• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahasa Indonesia Kelas XI Cerita Ulang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bahasa Indonesia Kelas XI Cerita Ulang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS BAHASA

INDONESIA

YANG DI SUSUN OLEH:

HADZIQO ANDITYA.A

IMANSYAH SUCIAJI

JESIMA PRATIWI

JIHAN TSABITA.A

(2)

CERITA ULANG

A.) Pengertian Teks Cerita Ulang

Cerita ulang adalah teks yang menceritakan kepada pembaca mengenai sebuah cerita, aksi, maupun aktivitas masa lampau. Tujuannya untuk melaporkan peristiwa, kejadian atau kegiatan yang terjadi pada masa lampau dalam sebuah urutan kroonologis menghibur atau memberikan informasi kepada pembaca.

Cerita ulang terdiri dari tiga jenis :

1. Rekon pribadi, adalah cerita ulang yang memuat kejadian dimana penulisnya terlibat secara langsung.

2. Rekon faktual (informasional), adalah cerita ulang yang memuat kejadian faktual seperti eksperimen ilmiah, laporan polisi, dan lain-lain.

3. Rekon imajinatif, adalah cerita ulang yang memuat ceriata imajinatif yang lebih detail.

B.) Struktur Isi Teks Cerita Ulang

1. Orientasi atau pengenalan, berisi informasi mengenai siapa, dimana, dan kapan peristiwa atau kegiatan itu terjadi di masa lampau.

2. Insiden, merupakan rekaman peristiwa yang terjadi. Biasanya disampaikan dalam urutan kronologis.

3. Resolusi, berisi komentar pribadi penulis tentang peristiwa atau kejadian yang sedang diceritakan.

C.) Ciri Bahasa Teks Cerita Ulang

Sebuah cerita teks ulang biografi biasanya berisi “siapa” (partisipan) melakukan “apa” (peristiwa) di suatu tempat pada waktu lalu. Untuk menyebut partisipan biasanya

menggunakan pronomina atau dikenal juga dengan kata ganti yaitu kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Selain pronomina, dalam teks cerita ulang biografi juga terdapat pengacuan. Pengacuan merupakan alat kohesi yang baik karena dapat menghindari pengulangan kata yang sama terus menerus.

(3)

material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa. Pada kata kerja material terdapat partisipan yang melakukan sesuatu disebut aktor dan partisipan yang lain (tidak selalu ada) yang dituju oleh kata kerja yang disebut sasaran.

Untuk menata peristiwa yang diceritakan, cerita ulang memanfaaatkan konjungsi. Konjungsi digunakan untuk merangkaikan satu klausa dengan klausa yang lain dalam satu kalimat. Konjungsi ini disebut konjungsi intrakalimat. Selain itu, konjungsi juga digunakan untuk merangkaikan kalimat satu dengan kalimat lainnya disebut konjungsi antar kalimat. Ciri kebahasaan lain dalam sebuah teks cerita ulang adalah kalimat simpleks (kalimat tunggal) . kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri dari satu verba utama yang

menggambarkan satu aksi, peristiwa, atau keadaan. Kalimat simpleks hanya mengandung satu unsur yaitu subjek-predikat-(pelengkap)-(keterangan). Unsur yang diletakan dalam kurung belum tentu terdapat pada sebuah kalimat. Cerita ulang juga menggunakan urutan peristiwa.

D.) Unsur Teks Cerita Ulang

1. Tema dan amanat 2. Alur

3. Penokohan 4. Latar

5. Nilai dalam cerita

E.) Persamaan & Perbedaan Struktur dan Isi Ciri Bahasa Dua Teks Cerita Ulang

BLOMAN

F.) Langkah Penulisan Teks Cerita Ulang

Dalam membuat teks cerita ulang seperti biografi dibutuhkan beberapa langkah yang diperlukan, contohnya sebagai berikut.

Memahami Struktur Biografi

Struktur biografi terbagi atas orientasi, urutan peristiwa kehidupan tokoh, dan reorientasi.

Orientasi

(4)

Urutan Peristiwa Kehidupan Tokoh

Merupakan penjelasan mengenai peristiwa-peristiwa yang pernah dialami sosok tokoh yang dibahas. Bagian ini berisi pengalaman tokoh baik pengalaman menyenangkan, menyedihkan, dan sebagainya.

Reorientasi

Merupakan tahap yang berisikan pandangan-pandangan penulis terhadap tokoh yang dibahas. Untuk contoh struktur biografi bisa Anda lihat di Struktur Biografi Soekarno atau Struktur Biografi John F. Kennedy.

Memahami Kaidah Teks Biografi

Kaidah teks biografi terdiri atas pengacuan, kalimat simpleks, dan predikator.

Pengacuan

Merupakan media kohesi untuk menghindarkan pengulangan kata yang terus-menerus.

Promina

Merupakan kata ganti misalnya, -nya, dia, dan sebagainya.

Verba Material

Menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa.

Kalimat Simpleks

Merupakan kalimat tunggal dengan hanya satu verba.

Konjungsi

Merupakan kata penghubung.

Mengumpulkan Data Tokoh

Selanjutnya kita akan mengumpulkan berbagai data-data tentang tokoh mulai dari kelahiran, peristiwa, sampai kematian tokoh. Data-data tersbut bisa didapatkan di berbagai sumber seperti internet dan sebagainya.

Merangkai Kronologi Kehidupan Tokoh

Setelah semua data siap, yang harus dilakukan adalah merangkai setiap peristiwa hingga membentuk kronologi peristiwa. Disini kaidah teks biografi yang berperan, misalnya konjungsi, promina dan sebgainya. Bergantung dari bagaimana kreativitas Anda.

Menuliskan Pandangan Penulis Terhadap Tokoh

Reorientasi merupakan pandangan kita terhadap tokoh, kesan apa yang muncul setelah menemukan berbagai iinformasi dari tokoh itulah yang Anda tuliskan di sini. Reorientasi bersifat opsional sehingga bisa saja tidak dituliskan

(5)

1. Bersifat faktual / imajinatif. 2. Menceritakan peristiwa masa lalu. 3. Disusun secara kronologis.

4. Menceritakan tempat dan waktu kejadian.

H.) Langkah-Langkah Mengkonversi Teks Cerita Ulang Menjadi Dialog Drama.

1. Membaca teks cerita ulang secara keseluruhan.

2. Mencermati piihan kata (diksi) yang tepat dalam teks cerita ulang. 3. Merangkum teks cerita ulang secara menyeluruh.

(6)

DAFTAR PUSTAKA

Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA/MAK Kelas XI-Jilid 1 ;

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan pada pekerja kasar, meskipun mempunyai kebiasaan merokok, namun karena disertai aktivitas yang tinggi maka pembakaran kolesterol tinggi pula, sehingga kadarnya

2). Mendapatkan konsentrasi zat pengatur tumbuh NAA dan BAP yang optimum untuk pertumbuhan tunas pisang cavendish melalui kultur in vitro. Mendapatkan kombinasi terbaik dari

Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.arya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber... Loop yang dipakai

Kasus kami adalah seorang bayi usia 2 hari dengan keluhan utama kemerahan dan bengkak pada kedua kaki dan tangan yang terlihat sejak lahir tanpa riwayat

Aplikasi auksin saja pada kultur in vitro kurang efektif untuk pertumbuhan embrio somatik sedangkan auksin yang dikombinasikan dengan kinetin lebih efektif untuk

Konsumsi ransum yang berbeda ini disebabkan oleh sifat babi Bali yang terbiasa mengkonsumsi ransum berupa sisa-sisa dapur dengan bentuk fisik ransum lebih basah, memiliki

Dari hasil tersebut, dapat diketahui bahwa ada efek anti jamur dari minyak atsiri lengkuas putih dengan konsentrasi Minimum Inhibitor Concentration (MIC) adalah

Pembuatan listing program pada editor Basic Stamp diawali dengan menentukan tipe mikrokontroler Basic Stamp dan versi compiler PBASIC yang digunakan untuk