Pada tahun 2013 dan 2012, JRN memperoleh fasilitas pembiayaan dari PT Bank Central Asia Finance dengan jumlah fasilitas masing-masing sebesar Rp 2.149.880.000 dan Rp 5.541.000.000. Jangka waktu pinjaman masing-masing tiga puluh enam (36) bulan dengan tingkat suku bunga sebesar 7,28% - 9,64% per tahun.
In 2013 and 2012, JRN obtained financing facilities from PT Bank Central Asia Finance with maximum credit facilities amounting to Rp 2,149,880,000 and Rp 5,541,000,000, respectively. The term of these facilities are thirty-six (36) months and bears an interest of 7.28% to 9.64% per annum.
Pada periode Juni 2014 dan Desember 2013, beban bunga pinjaman ini masing-masing sebesar US$ 14.456 dan US$ 59.814 (Catatan 30).
In June 2014 and December 2013, interest expense on these loans amounted to US$ 14,456 and US$ 59,814, respectively (Note 30).
Jadwal pembayaran utang lembaga keuangan bukan bank adalah sebagai berikut:
The repayment schedule of loans from non-bank financial institutions is as follows:
2014 2013
Pembayaran yang jatuh tempo: Payments due in:
2014 102.632 196.302 2014
2015 121.322 119.738 2015
2016 32.586 31.690 2016
2017 6.559 - 2017
Jumlah 263.099 347.730 Total
Dikurangi: bagian utang yang akan
jatuh tempo dalam waktu satu tahun (186.720) (196.302) Less: current portion
Bagian utang setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun 76.379 151.428 Long-term portion
19. Liabilitas Sewa Pembiayaan 19. Finance Lease Liabilities
Rincian atas akun ini adalah: The details of this account are as follows:
Lembaga Pembiayaan/ Lessee/ Aset Sewa/ Nilai Sewa/ Jangka Waktu/ Tingkat Suku Bunga Efektif/
Lessor Lessee Leased Asset Lease Amount Lease Period Effective Interest Rate
2014
PT Komatsu Astra Finance JRBM Alat berat/ US$ 44.000 5 tahun/years 4,54% - 5,00% per tahun/annum Heavy equipment
PT Komatsu Astra Finance SPP Alat berat/ US$ 43.300 5 tahun/years 4,54% - 5,00% per tahun/annum Heavy equipment
2013
PT Caterpillar Finance Indonesia JRN Alat berat/ US$ 23.797.851 5 tahun/years 5,23% - 5,27% per tahun/annum Heavy equipment
PT Caterpillar Finance Indonesia JRBM Alat berat/ US$ 1.936.094 4 tahun/years 5,23% - 5,27% per tahun/annum Heavy equipment
PT Caterpillar Finance Indonesia SPP Alat berat/ US$ 3.506.237 4 tahun/years 5,23% - 5,27% per tahun/annum Heavy equipment
PT Komatsu Astra Finance JRBM Alat berat/ US$ 4.461.980 4 tahun/years 4,57% - 5,26% per tahun/annum Heavy equipment
PT Komatsu Astra Finance SPP Alat berat/ US$ 4.343.100 4 tahun/years 4,57% - 5,26% per tahun/annum Heavy equipment
PT Orix Finance Indonesia SPP Alat berat/ US$ 1.665.576 4 tahun/years 6% per tahun/annum Heavy equipment
Jadwal pembayaran liabilitas sewa pembiayaan pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:
The schedule of future minimum lease payments as of June 30, 2014 and December 31, 2013 are as follows:
2014 2013
Pembayaran yang jatuh tempo pada tahun: Payments due in:
2014 6.710.227 13.454.785 2014
2015 12.924.134 12.897.600 2015
2016 12.369.215 12.343.210 2016
2017 9.684.213 9.586.696 2017
2018 1.837.058 1.833.165 2018
Jumlah pembayaran liabilitas sewa
pembiayaan minimum 43.524.847 50.115.456 Total minimum lease payments
Dikurangi: bunga atas pembayaran
liabilitas sewa pembiayaan minimum (3.660.536) (4.737.222) Less: minimum interest payments
Nilai sekarang pembayaran liabilitas Present value of minimum lease
sewa pembiayaan minimum 39.864.311 45.378.234 payments
Dikurangi: bagian liabilitas sewa pembiayaan yang akan jatuh tempo
dalam waktu satu tahun (9.734.360) (11.408.664) Less: current portion
Liabilitas sewa pembiayaan yang akan jatuh tempo dalam waktu lebih
dari satu tahun 30.129.951 33.969.570 Long-term portion
Pada tahun 2014 dan 2013, beban bunga sewa pembiayaan ini masing-masing sebesar US$ 879.322 dan US$ 1.683.363 (Catatan 30).
In 2014 and 2013, interest expense on these finance leases amounted to US$ 879,322 and US$ 1,683,363, respectively (Note 30).
20. Pinjaman Bank Jangka Panjang 20. Long-Term Bank Loans
2014 2013
Pihak ketiga - Dolar Amerika Serikat Third parties - U.S. Dollar
Pinjaman sindikasi 255.787.500 240.000.000 Syndicated loan
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 6.756.080 7.906.946 PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Permata Tbk 7.358.090 4.183.138 PT Bank Permata Tbk
Jumlah 269.901.670 252.090.084 Total
Biaya transaksi yang belum diamortisasi (4.766.730) (5.029.494) Unamortized transaction costs
Jumlah - bersih 265.134.940 247.060.590 Net
Dikurangi bagian yang akan jatuh tempo
dalam satu tahun Less current portion
Utang sindikasi 53.642.500 32.250.000 Syndicated loan
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 2.301.730 2.301.731 PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Permata Tbk 1.763.442 1.075.971 PT Bank Permata Tbk
Jumlah 57.707.672 35.627.702 Total
Biaya transaksi yang belum diamortisasi (1.978.347) (1.773.163) Unamortized transaction costs
Jumlah - bersih 55.729.325 33.854.539 Net
Bagian yang akan jatuh tempo lebih
Jadwal pembayaran kembali pinjaman bank jangka panjang adalah sebagai berikut:
The repayment schedule of long-term bank loans is as follows:
2014 2013
Pembayaran yang jatuh tempo pada tahun: Payments due in:
2014 22.239.356 35.627.701 2014 2015 73.925.172 63.696.913 2015 2016 83.905.172 72.296.913 2016 2017 89.661.813 80.468.557 2017 2018 170.157 - 2018 Jumlah 269.901.670 252.090.084 Total
Pinjaman Sindikasi Syndicated Loan
Pada tanggal 14 November 2013, JRN, JRBM dan SPP, sebagai peminjam dalam negeri dan JBV, JRGL, dan SRS, sebagai peminjam luar negeri memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi dari Indonesia Eximbank (Exim), PT Bank Permata Tbk (Permata), PT Bank ICBC Indonesia (ICBC), PT Bank QNB Kesawan Tbk (QNB) dan Qatar National Bank S.A.Q (SAQ) dengan jumlah fasilitas pinjaman sebesar US$ 275 juta. Jangka waktu pinjaman sindikasi tersebut sampai dengan 30 Desember 2017. Pada tanggal 30 Juni 2014, jumlah fasilitas pinjaman yang telah dicairkan oleh Grup sebesar US$ 274.5 juta.
On November 14, 2013, JRN, JRBM and SPP, as onshore borrowers, and JBV, JRGL and SRS, as offshore borrowers, obtained a syndicated loan facility from Indonesia Eximbank (Exim), PT Bank Permata Tbk (Permata), PT Bank ICBC Indonesia (ICBC), PT Bank QNB Kesawan Tbk (QNB), and Qatar National Bank S.A.Q (SAQ) with total credit facilities of US$ 275 million. The term of syndicated loan is until December 30, 2017. As of June 30, 2014, total loan drawdowns by the Group amounted to US$ 274,5 million.
Fasilitas pinjaman tersebut terdiri dari Fasilitas A sebesar US$ 200 juta, Fasilitas B sebesar US$ 50 juta, dan Fasilitas C sebesar US$ 25 juta. Peminjam dalam negeri harus menggunakan pinjaman Fasilitas A dengan prioritas untuk membayar biaya-biaya (termasuk biaya legal, biaya dibayar dimuka dan biaya komitmen), biaya pajak yang terjadi sehubungan dengan pinjaman tersebut dan pelunasan fasilitas yang ada, dan pendanaan saldo minimum yang diperlukan di setiap akun Debt Service Reserve Account (DSRA), serta untuk melunasi fasilitas pinjaman yang ada; sebesar US$ 50 juta akan digunakan oleh JRBM untuk modal kerja dan pembangunan infastruktur Proyek Bakan; dan sebesar US$ 55 juta akan digunakan oleh SPP untuk modal kerja pembangunan infrastruktur Proyek Seruyung. Fasilitas B akan digunakan oleh JRGL untuk pembangunan infrastruktur Proyek Penjom. Fasilitas C digunakan sebagai modal kerja umum oleh peminjam dalam negeri.
The loan facility consists of Facility A amounting to US$ 200 million, Facility B amounting to US$ 50 million, and Facility C amounting to US$ 25 million. Onshore borrowers shall apply all amount borrowed under facility Facility A in the following order of priority, for payments of fees (including legal fees, prepayment fees, and commitment fees), taxes incurred by the borrowers in connection with the facilities and the repayment of the existing facilities and funding the minimum required balance in each of Debt Service Reserve Accounts (DSRA); repayment of the existing facilities in full; US$ 50 million shall be utilized by JRBM for financing and/ or refinancing, capital expenditure and/ or the development of the infrastructure in respect of Bakan Project; and US$ 55 million shall be utilized by SPP for financing and/or development and infrastructure in respect of Seruyung Project. Facility B shall be utilized by JRGL for financing and/ or refinancing capital expenditure and/or the development of the infrastructure in respect of Penjom Project. Facility C shall be used for general working capital purposes of onshore borrowers.
Masing-masing fasilitas pinjaman dikenakan bunga agregat per tahun yaitu London Interbank Offered Rate (“LIBOR”) dan Margin. Sebelum atau sampai dengan 31 Desember 2014 Margin adalah sebesar 6% untuk pemberi pinjaman dalam negeri (Exim, ICBC, Permata dan QNB) dan 5,75% untuk pemberi pinjaman luar negeri (SAQ), dan setelah 31 Desember 2014 Margin adalah sebesar 5,75%, untuk pemberi pinjaman dalam negeri dan 5% untuk pemberi pinjaman luar negeri.
The interest rate of each facility is the aggregate percentage per annum of London Interbank Offered Rate (“LIBOR”) and Margin. The Margin is 6% in respect of Onshore lender (Exim, ICBC, Permata and QNB) and 5.75% in respect of Offshore lender (SAQ) on or prior to December 31, 2014 and 5.75% in respect of Onshore Lender and 5% in respect of Offshore Lender after December 31, 2014.
Fasilitas pinjaman sindikasi ini dijamin dengan jaminan fidusia atas aset bergerak, piutang, persediaan, bangunan, penerimaan asuransi, 51% dari seluruh saham JRN yang ditempatkan oleh Perusahaan, dan 100% dari seluruh saham JRN yang ditempatkan pada entitas anak yang ikut serta dalam pinjaman sindikasi.
The security under the syndicated loan facility are fiducias of moveable assets, receivable, inventory, buildings, insurance proceeds, and 51% of the Company’s shares in JRN, all of JRN’s shares in subsidiaries that entered into syndicated loan facility.
JRN harus memastikan kondisi keuangan sebagai berikut:
JRN is required to maintain financial ratios and conditions as follows:
a. Rasio keuangan: a. Financial ratios:
• Debt to Equity Ratio tidak melebihi
1,25:1 mulai 31 Desember 2013. •
The ratio of Total Debt to Equity not to exceed 1.25:1 from December 31, 2013.
• Debt to EBITDA Ratio ini tidak melebihi: • The ratio of Total Debt to EBITDA shall not exceed:
i.
5,0:1 pada tanggal 30 Juni 2014 dan 30 September 2014;i.
5.0:1 on June 30, 2014 and September 30, 2014;ii.
3,5:1 pada tanggal 31 Desember 2014;ii.
3.5:1 as of December 31, 2014;iii.
3,0:1 setelah 31 Desember 2014sampai dengan akhir masa pinjaman
iii.
3.0:1 after December 31, 2014until the end of term of loan
• EBITDA to Debt Service Ratio, mulai dari 31 Desember 2013, tidak kurang dari 1,2:1.
• The ratio of Adjusted EBITDA to Debt Service, from December 31, 2013, shall not be less than 1.2:1.
b. JRN harus memastikan produksi emas dari entitas anak lebih besar atau sama dengan 75% dari tingkat estimasi produksi yang dimuat di dalam anggaran.
b. JRN shall ensure that gold production levels of the Group are all at times greater than or equal to 75% of the projected and budgeted production levels set out in the Budget.
c. JRN harus memenuhi Reserve Tail Ratio tidak kurang dari 1,2:1
c. JRN shall procure that at all times the Reserve Tail Ratio shall not be less than 1.2:1
Periode pengujian untuk persyaratan rasio-rasio keuangan di atas dilakukan setiap tiga bulan mulai dari akhir tahun Desember 2013.
Testing period for the requirement of the financial ratios are every three months starting from the end of December 2013.
Peminjam diharuskan untuk memenuhi pembatasan pinjaman tertentu selain pembatasan keuangan diantaranya, membatasi peminjam untuk menjual, menyewakan, mengalihkan atau melepaskan aset, melakukan demerger, merger or corporate reconstruction, untuk membayar atau mengumumkan dividen, dan mengubah kegiatan usahanya tanpa persetujuan tertulis dari kreditur.
The borrowers is required to fulfill certain loan covenants other than the financial covenants which among others, restrict the borrowers to sell, lease, transfer or dispose their assets; conduct demerger, merger or corporate reconstruction; to pay or declare dividends; and to change the nature of their business without a written consent from the lenders.
Rincian saldo pinjaman berdasarkan anggota sindikasi adalah sebagai berikut:
The details of the outstanding balance of the facility based on syndicated participants are as follows:
2014
Indonesia Eximbank 109.500.000 Indonesia Eximbank
PT Bank Permata Tbk 65.000.000 PT Bank Permata Tbk
PT Bank QNB Kesawan Tbk 25.000.000 PT Bank QNB Kesawan Tbk PT Bank ICBC Indonesia 25.000.000 PT Bank ICBC Indonesia Qatar National Bank S.A.Q. 50.000.000 Qatar National Bank S.A.Q.
Jumlah 274.500.000 Total
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon)
Pada tangal 22 Mei 2013, JRBM dan SPP, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman dari Danamon untuk pembiayaan pembelian alat-alat berat, dengan jumlah maksimum pinjaman keseluruhan sebesar US$ 10.000.000. Jangka waktu pinjaman 48 bulan terhitung sejak setiap tanggal penarikan termasuk 3 bulan masa tenggang (grace period). Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan tingkat bunga 6% per tahun dan dijamin dengan aset tetap (Catatan 9).
On May 22, 2013, JRBM and SPP, subsidiaries, have obtained loan facilities from Danamon, for heavy equipment financing with total maximum loan facilities of US$ 10,000,000. The term of loan facilities are 48 months as of each drawdown date including 3 months grace period. These loans bear interest at 6% per annum and secured with property, plant and equipment (Note 9).
PT Bank Permata Tbk (Permata) PT Bank Permata Tbk (Permata)
Pada tanggal 21 Juni 2013, JRBM dan SPP, entitas anak, memperoleh fasilitas pinjaman dari Permata untuk pembiayaan pembelian alat-alat berat dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar US$ 10.000.000. Jangka waktu pinjaman adalah 48 bulan termasuk 3 bulan availability period dan 6 bulan masa tenggang (grace period). Tingkat bunga untuk fasilitas pinjaman tersebut adalah 6% per tahun dan dijamin dengan aset tetap (Catatan 9).
On June 21, 2013, JRBM and SPP, subsidiaries, have obtained loan facilities from Permata for heavy equipment financing with total maximum facilities of US$ 10,000,000. The term of loans shall be 48 months including 3 months availability period and 6 months grace period. These loan bear interest at 6% per annum.and secured with property, plant and equipment (Note 9).
JRBM dan SPP telah menandatangani Akta Perubahan Pertama Pemberian Fasilitas Perbankan No. 8 dan 10 pada tanggal 2 Agustus 2013.
JRBM and SPP have signed Deed of First Amendment Providing Banking Facilities No. 8 and 10 on August 2, 2013.
Mulai Juni 2014, JRBM dan SPP diharuskan untuk mempertahankan rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
Starting June 2014, JRBM and SPP are required to maintain financial ratios as follows:
• Debt to Equity Ratio maksimum 4,0:1 • Total Debt to Equity Ratio maximum 4.0:1
• Debt Service Coverage Ratio minimum 1,1:0 • Total Debt Service Coverage Ratio minimum 1.1:0
PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga)
Pada tanggal 2 Oktober 2012, JRN, sebagai peminjam, menandatangani Secured Facility Agreement sebesar US$ 135 juta dengan beberapa pihak sebagai kreditur, dan CIMB Niaga sebagai arranger dan agen. Pinjaman tersebut dibagi dalam empat tranche, yaitu dengan fasilitas masing-masing sebesar US$ 90 juta (Tranche A), US$ 15 juta (Tranche B), US$ 25 juta (Tranche C) dan US$ 5 juta (Tranche D). Tranche A digunakan untuk melakukan pembayaran fasilitas pinjaman yang masih tersisa, Tranche B digunakan untuk pembangunan infastruktur Proyek Bakan, Tranche C digunakan untuk Proyek Penjom dan Tranche D digunakan untuk modal kerja aset Grup yang berada di Indonesia. Masing-masing pinjaman ini dikenakan bunga dengan persentase per tahun yang lebih tinggi antara 7% atau margin ditambah dengan average reference bank rate dan berjangka waktu lima (5) tahun untuk Tranche A, B dan C dan satu (1) tahun untuk Tranche D terhitung sejak tanggal penandatangan perjanjian kredit.
On October 2, 2012, JRN, as borrower, entered into a US$ 135 million Secured Facility Agreement with, among other parties, certain financial institutions listed therein, as original lenders, and CIMB Niaga, as arranger and agent. The loan has four (4) tranches with a credit facility of US$ 90 million (Tranche A), US$ 15 million (Tranche B), US$ 25 million (Tranche C) and US$ 5 million (Tranche D), respectively. Tranche A is used for repayment of the Existing Facility, Tranche B is used for the development of infrastructures of the Bakan Project, Tranche C is used to pay the loans from JRGL to the Company in respect to the Penjom Project, and Tranche D is used for general working capital purposes in relation to the assets of the Group located in Indonesia. The rate of interest on each tranche is the percentage rate per annum which is the higher of 7% or aggregate of margin plus average reference bank rate with term of five (5) year for Tranche A, B and C and one (1) year for Tranche D from signing of the facility agreement.
Fasilitas kredit ini dijamin dengan 51% dari seluruh saham JRN yang ditempatkan oleh pemegang saham, 100% dari seluruh saham JRN yang ditempatkan pada entitas anak, piutang (Catatan 5), persediaan (Catatan 6), dan aset tetap (Catatan 9).
This facility is collateralized by 51% of the total shares issued to JRN’s shareholders, all of JRN’s shares in its subsidiaries, receivables (Note 5), inventories (Note 6) and property, plant and equipment (Note 9).
JRN diharuskan untuk mempertahankan rasio- rasio keuangan sebagai berikut:
JRN is required to maintain financial ratios as follows:
• Debt to Equity Ratio tidak melebihi 2,0:1 mulai dari 1 Oktober 2012 - 31 Desember 2015 dan mulai 1 Januari 2016 sampai dengan tanggal jatuh tempo tidak melebihi 1,0:1.
• Total Debt to Equity Ratio not to exceed 2.0:1 from October 1, 2012 - December 31, 2015 and from January 1, 2016 until the maturity date not to exceed 1.0:1.
• Debt to EBITDA tidak melebihi 3,0:1 mulai dari 1 Oktober 2012 - 31 Maret 2014 dan mulai 1 Januari 2014 sampai dengan 31 Desember 2016 tidak melebihi 2,0:1 dan mulai 1 Januari 2016 sampai dengan tanggal jatuh tempo tidak melebihi 1,0:1.
• Total Debt to EBITDA not to exceed 3.0:1 from October 1, 2012 - March 31, 2014 and from January 1, 2014 until the December 31, 2016 not to exceed 2.0:1 and from January 1, 2016 until the maturity date not to exceed 1.0:1.
JRN dan perusahaan yang diakuisisi diberi batasan-batasan dengan tidak boleh terlibat dan mengadakan transaksi-transaksi sebagai berikut kecuali dengan persetujuan tertulis dari pemberi pinjaman:
JRN and acquired companies shall not enter into following, among others, transactions, excepts generally with written consent from the lender or agent:
• Penjualan aset-aset, kecuali yang tertera di
perjanjian; •
Dispose of any asset, except as provided in the agreement;
• Merger, kecuali untuk reorganisasi yang
diijinkan; •
Merger, except for the permitted reorganization;
• Perubahan bisnis atas perusahaan-
perusahaan yang diakuisisi; •
Change of business of acquired companies;
• Akuisisi suatu perusahaan atau aset bisnis atau pengambilalihan oleh perusahaan- perusahaan yang diakuisisi, kecuali untuk reorganisasi yang diijinkan;
• Acquisition, except for the Permitted Reorganization, of any company, business assets or undertakings, by any of the acquired company;
• Memperoleh pinjaman dari pihak lain, atau memberi pinjaman kepada pihak manapun (kecuali atas transaksi usaha normal), memberikan jaminan atas kewajiban pihak lain; dan
• Make any loans, grant any credit (except in the ordinary course of business), give any guarantee or indemnity, voluntarily assume any liability of any obligation of any person; and
• Mendapat, menciptakan atau mengijinkan
untuk menciptakan utang finansial •
Incur, create or permit to create any financial indebtedness
JRN dan pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian diharuskan untuk melakukan dan mempertahankan lindung nilai komoditas (commodity hedging agreement) atas produksi emas berdasarkan produksi dan harga emas minimum seperti yang dijelaskan di perjanjian (Catatan 36).
JRN and parties in the security documents are required to enter into and maintain the commodity hedging agreement on their gold production volume based on the minimum volume of production and price as defined in the agreement (Note 36).
Pada tanggal 20 November 2013, JRN telah melunasi seluruh saldo pinjaman dan CIMB Niaga telah melepaskan jaminan atas pinjaman.
On November 20, 2013, JRN has fully paid the outstanding loan and CIMB Niaga has released all the collaterals.
Beban bunga pinjaman bank jangka panjang dialokasikan sebagai berikut:
Interest expense of long-term bank loan is allocated as follows:
2014 2013
Properti pertambangan (Catatan 12) - 752.369 Mining properties (Note 12)
Beban bunga dan keuangan Interest and other financial charges
lainnya (Catatan 30) 5.274.320 14.777.006 (Note 30)
21. Cadangan Biaya Reklamasi dan Penutupan