• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan Transplantasi Karang di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kebijakan Transplantasi Karang di Indonesia"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)

Referensi

Dokumen terkait

Komposisi penyusun substrat dasar terdiri dari penutupan karang keras sebesar 84.76% yang didominasi oleh penutupan karang Non-Acropora sebesar 80;96% dengan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan tutupan turf algae pada karang Genus Acropora dan laju pertumbuhan karang hidup Genus Acropora

Hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah kelangsungan hidup karang Acropora millepora selama pengamatan 3 bulan adalah 100 %, karang Acropora

Berdasarkan genus juvenil karang yang diamati, diperoleh hasil juvenil karang terbanyak adalah Genus Porites dengan persentase kemunculan sebesar 23%, diikuti

Penelitian ini bertujuan mengetahui laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup karang serta parameter yang mempengaruhi transplantasi karang jenis Acropora

Mencermati ukuran koloni karang batu yang menyebar disepanjang pantai Pulau Nusalaut lebih didominasi oleh marga Porites terutama jenis Porites lutea yang dijumpai di seluruh

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan tutupan turf algae pada karang Genus Acropora dan laju pertumbuhan karang hidup Genus Acropora

Kepadatan tertinggi ditemukan pada genus Acropora, hal ini disebabkan karena famili dari karang Acroporidae dan Pocilloporidae merupakan famili karang perintis dan