dari kerusakan untuk mempertahankan keberlanjutan

fungsi sungai sebagai sumber daya air serta mencegah terjadinya erosi/banjir.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Pembangunan Turap/talud/Bronjong.

4. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya, bertujuan mewujudkan tercapainya sistem pengelolaan jaringan irigasi dan jaringan pengairan lainnya yang efektif dan efisien serta berkelanjutan guna mempertahankan keberlanjutan fungsinya dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan Irigasi. b. Rehabilitasi/Pemeliharaan Saluran.

5. Program Pengembangan, Pengelolaan dan Konservasi Sungai, Danau dan Sumber Daya Air Lainnya, bertujuan memelihara kelestarian dan keberlanjutan fungsi sungai sebagai sumber daya air guna untuk menjamin keberlangsungan fungsi sungai dan sumber daya air lainnya. Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Pemeliharaan Daerah Sempadan Sungai. b. Pendataan Sarana dan Prasarana Pengairan. c. Revitalisasi Kawasan Pantai dan Sungai.

6. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah, bertujuan menjaga ketersediaan sarana dan prasarana air minum guna peningkatan pelayanan dan pemenuhan pemerataan distribusi air minum bagi masyarakat serta terpeliharanya sistem jaringan perpipaan untuk mengurangi tingkat kebocoran air yang terjadi.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Minum Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

7. Program Pengendalian Banjir, bertujuan melindungi kawasan sekitar muara sungai dan pantai yang rawan terjadi banjir/genangan dan abrasi pantai.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Pembangunan Tanggul Pengaman Pantai. b. Rehabilitasi / Pemeliharaan Bantaran Sungai. c. Pemeliharaan Kolam Pengendalian Air

8. Program Pemeliharaan Saluran Drainase, bertujuan memelihara kondisi saluran drainase agar tetap dalam kondisi baik dan berfungsi mengalirkan air guna mencegah terjadinya genangan/banjir pada kawasan permukiman/perkotaan.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Pemeliharaan Saluran Drainase Perkotaan. b. Pemeliharaan Saluran Drainase Lingkungan.

9. Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perkotaan, bertujuan meningkatkan pembangunan prasarana dan sarana perkotaan yang memadai untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan : a. Pembangunan Pasar.

b. Pembangunan Sarana dan Prasarana Rekreasi. c. Penataan Kawasan Perkotaan.

10. Program Pembinaan dan Pengawasan Serta Pelayanan Ijin Usaha Jasa Konstruksi, bertujuan meningkatkan pembinaan dan pengawasan serta pelayanan ijin usaha jasa konstruksi guna mendukung penyelenggaraan tertib administrasi bagi usaha jasa konstruksi dan peningkatan kualitas pelaksanaan pembangunan konstruksi.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Pengawasan Pembangunan Konstruksi Untuk Umum Oleh Pihak Swasta.

b. Penyusunan Standar Harga Upah /Bahan Pekerjaan Konstruksi. c. Pembinaan dan Pelayanan Penerbitan Ijin Usaha Jasa Konstruksi. d. Penyusunan dan Pengadaan Buku Standar Bidang ke PU an,

Bangunan dan Jasa Konstruksi.

11. Program Pembangunan dan Penataan Lingkungan Perumahan, bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan perumahan dan permukiman yang sehat dan bersih guna mendukung peningkatan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Peningkatan Kualitas Sarana Air Bersih dan Sanitasi Dasar Lingkungan.

b. Peningkatan/Pembangunan Jalan Lingkungan Perumahan. c. Penilaian Kelayakan Bangunan.

12. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, bertujuan meningkatkan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Permukiman.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Peningkatan Kualitas Infrastruktur Lingkungan Perumahan dan Permukiman.

B. Realisasi Program dan Kegiatan

Realisasi dan capaian indikator program dan kegiatan penyelenggaraan Urusan Pekerjaan Umum tahun 2012 sebagaimana tertera dalam tabel berikut :

Tabel 4.4.

Pencapaian Indikator Program Urusan Pekerjaan Umum Tahun 2012

NO PROGRAM PROGRAMSASARAN KEGIATAN URAIANCAPAIAN INDIKATOR KINERJATARGET REALISASI

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 1. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Terwujudnya peningkatan kondisi prasarana jalan dan jembatan agar tetap dalam kondisi baik dan mantap guna menunjang kelancaran arus lalu lintas

Peningkatan Jalan dan

Jembatan Panjang jalan yangdihotmix 3.362 km 24.083 km Panjang jalan yang

dilapen 0.911 km 5.792 km Jembatan yang dibangun 34.5 m 34.5 m Luas trotoar jalan yang

diganti 7.867 m 2 7.867 m2 2. Program Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jalan dan Jembatan. Terpeliharanya prasarana jalan secara rutin/berkala agar tetap dalam kondisi baik dan mantap dengan daya dukung, kapasitas dan kualitas yang memadai

Rehabilitasi/Pemelihar

aan Rutin Jalan Pengupasang danpembersihan semak pada rumija

227,075 m2 227,075 m2

Pembersihan parit 73,250 m 73,250 m Laburan aspal dua lapis

(burda) 6,350 m

2 6,639.95 m2

Acuan untuk beton

struktur 27 m

2 27 m2

Memotong, Membengkok dan memasang tulangan besi beton

195 kg 195 kg Beton struktur klas K125 10 m3 10 m3

Beton struktur klas K225 2 m3 2 m3

Pengecatan pohon dengan labur/kapur gamping 1,500 m2 1,500 m2 Pengecatan pohon dengan teer 500 m 2 500 m2 Pengecatan kanstin/kerb trotoar 1,500 m 2 1,500 m2

Galian tanah untuk

konstruksi 10.85 m

2 10.85 m2

Konstruksi Pasangan batu 5 m3 5 m3

Pemasangan bronjong 30 m3 30 m3

Timbunan 30 m3 30 m3

Rehabilitasi

/Pemeliharaan Berkala Jalan

Panjang jalan lapen yang

dipelihara berkala 6.014 km 6.014 km Panjang jalan burda yang

dipelihara berkala 9.178 km 9.178 km Panjang jalan burtu yang

dipelihara berkala 1.502 km 1.502 km Panjang jalan buras

yang dipelihara berkala 0.037 km 0.037 km Paving blok yang

terpasang 41.000 m 41.000 m Jembatan yang dibangun 4.000 m 4.000 m Plat beton yang dibangun 118.500 m 118.500 m 3. Program

Pembangunan Turap /Talud/Bronjong

Terlindunginya bantaran sungai dari kerusakan untuk mempertahankan keberlanjutan fungsi sungai sebagai sumber daya air serta mencegah terjadinya erosi/banjir.

Pembangunan

Turap/Talud/Bronjong Bronjong yang dibangun 520 m 511 m Talud yang dibangun 690 m 729 m

4. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya

Tercapainya sistem pengelolaan jaringan irigasi dan jaringan pengairan lainnya yang efektif dan efisien serta berkelanjutan guna mempertahankan keberlanjutan fungsinya dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Rehabilitasi/Pemelihar

aan Jaringan Irigasi Pembersihan rumput,pengangkatan sampah/sedimentasi pada saluran

30,000 m 30,000 m

Saluran irigasi yang

direhab 240 m 240 m

Rehabilitasi/Pemelihar

aan Saluran Saluran tanah yang ditalud 1,321.5 m 1,604 m Penggalian sedimentasi 900 m 900 m Bendung yang diperbaiki 1 unit 1 unit Pintu penguras yang

dibuat 1 unit 1 unit

Rumah jaga bangunan

bagi yang direhab 1 unit -5. Program

Pengembangan, Pengelolaan dan Konservasi Sungai, Danau dan Sumber Daya Air Lainnya

Terpeliharanya kelestarian dan keberlanjutan fungsi sungai sebagai sumber daya air guna untuk menjamin keberlangsungan fungsi sungai dan

Pemeliharaan Daerah

Sempadan Sungai Papan Sosialisasi yangterpasang di Sungai Mapak Belatung

10 buah 10 buah Pendataan Sarana

dan Prasarana Pengairan

Data kondisi konstruksi dan sempadan sungai serta pemukiman di daerah sempadan sungai.

4 buku 4 buku

Revitalisasi Kawasan

NO PROGRAM PROGRAMSASARAN KEGIATAN URAIANCAPAIAN INDIKATOR KINERJATARGET REALISASI

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

sumber daya air

lainnya. Wisata Kali Jangkokyang dibangun 1 unit 1 unit Pengawasan

Pembangunan taman pantai Ampenan

1 unit 1 unit Pengawasan

pembangunan wisata Kali Jangkok

1 unit 1 unit Wisata Kali Jangkok di

Keluarahan karang Baru yang dibangun

1 unit 1 unit 6. Program

Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah

Terwujudnya ketersediaan sarana dan prasarana air minum guna peningkatan pelayanan dan pemenuhan pemerataan distribusi air minum bagi masyarakat serta terpeliharanya sistem jaringan perpipaan untuk mengurangi tingkat kebocoran air yang terjadi

Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Minum Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Instalasi Pipa Air Minum yang diadakan dan dipasang

8,221 m 7,734 m Tower penampung air

yang dibangun 5 unit 5 unit Sumur bor yang

dibangun 5 unit 5 unit

Bak penampung air yang

dibangun 1 unit 1 unit

Dokumen Perencanaan dan DED Sarana dan Prasarana Air Minum Bagi MBR yang tersusun 1 dok 1 dok 7. Program Pengendalian Banjir Terlindunginya kawasan sekitar muara sungai dan pantai yang rawan terjadi

banjir/genangan dan abrasi pantai

Pembangunan Tanggul

Pengaman Pantai Tanggul pengamanpantai yang dibangun 100 m 100 m Rehabilitasi /

Pemeliharaan Bantaran Sungai

Kawasan bantaran dan tanggul sungai yang dipelihara

4 sungai 4 sungai Pemeliharaan Kolam

Pengendalian Air Pagar pengaman Kolamyang direhabilitasi/dibangun

100 m 100 m Kolam Pengendali Banjir

yang dipelihara 3 kolam 3 kolam

8. Program Pemeliharaan Saluran Drainase

Terpeliharanya kondisi saluran drainase agar tetap dalam kondisi baik dan berfungsi mengalirkan air guna mencegah terjadinya genangan/banjir pada kawasan permukiman/perkota an. Pemeliharaan Saluran

Drainase Perkotaan Saluran drainaseperkotaan yang dipelihara secara rutin (Penggalian, Pengurasan, Pengangkutan sampah dan pengangkutan sedimen 7,250 m 7,419 m Saluran drainase perkotaan yang dibuat dan diperbaiki

768 m 798 m Penutup manhole yang

diadakan 50 unit 50 unit

Pemeliharaan Saluran

Drainase Lingkungan Saluran drainaselingkungan yang dibuat dan diperbaiki

2,852 m 2,966 m Saluran drainase yang

dinormalisasi 700 m 700 m Dokumen perencanaan

sistem drainase yang tersusun

3 dok 3 dok Dokumen penyusunan

DED saluran drainase yang tersusun 3 dok 3 dok 9. Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perkotaan Terwujudnya pembangunan prasarana dan sarana perkotaan yang memadai untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat

Pembangunan Pasar Pasar Karang Sukun yang dibangun terdiri dari:

- Bangunan kios 32 kios 32 kios - Los pasar kering 1120 m2 1120 m2

- Los Pasar Basah 115.5 m2 115.5 m2

Pengawasan Pembangunan Pasar Karang Sukun yang dibangun

1 unit 1 unit

Dokumen Perencanaan Pasar Cakranegara yang disusun

1 dok 1 dok Dokumen Perencanaan

Pasar Mandalika yang disusun

1 dok 1 dok Pembangunan Sarana

NO PROGRAM PROGRAMSASARAN KEGIATAN URAIANCAPAIAN INDIKATOR KINERJATARGET REALISASI

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Rekreasi terpasang

instalasi air bersih dan

kotor 18.9 m

2 18.9 m2

Penataan koral sikat 43.5 m2 43.5 m2

pembuatan pot taman 80 buah 80 buah Pemasangan keramik 803.77 m2 803.77 m2

Rabat joging track 6.96 m3 6.96 m3

Penataan Kawasan

Perkotaan Pemasangan keramik 1299.97 m

2 1299.97 m2

Pemasangan koral sikat 933.63 m2 933.63 m2

10. Program Pembinaan dan Pengawasan Serta Pelayanan Ijin Usaha Jasa Konstruksi Terwujudnya pembinaan dan pengawasan serta pelayanan ijin usaha jasa konstruksi guna mendukung penyelenggaraan tertib administrasi bagi usaha jasa konstruksi dan peningkatan kualitas pelaksanaan pembangunan konstruksi. Pengawasan Pembangunan Konstruksi Untuk Umum Oleh Pihak Swasta

Pembangunan Ruko oleh Pihak Swasta yang diawasi

30 unit 30 unit Jumlah peserta pelatihan

Ke PTP-an 30 org

-Penyusunan Standar Harga Upah /Bahan Pekerjaan Konstruksi

Buku standar harga upah/bahan pekerjaan bidang konstruksi

4 buku 4 buku Pembinaan dan

Pelayanan Penerbitan Ijin Usaha Jasa Konstruksi

Kontraktor, Konsultan, dan unsur SKPD Peserta sosialisasi tentang Pengadaan Barang dan Jasa

80 org 80 org

Ijin Usaha Jasa Konstruksi yang diterbitkan

100 ijin 293 ijin Revisi Perda Tentang

IUJK yang disusun 1 perda -Penyusunan dan

Pengadaan Buku Standar Bidang ke PU an, Bangunan dan Jasa Konstruksi

Buku standar bidang ke Pu an, bangunan dan jasa konstruksi yang diadakan 60 buku -11. Program Pembangunan dan Penataan Lingkungan Perumahan Terwujudnya peningkatan kualitas lingkungan perumahan dan permukiman yang sehat dan bersih guna mendukung peningkatan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat Peningkatan Kualitas Sarana Air Bersih dan Sanitasi Dasar Lingkungan

MCK Komunal, septictank dan peresapan yang dibangun

13 unit 13 unit Instalasi Pengolahan Air

Limbah (IPAL) Komunal yang dibangun

3 unit 3 unit

Bangunan tempat pengelolaan sampah pola 3R

2 unit 2 unit Dokumen Perenanaan

dan DED Kegiatan Sanitasi Dasar Lingkungan yang tersusun 1 dok 1 dok Pematangan Lahan Tempat Pembuangan Sampah Sementara Terpadu (TPST) di Kelurahan Bertais 900 m2 900 m2 Normalisasi, Rehabilitasi, Bangun Baru Drainase di Kelurahan Banjar 48 m 48 m PenalutanTelaga Kubur RT. 07 Lingkungan Bertais Selatan 73.5 m 73.5 m Peningkatan/Pembang

unan Jalan Lingkungan Perumahan.

Panjang jalan lingkungan

yang dipaving blok 9,993 m 9,993 m Panjang jalan lingkungan

yang dilapen 184 m

2 184 m2

Panjang jalan lingkungan

yang diburda 140 m

2 140 m2

Penilaian Kelayakan

Bangunan Taksiran harga bangunan 25 kasus 25 kasus 12. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Terwujudnya Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Permukiman. Peningkatan Kualitas Infrastruktur Lingkungan Perumahan dan Permukiman.

Air Bersih (PDAM) 15 unit 15 unit Jamban Keluarga 39 unit 39 unit

MCK Umum 3 unit 3 unit

Saluran Pembuangan Air

Limbah 240 m 240 m

Rehab Rumah Tidak

Layak Huni 163 unit 163 unit Jalan Paving Block 315 m 315 m

Kios Pasar 3 unit 3 unit

Penerangan Jalan Umum

(PJU) 81 unit 81 unit

Bangunan Posyandu 1 unit 1 unit

Pada akhir tahun 2012 terdapat 87.376 unit rumah layak huni dari jumlah seluruh rumah Kota Mataram yaitu 89.519 unit. Dari 2836 unit rumah tidak

layak huni, pada tahun 2012 dapat diintervensi sejumlah 693 unit rumah yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram melalui Program Pembangunan dan Penataan Lingkungan Perumahan dengan kegiatannya Perbaikan Perumahan Permukiman yaitu sejumlah 72 unit, BPM Kota Mataram sejumlah 53 unit, BPM Provinsi NTB 107 unit, BAZDA Kota Mataram 53 unit, PNPM-MP (dana BLM-APBN) 355 unit, Dinas Sosial Kota Mataram 53 unit. Diluar intervensi terhadap rumah-rumah tidak layak huni berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram, pada tahun 2012 terdapat 319 unit rumah yang diperbaiki berdasarkan usulan masyarakat dengan melalui Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram pada Program Pembangunan dan Penataan Lingkungan Perumahan dengan kegiatannya Perbaikan Perumahan Permukiman yaitu sejumlah 1 unit, BPM Kota Mataram sejumlah 30 unit, BPM Prov. NTB 125 unit, BAZDA Kota Mataram 8 unit, PNPM-MP (dana BLM-APBN) 103 unit, Dinas Sosial Kota Mataram 52 unit. Disamping itu terdapat 229 unit rumah telah diperbaiki melalui PNPM-MP (dana BLM-APBD) dan Dana Pembangunan Kelurahan (DPK) yang belum teridentifikasi apakah penanganannya berdasarkan data PU atau usulan masyarakat. Sehingga secara keseluruhan jumlah rumah tidak layak huni yang telah ditangani sebanyak 1.012 unit.

Dalam RPJMD Kota Mataram 2011-2015, pada tahun 2015 diharapkan terjadi

pengurangan Back Log Perumahan sebesar 1.250 unit, dari total rumah tidal layak huni pada tahun 2010 sebanyak 19.621 unit maka setiap tahunnya harus menyelesaikan pengurangan back log rumah sekitar 250 unit rumah setiap tahun. Dari tabel diatas diketahui bahwa: Program yang dilakukan oleh SKPD terkait (Dinas PU, BPM, dan lainnya) telah mampu menurunkan rasio rumah layak huni, dengan kinerja capaian sebesar 30,75 persen, dimana sampai dengan tahun 2015 ditargetkan menurun dengan capaian kinerja sampai dengan 85 persen. Telah mampu mendekati target capain menurunkan rasio kawasan kumuh sebesar 95,87 persen dari target 99,00 persen. Artinya program pembangunan di bidang perumahan di Kota Mataram telah cukup optimal keberhasilannya dalam menata permukiman kumuh kearah yang sesuai dengan kelayakan sebuah permukiman penduduk.

Kondisi topografi Kota Mataram yang sebagian besar merupakan daerah datar-landai dan dilalui oleh empat sungai besar, menyebabkan tiap daerah aliran sungai tersebut menjadi daerah rawan longsor terutama di musim penghujan. Selain bencana longsor, beberapa titik di Kota Mataram terutama di Kecamatan Sekarbela, Mataram, dan Cakranegara kerap terjadi

genangan dan banjir. Genangan air ini, selain disebabkan oleh kondisi topografi yang cenderung datar, juga disebabkan oleh banyaknya saluran drainase yang tidak berfungsi secara optimal. Beralihnya fungsi dari saluran irigasi menjadi drainase/air buangan.

Namun hal ini tidak berarti bahwa Kota Mataram terbebas dari genangan. Genangan yang kerap terjadi saat ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

1. Banjir kiriman yang berasal dari daerah hulu yang mengalir melalui sungai yang ada di Kota Mataram sehingga sering kali sungai-sungai tersebut meluap (over toping) dan mengakibatkan genangan di wilayah sekitarnya,

2. Terjadinya penyempitan mulut-mulut/muara sungai dan sering berpindah-pindah.

3. Penutupan saluran yang tidak mengikuti petunjuk teknis dari instansi terkait.

4. Perubahan fungsi lahan dari daerah persawahan/peresapan menjadi kawasan hunian/ekonomi.

5. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya saluran drainase serta pemeliharaanya. Seringkali genangan terjadi karena saluran tidak dapat menampung air hujan karena dipenuhi oleh sampah.

Kota Mataram memiliki 12 titik rawan genangan dengan air tergenang kurang dari 6 jam. Faktor penyebab terjadinya genangan selain alih fungsi lahan juga karena akses jalan kurang memadai, idealnya setiap per 10 meter jalan harus tersedia lubang drainase jalan. Untuk mencapai target 2012, Kota Mataram bebas genangan di 12 lokasi rawan genangan tersebut, mulai tahun 2011 telah dilakukan pembuatan dan perbaikan saluran drainase sepanjang 18,6 Km dari Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) sebesar 9,7 milyar rupiah, dan sepanjang 4,7 Km berasal dari APBD Kota Mataram sebesar 2,3 milyar rupiah.

Pada tahun 2011, drainase dalam kondisi baik terealisasi sebesar 71,32 persen dari target 75,00 persen, dengan panjang drainase dalam kondisi baik sepanjang 173.946 meter, dan drainase dalam kondisi kurang baik atau tersumbat sepanjang 49.880 meter.

Gambar 4.5. : Walikota Mataram saat mengecek

kemajuan pekerjaan normalisasi Drainase di Jalan Utama -Rembiga

Efektivitas penanganan genangan dan banjir

dilakukan melalui

normalisasi saluran drainase baik di jalan utama, juga drainase di permukiman dan perumahan penduduk. Titik-titik genangan pada

tahun 2012 mulai

berkurang.

Dengan meningkatnya cakupan drainase dalam kondisi baik akan memberikan dampak berkurangnya jumlah titik genangan di Kota Mataram. Pada tahun 2011 terdapat 16 titik genangan dan dengan pelaksanaan program Pemeliharaan Saluran Drainase terutama dengan diperolehnya anggaran Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) pada tahun 2011 titik-titik genangan tersebut dapat terselesaikan. Sedangkan untuk tahun anggaran 2012 jumlah titik genangan yang dapat diselesaikan sebanyak 9 titik.

Gambar 4.6. : Pemeliharaan saluran oleh pasukan biru

Beberapa kendala capaian kinerja penanganan drainase antara lain masih kurangnya kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam memelihara infrastruktur yang sudah dibangun. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya masyarakat yang memanfaatkan sungai dan drainase yang ada sebagai tempat pembuangan sampah. Dalam mengatasi hal ini, SKPD terkait meningkatkan sosialisasi, serta mengembangkan Bank Sampah di tingkat Kecamatan. Pada tahun 2012, ditetapkan kebijakan kepada Pemilik Toko/Ruko untuk tidak menutup secara permanen saluran drainase di depan toko/ruko miliknya, hal ini untuk memudahkan upaya normalisasi jika terjadi penyumbatan.

Gambar 4.7. : Gotong royong pembukaan muara sungai

Gambar 4.8. : Pembersihan saluran (sebelum/sesudah)

Dalam

meningkatkan capaian kinerja pada indikator cakupan drainase