• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Sistem E-Procurement yang Terintegrasi di Biro Pengadaan IPC (Pelindo II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Sistem E-Procurement yang Terintegrasi di Biro Pengadaan IPC (Pelindo II"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)

DAFTAR PUSTAKA

Parasuraman, A-Berry, L., and Zeithaml, (1990), Delivering quality service

balancing customer perception and expectation, The Free Press, New

York.

Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Siahaya, Willem. 2012. Manajemen Pengadaan. Bandung: CV. Alfabeta Sinulingga, Sukaria. 2014. Metode Penelitian. Medan: USU Press

Supranto, J. 2001. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. Jakarta: PT Rineka Cipta

(10)

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

3.1 Pengadaan (Procurement)

Pengadaan barang dan jasa merupakan suatu kegiatan untuk memperoleh barang atau jasa yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh barang atau jasa. Aturan-aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah secara lengkap diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010, beberapa hal dalam proses pengadaan barang/jasa didefinisikan dalam pengertian dan istilah sebagai berikut:

1. Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya disebut dengan Pengadaan Barang/Jasa adalah kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa oleh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa.

2. Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya, yang selanjutnya disebut K/L/D/I adalah instansi/institusi yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

(11)

Perangkat Daerah atau Pejabat yang disamakan pada Institusi lain Pengguna APBN/APBD.

4. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD

5. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.

6. Unit Layanan Pengadaan yang selanjutnya disebut ULP adalah unit organisasi pemerintah yang berfungsi melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa di K/L/D/I yang bersifat permanen, dapat berdiri sendiri atau melekat pada unit yang sudah ada.

7. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Konsultansi/Jasa Lainnya 8. Layanan Pengadaan Secara Elektronik yang selanjutnya disebut LPSE adalah

unit kerja K/L/D/I yang dibentuk untuk menyelenggarakan sistem pelayanan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik.

9. E-Tendering adalah tata cara pemilihan Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua Penyedia Barang/Jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan secara elektronik dengan cara menyampaikan 1 (satu) kali penawaran dalam waktu yang telah ditentukan. 10. Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan

pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya.

(12)

tertentu diberbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware).

Dalam pelaksanaan proses pengadaan baik pada sektor pemerintah maupun non pemerintah harus menganut nilai dasar ataupun prinsip dasar pengadaan barang atau jasa. Nilai dasar atau prinsip dasar tersebut berfungsi sebagai pedoman atau landasan dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan jasa. Adapun nilai dasar atau prinsip dasar pengadaan barang dan jasa adalah sebagai berikut:

a. Efektif

Kegiatan pengadaan harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan. b. Efisien

Kegiatan pengadaan diusahakan dengan dana yang terbatas untuk mencapai sasaran yang dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dapat dipertanggungjawabkan

c. Transparan

Adanya suatu keadaan dimana pihak ketiga kegiatan pengadaan bisa melihat denga jelas barang atau jasa yang akan dibeli.

d. Terbuka

Siapapun dapat mengikuti proses lelang yang berlangsung sebagai calon penyedia dengan memenuhi syarat yang telah ditentukan.

e. Bersaing

(13)

f. Adil/Tidak Diskriminatif

Memberikan perlakuan yang sama terhadap semua calon penyedia tanpa mengarah untuk memberi keuntungan pada pihak tertentu

g. Akuntabel

Kegiatan pegadaan dapat ditelusur dari segi keuangan dengan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan pada berbagai pihak.

3.2 Definisi, Tujuan, dan Manfaat E-Procurement

Beberapa ahli memiliki pemahaman yang hampir sama mengenai

procurement.Croom dan Jones (2007) menjelaskan bahwa

e-procurementmerujukpada penggunaan penggabungan sistem teknologi informasi

untuk fungsi pengadaan,meliputi pencarian sumber daya, negosiasi, pemesanan, dan pembelian. Selain ituTatsis et al., (2006) juga mendefinisikan e-procurement sebagai penggabunganmanajemen, otomtisasi, dan optimisasi dari suatu proses pengadaan organisasi denganmenggunakan sistem elektronik berbasis web.

(14)

Menurut Johnson, Flynn (2015), E-Procurement adalah software aplikasi yang memungkinkan proses permintaan pembelian (requisition), persetujuan (approval), pembelian (ordering), penerimaan (receiving), penagihan (invoicing), dan pembayaran (payment) atas barang dan jasa melalui internet.

Teuku Adriansyah, Dimas (2012) pada Jurnal yang berjudul Analisis dan Perancangan Sistem E-Procurementpada PT. XYZ mengatakan pada kehidupan sekarang ini dunia teknologi sudah sangat berkembang di dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu jenis teknologi yang sudah sangat dikenal bagi masyarakat kita ialah teknologi internet, teknologi internet terbukti telah mem-berikan banyak manfaat bagi manusia. Beberapa contoh manfaat nyata sebut saja seperti lahirnya

E-commerce, E-education, E-bussiness, dan lain-lain. Teknologi ini datang

mendobrak batas-batas geografis dan waktu sehingga kita tidak lagi merasakan adanya batas dan halangan dalam berkomunikasi.

Layanan interaktif 24 jam seminggu sudah bukan merupakan hal yang mus-tahil untuk dilaksanakan. Internet bukansaja memberikan manfaat bagi kalangan bisnis, dengan manfaat yang begitu luas maka internet juga dapat dimanfaatkan untuk pengorganisasian lembaga atau institusi.

Sistem pengadaan yang terotomasi denganmemanfaatkan teknologi adalah sistem E-Procurement. Sistem ini menggunakan fasilitas internet. Setiap perusahaan tentu memiliki kebutuhan akan suatu barang tertentu agar operasi yang berjalan pada perusahaan dapat berjalan dengan baik. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka dibutuhkan bagian dari suatu perusahaan yang disebut

(15)

memberikan kebutuhan perusahaan akan suatu barang.

Chaffey (2002) dikutip dari Teuku Adriansyah, Dimas (2012),

E-Procurementdidefinisikan sebagai integrasi danmanajemen elektronik dari semua

aktivitas procurement termasuk di antaranya permintaan pembelian, pengesahan, pemesanan, pengiriman, dan pembayaran di antara pihak pembeli dan pemasok.

E-Procurement sebaiknya diarahkan pada perbaikan performa untuk tiap lima

kesesuaian dalam pembelian, yaitu: 1. Pada tingkat harga yang tepat. 2. Dikirimkan pada waktu yang tepat. 3. Pada tingkat kualitas yang tepat. 4. Pada jumlah yang tepat.

5. Dari sumber yang tepat.

3.3 Hubungan Manajemen Pengadaan dan Supply Chain Management (SCM)1

Menurut willem siahaya (2008) supply chain management adalah pengintegrasian sumber bisnis yang kompeten mencakup perencanaan dan

Berdasarkan perkembangan bisnis dan teknologi sejalan dengan munculnya supply chain management (manajemen rantai pasok) maka terjadi pergeseran tata hubungan terhadap manajemen pengadaan, manajemen logistic dan manajemen material/asset dimana ketiga hal ini berada dibawah supply chain

management.

(16)

pegelolaan semua aktivitas pengadaan dan logistic serta material atas barang dan jasa serta informasi terkait mulai dari tempat bahan baku sampai dengan tempat konsumsi termasuk kordinasi dan kolaborasi dengan jaringan mitra usaha (supplier, manufaktur, pergudangan, transportasi, distribusi, retail, pemakai) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

[image:16.595.169.434.283.430.2]

Sumber :Willem Siahaya (2012)

Gambar 3.1.Ruang Lingkup Supply Chain Management

Manajemen pengadaan mempunyai berbagai macam fungsi yang dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1. Pembelian (purchasing) merupakan kegiatan lebih difokuskan kepada pembelian barang dan peralatan.

2. Penyewaan (leasing) merupakan kegiatan sewa-menyewa baik secara murni atau sewa dengan opsi untuk membeli.

3. Konstruksi (construction) merupakan kegiatan membangun wujud fisik. 4. Konsultasi (consultation) merupakan kegiatan jasa keahlian professional. 5. Inspeksi (inspection) merupakan kegiatan pemeriksaan dan pengujian.

Logistics

Warehousing

Procurement Material

&

(17)
(18)

BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN

4.3 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif2

2 Sukaria Sinulingga, Metodologi Penelitian, (Edisi 2, Medan: USU press, 2012), h.26

.Disebut sebagai penelitian deskriptif karena penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan secara sistematik, faktual, dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat suatu objek.Jenis penelitian deskriptif yang dimaksud adalah penelitian survei. Penelitian ini disebutpenelitian survei karena dalam penelitian ini dilakukan pengumpulan data dan informasi secara langsung dari key usersetiap Direktorat sebagai pengguna Jasa Biro Pengadaan yang merasakan dan mengetahui proses pengadaan secara keseluruhan.

4.4 Kerangka Berfikir

Kerangka konseptual ialah sebuah model yang ditunjukkan dalam bentuk diagram yang memperlihatkan struktur dan sifat hubungan logis antar variabel penelitian yang telah diidentifikasi dari teori dan temuan-temuan hasil review artikel akan digunakan dalam menganalisis masalah penelitian.

(19)

BAB V

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

5.4.2 Perhitungan Customer Satisfaction Index (CSI)

Customer Satisfaction Index (CSI) digunakan untuk mengetahui tingkat

kepuasan konsumen pengguna secara menyeluruh. Hasil perhitungan CSI pengguna layanan Biro Pengadaandapat dilihat pada Tabel 5.21:

%

100

65

,

61

5

35

,

233

x

x

CSI

=

%

70

,

75

%

100

7570

,

0

=

=

x

CSI

(20)

BAB VI

ANALISA PEMECAHAN MASALAH

6.1 Analisa Uji Validitas dan Reliabilitas

[image:20.595.133.495.398.514.2]

Hasil wawancara dan diskusi dengan pihak perusahaan diperoleh 15 (lima belas) atribut pertanyaan yang selanjutnya diguankan dalam penelitian ini. Berdasarkan uji validitas dan reliabilitas pada penelitian didapatkan bahwa semua artibut pertanyaan valid dan reliabel.Hasil uji validitas dan reliabilitas terhadap data dapat dilihat pada Tabel 6.1.

Tabel 6.1. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

Persepsi Harapan

Keterangan

Max Min Max Min

Uji Validitas 0,5643 0,3826 0,6038 0,3560 Valid

Uji Reliabilitas 0,6943 0,7003 Reliabel

Sumber: Pengolahan Data

3

Nilai r hitung product moment lebih besar dari r tabel 0,355 maka atribut desain pada kuesioner tertutup dinyatakan valid yang berarti terdapat konsistensi internal dalam variabel tersebut.

4

3 Sukaria Sinulingga, Metode Penelitian, (Cet II; Medan: USU Press, 2013)., h. 216-219 4Ibid., h. 230-241

(21)

reliabel yang berarti kuesioner data persepsi dan harapan dapat dipercaya kebenaran datanya.

6.2 Analisis Customer Satisfaction Index (CSI)

Customer Satisfaction Index (CSI) merupakan perhitungan pelayanan

(22)

BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN

7.1. Kesimpulan

Dari analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.

1. Tingkat kepuasan User Direktorat terhadap pelayanan adalah sebesar 75,70%. 2. Atribut yang mempengaruhi kepuasan User Direktorat yang penanganannya

perlu diprioritaskan berdasarkan Analisis Importance Performance adalah: a. Biro Pengadaan selalu sesuai perencanaan dalam menyelesaikan proses

pengadaan

b. Biro Pengadaan memiliki lead time yang lebih singkat dalam menyelesaikan proses pengadaan

c. Biro Pengadaan memberikan standar format dokumen yang memudahkan pengguna

7.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian, adapun saran yang harus diberikan adalah sebagai berikut:

(23)

2. Untuk atribut-atribut pelayanan yang telah sesuai dengan harapan pengguna, maka perusahaan haruslah mempertahankan serta meningkatkan prestasi pelayanannya tersebut.

(24)

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab

(25)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Manajemen pengadaan adalah bagian dari supply chain management yang secara sistematik dan strategis memproses pengadaan barang dan jasa mulai dari sumber barang sampai dengan tempat tujuan berdasarkan tepat mutu, jumlah, harga, waktu dan tempat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Wahyu Hary, dkk melakukan penelitian yang berjudul “Studi Penerapan

E-Procurement pada Proses Pengadaan di Pemerintah Kota Surabaya”.

Permasalahan yang terjadi pada penggunaan e-procurement memiliki hambatan serta permasalahan dalam pelaksanannya. Wahyu Hary dkk melakukan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh penerapan e-procurement terhadap kinerja dan efisiensi pengadaan. Hasil penelitan menunjukkan untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi pengadaan di pemerintah kota surabaya maka variabel manajemen kontrol data, kualitas hasil dan produksi, hubungan mitra kerja, biaya dan waktu perlu mendapatkan prioritas perbaikan.

(26)

Metode Importance Performance Analysis digunakan pada penelitian Sudarno dkk yang berjudul “Analisis Kualitas Pelayanan dan Pengendalian Kualitas Jasa Berdasarkan Persepsi Pengunjung”. Pelayanan perpustakaan yang dianalisis ini kemudian dilakukan perbaikan pada area yang masih terdapat kesenjangan agar kualitas pelayanan dapat ditingkatkan. Diperoleh hasil bahwa dimensi yang paling dominan mempengaruhi kepuasan pelanggan adalah dimensti

emphatydan berrdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai CSI sebesar 62,903%

yang artinya indeks kepuasan pengunjung berada pada kriteria cukup puas.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan yang akan diakan dicari pemecahannya melalui penelitian ini adalah kualitas pelayanan Biro Pengadaan yang kurang memuaskan pengguna layanan(user direktorat) sehingga perlu dirancang strategi untuk memperbaiki kualitas pelayanan sesuai dengan harapan.

Analisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan key User Direktorat sebagai pengguna layanan Biro Pengadaan dilakukan untuk mengetahui prioritas perbaikan yang harus dilakukan.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dalam melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Manfaat bagi mahasiswa

(27)

2. Manfaat bagi perusahaan

Sebagai sumber data untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan bahan evaluasi perusahaan dalam merancang strategi dan mengimplementasikan program perbaikan kedepannya.

3. Bagi Departemen Teknik Industri USU

(28)

ABSTRAK

Procurement (pengadaan) barang dan jasa merupakan suatu kegiatan untuk memperoleh barang atau jasa yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh barang atau jasa.Sistem pengadaan yang terotomasi dengan memanfaatkan teknologi adalah sistem e-procurement.Secara umum tujuan dari diterapkannya e-procurement yaitu untuk menciptakan transparansi, efisiensi dan efektifitas serta akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa melalui media elektronik antara pengguna jasa dan penyedia jasa.Untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa yang mempengaruhi pelayanan biro pengadaan maka dilakukan pengukuran dengan menggunakan importance performance analysis(IPA). Kepuasan pengguna akan dianalisis dengan metode servqual. Penelitian ini juga untuk mengetahui faktor-faktor prioritas perbaikan yang harus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan Biro Pengadaan.

(29)

PERANCANGAN SISTEM E-PROCUREMENT YANG

TERINTEGRASIDI BIRO PENGADAAN IPC (PELINDO II)

TUGAS SARJANA

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari

Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Oleh

SOFIA AMIRA RITONGA

NIM : 110403035

D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I

F A K U L T A S T E K N I K

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

M E D A N

(30)
(31)
(32)
(33)
(34)

ABSTRAK

Procurement (pengadaan) barang dan jasa merupakan suatu kegiatan untuk memperoleh barang atau jasa yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh barang atau jasa.Sistem pengadaan yang terotomasi dengan memanfaatkan teknologi adalah sistem e-procurement.Secara umum tujuan dari diterapkannya e-procurement yaitu untuk menciptakan transparansi, efisiensi dan efektifitas serta akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa melalui media elektronik antara pengguna jasa dan penyedia jasa.Untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa yang mempengaruhi pelayanan biro pengadaan maka dilakukan pengukuran dengan menggunakan importance performance analysis(IPA). Kepuasan pengguna akan dianalisis dengan metode servqual. Penelitian ini juga untuk mengetahui faktor-faktor prioritas perbaikan yang harus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan Biro Pengadaan.

(35)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atasberkat dan rahmat-Nyasehingga penulis dapat menyelesaikan tugas sarjana ini. Penulisan tugas sarjana ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana teknik di Departemen Teknik Industri, khususnya Program Studi Reguler Strata Satu, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Tugas sarjana ini berisi tentang penelitian penulis yang berjudul“Perancangan Sistem E-Procurement yang Terintegrasi di Biro Pengadaan IPC (Pelindo II)”.

Penulis menyadari bahwa penulisan tugas sarjana ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan tugas sarjana ini.Semoga tugas sarjana ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Penulis

(36)

UCAPAN TERIMAKASIH

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esakarena atasberkat dan rahmat-Nya, penulis bisa mengikuti pendidikan di Departemen Teknik Industri USU dengan baik dan menyelesaikan penulisan laporan tugas sarjana ini.

Dalam penulisan tugas sarjana ini penulis telah mendapatkan bimbingandan bantuan dari berbagai pihak, baik berupa materil, spiritual, informasi maupunadministrasi. Oleh karena itu sudah selayaknya penulis mengucapkan terima kasihkepada:

1. Ibu Ir. Khawarita Siregar, MT. selaku Ketua Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara, yang telah memberi izin pelaksanaan Tugas Sarjana ini.

2. Bapak Ir. Ukurta Tarigan, MT selaku Sekretaris Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara, yang telah memberi izin pelaksanaan Tugas Sarjana.

3. Bapak Prof. Dr. Ir. Sukaria Sinulingga, M.Eng. selaku Dosen Pembimbing I atas waktu, bimbingan, pengarahan, dan masukan yang diberikan kepada penulis dalam penyelesaian Tugas Sarjana ini.

(37)

5. Ibu Ir. Rosnani Ginting, MT dan Bapak Ir. Mangara M. Tambunan, M.Sc. selaku koordinator tugas akhir yang sudah memberikan pembekalan dan arahan dalam pemilihan judul tugas akhir.

6. Bapak Prof. Dr. Ir. Sukaria Sinulingga, M.Eng. selaku koordinator bidang manufaktur yang memberikan arahan terhadap judul tugas akhir ini.

7. Seluruh dosen Teknik Industri yang sudah memberikan ilmu selama perkuliahan sehingga penulis memiliki bekal untuk bersaing di dunia pekerjaan.

8. Seluruh pegawai Teknik Industri, Bang Ridho, Bang Mijo, Kak Dina, Bang Nurmansyah, Kak Rahma, Kak Mia, dan Ibu Ani, terimakasih atas bantuannya dalam masalah administrasi untuk melaksanakan tugas sarjana ini.

9. Keluarga besar yang tiada hentinya memberikan semangat dan dukungan kepada penulis dalam menyelesaikan laporan ini.

10. Teman-teman GIELAS, terimakasih atas dukungan dan kerjasamanya serta seluruh pihak yang telah membantu penulis.

(38)

DAFTAR ISI

BAB HALAMAN

LEMBAR JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

SERTIFIKAT EVALUASI TUGAS SARJANA ... iii

ABSTRAK ... iv

KATA PENGANTAR ... v

UCAPAN TERIMAKASIH ... vi

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR GAMBAR ... xviii

DAFTAR LAMPIRAN ... xx

I PENDAHULUAN

(39)

DAFTAR ISI (LANJUTAN)

BAB HALAMAN

II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Perusahaan ... II-1 2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha... II-4 2.3. Lokasi Perusahaan ... II-5 2.4. Daerah Pemasaran ... II-6 2.5. Organisasi dan Manajemen ... II-7 2.5.1. Struktur Organisasi ... II-7 2.5.2. Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab ... II-9 2.6. Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja ... II-14 2.6.1. Tenaga Kerja ... II-14 2.6.2. Jam Kerja ... II-15 2.7. Sistem Pengupahan dan Fasilitas Lainnya ... II-15 2.8. Proses Pengadaan ... II-17

(40)

DAFTAR ISI (LANJUTAN)

BAB HALAMAN

3.3. Hubungan Manajemen Pengadaan dan Supply Chain

Management (SCM) ... III-6

3.4. Perencanaan dan Strategi Pengadaan ... III-8 3.4.1.Perencanaan Pengadaan(Procurement Planning) ... III-8 3.4.2. Strategi Pengadaan(Procurement Strategy) ... III-9 3.5. Pengadaan Barang dan Jasa ... III-12 3.5.1. Permintaan Pengadaan (Procurement Requisition) ... III-12 3.5.2.Metode Pemilihan Pengadaan (Procurement

Method) ... III-13

(41)

DAFTAR ISI (LANJUTAN)

BAB HALAMAN

(42)

DAFTAR TABEL

TABELHALAMAN

(43)

DAFTAR TABEL (LANJUTAN)

TABEL HALAMAN 5.16. Indeks Kepuasan Pelanggan Dimensi Tangible ... V-25 5.17. Indeks Kepuasan Pelanggan Dimensi Reliability ... V-26 5.18. Indeks Kepuasan Pelanggan Dimensi Responsiveness ... V-26 5.19. Indeks Kepuasan Pelanggan Dimensi Empathy ... V-26 5.20. Indeks Kepuasan Pelanggan Dimensi Assurance ... V-26 5.21. Tabel Perhitungan Customer Satisfaction Index (CSI) ... V-29 5.22. Perhitungan Tki untuk Setiap Pertanyaan ... V-30 5.23. Perhitungan Tki untuk Dimensi ... V-31 5.24. Perhitungan Nilai X dan Y Dimensi... V-32 5.25. Perhitungan Nilai X dan Y Atribut... V-33 5.26. Perhitungan PemetaanFaktor-Faktor yang Mempengaruhi

(44)
[image:44.595.133.510.180.724.2]

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR HALAMAN

Gambar

Gambar 3.1.Ruang Lingkup Supply Chain Management
Tabel 6.1. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
GAMBAR

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai penerapan sistem E- Procurement dalam pengadaan barang/jasa di Dinas Bina Marga Provinsi Lampung, peneliti

Dalam pelaksanaan e- Procurement di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua yaitu pada saat proses pemilihan penyedia barang/jasa mulai dari awal sampai dengan

Konsep Pelaksanaan Kontrak Barang dan Jasa Pemerintah Secara Online (E-Procurement) di Indonesia dan Australia ... Konsep Pelaksanaan Kontrak Barang dan Jasa Pemerintah

a) Mekanisme pada pengadaan barang/jasa secara elektronik yaitu e-Procurement menggunakan tata cara yang efektif bagi para pegawai khususnya di Dinas Pendapatan,

mencoba memahami lebih dalam tentang e-procurement di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkhusus pada LPSE yang melayani proses pengadaan barang/jasa

Prosedur dalam Sistem Informasi E- Procurement PDAM Surya Sembada Kota Surabaya sudah sesuai dengan prosedur pengadaan barang dan jasa tahap penawaran sampai tahap

Dalam usaha mengatasi kelemahan-kelemahan dan kesulitan dalam proses pengadaan maka dilakukanlah pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik (E-Procurement)

Membuat desain Sistem Informasi E-Procurement yang bisa menangani kegiatan operasional pengadaan barang dan jasa yang dapat digunakan pihak Biro Umum sebagai dasar