BAB III METODOLOGI PENELITIAN
D. Variabel-variabel Penelitian
Variabel yang di akan diteliti dalam penelitian ini ada 2 yakni Variabel bebas dan Variabel terikat:
a. Variabel Bebas (X) : Model Pembelajaran Cooperative Learning b. Variabel Terikat (Y) : Minat dan Prestasi belajar sejarah
Prestasi Belajar Sejarah E. Definisi Operasional
Definisi yang diambil oleh peneliti, yakni sebagai berikut:
1) Minat belajar
Minat adalah suatu dorongan atau keinginan dalam diri seseorang pada objek tertentu. Secara umum minat adalah perhatian yang mengandung unsur-unsur perasaan. Menurut Horlock minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih.34 Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa minat adalah kecenderungan seseorang untuk memilih dan melakukan aktivitas karena adanya perhatian dan rasa senang.
Minat semakin bertambah jika kegembiraan atau perasaan senang pada setiap kegiatan yang ditekuni seseorang. Bila anak-anak berminat pada suatu kegiatan, maka pengalaman mereka akan jauh lebih menyenangkan daripada bila mereka merasa bosan. Jika anak didik tidak memperoleh kegembiraan pada suatu kegiatan, mereka hanya akan berusaha seperlunya
34 Elisabeth Hurlock, Perkembangan Anak Jilid 2, Jakarta, Erlangga, 1978, hlm 114
saja. Akibatnya, prestasi mereka jauh lebih rendah dari kemampuan mereka.35
2) Prestasi Belajar
Prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai oleh seseorang selama proses belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah. Prestasi belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan guru.36
Prestasi belajar yang dimaksudkan adalah hasil (penguasaan) yang dicapai oleh siswa dalam bidang studi tertentu setelah mengikuti proses belajar mengajar.37 Perubahan akan proses belajar yang telah dialami oleh siswa maka akan berdampak pada hasil yang diperoleh oleh siswa tersebut.
F. Pengumpulan Data 1. Sumber Data
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sumber data yaitu sebagai berikut:
a) Siswa
Untuk mendapatkan nilai minat belajar dan hasil prestasi belajar siswa dalam proses pembelajaran dengan berupa hasil nilai.
b) Dokumen
35 Elisabeth Hurlock, ibid.
36 https://eprints.uny.ac.id/8915/3/bab%202%20-08402244030.pdf. Di unduh tanggal 3 Agustus 2019.
37 Moh.Zaiful Rosyid, Mustajab & Aminol Rosid Abdullah, op. cit.
Sebelum dilaksanakan penelitian laporan nilai siswa sebelumnya sudah diperoleh oleh peneliti serta berbagai foto kegiaan belajar siswa selama proses pembelajaran pada saat penelitian.
2. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah salah satu cara untuk mendapatkan data yang dibutuhkan selama penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, tes hasil belajar, dan dokumentasi.
a. Observasi
Observasi merupakan kegiatan pengamatan untuk melihat kegiatan siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Observasi ini dilakukan sebelum peneliti melakukan siklus I & II. Instrumen observasi terlampir di halaman 128.
b. Wawancara
Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keadaan minat belajar maupun prestasi belajar siswa. Peneliti melakukan wawancara kepada guru pengampu mata pelajaran sejarah. Instrumen wawancara terlampir di halaman.
c. Tes hasil belajar
Tes hasil belajar digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa sebelum maupun sesudah diterapkannya model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Tes hasil belajar siswa ini
sebagai alat tesnya adalah soal-soal pilihan ganda serta soal pada saat diskusi belajar berlangsung. Tes terlampir di halaman 107.
d. Dokumentasi
Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data nilai ulangan harian siswa sebelum diterapkannya model Numbered Head Together (NHT) serta dengan mengumpulkan foto-foto selama proses penelitian terutama pada saat pembelajaran berlangsung.
G. Instrumen Penelitian 1. Kuesioner Minat Belajar
Kuesioner minat belajar digunakan untuk mengetahui seberapa tingkat minat siswa dalam belajar. Kuesioner ini digunakan sebelum menerapkan model pembelajaran dan sesudah siklus II. Dalam penentuan skor menggunakan skal likert yang terdiri dari empat kategori. Pada pernyataan positif, pilihan jawaban yang disediakan yaitu: “Sangat Setuju”
(SS) dengan skor 4, “Setuju” (S) skor 3, “Tidak Setuju” (ST) skor 2 dan
“Sangat Tidak Setuju” (STS) skor 1. Sebaliknya pada pernyataan yang negatif yakni “Sangat Setuju” (SS) dengan skor 1, “Setuju” (S) skor 2,
“Tidak Setuju” (TS) skor 3 dan “Sangat Tidak Setuju” (STS) skor 4.
Untuk menentukan indeks persentase minat maka dihitung melalui rumus berikut ini:
Keterangan:
n: nilai yang diperoleh N: jumlah seluruh nilai
Instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut dapat dengan tepat mengukur apa yang hendak diukur. Selain itu alat ukur juga harus memiliki sifat andal (reliable). Artinya jika dipakai untuk mengukur secara berulang-ulang selalu tetap/konsisten/ stabil hasilnya.38
Untuk mengetahui tingkat validitas yang dicapai maka digunakan rumus korelasi product moment yaitu:39
Keterangan:
rxy= koofisien korelasi antara variabel X dan variabel Y, N = jumlah siswa tes
XY = jumlah perkalian antara X dengan Y X2 = kuadrat dari X
Y2 = kuadrat dari Y Keterangan hasil/korelasi
0,00-0,20 : Sangat rendah
0,21 -0,40 : Rendah
0,41-0,60 : Cukup
0,61-0,80 : Tinggi
0,81-1,00 : Sangat Tinggi
Untuk mengetahui reliabilitas kuesioner maka digunakan rumus:40
38 Bambang Subali, “Prinsip Assesmen dan Evaluasi Pembelajaran”, Yogyakarta, UNY Press, 2012, hlm.
107
39 Eko Putra Widoyoko, “Evaluasi Program Pembelajaran”, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2009, hlm. 137
40 Ibid, hlm. 152
Keterangan :
r11 = Reliabilitas seluruh item/soal n = Jumlah item
σ2i = Varians item 2. Soal-soal Tes Prestasi Belajar
Tes merupakan suatu metode alat berupa pertanyaan yang telah disediakan oleh peneliti yang akan dijawab oleh siswa dengan tujuan untuk mengukur hasil yang telah dicapai oleh siswa selama proses pembelajaran.
Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar sejarah siswa, maka menggunakan analisis data komparatif dan data Presentase. Data kompartif adalah data perbandingan antara prasiklus maupun siklus 1 dan 2, baik minat maupun prestasi. Sedangkan data Presentase adalah perhitungan yang diadakan dengan presentase dibagikan nilai yang dibandingkan dengan nilai yang pembanding untuk melihat persen hasil yang dihasilkan.
Selain analisis data diatas juga dilakukannya analisis deskriptif.
Analisis deskriptif ini dengan tujuan untuk mengetahui kelemahan maupun kelebihan pada saat proses pembelajaran mulai dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Sedangkan pada teknik analisis dengan komparatif disini dinilai tingkat prestasi yang capai oleh siswa yang dilakukan oleh peneliti.
Rumus untuk mengetahui nilai siswa yaitu:
Untuk mengetahui tingkat validitas soal, digunakan rumus korelasi Product Moment.41
41 Ibid, hlm. 137
Untuk mengetahui reliabilitas soal tes prestasi dengan menggunakan rumus Spearman-Brown yaitu:42
Keterangan:
r1/21/2 = korelasi antara skor-skor setiap belahan tes r11 = koefesien reliabilitas yang sudah disesuaikan
Untuk data yang telah didapatkan oleh peneliti akan diolah dengan teknik statistik. Data-data yang berupa angka akan diubah menjadi nilai berdasarkan Patokan Acuan Penelitian (PAP Tipe I. Patokan ini peserta didik dianggap sudah memiliki kompetensi apabila yang bersangkutan mencapai skor minimal 65% (cukup). Untuk lebih jelasnya berikut adalah tabel PAP Tipe I. 43
Tabel 1: Presentase PAP Tipe I
Persentase Kategori
90 % -100 % Sangat Tinggi
80 % - 89 % Tinggi
65 % - 79 % Cukup
55 % - 64 % Kurang
Dibawah 55 % Sangat Kurang
H. Prosedur Pelaksanaan Penelitian 1) Permohonan Izin
Permohonan ini dilakukan dengan mengurus perizinan yakni ditujukan kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sewon, Wali Kelas XI
42 Ibid, hlm. 148
43 S. Widanarto Prijowuntato, “Evaluasi Pembelajaran”, Yogyakarta, USD Press, 2016, hlm. 182
SMA Negeri 1 Sewon, Guru mata pelajaran Sejarah SMA Negeri 1 Sewon, dan ketua Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Sanata Dharma.
2) Observasi
Observasi dilakukan dikelas XI IPS 1 dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT).
3) Menyusun silabus
Peneliti menyusun silabus untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
4) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Peneliti menyusun RPP sebanyak dua kali dalam 2 siklus. RPP sangat penting untuk membantu dalam mengajar supaya pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ada.
5) Mempersiapkan Media Pembelajaran
Media yang digunakan oleh peneliti adalah power point, Sound System, Proyektor, papan tulis, dan spidol.
6) Menyiapkan Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan oleh peneliti adalah soal tes, lembar pengamatan siswa.
I. Desain Penelitian
Peneliti menyusun dengan melakukan penelitian, dengan bentuk tes kepada siswa baik secara pengetahuan yakni tes tertulis dan diskusi.
Bagan: Model Kurt Lewin yang ditafsirkan oleh Kemmis.44 Gagasan Awal
44 Rochiati, Metode Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009, hlm. 62.
Implementasi Langkah 1
Evaluasi
Perbaikan Rencana Langkah 1 Langkah 2
Implementasi Langkah 2 Rencana Umum
Langkah 1 Langkah 2 Langkah dst.
Evaluasi
Dst.
39 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian
Pada pelaksanaan penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Sewon Bantul kelas XI IPS 1 pada mata pelajaran sejarah Peminatan dilakukan sebanyak dua siklus. Sebelum diadakan siklus peneliti melakukan observasi terlebih dahulu di kelas selama proses pembelajaran berlangsung. Tujuan observasi ini dilakukan untuk mengetahui kondisi awal aktivitas siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.
Selama penelitian berlangsung, peneliti melakukan pertemuan selama lima kali pertemuan. Pada pertemuan pertama melaksanakan tes minat dengan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Pada pertemuan kedua, peneliti melakukan pembelajaran, pertemuan ketiga digunakan untuk tes dalam uji kompetensi sedangkan pada pertemuan keempat, mengadakan proses kegiatan pembelajaran untuk siklus II dan pada pertemuan kelima melakukan tes uji kompetensi dan tes prestasi. Untuk hasil pra penelitian sampai penggunaan model pembelajaran Numbered Head Together pada siklus I dan siklus II diuraikan sebagai berikut:
1. Observasi Pra Siklus
Diadakannya observasi pra siklus pada tanggal 17 April 2019 pelajaran ke 7 dan 8 sesuai dengan jadwal pelajaran sejarah di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Sewon. Jumlah siswa kelas XI IPS 1 Sewon sebanyak 34 siswa. Guru yang
mengampu mata pelajaran sejarah di kelas ini adalah Ibu Ajeng Ardinal Febriana S.Pd.
Berdasarkan hasil observasi pada saat guru mengajar, sebelumnya guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan menyapa murid. Selanjutnya guru mengadakan presensi guna mencek kehadiran siswa dan guru meminta siswa agar membuka buku sejarahnya sesuai topik yang akan dibahas. Pada proses pembelajaran guru mengadakan apersepsi kepada siswa agar mengulas kembali materi yang dibahas minggu lalu yang berkaitan pokok pembahasan yang akan dilaksanakan. Guru juga memanfaatkan media yang ada salah satunya power point dalam menjelaskan materi yang akan disampaikan kepada siswa. Pada saat pembelajaran berlangsung masih terdapat siswa yang sibuk sendiri seperti main hanphone, mengganggu temannya. Tetapi terdapat juga siswa yang banyak memperhatikan pada saat guru menjelaskan misalnya saja mencatat pokok-pokok yang dianggap perlu dicatat sebagai pelengkap. Selama proses pembelajaran berlangsung guru memberi kesempatan juga kepada siswa untuk menanyakan materi yang telah disampaikan sejauh mana yang masih belum dipahami.
Selama proses pembelajaran berlangsung guru melanjutkan meminta kepada siswa untuk membuka halaman yang menyangkut tes latihan soal. Pada tes ini masih terdapat siswa yang protes akan tugas yang akan dikerjakan, disisi lain juga banyak siswa yang antusias mengerjakan latihan soal tersebut. Pengerjaan soal latihan ini diberi waktu selama 20 menit. Namun suasana kelas yang kurang kondusif karena masih terdapat siswa yang keluar masuk ruangan. Di bawah ini
adalah tabel hasil observasi kegiatan pembelajaran siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 1 Sewon.
a. Keadaan Awal Kegiatan Belajar Sejarah Siswa Tabel 1: On Task
No. Aspek yang Diamati Jumlah Persentase
1. Siswa memperhatikan penjelasan guru 16 50%
2. Siswa yang mengemukakan pendapat 3 9,37%
3. Siswa mencatat pokok materi 10 31,25%
4. Siswa mengikuti proses pembelajaran dengan baik
12 37,5%
5. Siswa memberikan pertanyaan 3 9,37%
6. Siswa menjawab pertanyaan 2 6,25%
7. Siswa yang mengerjakan tugas 20 62,5%
Tabel 2: Off Task
No. Aspek yang Diamati Jumlah Persentase
1. Siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru 17 53,12%
2. Siswa bermain hp 8 25%
3. Siswa tidur di kelas 4 12,5%
4. Siswa yang tidak mencatat pokok materi 10 31,25%
5. Siswa keluar masuk kelas 7 21,87%
6. Siswa yang asyik dengan temannya 11 34,37%
Berhubungan dengan tabel diatas maka hasil observasi pra penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 siswa atau 50% yang memperhatikan penjelasan guru, 20 siswa atau 62,5% yang mengerjakan soal latihan, 10 siswa atau 31,25%
mencatat pokok materi, 3 siswa atau 9,37% yang mengemukakan pendapat, 3 siswa atau 9,37% yang memberikan pertanyaan dan 2 siswa atau 6,25% yang menjawab pertanyaan.
Sedangkan hasil observasi off Task menunjukkan 17 siswa atau 53,12%
yang tidak memperhatikan penjelasan guru, 10 siswa atau 31,25% yang tidak mencatat pokok materi, 11 siswa atau 34,37% yang asyik atau ngobrol dengan temannya, 8 siswa atau 25% main Hanphone (HP) dan 7 siswa atau 21,87% yang keluar masuk kelas. Dari hasil observasi yang telah dijelaskan maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan belajar di kelas XI IPS 1 sebelum penerapan model Numbered Head Together (NHT) masih perlu ditingkatkan.
b. Minat Belajar Sejarah Siswa Pra Siklus
Pada tahap pra siklus ini peneliti melakukan pengamatan khususnya di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Sewon dengan membagikan kuesioner. Hal ini bertujuan agar bisa mengetahui keadaan awal minat belajar sejarah siswa. Berikut hasil keadaan awal minat belajar sejarah siswa:
Tabel 3: Data Minat Belajar Sejarah Siswa Pra Siklus
No Nama Skor
No Nama Skor
Dengan melihat tinggi dan rendahnya minat belajar siswa dibawah digunakan skala kriteria penelitian sebagai berikut:
Tabel 4: Data Kriteria Minat Belajar Siswa Pra Siklus No. Kriteria Skala
Minat Frekuensi Presentase (%)
Berdasarkan tabel diatas, minat awal belajar sejarah siswa kelas XI IPS 1 Sewon menunjukkan terdapat 1 siswa atau 3,12% pada kategori sangat tinggi, kategori tinggi 7 siswa atau 21,87%, kategori cukup terdapat 21 siswa atau 65,62%, kategori rendah 3 siswa atau 9,37% sedangkan sangat rendah adalah 0%.
Maka dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri1 Sewon perlu ditingkatkan. Dibawah ini diagram keadaan awal minat belajar siswa:
Gambar 1: Diagram Minat Belajar Sejarah Siswa Pra Siklus c. Prestasi Belajar Sejarah Siswa Pra Siklus
Selain melakukan observasi kegiatan belajar siswa dan minat belajar siswa peneliti juga melihat keadaan awal prestasi ssiwa kelas XI IPS 1 Sewon. Data prestasi ini dilihat dari hasil nilai ulangan harian terakhir siswa yang telah diujikan oleh guru mata pelajaran sejarah pada semester ganjil. Tujuan melihat nilai prestasi siswa belajar guna melakukan penelitian siklus I dan Siklus II. Di sekolah SMA Negeri 1 Sewon juga menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 75. Dibawah ini merupakan tabel keadaan awal prestasi belajar sejarah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Sewon:
Tabel 5: Data Prestasi Belajar Sejarah Siswa Pra Siklus
Berdasarkan hasil nilai awal prestasi belajar sejarah kelas XI IPS 1 Sewon sebelum diterapkan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) menunjukkan bahwa siswa mencapai KKM adalah 15 Siswa, sedangkan siswa yang mendapat nilai dibawah KKM 17 siswa. Rata-rata nilai siswa tersebut 75,03 dengan nilai tertinggi 84 dan nilai yang terendah 68. Dengan demikian dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar sejarah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Sewon masih perlu untuk ditingkatkan karena beberapa siswa yang belum mencapai KKM. Dibawah ini kriteria keadaan awal prestasi belajar siswa ditunjukkan dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 6: Data Kriteria Prestasi Belajar Sejarah Siswa Pra Siklus No. Kriteria Skala
Minat Frekuensi Presentase
(%) Rata-rata
1. Sangat Tinggi 90-100 0 0
75,03125
2. Tinggi 80-89 7 22%
3. Cukup 70-79 20 62%
4. Rendah 60-69 5 16%
5. Sangat Rendah 0-59 0 0
Jumlah 32 100
Berdasarkan tabel di atas mununjukkan siswa dengan kriteria prestasi sangat tinggi 0. Namun kriteria tinggi berjumlah 7 siswa atau 22%, sedangkan siswa dengan kriteria cukup sebanyak 20 siswa atau 62%, kriteria rendah berjumlah 5 siswa atau 16%. Untuk lebih jelasnya dibawah ini menunjukkan persentase keadaan awal tingkat prestasi belajar siswa:
Gambar II: Diagram Prestasi Belajar Sejarah Siswa Pra Siklus 2. Siklus I
Pada siklus I ini dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan. Pada pertemuan pertama dimulai pada tanggal 17 April 2019 jadwal ini digunakan untuk mengajar. Sedangkan pada tanggal 24 April 2019 digunakan untuk ujian atau tes siklus I. Pada siklus I ini materi yang diajarkan tentang “Akar-akar Nasionalisme”. Pada siklus I ini peneliti menerapkan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Adapun persiapan yang harus dilakukan oleh peneliti yakni sebagai berikut:
a. Perencanaan Siklus I
Dalam tahap perencanaan ini, peneliti menyusun perangkat pembelajaran untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yakni:
1) Membuat Rencana Pelaksanaa Pembelajaran (RPP)
RPP adalah perangkat pembelajaran yang berisi langkah-langkah dalam melakukan kegiatan proses pembelajaran di kelas. RPP ini dibuat dengan menerepakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan penyusunan RPP ini tidak terlepas dari guru pendamping mata pelajaran sejarah di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Sewon.
1) Persiapan Materi Pembelajaran
Pada siklus I ini materi yang diajarkan tentang Akar-akar Nasionalisme Di Indonesia. Materi ini sesuai KD 3.8 Menganalisis akar-akar nasionalisme Indonesia dan pengaruhnya pada masa kini.
2) Membuat Media Pembelajaran
Media pembelajaran yang akan dipersiapkan oleh peneliti dengan menggunakan media berupa power point yang berisi tentang pokok atau poin-poin materi pembelajaran. Kemudian peneliti juga menggunakan berupa mahkota yang terbuat dari kertas manila untuk mendukung proses pembelajaran sejarah dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT).
3) Membuat LKPD (lembar kerja peserta didik)
Pada lembar kerja peserta didik ini peneliti menyusun berupa pertanyaan atau soal yang akan didiskusikan bersama dalam kelompoknya.
b. Tindakan Siklus I
Pada tahap ini penelitian berpatokan dengan RPP yang telah dibuat oleh peneliti dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Pada siklus I peneliti melakukan tindakan sebanyak satu kali saja. Berikut penjelasan tindakan yang dilaksanakan oleh peneliti:
1) Tindakan Siklus I
Pada tindakan pertemuan pertama ini, peneliti mulai menerapkan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Pelaksanaan tindakan I dilakukan
hari Rabu, 17 April 2019 pukul 12:50-13:50 WIB. Materi yang diajarkan tentang akar-akar nasionalisme di Indonesia.
Pertemuan pertama diawali dengan salam dan perkenalan serta melanjutkan presensi. Setelah itu guru melakukan apersepsi atau menanyakan kembali materi yang telah diajarkan sebelumnya, tujuan ini dilakukan agar peserta didik bisa mengingat materi sebelumnya. Selanjutnya, guru juga menyampaikan langkah-langkah pembelajaran serta materi yang diajarkan saat ini dan penerapan model yang akan dilaksanakan.
Kegiatan inti berlangsung, guru menjelaskan materi kepada peserta didik dan siswa mendengarkan atau mencermatinya lalu guru menayangkan cuplikan video yang berkaitan tentang materi yang akan dijelaskan. Setelah itu guru membagikan kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa secara acak. Setelah pembagian kelompok selesai guru membagikan berupa soal yang akan dijawab pada masing-masing kelompok.
Pada saat diskusi berlangsung guru tidak terlepas untuk mengajak peserta didik mampu bekerja sama didalam kelompoknya. Setelah selesai berdiskusi guru mengacak nomor sesuai mahkota penomoran yang dibagikan. Setelah di acak nomor yang disebut oleh guru, siswa mampu menjawab pertanyaan yang telah dibagikan. Setelah siswa menjawab pertanyaan guru bebas mengacak nomor atau ke kelompok lain untuk menjawab pertanyaan atau juga menjelaskan kembali apa yang dijelaskan oleh temannya tadi. Pada saat diskusi ini tidak dapat dipungkiri juga bahwa masih terdapat siswa yang kurang aktif dalam mengikuti proses
pembelajaran, dan kadang siswa masih takut kena giliran untuk menjawab soal yang diberikan
Setelah diskusi selesai guru mengajak siswa menyimpulkan materi yang diajarkan dan juga mengajak kepada peserta didik untuk menemukan nilai-nilai yang diperoleh terutama pada saat diskusi kelompok dan selebihnya guru tidak terlepas memberikan penguatan kepada siswanya. Selain itu guru mengajak peserta didik untuk belajar dan mempersiapkan diri karena pertemuan selanjutnya akan diadakan tes tentang materi-materi yang telah dibahas.
c. Observasi Kegiatan Belajar Siswa
Observasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas atau kegiatan belajar siswa di kelas. Selain itu peneliti juga melakukan pengamatan terhadap prestasi belajar sejarah siswa berikut ini uraian hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti:
1) Aktivitas Siswa Kelas XI IPS 1 Siklus I
Pengamatan pada kegiatan aktivitas siswa di kelas pada pertemuan pertama. Hasilnya dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) sebagai berikut:
Tabel 7: Data Kegiatan Kooperatif Belajar Siswa Pada Pertemuan 1 Siklus I No. Aspek Kooperatif yang Diamati Jumlah Persentase
1. Mampu bekerjasama dalam kelompok 15 46,87%
2. Menghargai teman saat memberikan pendapat
12 37,5%
3. Saling membantu anggota kelompok dalam memecahkan masalah
10 31,25%
4. Berani mengkomunikasikan gagasan 11 34,37%
5. Bertanggung jawab pada kelompok 8 25%
6. Ikut berpatisipasi saat diskusi 7 21,87%
kelompok
7. Mendengarkan anggota kelompok lain pada saat menjawab pertanyaan
14 43,75%
Pada pertemuan 1 siklus I, siswa yang bekerjasama dalam kelompok 15 siswa atau 46,87%, menghargai teman saat memberikan pendapat 12 siswa atau 37,5%, membantu anggota kelompok dalam memecahkan masalah terdapat 10 siswa atau 31,25%, sedangkan siswa yang berani mengkomunikasikan gagasan 11 siswa atau 34,37%, siswa yang mendengarkan anggota kelompok lain pada saat menjawab pertanyaan terdapat 14 siswa atau 43,75%, siswa yang bertanggung jawab pada kelompok 8 siswa atau 25% dan siswa yang ikut berpatisipasi saat diskusi kelompok terdapat 7 siswa atau 21,87%.
2) Prestasi Belajar Sejarah Siswa Siklus I
Prestasi belajar sejarah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Sewon diukur berdasarkan hasil tes atau soal pilihan ganda yang telah dilakukan setelah penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Kemudian ketuntasan ini tidak terlepas dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan adalah 75.
Tabel 8: Data Prestasi Belajar Sejarah Siswa Siklus I
Berdasarkan data prestasi belajar siswa pada siklus I, siswa yang telah mencapai KKM berjumlah 24 dan siswa yang masih belum mencapai KKM berjumlah 8 Rata-rata yang telah dicapai pada siklus I ini adalah 78,28125
Berikut tabel yang merupakan kriteria prestasi belajar sejarah siswa:
Tabel 9: Data Kriteria Prestasi Belajar Siswa Siklus I No. Kriteria Skala
Minat Frekuensi Presentase
(%) Rata-rata
1. Sangat Tinggi 90-100 6 19%
78,28125
2. Tinggi 80-89 13 40%
3. Cukup 70-79 6 19%
4. Rendah 60-69 7 22%
5. Sangat Rendah 0-59 0 0%
Jumlah 32
Pada siklus pertama ini terjadi peningkatan prestasi belajar sejarah siswa setelah menerapkan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT).
Pada siklus pertama ini terjadi peningkatan prestasi belajar sejarah siswa setelah menerapkan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT).