• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar 15 Konsep ruang dan sirkulasi area seni Eco-Art Park Sentul City

8. Vertical greenery

Vertical greenery ini didesain sebagai konseptualisasi tipe taman baru yang merupakan solusi permasalahan desain taman modern. Penanaman ini juga menunjukkan penerapan teknologi hidroponik untuk pendidikan ekosistem bagi pengunjung. Pada entrance hall, vegetasi ditanam dengan sekam yang ditampung pada media tanam geotextile. Geotextile ini dilekatkan pada dinding vertikal berbentuk melengkung (Gambar 21). Pada bagian luar, geotextile disobek selebar 10 cm dengan jarak 15-20 cm untuk jarak tanam sehingga menyerupai kantung. Vegetasi ditanam pada kantung tersebut. Media tanam ini membutuhkan penyiraman rutin sehingga diperlukan pemeliharaan intensif. Jenis vegetasi yang digunakan sebagian besar merupakan tanaman penutup tanah dan hanya sebagian kecil yang merupakan tanaman merambat (Tabel 11). Pergantian vegetasi pada vertical greenery dilakukan secara insidental.

Gambar 21 Konsep tata hijau vertical greenery pada entrance hall

Vertical greenery pada green house terdiri atas tanaman dalam pot dan tanaman merambat yang ditanam pada media tanam karpet dan tekstil secara vertikal (Gambar 22). Media tanam ini berupa karpet yang dipasang pada dinding konstruksi besi tahan karat, dan diberi lubang lingkaran pada bagian luar dengan diameter 10 cm dan jarak 15-20 cm. Tanaman yang digunakan sebagai vertical greenery pada green house ini sebagian besar merupakan tanaman penutup tanah dan tanaman merambat dari kelompok Philodendron sp (Tabel 12). Pada pemeliharaan vertical greenery pada green house, belum terdapat pembagian tenaga kerja yang jelas antara pihak pengelola dengan pihak kontraktor pemelihara sehingga pergantian tanaman tidak dapat dilakukan oleh pihak kontraktor pemelihara.

(a) (b)

Gambar 22 Konsep tata hijau vertical greenery pada green house (a) tanaman dalam pot dan (b) tanaman merambat

33

Tabel 11 Jenis vegetasi vertical greenery pada entance hall

No. Nama Latin Nama Lokal Kategori Fungsi

1 Aglaonema sp. Sri rezeki TPTa Display plant

2 Carex morrowii

'Variegata'

Kucai TPTa Pembatas dan pengarah

3 Chlorophytum sp. Lili paris TPTa Display plant, pembatas, tanaman gantung, pengarah 4 Epipremnum

aureum

Sirih belanda Tanaman merambat

Display plant dan tanaman gantung

5 Fittonia argyroneura

Mosaic plant TPTa Display plant

6 Haworthia alternuata

Haworthia TPTa Display plant

7 Hemigraphis alternate

Sambang getih TPTa Pembatas dan pengarah

8 Iresine herbstii Sambang darah TPTa Display plant, pembatas, pengarah

9 Marantha sp. Marantha TPTa Display plant, pembatas,

pengarah 10 Nephrolepis

exaltata

Paku jejer TPTa Display plant, tanaman gantung, pengarah 11 Peperomia scandes

'Variegata'

Peperomia TPTa Display plant dan tanaman gantung 12 Pilea cacherei Daun mutiara TPTa Display plant, pembatas,

pengarah 13 Spathoglottis

plicata

Anggrek TPTa Display plant

14 Syngonium sp. Singonium Tanaman rambat Display plant a

TPT : Tanaman penutup tanah

Tabel 12 Jenis vegetasi vertical greenery pada green house

No. Nama Latin Nama Lokal Kategori Fungsi

1 Aglaonema Sri rezeki TPTa Display plant

2 Asplenium nidus Kadaka TPTa Display plant

3 Bromelia sp. Bromelia TPTa Display plant

4 Iresine herbstii Sambang darah

TPTa Display plant dan

pengarah

5 Nephrolepis sp. Paku jejer TPTa Display plant,

tanaman gantung, pengarah

6 Opuntia spp. Kaktus TPTa Display plant

7 Pellionia annamica Kakerlak TPTa Display plant dan

tanaman gantung 8 Philodendron

erubescens 'Gold'

Daun pilo Tanaman merambat Display plant

9 Philodendron 'Gold Fire'

Daun pilo Tanaman merambat Display plant

10 Philodendron xanadu Daun pilo Tanaman merambat Display plant

11 Sanseviera sp. Lidah mertua TPTa Display plant

12 Schlefflera arboricola Walisongo Tanaman semak rendah

Display plant a

34

Selain tata hijau pada delapan taman berbagai tema di atas, Eco-Art Park Sentul City juga memiliki area penyangga yang dibentuk oleh ruang hijau. Konsep tata hijau pada area penyangga ini adalah adanya ruang hijau yang berfungsi sebagai peredam kebisingan, pencegah erosi, penahan angin, pembatas antara sungai dengan area Eco-Art Park, penjerap polutan, dan pembatas antar area. Selain itu, berbagai tanaman pada area ini dibiarkan sesuai kondisi existing untuk meningkatkan nilai ekologis taman.

Pada sebelah utara ditanami tanaman palem sebagai pengisi area penyangga antara Eco-Art Park dengan jalan raya, yaitu palem ekor tupai (Wodyetia bifurcata), palem lontar (Borassus flabellifer), palem pinang (Areca catechu), dan bismarkia (Bismarckia nobilis). Pada area penyangga timur, tanaman yang digunakan pada area ini adalah tanaman famili Palmae, yaitu palem siagrus (Syagrus romanzoffiana), palem ekor tupai (Wodyetia bifurcate), dan palem kuning (Chrysalidocarpus lutescens). Selain itu, digunakan tanaman bertajuk besar yang berfungsi sebagai penaung, yaitu beringin (Ficus benjamina) dan ki hujan (Samanea saman); tanaman berdaun jarum untuk penjerap polutan yaitu pinus (Pinus merkusii), dan tanaman pengarah kelapa gading (Cocos nucifera). Pada area penyangga daerah sempadan sungai, tanaman existing dibiarkan tetap ada yaitu kelapa gading (Cocos nucifera), dipadukan dengan tanaman pucuk merah (Syzygium oleina) dan palem merah (Cyrtostachys renda) dan ditanam juga ruelia (Ruellia sp.), hanjuang (Cordyline sp.), puring (Codiaeum sp.), dan soka (Ixora sp.) sebagai pembatas (Gambar 23).

Konsep Aksesibilitas dan Sirkulasi Eco-Art Park Sentul City

Eco-Art Park Sentul City terletak di Sentul City, Kabupaten Bogor. Eco-Art Park berada pada kawasan rekreasi Sentul City dan bersebelahan dengan area Pasar Apung Sentul City. Aksesibilitas suatu lanskap merupakan hal penting yang harus menjadi pertimbangan dalam merencanakan sebuah lanskap. Selain memberikan kemudahan akses masuk ke dalam kawasan, pintu masuk juga mempengaruhi keamanan lanskap. Semakin banyak akses masuk ke dalam kawasan, semakin meningkat kebutuhan akan keamanan kawasan.

Eco-Art Park Sentul City memiliki tiga pintu masuk utama, yaitu melalui pintu masuk utama Eco-Art Park yang terletak berseberangan dengan Masjid Andalusia STEI Tazkia; melalui jembatan pedestrian berwarna putih yang terdapat pada bagian selatan Marketing Office Sentul City; dan melalui jembatan kuning yang menghubungkan Eco-Art Park dengan Pasar Apung. Pintu masuk utama adalah portal dan pintu yang dibuka sejak pukul 08.00-22.00 WIB setiap hari yaitu hari Senin sampai dengan hari Minggu, sedangkan jembatan pedestrian dan jembatan kuning merupakan akses yang terbuka 24 jam setiap hari. Pada masing-masing pintu masuk ini, tidak terdapat ticket box untuk dapat mengakses area Eco-Art Park sehingga area ini sangat terbuka bagi masyarakat umum.

Pintu masuk utama diperuntukkan bagi kendaraan baik mobil maupun motor, pejalan kaki, dan rombongan. Jembatan pedestrian diperuntukkan bagi pejalan kaki yang datang dari arah Marketing Office Sentul City dan sekitarnya, sedangkan jembatan kuning diperuntukkan bagi pejalan kaki yang datang dari arah Pasar Apung (Gambar 24).

Selain itu, pengunjung juga dapat mengakses area ini dengan menggunakan Bus Transpakuan yang melakukan pemberhentian di shelter Bellanova. Area

35

rekreasi Eco-Art Park ini dapat diakses dari Kota Bogor melalui jalan tol Jagorawi maupun Bogor Outer Ring Road dengan exit Sentul. Selain melalui jalan tol, area rekreasi ini dapat diakses melalui Jalan Cimahpar, Bogor. Dalam area rekreasi ini, pengunjung dapat mengakses Eco-Art Park melalui pintu masuk utama yang langsung mengantarkan pengunjung pada entrance hall, melalui jembatan pedestrian yang langsung mengantarkan pengunjung pada taman palem dan bamboo forest, maupun melalui jembatan kuning yang langsung mengantarkan pengunjung pada herbal farm dan green house.

Selain aksesibilitas, sirkulasi juga memiliki peranan penting dalam lanskap Eco-Art Park. Sirkulasi pada area ini diperuntukkan bagi para pejalan kaki sehingga dibedakan menjadi sirkulasi primary pedestrian path, secondary pedestrian path, dan pathway (Gambar 24). Pola sirkulasi pada area ini didesain dengan pola lingkaran dan organik. Pola ini diharapkan dapat menciptakan kesan alami dan santai sehingga meningkatkan sense pengunjung dalam menikmati lanskap di dalamnya. Pola sirkulasi ini juga merupakan bagian dari desain area yang bertujuan untuk meningkatkan keindahan dan kenyamanan pengunjung.

Pengelolaan Lanskap Eco-Art Park Sentul City Pengelola Eco-Art Park Sentul City

Keberhasilan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh manajerial sumber daya manusia dalam suatu perusahaan. Pada perusahaan PT Sentul City Tbk., terdapat beberapa anak perusahaan yang salah satunya adalah PT Gunung Geulis Elok Abadi. PT Gunung Geulis Elok Abadi atau GGEA adalah anak perusahaan yang bekerja dalam bidang tourism development. Tenaga kerja PT Gunung Geulis Elok Abadi menurut jenjang pendidikan dan jenjang manajemen dapat dilihat pada tabel berikut (Tabel 13).

Tabel 13 Tenaga kerja PT Gunung Geulis Elok Abadi

Komposisi tenaga kerja menurut jenjang pendidikan

Jumlah karyawan S2 S1 D3 SLTA SLTP SD

24 - 7 7 6 - 4

Komposisi tenaga kerja menurut jenjang manajemen

Div. Head Dept. Head Section Head Staff Non Staff Total

1 1 - 22 - 24

Eco-Art Park Sentul City berada di bawah pengawasan Projects and Business Development, tepatnya Wakil Presiden Direktur PT Sentul City Tbk., Bapak Andrian Budi Utama, dan dalam pelaksanaan pengelolaannya dipimpin oleh Pengelola Eco-Art Park Sentul City, Bapak Edo BN. Eco-Art Park Sentul City berada pada Tourism Developments Department, Business Development Division pada struktur organisasi PT Sentul City Tbk. Pengelola Eco-Art Park Sentul City memiliki struktur organisasi tersendiri. Organisasi pengelola Eco-Art Park dipimpin langsung oleh Bapak Edo BN dan dibantu oleh beberapa karyawan lainnya (Gambar 25).

36

Sumber: PT Sentul City Tbk. 2010

Dokumen terkait