ABDOMEN
Beti Susanti Tarigan1, Safril Matua Harahap2, Delly Tunggal Febri Suryanto3
1Program Studi Profesi Ners, Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Jln. Sudirman No.38 Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang,
Sumatera Utara – Indonesia
*email korespondensi author: [email protected]
Abstrak
Trauma abdomen dapat menyebabkan laserasi organ tubuh sehingga memerlukan tindakan pertolongan dan perbaikan pada organ yang mengalami kerusakan. Mekanisme kerja perut adalah menurunkan kontraksi dan tegangan pada otot abdomen, meningkatkan motilitas pada sistem pencernaan, meningkatkan sekresi pada sistem intestinal serta memberikan efek pada relaksasi sfringter sehingga mekanisme kerja tersebut akan mempermudah dan memperlancar pengeluaran feses. Kegiatan pengabdian ini dilakukan memberikan Workshop dengan metode ceramah dan diskusi.
Dalam memaparkan materi tentang Workshop Pijat Perut Sebagai Efidence Based Nursing Dalam Menurunkan Volume Residu Lambung Pada Pasien Truma Abdomen. dilakukan melalui metode ceramah langsung dan diskusi terhadap peserta seminar. Hasil pengabdian yang diperoleh adalah bahwa peserta seminar telah memahami dan dapat menerapkan hasil Workshop pijat perut sebagai efidence based nursing dalam menurunkana volume residu lambung pada pasien truma abdomen berdasarkan nilai post test yang berkisar 99%.
Kata kunci: pijat perut, residu lambung, trauma abdomen Abstract
Abdominal trauma can cause organ lacerations so that it requires rescue and repair measures for damaged organs. The mechanism of action of the stomach is to reduce contraction and tension in the abdominal muscles, increase motility in the digestive system, increase secretions in the intestinal system and have an effect on sphincter relaxation so that the working mechanism will facilitate and expedite the expulsion of feces. This service activity is carried out by providing workshops with lecture and discussion methods. In explaining the material about the Abdominal Massage Workshop as Efidence Based Nursing in Reducing Gastric Residue Volume in Abdominal Truma Patients. carried out through direct lecture methods and discussions with seminar participants. The results of the service obtained are that the seminar participants have understood and can apply the results of the abdominal massage workshop as efficiency based nursing in reducing the volume of gastric residue in patients with abdominal trauma based on post-test values ranging from 99%.
Keywords: abdominal massage, gastric residue, abdominail trauma
1. Pendahuluan
Dalam dua tahun terakhir ini, kematian akibat trauma meningkat setiap tahunnya, data Kepolisian Republik Indonesia menyebutkan bahwa pada tahun 2012 terjadi 109.038 kasus trauma akibat kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 27.441 orang.
Sedangkan pada 2011 terjadi kasus trauma akibat kecelakaan sebanyak 109.776 kasus, dengan korban meninggal sebanyak 31.185 orang (Anonim, 2016). Data yang didapatkan dari Rumah Sakit Sanglah tercatat pada tahun 2015 menyatakan bahwa dari total 2755 tindakan di ruang operasi IRD RS Sanglah, didapatkan 720 kasus cedera kepala, 455 dengan fraktur ekstremitas dan 64 kasus dengan trauma abdomen, sisanya berkaitan dengan kegawatdaruratan bedah non trauma (Anonim, 2015).
Salah satu kasus gawat darurat yang memerlukan tindakan segera dimana pasien berada dalam ancaman kematian karena adanya gangguan hemodinamik adalah trauma abdomen di mana secara anatomi organ-organ yang berada di rongga abdomen adalah organ- organ pencernaan. Selain trauma abdomen kasus-kasus kegawat daruratan pada system pencernaan salah satunya perdarahan saluran cerna baik saluran cerna bagian atas ataupun saluran cerna bagian bawah bila hal ini dibiarkan tentu akan berakibat fatal bagi korban atau pasien bahkan bisa menimbulkan kematian. Oleh karena itu kita perlu memahami penanganan kegawat daruratan pada system pencernaan secara cepat, cermat dan tepat sehingga hal-hal tersebut dapat kita hindari.(
Stella, 2016).
Trauma tumpul abdomen merupakan salah satu trauma mayor yang sering terjadi di Indonesia, dengan angka mortalitas yang cukup tinggi. Penyebab terbanyak adalah kecelakaan lalulintas sepeda motor Indonesia, didapatkan bahwa prevalensi cedera secara nasional adalah sebesar 8,2%, dimana prevalensi tertinggi ditemukan di Sulawesi Selatan (12,8%) dan terendah di Jambi (4,5%). Penyebab cedera secara umum yang terbanyak adalah jatuh (40,9%) dan kecelakaan sepeda motor (40,6%), selanjutnya penyebab cedera karena terkena benda tajam/tumpul (7,3%), transportasi darat lain (7,1%) dan kejatuhan (2,5%). Penyebab cedera transportasi sepeda motor tertinggi ditemukan di Bengkulu (56,4 persen) dan terendah di Papua (19,4%) (Riskesdas, 2013).
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik menyusun Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat tentang “Workshop Pijat Perut Sebagai Efidence Based Nursing Dalam Menurunkan Volume Residu Lambung Pada Pasien Trauma Abdomen”.
2. Metode
Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui workshop dengan menggunakan metode ceramah langsung dan diskusi. Dalam pemaparan material menggunakan metode ceramah yang dibantu dengan peralatan laptop dan infokus. Serta dilakukan demonstrasi pijat perut dan setelah itu dilanjutkan dengan metode diskusi agar dapat memahami materi dengan lebih baik dan membangun komunikasi yang lebih intens terhadap peserta workshop.
Langkah-langkah yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah sebagai berikut
1. Langkah 1
Pengabdi mengurus perizinan di tempat pengabdian disertakan membawa surat tugas dari Ketua LPPM.
2. Langkah 2
Pengabdi mensosialisasikan kegiatan pengabdian kepada peserta workshop.
3. Langkah 4
Pengabdi dan peserta melakukan diskusi dan tanya jawab mengenai Workshop Pijat Perut Sebagai Efidence Based Nursing Dalam Menurunkan Volume Residu Lambung Pada Pasien Trauma Abdomen.
4. Langkah 5
Pengabdi melakukan evaluasi dan tindak lanjut kepada para peserta workshop.
3. Hasil dan Pembahasan
Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk melakukan Workshop Pijat Perut Sebagai Efidence Based Nursing Dalam Menurunkan Volume Residu Lambung Pada Pasien Trauma Abdomen di Rumah Sakit Grandmed. Hasil kegiatan workshop yang telah tercapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah:
1. Materi yang disosialisasikan dapat dipahami dan direspon baik oleh peserta seminar.
2. Secara umum peserta workshop memahami materi Workshop Pijat Perut Sebagai Efidence Based Nursing Dalam
Menurunkan Volume Residu Lambung Pada Pasien Trauma Abdomen.
Secara umum hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi beberapa aspek sebagai berikut:
1. Aspek tujuan kegiatan
Tujuan workshop pengabdian masyarakat ini adalah agar seluruh tenaga kesehatan di Rumah Sakit Grandmed dapat meningkatkan pemahaman mengenai Workshop Pijat Perut Sebagai Efidence Based Nursing Dalam Menurunkan Volume Residu Lambung Pada Pasien Trauma Abdomen.
2. Aspek target materi
Ketercapaian target materi sudah sangat baik, karena materi telah dapat disampaikan secara keseluruhan.
3. Aspek Kemampuan Peserta
Kemampuan peserta dinilai berdasarkan pemahaman peserta dalam mengikuti pre test dan post test yang disiapkan.
Beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah:
1. Faktor pendukung
a. Adanya dukungan baik dari pihak rumah sakit Grandmed sebagai tempat pengabdian kepada masyarakat dengan tim pelaksana pengabdian.
b. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai.
c. Peserta sangat antusias dalam mengikuti semua rangkaian kegiatan.
d. Peserta seminar dan tim pengabdi tetap menjalankan porotokol kesehatan.
2. Faktor penghambat
Pelaksanaan kegiatan adalah keterbatasan waktu, sebab pelaksanaan tidak dapat dilakukan dalam durasi yang lebih panjang, apalagi seperti di masa pandemic saat ini.
4. Kesimpulan
a. Adanya respon positif dari peserta dengan munculnya pertanyaan dan tanggapan yang diberikan selama kegiatan dan diskusi.
b. Sebanyak 99% peserta seminar telah mengetahui hasil Workshop Pijat Perut Sebagai Efidence Based Nursing Dalam Menurunkan Volume Residu Lambung Pada Pasien Trauma Abdomen untuk menjadi lebih baik ke depannya. Hal ini
didukung pemahaman tenaga kesehatan yang semakin meningkat pada saat mengikuti post test.
5. Ucapan Terima Kasih
Pengabdi menyampaikan ucapan terima kasih kepada: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam.
6. Daftar Pustaka
De caen AR, Berg MD, Chameides L, Gooden CK, Hickey RW., et al. 2015. Part 12:
Pediatric Advanced Life Support 9.
Como JJ, et al. Practice management guideline for selective non operative management of penetrating abdominal trauma. J Trauma. 2010;68:721-33 Dorland, W.A.N. Kamus kedokteran
Dorland.29th ed. Terjemahan H.
Hartanto dkk. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2014.
Guillon, F. (2015).Epidemiology ofAbdominal Trauma. CT of the Acute Abdomen, Medical Radiology. Diagnostic Imaging.
Berlin: Springer-Verlag p.15-26
Jurnal e-Clinic (eCl). 2018;6(2):80-3 15. Yucel M, Ozpek A, Yuksekdag S, Kabak I, Basak F, Kilic A, et al. The management of penetrating abdominal stab wounds with organ or omentum evisceration: The results of a clinical trial. Ulusal Cer Derg.
2014;30: 207-10 16.
Merrick C, Haskin D, Peterson N. Advance Trauma Life Support Student Course Manual. 10 ed. Chicago: American College of Surgeons; 2018.
Riskesdas.(2013). Riset Kesehatan Dasar.
Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 6.
Isenhour JL, J Marx. Advances in abdominal trauma. Emergency Medical Clinic N Am.
Sjamsuhidajat, R. 2014. Buku Ajar Ilmu Bedah.Edisi 2. Penerbit EGC:Jakarta Stella,F. (2016). The epidemiology and clinical
evaluation of abdominal trauma.Ann.
Ital Chir, 81, 95-102 5.
The management of penetrating abdominal stab wounds with organ or omentum evisceration: The results of a clinical trial 14. Tanio PN, Lalenoh CD, Laihad ML.
Profil pasien pasca laparotomi di ICU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari 2015 sampai Desember 2017
Umboh IJ, Sapan HB, Lampus H. Hubungan penatalaksanaan operatif trauma abdomen dan kejadian laparotomi negatif di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal Biomedik (JBM).
2016;8(2):S52-7
WORKSHOP KETEPATAN DALAM PEMASANGAN NECK COLLAR PADA