STRUKTUR KONSTRUKSI VERBA SERIAL BAHASA DAWAN
5.3 Pola Urut Verba Pembentuk KVS BD
Seperti yang sudah dikemukakan bahwa KVS adalah serangkaian verba yang membetuk predikat sebuah klausa, bisa terdiri atas dua verba atau lebih. Karena KVS BD dibentuk oleh dua verba atau lebih, maka penting untuk menjelaskan kombinasi tersebut. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kombinasi verba yang membentuk KVS BD seperti terlihat dalam tabel di bawah ini.
Tabel 5.2
Kombinasi Ketransitifan Verba dalam KVS BD
Pola V1 V2 V3
1 Intansitif Intransitif 2 Intransitif Transitif 3 Transitif Transitif 4 Transitif Intransitif
5 Intransitif Transitif Transitif 6 Intransitif Intransitif Transitif
5.3.1 Intransitif- Intransitif
Kombinasi verba ini dibentuk oleh dua buah verba yang semuanya merupakan verba intransitif dan masing-masing menetapkan satu-satunya argumen inti dengan peran aktor actor atau undergoer. Kombinasi dua buah verba intransitif pada KVS BD dapat dicermati dalam contoh berikut ini.
31) Li ana na n-mofu n-maet na-ko hau (DL) Anak kecil itu 3T-jatuh 3T-mati 3T-PREP pohon
“Anak itu jatuh dari pohon sehingga mati”
KVS (31) di atas dibentuk oleh verba n-mofu n-maet “jatuh mati” yang masing-masing merupakan verba intransitif karena menetapkan satu-satunya
argumen inti, yakni li ana na “anak kecil itu”. Kedua verba yang membentuk KVS ini dimarkahi oleh proklitik n- yang mengacu pada argumen li ana na. Ketransitifan kedua verba tersebut dapat dicermati dari struktur logisnya seperti berikut.
SL: mouf’ (x) x = pengalam maet’ (x) x = pengalam
Argumen hau “pohon” pada KVS tersebut berada pada lapisan perifer dari struktur KVS sehingga bukan merupakan argumen inti yang ditunjukkan dengan adannya preposisi nako “dari”.
5.3.2 Intransitif-Transitif
Kombinasi verba intransitif-transitif dapat dicermati pada dua contoh KVS berikut dengan pola intransitif pada V1 dan transitif pada V2.
32) Li mone na n-aen n-eik au anha Ɂbae-Ɂ (DL) Anak laki itu 3T-lari 3T-bawa 1T anak main-NOM
“Anak laki-laki itu membawa lari mainan anak saya”
KVS pada data (32) dibentuk oleh dasar aen “lari” dan eik “bawa” yang masing-masing dimarkahi oleh proklitik n- yang mengacu pada argumen li mone na “anak laki-laki itu”. Verba n-aen pada V1 menetapkan satu-satunya argumen dengan peran pelaku, yaitu li mone “anak laki-laki”. Sebaliknya, verba transitif n-eik “bawa” pada V2 menetapkan dua argumen, yaitu pembawa - yang dibawa yang dalam klausa di atas diwakili oleh li mone na “anak laki-laki itu” dan au anha Ɂbae “mainan anak saya”. Ketransitifan kedua verba ini dapat dicermati dari struktur logisnya seperti berikut.
aen : do’ (x, [aen’ (x)]) x = pelaku
5.3.3 Transitif-Transitif
Kombinasi dua verba transitif ini yang paling banyak ditemukan dalam dalam KVS BD. Salah satu verba transitif dalam KVS merupakan derivasi dari verba intransitif menjadi transitif. Proses penaikan valensi verba dalam KVS adalah melalui proses kausatifasi. Umumnya yang mengalami proses ini adalah V2. KVS BD dengan pola transitif-transitif dapat dicermati dalam contoh berikut. 33) Hai m-nut utan m-eik suni (DL)
1Je 1Je-iris sayur 1Je-pakai parang “Kami mengiris sayur dengan parang”
KVS (33) dibentuk oleh verba dasar transitif nutu “iris” dan eki “pakai” dan keduanya mendapat pemarkah proklitik m- yang mengacu pada subjek hai “kami”. Kedua verba dasar ini ditulis seperti dalam KVS di atas karena pengaruh fonologis. Verba eki pada V2 dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan sebagai preposisi, tetapi dalam BD, kata ini bermakna leksikal “menggunakan / memakai”.
Ketransitifan kedua verba ini dapat dicermati dari struktur logisnya, di mana masing-masing menetapkan dua argumen. Struktur logis verba nutu dan eki, yaitu do’ (x, [nutu’ (x,y)]) dan do’ (x, [eki’ (x,y)]). Argumen (x, y) dalam struktur logis ini adalah kedua partisipan yang terdapat dalam KVS, yaitu hai “kami” dengan peran A dan suni “parang” dengan peran U.
Data KVS (34) berikut adalah contoh KVS yang salah satu verbanya (V2) merupakan verba transitif yang diderivasi dari verba intransitif.
34) Au Ɂ-pes u-pina ai (DI) 1T 1T-kipas 1T-nyala api
Verba pese “kipas” pada V1 pada KVS (34) merupakan verba intransitif yang menetapkan dua argumen. Verba ini dimarkahi proklitik Ɂ- yang mengacu pada argumen subjek klausa, yaitu au “saya”, sedangkan V2 diisi oleh verba dasar pina “menyala” yang merupakan verba intransitif. Kehadiran proklitik u- pada verba tersebut mengacu pada subjek klausa, yaitu au “saya” sehingga menyebabkan verba ini menjadi transitif. Struktur logis dari verba upina “menyalakan”, yaitu do’ (au, ø) MENYEBABKAN [MENJADI npin’(ai)], sedangkan struktur logis V1 adalah do’ (x, [pese’ (x,y)]). Jadi, berdasarkan struktur logis kedua verba tersebut jelas bahwa kedua verba yang berkombinasi membentuk KVS (34) adalah verba transitif.
5.3.4 Transitif-Intransitif
Kombinasi verba transitif-intransitif ini terdapat pada serialisasi inti. Bentuk KVS ini dan polanya dapat dicermati pada data berikut.
35) Au Ɂ-tital mei n-tam neu ke’an (DI) 1T 1T-dorong meja 3T-masuk PREP kamar
“Saya mendorong meja ke dalam kamar”
Data (35) memperlihatkan bahwa KVS tersebut berada pada serialisasi inti yang dibentuk oleh verba tital “dorong” dan tam “masuk”. Verba tital pada posisi V1 menetapkan dua argumen, yaitu (orang) yang mendorong adalah au dan (barang) yang didorong, yaitu mei “meja”. Sebaliknya, V2 ditempati oleh verba tam “masuk” yang menetapkan satu-satunya argumen, yaitu mei “meja”.
Proklitik Ɂ- pada verba tital mengacu pada subjek, yaitu au, sedangkan argumen mei berfungsi sebagai objek gramatikal dari verba tital. Selain itu,
argumen mei menjadi subjek (S) dari verba tam “masuk” yang diindikasikan oleh proklitik n- yang melekat pada verba tam.
Verba tam pada V2 dalam KVS (35) ini akan menjadi verba transitif apabila struktur klausanya berubah seperti berikut.
36) Au Ɂ-tital u-tam mei neu ke’an (DI) 1T 1T-dorong 3T-masuk meja PREP kamar
“Saya mendorong meja ke dalam kamar”
Proklitik u- pada verba tam “masuk” dalam KVS di atas mengacu pada subjek klausa, yaitu au “saya”. Argumen mei yang digeser ke posisi setelah verba menjadikannya bukan lagi merupakan subjek dari verba tam, melainkan objek.
5.3.5 Intransitif-Transitif-Transitif
KVS BD juga dapat dibentuk oleh tiga buah verba, yaitu intransitif-transitif-transitif seperti terlihat pada data berikut ini.
37) Au Ɂ-nao u-at u-faniɁ baba Ɂheo (DL) 1T 1T-pergi 1T-antar 1T-pulang paman gergaji
“Saya pergi ke rumah paman untuk mengembalikan gergajinya”
KVS di atas dibentuk oleh tiga buah verba yaitu nao u’at ufaniɁ “pergi antar pulang” yang merupakan kombinasi intransitif nao “pergi” pada posisi V1 dan dua buah verba transitif u’at ufani “antar pulang” pada posisi V2 dan V3. Khusus pada V3, verba ini dibentuk oleh verba dasar intransitif faniɁ “pulang” tetapi kehadiran klitik u- pada verba tersebut menaikkan valensinya menjadi transitif. Berbeda dengan Ɂnao “saya pergi”, di mana hanya menetapkan satu argumen, yaitu pelaku. Hal ini dapat diuji dengan cara membentuk klausa tunggal dengan verba-verba tersebut sebagai predikatnya.
5.3.6 Intransitif-Intransitif-Transitif
KVS BD yang dibentuk oleh tiga verba juga bisa terdiri atas kombinasi verba dua verba intransitif pada V1 dan V2, sedangkan V3 diisi oleh verba transitif seperti data berikut.
38) Nem an-tia n-ah-ah (DI)
3T-datang 3T-makan-saja “Dia datang langsung makan”
Verba transitif pada data KVS (38) terlihat pada verba nah ‘dia makan”, sedangkan verba nem “dia datang” dan antia “dia tiba” menetapkan satu argumen.