Standar Kompetensi
3. Memami kinetika reaksi,kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
Kompetensi Dasar
3.2 Memahami teori tumbukan(tabrakan) untuk menjelaskan faktor-faktor penentu laju dan orde reaksi, dan perapannya dalam kehidupan sehari- hari.
Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan syarat-syarat terjadinya tumbukan efektif 2. Siswa dapat menjelaskan
faktor-faktor (konsentrasi, luas permukaan, suhu, dan katalis) berdasarkan teori tumbukan
Indikator
1. Menjelaskan teori tumbukan
2. Menjelaskan syarat-syarat terjadinya tumbukan efektif
3. Menjelaskan pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan
4. Menjelaskan pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan 5. Menjelaskan pengaruh suhu
terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan
6. Menjelaskan pengaruh katalis terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan
Suatu zat dapat bereaksi dengan zat lain apabila partikel-partikelnya saling bertumbukan. Terjadinya tumbukan antara partikel-partikel (zat) yang selalu bergerak tidak teratur namun tumbukan antarpartikel yang bereaksi tidak selalu menghasilkan reaksi, hanya tumbukan yang memenuhi syarat-syarat tertentulah yang dapat menghasilkan reaksi kimiaTumbukan antarpartikel yang menghasilkan reaksi disebut tumbukan efektif. Ada dua syarat agar dapat terjadi tumbukan efektif yaitu:
1. Tumbukan antar partikel pereaksi memiliki arah (orientasi) yang tepat
Created by Nadia Yolanda
1
Teori Tumbukan
Dari gambar diatas dapat diketahui jika arah tumbukan antar partikel yang bereaksi arus tepat untuk menghasilkan reaksi kimia
2. Tumbukan menghasilkan energi yang cukup untuk menghasilkan reaksi.
Energi cukup yang dibutuhkan agar suatu reaksi dapat berlangsung disebut
energi aktivasi (energi pengaktifan).
Semua reaksi, eksoterm atau endoterm, memerlukan energi pengaktifan. Reaksi yang dapat berlangsung pada suhu rendah berarti memiliki energi pengaktifan yang rendah. Sebaliknya, reaksi yang memiliki energi pengaktifan besar hanya dapat berlangsung pada suhu tinggi. Energi pengaktifan ditafsirkan sebagai energi penghalangantara pereaksi dan produk. Pereaksi harus didorong sehingga dapat melewati energi penghalang tersebut baru kemudian dapat berubah menjadi produk.
Sumber: https://orgchemist.files.wordpress.com/2008/04/8.jpg
Diagram energi pereaksi terhadap energi aktivasi pada reaksi eksoterm dan reaksi endoterm.
a. Pengaruh Konsentrasi terhadap Laju reaksi
Berdasarkan percobaan yang kita lakukan didapatkan kesimpulan bahwa semakin besar konsentrasi pereaksi maka laju reaksi makin cepat sedangkan semakin kecil konsentrasi pereaksi maka laju reaksi makin lambat. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Syarat
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi
berdasarkan Teori Tumbukan
Gambar Tumbukan antar partikel pereaksi pada konsentrasi yang berbeda
Semakin besar konsentrasi memungkinkan semakin banyak terjadinya tumbukan antar partikel dengan arah yang tepat dan itu membuka peluang semakin banyak tumbukan efektif yang menghasilkan reaksi kimia. jika konsentrasi berkurang, maka tumbukan akan sedikit dan laju reaksi juga akan berkurang begitu pula sebaliknya.
b. Pengaruh Luas Permukaan terhadap Laju Reaksi
Pada saat zat-zat pereaksi bercampur, maka akan terjadi tumbukan antar partikel pereaksi di permukaan zat. Laju reaksi dapat diperbesar dengan memperluas permukaan bidang sentuh zat yang dilakukan dengan cara memperkecil ukuran zat pereaksi.
Sumber: http://www.drzpost.com/reading-118-cURLing-for-get.html
Gambar 10. Tumbukan antar partikel pada (a) permukaan kecil (b) besar.
c. Pengaruh Suhu terhadap Laju Reaksi
Semakin besar suhu maka laju reaksi makin cepat dan Semakin kecil suhu maka laju reaksi makin lambat. Mengapa hal itu bisa terjadi?. Untuk lebih memahaminya perhatikan grafik berikut ini!
Diagram energi pereaksi pada suhu tinggi dan suhu rendah terhadap energi pengaktifan
Partikel-partikel dalam zat selalu bergerak. Jika suhu zat dinaikkan, maka energi kinetik partikel-partikel akan bertambah sehingga tumbukan antar partikel akan mempunyai energi yang cukup untuk melampaui energi pengaktifan. Karena lebih banyak partikel yang dapat melewati energi pengaktifan maka makin banyak pula tumbukan yang menghasilkan reaksi kimia hal inilah yang menyebabkan laju reaksi semakin cepat.
d. Pengaruh Katalis terhadap Laju Reaksi
Diagram perubahan energi aktifasi pada penambahan katalis
1. Katalis tidak bereaksi secara permanen dan tidak mempengaruhi hasil reaksi
2. Jumlah katalis yang diperlukan dalam reaksi sangat sedikit.
3. Katalis tidak memulai suatu reaksi, tetapi hanya mempengaruhi lajunya.
4. Katalis hanya bekerja efektif pada suhu optimum
5. Suatu katalis hanya mempengaruhi laju reaksi secara spesifik, artinya suatu katalis hanya mempengaruhi laju satu jenis reaksi
6. Keaktifan katalis dapat diperbesar oleh zat lain yang disebut promotor.
7. Hasil suatu reaksi dapat bertindak sebagai katalis (autokatalis)
8. Katalis dalam senyawa organik disebut enzim.
9. Terdapat katalis yang dapat memperlambat suatu reaksi disebut inhibitor.