• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Wesel Yang Diatur didalam UU PT. Pos Indonesia

Sedangkan weselpos, menurut Undang-Undang RI No.6 Tahun 1984 pada pasal 1 ayat 9, adalah :

Arpan C. P : Ganti Rugi Pengiriman Weselpos Pada PT. Pos Indonesia (Persero) (Studi Kasus PT. Pos Indonesia (Persero) Cabang Kotamadya Sibolga), 2007.

USU Repository © 2009

Di dalam pengiriman melalui pos ini, besar uang yang dibayarkan untuk dikirimkan, ditetapka n oleh menteri, yaitu menteri yang bertanggung jawab dalam bidang Pos dan Giro, adalah :

a. Maksimum besar uang yang ditetapkan untuk tiap weselpos dalam negeri adalah Rp.2.500.000.-

b. Maksimum besar uang yang ditetapkan untuk tiap weselpos luar negeri ada beberapa negara yang ditetapkan antara lain adalah :

• Australia US $ 350

• Austria US $ 500

• Belanda Nfl $ 2000

• Brunai Darussalam $ Singapura $ 400

• Hongkong E $ 50 • Jepang US $ 1000 • Jerman US $ 1000 • Malaysia US $ 100 • Philipina US $ 50 • Republik Korea US $ 250 • Singapura $ Singapura $ 2000 • Taiwan US $ 250 • Thailand US $ 100

Di dalam memposkan wesel ini, terhadap bea weselpos dan bea-bea lainnya, seperti bea-bea udara ( luar negeri ), kilat / expres berita terima, berita bayar dan sebagainya, harus di bayar tunai pada waktu wesel pos diunjukkan di loket.

Arpan C. P : Ganti Rugi Pengiriman Weselpos Pada PT. Pos Indonesia (Persero) (Studi Kasus PT. Pos Indonesia (Persero) Cabang Kotamadya Sibolga), 2007.

USU Repository © 2009

Pada pengiriman weselpos ini, setelah si pengirim menyetorkan uang pada kantor pos asal, si pengirim tersebut menerima bukti setor yaitu berupa resi secara cuma-cuma. Kegunaan resi ini adalah sebagai alat bukti yang harus diperlihatkan pada waktu mengajukan permintaan keterangan, meminta duplikat weselpos pembayaran kembali.

6.Endosan ( dalam bahasa Belanda “endosant ” ), adalah orang yang memperalihkan surat wesel kepada pemegang berikutnya.

Para Pihak / Personal Wesel

Para pihak / personal wesel terlibat didalam lalu lintas pembayaran dengan

surat wesel menurut hukum wesel adalah :

1. Penerbit ( dalam bahasa Belanda “ treker ” ), adalah orang yang mengeluarkan surat wesel.

2. Tersangkut ( dalam bahasa Belanda “ betrokkene ” ), adalah orang yang diberi perintah tanpa syarat untuk membayar.

3. Akseptan ( dalam bahasa Belanda “ acceptant ” ), adalah tersangkut yang telah menyetujui untuk membayar surat wesel pada hari bayar, dengan memberikan tanda tangannya.

4. Pemegang Pertama ( dalam bahasa Belanda “ nemer ” ), adalah orang yang menerima surat wesel pertama kali dari penerbit.

5. Pengganti ( dalam bahasa Belanda “ geendoseerde ” ), adalah orang yang menerima peralihan surat wesel dari pemegang sebelumnya.

19

19

Arpan C. P : Ganti Rugi Pengiriman Weselpos Pada PT. Pos Indonesia (Persero) (Studi Kasus PT. Pos Indonesia (Persero) Cabang Kotamadya Sibolga), 2007.

USU Repository © 2009

Mengenai pembayaran weselpos kepada si alamat, berdasarkan pasal 38 dari Perturan Pemerintah RI No.37 Tahun 1985, disebutkan bahwa :

1. Weselpos dapat diuangkan selama masa berlakunya, yaitu selama bulan penyetoran dan lima bulan berikutnya.

2. Weselpos yang masa berlakunya telah lampau dapat dimintakan perpanjangan masa waktu.

3. Masa laku baru weselpos adalah selama bulan pemberian izin dan lima bulan berikutnya.

4. Permintaan perpanjangan hanya dapat dikabulkan apabila dilakukan dalam masa tidak lebih dari dua tahun terhitung keesokan hari tanggal pengunjukkan weselpos dan dengan melunaskan bea khusus. 5. Masa pembayaran adalah dua tahun terhitung mulai keesokan hari

tanggal pengunjukan weselpos, kecuali jika masa laku wesel pos diperpanjang atau diberikan weselpos duplikat.

6. Kewajiban membayar weselpos berakhir sesudah berakhirnya masa pembayaran sebagaimana dimaksud dalam ayat lima.

7. Setelah masa pembayaran sebagaimana dimaksud dalam ayat terakhir, maka pengirim dan penerima weselpos dianggap telah melepaskan haknya dan selanjutnya jumlah uamg weselpos itu dipertanggungkan sebagai penerima PT. Pos Indonesia Persero. Dan terhadap weselpos luar negeri, masa lakunya berakhir sampai bulan ketujuh sesudah bulan penerbitan atau menurut persetujuan. Dan sesudah masa itu weselpos hanya dapat dibayarkan sesudah mendapat izin atau visa dari negara setor weselpos.

Arpan C. P : Ganti Rugi Pengiriman Weselpos Pada PT. Pos Indonesia (Persero) (Studi Kasus PT. Pos Indonesia (Persero) Cabang Kotamadya Sibolga), 2007.

USU Repository © 2009

Hal permintaan izin harus diajukan pada kantor pos setempat, dengan menyerahkan weselpos yang bersangkutan dan membayar bea yang ditentukan. Bea ini akan dikembalikan, jika perpanjangan masa laku itu disebabkan kesalahan oleh dinas pos, dan permintaan dapat diajukan dalam tempo dua tahun, terhitung mulai dari sesudah hari setor weselpos.

Izin yang diperoleh ini memberikan kepada weselpos itu masa laku baru, yaitu berlaku sampai berakhirnya bulan ketujuh sesudah penerbitan atau menurut persetujuan.

Terhadap weselpos yang disetor disini dan tidak diuangkan dalam waktu dua tahun, dihitung mulai dari hari sesudah setor berlaku peraturan-peraturan seperti didalam negeri, yaitu uang itu menjadi milik Perum Pos dan Giro. Weselpos sampai dengan Rp.25.000,- dapat diuangkan pada semua kantor pos, kantor pos pembantu dan kantor-kantor pos yang dibuka untuk dinas weselpos. Dan apabila pembayaran weselpos lebih dari Rp.25.000,- sampai dengan kurang dari Rp.500.000,- sampai dengan Rp.2.500.000,- hanya dapat diuangkan dimana weselpos tersebut dibukukan.

Weselpos yang seharusnya diuangkan pada suatu kantor pos, hanya dapat diuangkan pada kantor pos pembantu yang ada ditempat itu, jika diajukan permintaan tertulis untuk itu pada kantor pos pembantu yang bersangkutan. Dan pada permintaan itu yang berkepentingan harus pula berjanji, akan segera mengembalikan uang weselpos itu, jika kelak ternyata bahwa wesel pos itu sebenarnya tidak harus dibayarkan kepadanya.

Arpan C. P : Ganti Rugi Pengiriman Weselpos Pada PT. Pos Indonesia (Persero) (Studi Kasus PT. Pos Indonesia (Persero) Cabang Kotamadya Sibolga), 2007.

USU Repository © 2009

Apabila dalam pembayaran weselpos, uang kas suatu kantor pos pembantu untuk sementara tidak cukup, pembayaran baru akan dilakukan sesudah diterimanya tambahan uang yang diperlukan.

Khusus terhadap mereka-mereka yang selalu menguangkan weselpos dalam bilangan besar sekaligus, dapat mengadakan aturan khusus dengan kepala kantor pos untuk mempercepat pembayarannya.

Arpan C. P : Ganti Rugi Pengiriman Weselpos Pada PT. Pos Indonesia (Persero) (Studi Kasus PT. Pos Indonesia (Persero) Cabang Kotamadya Sibolga), 2007.

USU Repository © 2009

BAB III

Dokumen terkait