PARENTING SKILL DALAM MENYIAPKAN ANAK MEMASUKI SEKOLAH DASAR

22  40  Download (0)

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Anak membutuhkan orang lain dalam perkembangannya, dan orang lain yang paling utama dan bertanggung jawab adalah orang tua sendiri. Orang tua adalah komponen yang terdiri dari ayah dan ibu, dan merupakan hasil dari sebuah ikatan perkawinan yang sah yang dapat membentuk sebuah keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh dan membimbing anak-anaknya untuk mencapai tahapan tertentu yang menghantarkan anak untuk siap dalam kehidupan bermasyarakat.

Tugas utama untuk pasangan (suami dan istri) adalah meningkatkan peran mereka sebagai pasangan menikah untuk menciptakan ruang bagi anak-anak dan seiring dengan mereka berkembang ke masa kanak-kanak pertengahan untuk mengembangkan hubungan.

Menurut Ihsan (2005: 1-2) didalam sebuah kehidupan sehari–hari kita tidak pernah lepas dari yang namanya peran orang tua, tanggung jawab orang tua, keterampilan orang tua dalam hal memenuhi kebutuhan anak seperti kebutuhan psikologis, psikis, dan yang lebih penting yaitu intelektual melalui pendidikan dan menurut Dreikurs (dalam Life Span Development, 2002: 258) para orang tua bagaimana memahami anak-anak dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka.

(2)

2

memberi makan, mengganti popok, memandikan dan menidurkan, ke arah kegiatan-kegiatan yang lebih bersifat bukan pengasuhan seperti permainan dan pertukaran-pertukaran tatapan dan suara. Pada tahun kedua dan ketiga, orang tua seringkali menangani persoalan-persoalan disiplin dengan manipulasi fisik, mereka menjauhkan anak dari kegiatan-kegiatan yang membahayakan dan menyuruh anak-anak bermain ke tempat yang diinginkan orang tua, mereka menempatkan benda-benda yang mudah pecah dan berbahaya di luar jangkauan anak-anak, mereka terkadang memukul dibagian pantat. Tetapi ketika anak bertumbuh lebih besar, orang tua berubah secara luas dengan memberi penalaran, nasehat moral, dan memberi atau tidak memberi hak-hak khusus. Ketika anak-anak memasuki tahun-tahun sekolah dasar, orang tua memberi sedikit saja sentuhan fisik kepada mereka.

Anak usia sekolah dasar adalah masa kanak – kanak akhir yaitu usia 6 -12 tahun. Menurut Desmita (2009: 153) permulaan masa perkembangan dan akhir anak –anak ini ditandai dengan masuknya anak ke kelas satu sekolah dasar. Pada masa awal sekolah anak menjalani masa transisi (kelas 1 sampai kelas 2). Dalam masa transisi ini anak membutuhkan dukungan, pengetahuan, bimbingan, perhatian, dan energi khusus agar anak dapat melewatinya dengan baik dan hal tersebut diharapkan diberikan oleh orang tua. Mungkin dapat dikatakan orang tua adalah yang mengetahui segala sesuatu dalam diri anak baik kemampuan maupun keterampilan

(3)

3

juga mendebarkan, penuh dengan segala tekanan. Begitu juga dalam bersosialisasi harus menyesuaikan diri dengan kelompok anak yang jauh lebih besar, guru yang mengatur dan beberapa pengalaman lainnya..

Berdasarkan wawancara dengan salah satu guru di Taman Kanak – Kanak ABA 3 Malang mengatakan bahwa “beberapa para orang tua dengan segala kemampuannya dan dari jauh-jauh hari telah mempersiapkan anaknya untuk melanjutkan ke Sekolah Dasar”. Dan menurut Sobur (1985: 114) masuk sekolah dasar merupakan perkenalan pertama dengan dunia sekolah yang lebih luas dibandingkan dengan dunia sebelumnya. Pada usia tersebut anak memperoleh dasar pengetahuan yang dianggap penting untuk keberhasilan penyesuaian diri pada kehidupan dewasa dan mempelajari berbagai keterampilan penting tertentu. Sebagian besar anak–anak akan merasakan perubahan yang sebelumnya tidak pernah dilewati seperti jadwal sekolah yang ketat, pelajaran yang berjam-jam, perubahan teman, dan adanya tugas PR yang diberikan. Dimana pada usia ini mereka dianggap siap untuk menerima pelajaran seperti membaca, menulis, dan berhitung. Tidak hanya itu saja saat -saat ini anak mulai belajar berinteraksi dengan orang–orang yang lebih luas, mengembangkan kognitif, dan keterampilan yang dimiliki. Keterampilan mereka dan pengembangan sangat dipengaruhi oleh keluarga dan melalui interaksi dengan orang lain (Maxwell & Clifford, 2004).

(4)

4

Menurut Sobur (1985: 111) tak bisa dipungkiri lagi bahwa sekolah dasar bukanlah tempat memanjakan anak. Disekolah dasar anak justru dituntut untuk menyerap ilmu pengetahuan taraf permulaan, disitu pula anak meluaskan keterampilannya bermasyarakat dengan menggali rasa displin dan tanggung jawab. Menurut Hurlock (1994: 146) pada masa ini pendidik menyebutkan sebagai periode kritis dalam dorongan prestasi yaitu masa dimana anak membentuk kebiasaan untuk bekerja dibawah, diatas sesuai dengan kemampuan dan cenderung menentap sampai dewasa.

Menurut Istadi (2004: 181) untuk mereka yang hendak masuk SD, minimal sudah mulai tumbuh rasa percaya diri terhadap kemampuannya sendiri. Bisa melindungi diri sendiri dan membela diri dari ejekan teman. Ini penting, karena dibangku SD setiap anak diharapkan sudah tidak memiliki permasalahan dalam mengatur diri sendiri, sehingga bisa berkonsentrasi menerima pelajaran. Kemandirian juga sudah mulai dituntut, setidaknya mereka sudah mandiri mengurusi kebutuhan-kebutuhan kecil diri mereka sendiri, seperti bangun pagi, mandi, dan mengenakan baju sendiri, makan sendiri dan mengatur buku sekolahnya sendiri. Mengingat banyak hal dan perubahan yang nantinya dihadapi oleh setiap anak dalam melanjutkan ke sekolah dasar, maka sangat penting bagi orang tua untuk menyiapkan anaknya.

(5)

5

acuan baru, dan mengembangkan standar baru untuk menilai diri sendiri. Sekolah memberi anak- anak sumber ide baru yang kaya untuk membentuk perasaan diri mereka.

Menurut Sobur (1985: 111) dalam abad komputer ini, mau tidak mau pendidikan sekolah dasar memang merupakan keharusan. Apakah kelak anak sanggup meneruskan pendidikannya ke pendidikan tinggi atau tidak, sekolah dasar tetap merupakan pendidikan paling awal yang harus dilalui. Seperti yang kita ketahui Sekolah Dasar merupakan pendidikan wajib yang harus dilalui sebelum ke jenjang pendidikan berikutnya dan merupakan titik awal keberhasilan selanjutnya. Menurut Ihsan (2005: 22) jenjang pendidikan adalah tahap pendidikan yang berkelanjutan, yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tingkat kerumitan bahan pengajaran dan cara menyajikan bahan pengajaran. Dimana jenjang-jenjang yang semakin tinggi tersebut semakin cukup sulit dan membutuhkan anak-anak yang siap dalam segala hal.

Menurut Soejanto (2005: 89) disamping menyadari pentingnya pendidikan sekolah dasar, juga pendidikan di sekolah dasar adalah merupakan pendidikan formal pertama yang terutama. Kuatnya pendidikan dasar akan menjiwai pendidikan selanjutnya, sebab pendidikan sesudah sekolah dasar adalah sekedar pengembangan dari apa yang dikuasai anak di sekolah dasar tersebut.

(6)

6

Dictionary of Education dalam (buku psikologi pendidikan 2005: 4) pendidikan adalah proses dimana seseorang mengembangkan kemampuan sikap dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di masyarakat yang merupakan tempatnya hidup, proses sosial dimana orang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah) sehingga dia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum. Pendidikan bagi kehidupan umat manusia merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayat.

Adapun fakta menyebutkan bahwa Badan PBB yang menangani anak-anak (Unicef) menyebutkan sebanyak 70 persen anak yang putus sekolah dasar (SD) akibat ketidaksiapan mereka berinteraksi dan mengikuti pendidikan (Republika, Selasa 28 Juli 2009 halaman 3) dan adanya penelitian yang dilakukan Ladd, dkk (2005) menyatakan bahwa “Setiap tahun, sejumlah besar anak-anak mengalami kesulitan beradaptasi dengan Sekolah Dasar”.

(7)

7

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah disebutkan diatas, rumusan masalah dari penelitian ini sebagai berikut :

1. Bagaimana Parenting Skill Dalam Menyiapkan Anak Memasuki Sekolah Dasar? 2. Siapakah yang lebih dominan dalam memberikan Parenting Skill pada anak? 3. Pola asuh seperti apakah yang diterapkan dalam Parenting Skill?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Mengetahui Parenting Skill Dalam Menyiapakan Anak Memasuki Sekolah Dasar.

2. Mengetahui yang berperan dalam memberikan Parenting Skill.

3. Mengetahui pola asuh yang diterapkan oleh orang tua dalam Parenting Skill.

D. Manfaat Penelitian 1. Secara teoritis

Diharapkan dapat menambah wawasan pada ilmu pengetahuan dan pengembangan ilmu psikologi, khususnya psikologi perkembangan dan pendidikan mengenai Parenting Skill.

2. Secara praktis

(8)

PARENTING SKILL

DALAM MENYIAPKAN ANAK

MEMASUKI SEKOLAH DASAR

SKRIPSI

Disusun Oleh :

VIRDA RAHMADANI

06810017

FAKULTAS PSIKOLOGI

(9)

PARENTING SKILL

DALAM MENYIAPKAN ANAK

MEMASUKI SEKOLAH DASAR

SKRIPSI

Disusun Oleh : VIRDA RAHMADANI

06810017

FAKULTAS PSIKOLOGI

(10)

LEMBAR PERSETUJUAN

1. Judul :Parenting Skill Dalam Menyiapkan Anak Memasuki Sekolah Dasar

2. Nama Peneliti : Virda Rahmadani 3. No. induk mahasiswa : 06810017

4. Fakultas : Psikologi

5. Universitas : Muhammadiyah Malang

6. Tanggal penelitian : 31 Agustus – 26 September 2010

Malang, 31 Desember 2010

Pembimbing I Pembimbing II

(11)

LEMBAR PENGESAHAN

Skripsi telah diuji oleh dewan penguji tanggal, 11 Desember 2010

Dewan Penguji

Ketua Penguji : Dra. Siti Suminarti Fasikhah, M.Si Anggota Penguji : 1. M. Salis Yuniardi, S.Psi, M.Psi

: 2. Ni’matuzahroh, M.Si

Mengesahkan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang

(12)

Surat Pernyataan

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Virda Rahmadani

Tempat/tanggal lahir : Samarinda, 12 Mei 1988

Nim : 06810017

Fakultas : Psikologi

Universitas Muhammadiyah Malang Menyatakan bahwa skripsi/karya ilmiah :

Judul : Parenting Skill Dalam Menyiapkan Anak Memasuki Sekolah Dasar

1. Adalah bukan karya ilmiah orang lain, baik sebagian maupun keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah digunakan dalam naskah ini dan telah disebutkan sumbernya.

2. Hasil tulisan karya ilmiah/skripsi dari penelitian yang saya lakukan merupakan hak bebas Royalty Non Ekslusif, apabila digunakan sebagai sumber pustaka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila surat pernyataan ini tidak benar saya bersedia mendapatkan sangsi sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Malang, 31 Desember 2010

Mengetahui Ketua Program Studi Yang Menyatakan

(13)

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah, atas segala nikmat dan karunia Allah yang telah diberikan kepada seluruh makhluk-Nya yang ada di alam semesta ini. Dengan ridho-Nya, maka skripsi ini dapat terselesaikan. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW sebagai Murabbi pilihan, uswatun hasanah bagi siapapun yang merindukan-Nya.

Sebagai pribadi yang memiliki keterbatasan, penulis menyadari bahwa kelancaran penyusunan skripsi ini tidak lepas dari dorongan, bantuan, dan dukungan dari semua pihak. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Drs. Tulus Winarsunu, M.Si selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.

2. Dra. Siti Suminarti Fasikhah, M.Si selaku dosen pembimbing I atas dorongan, bimbingan, dan masukan yang berarti dalam penulisan skripsi ini.

3. Ari Firmanto, S.Psi selaku dosen pembimbing II atas bimbingan, masukkan, dan saran-saran pada penulis dari awal penyusunan sehingga selesainya skripsi ini. 4. Ayahnda Ir. Achmad Vachbi dan Ibunda Leila Asni terima kasih atas cinta, doa,

nasehat, serta kepercayaan yang diberikan.

5. Adekku (Ucok dan Vera) terima kasih atas canda tawa yang telah di berikan selama ini.

(14)

7. Sahabat Kost Hanoman (Tante QQ, Met, Uyut, Retno, Mb’Rista, Mb’Umi, Dian, Nisa, Umi, dan teman-teman lainnya) terima kasih atas dukungannya selama ini. 8. Kepada para keluarga yang telah membantu dalam pengerjaan skripsi ini sebagai

subyek penelitian.

9. Kepada semua orang yang tidak dapat disebutkan satu-satu terima kasih atas bantuannya selama pengerjaan karya ini hingga selesai.

Akhir kata tiada satupun karya manusia yang sempurna, saran dan kritik sangat penulis harapkan untuk kebaikan bersama. Semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi kita semua.

(15)

DAFTAR ISI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA………... 8

A. Parenting Skill………... 8

1. Pengertian………... 8

2. Dimensi-Dimensi Parenting Skill……….. 9

(16)

Orangtua…………..

B. Masa Anak………. 17

1. Pengertian………... 17

2. Tugas Perkembangan Masa Anak……….. 18

C. Masa Sekolah………. 22

1. Pengertian………... 22

2. Fase Anak Sekolah………. 23

3. Ciri-Ciri Anak Usia Sekolah……….. 29

4. Syarat-Syarat Masuk Sekolah……… 31

5. Syarat-Syarat Mengikuti Pelajaran………. 31

6. Perilaku Belajar……….. 32

7. Belajar Anak Usia Sekolah Dasar……….. 32

D. Kesiapan Anak……….. 33

1. Pengertian………... 33

2. Aspek Dalam Kesiapan……….. 34

E. Parenting Skill Dalam Menyiapkan Anak Memasuki Sekolah Dasar... 36

F. Kerangka Pemikiran………... 38

BAB III METODE PENELITIAN……….. 39

A. Jenis Penelitian……….. 39

B. Batasan Istilah……… 40

C. Subyek Penelitian……….. 41

D. Teknik Pengumpulan Data……… 41

(17)

F. Teknik Analisa Data………... 45

G. Keabsahan Data………. 45

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN………... 47

A. Deskripsi Subyek Penelitian……….. 47

1. Keluarga MS……….. 48

2. Keluarga HD……….. 49

3. Keluarga MR……….. 50

B. Deskripsi Data Penelitian……….. 52

(18)

2. Keluarga HD……….. 89

3. Keluarga MR……….. 95

D. Pembahasan………... 102

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN……… 107

A. Kesimpulan……… 107

B. Saran……….. 108

DAFTAR PUSTAKA……… 109

(19)

DAFTAR TABEL

Table 1 Nama-nama subyek penelitian... 47

Table 2 Parenting skill Keluarga MS ... 81

Table 3 Kesiapan Anak Keluarga MS ... 84

Table 4 Parenting Skill Keluarga HD ... 89

Table 5 Kesiapan Anak Keluarga HD ... 91

Table 6 Parenting Skill Keluarga MR ... 95

(20)

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Guide wawancara Parenting Skill Lampiran 2 : Guide wawancara Kesiapan Anak Lampiran 3 : Lembar Observasi Kesiapan Anak

(21)

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, A dan dkk. (1989). Ilmu Jiwa Anak. Bandung: Armico

Cowan, A Philip dan Cowan Pape Carolyn. (2009). The Role Of Parents In Children’s School Transition. Jurnal Encylopedia on Early Childhood Development (online) diakses tanggal 3 Mei 2010

Desmita. (2009). Psikologi Perkembangan. Bandung: Rosda Edy. Ayah. (2009). I Love U Ayah Bunda. Jakarta : Hikmah

Gunarsa, S Singgih. Psikologi Perkembangan. Jakarta : BPK Gunung Mulia Haditono, S dan dkk. (2004). Psikologi perkembangan. Yogyakarta: UGM Press Istadi, I. (2004). Istimewakan Setiap Anak . Jakarta: Pustaka Inti

Kartono, Kartini. (1986). Psikhologi. Bandung: Alumni

Kerlinger, N Fred. (2006). Asas- Asas Penelitian Behavioral. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Ladd, W Gary. (2005). Scholl Readiness: Preparing Children For The Transition From Prescholl To Grade Scholl. Jurnal Encylopedia on Early Childhood Development (online) diakses tanggal 3 Mei 2010

LN, Yusuf Syamsu. (2001). Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya

Muslich, Masnur. (2007). KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Konstekstual. Jakarta: Bumi Aksara

(22)

Ramadhani, Savitri. (2008). The Art Of Positive Communicating (Mengasah Potensi Dan Kepribadian Positif Pada Anak Melalui Komunikasi Positif). Yogyakarta: Book Marks

Santrock, W John (2002). Life-Span Development Perkembangan Masa Hidup Jilid 1. Jakarta : Erlangga

Simandjuntak, B dan Pasaribu, I,L (1984). Pengantar Psikologi Perkembangan. Bandung: Tarsito

Sugiyono. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Sulistyaningsih, W. (2005). Kesiapan Bersekolah Ditinjau Dari Jenis Pendidikan Pra sekolah Anak Dan Tingkat Pendidikan Orangtua. PS.Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera utara (online) diakses tanggal 6 mei 2010 Surya, S. (2007). Melejitkan Multiple Intelligence Anak Sejak Dini. Yogyakarta: Andi Sobur, Alex. (1985). Komunikasi Orang Tua Dan Anak. Bandung: Angkasa

Wonohadidjojo, Ishak. (2001). Analisa s.w.o.t.1 untuk parenting:2 Beberapa

parameter kurikuler untuk Pelayanan keluarga. Veritas: Jurnal Teologi dan

Pelayanan (online) diakses tanggal 21 Agustus 2010

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...