CRITICAL REVIEW
Eksplorasi Green Urbanisme Melalui Desain Paralel terhadap
Sosial Ekonomi Kota yang Terfragmentasi
(Nuryahya Abdullah/PWL/A156140021)
Kata Kunci : Green city dan Urban Planning
Mukaddimah
Perencanaan konvensional telah gagal dalam mengarahkan pertumbuhan secara berkelanjutan. Munculnya kota baru pada kenyataannya sebagai upaya pemanfaatan ruang menghilangkan hirarki dan fungsi penataan ruang karena tidak adanya pengendalian pemanfaatan ruang itu sendiri, yang mendorong miring dan hanya melayani bagian yang makmur. Aspek politis selalu merupakan faktor penentu dalam setiap pengambilan keputusan dari pengembangan suatu kota sehingga setiap kali ide green-urbanisme dikembangkan hanya menjadi wacana dan menghilangkan tujuan perencanaan yakni “mengembalikan publik dari keterasingan” itu menjadi angan-angan.
Tujuan : Untuk Mengetahui sejauh mana tingkat keadilan, kenyamanan dan kesejahteraan kaum urban terhadap pengembangan kota baru
Klasifikasi Jurnal:
A. Data Jurnal Pendukung
1. Judul : “ Principle of Green Urbanism: The Absent Value in Cairo, Egypt ” Penulis :
Usama Nassar : “an assistant professor in architecture department, faculty of engineering in Suez Canal University, born in Cairo in 1973, graduated in 1995 from Department of Architecture, Faculty of Engineering, and Cairo University. Obtained hid MSc. in 2001 from Department of Architecture in Cairo University and PhD in 2010 from Suez Canal University after two year studying in Birmingham City University, UK in a channel program. Most of his current research work focuses on Landscape Architecture and Urban Design. Dr. Nassar is a member of Egyptian Engineering Syndicate (EES) in Cairo, and Society Of Upgrading The Build Environment in Cairo. He participated through Associated Consultants office in Egypt and jointly with AECOM in the international competition for the revitalization and upgrading of the central zone of khedivial Cairo and the project won the first place.”
Nama Jurnal : “International Journal of Social Science and Humanity” Tahun Terbit : “Vol. 3, No. 4, July 2013”
DOI: 10.7763/IJSSH.2013.V3.258 (4 Halaman)
2. Judul : “Assessment of Soil Sealing Management Responses, strategies, and Target Toward Ecologically suistainable Urban Land Use Management” Penulis :
Martina Artmann :
the research group of Urban and Landscape Ecology at the University of Salzburg, Austria in co-operation with the Bavarian Academy for Nature Protection and Rural Conservation (ANL). Address: Department of Geography and Geology, Paris-Lodron- University Salzburg, Hellbrunnerstraße 34, 5020 Salzburg, Austria. e-mail: [email protected]
Nama Jurnal : “Springerlink.com”
Tahun Terbit : “AMBIO 2014, 43:530–541” DOI 10.1007/s13280-014-0511-1 (12 Halaman)
3. Judul : “Governance for private green spaces in a growing Indian city” Penulis :
Kulbhushan Balooni, Kausik Gangopadhyay, B. Mohan Kumar:
“They are Student in Indian Institute of Management Kozhikode, IIMK Campus PO, Kozhikode 673570, Kerala, India and Indian Council of Agricultural Research, Krishi Anusandhan Bhavan II, New Delhi 110012, India”
Nama Jurnal : “www.elsevier.com/locate/landurbplan” Tahun Terbit : “27 December 2013”
http://dx.doi.org/10.1016/j.landurbplan.2013.12.004 (9 Halaman)
4. Judul : “Urban morphology dynamics and environmental changein Kano, Nigeria”
Penulis :
Aliyu Salisu Baraua, Roy Maconachieb, A.N.M. Ludinc, Adnan Abdulhamidda: “Department of Urban and Regional Planning, Universiti Teknologi Malaysia, Johor, Malaysia,. Department of Social and Policy Sciences, University of Bath, United Kingdom., Faculty of Built Environment, Universiti Teknologi Malaysia, Johor, Malaysia., Department of Geography, Bayero University Kano Kano, Nigeria”
Nama Jurnal : “www.elsevier.com/locate/landusepol” Tahun Terbit : “5 August 2014”
http://dx.doi.org/10.1016/j.landusepol.2014.08.007 (11 Halaman)
5. Judul : “The key to sustainable urban development in UK cities? The influence of density on social sustainability”
Penulis :
N. Dempsey, C. Brown, G. Bramley:
“Dr. Nicola Dempsey is a Lecturer in the Department of Landscape at the University of Sheffield. Dr. Caroline Brown is a Lecturer in the School of the Built Environment at Heriot-Watt University. Professor Glen Bramley is a Professor of Urban Studies in the School of the Built Environment at Heriot-Watt University.”
Nama Jurnal : “www.elsevier.com/locate/pplann” Tahun Terbit : “2012 Published by Elsevier Ltd.” DOI:10.1016/j.progress.2012.01.001 (53 Halaman)
6. Judul : “Technological infusion and the change in private, urban green spaces” Penulis :
“Indian Institute of Management Kozhikode, IIMK Campus PO, Kozhikode 673570, Kerala, India”
Nama Jurnal : “www.elsevier.de/ufug”
Tahun Terbit : “2012 Elsevier GmbH. All rights reserved.” DOI:10.1016/j.ufug.2011.12.003 (6 Halaman)
7. Judul : “The new challenge of urban and architectural design for sustainable development”
Penulis : Haeseong Je:
“Ajou University , Architecture, San 5 Wonchoen-dong, Youngtong-gu, Suwon , Republic of Korea”
Nama Jurnal : “International Journal of Sustainable Building Technology and Urban Development, 2013”
Tahun Terbit : “Received 25 September 2012; final version received 9 October 2012”
Vol. 4, No. 1, 10–16, http://dx.doi.org/10.1080/2093761X.2012.745802 (8 Halaman)
8. Judul : “A social–ecological assessment of vacant lots in New York City development”
Penulis :
Peleg Kremera, Zoe A. Hamsteadb, Timon McPhearson:
“Tishman Environment and Design Center, The New School, 79 Fifth Avenue, 16th Floor, New York, NY 10003, USA. Environmental Policy and Sustainability Management, Milano School of International Affairs, Management and Urban Policy, The New School, 72 Fifth Avenue, 5th Floor, New York, NY 10011, USA”
Nama Jurnal : “Landscape and Urban Planning” Tahun Terbit : “24 July 2013”
http://dx.doi.org/10.1016/j.landurbplan.2013.05.003 (16 Halaman)
9. Judul : “Mapping the diversity of regulating ecosystem services in European cities”
Penulis :
Neele Larondelle, Dagmar Haase, Nadja Kabisch:
“Humboldt University Berlin, Institute of Geography, Germany. Helmholtz Centre for Environmental Research GmbH – UFZ, Germany”
Nama Jurnal : “Global Environmental Change” Tahun Terbit : “14 May 2014”
http://dx.doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2014.04.0080959-3780 ( 11 Halaman)
10. Judul : “Agriculture and the city: A method for sustainable planning of newforms of agriculture in urban contexts cities”
Penulis :
Daniele La Rosa, Luca Barbarossa, Riccardo Privitera, Francesco Martinico: “Department Civil Engineering and Architecture, University of
Catania, Viale A. Doria 6, 95125 Catania, Italy” Nama Jurnal : “Land Use Policy”
Tahun Terbit : “19 June 2014”
http://dx.doi.org/10.1016/j.landusepol.2014.06.014 0264-8377/ (14 Halaman) 11. Judul : “Co-production of knowledge–action systems in urban
Penulis :
Tischa A. Mun˜ oz-Erickson:
“USDA Forest Service, International Institute of Tropical Forestry, Jardı´n Bota´ nico Sur, 1201 Calle Ceiba, Rı´o Piedras, PR 00926-1119, United States. Tel.: +1 928 600 1613. E-mail address: [email protected].”
Nama Jurnal : “Enviromental and Science 37(2014) 182–191” Tahun Terbit : “11 November 2013”
http://dx.doi.org/10.1016/j.envsci.2013.09.014 (10 Halaman)
12. Judul : “Urban green space, public health, and environmental justice: The challenge of making cities ‘just green enough’.” Penulis :
Jennifer R. Wolch, Jason Byrne, Joshua P. Newell:
“Jennifer Wolch is William W. Wurster Dean and Professor of City and Regional Plan-ning at UC Berkeley, where her research focuses on urban design, physical activity,and public health in the context of sustainable urban planning. Jason Byrne is Senior Lecturer in the School of the Environment at Griffith Univer-sity. His research focuses on urban parks, environmental justice, urban resilience,and climate change adaptation. Joshua Newell is an Assistant Professor of Natural Resources at the University of Michi-gan. He conducts research on urban ecology and planning, green infrastructure,life-cycle analysis and urban metabolism.” Nama Jurnal : “Landscape and Urban Planning”
Tahun Terbit : “2 March 2014”
http://dx.doi.org/10.1016/j.landurbplan.2014.01.017 (11 Halaman)
Deskripsi
Konsep Green-Urbanism merupakan suatu model tiga dimensi yang mempunyai bentuk, dan rupa yakni nol emisi (zero emition) serta nol limbah (zero waste), dimana ide-ide desain kreatif bagi pembaruan perkotaan dan keberlanjutan lingkungan. Pengembangan atau merekayasa ulang kota dengan memperhatikan aspek sosial dan lingkungan yang berkelanjutan pada kabupaten kota. Dalam jurnal ini mengasumsikan bahwa setiap pembangunan kota baru mengabaikan tiga aspek fokus dalam rencana pembangunan kota yakni green-Urbanisme, ruang publik, dan model berkelanjutan untuk tujuan jangka panjang. Setelah melihat dinamika sosial ekonomi yang terjadi pada perubahan kota baru, penulis mengajukan sebuah pertanyaan bahwa apakah suatu perencanaan kota baru memberikan rasa keadilan dan kenyamanan terhadap kaum urban secara komprehensif, baik berupa keunikan identitas, nilai budaya, diversiti, dan karakter autentik dari setiap individu yang bersifat dinamis secara berkelanjutan. Grafis representasi dari model menunjukkan pelaku, skala dan analisis bidang, juga memetakan hirarki dari pengguna kepada pemerintah. Jurnal ini lebih menonjolkan model urban desain secara menyeluruh dengan melakukan pendekatan karakteristik yakni pelaku, skala, dan analisis urban desain.
Analisis Kritk
memunculkan ketimpangan terhadap aspek karakteristik tiap budaya di setiap kawasan. Perencanaan yang bersifat konvensional, berhirarki tidak memberikan fungsi sebagaimana mestinya dikarenakan adanya variabel manusia didalamnya yang bersifat dinamis.
Penelitian yang dilakukan oleh Usama Nassar, seorang asisten Professor di Departemen Arsitektur Fakultas Teknik di Universitas Suez Canal. Penelitian ini dilakukan untuk melihat lebih jauh tentang pentingnya membangun sebuah Green Urbanism dalam perencanaan yang bersifat terpadu sehingga aspek kenyamanan, keamanan,dan keadilan itu tercapai di kota Kairo, Mesir. Dalam Jurnal ini menggunakan pendekatan yang bersifat holistik sehingga proses desainnya bersifat berkesinambungan dan kotinyu. Setelah saya membaca dan memahami jurnal ini terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang saya temukan adalah sebagai berikut: Pertama, Isi topik jurnal ini sangat relevan dengan membangun sebuah konsep green urbanisme yang berkelanjutan sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan dalam membangun sebuah kota baru. Kedua, Pendekatan yang dilakukan dalam jurnal ini sangat bersifat terbarukan, dimana manusia sebagai aktor yang bersifat dinamis sedangkan kelemahan yang saya temukan dalam jurnal ini adalah kurang sistematisnya metodologi yang digunakannya.
Sejalan dengan itu, Martina Artmann yang merupakan peneliti dari Departemen Geografi and Geologi, Universitas Paris Lodron Salzburg, Hellbrunnerstraße, mengembangkan suatu peneletian dengan tujuan untuk mengetahui peran politis pemerintah dan kaum urban terhadap penyegelan tanah pada penegembangan kota baru. Dalam jurnalnya menggunakan analisis yang dilakukan di Jerman. Manajemen penyegelan tidak memiliki spasial strategis gambaran serta pertimbangan layanan yang diberikan oleh tanah subur. Tulisan ini menimbulkan pertanyaan (1) strategi apa yang dapat dianggap sehingga dapat mengefisienkan manajemen ekologis berkelanjutan terhadap penyegelan tanah perkotaan dan (2) siapa yang memiliki kompetensi dan harus bertanggung jawab untuk mengarahkan penyegelan tanah. Setelah mendalami jurnal Artmann, maka saya menemukan kelebihan dari metode dan temuan dari jurnal ini yakni pendekatan yang dilakukan sangat relevan dengan dinamika yang terjadi dalam proses perencanaan suatu kota. Metode yang digunakan juga sangat sistematis, dihubungkan dengan hal diatas, kelemahan dari jurnal yang dibangun oleh Artmann yakni tidak memberikan kejelasan akan asumsi yang dibangun berdasarkan hasil yang diperoleh.
Seiring dengan dinamika pengembangan ilmu Barau et, al. Meneliti kota Kano yakni kota terbesar Nigeria utara dengan mengeksplorasi potensi CHANS framework. Peneliti menggambarkan adat perkotaan dan analisis dari abad 19, 20 dan, abad ke-21 sehingga menemukan perubahan signifikan kota tradisional yakni bangunan, gaya atap, bentuk jalan, distribusi kolam, dan ruang terbuka hijau. Penduduk pada lahan perkotaan juga menjadi kekuatan pendorong utama di balik perubahan. Salah satu hasil bencana dari perubahan ini yakni banjir bandang. Dalam menarik perhatian pelajaran yang lebih luas untuk perencana kota dalam konteks negara berkembang lainnya, penulis menekankan kebutuhan untuk menganalisis acara spasial dan non-spasial terkenal di kota-kota dalam kaitannya mengubah dinamika morfologi perkotaan. Dengan pendekatan morfologi perkotaan, penulis menonjolkan konsep yang dijadikan topik, dimana perubahan dinamika morfologi perkotaan menyebabkan bencana.
Sejalan dengan konsep Green Urbanisme, Dempsey et, al. melihat bahwa kepadatan hunian yang tinggi merupakan elemen penting dari konsep kota terpadu yakni penggunaan lahan campuran, baik di daerah perkotaan, dan jaringan transportasi umum yang mudah diakses sebagai masalah sehingga dengan adanya sedikit konsensus tentang bagaimana pembangunan rumah yang padat harus melihat dampak lingkungan perkotaan terhadap warga. Penulis mencoba mengatasi kesenjangan ini dalam pengetahuan dengan mengeksplorasi konsep kepadatan dalam konteks keberlanjutan, menyerukan pada bukti empiris yang dilakukan di Inggris oleh proyek penelitian CityForm. Peneliti menguji hubungan antara unsur-unsur bentuk perkotaan termasuk density dan keberlanjutan. Makalah ini secara khusus mengacu pada hubungan antara kepadatan dan aspek sosial keberlanjutan, keadilan sosial khusus misalnya akses ke layanan dan fasilitas, ekuitas lingkungan yaitu akses, penggunaan ruang terbuka hijau dan keberlanjutan masyarakat termasuk persepsi keamanan, interaksi sosial dan stabilitas masyarakat. Mereka melaporkan temuan penelitian empiris yang meneliti sejauh mana kepadatan memiliki pengaruh pada kecenderungan warga untuk terlibat dalam kegiatan sosial yang berkelanjutan yang menjadikan kelebihan dari jurnal mereka.
Gangopadhyay e, al. menginvestigasi kerugian besar yang diakibatkan kaum swasta dan didefinisikan dalam hal nilai tambah ekonomi pekarangan secara empiris bahwa kerugian dari waktu ke waktu, terkait negatif dengan infus teknologi di tingkat rumah tangga, yang di ukur dengan menilai peningkatan jumlah komputer pribadi yang dimiliki oleh rumah tangga. Penulis menyediakan kerangka kerja ekonomi untuk membahas implikasi dari proposisi yang menjadikan metodologi dari konsep mereka lebih jelas.Sifat eksternalitas positif yang terkait dengan pribadi, ruang hijau perkotaan menuntut intervensi kebijakan oleh Negara.
Georgescu et, al. menyadari bahwa efek rumah kaca memiliki potensi bencana dimasa yang akan datang. Mereka menggambarkan hasil pemodelan beberapa ekspansi perkotaan yang berbeda berjangka untuk Amerika Serikat pada tahun 2100. Setiap desain perkotaan adaptif, ekspansi megapolitan, sendirian dan terpisah dari gas rumah kaca gas dapat diharapkan untuk meningkatkan suhu mendekati permukaan 1-2 ° C bukan hanya pada skala kota. Dengan mendukung konsep green urbanisme mencoba mengukur seberapa pilihan bijaksana dalam perencanaan kota dan mengasumsikan desain tidak bisa menangkal dampak iklim dari ekspansi perkotaan itu sendiri. Kelebihan dari hasil penelitian juga mengungkapkan pengorbanan diantara pilihan adaptasi yang berbeda untuk beberapa daerah, menunjukkan perlunya geografis yang tepat strategi daripada satu ukuran cocok untuk semua solusi.
pengembangan pinggiran kota-kabupaten Model, seperti taman kota, dianggap ramah lingkungan. Dengan demikian model baru untuk pertumbuhan hijau ala Korea melalui konsep-konsep yang terintegrasi dari kota kompak, pertumbuhan pintar, dan keberlanjutan. Kota Korea-hijau pertumbuhan dapat menjadi solusi untuk masalah perubahan iklim, berkat keseimbangan bilateral antara pembangunan kota dan perlindungan lingkungan. Kota ini dapat dikembangkan menjadi bangsa pendorong pertumbuhan baru melalui budidaya industri hijau, dan diyakini memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat kota melalui pembangunan masyarakat daerah yang berkelanjutan di bidang econo-enviro budaya. Ide topik dari penulis diituangkan melalui konsep desain keberlanjutan.
Kekosongan lahan merupakan fenomena yang terus-menerus dalam lanskap perkotaan di Amerika Serikat, namun sedikit yang diketahui tentang cara-cara banyak kosong yang digunakan dalam praktek dan fungsi mereka melayani di masyarakat setempat. Kremer et, al. menawarkan wawasan ke dalam komposisi, kegunaan dan lingkungan konteks lahan kosong di New York City. Menggunakan ArcGIS dan Google Earth, Peneliti melakukan survei visual 5% dari lahan kosong di setiap New York City borough, mengumpulkan tutupan lahan dan data penggunaan aktual. Lingkungan pendapatan dan banyak vegetasi secara signifikan berhubungan dengan sebagian besar cara-cara yang banyak kosong yang digunakan dalam praktek. Secara khusus, banyak yang sebenarnya tidak terpakai (33%) cenderung berada di lingkungan dengan kepadatan penduduk yang relatif tinggi dan tingkat pendapatan rumah tangga rata-rata rendah. Kevalidasian data dari pengembangan model yang digambarkan oleh peneliti masih kurang sehingga dalam penelitiannya seharusnya melakukan survey langsung walaupun hanya untuk menguji coba beberapa titik sampel. Akan tetapi, Penelitian ini bersifat terbarukan berdasarkan ide dari topik penulis.
Larondelle et, al. menyajikan analisis pertama dari keragaman mengatur jasa ekosistem (ESS) –Key variabel untuk kelestarian lingkungan global dan perubahan di era-di perkotaan secara global bagian penting dari dunia urban, Eropa perkotaan. Peneliti memetakan pola pan-Eropa pertama dan mengatur jasa ekosistem di daerah inti perkotaan dan pedalaman terkait dan membahas data yang melawan latar belakang sejarah dan perencanaan pembangunan lahan budaya masing-masing kota. Peliti menunjukkan bahwa distribusi heterogen mengatur jasa ekosistem di seluruh kota-kota Eropa, dan menemukan perbedaan yang cukup besar antara penyediaan kota inti dan pedalaman, pengelompokan wilayah Eropa sesuai dengan potensi mereka untuk perkotaan ekosistem layanan provisioning serta pasokan jasa ekosistem peringkat untuk kota-kota Eropa. Kelebihan dari jurnal inimembuktikan bhwa gambaran keseluruhan pertama layanan di perkotaan Uni Eropa mengatur dan menyediakan informasi keputusan pada aspek-aspek kunci dari kebijakan Eropa di masa depan dan strategi yang melibatkan alam perkotaan, hijau spasi dan kesehatan.
dikembangkan di aplikasikan terhadap dinamika yang terjadi pada setiap perencanaan kota.
Tischa A. Munoz Erickson yang merupakan peneliti di USDA Forest Service, International Institute of Tropical Forestry, Jardı´n Bota´ nico Sur, 1201 Calle Ceiba, Rı´o Piedras menggambarkan bagaimana sistem pengetahuan tindakan jaringan aktor yang terlibat dalam produksi, berbagi dan penggunaan pengetahuan yang relevan dengan kebijakan pekerjaan dalam proses mengembangkan strategi berkelanjutan untuk kota-kota. Penulis mengembangkan kerangka interdisipliner yang analisis sistem pengetahuan tindakan (KASA) framework yang mengintegrasikan konsep produksi bersama tersebut pengetahuan dan tatanan sosial dengan alat analisis jaringan sosial untuk menganalisis konfigurasi sistem pengetahuan-tindakan yang ada di kota San Juan, Puerto Rico, dan bagaimana ini membentuk kedua apa yang kita ketahui dan bagaimana kita membayangkan masa depan kota. aku diterapkan KASA dalam konteks penggunaan lahan dan wilayah pemerintahan hijau dan menemukan bahwa jaringan yang beragam aktor berkontribusi jenis pengetahuan yang beragam, sehingga menunjukkan potensi inovasi dalam tata kelola. Potensi ini dikondisikan, namun oleh berbagai faktor politik dan budaya. Penulis menunjukkan bahwa mengembangkan kapasitas adaptif dan inovatif untuk keberlanjutan bukan semata-mata soal memanfaatkan ilmu yang lebih, tapi tentang mengelola politik pengetahuan dan visi yang muncul dari sistem pemerintahan yang kompleks. Menurut saya, Jurnal ini sangat sistematis dan menarik menjadi bahan perhatian dikarenakan dalam pengembangan ide, penulis menonjolkan ide yang bersifat terbarukan dan aspek yang dibahas sangat realistis dalam penentuan suatu projek perencanaan. Namun metodologi yang dibangun masih belum bersifat komunikatif.
Ruang terbuka hijau, seperti taman, hutan, atap hijau, sungai, dan kebun masyarakat, menyediakan kritis jasa ekosistem. RTH juga mempromosikan aktivitas fisik, psikologis, dan kesehatan masyarakat umum penduduk perkotaan. Wolch, et al. membahas tentang sastra Anglo-Amerika di perkotaan ruang hijau, terutama taman, dan membandingkan AS dan kota-kota Cina. Kebanyakan penelitian mengungkapkan bahwa distribusi ruang seperti manfaat sering tidak proporsional didominasi putih dan lebih masyarakat makmur. Akses ke ruang hijau ini semakin diakui sebagai lingkungan masalah keadilan. Banyak kota di AS telah menerapkan strategi untuk meningkatkan pasokan ruang terbuka hijau, terutama di lingkungan taman-miskin. Strategi meliputi penghijauan lahan perkotaan sisa dan penggunaan kembali infrastruktur transportasi usang atau kurang dimanfaatkan. Strategi yang sama sedang bekerja di Cina kota di mana ada kontrol negara lebih dari pasokan lahan tetapi insentif pasar yang sama untuk penghijauan perkotaan. Dalam kedua konteks, bagaimanapun, strategi ruang terbuka hijau mungkin paradoks: sementara penciptaan ruang hijau baru untuk mengatasi masalah keadilan lingkungan dapat membuat lingkungan lebih sehat dan lebih estetis menarik, juga dapat meningkatkan biaya perumahan dan nilai properti. Pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan gentrifikasi dan perpindahan sangat warga strategi ruang hijau yang dirancang untuk menguntungkan. Perencana kota, desainer, dan ekologi, oleh karena itu, perlu fokus pada strategi ruang terbuka hijau yang “cukup hijau” dan secara eksplisit melindungi sosial serta keberlanjutan ekologis. Jurnal ini membenarkan konsep yang menjadi bahan dalam kritikal review saya karena menilai konsep Green Urbanisme dalam sebuah kota menjadi hal yang sangat penting.
Kesimpulan
tentunya berkeadilan bisa di wujudkan didalam transformasi kota. Transformasi lebih dari sekedar menambal ulang, atau mengulang tambalan. Transformasi merupakan tingkatan, bukan sekedar peningkatan.Keberhasilan tidak dihitung dengan persentase, tapi langsung mengubah angka, indikator, asumsi, dan proposisi awalnya. Dengan mengusung konsep Green-Urbanisme dalam setiap pengembangan kota baru setidaknya bisa mengobati dan sekaligus mengembalikan publik dari keterasingan. Beberapa jurnal diatas merupakan beberapa model pendukung dari kota hijau.
Daftar Pustaka