• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tanggung Jawab Pengurus Koperasi terhadap Kepailitan Koperasi Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Tanggung Jawab Pengurus Koperasi terhadap Kepailitan Koperasi Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian"

Copied!
104
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Permasalahan hukum yang ada adalah bagaimana perlindungan hukum terhadap anggota koperasi yang dirugikan akibat kehilangan benda gadai dan apakah koperasi sebagai badan

PENDAFTARAN BADAN HUKUM KOPERASI MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2012

Pada bagian akhir ini dikemukakan implikasi dan rekomendasi antara lain (1) pendirian dan pembentukan koperasi tidak lagi didirikan atau dibentuk secara main-main namun secara

dimana dalam penjelasan Pasal 2 ayat (1) yang dimaksud dengan utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih adalah kewajiban untuk membayar utang yang telah jatuh waktu dan

Berdasarkan Pasal 18 ayat (1) Undang-undang nomor 37 tahun 2004 tentang kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang, harta pailit yang tidak cukup untuk

17 Dapat dikatakan, akibat hukum pembubaran koperasi berdasarkan keputusan pemerintah terhadap pengurus yaitu kekuasaan pengurus sudah tidak berfungsi lagi dalam

37 Tahun 2004, pihak yang dapat mengajukan permohonan pailit adalah seorang debitur yang mempunyai dua atau lebih krediturnya dan tidak membayar lunas sedikitnya satu utang

Pasal 1 butir 1 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian mem- berikan definisi koperasi sebagai badan hukum yang didirikan orang perseorangan atau badan hukum koperasi