• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESENJANGAN KEPUASAN PEMIRSA TELEVISI PROGRAM ACARA KOMEDI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KESENJANGAN KEPUASAN PEMIRSA TELEVISI PROGRAM ACARA KOMEDI"

Copied!
156
0
0

Teks penuh

(1)

Pemirsa Televisi dalam Menonton Program acara Opera Van Java Trans 7 dan Segeerrr Beneerrr ANTV di kalangan Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Swadana Transfer Angkatan 2008 FISIP UNS)

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat guna mencapai Gelar Sarjana untuk Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Pada Jurusan Ilmu Komunikasi

GURIT BUDI RAHARJO D1208568

Ilmu Komunikasi

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET

(2)

i Skripsi dengan judul:

KESENJANGAN KEPUASAN PEMIRSA TELEVISI

PROGRAM ACARA KOMEDI

(Studi Kesenjangan Kepuasan tentang Tingkat Kesenjangan Kepuasan Pemirsa

Televisi dalam Menonton Program Acara Opera Van Java Trans7 dan Segeerrr

Beneerrr ANTV di Kalangan Mahasiswa Transfer S1

Ilmu Komunikasi Angkatan 2008 UNS)

Oleh: Gurit Budi Raharjo

Telah disetujui oleh Dosen Pembimbing Skripsi dan siap diuji oleh Dewan Penguji

Skripsi pada Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Sebelas Maret Surakarta

Surakarta, 12 Oktober 2010

Pembimbing. 1 Pembimbing. 2

Dra. Hj. Sofiah, M.Si. Dra. Indah Budi Rahayu, S.E.

(3)

ii Surakarta.

Hari :

Tanggal :

Tim penguji Skripsi :

Ketua : Prof. Pawito, Ph.D ( )

NIP. 19540805 198503 1 002

Sekretaris : Sri Hastjarjo, S.Sos, Ph.D ( ) NIP. 19710217 199802 1 001

Penguji I : Dra. Hj. Sofiah, M.Si. ` ( )

NIP. 19530726 197903 2 001

Penguji II : Dra. Indah Budi Rahayu, S.E. ( )

NIP. 19580317 199010 2 001

Mengetahui Dekan

Fakultas Ilmu Sosial dan IlmuPolitik Universitas Sebelas Maret Surakarta

(4)

iii

v

Kesalahan merupakan awal dari kesuksesan apabila dapat

mengambil hikmah dari kesalahan tersebut

v

Optimis adalah kata kunci dalam melakukan segala hal

(5)

iv

Skripsi ini saya persembahkan dan ucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak yang memberikan aku semangat

2. Ibu yang sudah menjadi wanita tegar

3. Kakak yang baik hati

4. Gurit yang telah menemaniku

5. Sahabat- sahabatku semua yang sudah

mau jadi tempat curhatku

6. Teman-teman Komunikasi tranfer 2008.

7. semua orang yang telah membantu dalam

(6)

v

Assalamu’Alaikum Wr. Wb.

Syukur Alhamdulillah atas kehadirat ALLAH SWT atas segala anugerah dan

karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi “EKUITAS MEREK

DAN LOYALITAS (Studi Korelasi Pengaruh Ekuitas Merek Terhadap Pembentukan

Loyalitas Konsumendalam Pemilihan Jenis Provider IM3 dan XL di Kalangan

Mahasiswa Swadana Transfer S1 Komunikasi Angkatan 2008 UNS)

Penyusunan skripsi ini merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban Penulis

sebagai mahasiswa guna memenuhi syarat-syarat untuk mencapai gelar Sarjana

Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas

Maret Surakarta.

Keberhasilan ini tidak lepas dari semua pihak yang telah membantu penulis

dengan sepenuh hati. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada

pihak-pihak yang telah memberikan bantuan serta dukungan moral. Ucapan terima

kasih ini Penulis sampaikan kepada:

1. Drs. Supriyadi SN, SU selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Dra. Prahastiwi Utari, M. Si., Ph. D. selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi

(7)

vi

4. Drs. Subagyo, S. U, selaku dosen pembimbing kedua yang telah bersedia

meluangkan waktu untuk memberikan arahan dan masukan dengan penuh

kesabaran sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

5. Bapak yang telah hidup tenang di sisi-Nya, terima kasih telah menjadi bapak

yang baik buat aku, makasih buat semua dukungan dan doanya.

6. Ibu yang menjadi sosok tegar buatku dan kakakku, makasih buat doa,

dukungan, dan kasih sayang yang telah kau berikan

7. Kakakku yang selalu mendukung dan memberikan support buatku.

8. Gurit yang sudah mendukung dan menemani aku

9. Nethy, Laras, Okta, Niken yang menjadi tempat berbagi canda, duka dan

menjadi sahabat yang terbaik

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kurangan Oleh karena itu,

dengan segala kerendahan dan kelapangan hati penulis menerima saran maupun kritik

yang sifatnya membangun. Semoga Skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Wassalamu’Alaikum Wr. Wb

Surakarta, Oktober 2010

Penulis.

(8)
(9)

viii

· Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil

(Mario Teguh)

· Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian

(10)

ix Skripsi ini saya persembahkan kepada:

· Ayah dan Ibu yang tak henti-hentinya

memanjatkan doa dan selalu memberikan

kasih sayang.

· Adikku satu-satunya

· Dila yang membantu mengerjakan skripsiku

· Teman-teman terbaikku.

(11)

x

Terima kasih Tuhan atas rancangan rencanamu yang indah, hingga penulis

dapat menyelesaikan skripsi KESENJANGAN KEPUASAN PEMIRSA TELEVISI

PROGRAM ACARA KOMEDI (Studi Kesenjangan Kepuasan tentang Tingkat

Kesenjangan Kepuasan Pemirsa Televisi dalam Menonton Program acara Opera Van

Java Trans 7 dan Segeerrr Beneerrr ANTV di kalangan Mahasiswa Ilmu

Komunikasi Swadana Transfer Angkatan 2008 FISIP UNS)

Penyusunan skripsi ini merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban Penulis

sebagai mahasiswa guna memenuhi syarat-syarat untuk mencapai gelar Sarjana

Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas

Maret Surakarta.

Keberhasilan ini tidak lepas dari semua pihak yang telah membantu penulis

dengan sepenuh hati. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada

pihak-pihak yang telah memberikan bantuan serta dukungan moral. Ucapan terima

kasih ini Penulis sampaikan kepada:

10.Dra. Hj. Sofiah, M Si, selaku dosen pembimbing pertama dan pembimbing

akademik yang telah memberikan motivasi serta dorongan kepada penulis

(12)

xi

12.Prof. Pawito, Ph.D dan Sri Hastjarjo, S.Sos, Ph.D, yang telah bersedia

menjadi penguji skripsi penulis dan memberikan saran sehingga skripsi ini

menjadi lebih baik.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kurangan Oleh karena itu,

dengan segala kerendahan dan kelapangan hati penulis menerima saran maupun kritik

yang sifatnya membangun. Semoga Skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Surakarta, Oktober 2010

Penulis.

(13)

vii

JUDUL ... i

PERSETUJUAN... i

PENGESAHAN ... ii

MOTTO ... iii

PERSEMBAHAN... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL DAN GAMBAR... x

ABSTRAKSI... xii

ABSTRACT ... xiii

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 8

E. Landasan Teori ... 9

a. Komunikasi secara umum ... 9

b. Komunikasi Massa ... 11

(14)

viii

g. Teori Uses and Gratifications ... 21

h. Kerangka Pemikiran ... 25

F. Definisi Konseptual dan Operasional ... 26

1. Definisi Konseptual ... 26

a. Gratifications Sought ... 26

b. Media Use ... 28

c. Gratifications Obtained ... 26

d. Gratifications Discrepancy ... 27

2. Definisi Operasional ... 27

a. Gratifications Sought ... 27

b. Media Use ... 30

c. Gratifications Obtained ... 32

d. Gratifications Discrepancy ... 33

J. Metodologi Penelitian ... 34

1. Jenis Penelitian ... 34

2. Metode Penelitian ... 34

3. Lokasi Penelitian ... 34

4. Populasi ... 35

5. Teknik Pengumpulan Sampel ... 35

(15)

ix

BAB II. DESKRIPSI LOKASI DAN OBJEK PENELITIAN

A. Program S-1 Non Reguler Ilmu Komunikasi ... 41

B. Identitas Responden ... 44

C. PT. Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh ... 46

D. Program Komedi Opera Van Java ... 53

E. PT. Cakrawala Andalas Televisi ... 55

F. Program Acara Segeerr Beneerrr ... 59

BAB III. PEMAPARAN HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Variabel Gratifications Sought ... 61

B. Deskripsi Variabel Media Use ... 74

C. Deskripsi Variabel Gratifications Obtained ... 79

BAB IV. ANALISIS DATA A. Uji Validitas ... 90

B. Uji Reliabilitas ... 91

C. Analisis Gratifications Discrepancy ... 92

D. Media yang Lebih Memuaskan Responden ... 127

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 129

1. Kepuasan yang diharapkan ... 129

(16)

x

B. Saran ... 135

1. Untuk Opera Van Java Trans7 ... 135

2. Untuk Segeerr Beneerrr ANTV ... 136

(17)

xi

TABEL

Tabel II.1 Stasiun Pemancar ANTV ... 58

Tabel III.1 GS Motif Informasi OVJ ... 62

Tabel III.2 GS Motif Indentitas OVJ ... 64

Tabel III.3 GS Motif Integrasi dan Interaksi Sosial OVJ ... 65

Tabel III.4 GS Motif Hiburan OVJ ... 66

Tabel III.5 GS Motif Infomasi Segeerr Beneerrr ... 68

Tabel III.6 GS Identitas Segeerr Beneerrr ... 69

Tabel III.7 GS Motif Integrasi dan Iinteraksi Segeerr Beneerrr ... 70

Tabel III.8 GS Motif Hiburan Segeerr Beneerrr ... 72

Tabel III.9 Tingkat Keseringan Responden Menonton OVJ dan Seger bener ... 74

Tabel III.10 Selesai Tidaknya Responden Menonton ... 75

Tabel III.11 Responden Melakukan Aktivitas Lain Saat Menonton ... 76

Tabel III.12 Responden Fokus Tanpa Memindah-mindahkan Channel ... 77

Tabel III.13 Responden berbincang setelah menonton ... 77

Tabel III.14 GO Motif Informasi OVJ ... 79

Tabel III.15 GO Motif Identitas OVJ ... 81

Tabel III.16 GO Motif Integrasi dan Interaksi OVJ ... 82

Tabel III.17 GO Motif Hiburan OVJ ... 83

(18)

xii

Tabel IV.1 Hasil Uji Validitas Instrumen Kesenjangan Kepuasan ... 91

Tabel IV.2 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen ... 92

Tabel IV.3 GD dan Pemenuhan Motif Informasi dari OVJ dan Seger bener ... 121

Tabel IV.4 GD dan Pemenuhan Motif Identitas Pribadi ... 122

Tabel IV.5 GD dan Pemenuhan Motif Integrasi dan Interaksi Sosial ... 124

Tabel IV.6 GD dan Pemenuhan Motif Hiburan ... 126

GAMBAR Gambar 1 Bagan Proses Komunikasi... 11

Gambar 2 Bagan Model Expectancy & Value ... 24

(19)

xii

beneerrr ANTV di kalangan mahasiswa Ilmu Komunikasi Swadana Transfer angkatan 2008 FISIP UNS). Skripsi. Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas Sebelas Maret Surakarta. 2010

Skripsi ini berawal dari ketertarikan peneliti akan perkembangan siaran televisi di awal tahun 2010 yang semakin marak dengan tayangan-tayangan yang bergenre komedi, antara lain Opera Van Java di Trans7 dan Segerrr Benerrr di ANTV. Kedua acara ini memiliki banyak persamaan dan mempunyai rating yang cukup tinggi. Maka dari itu, peneliti berusaha meneliti terpaan program acara komedi di televisi dan kesenjangan kepuasan di kalangan mahasiswa swadana transfer komunikasi angkatan 2008 FISIP UNS, alasan penulis memilih mahasiswa swadana transfer komunikasi angkatan 2008 sebagai objek penelitian karena mereka menonton dan menggunakan acara ini sebagai media pemuasan kebutuhan akan acara komedi, dari prasurvey diketahui sebanyak 61 orang.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejauh mana kesenjangan kepuasan antara kepuasan yang diharapkan sebelum menggunakan media (Gratifications Sought/GS) dan kepuasan yang diperoleh setelah menggunakan media (Gratifications Obtainedt/GO), yang dimaksud media disini adalah Opera Van Java dan Segerrr Benerrr.

Penelitian ini tergolong kedalam penelitian kuantitatif dengan format deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan, meringkas berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi. Kemudian mengangkat ke permukaan karakter atau gambaran tentang kondisi, situasi, ataupun variabel tersebut.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tehnik pengambilan sampel sensus dan teknik pengumpulan data primer dengan menggunakan teknik kuisioner sedangkan data sekunder diperoleh dengan menggunakan tehnik kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus discrepancy Palmgreen. Karena fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui kesenjangan kepuasan (GD) yang dapat diukur dari kepuasan yang diharapkan (GS) dan kepuaasan yang diperoleh (GO).

Rumus discrepancy yang digunakan, dioperasionalkan dengan perhitungan cros tabulation atau tabulasi silang, dimana item-item dalam GS disilangkankan dengan item-item dalam GO. Dari tabulasi silang tersebut terjadi dengan menghitung tingkat kesenjangan kepuasan dengan menghitung jumlah responden yang mengalami ketidaksesuaian antara GS dan GO nya. Setelah diketahui tingkat kesenjangan ini, maka akan dapat pula diketahui tingkat kepuasan yang diperoleh responden.

Dari analisis kesenjangan dalam penelitian ini diketahui bahwa program acara Opera

Van Java dan Segerrr Benerrr mampu memberikan kepuasan kepada responden.

(20)

xiii

students of Communication Studies 2008 FISIP Swadana Transfer FISIP UNS). Thesis. Department of Communication Science Faculty of Social Science and Politic Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2010

This thesis originated from the interest of researchers will be the development of television broadcasting in early 2010 that the more lively with the shows that comedy genre, such as Opera Van Java in Trans7 and Segerrr Benerrr in the quiz. Both events have many similarities and have a high enough rating. Thus, the researchers tried to examine exposure to comedy programs on television and satisfaction gap in communication among the students self-fund transfers force 2008 FISIP UNS, the reason the author chose self-financing student transfers force communication 2008 as a research object because they are watching and using this event as a medium for satisfying needs going to comedy shows, from prasurvey known to as many as 61 people.

The purpose of this study was to describe the extent to which satisfaction gap between the expected satisfaction prior to using the media (Gratifications sought / GS) and the satisfaction obtained after using the media (Gratifications Obtainedt / GO), which referred to the media here is Opera Van Java and Segerrr Benerrr.

This research is classified into quantitative research with a descriptive format that aims to explain, summarize a variety of conditions, situations, or a variety of variables that occur in people who become the object of the study was based on what happened. Then lifted to the surface character or description of the condition, situation or variable.

In this study, researchers used census sampling techniques and techniques of primary data collection using the questionnaire technique, while the secondary data obtained using literature techniques. The data analysis technique used in this research is to use the discrepancy formula Palmgreen. Because the primary focus of this study was to determine the satisfaction gap (GD), which can be measured from the expected satisfaction (GS) and kepuaasan obtained (GO).

Discrepancy formula is used, operated by the calculation of cross tabulation or cross tabulation, in which the items in the GS disilangkankan with items in the GO. From the cross tabulation is incurred by calculating the level of satisfaction gap by calculating the number of respondents who experienced a mismatch between his GS and GO. Now we know the level of this gap, it will be well known level of satisfaction obtained by the respondents.

(21)

1

A. LATAR BELAKANG

Televisi merupakan bagian dari industri media massa yang paling

digemari dan dicari orang saat ini. Sebagai media massa yang paling digemari,

kelebihan televisi terletak pada kemampuan menghasilkan gambar dan suara

secara bersamaan dan serempak. Media ini mampu menjangkau daerah dan

khalayak yang luas secara cepat dan menembus batas ruang dan waktu,

menjadikan media ini menjadi sangat potensial untuk mendorong

terbentuknya efek-efek komunikasi pada khalayak seperti yang diharapkan

komunikator pada proses komunikasi efektif.

Perkembangan televisi sangatlah cepat hingga kini bermunculan

televisi-televisi swasta yang mengudara secara nasional maupun lokal. Kehadiran

stasiun televisi swasta nasional dan lokal telah membawa angin segar bagi

perkembangan dunia pertelevisian di Indonesia. Masyarakat lebih mempunyai

alternatif dalam menonton media massa audio visual untuk memenuhi

kebutuhan informasi, pendidikan maupun hiburan.

Perkembangan ini mengakibatkan persaingan di dunia pertelivisian di

Indonesia semakin marak. Stasiun televisi berlomba-lomba menghadirkan

tayangan unggulan sebagai bentuk pelayanan jasa kepada konsumennya. Di

awal tahun 2010, industri pertelevisian semakin marak dengan

(22)

acara-acara talkshow, reality show, dll banyak yang membuatnya dengan

nuansa komedi, antara lain adalah program acara Opera Van Java yang di

tayangkan di Trans7 dan acara Segeerrr Beneerrr di ANTV. Kedua acara

tersebut hampir mempunyai banyak kesamaan dalam konsep. Akan tetapi

acara Opera Van Java terlebih dahulu hadir di hadapan pemirsa, setelah itu

acara segeerrr beneerrr baru di tayangkan.

Opera van Java adalah sebuah acara komedi di stasiun televisi Indonesia

Trans 7 yang ditayangkan setiap Senin sampai Minggu pada pukul

20.00-21.00. Ide acara ini adalah seperti pertunjukan wayang orang pada kebudayaan

Jawa. Para wayang itu diperankan oleh beberapa pelawak terkenal, seperti

Nunung Srimulat, Andre Taulani, Azis Gagap, dan Sule. Selain wayang, juga

terdapat dalang yang diperankan oleh Parto Patrio serta para pemain gamelan

dan dua orang pesinden, Rina dan Dewi Gita, beserta para bintang tamu

lainnya. Uniknya, hanya dalang yang mengetahui jalan ceritanya. Bintang

tamu juga kerap ditampilkan pada tiap episodenya.

Acara lawakan dengan menonjolkan perubahan setting lokasi atau latar

belakang panggung seperti ini sudah lama menjadi andalan beberapa stasiun

televisi, seperti acara Ngelaba di TPI, Ekstra Vaganza di TransTV, dan

lain-lain. Namun ada yang berbeda pada Opera Van Java ini, yaitu penggunaan

properti panggung berbahan styrofoam yang siap untuk dihancurkan. Selain

itu, format cerita yang tidak linier, tapi diselingi dengan

“kekacauan-kekacauan” yang menyimpang dari alur cerita, membuat pemirsa menjadi

(23)

penampilan, menjadikan setiap pemain bebas untuk berimprovisasi dan

melakukan “kesalahan”, sehingga penonton pun menjadi lebih santai dan tidak

dibebani harus memahami jalan cerita. Penonton benar-benar disuguhi

banyolan dan kekonyolan pelawaknya, tidak lagi harus terpaku memahami

jalan ceritanya. Betul-betul kocak, santai dan menghibur.

Sementara program Segerrr Benerrr di ANTV ditayangkan setiap Senin

s/d Rabu, 21.00 WIB, akan berbenah dengan set baru yang lebih dinamis.

Komedi series ini menggunakan format Samrah yang merupakan cabang

komedi Lenong dengan ciri khas penonton duduk di lantai mengitari

panggung dan penonton diberikan kebebasan berinteraksi dengan komedian

yang tampil. Dengan makin memperkental kekonyolan duet komedian

tradisional dan modern, penampilan Olga, Polo, Ohang dan grup Cagur makin

menarik, dan juga menampilkan gamelan dan sebagai pengantar cerita adalah

Soimah dengan busana kebaya sebagai ciri khas Sinden, serta menampilkan

bintang tamu 2 atau 3 bintang tamu (wanita – pria) sesuai kreatif cerita

membuat orang tertawa sepanjang acara. Latar belakang panggung juga

mneggunakan Styrofoam yang siap dihancurkan. Dalam acara ini juga

terdapat kekacauan-kekacauan dari para pemainnya, perbedaan acara ini

dengan Opera Van Java, Segeerrr Beneerrr melibatkan penonton dalam

pertunjukannya.

Kedua acara ini mendapat apresiasi yang baik dari pemirsa, hal ini

dibuktikan dengan rating yang cukup tinggi, menurut www.indorating.com

(24)

4.89, kemudian Segeerrr beneerrr (ANTV) 4.88, Abdel dan Temon

(GlobalTV) 4.00, Suami Suami Takut Istri (Trans TV) 3.77 dan OKB (Trans7)

3.50. Rating yang cukup tinggi ini tergambar juga pada dinding facebook

Opera Van Java di mana sudah terdaftar 427.783 penggemar. Begitu juga

dengan facebooknya segeerrr beneerrr dengan 221.371 penggemar.

(www.indorating.com diakses tanggal 13 April 2010).

Kedua acara ini sama-sama ditayangkan pada jam prime time, sehingga

segmentasi pasar ditujukan bagi semua umur. Selain itu, kedua acara ini

merupakan alternatif tontonan bagi pekerja yang menginginkan acara hiburan

segar setelah pulang kerja. Akan tetapi kedua acara ini juga memiliki

kekurangan antara lain ada adegan yang menampilkan kekerasan sehingga

dalam setiap penayangannya, anak-anak wajib didampingi orangtua.

Keputusan untuk menggunakan suatu media tertentu, berhubungan

dengan faktor kepuasan yang diperoleh dari media tersebut. Setiap khalayak

memiliki pertimbangan tersendiri untuk menentukan media mana yang

dipilihnya. Mereka akan mencari program mana yang akan memenuhi

harapan-harapannya serta tingkat kepuasan yang diperolehnya. Karena setiap

pemirsa mempunyai latar belakang dan motif yang berbeda-beda, tentunya

berbeda pula program acara mana yang mereka anggap menarik, mungkin

Opera Van Java di Trans7 atau Segeerrr Beneerrr di ANTV.

Dari kedua tayangan di atas merupakan program komedi yang serupa

tapi tak sama. Masing-masing menawarkan kelebihan yang berbeda dalam

(25)

program dan media mana yang dianggap memberi kontribusi yang paling

besar bagi pemuasan kebutuhannya terhadap hiburan.

Namun dalam penggunaan media komunikasi tertentu seringkali terjadi

kesenjangan kepuasan antara apa yang diharapkan khalayak media dengan

tingkat kepuasan nyata yang diperoleh khalayak setelah mengkonsumsi media

tersebut. Oleh karena itu, peneliti ingin meneliti kesenjangan dan tingkat

kepuasan pada kedua acara tersebut.

Penelitian ini dilakukan di kalangan mahasiswa1SI Komunikasi Transfer Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta

(FISIP UNS) angkatan 2008 dengan alasan bahwa populasi tersebut memiliki

derajat keseragaman (degree of homogeneity) dan mereka menonton kedua

acara ini. Dari pra survey yang telah dilakukan 61 responden tergolong

pemirsa tayangan komedi dan pernah menonton tayangan Opera Van Java dan

Segeerrr Beneerrr dengan tingkat terpaan cukup tinggi, artinya mereka

memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap televisi sebagai salah satu

bentuk pencarian informasi dan hiburan.

Kedua, menyangkut alasan derajat kemampuan peneliti yang sangat

dipengaruhi oleh tenaga, biaya dan waktu yang membuat peneliti tidak

memiliki daya untuk mengambil jumlah sampel yang lebih besar lagi,

responden sebanyak 61orang bisa dijadikan sampel. Sekaran memberikan

pedoman penentuan besarnya sampel penelitian, jumlah sampel lebih besar dari

30 dan lebih kecil dari 500 telah mencukupi untuk semua penelitian. Alasan

(26)

kesatuan mahasiswa belum ada yang lulus sehingga memudahkan peneliti

untuk penggambilan data.

Dengan otoritas yang dimiliki, pemirsa lebih bebas memilih dan

menentukan acara komedi mana yang lebih mampu memuaskan kebutuhan

mereka. Karena perbedaan latar belakang dan motif yang dimilikinya, ada

mahasiswa yang menganggap Opera Van Java Trans7 lebih memuaskan tetapi

ada pula yang menganggap Segeerrr Beneerrr ANTV lebih memuaskan.

Oleh karena itu, dengan penelitian ini peneliti ingin meneliti kesenjangan

dan tingkat kepuasan pada kedua acara tersebut di kalangan mahasiswa Ilmu

(27)

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas,

perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana kepuasan yang diharapkan responden (Gratification

Sought/GS) dari menonton program acara komedi Opera Van Java di

Trans7 dan Segeerrr Beneerrr di ANTV?

2. Bagaimanakah penggunaan media (media use) responden dari

menonton program acara komedi Opera Van Java di Trans7 dan

Segeerrr Beneerrr di ANTV?

3. Bagaimanakah tingkat kepuasan yang diperoleh responden

(Gratification Obtained/GO) dari menonton program acara komedi

Opera Van Java di Trans7 dan Segeerrr Beneerrr di ANTV?

4. Seberapa besar kesenjangan kepuasan (Gratification Discrepancy)

yang diperoleh responden setelah menonton progran acara komedi

Opera Van Java di Trans7 dan Segeerrr Beneerrr di ANTV?

C. TUJUAN PENELITIAN

Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui tingkat kepuasan yang diharapkan responden

(Gratification Sought/GS) dari menonton program acara komedi Opera

Van Java di Trans7 dan Segeerrr Beneerrr di ANTV.

2. Untuk mengetahui penggunaan media (media use) responden dari

menonton program acara komedi Opera Van Java di Trans7 dan Segeerrr

(28)

3. Untuk mengetahui tingkat kepuasan yang diperoleh responden

(Gratification Obtained/GO) dari menonton program acara komedi Opera

Van Java di Trans7 dan Segeerrr Beneerrr di ANTV.

4. Untuk mengetahui kesenjangan kepuasan (Gratification Discrepancy)

yang diperoleh responden setelah menonton progran acara komedi Opera

Van Java di Trans7 dan Segeerrr Beneerrr di ANTV.

D. MANFAAT PENELITIAN 1. Manfaat Praktis

a. Memberi informasi mengenai kepuasan yang diharapkan mahasiswa

Ilmu Komunikasi Swadana Transfer angkatan 2008 FISIP UNS

dalam menonton program acara komedi Opera Van Java di Trans7

dan Segeerrr Beneerrr di ANTV

b. Hasil ini diharapkan bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai

acara mana (antara Opera Van Java di Trans7 dan Segeerrr Beneerrr

di ANTV) yang lebih bisa memuaskan mahasiswa Ilmu Komunikasi

Swadana Transfer angkatan 2008 FISIP UNS.

2. .Manfaat Teoritis

a. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan metodologi dalam

mengungkap permasalahan kesenjangan kepuasan dalam menonton

program acara komedi Opera Van Java di Trans7 dan Segeerrr

Beneerrr di ANTV

b. Hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi pada penelitian lebih

(29)

E. LANDASAN TEORI

a. Komunikasi Secara Umum

Istilah Komunikasi atau dalam bahasa inggris communication

berasal dari kata latin communicatio, dan bersumber dari kata communis

yang berarti sama. Sama disini berarti sama makna.(Effendy, 1993:1)

Komunikasi mempunyai banyak arti dan masing-masing

memberikan penekanan arti, ruang lingkup dan konteks yang berbeda.

Fenomena komunikasi adalah sesuatu yang konstan dan tidak berubah

tetapi hanya pemahamannya saja yang berubah. Riswandy merumuskan

berbagai definisi komunikasi mempunyai beberapa pokok pengertian,

yaitu :

Ø Komunikasi adalah suatu proses mengenai pembentukan,

penyampaian, penurunan dan pengolahan pesan. Membentuk pesan,

artinya menciptakan ide atau gagasan.

Ø

Ø Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerja sama dari para

pelaku yang terlibat dan dapat terjadi dalam diri seseorang, antara dua

orang, antara beberapa orang atau banyak orang.

Ø Komunikasi bersifat transaksional, yang akan berhasil bila kedua belah

pihak yang terlibat mempunyai kesepakatan mengenai hal-hal yang

(30)

Ø Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu, bahwa para pelaku

yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta

tempat yang sama. (Riswandy, 2009:5-7)

Untuk lebih memahami pengertian komunikasi, kita merujuk pada

pendapat Harold D Lasswell dalam buku “A Confenience Way to Describe

An Act of Communication is to Answer The Following Questions,” yang

menjelaskan cara yang terbaik untuk memahami komunikasi ialah

menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Who, Says What, In Which

Channel, To Whom dan With What Effect (Effendy, 2001:10).

Berdasarkan pendapat tersebut, komunikasi dapat dipahami sebagai

suatu proses yang menjelaskan; siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa,

kepada siapa, dan dengan akibat apa atau hasil pengaruh apa. Kemudian,

paradigma Lasswell tersebut menjadi dasar bagi Philip Kotler dalam

merumuskan proses komunikasi yang disajikan dalam bagan model berikut:

BAGAN 1

PROSES KOMUNIKASI PHILIP KOTLER BERDASARKAN

PARADIGMA HAROLD LASSWELL

Sumber : (Effendy, 2001:11)

Sender Encoding Decoding Receiver

Media Message

Noise

(31)

Dari gambar bagan di atas (Effendy, 2001:11) menerangkan

unsur-unsur dalam proses komunikasi yang ideal setidaknya meliputi:

1) Sender: Komunikator yang menyampaikan pesan kepada seseorang atau sejumlah orang.

2) Encoding: Penyandian, yakni proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambang.

3) Message: Pesan yang merupakan seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator.

4) Media: Saluran komunikasi tempat berlalunya pesan dari komunikator kepada komunikan.

5) Decoding: Proses di mana komunikan menetapkan makna pada lambang

yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.

6) Receiver: Komunikan yang menerima pesan dari komunikator.

7) Response: Tanggapan, seperangkat reaksi pada komunikan setelah diterima pesan.

8) Feedback: Umpan balik, yakni tanggapan komunikan apabila

tersampaikan atau disampaikan kepada komunikator.

9) Noise: Gangguan tak terencana yang terjadi dalam proses komunikasi sebagai akibat diterimanya pesan lain oleh komunikan yang berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.

Komunikan merupakan salah satu dari unsur proses komunikasi,

sehingga penelitian ini merupakan penelitan komunikasi dikarenakan meneliti

salah satu dari unsur komunikasi yaitu komunikan atau khalayak.

b. Komunikasi Massa

Joseph A. Devito dalam bukunya Communicology: An Introduction

to the Study of Communication memberikan definisi yaitu:

(32)

menurut bentuknya: televisi, radio, surat kabar, majalah, film, buku dan pita.” (Effendy, 1993:14-15)

Sedangkan Bittner merumuskannya secara sederhana sebagai

berikut ”Mass Communication is message communicated through a mass

medium to a large number of people.” (Komunikasi massa adalah pesan

yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah orang).

(Rakmat, 1994:188)

Menurut Gustavo Cardozo dalam International Journal of Communication 2 (2008:587) yang berjudul From Mass to Networked Communication: Communicational Models and the Informational Society. The current media system is organized is its network organizational form. But it is also remarkable that, in the network society, the organization and development of the media system depends, to a large extent, on how we socially appropriate the media and not just how media companies and the state organize communication. From a world of mass communication organized by mass mediated content distribution organizations, we are moving into a world of network mediated communication still built by big media conglomerates.

(http://ijoc.org/ojs/index.php/ijoc/article/view/877/448)

Menurut Gustavo Cardozo, perkembangan tehnologi telah

merubah penyebaran komunikasi massa yang sekarang sangat dipengaruhi

oleh media yang besar, di Indonesia seperti siaran televisi. Televisi dapat

menyiarkan informasi kepada khalayak luas dalam waktu bersamaan.

Komunikasi massa mempunyai karakteristik yang disebabkan

sifat-sifat komponennya, yaitu

Ø Komunikator terlembaga.

Ø Komunikasi melalui media massa pada dasarnya ditujukan kepada

khalayak yang luas, heterogen, anonim, tersebar, dan tidak mengenal

(33)

Ø Bentuk kegiatan melalui media massa bersifart umum, dalam arti

perorangan atau pribadi.

Ø Pola penyampaian pesam media massa berjalan secara cepat dan

mampu menjangkau khalayak luas, bahkan mungkin tidak terbatas

baik secara geografis maupu kultural.

Ø Penyampaian pesan melalui media massa cenderung berjalan satu arah.

Umpan balik dari kahlayak berlangsung secara tertunda.

Ø Kegiatan komunikasi melalui media massa dilakukan secara terencana,

terjadwal, dan terorganisasi.

Ø Penyampaian pesan melalui medai massa dilakuka secara berkala.

Ø Isi pesan yang disampaikan melalui media massa mencangkup

berbagai aspek kehidupan seperti ekonomi, politik, sosial budaya, dan

keamanan, baik yang bersifat informatif, edukatif, maupun hiburn.

Ø Media massa mengutamakan unsur isi daripada hubungan.

Ø Media massa menimbulkan keserempakan.

Ø Kemampuan respon alat indera terbatas. (Riswandi, 2009:105-108)

c. Televisi Sebagai Media Massa Elektronik

Yang dimaksud dengan televisi disini adalah televisi siaran

(television broadcast) yang merupakan media dari jaringan komunikasi

dengan ciri-ciri yang dimiliki komunikasi massa, yakni: berlangsung satu

(34)

menimbulkan keserempakan dan komunikannya heterogen. (Effendy,

1993:21).

Televisi merupakan salah satu tekhnologi komunikasi modern

yang mampu menyebarkan informasi secara cepat.

Menurut Kurt Lang & Gladys Engel Lang (2009:39) dalam International Journal of Communication 3 yang berjudul Mass Society, Mass Culture, and Mass Communication. From a sociological perspective, the most striking feature of modern communication technology is its capacity to expand social relations beyond the clan, the tribe, and the local community. (http://ijoc.org/ojs/index.php/ijoc/article/view/597/407)

.

Menurut Kurt Lang & Gladys Engel Lang, fitur yang paling

mencolok dari teknologi komunikasi modern adalah kapasitasnya untuk

memperluas hubungan sosial. Hal ini juga sama terjadi di Indonesia bahwa

televisi sebagai tekhnologi komunikasi modern, mampu menjadi media

untuk memperluas informasi kepada siapapun.

Dilihat dari pengertian komunikasi massa, televisi termasuk dalam

komunikasi massa yang memiliki asumsi pokok yang diterangkan oleh

Dennis McQuail sebagai berikut:

1. Media merupakan industri yang berubah dan berkembang yang menciptakan lapangan kerja, barang dan jasa serta menghidupkan industri lain yang terkait. Media juga merupakan industri tersendiri yang memiliki peraturan dan norma-norma yang menghubungkan institusi tersebut dengan masyarakat dan institusi sosial lainnya. Di pihak lain, institusi media diatur oleh masyarakat.

2. Media merupakan sumber kekuatan alat kontrol, manajemen dan inovasi dalam masyarakat yang dapat didayagunakan sebagai pengganti kekuatan atau sumber daya lainnya.

3. Media merupakan lokasi (atau norma) yang semakin berperan, untuk menampilkan peristiwa-peristiwa kehidupan bermasyarakat, baik yang bertaraf nasional maupun internasional.

(35)

dan simbol tapi juga dalam pengertian pengembangan tata cara, mode, gaya hidup dan norma-norma.

5. Media telah menjadi sumber dominan bukan saja bagi individu untuk memperoleh gambaran dan citra realitas sosial tetapi juga bagi masyarakat dan kelompok secara kolektif. Media juga menyuguhkan nilai-nilai dan penelitian normatif yang dibaurkan dengan berita dan hiburan. (Nurudin, 2007:34)

Pemenuhan kebutuhan akan program juga bisa dilihat dari fungsi

televisi itu sendiri. Televisi juga memiliki tiga fungsi yakni:

1. Fungsi penerangan, stasiun televisi selain menyiarkan informasi dalam

bentuk siaran pandangan mata, atau berita yang dibacakan penyiar,

dilengkapi gambar-gambar yang sudah tentu faktual. Juga diskusi

panel, ceramah, komentar, dan lain-lain, dan semuanya realistis.

2. Fungsi pendidikan, sebagai media komunikasi massa, televisi

merupakan sarana yang ampuh untuk menyiarka acara pendidikan

pada khalayak yang jumlahnya begitu banyak secara simultan. Karena

kemampuannya itulah fungsi pendidikan yang diakndung televisi

ditingkatkan lagi, sehingga menjadi sarana pendidikan formal jarak

jauh.

3. Fungsi hiburan, fungsi hiburan yang melekat pada televisi siaran

tampaknya dominan. Sebagian besar dari alokasi waktu masa siaran

diisi acara hiburan. Hal ini dapat dimengerti, oleh karena dilayar

televisi dapat ditampilkan gambar hidup beserta suaranya bagaikan

kenyataan, serta dapat dinikmati oleh seluruh khalayak baik yang tidak

mengerti bahasa asing, bahkan yang tuna aksara. (Effendy,

(36)

Dalam acara Opera Van Java maupun Segeerrr Beneerrr, tidak

dapat dipungkiri fungsi hiburan sangat dominan dibandingkan kedua

fungsi televisi lainnya. Hal ini dapat dimengerti, oleh karena televisi dapat

menampilkan gambar hidup beserta suaranya bagaikan kenyataan, dan

dapat dinikmati di rumah untuk menghibur tiap-tiap keluarga.

d. Pengertian Komedi

Di dalam komunikasi, komedi atau biasa disebut humor sering

digunakan sebagai sarana persuasif, sebab pesan atau informasi yang

disampaikan terkesan santai dan menghibur.

Dengan acara komedi, khalayak tidak merasa dijejali dengan

informasi yang menjemukan, tetapi akan lebih menyajikan hal-hal yang

ringan dan lebih menghibur. Humor dapat menciptakan impresi atau kesan

yang lebih mendalam pada diri khalayak dan ditujukan untuk mampu

mempengaruhi mereka untuk mengikuti anjuran yang disampaikan.

Berbicara mengenai komedi atau humor, dikenal beberapa teori

humor. Diantaranya menurut Berger:

1. Teori Superioritas dan Degradasi

Teori ini untuk menganalisis jenis-jenis humor yang termasuk

satire. Satire merupakan humor yang mengungkapkan kejelekan,

kekeliruan, atau kelemahan orang, gagasan atau lembaga untuk

memperbaikinya. Objek yang membuat tertawa adalah objek yang

(37)

2. Teori Bisosiasi

Menurut teori ini, humor timbul karena kita menemukan hal-hal

yang tidak diduga atau biasa (unexpected turns), atau kalimat yang

menimbulkan dua asosiasi (puns).

3. Teori Pelampiasan Inhibisi

Teori ini adalah teori yang paling teoritis, sehingga tidak begitu

banyak manfaatnya. Kita banyak menekan ke alam bawah sadar

kita pengalaman-pengalaman yang tidak enak atau

keinginan-keinginan yang tidak bisa kita wujudkan. Salah satu diantara

dorongan yang kita tekan itu adalah dorongan agresif. Dorongan

agresif masuk ke alam bawah sadar kita dan bergabung dengan

kesenangan bermain dari masa kanak-kanak kita. Jika dorongan itu

kita lepaskan kedalam bentuk yang bisa diterima oleh masyarakat,

kita melepaskan inhibisi. Kita bisa merasa senang karena lepas dari

masalah yang menghimpit kita. Kita senang, karena itu kita

tertawa. (Rakhmat, 1992:126)

Berdasarkan tujuan komunikasinya, humor bisa dikelompokkan

dalam tiga jenis, yaitu:

1. Humor Kritik

Humor jenis ini biasanya lahir dari rasa tidak puas hati seseorang

atau kelompok terhadap lingkungan. Karena itu humor jenis ini

mengandung sindiran atau kritikan yang amat tajam terhadap

(38)

2. Humor Meringankan Beban Pesan (relief tension humor)

Biasanya untuk melengkapi pesan-pesan yang disampaikan atau

memperjelas suatu maksud, sehingga lebih mudah untuk

dipahami.

3. Humor Semata-mata Hiburan (only recreation humor)

Merupakan humor yang sedang melucu, hanya untuk membuat

orang tersenyum atau tertawa.

Humor dalam komunikasi juga efektif untuk menarik perhatian

publik sebagai sumber media alternatif yang bisa menginformasikan

publik dan mempengaruhi.

Meskipun memasukkan humor dalam komunikasi akan sangat

efektif, namun perlu ditekankan pula bahwa penggunaan humor haruslah

tepat dan tidak berlebihan. Penggunaan humor yang berlebihan akan

menyebabkan arah komunikasi menjadi kabur, sehingga pesan yang

disampaikan tidak tercapai. (Ruslan, 1995:19)

e. Intensitas

Intensitas adalah sesuatu yang dapat diukur berdasarkan sejauh mana

kedalaman suatu informasi dapat dipahami oleh responden. Yang dapat

dilihat dari:

Ø Penggunaan Media

Media yang dimaksud adalah program acara Opera Van Java di Trans7

(39)

Ø Frekuensi

Frekuensi adalah tingkat keseringan responden dalam menonton

tayangan dimaksud. Dalam peneiltian ini adalah berapa kali responden

menonton program acara komedi Opera Van Java di Trans7 dan

Segeerrr Beneerrr di ANTV

Ø Longitivity (durasi)

Menunjuk pada aktifitas responden saat menggunakan media televisi.

Digambarkan oleh perilaku responden saat mengikuti acara tersebut,

pemahaman terhadap acara tersebut, dan apakah mengikutinya sampai

selesai atau tidak.

f. Tingkat Kepuasan

Menurut kamus besar bahasa indonesia, kata puas mengandung

pengertian perasaan yang melegakan atau menyenangkan, ditambah

dengan awalan ke- dan akhiran –an menjadi bermakna memiliki. Jadi,

kepuasan bisa diartikan dengan perasaan melegakan karena tercapainya

pengharapan terhadap sesuatu yang diinginkan.

Kepuasan sangat dibutuhkan oleh semua orang. Dengan kepuasan,

khlayak/responden akan memperoleh perasaan senang dan lega karena

informasi / hiburan yang tersaji di media massa. Hal tersebut yang

nantinya akan mengukur tingkat kepuasan penonton.

Di era sekarang ini, dimana khalayak merupakan seseorang yang

(40)

lagi dominan. Penontonlah yang menggerakkan media massa untuk

memenuhi kebutuhan / kepentingan mereka. Maksudnya bahwa penonton

punya otoritas personal untuk menentukan akan konsumsi media apa,

sesuai dengan motivasinya. Hal ini terjadi karena banyaknya alternatif

pemuas bagi penonton untuk memenuhi kebutuhannya. Tidak hanya dari

media massa, namun juga sumber-sumber lain dalam lingkungan

sosialnya.

Penonton bergerak hanya semata-mata untuk memenuhi

kebutuhannya saja. Motivasi yang berbeda satu orang dengan lainnya,

menyebabkan penonton cenderung memilih media yang paling dapat

memenuhi kebutuhannya. Kewenangan untuk memilih inilah yang disebut

sebagai otoritas penonton dalam memenuhi berbagai kebutuhannya.

Ada banyak motif yang mendorong seseorang untuk mengunakan

televisi sebagai salah satu alat pemuas kebutuhannya. McQuail dalam

buku Rachmat Kriyantono mengkategorikan motif pengonsumsian media

sebagi berikut:

1. Motif informasi, pengguna dikatakan memiliki motif informasi apabila mereka:

a. Dapat mengetahui berbagai peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat terdekat.

b. Dapat mengetahui berbagai informasi mengenai peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan keadaan dunia.

c. Dapat mencari bimbingan menyangkut berbagai masalah. d. Dapat mencari bimbingan menyangkut berbagai pendapat.

e. Dapat memperoleh rasa damai melalui penambahan pengetahuan. 2. Motif identitas pribadi, pengguna dikatakan memiliki motif identitas

pribadi apabila mereka:

a. Dapat menemukan penunjang nilai-nilai yang berkaitan dengan pribadi mahasiswa itu sendiri.

(41)

c. Memperoleh nilai lebih sebagai mahasiswa.

3. Motif integrasi dan interaksi sosial, pengguna dikatakan memiliki motif integrasi dan interaksi sosial apabila mareka:

a. Memperoleh pengetahuan yang berkenaan dengan empati sosial. b. Dapat menemukan bahan percakapan dan interaksi sosial dengan

orang lain disekitarnya.

c. Dapat menjalankan peran sosial sebagai mahasiswa. d. Keinginan untuk dekat dengan orang lain.

e. Keinginan untuk dihargai dengan orang lain.

4. Motif hiburan, pengguna dikatakan memiliki motif hiburan apabila mereka:

a. Dapat melepaskan diri dari permasalahan. b. Bisa bersantai dan mengisi waktu luang. c. Bisa menyalurkan emosi

d. Bisa mendapatkan hiburan dan kesenangan. (Kriyantono, 2007:211-212)

Televisi digunakan khalayak sesuai dengan keinginan dan

kebutuhannya. Apabila keinginan da kebutuhan tersebut dapat terpenuhi

maka akan timbul suatu kepuasan. Asumsi bahwa khalayak aktif mencari

pemuasan kebutuhan individualnya melalui media massa melahirkan

pendekatan baru dalam penelitian komunikasi, yaitu pendekatan tentang

kebutuhan individu terhadap pesan-pesan media berdasarkan asas-asas

manfaat dan kepuasan, yang disebut Uses and Gratifacations Theory.

g. Teori Uses and Gratifications

Elihu Katz, Jay G. Blumler, dan Michael Gurevitch dalam buku

Jalaludin Rakhmat menjelaskan bahwa Uses and Gratifications meneliti

asal mula kebutuhan secara psikologis dan sosial, yang menimbulkan

harapan tertentu dari media massa atau sumber-sumber lain, yang

membawa pada pola terpaan media yang berlainan (atau keterlibatan pada

(42)

lain, barangkali termasuk juga yang tidak kita inginkan. Mereka

merumuskan asumsi-asumsi dasar dari teori:

1. Khalayak dianggap aktif, artinya sebagian penting dari penggunaan media massa diasumsikan mempunyai tujuan.

2. Dalam proses komunikasi massa banyak inisiatif untuk mengkaitkan pemuasan kebutuhan dengan pemilihan media terletak pada amggota khalayak.

3. Media massa harus bersaing dengan sumber-sumber lain untuk memuaskan kebutuhannya. Kebutuhan yang dipenuhi media hanyalah bagian dari rentangan kebutuhan manusia yang lebijh luas. Bagaimana kebutuhan ini terpenuhi melalui konsumsi media amat bergantung kepada perilaku khalayak yang bersangkutan.

4. Banyak tujuan pemilih media massa disimpulkan dari data yang diberikan anggota khalayak, artinya orang dianggap cukup mengerti untuk melaporkan kepentingan dari motif pada situasi-situasi tertentu. 5. Penilaian tentang arti kultural dari media massa harus ditangguhkan

sebelum diteleiti lebih dahulu orientasi khalayak. (Rakhmat, 1999:205)

Selain model Uses and Gratifications milik Katz, Blumler, dan

Michael Gurevitch diatas, ada bermacam- macam model Uses and

Gratifications, salah satunya model Uses and Gratifications Palmgreen

(1985) yang digunakan dalam penelitian ini.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan model Uses and

Gratifications Palmgreen karena model ini mengukur kesenjangan

(discrepency) antar kepuasan yang dicari (GS) dengan kepuasan yang

diperoleh (GO) yang cocok digunakan untuk penelitian ini.

Palmgreen membuat model yang berangkat dari kenyataan bahwa

model-model dari Uses and Gratifications terdahulu gagal mengukur

perbedaan antara apa yang dicari khalayak dengan apa yang diperoleh dari

(43)

mengukur kesenjangan (discrepency) antar kepuasan yang dicari (GS)

dengan kepuasan yang diperoleh (GO).

Model GS-GO Palmgreen ini didasarkan pada teori nilai dan

harapan (Expectancy & Value Theory). Individu memiliki otoritas

kebutuhan bedasarkan harapan-harapan dan evaluasi yang mereka

lakukan. Dan digambarkan oleh Palmgreen sebagai berikut:

Bagan 1.2

Model Expectancy & Value

Sumber: (Rachmat Kriyantono, 2007: 208)

Dari gambar diatas, kepercayaan-kepercayaan dan nilai-nilai akan

menentukan pencarian kepuasan, yang akhirnya menentukan perilaku

konsumsi terhadap media.

Palmgreen dalam buku Rachmat Kriyantono menjelaskan menurut

teori nilai pengharapan, orang mengarahkan diri pada dunia berdasrkan

pada kepercayaan dan evaluasi-evaluasi mereka tentang nilai tersebut.

Gratification Sought (GS) merupakan kepuasan yang dibayangkan akan

diterima seseorang setelah ia menggunkan media massa tertentu (misal :

radio, tv, koran). Sedangkan Gratication Obtained (GO) merupakan

Kepercayaan-kepercayaan (beliefs)

Evaluasi-evaluasi

Pencarian kepuasan (GS)

Konsumsi media

(44)

kepuasan yang diperoleh seseorang setelah ia menggunakan media massa

tersebut. (Kriyantono, 2007:206-207)

Pada dasarnya Palmgreen dalam gratification sought percaya

manusia menggunakan televisi di dorong oleh motif-motif. Contoh jika

pemirsa percaya bahwa acara Opera Van Java dan Segeerrr Beneerrr dapat

memberikan hiburan yang menarik, maka pemirsa akan menggunakan

acara tersebut untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasannya.

Kepercayan pemirsa televisi tidak hanya ditentukan oleh dirinya

sendiri ada banyak faktor baik personal maupun eksternal yang

mempengaruhinya dalam membangun kepercayaan. Litteljohn

mengatakan bahwa kepercayaan seseorang tentang isi media dapat

dipengaruhi oleh (1) budaya dan institusi sosial seseorang, termasuk media

itu sendiri; (2) keadaan-keadaan sosial seperti ketersediaan media; (3)

variabel-variabel psikologis tertentu, seperti intovert-ekstrovert dan

dogmatis. Nilai-nilai dipengaruhi oleh (1) faktor-faktor kultural dan sosial

(2) kebutuhan-kebutuhan dan (3) Variabel-variabel psikologi. (Kriyantono

2007:207)

Dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian

terhadap acara Opera Van Java dan Segeerrr Beneerrr melalui pendekatan

uses and gratification dengan fokus pada pengukuran kesenjangan

(45)

h. Kerangka Pemikiran

Alur pemikiran dalam penelitian ini digambarkan secara ringkas

pada bagan 1.3 yang tertera di bawah. Bagan tersebut menggambarkan

proses terbentuknya kesenjangan kepuasan (GD) antara program acara

Opera Van Java dan Segeerr Beneerrr secara skematis. Dari

masing-masing kedua acara tersebut akan dicari tingkat kepuasan yang diharapkan

(GS) dan tingkat kepuasan yang diperoleh (GO) setelah mengkonsumsi

kedua acara tersebut. Selanjutnya akan muncul kesenjangan kepuasan dari

masing-masing acara tersebut. Dari hasil tersebut dapat dibandingkan

tingkat kesenjangan kepuasan yang diperoleh dan akan diketahui acara

mana yang memiliki tingkat kepuasan paling tinggi.

Untuk mempermudah dalam memahami alur pemikiran penelitian

ini, maka penulis membuat kerangka pemikiran dalam bagan berikut:

(46)

F. DEFINISI KONSEPSIONAL DAN OPERASIONAL 1. Definisi Konsepsional

a. Gratification Sought (Kepuasan yang Diharapkan)

Gratification Sought (GS) merupakan kepuasan yang dibayangkan

akan diterima seseorang sebelum ia menggunkan media massa tertentu

(misal : radio, tv, koran) (Kriyantono 2007:206).

Dalam penelitian ini gratification sought merupakan kebutuhan

yang diharapkan pemenuhan kepuasannya dari program acara komedi

Opera Van Java dan Segeerrr Beneerrr.

b. Media Use (Penggunaan Media)

Penggunaan media adalah jumlah waktu yang digunakan dalam

berbagai media jenis media yang dikonsumsi dan berbagai hubungan

antara individu konsumen media dengan isi media yang dikonsumsi atau

dengan media secara keseluruhan (Rakhmat, 1999:66).

Dalam penelitian ini media use adalah perilaku mahasiswa Ilmu

Komunikasi FISIP UNS angkatan 2008. Sebelum, saat, dan setelah

menggunakan media yang dilihat dari pilihan, tingkat perhatian, frekuensi

dan curahan waktu rata-rata yang diberikan responden pada acara komedi

Opera Van Java dan Segeerrr Beneerrr.

c. Gratification Obtained (Kepuasan yang Diperoleh)

Gratification Obtained adalah kepuasan nyata yang diperoleh

seseorang setelah mengkonsumsi suatu jenis media tertentu (Kriyantono,

(47)

Pada penelitian ini Gratification Obtained menunjukkan tingkat

kepuasan seberapa jauh acara komedi Opera Van Java dan Segeerrr

Beneerrr memberikan sumbangan berupa kepuasan nyata yang diperoleh

responden setelah menyaksikan acara tersebut.

d. Gratification Discrepancy (Kesenjangan Kepuasan)

Gratification Discrepancy adalah perbedaan perolehan kepuasan

yang terjadi antara skor GS dan GO dalam mengkonsumsi media tertentu.

Semakin kecil discrepancy-nya, semakin memuaskan media tersebut

(Kriyantono 2007:207-208).

2. Definisi Operasional

a. Gratification Sought (GS)

Dioperasionalkan dengan memberikan item-item pertanyaan

kepuasan yang diharapkan responden dalam menyaksikan program acara

komedi Opera Van Java Trans7 dan Segeerrr Beneerrr ANTV.

Variabel ini dibagi empat kelompok kebutuhan yang

dioperasionalkan dalam 13 item pertanyaan pencarian kepuasan, yaitu:

1). Motif informasi

a) Untuk memperoleh informasi tentang komedian pendatatang baru

b) Untuk menambah informasi komedian yang sedang naik daun

c) Untuk memperoleh pengetahuan aksi panggung artis komedi

(48)

2). Motif identitas pribadi

a) Untuk menambah kepercayaan diri dalam bergaul dengan orang

lain

b) Agar bisa memberikan informasi kepada orang lain

3) Motifintegrasi dan interaksi sosial

a) Untuk memperoleh bahan pembicaraan dengan orang lain

b) Untuk berkumpul dengan teman dan keluarga

4) Motif hiburan

a) Untuk melupakan segala permasalahan yang ada

b) Sebagai sarana mengisi waktu luang setelah pulang kuliah

c) Untuk menyalurkan emosi

d) Menonton televisi sebagai hiburan dan kesenangan semata

e) Menonton televisi dapat menghilangkan stres

Setiap pertanyaan diberikan empat alternatif jawaban. Untuk

mengukurmya, pemberian skor dilakukan dengan menggunakan skala

sikap Liker dengan meniadakan Ragu/ragu atau Tidak tahu. Dengan alasan

agar tidak memiliki makna ganda dan menghilangkan banyak data dalam

penelitian. Skala ini menunjukkan kuatnya keinginan responden untuk

mencari pemuasan melalui menonton acara komedi Opera Van Java di

Trans7 dan Segeerrr Beneerrr di ANTV.

Tinggi rendahnya diukur dengan distribusi frekuensi pada

(49)

1) Tinggi; menunjuk bahwa responden sangat mencari pemuas

kebutuhan pada tayangan tersebut, dan terjadi jika untuk item-item

tertentu responden menjawab Sangat Setuju (SS) dengan skor 4

2) Sedang; menunjuk bahwa responden mencari pemuas kebutuhan pada

tayangan tersebut, dan terjadi jika untuk item-item tertentu responden

menjawab Setuju (S) dengan skor 3

3) Rendah; menunjuk bahwa responden tidak ada keinginan untuk

mencari pemuas kebutuhan pada tayangan tersebut, dan terjadi jika

untuk item-item tertentu responden menjawab Tidak Setuju (TS)

dengan skor 2

4) Sangat Rendah; menunjuk bahwa responden sangat tidak ada

keinginan untuk mencari pemuas kebutuhan pada tayangan tersebut,

dan terjadi jika untuk item-item tertentu responden menjawab Sangat

Tidak Setuju (STS) dengan skor 1

Dari ketentuan skor tersebut akan diperoleh nilai tertinggi 13x4=52

(sebagai batas atas) dan nilai terendah 13x1=13 (sebagai batas bawah).

Untuk menentukan empat kelas yang menyatakan tingginya harapan

responden untuk memuaskan kebutuhannya melalui program komedi

tersebut maka diperoleh range (jarak) interval :

Batas atas-bata bawah i = ---

Jumlah kelas

52 - 13

i = --- 4

(50)

b. Media use

Media use merupakan perilaku khalayak dalam menggunakan

media. Tingkat penggunaan media pada responden dalam penelitian ini

dihitung berdasarkan tingkat perhatian dan frekuensi menonton responden

yang diberikan pada acara komedi Opera Van Java di Trans7 dan Segeerrr

Beneerrr di ANTV.

Variabel ini diukur dengan indikator pertanyaan sebagai berikut:

1) Tingkat Perhatian

Tingkat perhatian responden tehadap acara komedi Opera Van Java

diTrans7dan Segeerrr Beneerrr di ANTV, terbagi menjadi tiga:

a) Pra Actifity (pra aktivitas/ sebelum terpaan media)

Menunjuk pada aktifitas responden sebelum menggunakan media

televisi. Digambarkan dengan aktivitas pencarian informasi acara

televisi oleh responden dan setelah mendapat informasi tersebut apakah

responden sengaja meluangkan waktu untuk menontonnya atau tidak.

b) Duractivity (selama terpaan media)

Menunjuk pada aktifitas responden saat menggunakan media

televisi. Digambarkan oleh perilaku responden saat mengikuti acara

tersebut, pemahaman terhadap acara tersebut, dan apakah mengikutinya

(51)

c) Post activity (paska aktivitas/setelah terpaan media)

Menunjuk pada aktifitas khalayak setelah terpaan media, yaitu

setelah menyaksikan acara tersebut apakah responden

memperbincangkannya dengan orang lain dalam interaksi sosialnya.

2) Frekuensi menonton

Yaitu tingkat keseringan responden dalam menonton tayangan

dimaksud. Dalam peneiltian ini adalah berapa kali responden menonton

program acara komedi Opera Van Java di Trans7 dan Segeerrr Beneerrr di

ANTV dikategorikan sebagai berikut:

Ø Opera Van Java, 7 kali dalam seminggu (Senin – Minggu)

a) Sangat tinggi, jika responden menonton 6 – 7 kali dalam

seminggu

b) Tinggi, jika responden menonton 4 – 5 kali dalam seminggu

c) Sedang, jika responden menonton 2 –3 kali dalam seminggu

d) Rendah, jika responden menonton 0 - 1 kali dalam seminggu

Ø Segeerrr Beneerrr, 3 kali dalam seminggu (Senin – Rabu)

a) Sangat tinggi, jika responden menonton 3 kali dalam

seminggu

b) Tinggi, jika responden menonton 2 kali dalam seminggu

c) Sedang, jika responden menonton 1 kali dalam seminggu

d) Rendah, jika responden tidak pernah menonton dalam

(52)

3) Isi Media

Menunjuk pada isi dari tayangan televisi tersebut apakah bisa

memanuhi motif-motif kebutuhan yang diharapkan responden saat

menonton tayangan tersebut, apabila motif-motif kebutuhan yang

diharapkan responden bisa dipenuhi dalam acara komedi Opera Van Java

dan Segeerrr Beneerrr, maka kedua acara komedi tersebut mampu

memenuhi kebutuhan responden.

c. Gratification Obtained (GO)/ Kepuasan yang diperoleh

Merupakan sejumlah kepuasan nyata yang diperoleh responden

atas terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan tertentu setelah responden

menyaksikan program acara komedi Opera Van Java di Trans7 dan

Segeerrr Beneerrr di ANTV. Tingkat kepuasan yang diperoleh diukur

dengan tiga belas item pertanyaan kepuasan seperti pada grafication

sought. Untuk mengukurnya, pemberian skor dilakukan dengan

menggunakan skala sikap Likert dengan menggunakan empat alternatif

jawaban dengan meniadakan Ragu-ragu/Tidak tahu. Dengan alasan agar

tidak memiliki makna ganda dan menghilangkan banyak data dalam

penelitian.

1) Sangat Puas (skor 4); menunjuk bahwa harapan responden sangat

terpenuhi kebutuhannya setelah menonton acara tersebut

2) Puas (skor 3); menunjuk bahwa harapan responden cukup terpenuhi

(53)

3) Tidak puas (skor 2); artinya responden kurang terpenuhi kebutuhannya

setelah menonton acara tersebut

4) Sangat tidak puas (skor 1); artinya responden sama sekali tidak

terpenuhi kebutuhannya setelah menonton acara tersebut

d. Grafication Discrepancy (kesenjangan kepuasan)

Merupakan kesenjangan kepuasan yang diukur berdasarkan

perhitungan perbedaan nilai kepuasan yang diharapkan (Grafication

Sought/GS) dan kepausan yang diperoleh (Grafication Obtained/GO)

acara komedi Opera Van Java di Trans7 dan Segeerrr Beneerrr di ANTV.

Kesenjangan kepuasan dikukur dengan menyilangkan nilai GS dengan

nilai GO yang diperoleh sehingga akan tampak apakah ada kesenjangan

kepuasan yang dialami responden setelah menonton program komedi

(54)

G. METODE PENELITIAN 1. Jenis Penelitian

Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif. Penelitian

kuantitatif dengan format deskriptif bertujuan untuk menjelaskan, meringkas

berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai variabel yang timbul di

masyarakat yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yang terjadi.

Kemudian mengangkat ke permukaan karakter atau gambaran tentang

kondisi, situasi, ataupun variabel tersebut. ( Bungin, 2006:36).

Dengan kata lain melukiskan variabel demi variabel, satu demi satu

dan tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesa, atau

membuat prediksi. (Rakhmat, 1999:24-25)

2. Metode Penelitian

Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian

survei. Survei adalah metode riset dengan menggunakan kuisioner sebagai

instrumen pengumpulan datanya. Tujuannya untuk memperoleh informasi

tentang sejumlah responden yang dianggap mewakili populasi tertentu.

(Kriyantono, 2007:60)

3. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dilaksanakan di Jurusan Ilmu Komunikasi Transfer

angkatan 2008, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas

Maret, yang beralamatkan di Jl. Ir Sutami 36 A, Kentingan, Surakarta.

(55)

ilmu komunikasi transfer FISIP UNS dan tingginya terpaan media televisi

serta segmentasi acara yang mewakili.

4. Populasi

Populasi adalah keseluruhan (universum) dari objek penelitian yang

dapat berupa manusia, hewan, tumbuhan, gejala, nilai, peristiwa, dan

sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian.

(Bungin, 2006:99)

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa ilmu

komunikasi transfer angkatan 2008 yang masih aktif dan tercatat pada

program S1 Komunikasi Transfer FISIP UNS angkatan 2008 yang

menonton dan mengikuti acara komedi Opera Van Java di Trans7 dan

segerrr benerrr di ANTV dari pra survey diketehui sebanyak 61 orang.

5. Sampel dan Teknik pengambilan Sampel

Sampel merupakan bagian dari populasi yang menjadi objek

penelitian. Sampel adalah sebagaian dari jumlah dan karakteristik yang

dimiliki oleh populasi. Karakteristik populasi di atas menggiring ipeneliti untukimelakukan pengambilan sampel dengan metode Sampel Jenuh.

Sampel jenuh atau sensus adalah teknik penentuan sampel bila semua

anggota populasi digunakan sebagai sampel. Teknik ini digunakan karena

sampel yang diambil jumlahnya sama dengan jumlah populasi yaitu 61

(56)

6. Jenis Data

a. Data Primer (Primary Data)

Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari

responden. Data ini didapatkan dari survey yang menggunakan

instrumen pengumpulan data berupa kuesioner (questionnaire).

b. Data Sekunder (Secondary Data)

Data sekunder merupakan data yang diperoleh tidak langsung

atau dengan cara mengutip dari sumber lainnya guna melengkapi data

primer. Data ini diperoleh dari catatan-catatan, buku-buku literatur,

maupun website. Adapun yang termasuk data sekunder dalam penelitian

skripsi ini meliputi gambaran umum FISIP UNS dan landasan teori

yang diperlukan peneliti.

7. Teknik Pengumpulan Data

a. Teknik Kuesioner (Questionnaire)

Teknik Kuesioner yaitu pengumpulan data dengan cara

menyebarkan kuisioner atau angket (daftar pertanyaan) yang harus diisi

responden.

b. Teknik Kepustakaan

Dokumentasi adalah instrumen pengumpulan data yang sering

digunakan dalam berbagai metode pengumpulan data. Metode

(57)

penelusuran dokumentasi. Tujuannya untuk mendapatkan informasi

yang mendukung analisis dan interpretasi data. (Kriyantono, 2007:116)

8. Pengujian Data

a. Uji Validitas

Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat

kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Data dikatakan valid, jika

pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur

oleh instrumen tersebut. Instrumen disusun dengan memecah variabel

menjadi subvariabel berikut dengan indikator-indikatornya.

Butir-butir pertanyaan yang ada dalam kuesioner diuji terhadap

faktor terkait. Jika ternyata tidak valid maka butir pertanyaan yang tidak

valid tersebut akan disingkirkan dari kuesioner atau diperbaiki. Untuk

menguji validitas setiap butir, maka skor-skor yang ada pada butir yang

dimaksud dikorelasikan dengan skor total variabel, dimana skor butir

dipandang sebagai nilai X dan skor total variabel sebagai nilai Y.

Data dikatakan valid apabila nilai korelasi hitung r data tersebut

bertanda positif dan r hasil > r tabeldengan derajat kebebasan (df) = n-2,

dalam hal ini n = jumlah sampel, maka butir pertanyaan atau variabel

tersebut valid. Dengan diperolehnya indeks validitas setiap butir maka

(58)

syarat ditinjau dari validitasnya, sehingga berdasar perhitungan ini

peneliti dapat merevisi butir-butir pertanyaan yang dimaksud.

b. Uji Reliabilitas

Uji reabilitas digunakan untuk mengukur ketepatan suatu instrumen

jika dipergunakan untuk mengukur objek penelitian yang sama, meski

berkali-kali digunakan akan mendapatkan hasil yang serupa.

Untuk mengukur reliabilitas digunakan uji statistik Cronbach

Alpha (α). Variabel dikatakan konsisten jika memiliki nilai Cronbach

Alpha (α) > 0,60 (Arikunto, 1988:190-191). Adapun rumus alpha yang

dimaksud yaitu:

Dengan keterangan:

r

11 = reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

Ʃσb2 = jumlah varians butir

σt2 = varians total

[

(k-1) k

]

1 ̶

r

11 =

[

Ʃσb2

(59)

9. Teknik Analisis Data

<

Gambar

Tabel II.9 menggambarkan frekuensi menonton kategori sering
Tabel II.10 menggambarkan tingkat perhatian yang diberikan
Tabel II.11 menunjukkan bahwa tingkat keseringan melakukan
Tabel III.12 Responden Fokus Tanpa Memindah-Mindah Chanel TV Saat
+7

Referensi

Dokumen terkait

Konsep komedi Opera Van Java terinspirasi dari wayang kulit yang dimainkan dalang dengan mengubah peran yang dimainkan wayang kulit menjadi orang sungguhan,

[r]

Terakhir pada motif hiburan sebagian besar responden memiliki kepuasan yang diperoleh (Gratifications Obtained) pemirsa dalam menonton MasterChef Indonesia di

Tabel 5 juga memperlihatkan bahwa sebagian besar responden yang memiliki motivasi informasi kuat mempunyai frekuensi dan durasi yang tinggi dalam menonton program acara Megaswara

Hasil dalam penelitian ini adalah responden dalam penelitian ini termasuk kedalam katagori tinggi, Karena dengan menonton program acara Jam Malam di Trans 7 juga dapat

Ucapan puji syukur kepada Tuhan Yesus yang telah menyertai penulis selama proses penulisan skripsi ini, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul MOTIF

Dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data informasi yang dapat diperuntukkan bagi pihak perusahaan, untuk mengetahui motif pemirsa kota Surabaya dalam menonton program

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku siswa terhadap penayangan Opera Van Java di Trans7 dapat dilihat dari penilaian siswa terhadap tayangan