Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI
MEDAN
SKRIPSI
PENGARUH PERPUTARAN PIUTANG USAHA DAN PERPUTARAN PERSEDIAAN TERHADAP
TINGKAT RENTABILITAS PERUSAHAAN OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
OLEH:
NAMA : ESTHER THERESIA O.S.
NIM : 050503084
DEPARTEMEN : AKUNTANSI
Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul:
Pengaruh Perputaran Piutang Usaha dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat
Rentabilitas Perusahaan Otomotif dan Komponennya yang Terdaftar di Bursa
Efek Indonesia.
Adalah benar hasil karya saya sendiri dan judul dimaksud belum pernah dimuat,
dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan skripsi
level program S-1 Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Univesitas Sumatera
Utara.
Semua sumber data dan informasi yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas,
benar apa adanya. Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar saya
bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas Sumatera Utara.
Medan, 23 Juni 2009 Yang Membuat Pernyataan
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kupanjatkan padaMu Yesus Kristus atas segala
berkat dan tuntunanMu yang tiada berkesudahan yang telah Engkau berikan
kepadaku dalam penyelesaian skripsi ini. Terimakasih ya Tuhan buat
penyertaanMu dalam setiap suka maupun pergumulanku Engkau tetap
menguatkanku.
Skripsi ini penulis persembahkan untuk keluarga tercinta dan terhebat
yang telah memberikan doa dan dukungannya, teristimewa kepada orangtuaku
tersayang, E.br.Munthe dan Pdt. P.Simanjuntak yang telah memberikan kasih
sayang tulus serta dukungan penuh kepada penulis sehingga penulisan skripsi ini
bisa diselesaikan. Kepada yang terkasih adik-adikku, Grace Simanjuntak dan
Andreas Simanjuntak yang selalu memberi semangat dan keceriaan dan tidak lupa
juga kepada abangku tercinta Josua Sagala buat kasih sayang, perhatian dan
dukungannya selama ini.
Adapun skripsi ini berjudul “Pengaruh Perputaran Piutang Usaha dan
Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif dan
Komponennya yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”, yang ditujukan untuk
memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan pada Universitas
Sumatera Utara untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah memberikan bimbingan, nasehat,
dan bantuan selama proses penyusunan skripsi ini.
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Hasan Sakti Siregar, M.Si, Ak, selaku Ketua Departemen
Akuntansi dan Ibu Dra. Mutia Ismail, MM, Ak, selaku Sekretaris Departemen
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Dra. Sri Mulyani, MBA, Ak, selaku pembimbing yang telah banyak
membantu dan memberikan pengarahan kepada penulis dari awal hingga
selesainya skripsi ini.
4. Bapak Drs. Hasan Sakti Siregar, M.Si, Ak, selaku dosen penguji I dan Ibu
Dra. Nurzaimah, MM, Ak, selaku dosen penguji II yang telah membantu
penulis melalui saran dan kritik membangun yang diberikan demi
kesempurnaan skripsi ini.
5. Ibu Dra. Nurzaimah, MM, Ak. selaku dosen wali yang telah banyak
membantu penulis dalam konsultasi akademik selama perkuliahan.
6. Seluruh Dosen dan Pegawai Fakultas Ekonomi, khususnya para Dosen
Akuntansi yang telah membimbing dan mengajar ilmu pengetahuan selama
penulis menimba ilmu di Fakultas Ekonomi.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
keterbatasan dan kemampuan penulis. Oleh karena itulah penulis selalu berusaha
untuk memperbaiki diri lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak.
Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan berkat dan karuniaNya. Amin.
Medan, 23 Juni 2009 Penulis,
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah Perputaran Piutang Usaha dan Perputaran Persediaan berpengaruh secara parsial maupun simultan terhadap tingkat rentabilitas. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan otomotif dan komponennya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Metode penelitian dalam skripsi ini adalah dengan menggunakan desain penelitian kausal, dengan jumlah sampel 18 perusahaan dari 19 perusahaan otomotif dan komponennya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk periode 2005-2007. Jenis data yang dipakai adalah data sekunder. Data diperoleh dari situs resmi Bursa efek Indonesia dan dari buku ICMD. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan metode analisis data yang terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik sebelum melakukan pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dengan uji t dan uji F pada level signifikansi 5% (α=0,05).
Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial variabel perputaran piutang usaha berpengaruh terhadap rentabilitas dan variabel perputaran persediaan tidak berpengaruh terhadap rentabilitas. Secara simultan, perputaran piutang usaha dan perputaran persediaan berpengaruh terhadap rentabilitas. Dimana 22.4% variasi dari perubahan rentabilitas dapat dijelaskan oleh variasi dari kedua variabel independen, sedangkan sisanya sebesar 77.6% dijelaskan oleh variasi atau faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi.
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
ABSTRACT
This research purpose is to proof the influence of accounts receivable turnover and inventory turnover to profitability measured with ROA. This research is conducted at Automotive and Allied product Industries listed on Indonesian Stock Exchange.
The method of this scientific paper is a causal research design with 18 industries as a sample from 19 industries which listed on Indonesian Stock Exchange. This research is done for 2005-2007 period. This research utilizes secondary data. The data are taken from Indonesian Stock Exchange sites and Indonesian Capital Market Directory book’s. The data which have already collected are processed with classic asumption test before hypothesis test. Hypothesis test in this research use multiple linier regression, with t test and with F test on 5% level of significant (α=0,05).
The result of this research show that in partial, account receivable turnover impact the Profitability and inventory turnover unsignificantly impact the profitability, as simultan account receivable turnover and inventory turnover have an impact toward the profitability. 22.4% variation from the Profitability change can be explained by the two independent variable. Meanwhile, the remainder 77.6% explained by other variation or factor which not include in regression model.
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
DAFTAR ISI
PERNYATAAN ... i
KATA PENGANTAR ... ii
ABSTRAK ... v
ABSTRACT ... vi
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR GAMBAR ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Perumusan Masalah ... 5
C. Tujuan Penelitian... 6
D. Manfaat Penelitian ... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Piutang ... 7
1. Pengertian Piutang Usaha... 7
2. Tingkat Perputaran Piutang ... ... 9
B. Persediaan ... 11
1. Pengertian Persediaan ... 11
2. Perputaran Persediaan ... 13
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
D. Pengaruh Perputaran Piutang dan Perputaran Persediaan Terhadap
Tingkat Rentabilitas ... 16
E. Tinjauan Penelitian Terdahulu ... 17
F. Kerangka Konseptual dan Hipotesis ... 18
1. Kerangka Konseptual Penelitian... 18
2. Hipotesis penelitian ... 20
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian ... 21
B. Populasi dan Sampel Penelitian ... 21
C. Jenis Data dan Sumber Data ... 23
D. Teknik Pengumpulan Data ... 24
E. Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel... 24
F. Identifikasi Variabel Penelitian ... 25
G. Metode Analisis Data ... 26
H. Jadwal Penelitian... 34
BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A. Data Penelitian... 35
B. Hasil Analisis Data Penelitian ... 36
1. Statistik Deskriptif ... 36
2. Pengujian Asumsi Klasik ... 37
3. Analisis Regresi ... 46
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan... 52
B. Keterbatasan Penelitian ... 53
C. Saran ... 54
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
DAFTAR TABEL
Nomor Judul
Tabel 3.1
Halaman
Daftar Sampel Perusahaan Otomotif dan Komponennya yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2007……….... 23
Tabel 3.2 Tabel Jadwal Penelitian... 34
Tabel 4.1 Daftar Perusahaan Otomotif dan komponennya………. 35
Tabel 4.2 Statistik Deskriptif..………... 36
Tabel 4.3 Uji Normalitas Sebelum Transformasi Data……….. 38
Tabel 4.4 Uji Normalitas Setelah Transformasi Data... 40
Tabel 4.5 Uji Multikolinearitas….………. 42
Tabel 4.6 Uji Autokorelasi …….……… 45
Tabel 4.7 Hasil Analisis Regresi.……… 46
Tabel 4.8 Model Summary (b)………... 47
Tabel 4.9 Uji Statistik t ………. 48
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
DAFTAR GAMBAR Nomor Judul
Gambar 2.1
Halaman
Gambar 4.1
Kerangka Konseptual ………..
Grafik Histogram ………... 18
38
Gambar 4.2 Grafik Normal Probability Plot ………... 39
Gambar 4.3
Gambar 4.4
Gambar 4.5
Grafik Histogram Setelah Transformasi...
Grafik Normal Probability Plot Setelah Transformasi...
Grafik Scatterplot... 41
41
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
DAFTAR LAMPIRAN
Nomor Judul
Lampiran i
Populasi, Kriteria, Sampel Perusahaan Otomotif dan
Komponennya
Lampiran ii Data Variabel Penelitian
Lampiran iii Statistik Deskriptif
Lampiran iv Hasil Uji Normalitas
Lampiran v Hasil Uji Multikolinearitas
Lampiran vi Hasil Uji Heterokedastisitas
Lampiran vii Hasil Uji Autokorelasi
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Piutang merupakan pos penting dalam perusahaan karena merupakan
bagian aktiva lancar yang likuid dan selalu dalam keadaan berputar. Artinya
piutang dapat dijadikan (dikonversikan) menjadi kas dengan segera dimana
jangka waktu paling lama satu tahun. Semakin tinggi probabilitas piutang dapat
diterima pada waktunya, semakin dapat dijadikan jaminan bagi pembayaran kas
yang telah dijadwalkan. Seberapa cepat piutang dikonversikan menjadi kas dalam
jangka waktu satu tahun disebut dengan perputaran piutang.
Perputaran piutang akan menentukan besar kecilnya keuntungan yang
akan diperoleh perusahaan. Hal ini akan mempengaruhi operasi perusahaan secara
tidak langsung yang berdampak pada tingkat perolehan keuntungan perusahaan
yang bersangkutan. Semakin tinggi perputaran piutang maka semakin tinggi pula
tingkat rentabilitasnya.
Persediaan merupakan unsur dari aktiva lancar yang merupakan unsur
yang aktif dalam operasi perusahaan yang secara terus-menerus diperoleh, diubah,
dan kemudian dijual kepada konsumen. Pada prinsipnya persediaan
mempermudah atau memperlancar jalannya operasi perusahaan yang harus
dilakukan secara berturut-turut untuk memproduksi barang-barang serta
mendistribusikannya kepada para pelanggan. Dengan adanya pengelolaan
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
tersimpan menjadi laba melalui penjualan yang kemudian bertransformasi
menjadi kas atau piutang.
Semakin tinggi perputaran persediaan barang, maka semakin tinggi biaya
yang dapat ditekan sehingga semakin besar perolehan laba suatu perusahaan.
Sebaliknya, jika semakin lambat perputaran persediaan barang, semakin kecil pula
perolehan labanya. Tingginya tingkat perputaran persediaan menyebabkan
perusahaan semakin cepat dalam melakukan penjualan barang dagang sehingga
semakin cepat pula bagi perusahaan dalam memperoleh dana baik dalam bentuk
uang tunai (kas) ataupun piutang. Dana yang diperoleh tersebut kemudian dapat
digunakan untuk pembiayaan aktiva lancar perusahaan sehingga akan
menunjukkan kondisi perusahaan yang baik.
Dari teori di atas, disimpulkan bahwa semakin cepat konversi ke kas
maka semakin baik pengelolaan modal kerjanya. Perusahaan didalam operasi
normalnya terkadang mempunyai laba yang besar dalam kegiatan bisnisnya
selama setahun tetapi, laba tersebut tidak mencerminkan jumlah kas atau likuiditas
perusahaan yang sebenarnya. Hal ini disebabkan pendapatan maupun penjualan
tidak selamanya diterima berupa kas tetapi masih berupa piutang yang akan
diterima beberapa bulan kedepan. Namun, perusahaan tetap mengakui sebagai
pendapatan dan melaporkannya ke dalam laporan laba rugi sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan (SAK) dalam hal pengakuan pendapatan untuk tujuan
akuntansi meskipun tidak menerima seluruhnya berupa kas.
Hal ini memerlukan perhatian lebih karena semakin lama jangka waktu
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
Jika terjadi resiko maka piutang yang dapat dikonversi ke kas akan berkurang dan
akibatnya ternyata laba yang dicatat perusahaan bukanlah laba yang sebenarnya.
Begitu juga halnya dengan persediaan, persediaan merupakan bahan untuk
melakukan produksi akan dijual dalam bentuk barang jadi dan penjualan yang
terjadi bisa saja berupa penjualan kredit maupun tunai.
Kelangsungan hidup perusahaan dipengaruhi oleh laba yang
diperolehnya. Jika perusahaan terus-menerus rugi dalam menjalankan usahanya,
akan menyebabkan perusahaan bangkrut dan artinya perusahaan tidak mampu
bertahan hidup. Akan tetapi, apabila perusahaan memperoleh laba bersih yang
tinggi maka perusahaan akan tetap bertahan dan mengembangkan perusahaannya.
Laba bersih yang diperoleh perusahaan dapat dilihat dari tingkat rentabilitas
perusahaan itu sendiri.
Rentabilitas suatu perusahaan menunjukkan perbandingan antara laba
dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut (Riyanto, 2001:35).
Dengan kata lain rentabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan
laba selama periode tertentu. Akan tetapi, bagi perusahaan pada umumnya
masalah rentabilitas adalah lebih penting dari pada masalah laba, karena laba yang
besar saja belum merupakan ukuran bahwa perusahaan itu telah dapat bekerja
dengan efisien.
Efisiensi baru dapat diketahui dengan membandingkan laba yang
diperoleh itu dengan kekayaan atau modal yang menghasilkan laba tersebut, atau
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
bagi perusahaan pada umumnya usahanya lebih diarahkan untuk mendapatkan
titik rentabilitas maksimal daripada laba maksimal.
Rentabilitas suatu perusahaan dapat diukur dengan rasio rentabilitas.
Rasio rentabilitas didapat dengan membandingkan antara laba dengan aktiva atau
modal yang menghasilkan laba. Rasio rentabilitas yang dipakai dalam penelitian
ini adalah Return On Assets (ROA). Untuk dapat mencapai ROA yang maksimal
dari suatu perusahaan tidak lepas dari pengelolaan modal kerja. Tingkat
perputaran piutang dan persediaan yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan
dapat memaksimalkan rentabilitasnya.
Perusahaan otomotif dan komponennya merupakan perusahaan yang
memiliki konsumen yang banyak di Indonesia. Setiap tahun, perusahaan selalu
berlomba untuk mengeluarkan inovasi baru dari produk-produknya untuk
memuaskan pelanggan. Dari tahun 2004, permintaan akan produk otomotif
semakin meningkat terutama produksi sepeda motor. Hal ini disebabkan semakin
murahnya konsumen untuk mendapatkan produk otomotif dengan cara kredit.
Beberapa perusahaan otomotif dan komponennya yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia selama tahun 2005-2007 memberikan Return On Assets dengan
jumlah yang berbeda-beda setiap tahunnya. Fenomena yang terjadi adalah
adakalanya saat perputaran piutang dan perputaran persediaan meningkat , laba
yang diperoleh perusahaan justru lebih kecil dari tahun sebelumnya. Dan
perusahaan dengan tingkat perputaran piutang dan perputaran persediaan yang
tinggi belum tentu menghasilkan ROA yang tinggi. Berdasarkan fenomena
satu-Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
satunya faktor yang dipertimbangkan pihak manajemen dalam menetapkan
besarnya laba yang diperoleh. Ada banyak faktor yang mempengaruhi
rentabilitas perusahaan seperti perputaran aktiva tetap, faktor pengawasan,
ketentuan dari pemerintah dan faktor lainnya.
Penelitian ini merupakan penelitian replikasi dan penelitian lanjutan dari
penelitian sebelumnya. Beberapa penelitian yang telah dilakukan yang berkaitan
dengan pengaruh perputaran piutang usaha dan perputaran persediaan terhadap
rentabilitas menggunakan rasio Return On Assets menunjukkan pengaruh dan
hubungan yang positif dan signifikan. Akan tetapi ada beberapa penulis yang
mendapatkan hasil yang berbeda yaitu bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan
antara perputaran piutang usaha dengan tingkat rentabilitas. Dari perbedaan hasil
yang diperoleh, penulis ingin menguji kembali pengaruh perputaran piutang dan
perputaran persediaan terhadap rentabilitas perusahaan dengan objek yang
berbeda yaitu perusahaan otomotif dan komponennya yang terdaftar di BEI.
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan diatas, maka penulis tertarik
untuk membuat suatu karya ilmiah berbentuk skripsi dengan judul “Pengaruh
Perputaran Piutang Usaha dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat
Rentabilitas Perusahaan Otomotif dan Komponennya yang Terdaftar di
BEI”.
B. Perumusan Masalah
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Apakah
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
secara parsial maupun simultan terhadap tingkat rentabilitas perusahaan otomotif
dan komponennya yang terdaftar di BEI?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui pengaruh
perputaran piutang usaha dan perputaran persediaan secara parsial maupun
simultan terhadap tingkat rentabilitas perusahaan otomotif dan komponennya
yang terdaftar di BEI.
2. Manfaat Penelitian
1. Bagi peneliti, untuk menambah wawasan, pengetahuan dalam bidang
akuntansi khususnya mengenai pengaruh perputaran piutang usaha dan
perputaran persediaan terhadap rentabilitas perusahaan.
2. Bagi perusahaan, hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi untuk
pengelolaan piutang dan persediaan yang lebih baik dan bagi
manajemen perusahaan untuk dijadikan bahan masukan dalam
pengambilan keputusan bagi perencanaan operasional perusahaan.
3. Bagi pembaca, untuk menambah pengetahuan dan sebagai referensi
bagi pihak lain untuk melakukan penelitian ataupun menyelesaikan
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA A. Piutang Usaha
1. Pengertian Piutang Usaha
Menurut Smith (2005:286) “..piutang dapat didefenisikan dalam arti luas
sebagai hak atau klaim terhadap pihak lain atas uang, barang, dan jasa. Namun,
untuk tujuan akuntansi, istilah ini umumnya diterapkan sebagai klaim yang
diharapkan dapat diselesaikan melalui penerimaan kas”. Dengan adanya hak
klaim ini, perusahaan dapat menuntut pembayaran dalam bentuk uang atau
penyerahan aktiva atau jasa lain kepada pihak siapa dia berhutang.
Penjualan kredit tidak segera menghasilkan penerimaan kas, tetapi
menimbulkan piutang langganan dan barulah kemudian pada hari jatuh temponya
terjadi aliran kas masuk (cash inflows) yang berasal dari pengumpulan piutang
tersebut. Istilah piutang ( receivable) meliputi semua klaim dalam bentuk uang
terhadap entitas lainnya, termasuk individu, perusahaan atau organisasi lainnya.
Secara umum piutang usaha dapat didefenisikan sebagai tagihan yang
timbul sebagai akibat dari penjualan barang atau jasa secara kredit. Piutang juga
dapat timbul ketika suatu perusahaan memberi pinjaman uang kepada perusahaan
lain dan menerima promes/wesel, melakukan suatu jasa, ataupun beberapa tipe
transaksi lainnya yang menciptakan suatu hubungan antara pihak yang memberi
pinjaman dengan pihak yang terhutang. Piutang dicatat dengan mendebet akun
piutang usaha (account receivable) dan diklasifikasikan dalam neraca sebagai
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
Piutang usaha dapat diklasifikasikan sebagai piutang lancar (piutang
jangka pendek) dan piutang tidak lancar (piutang jangka panjang). Piutang lancar
(current receivable) diharapkan akan tertagih dalam satu tahun atau selama satu
siklus operasi berjalan. Semua piutang lain diklasifikasikan sebagai piutang tidak
lancar (non current receivable). Piutang selanjutnya diklasifikasikan dalam neraca
sebagai piutang dagang atau non dagang.
1. Piutang dagang (trade receivable)
Piutang dagang adalah jumlah yang terutang oleh pelanggan untuk barang dan
jasa yang telah diberikan sebagai bagian dari operasi bisnis normal. Piutang
ini dapat dibagi menjadi piutang usaha dan wesel tagih.
a. Piutang usaha (account receivable)
Piutang usaha berasal dari penjualan kredit jangka pendek dan biasanya
dapat ditagih dalam waktu 30-60 hari. Biasanya piutang usaha tidak
melibatkan bunga, meskipun pembayaran bunga atau biaya jasa dapat saja
ditambahkan bilamana pembayarannya tidak dilakukan dalam periode
tertentu. Dalam melakukan penjualan kredit, perusahaan biasanya
menawarkan diskon sebagai syarat pembayaran, biasanya 2/10, n/30. Ini
berarti pelanggan diberikan diskon tunai 2% apabila membayar dalam 10
hari dari hari penjulan, bila tidak maka pelanggan harus membayar penuh
dalam kurun waktu 30 hari.
b. Wesel tagih (notes receivable)
Wesel tagih adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
penjualan, pembayaran atau transaksi lainnya. Wesel tagih bisa bersifat
jangka pendek ataupun jangka panjang.
Wesel tagih dapat digolongkan dalam 2 jenis, yaitu:
1) Wesel tagih berbunga (interest bearing notes)
Wesel tagih berbunga ditulis sebagai perjanjian untuk membayar
pokok atau jumlah nominal dan ditambah dengan bunga yang
terhutang pada tingkat khusus.
2) Wesel tagih tanpa bunga (non interest bearing note)
Pada wesel tagih tanpa bunga tidak dicantumkan persen bunga, tetapi
jumlah nominalnya meliputi beban bunga.
2. Piutang non dagang (non trade receivable)
Piutang non dagang berasal dari berbagai transaksi dan dapat berupa janji
tertulis untuk membayar atau mengirimkan sesuatu. Karena sifatnya yang
unik, piutang non dagang umumnya diklasifikasikan dan dilaporkan sebagai
pos terpisah dalam neraca.
2. Tingkat Perputaran Piutang Usaha
Piutang usaha merupakan elemen modal kerja yang selalu dalam
keadaan berputar, artinya piutang akan tertagih pada saat tertentu dan akan timbul
lagi akibat penjualan begitu seterusnya. Periode perputaran piutang usaha
tergantung pada panjang pendeknya ketentuan waktu yang dipersyaratkan dalam
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
semakin lama terikatnya modal kerja tersebut dalam piutang dan berarti makin
kecil tingkat perputaran piutang usaha dalam satu periode dan sebaliknya.
Dalam keadaan yang normal dan dimana penjulan pada umumnya
dilakukan secara kredit, piutang mempunyai tingkat likuiditas yang lebih tinggi
dari pada persediaan. Hal ini dikarenakan perputaran piutang ke kas
membutuhkan satu langkah saja yaitu penagihan sedangkan persediaan harus
diproses lagi untuk memperoleh kas. Penentuan besar kecilnya jumlah piutang
serta kebijakan penjualan secara kredit merupakan hal yang sangat penting dalam
merencanakan dan mengendalikan jumlah piutang.
Perputaran piutang usaha merupakan rasio aktivitas yaitu rasio yang
mengukur kemampuan perusahaan dalam menggunakan dana yang tersedia yang
tercermin dalam perputaran modal. Tingkat perputaran piutang usaha dapat
diketahui dengan membagi total penjualan kredit dengan jumlah rata-rata piutang.
Tingkat perputaran piutang =
Perputaran piutang ini menunjukkan berapa kali sejumlah modal yang tertanam
dalam piutang yang berasal dari penjualan kredit berputar selama satu periode.
Dengan kata lain, rasio perputaran piutang bisa diartikan dengan berapa kali suatu
perusahaan dalam setahun mampu “membalikkan” atau menerima kembali kas
dari piutangnya. Semakin cepat perputaran piutang menandakan bahwa modal
dapat digunakan secara efisien.
Munawir (2005:75) mengemukakan bahwa:
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
lanjut, mungkin karena bagian kredit dan penagihan bekerja tidak efektif atau mungkin ada perubahan dalam kebijakan pemberian kredit”.
B. Persediaan
1. Pengertian Persediaan
Persediaan adalah barang-barang yang biasanya dapat dijumpai di
gudang tertutup, lapangan, gudang terbuka, atau tempat-tempat penyimpanan lain,
baik berupa bahan baku, barang setengah jadi, barang jadi, barang-barang untuk
keperluan operasi, atau barang-barang untuk keperluan suatu proyek (Indrajit,
2003:3). Persediaan barang secara umum digunakan untuk menunjukkan barang
-barang yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual kembali atau untuk
memproduksi barang yang akan dijual.
Stice dan Skousen (2004:654) mengemukakan bahwa :
“Persediaan (atau persediaan barang dagang) secara umum ditujukan untuk barang-barang yang dimiliki perusahaan dagang, baik berupa usaha grosir maupu n ritel, ketika barang-barang tersebut telah dibeli dan ada kondisi siap untuk dijual. Kata bahan baku (raw material), barang dalam proses (work in process), dan barang jadi (finished goods) untuk dijual ditujukan untuk persediaan di perusahaan manufaktur”.
Persediaan dapat dibedakan menjadi persediaan perusahaan dagang dan
perusahaan manufaktur. Persediaan barang dagang adalah persediaan yang dibeli
dengan tujuan akan dijual kembali. Sedangkan pada perusahaan manufaktur,
persediaan terdiri dari persediaan bahan baku dan bahan penolong, supplies
pabrik, barang dalam proses, dan produk selesai. Persediaan merupakan bagian
utama dari modal kerja yang merupakan aktiva yang pada setiap saat mengalami
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
mempunyai efek langsung terhadap laba perusahaan. Kesulitan dalam penentuan
besarnya persediaan akan dapat menekan laba perusahaan yang akan diperoleh.
Menurut Rangkuti (2004:7) jenis-jenis persediaan menurut fungsinya
adalah sebagai beikut :
1. Batch stock/Lot Size Inventory
Persediaan yang diadakan karena kita membeli atau membuat bahan-bahan atau barang-barang dalam jumlah yang lebih besar daripada jumlah yang dibutuhkan saat itu.
Keuntungannya :
a. Potongan harga pada harga pembelian b. Efisiensi produksi
c. Penghematan biaya angkutan
2. Fluctuation Stock
Persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaanb konsumen yang tidak dapat diramalkan.
3. Anticipation Stock
Persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diramalkan, berdasarkan pola musiman yang terdapat dalam satu tahun dan untuk menghadapi penggunaan, penjualan, atau permintaan yang meningkat.
Persedian merupakan salah satu pos modal kerja yang cukup penting
karena kebanyakan modal usaha berasal dari persediaan. Pada perusahaan dagang,
persediaan tersebut merupakan barang dagangan, sedangkan pada perusahaan
industri persediaan tersebut dapat berupa bahan mentah (raw material), barang
dalam proses (work in process), maupun barang jadi (finished goods). Kekurangan
atau kelebihan persediaan merupakan gejala yang kurang baik.
Kekurangan dapat berakibat larinya pelanggan, sedangkan kelebihan
persediaan dapat berakibat pemborosan atau tidak efisien. Oleh karena itu,
manajemen persediaan berusaha agar jumlah persediaan yang ada dapat menjamin
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
dengan persediaan dapat diminimalkan. Perhitungan total cost persediaan secara
keseluruhan dipengaruhi oleh faktor-faktor pembentuk biaya dari persediaan.
2. Perputaran Persediaan
Seperti halnya piutang sebagai elemen dari aktiva lancar, persediaan juga
mengalami perputaran. Perputaran persediaan menunjukkan berapa kali
persediaan diganti (dijual dan diganti) dalam waktu satu tahun. Dengan demikian,
tingkat perputaran persediaan yang tinggi mengindikasikan bahwa tingkat
penjualan yang tinggi pada perusahaan. Dengan tingkat perputaran persediaan
yang tinggi berarti resiko kerugian dan biaya terhadap persediaan dapat
diminimalkan.
Menurut Warren, et al. (2005: 462) ”Perputaran persediaan (inventory
turnover) mengukur hubungan antara volume barang dagang yang dijual dengan
jumlah persediaan yang dimiliki selama periode berjalan’’. Besarnya hasil
perhitungan persediaan menunjukkan tingkat kecepatan persediaan menjadi kas
atau piutang dagang. Rasio ini dihitung sebagai berikut :
rata
Menurut Munawir (2005:86) “rentabilitas atau profitabilitas adalah
menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang
menghasilkan laba tersebut”.
Dalam suatu perusahaan umumnya masalah rentabilitas lebih penting
daripada laba, karena laba yang besar bukan ukuran perusahaan telah bekerja
efisien. Efisiensi perusahaan dapat diketahui dengan membandingkan laba yang
diperoleh dengan modal yang menghasilkan laba tersebut atau dengan menghitung
rentabilitasnya.
Modal perusahaan pada dasarnya dapat berasal dari pemilik perusahaan
yang disebut dengan modal sendiri dan modal perusahaan yang berasal dari para
kreditur yang disebut dengan modal asing. Modal yang dimiliki sangat perlu
dipergunakan seefektif dan seefisien mungkin. Sehubungan dengan hal tersebut,
maka rentabilitas perusahaan dapat dihitung dengan dua cara:
1. perbandingan antara laba usaha dengan seluruh modal yang digunakan
(modal sendiri dan modal asing) yang disebut dengan rentabilitas
ekonomi
2. perbandingan antara laba yang tersedia untuk pemilik perusahaan dengan
jumlah modal sendiri yang dimasukkan oleh pemilik perusahaan
tersebut, yang disebut rentabilitas modal sendiri atau rentabilitas usaha.
Penelitian ini memfokuskan pada rentabilitas modal sendiri atau
rentabilitas usaha. Ada enam jenis rasio yang dapat dipakai untuk mengukur
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
1. Rasio margin laba kotor (gross profit margin)
Rasio margin laba kotor diperoleh dengan membandingkan laba kotor
dengan penjualan bersih. Rasio margin laba kotor menunjukkan tingkat efisiensi
perusahaan dalam mengendalikan harga pokok atau biaya produksi dan pajak.
Gross Profit Margin =
sales net
profit gross
2. Rasio margin laba bersih (net profit margin)
Rasio margin laba bersih diperoleh dengan membandingkan laba bersih
dengan penjualan bersih.
Rasio margin laba bersih =
bersih penjualan
bersih laba
3. Rasio Return On Assets (ROA)
Rasio pengembalian aktiva yaitu membandingkan laba bersih operasi
perusahaan dengan total aktiva.
ROA =
4. Rasio Return On Equity (ROE)
Rasio pengembalian atas ekuitas merupakan perbandingan antara laba
bersih dengan ekuitas.
5. Earning Per Share (EPS)
EPS merupakan ukuran investor dalam menghitung profitabilitas dengan
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
EPS =
6. Basic Earning Power (BEP)
BEP menunjukkan kemampuan perusahaan memperoleh laba diukur dari
jumlah laba sebelum dikurangi bunga dan pajak dibandingkan dengan total aktiva.
BEP =
Dalam mengukur rentabilitas pada penelitian ini, peneliti menggunakan
rasio Return on Assets (ROA) yang dapat dicapai dari tiap periode. Piutang dan
persediaan merupakan unsur aktiva yang akan mempengaruhi pengembalian
aktiva. Rasio ROA dipakai untuk mengukur kemampuan perusahaan
menghasilkan laba dari total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan pada satu
periode tertentu. Rasio ini diperoleh dengan cara membagi laba setelah bunga dan
pajak dengan total aktiva perusahaan.
D. Pengaruh Perputaran Piutang Usaha dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas
Piutang dan persediaan akan selalu mengalami perputaran selama
perusahaan masih melaksanakan kegiatan operasionalnya. Aktiva sebagai salah
satu bagian penting yang dimiliki oleh perusahaan untuk menghasilkan laba,
termasuk di dalamnya adalah piutang dan persediaan. Semakin cepat atau semakin
tinggi perputaran piutang dan perputaran persediaan, semakin tinggi pula tingkat
rentabilitas perusahaan. Hal ini disebabkan oleh semakin cepatnya perputaran
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
kerja yang tinggi kemudian akan meningkatkan laba bersih perusahaan. Dengan
mengetahui bagaimana tingkat perputaran piutang dan perputaran persediaan pada
perusahaan industri otomotif dan komponennya yang terdapat di BEI, dapat
diukur pengaruhnya terhadap rentabilitas perusahaan.
E. Tinjauan Penelitian Terdahulu
Beberapa penelitian sebelumnya yang menyangkut tentang perputaran
piutang dan perputaran persediaan dan pengaruhnya terhadap rentabilitas antara
lain:
Nama Peneliti
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
signifikan antara perputaran kas dan piutang terhadap rentabilitas, tetapi perputaran
persediaan berpengaruh signifikan terhadap rentabilitas.
F. Kerangka Konseptual dan Hipotesis
1. Kerangka Konseptual Penelitian.
Kerangka konseptual adalah suatu model yang menerangkan bagaimana
hubungan suatu teori dengan faktor-faktor yang penting yang telah diketahui
dalam suatu masalah tertentu. Berdasarkan latar belakang masalah, tinjauan
teoritis dan hasil penelitian terdahulu yang memberikan kesimpulan bahwa ada
pengaruh perputaran piutang usaha dan perputaran persediaan terhadap tingkat
rentabilitas perusahaan, maka dapat dibuat kerangka konseptual atas penelitian ini
seperti yang digambarkan berikut ini:
H1
Gambar 2.1: Kerangka Konseptual
Gambar 2.1
Rentabilitas (Y) Perputaran Piutang Usaha
(X1)
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
Keterangan :
Variabel Bebas (X1 ): Perputaran Piutang Usaha
Variabel Bebas (X2) : Perputaran Persediaan
Variabel Terikat (Y) : Rentabilitas
Perputaran piutang yaitu peredaran dana yang menunjukkan berapa kali
tiap tahunnya dana yang tertanam dalam piutang berputar dari bentuk piutang
menjadi kas, kemudian kembali ke bentuk piutang lagi. Tingkat perputaran
piutang yang tinggi berarti pengembalian dana yang tertanam dalam piutang
berlangsung secara cepat sehingga resiko kerugian piutang dapat diminimalkan.
Kas yang kembali tersebut dapat digunakan kembali untuk penjualan kredit atau
pemberian pinjaman kembali sehingga kredit yang diberikan menjadi tinggi.
Pada tingkat perputaran piutang yang tinggi maka piutang yang kembali
menjadi kas dapat digunakan lagi sehingga operasional perusahaan tidak
terganggu. Kas yang kembali tersebut meliputi unsur pokok pinjaman atau harga
pokok penjualan dan jasa pinjaman (bunga) atau laba penjualan. Dengan demikian
pada tingkat perputaran piutang yang tinggi, dapat menghasilkan jasa pinjaman
yang diterima dalam jumlah yang tinggi serta dapat meminimalkan biaya yang
dikeluarkan, sehingga laba bersih yang diterima akan tinggi jumlahnya. Tingginya
laba akan mempertinggi pula tingkat rentabilitas. Dengan demikian tingkat
perputaran piutang yang tinggi mengakibatkan tingkat rentabilitas perusahaan
meningkat.
Perputaran persediaan merupakan rasio antara jumlah harga pokok
barang yang dijual dengan nilai rata-rata persediaan yang dimiliki oleh
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
kembalinya dana yang tertanam pada persediaan. Dengan demikian resiko serta
biaya persediaan dapat diminimalkan.
Pada tingkat perputaran persediaan yang tinggi berarti terjadi tingkat
penjualan barang yang tinggi pula. Dengan demikian pada tingkat perputaran
persediaan yang tinggi dapat mengakibatkan penekanan pada biaya atau resiko
yang ditanggung dan menghasilkan volume penjualan yang tinggi. Akibatnya,
laba yang diterima akan mengalami peningkatan. Peningkatan laba yang diterima
akan menaikkan tingkat rentabilitas ekonomi. Dengan demikian tingkat
perputaran persediaan yang tinggi mengakibatkan tingkat rentabilitas perusahaan
meningkat. Jadi, perputaran piutang dan perputaran persediaan berpengaruh
positif terhadap tingkat rentabilitas perusahaan.
2. Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah jawaban atau dugaan sementara dari suatu permasalahan
yang dihadapi, yang kebenarannya masih perlu untuk dibuktikan lebih lanjut.
Berdasarkan tinjauan teoritis, rumusan masalah dan tinjauan penelitian terdahulu,
maka hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut:
H1: Perputaran piutang usaha dan perputaran persediaan berpengaruh
signifikan secara parsial maupun simultan terhadap tingkat rentabilitas
perusahaan otomotif dan komponennya yang terdaftar di Bursa Efek
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan kerangka kerja untuk merinci hubungan
antara variabel dalam suatu penelitian. Erlina dan Mulyani (2007 : 61)
menyatakan bahwa “desain penelitian adalah cetak biru yang memberi garis besar
dari setiap prosedur mulai dari hipotesis sampai analisis data.’’
Desain penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah desain
kausal, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan satu variabel
dengan variabel yang lainnya atau bagaimana satu variabel mempengaruhi
variabel lainnya (Umar, 2001 : 63). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini
adalah perputaran piutang usaha dan perputaran persediaan sebagai variabel bebas
dan Rentabilitas dengan memakai rasio Return On Assets (ROA) sebagai variabel
terikat.
B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian
Menurut Sugiyono (2006 : 72) “Populasi adalah wilayah generalisasi
yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, kemudian ditarik
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
industri otomotif dan komponennya yang terdaftar di BEI selama tahun
2005-2007 yaitu berjumlah 19 perusahaan.
2. Sampel Penelitian
Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut (Sugiyono, 2006 : 73). Teknik pengambilan sampel yang
digunakan adalah teknik purposive sampling dilakukan dengan mengambil sampel
dari populasi berdasarkan suatu kriteria tertentu. Kriteria yang digunakan dapat
berdasarkan pertimbangan (judgement) tertentu atau jatah (quota) tertentu
(Jogiyanto, 2004:79).
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria
sebagai berikut :
1. Perusahaan industri otomotif dan komponennya yang terdaftar di BEI
tahun 2005-2007 yang mana pada periode tersebut bernama BEJ (Bursa
Efek Jakarta).
2. Menerbitkan laporan keuangan terutama laba rugi dan neraca yang
diaudit periode tahun 2005-2007 dimana untuk perputaran piutang dan
perputaran persediaan, laporan keuangan yang diaudit mulai dari tahun
2004.
3. Data yang dimiliki perusahaan lengkap dan sesuai dengan varibel yang
diteliti.
Berdasarkan kriteria diatas didapat 18 sampel perusahaan otomotif dan
komponennya, dimana dari 19 populasi penelitian, terdapat satu perusahaan yaitu
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
tersebut tidak menerbitkan laporan keuangannya yang telah diaudit untuk tahun
2007 di Bursa Efek Indonesia.
Tabel 3.1
Daftar Sampel Perusahaan Otomotif dan Komponennya yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2007
NO NAMA PERUSAHAAN KODE
1 PT.Astra International Tbk. (ASII)
2 PT. Astra Otoparts Tbk (AUTO)
3 PT. Indo Kordsa Tbk. (BRAM)
4 PT. Goodyear Indonesia Tbk. (GDYR)
5 PT. Gajah Tunggal Tbk. (GJTL)
6 PT. Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA)
7 PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS)
8 PT. Indospring Tbk (INDS)
9 PT. Intraco Penta Tbk (INTA)
10 PT.Multin Prima Sejahtera Tbk. (LPIN)
11 PT. Polychem Indonesia Tbk. (POLY)
12 PT. Multistrada Arah Sarana Tbk. (MASA)
13 PT. Nipress Tbk. (NIPS)
Data penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian adalah berupa
data sekunder dan bersifat kuantitatif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan
data time series, yaitu sekumpulan data untuk meneliti suatu fenomena tertentu
yang dilakukan secara berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu. Menurut
Umar (2001 : 60) “data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih
lanjut, misalnya dalam bentuk tabel, grafik, diagram, gambar, dan sebagainya
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan yang berhubungan
dengan variabel penelitian, yaitu:
1. laporan laba-rugi perusahaan periode 2004-2007
2. neraca perusahaan periode 2005-2007
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik
dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mencari data
mengenai hal-hal atau variabel yang akan diteliti. Data yang digunakan dalam
penelitian ini diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan
dengan mengunduh melalui situs www.idx.co.id.
E. Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel
1. Perputaran Piutang Usaha
Perputaran piutang usaha ( account receivable turnover ) menunjukkan
seberapa cepat piutang yang dapat dikonversikan ke kas. Perputaran piutang
dianalisis untuk menilai keefektifan piutang yang dapat ditoleransi. Semakin baik
(cepat) tingkat perputaran piutang sebuah perusahaan maka semakin efektif
pengelolaan piutangnya dan semakin cepat piutang dapat dikonversi ke kas
sehingga rentabilitas meningkat. Rumus perputaran piutang usaha sebagai berikut:
Perputaran Piutang =
g piu rata rata
bersih kredit penjualan
tan
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
2. Perputaran Persediaan
Perputaran persediaan merupakan rasio antara jumlah harga pokok
barang yang dijual dengan nilai rata-rata persediaan yang dimiliki oleh
perusahaan, dapat diukur dengan formula sebagai berikut:
rata
Rentabilitas atau profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan
untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Tingkat rentabilitas yang diteliti
dalam masalah ini mencakup rasio Return on Assets (ROA) yaitu rasio utk
mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat
aset tertentu yang dapat diukur dengan formula sebagai berikut:
ROA =
F. Identifikasi Variabel Penelitian
Menurut Sugiyono (2006:31) “Variabel penelitian pada dasarnya adalah
sesuatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut kemudian ditarik
kesimpulannya”. Ada dua jenis variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
1. Variabel Independen (bebas)
Menurut Sugiyono (2006:33) “Variabel bebas adalah variabel yang
mempengaruhi atau yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel
dependen (variabel terikat).” Variabel independen yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu perputaran piutang usaha yang disimbolkan dengan “X1” dan
perputaran persediaan yang disimbolkan dengan “X2” .
2. Variabel Dependen (terikat)
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi
akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2006:33). Variabel dependen
yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat rentabilitas perusahaan dengan
menggunakan rasio Return on Assets yang disimbolkan dengan “Y”.
G. Metode Analisis Data
Sebelum menganalisis data yang terkumpul melalui penelitian ini,
terlebih dahulu ditetapkan metode analisis yang akan digunakan sehingga
pelaksanaannya lebih mudah dan terarah. Adapun metode analisis yang digunakan
dalam penelitian ini terdiri dari:
1. mengolah data-data perputaran piutang usaha, perputaran persediaan dan
tingkat rentabilitas sesuai dengan rumus yang telah dibahas sebelumnya dan
sesuai dengan periode yang ditetapkan.
2. melakukan uji asumsi klasik melalui program SPSS 15.0. Pengujian ini terdiri
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
a. Uji Normalitas
Menurut Erlina dan Mulyani (2007 : 103), ”uji ini berguna untuk tahap
awal dalam metode pemilihan analisis data. Jika data normal, gunakan statistik
parametrik dan jika data tidak normal gunakan statistik non parametrik atau
lakukan treatment agar data normal.”
Menurut Ghozali (2005 : 110), ”uji normalitas bertujuan untuk menguji
apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki
distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai
residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik
menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil.”
Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau
tidak menurut Ghozali (2005 : 110), yaitu :
i) Analisis grafik
Salah satu cara termudah untuk melihat normalitas residual adalah dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Metode yang lebih handal adalah dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal dan plotnya data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data residual normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya.
ii) Analisis statistik
Uji statistik sederhana dapat dilakukan dengan melihat nilai kurtosis dan nilai Z-skewness. Uji statistik lain yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik non parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S).
Pedoman pengambilan keputusan tentang data tersebut mendekati atau
merupakan distribusi normal berdasarkan uji Kolmogorov Smirnov dapat dilihat
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
a) nilai Sig. atau signifikan atau probabilitas < 0,05, maka distribusi data adalah
tidak normal.
b). nilai Sig. atau signifikan atau probabilitas > 0,05, maka distribusi data adalah
normal.
b. Uji Multikolinearitas,
Uji multikolinearitas berhubungan dengan adanya korelasi antar variabel
independen. Sebuah persamaan terjangkit penyakit ini bila dua atau lebih variabel
independen memiliki tingkat korelasi yang tinggi. Sebuah persamaan regresi
dikatakan baik bila persamaan tersebut memiliki variabel independen yang saling
tidak berkorelasi. Menurut Ghozali (2005 : 91), untuk mendeteksi ada atau
tidaknya multikolinearitas di dalam model regresi adalah sebagai berikut :
1) Nilai R2 yang dihasilkan oleh suatu estimasi model regresi empiris sangat tinggi, tetapi secara individual variabel-variabel independennya banyak yang tidak signifikan mempengaruhi variabel dependen.
2) Menganalisis matrik korelasi variabel-variabel independen. Jika antar variabel independen ada korelasi yang cukup tinggi (umumnya di atas 0.90), maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolinearitas. Tidak adanya korelasi yang tinggi antar variabel independen tidak berarti bebas dari multikolinearitas. Multikolinearitas dapat disebabkan karena adanya efek kombinasi dua atau lebih variabel independen.
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
Menurut Ghozali (2005 : 95), cara mengobati apabila terjadi
multikolonieritas dalam data penelitian adalah sebagai berikut:
a) Menggabungkan data crossection dan time series (pooling data)
b) Keluarkan satu atau lebih variable independen yang mempunyai korelasi tinggi dari model regresi dan identifikasikan variable independen lainnya untuk membantu prediksi.
c) Transformasi variable merupakan salah satu cara mengurangi hubungan linear di antara variable independen. Transformasi dapat dilakukan dalam bentuk logaritma natural dan bentuk first difference atau delta. Caranya
Yt = b1 + b2 X2t + b3 X3t + ut ……… (1)
Yt-1 = b1 + b2 X2t-1 + b3 X3t-1 + ut-1 ……… (2)
Kurangkan persamaan (2) dari (1) didapat first difference
Yt – Yt-1 = b2 (X2t – X2t-1) + b3 (X3t – X3t-1) + vt……(3) d) Gunakan model dengan variabel indevenden yang mempunyai korelasi tinggi
hanya semata-mata untuk prediksi (jangan mencoba untuk menginterpretasikan koefisien regresinya).
e) Gunakan metode analisis yang lebih canggih seperti Bayesian regression atau dalam kasus khusus ridge regression.
c. Uji Heterokedastisitas,
Uji heterokedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah
model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari satu pengamatan ke
pengamatan yang lain. Jika varians dari residual dari suatu pengamatan ke
pengamatan lainnya tetap, maka disebut homoskedastisitas. Dan jika varians
berbeda, maka disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang
tidak terjadi heteroskedastisitas.
Suatu model dikatakan terdapat gejala heterokedesitas jika koefisien
parameter beta dari persamaan regresi tersebut signifikan secara statistik.
Sebaliknya, jika parameter beta tidak signifikan secara statisik, hal ini
menunjukkan bahwa data model empiris yang diestimasi tidak terdapat
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
Untuk mengetahui adanya masalah heteroskesdatisitas ini kita bisa
menggunakan korelasi jenjang Spearman, tes Park, tes Goldfeld-Quandt, tes BPG,
tes White atau tes Glejser. Bila menggunakan korelasi jenjang Spearman, maka
kita harus menghitung nilai korelasi untuk setiap variabel independen terhadap
nilai residu, baru kemudian dicari tingkat signifikansinya. Park dan Glejser test
memiliki dasar test yang sama yaitu meregresikan kembali nilai residu ke variabel
independen.
Menurut Hadi (2006 : 174), salah satu cara untuk mengurangi masalah
heteroskesdatisitas adalah “menurunkan besarnya rentang (range) data. Salah satu
cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan rentang data adalah melakukan
transformasi (manipulasi) logaritma. Tindakan ini bisa dilakukan bila semua data
bertanda positif.”
Ada beberapa cara yang dapat dipakai untuk mendeteksi ada atau tidaknya
heterokedastisitas. Dalam penelitian ini menggunakan grafik scatterplot dengan
dasar analisis:
1. jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola
tertentu yang teratur maka mengindikasikan telah terjadi
heterokedastisitas.
2. jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di
bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas.
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah model regresi linear ada
korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan
pengganggu pada periode t-1(sebelumnya). Jika terjadi autokorelasi, maka
dinamakan problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang
berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. Masalah ini timbal karena
residual (kesalahan pengganggu) tidak bebas dari satu observasi ke observasi
lainnya. Hal ini sering ditemukan pada data runtut waktu (time series) karena
gangguan pada seseorang individu atau kelompok cenderung mempengaruhi
gangguan pada individu atau kelompok yang sama pada periode berikutnya.
Untuk mendeteksi adanya autokorelasi dapat digunakan uji Durbin
Watson (D-W). Panduan mengenai angka D-W untuk mendeteksi autokorelasi
bisa dilihat pada tabel D-W, yang bisa dilihat pada buku statistik yang relevan.
Namun demikian secara umum bisa diambil patokan:
1)Angka D-W di bawah -2 berarti ada autokorelasi positif.
2)Angka D-W di antara -2 sampai +2, berarti tidak ada autokorelasi.
3) Angka D-W diatas +2 berarti ada autokorelasi negatif
Jika terjadi autokorelasi, maka dapat diatasi dengan cara:
a) Melakukan transformasi data.
b) Menambah data observasi.
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
Model Regresi Berganda
Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda.
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel independen, yaitu perputaran piutang
usaha dan perputaran persediaan serta satu variabel dependen, yaitu rentabilitas
yang mempunyai hubungan yang saling mempengaruhi antara ketiga variabel
tersebut.
Persamaan umum regresi berganda yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu:
Y = a + b1X1 + b2X2 + e
Keterangan :
Y : Variabel dependen (rentabilitas perusahaan dengan menggunakan rasio ROA)
a : Konstanta atau harga Y bila X = 0
b1, b2 :Angka atau arah koefisien regresi, yang
menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen
X1 : Perputaran Piutang Usaha
X2 : Perputaran Persediaan
e : tingkat kesalahan pengganggu
Koefisien Determinasi (R²)
Pengujian Koefisien Determinasi (R²) digunakan untuk mengukur
proporsi atau persentase sumbangan variabel independen yang diteliti terhadap
variasi naik turunnya variabel dependen. Koefisien determinasi berkisar antara nol
sampai dengan satu ( 0 ≤ R² ≤ 1 ). Hal ini berarti bila R² = 0 menunjukkan tidak
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
semakin besar mendekati 1, menunjukkan semakin kuatnya pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen dan bila R² semakin kecil mendekati nol
maka dapat dikatakan semakin kecilnya pengaruh variabel independen terhadap
variabel dependen.
4. melakukan uji hipotesis.
1. Uji Parsial (Uji t Statistik)
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar variabel
independen berpengaruh terhadap variabel dependen.
Bentuk pengujiannya adalah :
Ho : b1,b2=0 , artinya Perputaran Piutang Usaha dan Perputaran Persediaan
secara Parsial tidak mempunyai pengaruh terhadap rentabilitas perusahaan.
Ha : b1,b2≠0 , artinya Perputaran Piutang Usaha dan Perputaran Persediaan
secara Parsial mempunyai pengaruh terhadap rentabilitas perusahaan.
Pengujian dilakukan menggunakan uji – t dengan tingkat pengujian
pada 5% derajat kebebasan (degree of freedom) atau df=(n – k). Uji ini
dilakukan dengan membandingkan signifikansi t-hitung dengan t-tabel dengan
ketentuan:
Ho diterima apabila t-hitung (t*) ≤ t-tabel (tt), pada 5%
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
2. Uji Simultan (Uji F Statistik)
Uji ini dilakukan untuk menilai pengaruh variabel bebas secara
bersama-sama terhadap variabel terikat. Bentuk pengujiannya adalah :
Ho : b1=b2 =0 , artinya Perputaran Piutang Usaha dan Perputaran Persediaan
secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap rentabilitas perusahaan.
Ha : b1≠b2≠0 , artinya Perputaran Piutang Usaha dan Perputaran Persediaan
secara bersama-sama berpengaruh terhadap rentabilitas perusahaan.
Kriteria pengambilan keputusan :
Ho diterima jika F hitung < F tabel
Ha diterima jika F hitung > F tabel
H. Jadwal Penelitian
Jadwal penelitian dilakukan sebagai berikut:
Tahapan Penelitian Apr Mei Jun Jul Agt Sept
Pengajuan Proposal
Bimbingan Proposal
Pengumpulan Data
Seminar Proposal
Pengolahan Data
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
A. Data Penelitian
Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah
perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang industri otomotif dan komponennya,
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada tanggal 30 November 2007,
Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) resmi berganti nama
menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada tahun 2005-2007
perusahaan-perusahaan yang menjadi sampel masih terdaftar di Bursa Efek Jakarta, tetapi
karena data penelitian diambil pada tahun 2009, maka penulis menggunakan nama
BEI. Daftar nama emiten yang menjadi sampel penelitian, yaitu:
Tabel 4.1
Daftar Perusahaan Otomotif dan Komponennya
Esther Thersia O.S : Pengaruh Perputaran Piutang Usaha Dan Perputaran Persediaan Terhadap Tingkat Rentabilitas Perusahaan Otomotif Dan Komponennya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
Periode penelitian dimulai dari tahun 2005 sampai 2007, dan
berdasarkan kriteria yang diperlukan, terdapat 18 perusahaan sebagai sampel
penelitian.
B. Analisis Hasil Penelitian 1. Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif memberikan penjelasan mengenai nilai minimum,
nilai maksimum, nilai rata-rata (mean), dan nilai standar deviasi dari
variabel-variabel independen dan variabel-variabel dependen. Berikut merupakan data statistik
secara umum dari seluruh data yang digunakan setelah transformasi data :
Tabel 4.2 Statistik Deskriptif
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
perputaran piutang 54 .17 24.05 6.5235 4.91499
perputaran persediaan 54 .57 24.53 5.9093 4.62102
Y 54 -90.37 12.95 1.0769 13.94628
Valid N (listwise) 54
Dari tabel 4.2 di atas, dapat dijelaskan bahwa:
1. Rata-rata dari perputaran piutang adalah 6.5235 dengan standard deviasi
4.91499 dan jumlah data yang ada adalah 54. Nilai perputaran piutang usaha
tertinggi adalah 24.05, dan nilai perputaran piutang usaha yang terendah
adalah 0.17.
2. Rata-rata dari perputaran persediaan adalah 5.9093 dengan standard deviasi