• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Lanskap Jalan Masuk Kantor Pusat CIFOR, Situgede-Bogor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Lanskap Jalan Masuk Kantor Pusat CIFOR, Situgede-Bogor"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

(1)

PEMNCANGAN LANSKAP

JALAN

MASUK

WNTOR PUSAT

CIFOR, SlTUGEDE

-

BOGOR

JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(2)

PERANCANGAN LANSKAQJALAN MASUK

KANTOR PUSAP CIFOR, SITUGEDE

-

BOGOR

Skripsi

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pacla Fakuitas Pertanian

Institut Peltmian Bogor

Oieh

D mVRDIANNY A 31.1256

JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN

(3)

HALAMAN PENGESAHAN

Judul : Perancangan Lanskap Jalan Masuk Kantor Pusat

CIFOR, Situgede - Bogor NamL : Dinny Vktlianny

NRP

: 31.1256

Program Studi : Arsitektur Lanskap

Menyetujui,

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing I1

(Dr. Ir. Andi Gunawaa iv1Sc.l

.

Wlarietie Wunekar) NIP : 131.681.404

NIP

: 130.239.751

fi

-"-

4lilil I

.

~ i . . . . ~ 4 i ~ ~ ~ u d m d i a t . -- MS.)

Yds--^NIP

130.873.228

\ r rg !

(4)

Dinny Virdiall~ly. Peranca~lgan Lilnskap .fillan &i;~suk Eantor Pusat

CIFOR, Situgede - Bogor. (Di batva11 bi~nbingan Andi Gunanran (Ian Mariet,je Wungkar)

Keberatlaan C F O R (Cenferjbr Ir~ferniltional Foresbji Research) sebagai balai penelitian berkarakter kehutanan memerlukm fasilitas-fasilitas pendukung dalam melaksanakan aktivitasnya. Pengadaan sarana jdan masuk sebagai fasilitas transportasi d;ipat menunjang CIFOR dalam melaksanakan penelitian Itehutanan baik (ti tingkat nasional maupun internasional.

Hertlasarkan pnda hngsinya sebagai penclukung aktivitas penelitinn kehutanan di tingkat nasional maupun inlernasional, maka lanskap jalan masuk tersebut perlu dirancang agar secara fungsi berdaya guna clan secara estetik niemp~myai nilai indah. Disain yang clihasilkan diharapkan clapat diimplementasikan sehingga mampu memberikan pengalaman clan pendidikan serta identitas sebagai balai penelitian berkarakter kehutanan.

Penelitian ini tlilakukan dengan menggunakan metode survai (Neuman, 1991) clan metode sernantic rltferential (Neuman, 1991; (Ian Gunawan (Ian Yoshida, 1994). Pada pelaksanaannya mengacu kepada proses perencanaan pada umumnya yang terdiri dari research inventarisasi, analisis dan sintesis, konsep perencanaan, dan disain (Simonds, 1983; dan Raclunan, 1996). Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei 1998 sampai Juni 1999.

Tiga ha1 penting yang hams dipertimbangkan clalaln merancang lanskap jaliln adalah kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan jalan, kondisi biofisik lanskap jalan tersebut dan keinghan pengguna jalan. Ketiganya akan menjadi dasar pertimbangan pada setiap tahap kegiatan penelitian.

(5)

Melalui kegiatan analisis-sintesis dillasilkan 3 (tiga) alternatif tlisain pemecahan masalah yang clibuat berclasar patla kebijakan pemerintah, kondisi biofisik dan keinginan pengguna jalan. Konsep dasar alternatif pemecahan tlisain adalah membuat lanskap jalan yang arnan (Ian nyaman serta dapat mernberikan pengalaman baru c1;m iclentitas bagi pengguna jalan (baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan). Data mengenai keinginan pengguna jalan c1idal)atkan melalui jawaban kuisioner. Berdasarkan hasil penilaian mahasiswa Program Stucli iksitektur Pertamanan IPB melalui inetoda se1na17tic c/?flerential, maka Altecnatif Disain In adalah alteinatif disain terpilih. Ateinatif Disain 111 dijaclikan konsep pengembangan tlalam kegiatan perancangan.

Perancangan lanskap pada daeral~ penerimaan (Ian pelepasan dibu~it untuk memberikan kesan yang mendalam serta memiliki cui khas (Ian mempertegas arah yang akan dilalui. Elemen lanskap yang cIigunak;~n berupa elemen-elemen lunak (pohon, semak clan penutup tanah) clan elemen-elemen keras serta ditata dalam bentuk formal.

Daerah pertemuan jalanlpersimpangan adalah tlaerah rawan bagi keamanan pengguna jalan. Pertemuan asus lalu lintas yang berbeda arah tujuan hams dapat terlillat jelas oleh pengguna jalan, sehingga tapak jalan dikosongkan dari elemen-elemen lanskap jalan yang dapat mengganggu transportasi. Jarak bebas pandang apabila tapak jalan berpotongan dengan jalan arteri primer clan kolektor (rmg road RO dan jalan Sindangbarang Dalam) aclalah 75 m sedangkan apabila herpotongan dengan jalan lokal (Gang Bengkong, Jalan Tawakal dan Jalan Berdikari) adalah 60 m. ~ i n ~ g i tanaman yang dapat ditanam cli jarak bebas pandang tidak boleh lebih dari 0,80 m.

Lanskap pada daer'ah penyangga berfungsi sebagai pengatur visual pemakai jalan, mengurangi kebisingan (Ian polusi jalan terhadap lingkungan sekitar serta pembatas jalan dengan lingkungan sekitar. Penataan tanaman renggang kewali pada tempat yang memiliki pernandangan visual yang kurang menarik.

(6)

K~iteria tanaman yang digunakan adalah rnelniliki ketahanan terl~adap polusi clan tlapat lutluip patla kontlisi telbatas, pemelihasi~annya ~ r ~ u d a l ~ disomping tidnk menggangg kelancaran lalu lintas dnn tnerusak konstruksi jnlan, serta mcmiliki nilai estetika. Beberapa pohon tnempakan identitas CFOR. Peletakan tanaman pada tapak disesuaikan dengan luas area tapak yang tersedin.

(7)

KATA PENGANTAR

Bismillahu~al~manitTahiin~.

tllhamdulillah, puji (Ian syukur Penulis panjatkan kehaciirat Allah Subhanaliu wa Ta'ala yang telah nlemberikan ralunat clan hidayat sert;~ bimbingan-Nya clalam rangka penyelesaian studi d u i proses penelitian l~ingga penulisan skipsi.

Ilalam kesempat'm yang berharga ini Penulis ingin menghaturkan terilna kasih kepacla:

1. Bapak Dr. Ir. ,4ncli Gunawan, MSc. clan

Ir.

Marietje Wungkar selaku dosen

pembimbing yang telah memberikan bitnbingan clan sarannya sainpai pada penyelesaian skipsi.

2. Il>u Ir. IIj. Eina IIemawati, bIlvl, WZBA dari Bappeda Kotamadpa Daerah Tingkat I1 Bogor yang telah nieinberikan kesempatan kepada Penulis untuk dapat melaksanakan kegiatan penelitian di Jalan Masuk Kantor Pusat CDF'OR.

3. Bapak Ir. Hilman dan Bapak Ir. Afriadi selaku staf Bappeda Kotainadya DATI I1 Bogor atas segala bantuan clan informasi kepada penulis selama pengambilan data mengenai Jalan Masuk Kantor Pusat CIFOR.

4. Selulull staf Desa Bubulak dan Desa Situgede atas segala bantuan dnn

informasi kepada Penulis selama pengambilan data di lapang.

5 . Mama, Papa, Bonny, Nenek, seluruh keluarga, suami serta itnak tercinta

Rizky, yang senantiasa memberi dorongan, doa dan kasih sayang.

6. Pak Dana, IvIbak h i , blbak Kar dan Mang Ujanng atas segala bantunnnya kepada Penulis sehingga penulisan skripsi dapat berjalan lancar.

7 . Saudaraku Yusi, Tari, Ine, Eva, Uul, Lita dan Iphan atas dukungannya yang

luar biasa.

8. Semua teman Lanskap 31 yang telah banyak membantu clan memberikan dorongan.

(8)

DAFTAR ISI.

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xi

PENDAHULUAN ... 1

1.atar Belakilng ... 1

. . Tr!ju;ln S l u d ~ ... 2

TINJAUAN PUSTAKA ... 3

Lanskitp 3i1lan ...

Peli~llcangan Lauskap Jalart Ruang Terhuka P1ij:ru

Penana111;ln J a l u r I-Iijau Jnlan ... ...

Street Furnifrrre (Perabot Jsla11)

METODOLOGI ... Loki~si (la11 Waktu ... R?etode Peuelitian ...

INVENTARISASI

...

Icehi. jakan Pemerintah ...

. . . .

K o n d l s ~ Rlofistk

...

Iceinginan b~Iasy;lrakat ...

ANALISIS DAN SINTESIS ... Kehi. jakan E'enlerintah ...

7

. . . .

kolldlst Blofislk ... I(ei1lgiilan hihsyarakat ... I<otlsep Dasar AlteinatiSPemecaha~l Disain

...

. .

:\lteiIlatif PemecilIlao Dtsaln

...

KONSEp PENGEMBANGAN DAN PERENCANAAN

...

. . .

f:[asiI pe11il;lian Alternatif D ~ s a ~ n

...

Evalu;)si Alternetif Disain

...

(9)

Daerah Pelepasan ...

.

.

...

PERANCANGAN ...

Tata jau ...

Bierah Perteniuan .JalanlPersi~npnnga~-r

...

Daerall Penyangga ...

... Daerah Manfaat Jalan

=its Let;tk Perlengltapan Jalan ...

Penelang;tn Lanskap

...

Trotoar ...

.

.

.

... Drainase I. .inslap ...

liambu tian Markit ...

.

.

... ...

Boks Telepon U m u ~ n (Ian I-Ialte

Ternpat Simpah

...

. .

...

Ret[un~ng Waf1

KESIMPULAN DAN SARAN

...

...

Saran

DAFTAR PUSTAKA

...

...

(10)

DAFTAR TABEL

I-Ialarr~;~n Teks

. .

. 1. Kegiatan Peng~iml~ulan Data F~sik ... 12

2 . Persentase Jcnis Tannman yang Diinginkan IZesponden ... 38

3 . Jarak Segmen T'apak Penelitinn

...

52

4

.

Penempatan Elemen Lanskap patla Altematif Disain I

...

56

... 5

.

Penempatan Elemen Lanskap pada Alternatif Disain I1 57 6 . Pene~npatan Elemen L.anskap pada Alternatif Disain I1 I.

...

.... 58

7 . Persentase Data Diri Responden Kuisioner Se/t~at?tic D@^e~.ei>tjrrl ... 59

8

.

Penempatan Elemen Lanskap

...

77

L~nipil.cin

.

.

.

. 1

.

Form Kulsloner Penelitlan (1) ... 84

2

.

Rekap Jawaban Responden terhadap Kuisioner Penelitian (1) ... 85

3 . Daf'tar Nama Tanaman di Kebun Percobaan Dramaga ... 87

4

.

Form Kuisioner Penelitian (2)

...

90

...

.

(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)
(80)
(81)
(82)
(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)
(90)
(91)
(92)
(93)
(94)
(95)
(96)
(97)
(98)
(99)
(100)
(101)
(102)
(103)
(104)
(105)
(106)
(107)
(108)
(109)
(110)

Referensi

Dokumen terkait

Kebocoran tepi restorasi SIK Fuji ® II &gt; SIK Fuji ® VII white &gt; SIK Fuji ® VII pink tetapi tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna, sehingga ketiga restorasi

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam 2 siklus dengan menerapkan Metode Smart Games dalam pembelajaran Matematika pada siswa Kelas IX B

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ikan nila dengan kepadatan yang berbeda dalam menghambat bakteri Vibrio sp., dan mengetahui peran ikan nila

Pada sisi lain, jika berakhirnya perjanjian bagi hasil berdasarkan keinginan pemilik di saat penggarap masih dalam proses produksi (belum panen), maka pemilik tetap

Kelebihan transformasi NDVI dibandingkan dengan transformasi indeks vegetasi yang lain diantaranya adalah menonjolkan tingkat kerapatan vegetasi yang memiliki kaitan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi fiskal secara tidak langsung mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, namun keseimbangan antar daerah (yang dianalisis dengan

dikumpulkan sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif. Analisis Data Kasus I Kasus I MTsN 1 Kota Blitar Kasus II MTsN 2

Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief- relief (tetapi bukan merupakan riwayat yang lengkap ) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari