DISFEMIA DALAM SURAT KABAR POSMETRO MEDAN
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sastra
Oleh
RIANA TARIMA SITANGGANG
NIM 2123210016
JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
i ABSTRAK
Riana Tarima Sitanggang. Nim. 2123210016. Disfemia Dalam Surat Kabar Posmetro Medan. Skripsi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Medan, 2017.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kebahasaan, nilai rasa, dan makna yang terkandung dalam penggunaan disfemia pada surat kabar Posmetro Medan. Subjek dalam penelitian ini adalah kalimat yang mengandung disfemia yang terdapat dalam berita utama pada surat kabar Posmetro Medan, sedangkan objek penelitiannya adalah disfemia yang terdapat dalam berita utama. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca catat. Instrument yang digunakan adalah human instrument, yaitu peneliti sendiri yang didukung dengan pengetahuan tentang seperangkat kriteria kedisfemiaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kualitatif yaitu dengan membaca berita utama, mendata, mengumpulkan,dan menyimpulkan hasil analisis. Keabsahan data diperoleh melalui intrarater dan interater. Intrarater adalah ketekunan dalam pengamatan untuk menemukan data dan aspek-aspek yang relevan dengan permasalahan disfemia, sehingga mendapatkan data yang benar-benar akurat dan normal, sedangkan interater yaitu berdiskusi dan bertanya dengan rekan sejawat yang mengerti permasalahan disfemia.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, bentuk kebahasaan disfemia yang ditemukan, yaitu berupa kata dan frasa. Kedua, nilai rasa yang ditemukan yaitu,
menyeramkan, mengerikan, menakutkan, menjijikkan, menguatkan untuk
menunjukkan kekasaran.
ii
KATA PENGANTAR
Puji Tuhan dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa
atas berkat dan rahmatNyalah, skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Skripsi
ini berjudul “Disfemia Dalam Surat Kabar Posmetro Medan”. Skripsi ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sastra.
Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan Skripsi ini banyak
mengalami kendala, namun berkat bantuan, bimbingan, kerjasama dari berbagai
pihak, kendala-kendala yang dihadapi tersebut dapat diatasi. Untuk itu, dengan
segala kerendahan hati penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Prof. Dr. Syawal Gultom M.Pd., Rektor Universitas Negeri Medan
2. Dr. Isda Pramuniati, M.Hum., Dekan Fakultas Bahasa dan Seni
3. Drs. Syamsul Arif, M.Pd., Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
sekaligus Dosen Pengarah
4. Trisnawaty Hutagalung, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra
Indonesia
5. Dr. Wisman Hadi, M.Hum., Ketua Program Studi Sastra Indonesia sekaligus
Dosen Pembimbing Akademik
6. Dra. Rosmaini. M.Pd sebagai Dosen Pembimbing Skripsi
7. Dra. Rosdiana Siregar, M.Pd sebagai Dosen Pengarah
8. Bapak/Ibu Dosen dan Staf Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
9. Bapak/Ibu Pegawai Digital Library yang digunakan sebagai tempat penelitian
10.Teristimewa kepada orang tua penulis, Bapak Manguliman Sitanggang (+) dan
iii
dukungan serta kasih sayang, dan kepada semua keluarga besar OP. Rinaldi
Sitanggang yang selalu memberi semangat, doa, dan dukungan
11. Teman-teman seperjuangan Sasindo 2012, Romiuli Padang, Dosmandiri
Berutu, Lamtiur Simaremare, Himen Berutu, Doni Manik, Willy Pasaribu,
Simon Hutagalung dan semua keluarga besar Umi Anya Nondik’12
12. Kelompok Kecil Invocavit Mathetes (kk Ana Bolis, Wembot, Marbet, Gunuk),
abg PKK yg kece Bg Bernard Nainggolan dan bg Hasian Sidabutar, AKK
ATIRA (Susan, Minar, Rut, Yessi, Sri, Nelly) dan semua Kompel UKMKP
UP-FBS yang selalu setia mendampingi, mendukung, memotivasi penulis
dalam pengerjaan Skripsi maupun pertumbuhan rohani
13. Teman-teman NHKBP Trinity Mandala yang super kece dan Tim KKN Tobasa
2015 yang selalu memberi semangat dan dukungan kepada penulis serta semua
pihak yang ikut berperan dalam penyelesaian Skripsi ini yang tidak dapat
disebutkan namanya satu persatu.
Biarlah kiranya Tuhan Yang Maha Esa yang membalas kebaikan berupa
berkat kemudahan. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi
penyempurnaan Skripsi ini. Semoga Skripsi ini memberikan manfaat bagi
pembacanya.
Medan, Februari 2017
Penulis,
iv
B. Identifikasi Masalah ... 7
C. Batasan Masalah... 7
D. Rumusan Masalah ... 7
E. Tujuan Penelitian ... 8
F. Manfaat Penelitian ... 8
v
b. Surat Kabar Posmetro Meda... 20
c. Disfemia Dalam Berita Utama di Surat Kabar ... 22
B. Kerangka Berpikir ... 24
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metodologi Penelitian ... 26
B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 26
C. Data Sumber Data ... 26
D. Instrumen Penelitian ... 33
E. Teknik Pengumpulan Data ... 30
F. Teknik Analisi Data ... 30
G. Validitas Data ... 32
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... 33
B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 34
1. Bentuk Kebahasaan Dan Nilai Rasa Disfemia ... 34
vi
1) Bernilai Rasa Menyeramkan ... 35
2) Bernilai Rasa Mengerikan... 37
3) Bernilai Rasa Menakutkan ... 41
4) Bernilai Rasa Menjijikan ... 43
5) Bernilai Rasa Menguatkan Untuk Menunjukkan Kekasaran .... 45
b. Bentuk Kebahasaan Berupa Frase ... 57
1) Bernilai Rasa Mengerikan... 57
2) Bernilai Rasa Menakutkan ... 58
3) Bernilai Rasa Menjijikan ... 59
4) Nilai Rasa Menguatkan Untuk Menunjukkan Kekasaran... 62
2. Frekuensi Pemakaian Disfemia Dalam Surat Kabar Posmetro Medan... 64
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 65
B. Implikasi ... 65
C. Saran ... 66
DAFTAR PUSTAKA ... 67
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Nilai Rasa Disfemia... 29
Tabel 3.2 Lembar Analisis Data ... 31
Tabel 4.3 Bentuk Kebahasaan dan Nilai Rasa Disfemia dalam Surat Kabar
Posmetro Medan ... 33
Tabel 4.4 Frekuensi Pemakaian Disfemia dalam Surat Kabar Posmetro
Viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Jenis Perubahan Makna ... 13
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang digunakan oleh masyarakat
sebagai alat komunikasi. Kridalaksana (1984:28) mengatakan bahasa adalah
sistem lambang bunyi yang arbiter, yang dipergunakan oleh para anggota
masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dalam mengidentifikasikan diri;
percakapan (perkataan) yang baik; tingkah laku yang baik; sopan santun. Jadi
bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan masyarakat untuk berinteraksi
melalui perkataan. Seseorang yang akan berinteraksi dengan sesamanya akan
menggunakan media bahasa untuk berkomunikasi. Salah satu media yang
digunakan adalah surat kabar.
Setiap hari masyarakat dapat mengetahui dengan mudah segala peristiwa
yang sedang terjadi tanpa melihat langsung peristiwa tersebut hanya dengan
membaca surat kabar. Masyarakat juga memperoleh berbagai macam informasi,
opini, serta tulisan yang bersifat hiburaan yang terdapat dalam surat kabar.
Surat kabar merupakan media massa paling tua dan merupakan salah satu
jenis media cetak dalam bentuk tulisan dan gambar/foto yang tidak bergerak.
Kelebihan dari media cetak adalah mampu merekam peristiwa yang terjadi di
masa lampau sesuai kejadian peristiwa itu diberitakan atau suatu gambar
ditampilkan dalam surat kabar. Surat kabar adalah salah satu media yang dapat
dijadikan sebagai alat pembinaan bahasa.
2
Peranan surat kabar dalam pembinaan bahasa dapat bersifat positif namun
dapat juga bersifat negatif. Apabila bahasa yang digunakan oleh pers adalah
bahasa yang baik dan terpelihara tentu saja pengaruhnya terhadap masyarakat
pembacanya pun baik. Akan tetapi, apabila bahasa yang digunakan oleh pers itu
adalah bahasa yang kacau dan tidak terpelihara, maka akan memberikan pengaruh
negatif dan merugikan masyarakat.
Dalam perkembangannya, media kini menjadi suatu industri yang saling
bersaing untuk menarik pembaca sebanyak-banyaknya. Cara industri media
menarik perhatian banyak pembaca adalah dengan cara menyuguhkan berita
semenarik mungkin dan sedekat mungkin bagi pembaca. Untuk mendekati
bahasa yang menarik dan sedekat mungkin dengan pembaca, maka media kerap
menyuguhkan berita-berita dengan judul yang sensasional. Berita sensasional
harus hebat, memberikan keheranan, kekaguman, ketakjuban atau kengerian.
Salah satu teknik sensasionalisme yang sering dipraktikkan media untuk menarik
dan mempertahankan minat pembacanya adalah menampilkan unsur
sensasionalisme pada berita utama yang diyakini dapat memberi pengaruh pada
bagaimana khalayak tertarik pada informasi yang ditampilkan dan di sinilah para
jurnalis atau redaktur surat kabar memafaatkan keberadaan disfemia pada lembar
berita utama untuk menarik perhatian pembaca yang hanya cukup membaca
halaman awal judul pada surat kabar tersebut.
Sutarman, 2013:117 mengatakan bahwa, banyak cara yang dilakukan
media massa untuk menarik perhatian publik, salah satunya dengan menampilkan
3
lugas, berani dan menantang kadang redaksi menampilkan judul yang
mengandung desfemia atau ungkapan yang kasar agar mampu membangkitkan
emosi pembacanya. Disfemia merupakan pengasaran yaitu kebalikan dari
penghalusan, yaitu usaha untuk mengganti kata yang maknanya halus atau
bermakna biasa dengan kata yang maknanya kasar (Chaer, 1995:145).
Pemakaian disfemia dapat ditemukan dalam tulisan-tulisan di surat kabar.
Pemakaian disfemia dalam surat kabar adalah upaya menggantikan kata yang
bernilai rasa positif atau netral dengan kata lain yang dinilai bernilai rasa kasar
atau negatif (Ali Masri, dkk, 2001:72). Pemakaian disfemia biasanya terdapat
dalam tulisan-tulisan yang bertemakan sosial-politik bahkan tentang kriminalitas
yang digunakan untuk mengkritik terhadap pemerintahan bahkan menghujat
masyarakat hal itu terjadi karena kebebasan pers seiring dengan lahirnya gerakan
reformasi. Setelah terjadi reformasi kebebasan pers dalam menerbitkan setiap
berita tidak lagi terbatas.
Disfemia berfungsi untuk mengasarkan (pengasaran), disfemia juga
digunakan untuk memberi tekanan, tetapi tanpa terasa kekasarannya (Chaer,
1994:145). Selain itu, disfemia sengaja dilakukan untuk mencapai efek
pembicaraan menjadi tegas. Hal ini secara otomatis akan mempengaruhi
kelaziman pemakaian kata atau bentuk kebahasaan lainnya. Bentuk- bentuk
kebahasaan tidak lazim dipakai dalam kesepakatan kelaziman di dalam
masyarakat bahasa yang bersangkutan. Selain itu, pemakaian disfemia
4
seperti terasa menyeramkan, mengerikan, menakutkan, menjijikkan, dan
menguatkan (Ali Masri,dkk, 2001:72-74)
Tidak dapat dipungkiri, dengan semakin maraknya bisnis jurnalistik secara
langsung akan membawa konsekuensi semakin gigihnya usaha berbagai media
massa untuk menarik atau paling tidak mempertahankan jumlah pembaca atau
pelanggannya. Untuk itu, pihak-pihak yang terlibat dalam usaha penerbitan
senantiasa berusaha meningkatkan kualitas penerbitannya dengan berbagai upaya.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk menarik pembacanya, yaitu dengan
cara pemakaian gaya bahasa di dalam penuangan artikel-artikel berita sehingga
berita terlihat lebih menarik untuk dibaca. Oleh karena itu, pemakaian disfemia
sebagai salah satu gaya bahasa sering ditemukan di dalam surat kabar. Dalam
dunia media massa cetak khusus pada suat kabar ada fenomena pemberitaan yang
disebut dengan surat kabar kuning (yellow paper), penyebutan istilah tersebut
merujuk pada surat kabar yang mengabaikan norma dan kaidah jurnalistik dengan
menampilkan sisi emosionalisme dan sensasionalisme yang berlebihan.
Masyarakat sebagai penerima berita berkepentingan untuk memperoleh
informasi dengan cara memahami makna dan maksud yang terkandung dalam
bahasa (kata-kata) yang digunakan untuk merepresentasikan informasi tersebut.
Karena itulah, bentuk disfemia yang berkembang di media massa saat ini
mempunyai kaitan erat dengan perilaku ujaran masyarakat. Semakin besar porsi
disfemia yang tampil di media massa semakin buruk pula perilaku berbahasa
yang berkembang di masyarakat. Sebagai konsekuensi logis dari kasarnya bahasa,
5
bahasa yang memberi kesan menguatkan, tegas, meremehkan, menunjukkan
kejengkelan, ungkapan tidak sopan yang bersifat anarkis.
Surat kabar Posmetro Medan adalah salah satu media cetak yang bergerak
di percetakan surat kabar. Posmetro yang mengusung motto: “Criminal News
Leader” konsisten menyajikan berita kriminal, seks, dan supranatural. Posmetro
Medan terbit dengan periode tujuh kali seminggu Non Stop. Disajikan setiap pagi
dengan berita-berita utama seputar kriminal, seks, dan supranatural. Selain itu
Posmetro Medan mengusung isu-isu seputar politik nasional, olahraga, dan
hiburan.
Dalam harian ini banyak ditemukan penggunaan disfemia. Jurnalis justru
sering menggunakan kata-kata yang bersifat kasar atau bersifat penegasan
daripada kata-kata yang bersifat biasa atau halus. Kadang-kadang penggantian ini
terkesan tidak lazim digunakan, meskipun tidak lazim, penggantian itu sudah
mengalami penyesuaian makna dengan konteks kalimat.
Berdasarkan uraian di atas, penulis berasumsi bahwa penulisan berita pada
surat kabar Posmetro Medan terdapat bentuk-bentuk ungkapan disfemia. Hal ini
dapat dilihat pada kata diciduk yang terdapat pada kalimat “Hina lambang Negara
Sahat diciduk polisi”. Kata Diciduk merupakan ungkapan disfemia yang bernilai
rasa kasar dan banyak juga pembaca yang kurang memahami makna kata tersebut.
Alangkah lebih baik kalau kata diciduk diubah menjadi kata ditangkap yang
bernilai rasa lebih sopan atau lebih halus.
Ungkapan “menggondol” pada selain menggondol motor dan enam
6
merupakan ungkapan vulgar atau disfemia. Disfemia dapat menjadi salah satu
cara jurnalis untuk menghadirkan bacaan yang dapat menarik minat pembaca
untuk membacanya. Usaha atau gejala pengasaran ini biasanya dilakukan orang
dalam situasi yang tidak ramah atau untuk menunjukkan kejengkelan.
Adapun efek yang ditimbulkan dari pemakaian bentuk disfemia di tengah
masyarakat menjadikan sesuatu yang diberitakan terdengar lebih buruk. Selain itu,
penggunaan bentuk disfemia dapat mengubah pola pikir masyarakat, seperti
menarik simpati bahkan sampai mempengaruhi cara pandang masyarakat,
sedangkan kaitannya dengan kesantunan berbahasa, efek pemakaian disfemia
membuat pola berbahasa masyarakat menjadi kasar.
Berdasarkan pemaparan di atas, penulis merasa tertarik untuk meneliti
permasalahan ini lebih lanjut. Penelitian ini akan menganalisis penggunaan
disfemia dalam surat kabar Posmetro Medan. Alasan penulis memilih surat kabar
Posmetro Medan karena dalam setiap berita yang disampaikan terdapat kata yang
mengandung disfemia dalam penegasan makna kata-kata tertentu dan penelitian
ini juga belum pernah dilakukan sebelumnya. Oleh karena itu, penggunaan
disfemia dalam surat kabar Posmetro Medan ini menarik perhatian penulis untuk
dapat mengetahui bentuk-bentuk kebahasaan disfemia yang digunakan, nilai rasa
yang ditimbulkan dan makna yang terkandung dalam penggunaan disfemia. Oleh
karena itu penulis memilih dan menetapkan judul “Disfemia dalam Surat Kabar
7
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka identifikasi masalah dalam
penelitian ini adalah:
1. Penelitian belum pernah dilakukan sebelumnya.
2. Adanya penggunaan disfemia dalam surat kabar Posmetro Medan.
3. Adanya makna tertentu yang terkandung dalam penggunaan disfemia pada
surat kabar Posmetro Medan.
4. Adanya nilai rasa yang terkandung dalam penggunaan disfemia pada surat
Harian Posmetro Medan..
5. Judul berita yang sensasional untuk menarik minat pembaca.
C. Batasan Masalah
Untuk mencapai kajian yang fokus dan ada sangkut pautnya dengan pokok
persoalan, maka penulis melakukan pembatasan masalah pada penggunaan
disfemia pada surat kabar Posmetro Medan.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah yang telah ada maka rumusan masalah
dalam penelitian ini yaitu:
1. Bagaimana realisasi bentuk-bentuk disfemia dalam surat kabar Posmetro
Medan?
2. Makna apakah yang terkandung pada penggunaan disfemia dalam surat
kabar Posmetro Medan?
3. Nilai rasa apakah yang terkandung pada penggunaan disfemia dalam surat
8
E. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, penelitian ini bertujuan sebagai
berikut.
1. Untuk mengetahui realisasi bentuk-bentuk disfemia dalam surat kabar
Posmetro Medan.
2. Untuk memperoleh makna disfemia yang dipakai dalam surat kabar
Posmetro Medan.
3. Untuk mengetahui nilai rasa yang terkandung pada penggunaan disfemia
dalam surat kabar Posmetro Medan.
F. Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat dua manfaat meliputi manfaat teoretis dan
manfaat praktis. Kedua hal tersebut diurakan satu persatu.
1. Manfaat Teoretis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam
rangka pengembangan ilmu semantik khususnya di bidang disfemia.
Selain itu, penelitian juga diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi
Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia sehingga dapat memperkaya hasil
penelitian yang ada.
2. Manfaat Praktis
Secara praktis penelitian ini dapat menentukan kebahasaan yang
tepat sehingga berita dapat dipahami kalangan masyarakat dan
menafsirkan dengan tepat makna yang terkandung dalam pemakaian
65
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan
bentuk kebahasaan dan nilai rasa penggunaan disfemia dalam berita utama
pada surat kabar Posmetro Medan adalah sebagai berikut.
1. Bentuk kebahasaan disfemia dalam berita utama pada surat kabar
Posmetro Medan bentuk kebahasaan berupa kata dan frase. Bentuk
kebahasaan yang paling dominan digunakan adalah bentuk kebahasaan
berupa kata sebanyak 34 kata.
2. Nilai rasa disfemia yang terdapat dalam berita utama pada surat kabar
Posmetro Medan adalah mengerikan, menyeramkan, menakutkan,
menjijikkan, dan menguatkan kekasaran. Nilai rasa yang paling dominan
digunakan adalah nilai rasa berupa menguatkan untuk menunjukkan
kekasaran sebanyak 46.5%
B. Impilkasi
1. Impilkasi pada bidang keilmuan khususnya linguistik, yaitu memberikan
gambaran bahwa pemakaian disfemia dapat ditemukan pada penggunaan
bahasa dalam surat kabar Posmetro Medan
2. Implikasi pada dunia kependidikan yaitu, dapat dijadikan sebagai bahan
pembelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam pembelajaran sopan
santun berbahasa yaitu penggunaan bahasa yang baik seperti kebalikan
66
dari disfemia yaitu penghalusan (eufemisme), serta dapat dijadikan
sebagai bahasan rujukan pemakaian bahasa yang baik dan benar.
C. Saran
Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu para pembaca berita
untuk dapat memahami setiap bentuk ungkapan dengan benar, memberikan
pengetahuan bagi pembaca agar dapat menafsirkan dan memahami secara
tepat tentang penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu hasil
penelitian ini dapat dimanfaatkan peneliti lain untuk dikaji lebih lanjut
67
DAFTAR PUSTAKA
Ali Masri, dkk.2001. Kesinoniman Disfemisme dalam Surat Kabar terbitan
Palembang” dalam LINGUA jurnal Bahasa dan Sastra Volume 3 Nomor 1
Desember halaman 62-82
Aminuddin. 2001. Semantik Pengantar Studi Tentang Makna. Bandung: Sinar Baru
Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Ariyanti, Tutik. 2010. Analisis Penggunaan Disfemia Pada Surat Kabar Meteor: Universitas Muhammadiyah Surakarta
Barus, Sedia Willing. 2010. Jurnalistik Petunjuk Teknis Menulis Berita. Jakarta: Erlangga
Chaer, Abdul. 1994. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta
___________. 1995. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta
___________. 2009. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Edisi Keempat. Jakarta: Balai Pustaka
Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu, Teori & Filsafat Komunikasi. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti
Fardian Gafari Oki, dkk. 2012. Bahasa Profesi Jurnalistik:Unimed Press
Hastuti, Hesti. 2014. Analisis Penggunaan Bentuk Kebahasaan Disfemia Pada Berita Politik Surat Kabar Solo Pos Edisi Oktober-November 2013: Universitas Muhammadiyah Surakarta
Keraf, Gorys. 1991. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramediaa
Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Lyons, John. 1997. Semantc. Volume 1. Melbourne: Cambridge University Press
68
Nur Rifa’I, Syawaludin. 2012. Analisis Disfemia Pada Antologi Cerpen Kali Mata Karya Joni Ariadinata Dan Penerapannya Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di SMK: Universitas Negeri Yogyakarta
Pateda, Mansoer. 2001. Semantik Leksikal. Jakarta: PT Rieka Cipta
Sutarman. 2013. Tabu Bahasa dan Eufemisme. Surakarta: Yuma Pustaka
Sutopo. 2002. Metode Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press
Tamburaka, Apriadi. 2013. Literasi Media. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada