Tanggung Jawab Pengurus Koperasi terhadap Kepailitan Koperasi Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian
Teks penuh
Dokumen terkait
Permasalahan hukum yang ada adalah bagaimana perlindungan hukum terhadap anggota koperasi yang dirugikan akibat kehilangan benda gadai dan apakah koperasi sebagai badan
PENDAFTARAN BADAN HUKUM KOPERASI MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2012
Pada bagian akhir ini dikemukakan implikasi dan rekomendasi antara lain (1) pendirian dan pembentukan koperasi tidak lagi didirikan atau dibentuk secara main-main namun secara
dimana dalam penjelasan Pasal 2 ayat (1) yang dimaksud dengan utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih adalah kewajiban untuk membayar utang yang telah jatuh waktu dan
Berdasarkan Pasal 18 ayat (1) Undang-undang nomor 37 tahun 2004 tentang kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang, harta pailit yang tidak cukup untuk
17 Dapat dikatakan, akibat hukum pembubaran koperasi berdasarkan keputusan pemerintah terhadap pengurus yaitu kekuasaan pengurus sudah tidak berfungsi lagi dalam
37 Tahun 2004, pihak yang dapat mengajukan permohonan pailit adalah seorang debitur yang mempunyai dua atau lebih krediturnya dan tidak membayar lunas sedikitnya satu utang
Pasal 1 butir 1 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian mem- berikan definisi koperasi sebagai badan hukum yang didirikan orang perseorangan atau badan hukum koperasi