• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi pemasaran lembaga bimbingan belajar Primagama Vila Nusa Indah Bogor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Strategi pemasaran lembaga bimbingan belajar Primagama Vila Nusa Indah Bogor"

Copied!
195
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Vita Hanafiyah
  • Pengajar:
    • Dr. Fathi Ismail, MM
    • Dr. Zahruddin, Lc., M.Pd
  • Sekolah: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Mata Pelajaran: Manajemen Pendidikan
  • Topik: Strategi Pemasaran Lembaga Bimbingan Belajar Primagama Vila Nusa Indah Bogor
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 1436 H / 2015 M
  • Kota: Jakarta

I. PENDAHULUAN

Penelitian ini berfokus pada strategi pemasaran Lembaga Bimbingan Belajar Primagama Cabang Vila Nusa Indah, Bogor. Lembaga ini beroperasi dalam konteks persaingan yang ketat di sektor pendidikan nonformal, terutama bimbingan belajar. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan marketing mix 5P (produk, harga, promosi, tempat, dan orang) untuk mencapai target pasar yang diinginkan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis SWOT, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh lembaga dalam strategi pemasarannya.

1.1 Latar Belakang Masalah

Latar belakang penelitian ini mencakup meningkatnya jumlah lembaga bimbingan belajar dan persaingan yang ketat di sektor pendidikan. Fenomena ini menciptakan tantangan bagi Primagama dalam menarik minat siswa, terutama pada tingkat SD dan SMA. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaksignifikan jumlah peserta bimbingan belajar dan mencari solusi melalui strategi pemasaran yang tepat.

1.2 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah mencakup munculnya lembaga bimbingan belajar baru, ketidakcapai target jumlah siswa, dan kurangnya perhatian terhadap strategi pemasaran. Selain itu, terdapat juga tantangan dalam menarik minat siswa dari tingkat SD kelas 3-4 dan jurusan IPS di SMA. Penelitian ini akan mengkaji masalah-masalah tersebut untuk merumuskan strategi pemasaran yang lebih efektif.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan strategi pemasaran yang tepat dalam marketing mix 5P pada Lembaga Bimbingan Belajar Primagama Cabang Vila Nusa Indah. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk melakukan analisis SWOT guna memahami posisi lembaga dalam menghadapi persaingan dan mengidentifikasi langkah-langkah yang perlu diambil untuk meningkatkan jumlah siswa.

II. KAJIAN PUSTAKA

Kajian pustaka ini membahas konsep-konsep dasar terkait lembaga bimbingan belajar, strategi pemasaran, dan bauran pemasaran. Lembaga bimbingan belajar berfungsi sebagai tambahan untuk pendidikan formal dan memiliki peranan penting dalam membantu siswa mencapai hasil belajar yang optimal. Selain itu, strategi pemasaran yang tepat diperlukan untuk memastikan lembaga dapat bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar.

2.1 Pengertian Lembaga Bimbingan Belajar

Lembaga bimbingan belajar adalah bentuk pendidikan nonformal yang bertujuan untuk membantu siswa dalam meningkatkan prestasi akademik. Bimbingan belajar berfungsi untuk memberikan dukungan tambahan di luar jam sekolah, serta membantu siswa mengatasi kesulitan belajar. Hal ini penting untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif dan mendukung pencapaian hasil belajar yang optimal.

2.2 Fungsi Bimbingan Belajar

Fungsi bimbingan belajar meliputi pencegahan masalah, penyaluran bakat, penyesuaian dengan lingkungan, perbaikan kesulitan belajar, dan pemeliharaan hasil belajar. Fungsi-fungsi ini membantu siswa untuk mengatasi tantangan dalam pendidikan formal dan meningkatkan kemampuan mereka dalam belajar. Dengan demikian, lembaga bimbingan belajar berperan penting dalam mendukung keberhasilan siswa.

2.3 Pengertian Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah rencana yang terperinci untuk mencapai target pasar dalam situasi persaingan tertentu. Ini mencakup pemilihan pasar sasaran dan pengembangan bauran pemasaran yang sesuai. Strategi pemasaran yang efektif diperlukan untuk memastikan lembaga bimbingan belajar dapat memenuhi kebutuhan siswa dan bersaing dengan lembaga lain.

III. METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis penerapan strategi pemasaran di Lembaga Bimbingan Belajar Primagama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai fenomena yang terjadi di lembaga ini. Analisis SWOT juga diterapkan untuk mengevaluasi posisi lembaga dalam pasar.

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Lembaga Bimbingan Belajar Primagama Cabang Vila Nusa Indah, Bogor. Waktu penelitian berlangsung selama beberapa bulan, dimulai dari pengumpulan data hingga analisis hasil. Lokasi penelitian dipilih berdasarkan relevansinya dengan tujuan studi dan ketersediaan informasi yang diperlukan.

3.2 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang terjadi di Lembaga Bimbingan Belajar. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan pengelola dan peserta didik, serta studi dokumentasi untuk memperoleh informasi yang komprehensif mengenai strategi pemasaran yang diterapkan.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data meliputi observasi untuk memahami kondisi lapangan, wawancara untuk mendapatkan perspektif dari pihak pengelola dan siswa, serta studi dokumentasi untuk mendalami data yang sudah ada. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan informasi yang valid dan relevan untuk analisis lebih lanjut.

IV. HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Primagama Vila Nusa Indah menghadapi tantangan dalam mencapai target jumlah siswa. Meskipun telah menerapkan berbagai strategi pemasaran, masih terdapat kelemahan yang perlu diperbaiki. Melalui analisis SWOT, ditemukan bahwa lembaga ini memiliki kekuatan dan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan jumlah siswa.

4.1 Gambaran Umum Lembaga Bimbel Primagama Vila Nusa Indah

Lembaga Bimbingan Belajar Primagama Vila Nusa Indah memiliki sejarah yang kuat dan struktur organisasi yang jelas. Dengan visi untuk menjadi lembaga pendidikan terkemuka, Primagama berkomitmen untuk memberikan layanan yang berkualitas kepada siswa. Namun, tantangan dalam menarik minat siswa masih menjadi fokus utama.

4.2 Deskripsi Analisis dan Interpretasi Data

Analisis data menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan oleh Primagama belum sepenuhnya efektif dalam menarik siswa. Meskipun telah dilakukan promosi dan penawaran produk yang menarik, masih terdapat kekurangan dalam pemahaman pasar dan kebutuhan siswa. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam strategi pemasaran yang ada.

4.3 Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Jumlah Siswa

Strategi pemasaran yang direkomendasikan mencakup peningkatan diferensiasi produk, penyesuaian harga yang kompetitif, serta promosi yang lebih agresif di sekolah-sekolah. Selain itu, penting untuk melibatkan tenaga pengajar yang berkualitas untuk meningkatkan daya tarik lembaga. Implementasi strategi ini diharapkan dapat membantu Primagama mencapai target jumlah siswa yang diinginkan.

V. PENUTUP

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan oleh Lembaga Bimbingan Belajar Primagama Vila Nusa Indah perlu ditingkatkan. Dengan memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada, lembaga dapat merumuskan strategi yang lebih efektif untuk mencapai target siswa. Selain itu, saran untuk pengembangan lebih lanjut juga diberikan untuk meningkatkan kualitas layanan lembaga.

5.1 Kesimpulan

Penelitian ini berhasil mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran di Lembaga Bimbingan Belajar Primagama. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun ada upaya untuk menarik siswa, masih terdapat kelemahan yang harus diperbaiki. Oleh karena itu, strategi pemasaran yang lebih terarah dan terencana diperlukan untuk mencapai target yang diinginkan.

5.2 Saran

Saran untuk Primagama mencakup pengembangan program yang lebih variatif, peningkatan promosi di sekolah, dan penguatan hubungan dengan orang tua siswa. Selain itu, lembaga juga disarankan untuk terus melakukan evaluasi dan adaptasi terhadap strategi pemasaran yang diterapkan agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar.

Gambar

Gambar 3.1  Proses Analisa Data .........................................................................
Tabel 1.1 Jumlah Lembaga Bimbingan Belajar di Jabodetabek tahun 2009
gambar dibawah ini.5
Gambar 2.1: Struktur Organisasi Lembaga Bimbingan Belajar
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang tepat untuk perusahaan serta mengetahui kondisi perusahaan melalui Analisis SWOT untuk menemukan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran yang tepat untuk perusahaan melalui Analisis SWOT untuk menemukan strategi- strategi alternatif yang

Penelitian ini dilakukan di Secret Garden Village yang bertujuan untuk mengetahui penerapan strategi bauran pemasaran (marketing mix) serta peranan bauran pemasaran

Dalam menentukan strategi pemasaran dapat dilakukan dengan cara mendeskripsikan pemasaran dengan pendekatan marketing mix sehingga menghasilkan alternatif strategi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi strategi bauran pemasaran (marketing mix) ditinjau dari produk, harga, tempat, promosi pada obat prekursor

Strategi pemasaran semen pada PT Semen Baturaja (Persero) Tbk Pabrik Panjang dengan menggunakan strategi bauran pemasaran (Marketing Mix) yang terdiri dari strategi produk,

Dalam strategi pemasaran terdapat strategi acuan /bauran pemasaran (marketing mix), yang menetapkan komposisi terbaik dari variable pemasaran untuk dapat mencapai

Rahmat Jaya Pasuruan perlu memaksimalkan Strategi Pemasaran untuk mencapai tujuan perusahaan dengan memperhatikan bauran pemasaran marketing mix yang terdiri dari variabel produk,