• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN (IKIP) GUNUNGSITOLI TAHUN 1965-1990

4.1 Sarana dan Prasarana .1 Bangunan

4.2.1 Visi dan Misi

Pada awal pembentukan IKIP Gunungsitoli memiliki visi dan misi yaitu:

Visi : Menjadi Institut yang berkualitas, mandiri yang menghasilkan guru profesional bidang pendidikan.

Misi :

1. Membentuk dan membina tenaga-tenaga pendidik yang berkualitas tinggi baik ilmu maupun moral

2. Mengangkat masalah-masalah yang muncul dan memecahkannya sebagai sumbangsih dalam pembangunan bangsa dan Negara pada umumnya dan Daerah Tingkat II Nias pada khususnya sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi 3. Berusaha secara kreatif dan kritis untuk menjadi salah satu pengembang

kebudayaan dalam mempercepat pembangunan dan modernisasi.69

68Wawancara; Dra. Mondang Munthe, Kota Gunungsitoli pada tanggal 10 November 2020

69 4.3 Fakultas dan Jurusan

Pada awalnya, IKIP Gunungsitoli menyelenggarakan pendidikan dengan sistem paket (Tingkat Sarjana Muda), dan mengelola 3 Fakultas dan 4 Jurusan yaitu:

a. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dengan Jurusan Pendidikan Umum

b. Fakutas Keguruan dan Ilmu Sosial (FKIS), dengan jurusan Civics Hukum dan Jurusan Ekonomi Perusahaan

c. Fakultas Keguruan dan Ilmu Eksata (FKIE), dengan Jurusan Ilmu Pasti

Masing-masing jurusan diatas berstatus terdaftar, sesuai dengan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor: 1246/PT/III/68, tanggal 12 Desember 1968 yang diperbaharui dengan surat keputusan Mendikbud RI Nomor 47/DPT/B/1972 tanggal 28 Agustus 1973.

Selanjutnya, berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor 0124/N/1979 dan Surat Kordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah I Nomor 134/KDP/KOP/I/1984 tanggal 11 Juli 1984, mulai tahun akademik 1984/1985 IKIP Gunungsitoli melaksanakan Sistem Kredit Semester (SKS) serta mengelola program S-1 dan D-3 dengan Jurusan dan Fakultas sebagai berikut:

69IKIP Gunungsitoli, Profil Institut Keguruan Ilmu Pendidikan Gunungsitoli, Gunungsitoli:IKIP Gunungsitoli, 1983 hal. 3

70 a. Fakultas Ilmu Pendidikan

- Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (S-1 dan D-3) b. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS)

- Jurusan Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaraan (S-1 dan D-3) - Jurusan Pendidikan Dunia Usaha (S-1 dan D-3)

c. Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) - Jurusan Matematika (S-1 dan D-3)

- Jurusan Biologi (D-3) - Jurusan Fisika (D-3)

d. Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) - Jurusan Bahasa Indonesia (D-3)

- Jurusan Bahasa Inggris (D-3)

e. Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan - Jurusan Keterampilan Teknik Bangunan (D-3)

Jurusan Fisika berjalan selama 4 tahun akademik yaitu 1986/1987 sampai dengan 1989/1990. Oleh karena sarana di IKIP Gunungsitoli tidak mendukung seperti tidak adanya laboratorium dan tidak adanya dosen bidang fisika, izin operasionalnya tidak diperpanjang lagi sehingga untuk menamatkan ke empat angkatan tersebut di inpassing ke Universitas Muhammadyah tapanuli Selatan, Padang Sidimpuan.

71 4.4 Dosen dan pegawai

4.4.1 Dosen

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa pada awal pendirian IKIP Gunungsitoli, pengadaan dosen dari guru-guru sekolah yang menyandang gelar Sarjana Muda (B.A) di daerah Kabupaten Nias. Dosen-dosen yang direkrut mangajar dengan sukarela tanpa gaji, hal ini sebagai dukungan mereka akan perkembangan pendidikan di Kepulauan Nias. Walaupun mereka mengajar di IKIP Gunungsitoli, mereka juga tidak meninggalkan pekerjaan utama mereka sebagai guru, karna menjadi guru adalah sumber penghasilan mereka. Mereka mayoritas sudah pegawai negeri sipil yang telah diangkat dan bekerja sebagai guru di sekolah-sekolah di Kepulauan Nias. Kemudian pada tahun-tahun selanjutnya dosen disediakan oleh pihak yayasan dan yang disediakan oleh Badan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (KOPERTIS) Wilayah 1, mayoritas dosen yang direkrut adalah dosen lulusan dari IKIP Medan dan Pulau Jawa. IKIP Gunungsitoli juga mengundang dosen-dosen tamu, selain itu IKIP Gunungsitoli dalam periode tahun 1965-1990 pernah memiliki dosen bergelar paling tinggi adalah Dr (doktor). Adapun beberapa jenis dosen yang mengajar di IKIP Gunungsitoli yaitu:

1. Dosen DPK adalah dosen yang diangkat sebagai Aparatur Negara, dosen ini mayoritas dari luar daerah yang diperkerjakan oleh KOPERTIS di IKIP Gunungsitoli, pada tahun 1984 memiliki jumlah dosen sebanyak 20 orang.

72 2. Dosen Tetap Yayasan, dosen yang direkrut oleh yayasan yang memiliki pengalaman dalam dunia pendidikan. Pada tahun 1984 jumlah dosen sebanyak 10 orang.

3. Dosen tamu, dosen yang diundang oleh IKIP Gunungsitoli sebagai pembicara dalam kuliah-kuliah umum.70

Dalam perekrutan dosen tetap yayasan tidak ada persyaratan khusus selain gelar akademiknya. Gelar akademik yang diharapkan dapat menjadi dosen minimal adalah gelar Sarjana Muda (B.A). Persyaratan ini dipengaruhi oleh keputusan kementerian pendidikan sehingga peraturan ini dapat berubah-ubah mengikuti perkembangan dari keputusan kementerian. Sedangkan hal-hal lain misalnya seperti agama, suku, tempat tinggal dapat ditetapkan oleh pihak yayasan namun selama perekrutan dosen tetap yayasan, yayasan belum pernah memiliki persyaratan untuk menjadi dosen melalui agama dan suku tertentu serta domisili calon dosen tertentu.

Adapun beberapa syarat untuk menjadi dosen di IKIP Gunungsitoli yang hampir tidak berubah-ubah sejak awal pendiriannya dan beberapa tambahannya pada tahun 1980an

1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. Setia kepada Pancasila dan UUD 1945 3. Sehat jasmani dan rohani

4. Mempunyai moral dan integritas yang tinggi

70Wawancara; Dra. Mondang Munthe, Kota Gunungsitoli pada tanggal 10 November 2020

73 5. Lulusan universitas terakreditasi

6. Lulus uji kelayakan (visi dan misi individu sebagai dosen)

Dosen dapat diberhentikan ketika dosen tersebut mengundurkan diri, pensiun, tidak dapat menjalankan kewajiban karena sakit selama 6 bulan, tidak dapat menjalankan kewajiban selama waktu akumulatif 46 hari tanpa alasan yang jelas dan berakhirnya perjanjian dosen dan IKIP Gunungsitoli. IKIP dapat memberhentikan seorang dosen tanpa hormat jika melanggar perjanjian kerjasama dan melakukan hal-hal tercela yang dapat mencemarkan nama baik IKIP Gunungsitoli.

4.4.2 Pegawai

Kondisi pegawai pada periode 1965-1990 cenderung sedikit jumlahnya karna lembaga yang ada sebagai tempat kerjanya pegawai juga sedikit. Para pegawai direkrut oleh yayasan dengan syarat bisa membaca dan sudah lulus sekolah menengah sederajat, 71 namun hal tersebut adalah hal wajar karena kondisi pendidikan masyarakat Nias yang mayoritas berpendidikan rendah dibanding dengan daerah lain, menjadikan pegawai lulusan SMP terasa wajar dipekerjakan. Para pegawai ditugaskan dalam hal pengurusan administrasi dan pegawai perpustakaan.

71Wawancara; Hadratwati Waruwu, Kota Gunungsitoli pada tanggal 10 November 2020

74 4.5 Mahasiswa

Pada tahun pendirian IKIP Gunungsitoli secara sah yaitu tahun 1965, pada tahun yang sama juga IKIP Gunungsitoli telah menerima mahasiswa bahkan telah dimulainya proses belajar mengajar. Jadi sebelum berdirinya IKIP terlebih dahulu mahasiswa direkrut dengan cara mensosialisasikan pendirian IKIP Gunungsitoli di SMA yang berada di Kepulauan Nias. Penulis tidak mendapat data jumlah mahasiswa sejak awal pendirian IKIP Gunungsitoli alasannya adalah karena tidak tersedianya data yang dapat ditujukan pihak IKIP Gunungsitoli terhadap penulis. Namun, penulis menemukan data jumlah mahasiswa yang lulus pada tahun 1974-1990.

75 Tabel 10

Jumlah Lulusan Mahasiswa Sistem Paket Akademik 1974-1986

Tahun

76 Dari tabel 10, dapat dilihat bahwa pada saat kurikulum sistem paket (sarjana muda) tahun akademik 1974-1984 terdapat 3 fakultas dengan masing masing memiliki jumlah lulusan Fakultas Ilmu Pendidikan dengan Jurusan Pendidikan Umum memiliki 59 lulusan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Sosial dengan Jurusan Civics Hukum sebanyak 125 lulusan dan Jurusan Ekonomi Perusahaan berjumlah 64 lulusan sedangkan Fakutas Keguruan dan Ilmu Eksata dengan Jurusan Ilmu Pasti berjumlah 23 lulusan. Dengan rata-rata pertahun IKIP Gununungsitoli meluluskan sebanyak 26 mahasiswa, tergolong dengan jumlahnya yang sedikit. Jumlah lulusan terbanyak terdapat di Fakultas Keguruan dan Ilmu Sosial, secara khusus di Jurusan Civics Hukum yang menggambarkan bahwa pada periode tersebut jurusan yang paling diminati oleh mahasiswa di IKIP Gunungsitoli adalah Jurusan Civics Hukum.

77 Tabel 11

Jumlah Lulusan Sistem Kredit Semester tahun Akdemik 1987-1990

Fakultas Jurusan Jenjang mahasiswa, dengan lulusan terbanyak di tempati oleh jurusan psikologi pendidikan

78 dan bimbingan jenjang S-1 sebanyak 57 mahasiswa dan lulusan dengan mahasiswa paling sedikit adalah jurusan psikologi pendidikan dan bimbingan sebanyak 4 mahasiswa. Sementara tahun 1990 mer

upakan tahun dimana IKIP meluluskan mahasiswa terbanyak sebanyak 103 mahasiswa. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa jurusan yang paling diminati tahun itu adalah jurusan psikologi dan bimbingan dengan jenjang pendidikan S-1 sedangkan jenjang D-3 nya merupakan jurusan yang paling tidak diminati.

Tahun 1965 merupakan tahun dimualinya periode masa orde baru yang bersifat sentaralisasi, adanya kekuatan otoriter dari pemerintahan orde baru membuat mahasiswa tidak dapat mengeluarkan pendapat dan sikap politik nya dibatasi sehingga pergerakan-pergerakan mahasiswa sebagai agen perubahan tidak dapat dijalankan sebagaimana mestinya. Sehingga aksi-aksi demo jarang terjadi di kampus-kampus seluruh Indonesia, termasuk di IKIP Gunungsitoli. Berdasarkan informasi dari narasumber yang penulis wawancarai, pada tahun 1980an terdapat mahasiswa yang tiba-tiba putus kuliah tanpa tau alasan yang jelas. Namun, mahasiswa tersebut terkenal sering mengemukakan pendapat politik nya (mengkritik pemerintahan dan mengkritik partai Golkar) walaupum hanya kepada teman-teman sekampusnya.72 Mahasiswa lain berspekulasi mahasiswa tersebut dikeluarkan dari kampus karna sikap kritis nya terhadap pemerintah. Namun, itu hanya merupakan dugaan yang tidak

72Wawancara; Baziduhu Telaumbanua, Desa Saombo Kota Gunungsitoli pada tanggal 30 Oktober 2020

79 disertai dengan bukti lapangan yang jelas. Sedangkan narasumber tidak berniat untuk memberitahukan data mahasiswa tersebut.

Untuk mencapai kelulusan, mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti ujian kampus dan ujian negara.73 Ujian kampus adalah ujian yang diselenggarakan oleh kampus IKIP Gunungsitoli dengan menyelesaikan tugas akhir lalu diuji. Sedangkan ujian negara adalah ujian yang diselenggarakan oleh negara yang soal-soalnya berhubungan dengan soal-soal umum setiap jurusan. Mahasiswa yang telah menyelesaikan hal tersebut, akan lulus dengan memiliki dua ijazah yait ijazah kampus dan ijazah negara.

4.6 Alumni

Hampir 70% alumni IKIP Gunungsitoli yang lulus pada tahun 1965-1990 berprofesi sebagai guru dan 20% bekerja di bagian pemerintahan seperti Pegawai Negeri Sipil, Kepala Desa, Bupati dan Dewan Perwakian Rakyat Daerah dan Provinsi, sedangkan 10% sisanya bekerja di bidang lain.74

Setiap jurusan di IKIP Gunungsitoli memiliki ikatan alumni yang bertujuan untuk membangun relasi antar alumni dan mempromosikan IKIP Gunungsitoi tersebut. Dalam organisasi tersebut di kordinir oleh masing-masing ketua jurusan.

Ikatan ini belum solid karna tidak adanya perkembangan yang signifikan dari

73Wawancara; Baziduhu Telaumbanua, Desa Saombo Kota Gunungsitoli pada tanggal 30 Oktober 2020

74Wawancara; Amin Otonomi, Kota Gunungsitoli pada tanggal 9 November 2020

80 hadirnya ikatan-ikatan tersebut. Organisasi bersekretariat di Kampus IKIP Gunungsitoli.

4.7 Kerjasama

Dalam mencapai tujuannya IKIP Gunungsitoli dalam periode 1965-1990) melakukan kerjasama dengan instansi-instansi lainnya antara lain:

a. KOPERTIS (Kordinator Perguruan Tinggi Swasta)

Kopertis merupakan lembaga dibawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan saat itu. Awalnya Koperti (kordinator perguruan tinggi) dimulai dengan terbitnya surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia No.

1/pk/1968 tgl 17 Februari 1968, berdasarkan keputusan tersebut dibentuk Koordinator Perguruan Tinggi (KOPERTI) yang mempunyai fungsi sebagai aparatur konsultatif dengan kepala kantor pendidikan dan kebudayaan setempat.75

KOPERTI kemudian berganti nama menjadi KOPERTIS sesuai dengan Surat Keputusan Mentri Pendidikan SK/O/1975 tanggal 17 April 1975. Penggantian ini dilakukan untuk membatasi ruang lingkup kerja kordinator perguruan tinggi khususnya untuk memberikan pelayanan kepada perguruan tinggi swasta berhubung karna tahun itu pertumbuhan perguruan tinggi swasta semakin tinggi.

KOPERTI/KOPERTIS kemudian memiliki 7 wilayah administratif, dalam hal ini

75https://lldikti1.ristekdikti.go.id/modul_web/apps/sejarah diakses pada tanggal 2 Februari 2021 Pukul 20.03 Wib

81 IKIP Gunungsitoli masuk dalam wilayah I yang merupakan wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau.

KOPERTI/KOPERTIS wilayah I berkontribusi dalam membantu IKIP Gunungsitoli dalam hal administratif, mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pusat dan melalui KOPERTIS wilayah I dapat disalurkannya dosen-dosen berpengalaman. Pada waktu itu dosen-dosen dari luar daerah dapat mengajar di IKIP Gunungsitoli berstatus sebagai pegawai negeri sipil dari KOPERTIS yang ditugaskan menjadi dosen di IKIP Gunungsitoli.

b. Pemerintah daerah

Yayasan Perguruan Tinggi Nias merupakan milik Pemerintah Kabupaten Nias dan dalam anggaran dasar rumah tangga, setiap ketua pergantian Bupati akan otomatis berganti kepemilikan IKIP Gunungsitoli. Fungsi dari Pemerintah daerah terhadap IKIP Gunungsitoli selain pemilik dan pendiri, pemerintah juga berhak memberikan dana kepada IKIP Gunungsitoli yang bersumber dari APBD daerah sebagai upaya pemerintah dalam memajukan pendidikan di Kepulauan Nias.

c. Pemerintahan Desa

Dalam menyelesaikan pendidikannya, mahasiswa IKIP Gunungsitoli diwajibkan melakukan Kuliah Kerja Lapangan. Kuliah Kerja Lapangan merupakan proses yang berbentuk pelatihan terstruktur dan terencana yang berbentuk praktek untuk menerapkan pengetahuan dan teori yang teah ditetapkan selama pendidikan.

82 Kuliah kerja lapangan diberikan kepada mahasiswa yang profil lulusannya bergerak dibidang profesi yang dibutuhkan oleh instansi.76

Dalam melaksanakan kuliah kerja lapangan pihak IKIP Gunungsitoli melakukan kerjasama dengan pemerintahan desa seperti dalam penyediaan tempat menginap selama kuliah kerja lapangan dan menjaga keamanan mahasiswa.

4.8 Tantangan

Dokumen terkait