b. Utang sewa (Lanjutan) b. Leases payable (Continued)
PT Verena Multi Finance Tbk (Lanjutan) PT Verena Multi Finance Tbk (Continued)
Pada tanggal 17 Desember 2019, KE, Entitas Anak, mengadakan perjanjian penjualan dan penyewaan kembali No. 00503–005 terhadap 7 unit Jungheinrich Forklift yang dimiliki dengan nilai wajar aset sama dengan nilai pendanaan yang di peroleh yaitu sebesar Rp2.708.233.348. Utang sewa ini dikenakan bunga tetap sebesar 10,94% pertahun dengan jangka waktu 36 bulan.
Saldo utang sewa pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020 adalah sebesar USD101.026 dan USD134.833.
On Desember 17, 2019, KE, a Subsidiary, entered into a sales and leaseback agreement No. 00503-005 to 7 units of Jungheinrich Forklift owned with a fair value of assets equal to the funding value obtained at Rp2,708,233,348. The lease payable is subject to a fixed interest rate of 10,94% per annum with a period of 36 months. The leases payable balance as of June 30, 2021 and December 31, 2020 are USD101,026 and USD134,833, respectively.
Pada tanggal 20 Januari 2021, ET, Entitas Anak, mengadakan perjanjian penjualan dan penyewaan kembali No. 00652–001 terhadap 20 unit Jungheinrich Forklift yang dimiliki dengan nilai wajar aset sama dengan nilai pendanaan yang diperoleh yaitu sebesar Rp9.879.055.000. Utang sewa ini dikenakan bunga tetap sebesar 11,50% pertahun dengan jangka waktu 36 bulan. Saldo utang sewa pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020 adalah sebesar USD600.248 dan Nihil.
On January 20, 2021, ET, a Subsidiary, entered into a sales and leaseback agreement No. 00652-001 to 20 units of Jungheinrich Forklift owned with a fair value of assets equal to the funding value obtained at Rp9,879,055,000. The lease payable is subject to a fixed interest rate of 11,50% per annum with a period of 36 months. The leases payable balance as of June 30, 2021 and December 31, 2020 are USD600,248 and nil, respectively.
PT ORIX Indonesia Finance PT ORIX Indonesia Finance
Pada tanggal 26 September 2019, KE, Entitas Anak, mengadakan perjanjian penjualan dan penyewaan kembali terhadap 45 unit Jungheinrich Forklift yang dimiliki dengan nilai wajar aset sama dengan nilai pendanaan yang di peroleh yaitu sebesar Rp15.511.524.000. Utang sewa ini dikenakan bunga tetap sebesar 6,29% pertahun dengan jangka waktu 48 bulan. Saldo utang sewa pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020 adalah sebesar USD591.574 dan USD703.713.
On September 26, 2019, KE, a Subsidiary, entered into a sales and leaseback agreement to 45 units of Jungheinrich Forklift owned with a fair value of assets equal to the funding value obtained at Rp15,511,524,000.The lease payable is subject to a fixed interest rate of 6.29% per annum with a period of 48 months. The leases payable balance as of June 30, 2021 and December 31, 2020 are USD591.574 and USD703,713, respectively.
Pada tanggal 18 Desember 2019, ET, Perusahaan Berelasi, mengadakan perjanjian penjualan dan penyewaan kembali terhadap 11 unit Jungheinrich Forklift yang dimiliki dengan nilai wajar aset sama dengan nilai pendanaan yang di peroleh yaitu sebesar Rp6.185.850.000. Utang sewa ini dikenakan bunga tetap sebesar 6,29% pertahun dengan jangka waktu 48 bulan.
Saldo utang sewa pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020 adalah sebesar USD251.403 dan USD303.136.
On December 18, 2019, ET, related party,entered into a sales and leaseback agreement to 11 units of Jungheinrich Forklift owned with a fair value of assets equal to the funding value obtained at Rp6,185,850,000. The lease payable is subject to a fixed interest rate of 6.29% per annum with a period of 48 months. The leases payable balance as of June 30, 2021 and December 31, 2020 are USD251,403 and USD303,136, respectively.
Pada tanggal 12 November 2020, ET, Perusahaan Berelasi, mengadakan perjanjian penjualan dan penyewaan kembali terhadap 12 unit Jungheinrich Forklift yang dimiliki dengan nilai wajar aset sama dengan nilai pendanaan yang di peroleh yaitu sebesar Rp4.118.389.000.Utang sewa ini dikenakan bunga tetap sebesar 6,57% pertahun dengan jangka waktu 48 bulan.
Saldo utang sewa pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020 adalah sebesar USD219.118 dan USD251.622.
On November 12, 2020, ET, related party entered into a sales and leaseback agreement to 12 units of Jungheinrich Forklift owned with a fair value of assets equal to the funding value obtained at Rp4,118,389,000.The lease payable is subject to a fixed interest rate of 6.57% per annum with a period of 48 months. The leases payable balance as of June 30, 2021 and December 31, 2020 are USD219.118 and USD251,622.
PT Mitsubishi UFJ Lease & Finance Indonesia PT Mitsubishi UFJ Lease & Finance Indonesia Pada tanggal 11 November 2019, KE, Entitas Anak,
mengadakan perjanjian penjualan dan penyewaan kembali terhadap 42 unit Jungheinrich Forklift yang dimiliki dengan dengan nilai wajar aset sama dengan nilai pendanaan yang di peroleh yaitu sebesar Rp12.957.540.302. Utang sewa ini dikenakan bunga tetap sebesar 11% pertahun dengan jangka waktu 36 bulan. Saldo utang usaha pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020 adalah sebesar USD412.853 dan USD559.013.
On November 11, 2019, KE, a Subsidiary entered into a sales and leaseback agreement to 42 units of Jungheinrich Forklift owned with a fair value of assets equal to the funding value obtained at Rp12,957,540,302. The lease payable is subject to a fixed interest rate of 11% per annum with a period of 48 months. The leases payable balance as of June 30, 2021 and December 31, 2020 are USD412,853 and USD559,013, respectively.
52
b. Utang sewa (Lanjutan) b. Leases payable (Continued)
PT Mitsubishi UFJ Lease & Finance Indonesia (Lanjutan)
PT Mitsubishi UFJ Lease & Finance Indonesia (Continued)
Pada tanggal 16 Maret 2020, ET, Entitas Anak, mengadakan perjanjian penjualan dan penyewaan kembali terhadap 23 unit Jungheinrich Forklift yang dimiliki dengan dengan nilai wajar aset sama dengan nilai pendanaan yang di peroleh yaitu sebesar Rp12.079.650.000. Utang sewa ini dikenakan bunga tetap sebesar 10,25% pertahun dengan jangka waktu 48 bulan. Saldo utang sewa pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020 adalah USD547.568 dan USD649.153.
On March 16, 2020, KE, a Subsidiary entered into a sales and leaseback agreement to 23 units of Jungheinrich Forklift owned with a fair value of assets equal to the funding value obtained at Rp12,079,650,000. The lease payable is subject to a fixed interest rate of 10.25% per annum with a period of 48 months. The leases payable balance as of June 30, 2021 and December 31, 2020 are USD547.568 and USD649,153.
PT Mandiri Tunas Finance PT Mandiri Tunas Finance
Pada tanggal 3 September 2020, ET, Entitas Anak, mengadakan perjanjian penjualan dan penyewaan kembali terhadap 10 unit Jungheinrich Forklift yang dimiliki dengan nilai wajar aset sama dengan nilai pendanaan yang di peroleh yaitu sebesar Rp5.015.890.000. Utang sewa ini dikenakan bunga tetap sebesar 6,40% pertahun dengan jangka waktu 36 bulan.
Saldo utang sewa pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020 adalah sebesar USD107.041 dan USD248.443.
On September 3, 2020, ET, a Subsidiary, entered into a sales and leaseback agreement to 10 units of Jungheinrich Forklift owned with a fair value of assets equal to the funding value obtained at Rp5,015,890,000. The lease payable is subject to a floating interest rate of 6.40% per annum with a period of 36 months.The leases payable balance as of June 30, 2021 and December 31, 2020 are USD107,041 and USD248,443.
Pada tanggal 28 Juli 2020, ET, Entitas Anak, mengadakan perjanjian penjualan dan penyewaan kembali terhadap 10 unit Jungheinrich Forklift yang dimiliki dengan nilai wajar aset sama dengan nilai pendanaan yang di peroleh yaitu sebesar Rp4.977.813.500. Utang sewa ini dikenakan bunga tetap sebesar 6,40% pertahun dengan jangka waktu 36 bulan.
Saldo utang sewa pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020 adalah sebesar USD192.265 dan USD239.778.
On July 28, 2020, ET, a Subsidiary, entered into a sales and leaseback agreement to 10 units of Jungheinrich Forklift owned with a fair value of assets equal to the funding value obtained at Rp4,977,813,500. The lease payable is subject to a floating interest rate of 6.40% per annum with a period of 36 months. The leases payable balance as of June 30, 2021 and December 31, 2020 are USD192.265 and USD239,778.
Pada tanggal Mei 3 2020, ET, Entitas Anak, mengadakan perjanjian penjualan dan penyewaan kembali terhadap 10 unit Jungheinrich Forklift yang dimiliki dengan nilai wajar aset sama dengan nilai pendanaan yang di peroleh yaitu sebesar Rp2.793.537.119. Utang sewa ini dikenakan bunga tetap sebesar 4,87% pertahun dengan jangka waktu 36 bulan.
Saldo utang sewa pada tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020 adalah sebesar USD200.807 dan USD137.755.
On May 3, 2020, ET, a Subsidiary, entered into a sales and leaseback agreement to 10 units of Jungheinrich Forklift owned with a fair value of assets equal to the funding value obtained at Rp2,793,537,119. The lease payable is subject to a floating interest rate of 4.87%
per annum with a period of 36 months. The leases payable balance as of June 30, 2021 and December 31, 2020 are USD200,807 and USD137,755.
53
14. UTANG JANGKA PANJANG (Lanjutan) 14. LONG-TERM LOANS (Continued)
c. Utang pembiayaan konsumen c. Consumer financing payables 30 Juni 2021/
June 30, 2021
31 Desember 2020/
December 31, 2020
PT BCA Finance 258.555 216.636 PT BCA Finance
PT Mandiri Tunas Finance 82.078 147.016 PT Mandiri Tunas Finance
PT Bank Jasa Jakarta 22.586 31.433 PT Bank Jasa Jakarta
PT Toyota Financial Service 20.675 25.435 PT Toyota Financial Service
PT Dipo Star Finance - 2.717 PT Dipo Star Finance
PT Astra Credit Company - 1.755 PT Astra Credit Company
PT Orix Indonesia Finance 1.118.659 - PT Orix Indonesia Finance
1.502.553 424.992
Dikurangi bagian yang akan
jatuh tempo dalam setahun (936.035) (293.768)
Less current portion due within one year
Bagian jangka panjang 566.518 131.224 Long-term portion
Utang sewa dan utang pembiayaan konsumen di jamin dengan aset yang dibiayai (lihat Catatan 9 dan 8).
Leased payable and consumer financing payable are guaranteed by assets financed (see Notes 9 and 8).
15. PERPAJAKAN 15. TAXATION
a. Pajak dibayar di muka a. Prepaid tax
Akun ini terdiri dari: This account consist of:
30 Juni 2021/
June 30, 2021
31 Desember 2020/
December 31, 2020
Pajak Pertambahan Nilai 434.410 1.702.296 Value Added Tax
b. Taksiran tagihan pajak penghasilan b. Estimated claim for tax refund
Akun ini terdiri dari: This account consist of:
30 Juni 2021/
June 30, 2021
31 Desember 2020/
December 31, 2020
Perusahaan Company
2021 87.108 - 2021
2020 188.582 188.582 2020
2019 750.964 750.964 2019
2017 334.797 334.797 2017
Surat Ketetapan pajak 1.100.774 1.100.774 Tax assessment letter
Entitas Anak Subsidiaries
2021 3.930 - 2021
2020 157.743 162.115 2020
2017 295.479 316.155 2017
Selisih translasi - (12.485) Translation difference
Jumlah 2.919.377 2.840.902 Total
54
c. Utang pajak c. Taxes payables
Akun ini terdiri dari: This account consist of:
30 Juni 2021/
June 30, 2021
31 Desember 2020/
December 31, 2020
Pajak Pertambahan Nilai 748.926 103.737 Value Added Tax
Pajak Penghasilan Income tax
Pasal 4 ayat 2 3.279 7.853 Article 4 (2)
Pasal 15 36 300 Article 15
Pasal 21 55.809 70.462 Article 21
Pasal 23 6.892 7.150 Article 23
Pasal 25 - 4.988 Article 25
Pasal 29 32.392 - Article 29
Jumlah 847.334 194.490 Total
d. Beban pajak penghasilan d. Income tax expense
Taksiran beban (manfaat) pajak penghasilan terdiri dari:
Provision for Income tax expenses (benefit) are as follows:
2021 2020
Kini: Current:
Entitas Anak 130.062 200.808 Subsidiaries
Tangguhan: Deferred:
Perusahaan - (11.830) Company
Entitas Anak - 87.416 Subsidiaries
Surat Ketetapan Pajak - 508.362 Tax Assessment Letter
Jumlah 130.062 784.756 Total
55
15. PERPAJAKAN (Lanjutan) 15. TAXATION (Continued)
d. Beban pajak penghasilan (Lanjutan) d. Income tax expense (Continued)
Kini Current
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan, sebagaimana yang disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, dengan taksiran rugi fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:
A reconciliation between income (loss) before income tax,as presented in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income, with the estimated taxable loss for the years ended June 30, 2021 and December 31, 2020 are as follows:
2021 2020
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian 3.183.151 (9.651.826)
Income (loss) before income tax expense per consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income Laba sebelum beban pajak
penghasilan – Entitas Anak (543.209) (940.448)
Income before income tax expense– Subsidiaries
Eliminasi (270) 1.509 Elimination
Laba (Rugi) sebelum beban pajak
penghasilan –Perusahaan 2.639.672 (10.590.765)
Profit (Loss) before income tax Expense - the Company
Pendapatan dan beban yang
dikenakan pajak final
Revenue and expense subject to final tax
Pendapatan sewa (389.960) (844.702) Rental revenue
Beban pokok pendapatan sewa 281.529 791.142 Cost of rental revenue
Sub-jumlah pendapatan dan
beban yang dikenakan pajak
final (108.431) (53.560) Sub-total revenue and expense
subject to final tax
Beda temporer Temporary differences
Beban imbalan kerja - 124.285 Employee benefits expense
Penurunan nilai piutang - 3.183.234 Impairment of trade receivables
Penghapusan piutang - (2.774.630) Write of account receivables
Beda tetap Permanent differences
Penghasilan bunga yang telah
dikenakan pajak final (2.939) (2.678)
Interest income already subjected to final tax
Lain-lain 1.722.931 1.074.669 Others
Sub-jumlah beda temporer dan
beda tetap 1.719.922 1.604.880
Sub-total temporary and permanent differences Taksiran laba (rugi) fiskal –
Perusahaan 4.251.233 (9.039.445)
Estimated taxable profit (loss)–
Company
Kompensasi kerugian tahun lalu (9.562.336) (522.891) Compensation of loss last year Taksiran rugi fiskal –
Perusahaan (5.311.103) (9.562.336)
Estimated taxable loss – Company
56
d. Beban pajak penghasilan (Lanjutan) d. Income tax expense (Continued)
Perhitungan taksiran pajak penghasilan dan utang (tagihan) pajak penghasilan adalah sebagai berikut:
The computation of the provision for income tax and income tax payable (claim for tax refund) are as follows:
2021 2020
Taksiran pajak penghasilan Provision for Income tax
Perusahaan - - Company
Pajak penghasilan dibayar di muka Prepayment of Income tax
Perusahaan Company
Pajak penghasilan - Perusahaan (87.108) (188.582)
Provision claim for Income tax - Company
Taksiran utang
Pajak penghasilan
Provision for Income tax payable
Perhitungan aset (liabilitas) pajak tangguhan pada tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2021 dan 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut:
The computation of deferred tax assets (liabilities) for the years ended June 30, 2021 and December 31, 2020 are as follows:
Saldo
Tangguhan Deferred Tax Assets
Perusahaan Company
Imbalan pasca- kerja 591.368 - - - 591.368
Post-employement benefits Penurunan nilai
piutang 247.773 - - - 247.773
Impairment value of receivable Penurunan nilai
persediaan 61.502 - - - 61.502
Impairment value of inventory
Impairment value of receivable Penurunan nilai
persediaan 29.094 - - (786) 28.308
Impairment value of inventory
Rugi fiskal 58.314 - - (1.572) 56.742 Fiscal loss
Utang sewa (33.796) - - 910 (32.886) Leased payable
Sub-jumlah 146.383 - - (3.949) 142.434 Sub-total
Jumlah 1.047.026 - - (3.949) 1.043.077 Total
57
15. PERPAJAKAN (Lanjutan) 15. TAXATION (Continued)
e. Pajak tangguhan (Lanjutan) e. Deferred tax (Continued)
Saldo
Impairment value of receivable Penurunan nilai
persediaan 3.982 - - (108) 3.874
Impairment value of inventory
Tangguhan Deferred Tax Assets
Perusahaan Company
Imbalan
Impairment value of receivable Penurunan nilai
persediaan 69.889 (8.387) - - 61.502
Impairment value of inventory
Sub-jumlah 988.822 11.830 (54.332) (45.677) 900.643 Sub-total
Entitas Anak
Impairment value of receivable Penurunan nilai
persediaan 23.964 5.294 - (164) 29.094
Impairment value of inventory
Tangguhan Deferred Tax Liabilities
Entitas Anak Subsidiaries
(KE) (KE)
Impairment value of receivable Penurunan nilai
persediaan 2.954 1.035 - (7) 3.982
Impairment value of inventory
Utang sewa (462.665) (159.558) - 1.194 (621.029) Leased payable
Jumlah (263.785) (150.167) (33.620) (6.579) (450.090) Total
Manajemen berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan diatas dapat terpulihkan seluruhnya.
Management believes that deferred tax aseets above will be fully recovered in the future.
58
f. Surat Pengampunan pajak f. Tax Amnesty Information Letter Berdasarkan Surat Keterangan Pengampunan Pajak
No.KET-665/PP/WPJ.07/2017 tanggal 4 April 2017, Perusahaan telah menyampaikan Surat Penyataan Harta untuk Pengampunan Pajak sesuai dengan Undang-undang No.11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.
Based on the Tax Amnesty Information Letter No.
KET-665/PP/WPJ.07/2017 dated April 4, 2017, the Company has submitted Asset Statement Letter in accordance with Law No.11 of 2016 concerning Tax Amnesty.
Nilai harta bersih tambahan yang diungkapkan adalah sebesar Rp215.000.000 atau setara USD15.870.
Additional net assets value disclosed is Rp215,000,000 or equivalent to USD15,870.
g. Surat Ketetapan Pajak g. Tax Assessment Letter
Perusahaan dan Entitas Anak menerima beberapa surat ketetapan pajak dan surat tagihan pajak antara lain:
The Company and Subsidiaries has been received No. 00002/406/17/054/20 tanggal 22 Oktober 2020, Perusahaan memiliki lebih bayar pajak sebesar Rp1.861.358.720 atau setara USD126.040. Setelah di kompensasi dengan utang pajak lainnya maka Perusahaan mendapatkan pengembalian pajak sebesar Rp671.943.763 atau setara USD47.487 pada tanggal 25 November 2020. Perusahaan mengajukan keberatan atas Surat Ketetapan Pajak tersebut sebesar USD334.797.
Based on The Overrpaid Tax Assessment Letter (SKPLB) of the corporate income tax No. 00002/406/17/054/20 dated October 22, 2020, The Company has overpaid taxes amounting to Rp1,861,358,720 or equivalent to USD126,040.
After being compensated with other tax payable, the Company obtained the tax refund of Rp671,943,763 or equivalent to USD47,487 at November 25, 2020. The Company submitted an objection to the Tax Assessment Letter amounting to USD334,797.
Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak Penghasilan Pasal 23 No. 00085/203/16/054/18 tanggal 28 Juni 2018, Perusahaan memiliki kurang bayar pajak sebesar Rp726.676.170. Pada bulan September 2018, Perusahaan mengajukan keberatan atas Surat Ketetapan Pajak tersebut.
Based on The Underpayment Tax Assessment Letter (SKPKB) of the Income Tax Article 23 No. 00085/203/16/054/18 dated June 28, 2018, The Company has underpayment of tax amounting to Rp726,676,170. In September 2018, the Company submitted an objection to the Tax Assessment Letter.
Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. KEP-04421/KEB/WPJ.07/2019, Direktur Jenderal Pajak memutuskan pajak yang kurang bayar untuk Pajak Penghasilan Pasal 23 sebesar Rp667.818.235. Sebesar Rp58.857.935 telah dikembalikan kepada Perusahaan. Pada tanggal 20 Desember 2019, Perusahaan mengajukan banding atas Ketetapan tersebut.
Based on the Director General of Taxes Decree No. KEP-04421/KEB/WPJ.07/2019, the Director General of Taxes decided the underpayment of Income Tax Article 23 is Rp667,818,235.
Amounting to Rp58,857,935 has been returned to Company. On December 20, 2019, the Company filed an appeal against the Decree.
Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai (SKPKB PPN) No. 00437/207/16/054/18 tanggal 29 Juni 2018 untuk masa Desember 2016, Perusahaan memiliki kurang bayar pajak sebesar Rp14.913.636.014.
Pada tanggal 27 September 2018, Perusahaan mengajukan keberatan atas SKPKB PPN tersebut dan saat ini sedang dalam proses banding di Pengadilan Pajak.
Based on The Underpayment Tax Assessment Letterof Value Added Tax (SKPKB VAT) No. 00437/207/16/054/18 dated June 29, 2018 for period December 2016, the Company has underpayment amounting to Rp14,913,636,014.
As of September 27, 2018, the Company then filed an objection towards the VAT Underpayment Assessment Letter and is in the process of appeal in the Tax Court.
Berdasarkan Surat Tagihan Pajak Pajak
Pertambahan Nilai (STP PPN)
No. 00160/107/16/054/18 tanggal 28 Juni 2018, Perusahaan memiliki denda pajak sebesar Rp2.985.521.293. Pada tanggal 19 September 2018, Perusahaan telah membayar denda tersebut.
Based on The Tax Collection Letterof Value Added Tax (STP VAT) No. 00160/107/16/054/18 dated June 28, 2018, The Company has tax penalty amounting to Rp2,985,521,293. As of September 19, 2018, the Company paid the penalty.
59
15. PERPAJAKAN (Lanjutan) 15. TAXATION (Continued)
Perusahaan (Lanjutan) Company (Continued)
Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) Pajak Penghasilan Badan No.
00113/406/16/054/18 tanggal 28 Juni 2018, Direktur Jenderal Pajak memutuskan Perusahaan memiliki lebih bayar pajak sebesar USD222.752 (setara dengan Rp3.144.36.232). Pada tanggal 20 Juli 2018, Perusahaan telah menerima kelebihan tersebut, setelah diperhitungkan dengan SKPKBPPN No. 00427/207/16/054/18 senilai Rp292.011.592 dan SKPKB PPN No.
00431/207/16/054/18 senilai Rp2.852.355.640.
Based on The Overpayment Tax Assestment Letter (SKPLB) Corporate Income Tax No.00113/406/16/054/18 dated June 28, 2018, the Director General of Taxes decided that the Company has over paid of tax amounting to USD222,752 (equivalent with Rp3,144,367,232).
On July 20, 2018, the Company received a fund, after deducted with SKPKBVAT No.
00427/207/16/054/18 amounting to Rp292,011,592 and SKPKB VAT No.
00431/207/16/054/18 amounting to Rp2,852,355,640.
Entitas Anak Subsidiaries
PT Kobexindo Equipment PT Kobexindo Equipment
Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) atas Pajak Penghasilan Badan tahun 2018 No. 00062/406/18/073/20 tanggal 28April 2020,Direktur Jenderal Pajak memutuskan KE memiliki lebih bayar sebesar Rp3.212.453.489.
Pada tanggal 29 Mei 2020, KE telah menerima kelebihan tersebut sejumlah Rp2.898.589.276, setelah diperhitungkan dengan SKPKB dan STP yang ada. Selisih pencatatan tagihan pajak sebesar Rp160.415.250 atau setara dengan USD10.994 dicatat pada beban pajak pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Based on the Overpayment Tax Assessment Letter Rp2,898,589,276, after deducted with outstanding SKPKB and STP. The difference recording of claims for tax refund amounting to Rp160,415,250 or equivalent with USD10,994, recorded in the tax expense on the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income.
Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. KEP-00133.PPH/WPJ.06/KP.12/2020 tentang pengembalian kelebihan pembayaran pajak, Direktur Jenderal Pajak memutuskan lebih bayar pajak untuk Pajak Penghasilan Badan tahun 2019 sebesar Rp901.570.605. Pada bulan 22 Juni 2020, KE telah menerima pengembalian tersebut.
Based on the Director General of Taxes Decree No. KEP-00133.PPH/WPJ.06/KP.12/2020 about return overpayment of tax, the Director General of Taxes decided the overpayment of corporate income tax is Rp901,570,605. On June 22, 2020, KE has received the fund.
Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) atas Pajak Penghasilan Badan tahun 2017 No. 00037/406/17/073/19 tanggal 25 April 2019,Direktur Jenderal Pajak memutuskan KE memiliki lebih bayar sebesar Rp1.209.617.899.
Pada tanggal 21 Mei 2019, KE menerima kelebihan tersebut sejumlah Rp182.698.304, setelah diperhitungkan dengan SKPKB dan STP yang ada.
KE saat ini sedang dalam proses banding di Rp182,698,304, after deducted with outstanding SKPKB and STP. KE is in the process of appeal in the Tax Court.
Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) atas Pajak Penghasilan Pasal 21 masa pajak Januari – Desember tahun 2017 tanggal 25 April 2019, KE memiliki kurang bayar sebesar Rp258.660.199. KE saat ini sedang dalam proses banding di Pengadilan Pajak.
Based on the Underpayment Tax Assessment Letter (SKPKB) for Article 21 Income Tax of January – December of the 2017 No. 00034/201/16/073/19 dated April 25, 2019, KE has underpayment of Rp258,660,199. KE is in the process of appeal in the Tax Court.
Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) atas Pajak Penghasilan Pasal 23 masa pajak Januari – Desember tahun 2017 tanggal 25 April 2019, KE memiliki kurang bayar sebesar Rp231.207.715. KE saat ini sedang dalam proses banding di Pengadilan Pajak.
Based on the Underpayment Tax Assessment Letter (SKPKB) for Article 23 Income Tax January – December of the 2017 No. 00062/203/17/073/19 dated April 25, 2019, KE has underpayment of Rp231,207,715. KE is in the process of appeal in the Tax Court.
Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai (SKPKB PPN) untuk masa
Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai (SKPKB PPN) untuk masa