• Tidak ada hasil yang ditemukan

yang Baik

Dalam dokumen id annual report 2013 (Halaman 62-66)

lainnya, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak secara independen. Perseroan memiliki 3 (tiga) Komisaris Independen, yaitu Farid Harianto, Prof. Dr. H. Muladi, S.H. dan Jonathan L. Parapak, berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham sebagai Pengganti RUPS Luar Biasa No. 369 tertanggal 24 April 2013 yang dibuat di hadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta, dan diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.10-15919 tertanggal 26 April 2013. Dengan demikian persentase keanggotaan Dewan Komisaris telah memenuhi Peraturan Bapepam-LK No. IX.I.6 tentang Direksi dan Komisaris Emiten dan Perusahaan Publik.

Susunan Dewan Komisaris

No Nama Jabatan

1 Ketut Budi Wijaya Presiden Komisaris 2 Drs. Theo L. Sambuaga Komisaris

3 Agus Benjamin Komisaris

4 Farid Harianto Komisaris Independen

5 Prof Dr. Muladi SH. Komisaris Independen

6 Ir. Jonathan L. Parapak Komisaris Independen

Pembagian Tugas Dewan Komisaris

Pembagian tugas di antara para anggota Dewan Komisaris diatur secara mandiri.

Rapat Dewan Komisaris

Dewan Komisaris dapat mengadakan rapat bila dipandang perlu oleh seorang Komisaris atau lebih atau atas permintaan tertulis satu atau lebih pemegang saham yang secara bersama-sama memiliki 1/10 (satu persepuluh) atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara dan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan.

Persentase Kehadiran Rapat Dewan Komisaris

Jenis Rapat Waktu Kehadiran (%)

Rapat Dewan Komisaris 25 November 2013 100 Rapat Gabungan Dewan

Komisaris & Direksi

15 Maret 2013 80 3 Oktober 2013 67

Komite Audit

Keanggotaan Komite Audit

Persyaratan keanggotaan Komite Audit terutama adalah memiliki integritas yang tinggi, memiliki latar belakang pendidikan akuntansi atau keuangan, memiliki pengetahuan yang cukup dalam membaca dan memahami laporan keuangan, mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang memadai sesuai dengan latar belakang pendidikannya serta mampu berkomunikasi dengan baik.

Masa kerja anggota Komite Audit paling lama adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan berikutnya.

No Nama Jabatan

1 Farid Harianto Ketua

2 Lie Kwang Tak Anggota

3 Siswanto Pramono Anggota

Tugas, Tanggung Jawab dan kewenangan Komite Audit

Tugas dan tanggung jawab Komite Audit adalah:

1. Membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi pengawasan.

2. Memberikan pendapat dan rekomendasi atas pengelolaan Perseroan.

3. Mendorong terciptanya praktik yang sehat dalam pelaporan keuangan, manajemen risiko, pengendalian internal dan etika bisnis yang baik.

4. Bekerja sama dan berkoordinasi dengan Audit Internal dan auditor eksternal.

Dalam menjalankan fungsinya, Komite Audit berwenang untuk mengakses catatan atau informasi tentang karyawan, data keuangan, aset serta sumber daya Perseroan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya.

Persentase Kehadiran Rapat Komite Audit

Jenis Rapat Waktu Kehadiran (%)

Rapat Komite Audit 25 November 2013 67

3. Direksi

Tugas pokok Direksi adalah melaksanakan pengurusan Perseroan sesuai dengan kepentingan dan tujuan Perseroan dan bertindak selaku pimpinan dalam pengurusan tersebut.

Penerapan Tata Kelola Perusahaan

yang Baik

mengikat Perseroan dengan pihak lain dan/atau pihak lain dengan Perseroan dengan pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar. Secara hukum, Direksi mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan.

Tugas dan Tanggung Jawab Direksi

Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut, Direksi secara kolegial di antaranya bertugas dan bertanggungjawab untuk:

1. Menetapkan visi, misi dan strategi Perseroan dengan persetujuan Dewan Komisaris.

2. Menetapkan kebijakan dasar mengenai strategi, keuangan, organisasi, sumber daya manusia, sistem teknologi informasi dan komunikasi.

3. Mengajukan usulan kebijakan, Standard Operating Procedure serta menjalankan Perseroan sesuai dengan kewenangan Direksi yang diatur dalam Anggaran Dasar dan/atau keputusan RUPS.

4. Direksi dan setiap anggota Direksi wajib untuk memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan oleh Dewan Komisaris.

5. Mengajukan usulan RKT dan RKJP, menetapkan usulan dan perubahan RKT dan RKJP serta menetapkan sasaran dan evaluasi kinerja unit kerja yang berada di bawah masing-masing anggota Direksi sesuai dengan RKT dan RKJP.

6. Menetapkan dan berusaha sebaik mungkin untuk mencapai sasaran/KPI, mengkoordinasikan pelaksanaan RKT dan RKJP.

7. Mengusulkan kebijakan dan evaluasi secara periodik atas limit of authority yang mengatur ketentuan nilai transaksi atau penggunaan/perolehan aset yang masuk kewenangan Direksi dengan merujuk kepada kebijakan keuangan Perseroan.

8. Mengangkat, memberhentikan, promosi dan demosi pejabat Perusahaan.

9. Melaksanakan analisa risiko, menetapkan langkah- langkah untuk mengurangi dan menanggulangi berbagai jenis risiko yang dihadapi oleh Perseroan. 10. Menelaah, mengkaji termasuk melakukan koreksi

dan memberikan persetujuan pelaksanaan setiap proyek investasi sesuai dengan kewenangan Direksi serta melakukan pengawasan terhadap implementasi proyek dan investasi yang telah disetujui.

11. Merumuskan, menyempurnakan dan melaksanakan rencana pengembangan bisnis Perseroan.

12. Mengidentiikasi dan mengembangkan nilai-nilai yang dapat meningkatkan daya saing Perseroan dengan memberikan perhatian dan penghargaan kepada sumber daya manusia.

13. Merancang dan mengembangkan organisasi sehingga dapat melaksanakan strategi usaha dengan efektif serta mencapai eisiensi dalam pelaksanaan rutinitas operasional Perseroan.

14. Merekrut, mengembangkan dan mempertahankan personil kunci yang dibutuhkan oleh Perseroan. 15. Mengelola, mengembangkan dan memastikan

komunikasi kepada seluruh pemegang saham Perseroan melalui komunikasi yang efektif dan sesuai dengan kebijakan Perseroan.

16. Merencanakan, mengkoordinasikan dan melaksanakan kewajiban Perseroan yang berkaitan dengan CSR Perseroan.

Kewenangan Direksi

Direksi memiliki kewenangan yang mencakup namun tidak terbatas kepada hal-hal berikut:

1. Mewakili dan/atau mengikat Perusahaan dengan pihak lain sesuai dengan kewenangan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar.

2. Menyelenggarakan rapat Direksi tiap kali dianggap perlu oleh seorang atau lebih anggota Direksi.

3. Membuat laporan tahunan termasuk di dalamnya laporan keuangan.

4. Membuat kebijakan dan prosedur di masing-masing departemen atau unit kerja yang bernaung di bawah masing-masing anggota Direksi.

5. Menetapkan struktur organisasi Perseroan dan menetapkan sistem manajemen personalia Perseroan.

Pengangkatan dan Pemberhentian Direksi

Tata cara pengangkatan, dan pemberhentian anggota Direksi diatur dalam Anggaran Dasar.

Pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi dilakukan oleh RUPS.

Masa Jabatan Direksi

Setiap anggota Direksi menjabat untuk jangka waktu terhitung sejak tanggal RUPS yang mengangkatnya dan berakhir pada penutupan RUPST berikutnya dan dapat dipilih kembali untuk masa jabatan berikutnya. Masa jabatan anggota Direksi berakhir apabila meninggal dunia, masa jabatannya berakhir, diberhentikan berdasarkan keputusan RUPS, mengundurkan diri, dinyatakan pailit atau ditaruh di bawah pengampuan atau tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai anggota Direksi.

Kemandirian Direksi

Kemandirian Direksi merupakan salah satu faktor penting yang harus dijaga agar Direksi dapat bertindak sebaik- baiknya demi kepentingan Perseroan.

Susunan Direksi

Direksi beranggotakan 6 (enam) orang. Agar lebih eisien dan efektif dalam melaksanakan tugas-tugasnya, Direksi membagi tugas di antara para anggotanya sesuai dengan bidang dan kompetensi masing-masing tanpa menghilangkan tanggung jawab Direksi secara kolegial dalam pengurusan Perseroan.

Keputusan Direksi merupakan tanggung jawab bersama. Kedudukan para anggota Direksi termasuk Presiden Direktur adalah setara, kecuali pada saat pengambilan keputusan berimbang. Tugas Presiden Direktur sebagai primus inter pares adalah mengkoordinasi pelaksanaan tugas-tugas Direksi.

Komposisi Direksi, berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham sebagai Pengganti RUPS Luar Biasa No. 369 tertanggal 24 April 2013 yang dibuat di hadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta, dan diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.10-15919 tertanggal 26 April 2013, adalah sebagai berikut:

No Nama Jabatan

1 dr. Gershu Chandy. Paul Presiden Direktur 2 Romeo Fernandez. Lledo Direktur

3 Prof. George Mathew Direktur

4 dr. Grace Frelita Indradjaja Direktur

5 Sugianganto Budisuharto Direktur

6 dr. Anang Prayudi Direktur Tidak Terailiasi

Pembagian Tugas Direksi

Pembagian tugas-tugas Direksi dilakukan untuk memastikan efektivitas pelaksanaan tugas semua anggota Direksi dalam mengelola Perseroan. Pembagian tugas- tugas Direksi secara garis besar dapat dilihat dari struktur organisasi di bagian Data Perusahaan dari Laporan Tahunan ini. Tugas masing-masing anggota Direksi adalah sebagai berikut:

1. dr. Gershu Chandy Paul, Presiden Direktur

Memberikan arahan dan mengendalikan kebijakan, visi, misi dan strategi Perseroan. Bertanggung jawab terutama untuk operasional rumah-rumah sakit sehari- hari.

2. dr. Grace Frelita Indradjaja, M.M., Direktur

Bertanggung jawab atas manajemen medis Siloam Hospitals Group yang meliputi pengawasan pelayanan medis, pengawasan pelayanan obat dan peningkatan pelayanan medis. Pengawasan pelayanan medis mencakup manajemen dokter dan pengawasan kualitas pelayanan medis. Pengawasan pelayanan obat mencakup manajemen obat dan pengobatan serta manajemen formularium obat. Peningkatan pelayanan medis mencakup manajemen keperawatan serta pelatihan dan pendidikan perawat.

3. Romeo Fernandez Lledo, Direktur

Bertanggung jawab atas strategi keuangan dan akunting, anggaran dan forecast Perseroan dan anak- anak perusahaannya serta melaksanakan eisiensi dan efektivitas fungsi-fungsi keuangan yang ada di Perseroan dan anak-anak perusahaannya.

4. Prof. George Mathew, Direktur

Bertanggung jawab atas pemasaran dan

pengembangan produk jasa-jasa kesehatan Perseroan. Pemasaran produk meliputi perluasan jaringan atau kerjasama dengan antara lain perusahaan-perusahaan baik swasta maupun badan usaha milik negara/daerah dan baik lokal maupun internasional, perusahaan- perusahaan asuransi serta third party administrators. Pengembangan produk meliputi peningkatan kreativitas sumber daya manusia Perseroan dalam menciptakan produk jasa-jasa kesehatan Perseroan yang kompetitif.

5. Sugianganto Budisuharto, Direktur dan Sekretaris Perusahaan

Bertanggung jawab atas manajemen sumber daya manusia, pengadaan dan logistik, hukum dan sekretaris perusahaan serta pemeliharaan fasilitas dan urusan umum.

6. dr. Anang Prayudi, Direktur Tidak Terailiasi

Bertanggung jawab atas pengembangan kegiatan usaha utama Perseroan melalui pembangunan rumah sakit-rumah sakit baru, klinik-klinik baru, pusat-pusat kesehatan masyarakat dan fasilitas-fasilitas kesehatan lain serta pembuatan anggaran, pelaksanaan dan penyiapan sumber daya manusianya.

Rapat Direksi

Rapat Direksi dapat dilaksanakan setiap waktu bilamana dipandang perlu atas permintaan seorang atau lebih

tertulis seorang atau lebih pemegang saham yang secara bersama mewakili sedikitnya 1/10 (satu persepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah.

Terlepas dari itu, Direksi selalu menggelar rapat manajemen hampir setiap minggu sekali yang dihadiri tidak hanya oleh para anggota Direksi tapi juga personil-personil kunci Perseroan, guna membahas antara lain kegiatan operasional rumah sakit-rumah sakit Perseroan, keuangan dan anggaran, kegiatan promosi dan pemasaran, perkembangan kegiatan pembangunan rumah sakit- rumah sakit baru termasuk perizinannya, kasus-kasus medis yang timbul (jika ada) serta melakukan evaluasi atas capaian kinerja Perseroan maupun hal-hal lain yang dinilai perlu oleh Direksi.

Persentase Kehadiran Rapat Direksi

Jenis Rapat Waktu Kehadiran (%)

Rapat Manajemen Hampir seminggu

sekali Rata-rata 100 Rapat Gabungan Dewan

Komisaris & Direksi

15 Maret 2013 80 3 Oktober 2013 67

Kebijakan Remunerasi

Sesuai dengan Anggaran Dasar, remunerasi para anggota Dewan Komisaris dan Direksi ditetapkan oleh RUPS. Dewan Komisaris mengusulkan besarnya remunerasi bagi Direksi kepada RUPS. Penentuan besarnya remunerasi bagi Direksi berdasarkan proses dan rumusan yang transparan dan Dewan Komisaris melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan remunerasi Direksi.

Dalam dokumen id annual report 2013 (Halaman 62-66)

Dokumen terkait