• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI PENGGUNAAN KARBAMAZEPIN PADA PASIEN EPILEPSI (Penelitian di Bagian Rawat Inap RS Militer V /Brawijaya TK. II dr. Soepraoen Malang) PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STUDI PENGGUNAAN KARBAMAZEPIN PADA PASIEN EPILEPSI (Penelitian di Bagian Rawat Inap RS Militer V /Brawijaya TK. II dr. Soepraoen Malang) PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2014"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Epilepsi adalah salah satu ganggguan pada saraf yang sering dijumpai di seluruh dunia. Epilepsi dapat terjadi pada siapa saja tanpa batasan usia, gender, ras sosial dan ekonomi. Kata ‘epilepsi’ berasal dari bahasa Yunani (Epilepsia) yang berarti ‘serangan’ (Gidal and Garnett, 2005). Epilepsi berkembang karena kelainan pada struktur otak, ketidakseimbangan sinyal kimia yang disebut neurotransmiter, atau beberapa kombinasi dari faktor-faktor tersebut (Anonim, 2014).

Epilepsi ialah manifestasi gangguan otak dengan berbagai etiologi, namum dengan gejala yang khas, yaitu serangan berkala yang disebabkan oleh lepasnya muatan listrik neuron kortikal secara berlebihan (Mardjono dan Sidharta, 2008). Pada bayi, penyebab paling sering adalah asfikasi atau hipoksia dan trauma intrakranial ketika lahir, gangguan metabolik, malformasi kongenital pada otak atau infeksi. Sedangkan pada anak-anak dan remaja, penyebab mayoritas adalah epilepsi idiopatik, yang tidak diketahui penyebabnya dimana pada usia 5-6 tahun umumnya disebabkan karena demam tinggi. Pada usia dewasa penyebabnya lebih

bervariasi, antara lain idiopatik, karena birth trauma, cedera kepala, tumor otak (pada usia 30-50 tahun), dan penyakit serebrovaskular (lebih dari usia 50 tahun) (Ikawati, 2011).

(2)

2

Prevalensi epilepsi di seluruh dunia cukup besar yaitu 1% dari populasi dunia, dan merupakan gangguan neurologis nomor dua paling banyak setelah stroke (McAuley and Lott, 2009). Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 50 juta orang di dunia mengidap epilepsi. Estimasi proporsi populasi umum dengan epilepsi aktif (terus kejang atau kebutuhan untuk perawatan) pada waktu tertentu adalah antara 4 sampai 10 per 1000 orang. Namun, 80% kasus epilepsi di seluruh dunia ditemukan di negara berkembang. Beberapa penelitian di negara berkembang menunjukkan bahwa proporsinya adalah antara 6 sampai 10 per 1000 orang. Angka ini dua kali lebih besar karena adanya resiko yang dapat menyebabkan kerusakan otak permanen sehingga resiko kematian dini pada orang dengan epilepsi adalah dua sampai tiga kali lebih tinggi daripada bagi masyarakat umum (WHO, 2012). Kematian dapat berhubungan langsung dengan kejang, misalnya ketika terjadi serangkaian kejang yang tidak terkontrol dan diantara serangan pasien tidak sadar, atau jika terjadi cedera akibat kecelakaan atau trauma (Ginsberg, 2008).

Jumlah kasus epilepsi di Indonesia masih sulit diperkirakan. Namun ada studi yang melaporkan bahwa prevalensi di Indonesia berkisar antara 0,5% sampai 2% dari jumlah penduduk. Menurut data rekam medik tahun 2009 di Instalasi Rawat Jalan bagian saraf RSUP Dr. Kariadi Semarang menunjukkan ada 110

(3)

3

utamanya adalah meminimalkan adverse effect akibat pemakaian obat antiepilepsi sehingga dapat meningatkan kualitas hidup pasien epilepsi (Gidal and Garnett, 2005).

Saat ini, pilihan obat antiepilepsi sangat terbatas terutama di Indonesia karena beberapa obat belum beredar di Indonesia. Obat-obatan antiepilepsi yang telah lama digunakan (Fenitoin, Barbiturat, Karbamazepin, dan Asam Valproat) menunjukan efek samping serius serta merupakan inducer metabolism yang poten sehingga dapat menimbulkan interaksi obat, terutama pada jalur metabolisme (Gidal and Garnett, 2005).

Obat antiepilepsi Karbamazepin (CBZ) ditemukan oleh ahli kimia Walter Schindler di Basel, Swiss pada tahun 1953. Karbamazepin sebelumnya digunakan untuk pengobatan trigeminal neuralgia dan berbagai penyakit kejiwaan (Adrian, 2009). Dari segi farmakoekonomi, obat antiepilepsi baru memiliki biaya yang lebih tinggi dari Karbamazepin dan memiliki keunggulan dalam hal tolerabilitas dan efek samping. Walau demikian, Karbamazepin tetap sering digunakan dan direkomendasikan sebagai lini pertama obat antiepilepsi untuk onset kejang parsial dengan atau tanpa kejang generalisasi (Heaney and Sander, 2006). Dari suatu studi kasus, Karbamazepin dapat digunakan dengan pengawasan sebagai pilihan pengobatan alternatif untuk refraktori idiopathic generalized epilepsy

(IGE), terutama dalam kasus jenis kejang tonik-klonik karena Karbamazepin dapat mengontrol jenis kejang dan tidak menginduksi atau meningkatkan frekuensi kejang mioklonik (Kenyon et al., 2013). Pada epilepsi, Karbamazepin menyekat kanal ion Na+ pada konsentrasi terapetik dan menyekat aktivitas dengan frekuensi tinggi pada neuron. Obat ini bekerja secara prasinaptik untuk mengurangi transmisi sinaptik pada susunan saraf pusat (SSP) (Porter and Meldrum, 2007).

(4)

4

kadar terapetik Karbamazepin melebihi dari 4-12 µg/mL, meskipun banyak pasien yang mengeluh diplopia pada kadar >7 µg/mL, dan lainnya dapat menoleransi kadar hingga diatas 10 µg/mL (Porter and Meldrum, 2007). Walau demikian, Karbamazepin memiliki efek samping yang jauh lebih sedikit daripada Fenitoin dan Fenobarbital (Porter and Meldrum, 2007).

Jenis pengobatan yang digunakan untuk epilepsi bergantung pada keadaan empiris dari kejang. Kesalahan dalam mendiagnosis kejang dapat menyebabkan pemilihan obat yang salah sehingga akan terjadi pengendalian kejang yang jelek dan diikuti dengan peningkatan dosis obat sehingga dapat menyebabkan terjadinya efek toksik akibat pengobatan (Porter and Meldrum, 2007).

Oleh karena tingginya prevalensi epilepsi, faktor-faktor yang menyebabkan epilepsi, efek samping, serta terbatasnya jenis obat yang digunakan, maka perlunya perhatian khusus dalam hal penggunaan obat antiepilepsi yang terkait dengan dosis, frekuensi pemberian, dan rute penggunaannya. Oleh sebab itu dilakukan penelitian untuk mengetahui pola penggunaan obat antiepilepsi Karbamazepin pada penderita epilepsi di Bagian Rawat Inap RS Militer V /Brawijaya TK. II dr. Soepraoen Malang.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimanakah pola pengobatan obat antiepilepsi Karbamazepin pada penderita epilepsi di Bagian Rawat Inap RS Militer V/Brawijaya TK. II dr. Soepraoen Malang?

1.3 Tujuan Penelitian

Mengkaji profil penggunaan obat antiepilepsi Karbamazepin yang meliputi dosis, frekuensi pemberian dan rute penggunaannya.

1.4 Manfaat Penelitian

a. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi kepada pasien epilepsi maupun kepada para klinisi sehingga berguna untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian dengan baik.

(5)

SKRIPSI

RISA AYU JULITA

STUDI PENGGUNAAN KARBAMAZEPIN

PADA PASIEN EPILEPSI

(Penelitian di Bagian Rawat Inap

RS Militer V /Brawijaya TK. II dr. Soepraoen Malang)

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(6)

SKRIPSI

RISA AYU JULITA

STUDI PENGGUNAAN KARBAMAZEPIN PADA

PASIEN EPILEPSI

(Penelitian di Bagian Rawat Inap

RS Militer V /Brawijaya TK. II dr. Soepraoen Malang)

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(7)
(8)
(9)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Segala puji bagi Allah SWT atas segala limpahan taufiq, dan inayah-Nya yang tiada putus dan henti-hentinya, sehingga penulis selalu mengucapkan Ya Rabbilakal hamdu wa lakasy syukru atas terselesainya skripsi yang berjudul

STUDI PENGGUNAAN KARBAMAZEPIN PADA PASIEN EPILEPSI. Skripsi ini diajukan untuk memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari peranan para dosen pembimbing dan bantuan dari seluruh pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada:

1. Allah SWT yang telah memberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran kepada penulis selama proses pengerjaan skripsi ini.

2. Dr. Muhadjir Effendy, MAP., selaku rektor Universitas Muhammadiyah Malang.

3. Kolonel Ckm dr. Sofyan Solichin, MM., selaku Kepala Rumah Sakit dan beserta jajarannya, yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk melakukan penelitian di RS Militer V/Brawijaya TK. II dr. Soepraoen Malang. 4. Yoyok Bekti Prasetyo, S.Kep, M.Kep., Sp.Kom. selaku Dekan Fakultas Ilmu

Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

5. Nailis Syifa, S.Farm, M.Sc., Apt. selaku Ketua Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang.

6. Drs. Didik Hasmono, MS., Apt. selaku pembimbing I dan Hidajah Rachmawati, S.Si., Apt., Sp.FRS. selaku pembimbing II yang selalu menyediakan waktunya untuk membimbing dalam memberikan arahan-arahan yang terbaik kepada penulis demi kesempurnaan skripsi ini.

7. Dra. Lilik Yusetyani, Apt. Sp.FRS. dan Nailis Syifa, S.Farm, M.Sc., Apt. selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan-masukan demi kesempurnaan skripsi ini.

(10)

9. Bapak Ibu Dosen Program Studi Farmasi beserta jajarannya yang telah mengajarkan penulis banyak sekali ilmu pengetahuan yang bermanfaat

sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan sarjana.

10.Ayahnda Drs. H. Ramlansyah dan Ibunda Hj. Massofiah, S.E., serta saudara penulis, Rendy Fahrizal, S.T., yang selalu mendoakan, dukungan, dan memberikan segalanya kepada penulis.

11.Sahabat terdekat penulis, emaak Fitri Surya Kartika Dewi, jeng Aulia Mulida Putri, dan kanjeng Reno Budi Setiawan yang nun jauh di Yogyakarta, terimakasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan, terutama saat penulis melalui suka-duka dalam pelaksanaan skripsi ini.

12.Seluruh teman-teman Farmasi A dan Farmasi Angkatan 2010, terima kasih atas semua keceriaan, kebersamaan dan pelajaran hidup yang telah dibagi dan dilalui bersama selama ini. Semoga kita selalu bersama-sama dalam kebaikan. 13.Untuk semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, penulis mohon

maaf dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semua keberhasilan ini tak luput dari bantuan, dukungan, dan doa yang telah diberikan kepada penulis,

Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta untuk penelitian berikutnya, amiin.

Akhir kata, Wabillahitaufiq walhidayah. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Malang, 24 Mei 2014

(11)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iv

RINGKASAN ... vi

ABSTRAK ... viii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

DAFTAR SINGKATAN ... xvi

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 4

1.3 Tujuan Penelitian ... 4

1.4 Manfaat Penelitian ... 4

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Tinjauan Tentang Sistem Saraf Pusat ... 5

2.1.1 Anatomi Sistem Saraf Pusat ... 5

2.1.2 Mikroanatomi Otak ... 6

2.1.3 Sistem Neurotransmiter pada Sistem Saraf Pusat ... 8

2.2 Tinjauan Tentang Epilepsi ... 9

2.2.1 Definisi ... 9

2.2.2 Epidemiologi ... 10

2.2.3 Klasifikasi ... 10

2.2.4 Etiologi ... 12

2.2.5 Patofisiologi ... 14

2.3 Diagnosis Penderita Epilepsi ... 16

2.3.1 Anamnesis ... 16

(12)

2.3.3 Pemeriksaan Penunjang ... 16

2.4 Tinjauan Terapi pada Pasien Epilepsi ... 17

2.4.1 Tinjauan Terapi Obat Antiepilepsi ... 17

2.4.2 Prinsip Terapi Obat Antiepilepsi ... 17

2.4.3 Terapi Farmakologi ... 18

2.4.3.1 Obat Antiepilepsi ... 23

2.4.3.1.1 Fenobarbital (PB) ... 23

2.4.3.1.2 Benzodiazepin ... 23

2.4.3.1.3 Asam Valproat (VPA) ... 24

2.4.3.1.4 Fenitoin (PHT) ... 24

2.4.3.1.5 Karbamazepin (CBZ) ... 25

2.4.3.1.5.1 Indikasi ... 25

2.4.3.1.5.2 Farmakokinetik ... 25

2.4.3.1.5.3 Farmakodinamik ... 26

2.4.3.1.5.4 Dosis ... 26

2.4.3.1.5.5 Interaksi Obat ... 27

2.4.3.1.5.6 Toksisitas ... 27

2.4.3.1.5.7 Sediaan Obat yang Beredar ... 27

2.4.4 Terapi Non-Farmakologi ... 25

2.4.4.1 Pembedahan ... 28

2.4.4.2 Diet Ketogenik ... 28

2.4.4.3 Stimulasi Nerves Vagus ... 29

BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL ... 30

3.1 Kerangka Konseptual ... 30

3.2 Kerangka Operasional ... 32

BAB 4 METODE PENELITIAN ... 33

4.1 Jenis Penelitian ... 33

4.2 Sampel Penelitian ... 33

4.3 Metode Pengambilan Sampel ... 33

4.4 Tempat dan Waktu Penelitian ... 33

4.5 Definisi Operasional... 34

(13)

4.7 Analisis Data ... 35

BAB 5 HASIL PENELITIAN ... 36

5.1 Data Demografi Pasien ... 37

5.1.1 Distribusi Berdasarkan Jenis Kelamin ... 37

5.1.2 Distribusi Berdasarkan Usia ... 37

5.1.3 Status Pengobatan Pasien ... 38

5.2 Diagnosis Penyerta Pasien Epilepsi ... 39

5.3 Distribusi Penggunaan Obat ... 39

5.3.1 Profil Penggunaan Antiepilepsi Karbamazepin ... 39

5.3.2 Dosis dan Frekuensi Penggunaan Antiepilepsi Karbamazepin .... 40

5.3.3 Terapi Penyerta pada Pasien Epilepsi ... 40

5.4 Lama Masuk Rumah Sakit (MRS) ... 41

5.5 Kondisi Keluar Rumah Sakit (KRS) Pasien Epilepsi ... 42

BAB 6 PEMBAHASAN ... 43

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN ... 53

DAFTAR PUSTAKA ... 54

(14)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

2.1 Klasifikasi Internasional Kejang Epilepsi ... 11

2.2 Penyebab Kejang ... 13

2.3 Pedoman saat Dilakukan Kombinasi Obat Antiepilepsi ... 17

2.4 Pedoman Terapi Obat pada Pasien Epilepsi ... 19

2.5 Mekanisme Aksi Beberapa Obat Antiseizure ... 20

2.6 Dosis Obat Antiepilepsi dan Rentang Kadar Optimal dalam Serum ... 21

2.7 Sediaan Obat Antiepilepsi Karbamazepin yang Beredar di Indonesia ... 27

5.1 Distribusi Pada Pasien Epilepsi Berdasarkan Jenis Kelamin di Bagian Rawat Inap RS Militer V/Brawijaya TK. II dr. Soepraoen Malang ... 37

5.2 Distribusi Pada Pasien Epilepsi Berdasarkan Usia di Bagian Rawat Inap RS Militer V /Brawijaya TK. II dr. Soepraoen Malang ... 37

5.3 Status Pengobatan Pada Pasien Epilepsi di Bagian Rawat Inap RS Militer V/Brawijaya TK. II dr. Soepraoen Malang ... 38

5.4 Diagnosis Penyerta Pada Pasien Epilepsi di Bagian Rawat Inap RS Militer V/Brawijaya TK. II dr. Soepraoen Malang ... 39

5.5 Terapi Karbamazepin Pada Pasien Epilepsi di Bagian Rawat Inap RS Militer V /Brawijaya TK. II dr. Soepraoen Malang yang Dikombinasi Dengan Antiepilepsi Lain ... 39

5.6 Dosis, Rute, dan Frekuensi Penggunaan Antiepilepsi Karbamazepin Pada Pasien Epilepsi di Bagian Rawat Inap RS Militer V/Brawijaya TK. II dr. Soepraoen Malang ... 40

5.7 Pola Terapi Penyerta Pada Pasien Epilepsi di Bagian Rawat Inap RS Militer V/Brawijaya TK. II dr. Soepraoen Malang ... 41

(15)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Susunan Anatomi dari Otak ... 5

2.2 Anatomi Susunan Sistem Saraf Pusat ... 7

2.3 Transmisi Sinaptik ... 8

2.4 Skema Terjadinya Epilpsi ... 14

2.5 Obat Antiepilepsi yang Telah Diberi Lisensi Untuk Digunakan Dalam Epilepsi Umum ... 18

2.6 Mekanisme Aksi Obat Antiseizure ... 21

2.7 Struktur Kimia Karbamazepin ... 25

3.1 Skema Kerangka Konseptual ... 31

3.2 Skema Kerangka Operasional ... 32

5.1 Skema Inklusi dan Eksklusi Penelitian pada Pasien Epilepsi di Bagian Rawat Inap RS Militer V/Brawijaya TK. II dr. Soepraoen Malang ... 36

5.2 Diagram Batang mengenai Distribusi Pada Pasien Epilepsi Berdasarkan Jenis Kelamin di Bagian Rawat Inap RS Militer V /Brawijaya TK. II dr. Soepraoen Malang ... 37

5.3 Diagram Batang mengenai Status Pengobatan Pada Pasien Epilepsi di Bagian Rawat Inap RS Militer V/Brawijaya TK. II dr. Soepraoen Malang ... 38

5.4 Diagram Batang mengenai Diagnosis Penyerta Pada Pasien Epilepsi di Bagian Rawat Inap RS Militer V/Brawijaya TK. II dr. Soepraoen Malang ... 39

(16)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

(17)

DAFTAR SINGKATAN

AMPA : Alpha Amino-3-Hidroksi 5 Methylosoxazole 4-Propionic Acid BUN : Blood Urea Nitrogen

CBZ : Carbamazepine

Ca2+ : Kalsium

Cl- : Klorida

CT scan : Computer Tomography Scan EEG : Electroencephalogram GCS : Glascow Coma Scale GABA : Gamma-Aminobutyric Acid GDS : Gula Darah Sesaat

Hct : Hematocrit

ILAE : The International League Againts Epilepsy

K+ : Kalium

KRS : Keluar Rumah Sakit

Na+ : Natrium

NMDA : N-methil D-aspartat

MRS : Magnetic Resonance Spectroscopy MRS : Masuk Rumah Sakit

PET : Positron Emission Tomography RMK : Rekam Medik Klinis

RR : Respiration Rate SE : Status Epilepsticus

SJS : Steven-Johnson Syndrome

SPECT : Single Photon Emission Computed Tomography

(18)

DAFTAR PUSTAKA

Adams, H.P.J., del Zoppo, G., Alberts, M.J., Bhatt, D.L., Brass, L., Furlan. A., Grubb, R.L., Higashida, R.T., Jauch, E.C., Kidwell, C., Lyden, P.D., Morgenstern, L.B., Qureshi, A.I., Rosenwasser, R.H., Scott, P.A., Wijdicks, E.F., 2007. Guidelines For The Early Management Of Adults With Ischemic Stroke: A Guideline From The American Heart Association/American Stroke Association Stroke Council., PubMed : US National Library of Medicine.

Adrian, T., 2009. Carbamazepine (Anti Konvulsi) Dalam Terapi Epilepsi Sebagai Penyebab Eritema Multiformis Mayor., Skripsi : FK Gigi., Universitas Sumatera Utara.

Aigner, F., Aigner, W., Hoppichler, F., Luef, G., Bonatti, H., 2008. Diarrhea, Negative t-wave, Fever and Skin Rash, Rare Manifestation of Carbamazepine Hypersensitivity. Cases Journal : BioMed Central Ltd Akib, R.T., 1996. Studi Obat Antiepilepsi di Poli Neurologi RSUPN Cipto

Mangunkusumo. Dalam : Majalah Farmakologi Indonesia., Vol. 11 : 1-5. Anonim, 2014. Seizures and Epilepsy : Hope Through Research. In: National

Institute of Neurological Disorders and Stroke.,

www.ninds.nih.gov/disorders/epilepsy/detail_epilepsy.htm. Diunduh tanggal 21 Febuari 2014., 18:45 WIB.

Appleton, R., John, G., 2005. Epilepsy in Childhood and Adolescence, 3th ed., London and New York : Martin Dunitz.

Ariani, T.A., 2012. Sistem Neurobehaviour. Jakarta : Salemba Medika.

Balamurugan, E., Aggarwal, M., Lamba, A., Dang, N., Tripathi, M., 2013.

Perceived Trigger Factors Of Seizures In Persons With Epilepsy., In: Seizure., PubMed : Nov, 22(9):743-7.

Baoezier, F., Anggraeni, R., Soesilo, H., Syahrir, M.I., Islam, M.I. 2006. Gangguan Pembuluh Darah Otak. Dalam: Panitia Medik farmasi dan Terapi, Pedoman Diagnosis dan Terapi Lab/UPF Ilmu Penyakit Saraf. Surabaya: RSU Dr. Soetomo.

Bloom, F.E., 2006. Drug acting on the Central Nervous System. In : Brunton, L.L., Goodman and Gilman’s : The Pharmacologcal Basis of

(19)

Bordie, M.J., Sills, G.J., 2011. Combining Antiepileptic Drugs—Rational Polytherapy?, In: Seizure, Volume 20, Issue 5, June 2011, Pages 369–375. Brooks-Kayal, A,R., Bath, K.G., Scharfman, H.E., 2013. Issues Related To Symptomatic And Disease-Modifying Treatments Affecting Cognitive And Neuropsychiatric Comorbidities Of Epilepsy., Epilepsia : NIH Public Access; 54(4):44-60.

Chiang, I.H., Chang, W.N., Lin, W.C., Chuang, Y.C., Chang, K.C., Tsai, N.W., Liou, C.W., Sun, T.K., Loke, S.S., Chen, C.T., Huang, C.F., Huang, W.C., Wang, P.M., Lu, C.H., 2010. Risk Factors for Seizures after First-Time Ischemic Stroke by Magnetic Resonance Imaging., Acta Neurol Taiwan; 19:26-32.

Christensen, J., Kjeldsen, M.J., Andersen, H., Friis, M.L, Sidenius, P., 2005.

Epilepsia, 46(6):956-960, Odense University Hospital, Denmark : Blackwell Publishing, Inc.

Dichter, M.A., 2000. Epilepsi dan Gangguan Kejang. Dalam : Harrison Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam, vol.5, ed 13., Jakarta : EGC., hal : 2453. Dewanto, G., Suwono, W.J., Riyanto, B., Turana, Y., 2009. Panduan Praktis

Diagnosis & Tatalaksana Penyakit Saraf., cetakan I, Jakarta : EGC. Elizabeth, J., Corwin, 2001. Buku Saku Patofisiologi, cetakan I., Jakarta : EGC Fauci, A.S., Kasper, D.L., Longo, D.L., Braunwald, E., Hauser, S.L., Jameson,

J.L., Loscalzo, J., 2008. Neurologic Disorder. In : Harrison’s Principles

of Internal Medicine, 17th ed., USA : The McGraw-Hill Companies. Ganong, W.F., Mcphee, S.J., Lingappa, V.R., 2006. Nervous System Disorder.

In: Pathopshysiology of Disease, an Introduction to Clinical Medicine, 5 th ed., New York: The McGraw-Hill Companies.

Ghamari, Z.T., Zare, M., Habibabadi, J.M., Najafi, M.R., 2013. A quick review of carbamazepine pharmacokinetics in epilepsy from 1953 to 2012. Iran : Journal of Research in Medical Science., Supplement 1 March 2013.

Ghiculescu, R.A., Therapeutic Drug Monitoring : Which drugs, Why, When and How to do it. In : Australian Prescriber Vol. 31 No. 2, April 2008. Gidal, B.E., Garnett, W.R., 2005. Epilepsy. In : Dipiro, J.T., Talbert, R.L., Yee,

(20)

Ginsberg, L., 2008. Lecture Notes Neurologi., ed ke-8., Jakarta : Penerbit Erlangga.

Graaff, V.D., Rhees, R.W., Palmer, S.L., 2010. Human Anatomy and Physiology, ed 3., U.S : McGraw-Hill Companies.

Guyton, A.C., Hall, J.E., 2007. BukuAjarFisiologiKedokteran, edisi Sebelas., Jakarta : EGC.

Hakan, T., 2008. Managemen of Bacterial Brain Abscesses. In : Neurosurgical Focus., Vol. 24, No.6., page E4., Turkey : Neurosurgery Clinic, Haydarpaşa Numune Teaching and Research Hospital.

Harsono., 2007. Strategi Terapi Epilepsi. Dalam: Kapita Selekta Neurologi., edisi ke-2., Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Hartanto, Huriawati, dkk. 2006. S. Snell, Richard: Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC

Heaney, D., Sander, J.W., 2006. Cost-effectiveness of Carbamazepine in Epilepsy, Expert Rev Pharmacoecon Outcomes Res. 2006 Feb; 6(1):13-8. doi: 10.1586/14737167.6.1.13.

Ikawati, Z., 2011. Farmakoterapi Penyakit Sistem Syaraf Pusat. Yogyakarta : Bursa Ilmu, hal. 85-102.

Irani, Vidia, M., 2009. Gambaran Efektivitas Antiepilepsi Pada Pasien Epilepsi Yang Menjalani Rawat Inap Di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Yogyakarta : Universitas Islam Indonesia, hal 41-70.

Jan, M.M., 2006. Cerebral Palsy: Comprehensive Review And Update. Ann Saudi Med : Mar-Apr;26(2):123-32.

Jasmin, L.,D., 2012. Brain Component. In : MedLine Plus, the U.S National Library of Medicine., Los Angeles : U.S Departement of Health and Human Service, National Institutes of Health. Page update : 22 March 2013.

Junaidi, I,. 2011. Stroke: Waspadai Ancamannya.Yogyakarta: Penerbit Andi. Hal: 71-72, 137-175.

Kafle, D.R., 2014. Clinical Profile Of Patients With Partial Seizure. In : Journal of Nobel Medical College Vol. 3, No.1 Issue 5., Nepal : Institute of Medicine, Maharajgunj Kathmandu.

(21)

levetiracetam., In: Epilepsia, The Journal of The International League Against Epilepsy., Volume 50, Issue 3, pages 387–397, March 2009.

Kenyon, K., Mintzer, S., Nei, M., 2013 Carbamazepine Treatment of Generalized Tonic-Clonic Seizures in Idiopathic Generalized Epilepsy., European Journal of Epilepsy., S1059-1311(13)00322-1. Koda-Kimble, M.A., Young, L.Y., Kradjan, W.A., Guglielmo, B.J., Alldredge,

B.K., Corelli, R.L., Williams, B.R., 2009. Section Fourteen – Neurologic Disorder: 54 – Seizure Disorders. In : Applied Therapeutics: The Clinical Use of Drugs, Ninth Edition.

Kuncara, H.Y., 2008. Sistem Saraf. Dalam : Aplikasi Klinis Patofisiologi : Pemeriksaan & Manajemen, Ed.2., Jakarta : EGC.

Lacy, C.F., Armstrong, L.L., Goldman, M,P., Lance, L.L., 2009. Drug Information Handbook, 17th ed., American Pharmaceutical Association., Lexi-Drug Online : Lexy-Comp Inc.

Lieberman, J.A, Tasman, A., 2006. Handbook of Psychiatric Drugs. Chester city : John Wiley & Sons Ltd.

Linnebank, M., Moskau, S., Semmler, A., Widman, G., Stoffel-Wagner, B., Weller, M., Elger, C.E., 2011. Antiepileptic Drugs Interact with Folate and Vitamin B12 Serum Levels. In: Annals of Neurology., Volume 69, Issue 2, pages 352–359, February 2011.

Loscher, W., Schmidt, D., 2012. Epilepsy: Perampanel-New Promise for Refractory Epilepsy., Journal Nature Reviews Neurology 8, 661-662: Macmillan Publishers Limited.

Maslim, R., 2007. Panduan Praktis : Penggunaan Obat Psikotropik (Psychotropic Medication), edisi ketiga., Jakarta : Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK-Unika Atma Jaya.

Mardjono, Sidharta., 2008. Neurologi Klinis Dasar., cetakan ke-12. Jakarta: Dian Rakyat.

McAuley, J.W., Lott, R.S., 2009. Seizure Disorders., In : Koda-Kimble, M.A., Young, L.Y., Alldredge, B.K., Corelli, R.L., Guglielmo, B.J., Kradjan, W.A., Williams, B.R., Applied Therapeutics: The Clinical Use Of Drugs, 9th edition., Lippincott Williams and Wilkins.

(22)

McNamara, J.O., 2005. Obat-Obat yang Efektif Dalam Terapi Epilepsi. In : Dasar Farmakologi Terapi, Jakarta : EGC., hal. 506-531.

MIMS Online., 2013. Diunduh Tanggal 5 Januari 2014, 13:01 WIB.

Mortelmans, L.J., Van, L.M., De Cauwer, H.G., Merlevede, K., 2008. Seizures and Hyponatremia After Excessive Intake of Diet Coke., Eur J. Emerg Med. 2008 Feb;15(1):51

Neal, M.J., 2005. Farmakologi Medis At a Glance, ed.5. Jakarta : Erlangga Medical Series, hal. 56-57.

Niantiarno, F.H., 2012. Prediktor Kejadian Kejang Pascaoperasi Bedah Epilepsi Lobus Temporal pada Penderita Epilepsi Lobus Temporal.

Karya Tulis Ilmiah: FKUNDIP.

Nordli, D.R., Pedley, De Vivo, 2006. Buku Ajar Pediatri Rudolph vol. 3, Jakarta : EGC, hal 1023, 1034, 2135-2138.

Orenstein, D., 2011. New Role For An Old Molecule: Protecting The Brain From Epileptic Seizures., Pressreleases : Brown University, U.S.A. Price, S.A., Wilson, L.M., 2006. Patofisiologi: Konsep Klinis Prose-Proses

Penyakit, edisi 6., Jakarta : EGC.

Porter, R.J., Meldrum, B.S., 2007. Antiseizure Drug. In : Katzung, B.G., Basic and Clinical Pharmacology, 10th ed. New York : McGraw Hill Companies Inc.

Potschka, H., 2012. Pharmacological Treatment Strategies: Mechanisms Of Antiepileptic Drugs, In: Epileptology, Volume 1, Issue 1 , Pages 31-37., Institute of Pharmacology, Toxicology, and Pharmacy, Ludwig-Maximilians-University, Koeniginstr, German.

Rahardjo, J.E.W., 2008. Tata Laksana dan Terapi Penderita Epilepsi. Dalam :

Makalah Lengkap Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Ilmu Penyakit Saraf, Surabaya : Airlangga University Press., hal : 173.

Rudolph, C., Rudolph, A., Lister, G., First, L., Gershon, A., 2012. Rudolph’s

Pediatrics, 22nd Edition., San Fransisco : McGraw-Hill.

(23)

Rugg-Gunn, F.J., 2011. Adult Onset Epilepsies. Department of Clinical and Experimental Epilepsy, National Hospital for Neurology and Neurosurgery, Queen Square, London : Chapter 12.

Schachter, S.C., 2004. Cognitive Effects of AEDs. In: an Epilepsy Theraphy Project. www.professinals.epilepsy.com., diunduh tanggal 5 Januari 2014, 15:35 WIB.

Sener, U., Zorlu, Y., Karaguzel, O., Ozdamar, O., Coker, I., Topbas, M., 2006.

Effects of Common Anti-Epileptic Drug Monotherapy on Serum Levels of Homocysteine, Vitamin B12, Folic Acid and Vitamin B6. In: Seizure. Volume 15, Issue 2, March 2006, Pages 79–85

Sukandar, E.Y., Andrajati, R., Sigit, J.I., Adnyana, I.K., Setiadi, A.P., Kusnandar., 2009. Gangguan Sistem Syaraf. Dalam : ISO Farmakoterapi. Jakarta : PT. ISFI Penerbitan, hal. 497-594.

Sung Kim, K., Hyo Kim, Y., Hwang, Y., Kang, B., Hyun Kim, D., Se Kwon., Y. 2013. Epileptic Nystagmus and Vertigo Associated with Bilateral Temporal and Frontal Lobe Epilepsy : Clinical and Experimental Otorhinolaryngol, 6(4):259-262.

Suwarba, I.G.N.M., 2011. Insidens dan Karakteristik Klinis Epilepsi pada Anak. Denpasar : Sari Pediatri, Vol. 13, No. 2.

Simon, H., Zieve, D., 2013. Articles Epilepsy. In : University of Maryland Medical Centre. www.umm.edu., diunduh tanggal 5 Januari 2014, 15:15 WIB.

Stafstrom, C.E., 2010. Mechanisms of Action of Antiepileptic Drugs: The Search for Synergy, Pediatric Neurology Section, Department of Neurology., University of Wisconsin, Madison, Wisconsin, USA.

Sunaryo, U., 2007. Diagnosis Epilepsi. Dalam : Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma, vol.1., no.1., Surabaya : FK Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

Sweetman, S.C., 2009. Antiepileptic. In : Martindale The Complete Drug Reference, 36th ed., Great Britain : RPS Pharmaceutical Press., pp 471. Tambunan, E.S., Kasim, D., 2011. Panduan Pemeriksaan Fisik Bagi

Mahasiswa Keperawatan. Salemba Medika : Jakarta.

Tameemi, A.K., 2011. Etiologies of Adult Onset Epilepsy: Clinical and Paraclinical, Study in the Governorate of Babylon. In : The Iraqi

(24)

Tjay, T.H., Rahardja, K., 2007. Obat Susunan Saraf Pusat. Dalam : Obat-Obat Penting. Khasiat, Penggunaan dan Efek-Efek Sampingnya, ed.6. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo, hal. 415-428.

Tarwoto, Wartonah, Suryati, E.S., 2007. Keperawatan Medikal Bedah, Gangguan Sistem Persarafan., Jakarta: Sagung Seto.

Upadhyaya, S.K., Raina, R.S., Sharma, A., Thawani, V., Dimari, D., 2012.

Carbamazepine Induced Erythema Multiforme Major in a Epileptic Patient with Bipolar Affective Disorder. Journal of Pharmacology and Pharmacotherapeutics.

Utama, H., Gan, V.H.S., 2007. Antiepilepsi dan Antikonvulsi. Dalam :

Farmakologi dan Terapi., edisi kelima., Jakarta : Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, hal. 187.

Utomo, T.Y., 2011. Pengaruh Pemberian Fenitoin Terhadap Timbulnya Hiperplasia Ginggiva, Dalam : Skripsi.,bab I., http:// eprint.undip.ac.id Veldman, J., 2004. Sistem Saraf. Dalam : Sloane, E., Anatomi dan Fisiologi

untuk Pemula., cetakan I., Jakarta : EGC, hal :154.

Wardhani, I.R., 2008. Epilepsi. Dalam : Lecture Notes : Neurologi, edisi kedelapan., Jakarta : Erlangga.

Wells, B.G., Dipiro, J.T., Schwinghammer, T.L., Cindy, W., 2006.

Pharmacotherapy Handbook, 6th ed., McGraw Hill Companies Inc., Wells, B.G., 2009. Section 9: Neurologic Disorder. In : Wells, B.G., Dipiro, J.T.,

Schwinghammer, T.L., Dipiro, C.V., Pharmacotherapy Handbook, 7th ed., McGraw Hill Companies Inc.,

WHO, 2012. Fact Sheets N999 Epilepsy. Geneva : World Health Organization. Diakses tanggal 3 Oktober 2013.

Wolf, P., Lin, K., Nikanorova, M., 2013. Non-Pharmacology Therapy of Epilepsy. In : Shorvon, S., Guerrini, R., Cook, M., Lhatoo., Oxford Textbook of Epilepsy and Epileptic Seizures., UK : Oxford University Press.

Wibowo, S., Gofir, A., 2006. Obat Antiepilepsi, Yogyakarta : Pustaka Cendekia Press., hal. 85.

Winicka, K., Tomasiak, M., Bielawska, A., 2005. Piracetam: An Old Drug With Novel Properties. Drug Research. Vol 62, pp: 405-409

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran obat diabetes melitus pada pasien DM geriatri di Instalasi Rawat Inap RS X Klaten tahun 2011 dan mengetahui ketepatan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang hubungan kepuasan kerja dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan prinsip 7 benar dalam pemberian obat di ruang rawat inap

Kejadian tersebut dapat mempengaruhi pelaksanaan sistem distribusi unit dose dispensing (UDD) yang kurang baik di pelayanan rawat inap instalasi farmasi RS X

Bahan penelitian yang digunakan adalah catatan rekam medik pasien pada penderita skizofrenia di instalasi rawat inap RS “X” Provinsi Jawa Tengah tahun 2016.. HASIL

Kesimpulan evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia berat rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Bantul periode Januari-Desember 2015 yang paling

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran obat diabetes melitus pada pasien DM geriatri di Instalasi Rawat Inap RS X Klaten tahun 2011 dan mengetahui ketepatan

Terdapat perbedaan kualitas hidup pasien skizofrenia sebelum dan sesudah dilakukan intervensi ketepatan minum obat di ruang rawat inap RS Jiwa Grhasia Pemda DIY

Pengaruh Konseling Keluarga Dengan Pendekatan Conjoint Terhadap Peran Keluarga Dalam Pengelolaan Penderita Diabetes Mellitus Di Instalasi Rawat Inap RS Haji Surabaya.. Oleh