• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam meningkatkan capaian kinerja pada indikator cakupan drainase dalam kondisi baik, melalui Program Pengendalian Banjir, dan Program

EVALUASI CAPAIAN SASARAN 10

13. Urusan Wajib Ketahanan Pangan

Penyelenggaraan Urusan Ketahanan Pangan dilaksanakan oleh :

- Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Mataram, dengan alokasi anggaran pada tahun 2012 sebesar Rp. 5.495.135.307,00, dengan realisasi keuangan pada akhir tahun anggaran mencapai Rp. 4.935.402.110,00 atau 89,81% dan realisasi fisik mencapai 89,11%; dan

- Kantor Ketahanan Pangan Kota Mataram, dengan alokasi anggaran pada tahun 2012 sebesar Rp. 1.660.092.772,00, dengan realisasi keuangan pada akhir tahun anggaran mencapai Rp. 1.125.047.602,00 atau 67,77% dan realisasi fisik mencapai 67,77%.

A. Program dan Kegiatan

Berdasarkan tugas pokok dan fungsi masing-masing SKPD dalam penyelenggaraan Urusan Ketahanan Pangan, pada tahun 2012 dilaksanakan tiga program pokok, terdiri dari :

1. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani, bertujuan mewujudkan peningkatan kesejahteraan petani, pelaku agribisnis dan pengolah hasil melalui pemberian penyuluhan, pendampingan dan pelatihan keterampilan.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Pelatihan Petani dan Pelaku Agribisnis.

b. Penyuluhan dan Pendampingan Petani dan Pelaku Agribisnis. c. Pembinaan dan Pendampingan Kelompok Tani.

2. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna, bertujuan meningkatkan penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan pertanian dan perkebunan.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Pelatihan dan Bimbingan Pengoperasian Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat guna.

b. Pelatihan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan Modern Bercocok Tanam.

3. Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan, bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga penyuluh pertanian dalam memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada petani dan kelompok tani.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh Pertanian.

b. Penyuluhan dan Pendampingan bagi Pertanian/Perkebunan.

4. Program Peningkatan Ketahanan Pangan, bertujuan meningkatkan ketahanan pangan daerah dan kemandirian pangan masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Penanganan Daerah Rawan Pangan.

b. Penyusunan Database Potensi Produksi Pangan.

c. Pemanfaatan Pekarangan untuk Pengembangan Pangan. d. Pengembangan Intensifikasi Tanaman Padi-Palawija. e. Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan.

f. Sosialisasi Kelembagaan Pangan. g. Pengembangan Aksi Mandiri Pangan.

h. Pengembangan Perlindungan Konsumsi Atas Mutu dan Keamanan Pangan.

i. Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan Gizi (P2KPG).

B. Realisasi Program dan Kegiatan

Realisasi dan capaian indikator program dan kegiatan penyelenggaraan Urusan Ketahanan Pangan tahun 2012 sebagaimana tertera dalam tabel berikut :

Tabel 4.13.

Pencapaian Indikator Program Urusan Ketahanan Pangan Tahun 2012

NO PROGRAM PROGRAMSASARAN KEGIATAN URAIANCAPAIAN INDIKATOR KINERJATARGET REALISASI

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

1. Peningkatan

Kesejahteraan Petani Meningkatnyapendapatan petani melalui

pemberdayaan, peningkatan sumber daya usaha

Pelatihan Petani dan

Pelaku Agribisnis - Pengurus Gapoktan,pelaku agribisnis, Penyuluh, THLTB peserta :

a. Pelatihan Petani

NO PROGRAM PROGRAMSASARAN KEGIATAN URAIANCAPAIAN INDIKATOR KINERJATARGET REALISASI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. pertanian Agribisnis b. Pelatihan Petani Tembakau - Laporan monitoring penerapan/aplikasi lapangan tembakau 30 org 1 lap 30 org 1 lap Penyuluhan dan

Pendampingan Petani dan Pelaku Agribisnis - Gapoktan bentukan baru yang mendapatkan sosialisasi program PUAP T.A. 2012 - Gapoktan lama yang

dimonitor/dievaluasi 5 Gapoktan 28 Gapoktan 5 Gapoktan 28 Gapoktan Pembinaan dan Pendampingan Kelompok Tani

- Kelompok Tani yang dinilai :

a. Komoditi Padi b. Komoditi Kedelai - Kelompok Tani

Komoditi Padi dan Kedelai, Penyuluh dan THLTB peserta rembug KTNA Tk. Kec. dan Kota. - Peserta pertemuan advokasi penumbuhan dan pengembangan Pos Penyuluh Kelurahan/POSLUHDE S 50 klp 50 klp 40 org 12 klp 50 Klp 50 klp 40 org 12 klp 2. Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna Meningkatnya pengetahuan dan penyerapan teknologi di Sektor Pertanian Pelatihan dan Bimbingan Pengoperasian Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna - Pengurus Gapoktan, penyuluh dan THLTB peserta Pelatihan: a. Pengoperasian Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) dan Perangkat Uji Pupuk (PUP) b. Budidaya Air Tawar c. Praktek PUTS dan

PUP

- Gapoktan penerima bantuan bibit ikan air tawar

- Bantuan bahan dan bibit ikan air tawar yang diadakan : a. Ikan patin b. Ikan lele c. Pakan ikan d. Serok dan Happa

50 org 20 org 60 org 6 klp 15.000 ekor 15.000 ekor 3.000 kg 20 paket 50 org 20 org 60 org 6 klp 15.000 ekor 15.000 ekor 3.000 kg 20 paket Pelatihan penerapan teknologi pertanian/perkebunan modern bercocok tanam - Bahan percontohan sayuran komersial yang diadakan : a. Talang/paralon b. Polybag c. Karung bekas semen d. Gembor e. Tre pembibitan f. Hand sprayer g. Kawat h. Bambu 4 m i. Paku - Bibit percontohan yang diadakan : a. Pupuk kandang b. Salada hijau c. Sawi Mangkok d. Selada Merah e. Terong ungu f. Cabe rawit g. Sawi Kembang h. Kailan i. Bayam merah j. Bayam hijau k. Seledri - Bahan demplot budidaya yang 48 bh 2000 lbr 600 bh 12 bh 48 bh 12 bh 10 kg 30 btg 10 kg 10 kwl 10 bks 10 bks 10 bks 10 bks 10 bks 10 bks 10 bks 10 bks 10 bks 10 bks

NO PROGRAM PROGRAMSASARAN KEGIATAN URAIANCAPAIAN INDIKATOR KINERJATARGET REALISASI

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

diadakan : a. Demplot Belut b. Demplot Lele c. Demplot Ikan patin d. Demplot Ikan

minapadi e. Benih Lele (5-8 cm) f. Benih Patin (5-8

cm)

g. Benih Ikan nila (3-5 cm) 3 paket 6 paket 1 paket 1 paket 5000 ekor 1500 ekor 8500 ekor 3. Pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan lapangan Meningkatnya pengetahuan dan kapasitas serta kapabilitas yang dimiliki oleh tenaga penyuluh

Peningkatan kapasitas tenaga penyuluh pertanian

Petani dan penyuluh pertanian peserta Penilaian petani dan penyuluh pertanian teladan Tk. Kota Mataram 50 org 50 org Penyuluhan dan pendampingan bagi pertanian/perkebunan - Pengurus forum penyuluh, petani dan KTNA peserta rapat 280 org

- Laporan hasil rapat 3 buku yang disusun

280 org

3 dok

280 Org

3 dok 4. Peningkatana

ketahanan pangan Tersedianyapangan yang beragam, bergizi, berimbang dan aman, baik secara kualitas maupun kuantitas di tengah-tengah masyarakat Percepatan penganekaragaman konsumsi pangan Anggota Kelompok Dasa Wisma peserta diklat Percepatan penganekaragaman konsumsi pangan (P2KPG)

25 org 25 org

Media informasi yang dicetak :

- Leaflet 1000 lbr 1000 lbr - Kalender 100 lbr 100 lbr - Buku pelaksanaan

kegiatan 40 bk 40 bk

Kelompok Dasa Wisma

yang dimonitor 20 klp 20 klp Laporan hasil monitoring pelaksanaan penganekaragaman konsumsi pangan 5 bh 5 bh Pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan Tim Penggerak PKK Tk. Kel. dan Tk. Kec. Se-Kota Mataram peserta Diklat Pemanfaatan Pekarangan

50 klp 50 klp

Tim Penggerak PKK Tk. Kel. dan Tk. Kec. Se-Kota Mataram peserta Lomba Pemanfaatan Pekarangan

50 klp 50 klp

Pengembangan aksi

mandiri pangan Kelurahan mandiripangan tahap penumbuhan yang didampingi 1 Kel 1 Kel Kelurahan mandiri pangan tahap pengembangan yang didampingi 1 Kel 1 Kel Tim Penggerak PKK Tk. Kel. dan Tk. Kec. Se-Kota Mataram peserta Pelatihan Keterampilan Pengolahan Pangan Lokal

100 kk 100 kk

Pengurus Pokja Mandiri Pangan peserta Pelatihan Manajemen Keuangan dan Kewirausahaan 11 org 11 org Penyusunan database

potensi produksi pangan Dokumen NeracaBahan Makanan (NBM) yang disusun

1 dok 1 dok Sosialisasi kelembagaan

pangan 50 peserta SosialisasiPenguatan LDPM 50 org 50 org 50 peserta Sosialisasi

Kelembagaan Pangan 50 org 50 org 12 bh Laporan perkembangan cadangan pangan masyarakat 12 bh 12 bh Pengembangan intensifikasi tanaman padi-palawija Laporan Rencana Intensifikasi Tanaman Padi-Palawija yang disusun 2 bh 2 bh Laporan hasil 12 bh 12 bh

NO PROGRAM PROGRAMSASARAN KEGIATAN URAIANCAPAIAN INDIKATOR KINERJATARGET REALISASI

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

pemantauan harga pangan

Bantuan Benih Tanaman dan Benih Ikan yang diadakan :

- Benih Padi 1500 kg 1500 kg - Benih Kedelai 1000 kg 1000 kg - Benih Ikan Nila (1-3

cm) 12000 ekor 12000 ekor - Benih Ikan Lele (1-3

cm) 10000 ekor 10000 ekor Penanganan daerah

rawan pangan Laporan SistemKewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) yang disusun

8 bh 8 bh

Peningkatan mutu dan

keamanan pangan Tim Penggerak PKKKel. dan SKPD peserta Diklat Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan

25 Org 25 Org

Tim Penggerak PKK Kel. dan SKPD peserta Lomba Cipta Menu B3A

50 Klp 25 Klp Dokumen Perencanaan Keamanan Pangan yang disusun 1 dok 1 dok Pengembangan perlindungan konsumen atas mutu dan keamanan pangan

Terlaksananya sosialisasi pangan beragam, bergizi, berimbang dan aman

50 Klp 50 Klp

Sebagai kota dan ibukota Provinsi NTB, Kota Mataram dihadapkan pada tantangan berkurangnya lahan pertanian dari tahun ke tahun, pada tahun 2012 kondisi lahan pertanian Kota Mataram mencapai 2.231 hektar atau sekitar 36 persen dari luas Kota Mataram, beberapa faktor yang menyebabkan perubahan fungsi lahan, antara lain :

1. Belum adanya zona (zoning regulation) yang jelas mengenai perubahan lahan non terbangun di Kota Mataram.

2. Faktor “psikologis”pemilik lahan dalam mempertahankan lahan pertanian dari tawaran investor.

3. Lemahnya aspek hukum dalam perubahan pemanfaatan ruang.

Tingkat kontribusi persentase PDRB dari sektor pertanian atas dasar harga berlaku (ADH) mengalami penurunan 0,24 persen dari sebesar 3,87 persen pada tahun 2011 menjadi 3,63 persen pada tahun 2012. Pertanian sebagai salah satu sektor primer pembentuk PDRB memiliki pertumbuhan lebih rendah dari sektor skunder dan tersier. Ini menunjukkan adanya pola pergeseran pola perekonomian masyarakat yang lebih maju.

Kawasan pengembangan pertanian tanaman pangan Kota Mataram tersebar di masing-masing kecamatan, namun ketersediaan areal pengembangan pertanian yang ada jumlahnya berbeda dengan lainnya, perbedaan tersebut selain disebabkan oleh perubahan fungsi lahan juga perbedaan luasan kawasan. Saat ini kecamatan Sekarbela memiliki sebaran lahan pertanian tertinggi dibandingkan kecamatan lainnya seluas 650 hektar, dan kecamatan Cakranegara dengan sebaran terendah seluas 178 hektar.

Dari tabel diatas diketahui bahwa tingkat cadangan pangan daerah, mengalami penurunan sebesar 10,72 persen dari sebesar 45,00 persen di tahun 2011 menjadi 39,00 persen di tahun 2012.

Dalam mengatasi keterbatasan lahan pertanian, arah produksi padi di Kota Mataram dilakukan dengan fokus pada pembenihan padi untuk menghasilkan varietas unggulan benih padi yang berkualitas. Pemerintah Kota Mataram bekerjasama dengan Balai Pengawas dan Sertifikasi Benih (BPSB) telah meluncurkan program penanaman duplikat Pohon Induk Tunggal (PIT) dalam upaya mengembangkan Varietas Unggulan Daerah. Saat ini terdapat dua varietas unggulan Kota Mataram, yaitu: Duku Ruslan telah dikembangkan sebanyak 400 pohon dan Mangga Mentaram telah dikembangkan sebanyak 900 pohon.

Sebagai salah satu indikasi keberhasilan di bidang pertanian dan tanaman pangan, beberapa prestasi telah dicapai, antara lain :

1. Penghargaan dari Presiden RI sebagai Juara II Nasional