OPTIMASI SEDIAAN KRIM SERBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN BASIS VANISHING CREAM

22 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

i

SKRIPSI

ASRI VERNI NINGSIH

OPTIMASI SEDIAAN KRIM SERBUK DAUN

KELOR (

Moringa oleifera

Lam.) SEBAGAI

ANTIOKSIDAN DENGAN BASIS

VANISHING

CREAM

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(2)

ii

LembarPengesahan

OPTIMASI SEDIAAN KRIM ANTIOKSIDAN SERBUK

DAUN KELOR (

Moringa oleifera

Lam.) SEBAGAI

ANTIOKSIDAN DENGAN BASIS

VANISHING CREAM

SKRIPSI

Telah diuji dan dipertahankan didepan tim penguji

pada tanggal 13 Agustus 2014

Oleh:

ASRI VERNI NINGSIH

NIM: 201010410311157

Tim Penguji

Penguji I Penguji II

Dra. Esti hendradi M.Si., Apt., Ph.d Dra. Uswatun Chasanah, M.Kes., Apt.

Penguji III Penguji IV

(3)

iii

LembarPengesahan

OPTIMASI SEDIAAN KRIM ANTIOKSIDAN SERBUK

DAUN KELOR (

Moringa oleifera

Lam.) SEBAGAI

ANTIOKSIDAN DENGAN BASIS

VANISHING CREAM

SKRIPSI

Dibuat untuk memenuhi syarat mencapaigelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas ilmu Kesehatan

Universitas Muhammadiyah Malang 2014

Oleh:

ASRI VERNI NINGSIH

NIM: 201010410311157

Disetujui Oleh:

Pembimbing I Pembimbing II

Dra. Esti hendradi M.Si., Apt., Ph.d Dra. Uswatun Chasanah, M.Kes., Apt.

(4)

iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulilah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayat serta karuniaNya, sehingga Penulis dapat

menyelesaikan skripsi yang berjudul “Optimasi Sediaan Krim Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Sebagai Antioksidan dengan Basis Vanishing Cream

untuk memenuhi salah satu persyaratan akademik dalam menyelesaikan program Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

Dalam proses penyusunan skripsi ini penulis tidak terlepas dari berbagai pihak yang memberikan bimbingan, bantuan serta doa sehingga penulis dapat menyelesaikan dengan baik. Untuk itu penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar – besarnya kepada :

1. Kedua orang tua saya, bapak H. Sri Yadi dan mama Hj. Aisyah Gasim yang dengan penuh kasih sayang, ketulusan dan kesabaran selalu memberikan sepenuhnya semangat, nasihat, dukungan moral dan materi, serta yang paling utama adalah doa yang berlimpah sehingga saya dapat menjalani studi farmasi dengan baik dan menyelesaikan skripsi ini dengan lancar.

2. Ibu Dra. Esti Hendradi M.Si., Apt., Ph.d selaku dosen pembimbing I dan Ibu Dra. Uswatun Chasanah, M.Kes, Apt. selaku dosen pembimbng II yang selalu memberikan arahan dengan penuh semangat dan kesabaran, membimbing dan meluangkan waktu serta memberikan motivasi kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan baik.

3. Bapak Drs. H Achmad Inoni, Apt., dan Ibu Arina Swastika Maulita, S.Farm, Apt., selaku tim penguji yang memberikan dorongan, saran, kritik yang membangun serta nasihat untuk skripsi yang telah dikerjakan kepada penulis. 4. Bapak Yoyok Bekti P., M.Kep, Sp.Kom. selaku Dekan Fakultas Ilmu

Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti program sarjana.

(5)

v

6. Ibu Siti rofida S.Si., Apt., M.Far. sebagai Dosen Wali yang telah memberikan asuhan akademik, bimbingan moral dan nasihat selama menjalankan studi. 7. Seluruh staf pengajar Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah

Malang yang telah memberikan ilmu pengetahuan sehingga penulis menyelesaikan pendidikan sarjana dengan lancar.

8. Mas Ferdi dan Mbak Bunga selaku laboran yang membantu dan mendampingi penulis dalam penelitian.

9. Adik – adik saya Dwi sumarni, Hisbullah Naufal Yadi, Fatahillah Catur Priyadi dan Dida Hafizah Asmarabiah yang menjadi penyemangat.

10.Kakak K. Sagho Ari yang selalu memberikan motivasi, dorongan dan menjadi penyemangat dalam menyelesaikan penelitian dan penulisan skripsi. 11.Rya bebek dan Reza Grazia sebagai sahabat terbaik selama masa perkuliahan,

Laily Ami Sulistio Rini (Jack) dan Evy Mulyana Sari yang menjadi teman seperjuangan dalam penelitian dan penyelesaian skripsi ini.

12.Ophy ester, Ursula dan teman – teman kos bendungan wlingi 17 yang telah membantu dan memberikan dukungan.

13.Teman – teman angkatan 2010 khususnya kelas farmasi C atas persahabatan selama dibangku perkuliahan.

14.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu- persatu, terima kasih atas bantuan, dukungan, semangat dan doa yang telah diberikan dalam penyelesaian skripsi ini.

Akhir kata, semoga Allah S.W.T membalas kebaikan Bapak, Ibu dan saudara sekalian. Semoga skripsi ini dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang kefarmasian bagi kita semua.

Malang, Juli 2014

(6)

vi

RINGKASAN

Kelor (Moringa oleifera Lam) merupakan salah satu tanaman yang saat ini mulai dikembangkan sebagai bahan dasar kosmetika. Daun kelor mempunyai kandungan antioksidan alami yaitu zeatin sebagai belum diketahui masyarakat sehingga dibutuhkan suatu inovasi untuk menciptakan sediaan dari daun kelor yang memaksimalkan fungsi dari kandungannya. Iklim Indonesia yang tropis dan meningkatnya polusi membuat masyarakat membutuhkan proteksi lebih untuk kulit agar mengurangi kecepatan proses penuaan, maka dibutuhkan jenis kosmetika yaitu antioksidan topikal yang dapat menambah antioksidan alami pada kulit sehingga dapat meredam radikal bebas. Sediaan antioksidan topikal yang paling aseptabel dan efektif adalah krim karena terpenetrasi cepat ke kulit karena terdapat fase minyak yang berfungsi untuk menahan penguapan air dari sediaan dan dari kulit sehingga kulit tetap lembab dan dan dipilih dalam basis vanishing cream karena lebih mudah dioleskan, diratakan dan dibersihkan.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formulasi yang dapat memberikan karakteristik fisik dan kimia (pH, viskositas dan daya sebar), aseptabilitas dan efektivitas antioksidan yang terkandung dalam sediaan krim serbuk daun kelor dengan kadar 10%, 15% dan 20% serta menentukan kadar berapakah penggunaan serbuk daun kelor yang dapat memberikan karakteristik fisik, kimia, aseptabilitas dan efektivitas antioksidan yang terbaik terhadap sediaan dalam basis vanishing cream.

Pada penelitan ini dibuat sediaan dengan 3 macam formula dengan bahan pembuatan basis yaitu asam stearate 4,5%, TEA 1,5%, cera alba 1%, vaselin album 30%, Tween 80 2,05%, Span 20 7,5%, propilenglikol 15%, Gliserin 10%, nipagin 0,2%, nipasol 0,4% dan aquades sampai 100%. Setelah basis terbentuk ditimbang masing – masing 180g, 170g dan 160g dan ditambah serbuk daun kelor formula I(20g), II (30g) dan III (40g). Evaluasi sediaan meliputi tipe emulsi, organoleptis, pH, daya sebar, viskositas, aseptabilitas dan efektivitas antioksidan.

Tahap awal dilakukan uji tipe emulsi dengan metode pengenceran dan dengan metode pewarnaan menggunakan methylene blue dan Sudan III. Hasil uji ketiga formula menunjukkan bahwa krim serbuk daun kelor termasuk dalam tipe krim m/a. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan organoleptis, didapatkan bahwa sediaan ketiga formula memiliki tekstur yang lembut, berbau khas daun dan berwarna hijau. Pada pemeriksaan pH menunjukkan pH FI (5,90 ± 0,06) > FII (5,61 ± 0,03) > FIII (5,59 ± 0,02). Hasil analisis statistic dengan One-Way Anova

(7)

vii

Berdasarkan uji daya sebar sediaan krim dari masing – masing formula dapat diketahui bahwa pada FI (0,006±0,002) mempunyai harga daya sebar yang paling besar dibandingkan FII (0,003±0,001) dan FIII (0,004±0,002). Hasil statistik dengan One-Way Anova didapatkan harga F hitung (3,831) < F tabel (5,143) yang berarti tidak terdapat perbedaan bermakna pada daya sebar.

Berdasarkan pemeriksaan viskositas didapatkan hasil FI (163,33±11,55), FII (173,33±5,77) dan FIII (196,67±11,55). Hasil statistik dengan One-Way Anova didapatkan F hitung (6,333) > F tabel (5,143). Hasil uji HSD, (FI=FII) < (FII=FIII).

Dari hasil evaluasi uji antioksidan diperoleh nilai antioksidan serbuk daun kelor sebesar 123,76 µg/ml yang menunjukkan bahwa efektivitasnya lebih besar dari pada krim serbuk daun kelor dengan nilai efektivitas FI (352 µg/ml), FII (266,70 µg/ml) dan FIII (251,45 µ g/ml). Namun dapat dilihat bahwa dengan penambahan kadar serbuk daun kelor maka efektivitas antioksidan semakin meningkat.

(8)

viii

ABSTRACT

OPTIMIZATION MORINGA LEAF POWDER CREAM

PREPARATION (Moringa oleifera Lam.) AS AN

ANTIOXIDANT IN A VANISHING CREAM BASE

ASRI VERNI NINGSIH

Moringa leaf powder containing zeatin which act as natural antioxidants. Indonesia's tropical climate and environmental pollution are increasing, making the public require more protection is needed for the skin type of cosmetics that topical antioxidants. The most effective and aseptabel preparation is cream because it is easily penetrated into the skin and takes into account the value of antioxidant wich is in preparation.

This research was to determine the levels of moringa leaf powder (10%, 15% and 20%) gives the physical characteristics, aseptability and the effectiveness of the antioxidant is the best in the vanishing cream formula. Evaluation includes type of emulsion, dispersive power, viscosity and effectiveness of antioxidant value.

Organoleptic Examination result for all formula has a soft texture, smells of specific leaf, the colour is green. Statistical analysis by One-way Anova found that there were significant differences for the evaluation of pH, viscosity, but to spread the power and value of the antioxidant there is no differences. The avaluate aseptability, the moringa leaf powder at 10%is the assessment criteria acceptability among the tree formulas.

Based on physical characteristics (pH, power spread and viscosity) and the aseptability of the tree formulas, the moringa leaf powder at 10% is the best because it gives the physical characteristics and acceptability were good. For the antioxidant value, the moringa leaf powder at 20% has the highest value.

(9)

ix

ABSTRAK

OPTIMASI SEDIAAN KRIM SERBUK DAUN KELOR

(

Moringa oleifera

Lam.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN

BASIS

VANISHING CREAM

ASRI VERNI NINGSIH

Serbuk daun kelor mengandung zeatin yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Iklim Indonesia yang tropis dan meningkatnya polusi membuat masyarakat membutuhkan proteksi lebih dengan jenis komosmetika berupa antioksidan topikal. Sediaan yang paling aseptabel dan efektif adalah krim karena mudah masuk kedalam kulit dan dapat mengoptimalkan efek antioksidan dari sediaan.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pada kadar berapa (10%, 15% dan 20%) serbuk daun kelor yang dapat memberikan karakteristik fisik, aseptabilitas dan efektivitas antioksidan yang terbaik dalam sediaan krim. Evaluasi meliputi evaluasi tipe emulsi, daya sebar, viskositas dan efektivitas antioksidan.

Hasil pemeriksaan organoleptis semua formula memiliki tekstur lembut, bau khas daun dan berwarna hijau. Analisis statistik menggunakan One-Way Anova menemukan bahwa terdapat perbedaan bermakna untuk evaluasi pH dan viskositas dan tidak ada perbedaan bermakna pada daya sebar dan efektivitas antioksidan. Pada evaluasi aseptabilitas, serbuk daun kelor kadar 10% mempunyai kriteria yang terbaik dari ketiga formula.

Berdasarkan karakteristik fisik (pH, viskositas dan dayaa sebar) dan aseptabilitas semua formula, serbuk daun kelor 10% adalah yang terbaik karena memberikan karakteristik dan aseptabilitas yang baik. Untuk nilai antioksidan, serbuk daun kelor pada kadar 20% memiliki nilai tertinggi.

(10)

x

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ...i

HALAMAN PENGESAHAN ...ii

KATA PENGANTAR ...iv

RINGKASAN ...vi

ABSTRAK ...vii

DAFTAR ISI ...x

DAFTAR GAMBAR ...xiii

DAFTAR TABEL ...xv

DAFTAR LAMPIRAN ...xiv

BAB I PENDAHULUAN ...1

1.1 Latar Belakang ...1

1.2 Rumusan Masalah ...3

1.3 Tujuan Penelitian ...3

1.4 Hipotesis Penelitian ...4

1.5 Manfaat Penelitian ...4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...5

2.1 Tanaman Kelor ...5

2.1.1 Sejarah Tanaman Kelor ...5

2.1.2 Klasfikasi Tanaman Kelor ...6

2.1.3 Deskripsi Umum Tanaman Kelor ...6

2.1.4 Morfologi Tanaman Kelor ...6

2.1.5 Kandungan Kimia tanaman Kelor ...9

2.16. CaraPembuatanSerbukDaunKelor ...12

2.2 Antioksidan ...12

2.2.1 Definisi Antioksidan ...12

2.2.2 Bahaya Radikal Bebas ...13

2.2.3 Pemakaian Antioksidan ...14

2.2.4 Mekanisme Kerja Antioksidan ...15

2.3 Kulit ...17

(11)

xi

2.3.2 Fungsi Kulit ...19

2.4 Krim ...19

2.4.1 Definisi dan Tipe Krim ...19

2.4.2 Vanishing Cream ...21

2.5 Formulasi Basis ...22

2.6 Evaluasi Sediaa Semisolida ...26

BAB III KERANGKA KONSEPTUAL ...29

BAB IV METODE PENELITIAN ...31

4.1 Rancangan Penelitian ...31

4.2 Waktu dan Tempat Penelitian ...31

4.2.1 Tempat Penelitian ...31

4.2.2 Waktu Penelitian ...31

4.3 Bahan ...31

4.4 Alat ...31

4.5 Metode Kerja ...32

4.6 Rancangan Formula...33

4.6.1 Formula Basis Vanishing Cream ...33

4.6.2 Formula Krim Serbuk Daun Kelor ...34

4.7 Evaluasi Sediaan ...35

4.7.1 Evaluasi Tipe Emulsi ...35

4.7.2 Evaluasi Fisik Sediaan ...35

4.7.3Evaluasi Aseptabilitas Sediaan...36

4.7.4 Evaluasi Uji Antioksidan ...37

4.8 Analisis Data ...40

4.8.1 Data Absorbansi ...40

4.8.2 Perhitungan Persentase Inhibisi ...41

4.8.2 Perhitungan IC50 ...41

BAB V HASIL PENELITIAN ...42

5.1 HasilPemeriksaanOrganoleptisSerbukDaunKelor (Moringaoleifera Lam.) ...42

5.2 HasilPemeriksaanTipeEmulsiSediaan ...42

(12)

xii

5.3.1 HasilPemeriksaanOrganoleptisSediaanKrimSerbuk

DaunKelor (Moringaoleifera Lam.) ...44

5.3.2 HasilPengukuran pH Sediaan ...45

5.3.3 HasilPengukuranDayaSebarSediaan ...46

5.3.4 HasilPengukuranViskositasSediaan ...48

5.4HasilPengamatanAseptabilitasSediaan ...49

5.5HasilEvaluasiUjiEfektivitasAntioksidanSediaan ...52

5.5.1 Hasil Evaluasi Uji Evektiviitas Antioksidan Serbuk Daun Kelor ...52

5.5.2 Hasil Evaluasi Uji Evektiviitas Antioksidan Krim Serbuk Daun Kelor ...52

5.5.3 Hasil Evaluasi Uji Evektiviitas Antioksidan Vitamin C (Kontrol Positif) ...54

BAB VI PEMBAHASAN ...55

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN ...61

(13)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Akar Kelor ...7

2.2 Batang Kelor ...7

2.3 Daun Kelor ...8

2.4 Bunga Kelor ...8

2.5 Buah Kelor ...9

2.6 Biji Kelor ...9

2.7 Cara PembuatanSerbukDaunKelor ...12

2.8 Proses Masuknya Radikal Bebas kedalam Tubuh ...13

2.9 Mekanisme Kerja Antioksidan ...16

2.10 Struktur Kimia Zeatin ...17

2.11 Struktur Kulit ...18

2.12 Reaksi Penangkapan Radikal Oleh DPPH ...28

3.1 Bagan Kerangka Konseptual ...30

4.1 Skema Kerja ...32

4.2 Skema Pembuatan Basis Vanishing Cream ...34

4.3 Cara Pembuatan Larutan DPPH 40 µg/ml ...37

4.4 Cara Pembuatan Larutan Blanko ...38

4.5 Cara Pembuatan larutan Uji Serbuk Daun Kelor ...39

4.6 Cara Pembuatan Larutahn Kontrol Positif ...40

5.1 Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) ...42

5.2 Hasil Pewarnaan methylene blue Sediaan Krim Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) berturut – turut pada kadar 10% (FI), 15% (FII) dan 20% (FIII) ...43

5.3 Hasil Pengamatan Mikroskop Pewarnaan Sudan III Sediaan Krim Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) berturut – turut pada kadar 10% (FI), 15% (FII) dan 20% (FIII)... 44

(14)

xiv

Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.). Data Merupakan Rerata Dari Tiga Kali Replikasi ± SD ...48 5.6 Histogram Harga Viskositas Formula I, II, dan III Sediaan Krim Serbuk

Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.). Data Merupakan Rerata Dari Tiga Kali Replikasi ± SD ...49 5.7 Histogram Harga Persentase Nilai Kemudahan dioleskan Formula I, II,

dan III Sediaan Krim Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) ...50 5.8 Histogram Harga Persentase Nilai Kemudahan diratakan Formula I, II,

Dan III Sediaan Krim Serbuk Daun Kelor (Moringaoleifera Lam.) ...51 5.9 Histogram Harga Persentase Nilai Kemudahan dicuci Formula I, II, dan

III Sediaan Krim Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) ...51 5.10 Histogram Harga Nilai IC50Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.)

Replikasi 1, 2 dan 3 ...52 5.11 Histogram Harga Nilai IC50 Formula I (1), Formula II (2) dan Formula

III (3) Sediaan Krim Antioksidan Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera

(15)

xv

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

II.1 Kandungan Nutrisi Daun Kelor ...10

II.2 Kandungan Protein, Lemak, Vitamin dan Mineral Daun Kelor ...11

II.3 Kandungan Asam Amino Daun Kelor ...11

II.4 Spesifikasi Sediaan yang diinginkan ...27

IV.1 Formulai Basis Vanishing Cream ...33

IV.2 Formula Krim Serbuk Daun Kelor ...34

V.1 Hasil Pemeriksaan Tipe Emulsi Sediaan Krim Antioksidan Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) ...43

V.2 Hasil Pengamatan Organoleptis Sediaan Krim Antioksidan Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) ...44

V.3 Hasil Pengukuran pH sediaan Krim Antioksidan Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) ...45

V.4 Hasil Pengukuran Daya Sebar Sediaan Krim Antioksidan Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) ...47

V.5 Hasil Pengukuran Viskositas Sediaan Krim Antioksidan Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) ...48

V.6 Perbandingan Parameter Aseptabilitas Sediaan Krim Antioksidan Serbuk Daun Kelor (Moringaoleifera Lam.) ...50

V.7 Hasil Pengujian Nilai Efektivitas Antioksidan Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) ...52

V.8 Hasil Pengujian Nilai Efektivitas Antioksidan Krim Serbuk Daun Kelor (Moring aoleifera Lam.) ...53

(16)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1 Daftar Riwayat Hidup ...65 2 Surat Pernyataan...66 3 Cara Pembuatan Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) ...68 4. Data Pengukuran Penyebaran Sediaan Krim Antioksidan Serbuk Daun

Kelor (Moringa oleifera Lam.) ...69 5 Form Informed Consent Untuk Uji Aseptabilitas ...75 6 Prosedur Uji Aseptabilitas...76 7 Hasil Pengamatan Aseptabilitas Sediaaan Krim Serbuk Daun Kelor

(Moringa oleifera Lam.) ...78 8 Data Pengukuran Nilai Efektivitas Antioksidan (IC50) Serbuk Daun Kelor

(Moringa oleifera Lam.) ...81 9 Data Pengukuran Nilai Efektivitas Antioksidan (IC50) Vitamin C (Kontrol

Positif) ...82 10 Data Pengukuran Nilai Efektivitas Antioksidan (IC50) Sediaan Krim

Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) ...83 11 Hasil Uji Statistik Pengukuran pH Sediaan KrimSerbuk Daun Kelor

(Moringa oleifera Lam.) ...85 12 Hasil Uji Statistik Pengukuran Daya Sebar Sediaan Krim Serbuk Daun

Kelor (Moringa oleifera Lam.) ...86 13 Hasil Uji Statistik Pengukuran Viskositas Sediaan Krim Serbuk Daun

Kelor (Moringa oleifera Lam.) ...88 14 Hasil Uji Statistik Pengukuran Efektivitas Antioksidan Serbuk Daun

Kelor (Moringa oleifera Lam.) ...90 15 Hasil Uji Statistik Pengukuran Efektivitas Antioksidan Vitamin C

(Kontrol Positif) ...96 16 Hasil Uji Statistik Pengukuran Efektivitas Antioksidan Sediaan Krim

(17)

xvii

DAFTAR PUSTAKA

Ansel H.C., 1989. Introduction to Pharmaceutical Dosage form, Terjemahan /; Farida Ibrahim, Pengantar Beentuk Sediaan Farmasi, Edisi keempat, Jakarta : Universitas Indonesia Press, p 513

Anonim., 2007. Kapita Selekta Dispensing I. Yogyakarta : Fakultas Farmasi UGM, hal 39

Barry B.W., 1983. Dermatological Formulations. Marcel Dekker Inc., New York and Basel

Datta H.S et al., 2011. Theories and Management of Aging: Modern and Ayurveda Precspective. Evidance – Based Complementary and Alternative Medicine Volume 2011 article ID 528527. Di akses tanggal 6 Januari 2014

Depkes RI., 1995. Farmakope Indonesia IV, Departemen Kesehatan RI. Jakarta. Hal 6.

Depkes RI., 1979. Farmakope Indonesia III, Departemen Kesehatan RI. Jakarta Hal 8.

Ditter., 1970. American Pharmacy 7th Ed, Philadelphia Toronto, p.254

Hakim H.B., 2010. All Things Moringa (The Story of an Amazing Tree of Life), p 4, 6-7, 22. http://allthingsmoringa.com/e-bookallthingsmoringa. Diakses tanggal 5 Desember 2013

Krisnadi A.D., 2012. Kelor Super Nutrisi, p 3, 29, 34-37, 66-68. http://kelorina.com/e-bookkelorsupernutrisi/2012/pdf. Diakses tanggal 5 Desember 2013

Martin L.P., 2007. The Moringa Tree. USA : ECHO Technical Note. http://www.echonet.org/pdf. Diakses tanggal 26 Januari 2014

Molyneux P., 2004. The Use of The Stable Free Radical Diphenylpicryl-hydrazyl (DPPH) for Estimating Antioxidant Activity. Wiltshire : Songklanarkarin J. Sci. Technol

Novianty T., 2008. Pengaruh Formulasi Minyak Biji Merah (Pandanus conoideus) pada Sediaan Tabir Surya. Skripsi FMIPA Universitas Indonesia

(18)

xviii

Prakash A.F., Miller E., 2001. Antioxidant Activity. http://www.medallionlabs.com/downloads/antiox_acti_pdf. Diakses tanggal 5 Desember 2013

Rowe R.C. et al, 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipients, 6th ED., American Pharmacists Association, Washington DC.

Shandiutami N.M.D., Rahayu, L., Oktaviani, T., Sari, L.Y., 2014.UjiAktivitasAntioksidanRebusanDaunSambangGetih

(Hemigraphis bicolor Boerl.) danSambangSolok (Aervasanguinolenta (L.)Blume) SecaraIn Vitro.Skripsi.FakultasFarmasi, UniversitasPancasila.

Saputri M., 2008. Evaluasi Mutu Krim Betametason 0,1 % Produksi PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Skripsi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara

Syukur, R., Alam, G., Mufidah, Rahim, A., Tayeb, R., 2011. Aktivitas Antiradikal Bebas Beberapa Tanaman Familia Fabaceae. JST Kesehatan, Vol.1 No. 1 : 61-67.

Trilaksani, W., 2003, Antioksidan : Jenis, Sumber, Mekanisme Kerja dan Peran Terhadap Kesehatan. Institut Pertanian Bobor, Bogor.

Utomo A.B., Suprijono A., Risdianto A., 2012. Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Estrak Sarang Semut (Myrmecodia pedans) & Ekstrak Teh Hitam (Camelia sinensis O.K.var.asamica (mast.)) dengan Metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Semarang: Jurnal Kesehatan

(19)

1 1.1Latar Belakang

Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam) telah dikenal selama berabad-abad sebagai tanaman multi guna, padat nutrisi dan berkhasiat obat. Mengandung senyawa alami yang lebih banyak dan beragam dibanding jenis tanaman lainnya yang ada. Tanaman Kelor mengandung 46 antioksidan kuat yang melindungi tubuh dari radikal bebas. Kelor memiliki banyak manfaat bagi manusia. Semua bagian dalam tanaman kelor bisa dimakan dan mengandung senyawa penting yang bermanfaat bagi tubuh. Untuk bagian daun kelor banyak dimanfaatkan khususnya di kamboja, Filiphina, India selatan dan Afrika. Di Indonesia sendiri sudah ada tempat khusus budidaya kelor yang juga telah memproduksi tepung kelor premium dan berbagai produk kesehatan berbahan dasar kelor diantaranya teh kelor, kapsul kelor dan sampo kelor (Krisnadi, 2012).

Dalam daun kelor terdapat senyawa antioksidan kuat yaitu zeatin yang kadarnya antara 0,05-200 µg dari 1 g daun kelor segar (Hakim, 2010). Di beberapa daerah tertentu seperti di Flores (NTT) dan Madura, masyarakat menggunakan tepung daun kelor yang dicampurkan dengan bedak dengan maksud untuk menghilangkan flek/noda hitam (pigmentasi) pada wajah yang diduga muncul akibat adanya faktor peningkatan usia, radikal bebas dan adanya paparan langsung dengan sinar matahari. Hingga saat ini di Indonesia belum ada pengujian efektifitas antioksidan dan antiaging yang terdapat pada kelor, sehingga penelitian ini perlu dilakukan.

(20)

Aging (penuaan) adalah fenomena kompleks yang di definisikan sebagai proses yang menyebabkan peningkatan usia. Ahli biologi mendefinisikan penuaan sebagai jumlah total dari semua perubahan yang terjadi pada organisme hidup dengan berlalunya waktu dan menyebabkan kemampuan untuk bertahan hidup dan gangguan fungsional menurun. Penuaan kulit adalah proses kompleks yang ditentukan oleh sifat genetik individu dan faktor lingkungan. Tanda – tanda jelas penuaan kulit adalah atropi, kelemahan, kerutan, kendur, kekeringan dan banyaknya pigmen noda lain pada kulit (Datta et al., 2011).

Kulit merupakan organ tubuh manusia yang luasnya paling besar dan tersebar hampir di seluruh tubuh. kulit memiliki ketebalan 0,05-3 mm yang bagian luarnya lebih tebal dibandingkan bagian dalam dan bagian tertutupnya (Primadiati, 2001). Pada kulit tebentuk tiga lapisan yaitu epidermis, dermis dan hipodermis. Pada lapisan epidermis terdapat lapisan malpighi yang mengandung pigmen melanin yang memberi warna pada kulit. Lapisan malpighi juga berfungsi sebagai pelindung dari bahaya sinar matahari terutama sinar ultraviolet. Pada lapisan dermis terdapat pembuluh darah, akar rambut, ujung saraf, kelenjar keringat dan kelenjar minyak. Lapisan ini berfungsi sebagai penghantar makanan melalui pembuluh kapiler dan pembuluh limfe, sedangkan lapisan hipodermis terletak dibawah dermis. Lapisan ini mengandung lemak yang berfungsi sebagai cadangan makanan, pelindung tubuh terhadap benturan dan menahan panas tubuh. Dalam hal penggunaan sebagai antioksidan tepung kelor dicampur dengan bedak dalam bentuk padat kemudian diaplikasikan ke kulit. Penggunaan dengan cara ini memiliki kekurangan yaitu bedak mudah lepas sehingga efek sulit tercapai sehingga untuk memudahkan pemakaian dan meningkatkan aseptabilitas dan efektifitasnya maka dibuat dalam bentuk sediaan krim yaitu vanishing cream

yang digunakan dalam bentuk sediaan topikal.

(21)

adalah efektifitas penggunaan bahan aktif pada kulit meningkat, mudah digunakan (aseptabel), mudah meyebar rata pada kulit juda sediaannya mudah dicuci.

Formulasi pada sediaan krim mempengaruhi kecepatan dan jumlah zat yang di absorbsi. Pemilihan bahan basis yang digunakan harus tepat karena sangat berpengaruh terhadap absorbsi obat. Zat aktif dalam sediaan krim masuk kedalam basis yang sesuai dengan karakteristik bahan aktif tersebut sehingga dapat membawa obat untuk kontak dengan permukaan kulit dan dapat berpenetrasi kedalam lapisan dan jaringan kulit sehingga efek yang diinginkan dapat tercapai.

Berdasarkan pertimbangan di atas maka pada penilitian ini dilakukan penentuan karakteristik fisik dengan evaluasi tipe emulsi, penetapan pH, viskositas, daya sebar, aseptabilitas dan efektivitas sediaan krim serbuk daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dengan berbagai kadar (10%, 15% dan 20%) dalam basis

vanishing cream. Pada pembuatan sediaan dipilih tipe m/a karena bersifat mudah dicuci dan tidak lengket. Selain itu juga dilakukan pengujian efektivitas antioksidan secara in vitro dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis yang di amati pada panjang gelombang 400-700.

1.2Rumusan Masalah

1. Bagaimana karakteristik fisika kimia dan aseptabilitas sediaan krim tipe m/a dengan bahan aktif serbuk daun Moringa oleifera Lam. pada kadar 10%, 15% dan 20%?

2. Bagaimana efektifitas antioksidan pada sedian krim tipe m/a dengan bahan aktif serbuk daun Moringa oleifera Lam. pada kadar 10%, 15% dan 20% ? 3. Pada kadar berapakah serbuk daun Moringa oleifera Lam. (10%, 15% dan

20%) yang dapat memberikan karakteristik fisik dan kimia (pH, viskositas, daya sebar), aseptabilitas dan efektifitas yang paling baik?

1.3Tujuan Penelitian

(22)

2. Menentukan efektifitas antioksidan pada sedian krim tipe m/a dengan bahan aktif serbuk daun Moringa oleifera Lam. pada kadar 10%, 15% dan 20%.

3. Menentukan pada kadar berapakah serbuk daun Moringa oleifera Lam. (10%, 15% dan 20%) yang dapat memberikan karakteristik fisik dan kimia (pH, viskositas, daya sebar), aseptabilitas dan efektifitas yang terbaik sebagai sediaan krim antioksidan.

1.4Hipotesis

Semakin meningkat kadar serbuk daun kelor (Moringa oleifera Lam.) akan di dapatkan efektifitas antioksidan yang paling baik.

1.5Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pengembangan formula serbuk daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dalam basis

Figur

Gambar Halaman
Gambar Halaman . View in document p.13

Referensi

Memperbarui...