KAJIAN KETERSEDIAAN AIR PERMUKAAN PADA BEBERAPA DAERAH ALIRAN SUNGAI (Studi Kasus di Sub DAS Temon, Wuryantoro, Alang, dan Keduang)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Kekeringan lahan pertanian yang melanda sebagian wilayah Sub DAS Blongkeng tahun 2013 mempengaruhi imbangan air di dalamnya. Potensi ketersediaan air non domestik
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah di sub DAS Keduang yang direstorasi dengan agroforestri memiliki kesuburan yang sedang dengan kandungan bahan organik sedang, C/N
untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik dengan judul “Pengaruh Perubahan Penutup Lahan Terhadap Debit Aliran Permukaan di Sub-DAS Keduang Kabupaten Wonogiri” dapat diselesaikan
Tingkat pencemaran Turbidity terjadi hanya pada kategori kelas pencemaran Tidak Tercemar meliputi areal seluas 3348,15 Ha atau 61,54% dari luas Sub DAS Way Kandis Hulu
Curah hujan dan penutupan lahan pada Sub DAS Musi mempengaruhi ketersediaan air. Kedua komponen ini merupakan input dari neraca air yang akan mempengaruhi fluktuasi
Dari analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ketersediaan air Sungai Kapur dengan debit andalan 90% adalah 138,6 liter/dtk Selain itu dari segi
Kekeringan lahan pertanian yang melanda sebagian wilayah Sub DAS Blongkeng tahun 2013 mempengaruhi imbangan air di dalamnya. Potensi ketersediaan air non domestik
Analisa imbangan air bulan basah dan bulan kering di Sub DAS Blongkeng, penggunaan lahan yang mengalami surplus air di bulan basah adalah hutan daerah Dukun