• Tidak ada hasil yang ditemukan

Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur…

BAB III METODE PENELITIAN

F. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur…

Validitas adalah sejauh mana interpretasi kita atas hasil pengukuran suatu tes sesuai tujuan tes itu sungguh-sungguh bisa diterima atau dipertanggungjawabkan atau dengan kata lain perolehan bukti sebanyak mungkin untuk menyokong interpretasi kita terhadap hasil pengukuran suatu tes sesuai maksud atau tujuan tes tersebut disusun (Supratiknya, 2014). Validitas yang digunakan adalah validitas terkait isi tes, yaitu validitas yang digunakan untuk melihat kesesuaian antara isi tes dengan konstruk yang hendak diukur (Supratiknya, 2014). Evidensi tentang kesesuaian isi dan konstruk yang diukur bisa diperoleh melalui analisis logis atau empiris terhadap seberapa memadai isi tes mewakili ranah isi serta seberapa relevan

ranah isi tersebut sesuai dengan interpretasi skor tes yang dimaksudkan. Selanjutnya, Supratiknya (2014) menjelaskan bahwa evidensi terkait isi ini lazim diperoleh melalui penilaian pakar atau ahli terhadap kesesuaian antara bagian-bagian tes dan kosntruk yang diukur. Pada penelitian ini, evidensi terkait isi akan dilakukan melalui konsultasi bersama dosen pembimbing skripsi dan salah satu pegawai di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Klaten yang berhubungan langsung dengan BPJS Kesehatan

2. Seleksi Item

Seleksi item bertujuan memilih item-item dengan parameter yang memenuhi syarat untuk dimasukkan ke dalam bentuk final tes (Supratiknya, 2014). Metode statistik yang digunakan untuk menseleksi item adalah korelasi item total. Korelasi item total merupakan kriteria utama dalam memilih item yang sungguh-sungguh efektif karena semakin tinggi korelasi item-total makin baik. Korelasi item-total yang digunakan adalah rix ≥ 0,30, karena item yang mencapai angka tersebut dapat dikatakan memiliki daya pembeda yang memuaskan, namun apabila jumlah item yang lolos tidak mencukupi jumlah yang diinginkan, kita dapat mempertimbangkan untuk menurunkan sedikit batas kriteria 0,30 menjadi 0,25 sehingga jumlah item yang diinginkan dapat tercapai (Azwar, 2007).

Uji coba alat ukur dilakukan pada tanggal 6 Oktober 2015 sampai dengan 10 Oktober 2015. Subjek dalam penelitian ini adalah beberapa pasien

Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Klaten yang menggunakan BPJS Kesehatan. Peneliti menyebar 36 eksemplar melalui Kepala Bagian Tata Usaha BKPM Klaten terhadap berbagai poliklinik yang ada di BKPM Klaten. Dari 36 eksemplar skala yang disebar, hanya 31 eksemplar skala yang dapat diolah peneliti. Hasil uji coba skala yang telah diolah peneliti adalah sebagai berikut sebagai berikut:

a. Tes Product Knowledge

Pada seleksi item, awalnya peneliti menggunakan batas kriteria rix ≥ 0,30 namun peneliti terpaksa menurunkan batas kriteria yang awalnya rix

0,30 menjadi rix ≥ 0,25 karena jumlah item yang lolos tidak mencukupi jumlah yang diinginkan. Oleh karena itu, untuk tes product knowledge peneliti menggunakan batas kriteria rix ≥ 0,25. Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan peneliti mendapatkan 22 item dari 60 yang disajikan dengan kualitas item yang baik. Kisaran koefisien item total sebelum seleksi item ialah rix = -0,306 sampai 0,596. Setelah dilakukan seleksi item, kisaran koefisien korelasi item total menjadi rix = 0,253 sampai 0,713. Item-item yang lolos dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5

Blue Print tes Product Knowledge setelah diujicobakan

Komponen Uraian Isi Komponen Perilaku Jumlah

Knowledge

Terminology 27,2% (16, 17, 18, 21, 22, 23) 27,2% (6 item)

Available Attributes 27,2% (12, 26, 32, 33, 37, 57) 27,2% (6 item)

Criteria for

Evaluating Attributes 13,6% (3, 4, 52) 13,6% (3 item)

Attribute Covariation 22,7% (42, 53, 54, 56, 58,) 22,7% (5 item)

Usage Situations 9,3% (30, 47) 9,3% (2 item)

TOTAL 100% (22 item)

Pada tabel 5, diketahui bahwa komposisi item pada tiap-tiap komponen uraian isi pengetahuan tidak seimbang, oleh karena itu peneliti akan melakukan pengguguran secara manual agar didapatkan komposisi yang seimbang pada tiap komponen uraian isi pengetahuan. Item-item yang telah lolos dari pengguguran manual dapat dilihat pada tabel 6, sebagai berikut:

Tabel 6

Blue Print tes product knowledge setelah Pengguguran Manual

Komponen Uraian Isi Komponen Perilaku Total (%)

Knowledge

Terminology 20% (17, 18, 21, 22, 23) 20% (5 item)

Available Attributes 20% (12, 32, 33, 37, 57) 20% (5 item)

Criteria for Evaluating

Attributes 20% (3, 4, 9, 41, 52) 20% (5 item)

Attribute Covariation 20% (42, 53, 54, 56, 58,) 20% (5 item)

Usage Situations 20% (27, 28, 30, 47, 48) 20% (5 item)

TOTAL 100% (25 item)

Setelah dilakukan pengguguran manual, peneliti mendapatkan 25 item dari 22 item yang sebelumnya lolos seleksi item dengan kualitas yang baik. Peneliti meloloskan item no 9, 27, 28, 41 dan 48 untuk diperbaiki sehingga memenuhi fungsi ukur alat tes, peneliti juga terpaksa menggugurkan item no 16 dan 26 agar memenuhi komposisi yang seimbang. Setelah dilakukan pengguguran manual didapatkan kisaran koefisien korelasi item total menjadi rix = 0,049 sampai 0, 653. Jumlah keseluruhan item yang dipakai peneliti untuk tes product knowledge pada penelitian ini adalah 25 item.

b. Skala Kepuasan Konsumen

Pada seleksi item, peneliti menggunakan batas kriteria rix ≥ 0,30 untuk menyeleksi item-item yang baik pada skala Kepuasan Konsumen. Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan peneliti mendapatkan 54 item

dari 60 yang disajikan dengan kualitas item yang baik. Kisaran koefisien item total sebelum seleksi item ialah rix = -0,656 sampai 0,802. Setelah dilakukan seleksi item, kisaran koefisien korelasi item total menjadi rix = 0,301 sampai 0,811. Item-item yang lolos dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 7

Blue Print skala kepuasan konsumen setelah diujicobakan

Aspek Favorable Unfavorable Jumlah

Reliability 9,27% (30, 31, 35, 46, 49) 11,13% (9, 28, 29, 32, 47, 48) 20,4% (11 item) Responsiveness 11,1% (7, 33, 34, 56, 58, 59) 11,1% (2, 50, 53, 54, 55, 60) 22,2% (12 item) Assurance 11.1% (3, 4, 10, 25, 38, 57) 7.4% (1, 12, 26, 37) 18,5% (10 item) Emphaty 9,27% (13, 14, 17, 18, 22) 11,13% (8, 15, 16, 19, 20, 45) 20,4% (11 item) Tangibles 9,25% (23, 24, 36, 39, 51) 9,25% (21, 40, 41, 44, 52) 18,5% (10 item) TOTAL 100% (54 item)

Pada tabel 7, diketahui bahwa komposisi item pada tiap-tiap aspek kepuasan konsumen tidak seimbang, oleh karena itu peneliti akan melakukan pengguguran secara manual agar didapatkan komposisi yang seimbang pada tiap aspek kepuasan konsumen. Item-item yang telah lolos dari pengguguran manual dapat dilihat pada tabel 8, sebagai berikut:

Tabel 8

Blue Print skala kepuasan konsumen setelah Pengguguran Manual

Aspek Favorable Unfavorable Jumlah

Reliability 8% (31, 35, 46, 49) 12% (9, 28, 29, 32, 47, 48) 20% (10 item) Responsiveness 10% (33, 34, 56, 58, 59) 10% (50, 53, 54, 55, 60) 20% (10 item) Assurance 12% (3, 4, 10, 25, 38, 57) 8% (1, 12, 26, 37) 20% (10 item) Emphaty 10% (13, 14, 17, 18, 22) 10% (15, 16, 19, 20, 45) 20% (10 item) Tangibles 10% (23, 24, 36, 39, 51) 10% (21, 40, 41, 44, 52) 20% (10 item) TOTAL 50% (25 item) 50% (25 item) 100% (50 item)

Setelah dilakukan pengguguran manual, peneliti mendapatkan 50 item dari 54 item yang sebelumnya lolos seleksi item dengan kualitas yang baik. Setelah dilakukan pengguguran manual didapatkan kisaran koefisien korelasi item total menjadi rix = 0,387 sampai 0,806. Jumlah keseluruhan item yang dipakai peneliti untuk skala kepuasan konsumenpada penelitian ini adalah 50 item.

3. Reliabilitas

Reliabilitas adalah ketepatan pengukuran tanpa menghiraukan atribut apa yang diukur (Nunnally dalam Supratiknya, 2014). Peneliti menggunakan estimasi reliabilitas internal yang didasarkan pada hubungan antar skor pada masing-masing item atau antar skor pada kelompok-kelompok item dalam tes,

yang datanya diperoleh dari satu kali pengadministrasian tes pada sekelompok subjek (Supratiknya, 2014). Metode yang digunakan adalah metode berbasis kovarians item, yaitu Alpha Cronbach yang akan dibantu dengan bantuan program IBM SPSS versi 21. Reliabilitas dinyatakan oleh koefisien (rxx’) yang angkanya berada dalam rentang dari 0 sampai dengan 1,00. Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati 1,00 berarti semakin tinggi reliabilitas. Sebaliknya koefisien yang semakin rendah mendekati angka 0 berarti semakin rendah reliabilitas (Azwar, 2007).

Pada penelitian ini, koefisien reliabilitas dari tes product knowledge adalah 0, 833, sedangkan koefisien reliabilitas skala kepuasan konsumen adalah 0, 963.

G. Metode Analisis Data

Dokumen terkait