• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemodelan Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Timur dengan Model Poisson dan Binomial Negatif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pemodelan Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Timur dengan Model Poisson dan Binomial Negatif"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2 Nilai dugaan parameter model regresi binomial negatif dengan tujuh
Gambar 5 Hubungan antara jumlah peubah dengan nilai deviance dari model
Gambar 6 Hubungan antara jumlah peubah dengan nilai AIC dari model regresi
Tabel 2 Nilai dugaan parameter model regresi binomial negatif dengan tujuh
+3

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan yaitu model terbaik untuk kasus DBD di Jawa Timur tahun 2014 adalah model

maka diperoleh model terbaik untuk pemodelan pengaruh iklim terhadap angka kejadian Demam Berdarah Dengue adalah menggu- nakan regresi Binomial Negatif. Faktor-faktor

Metode Binomial Negatif menghasilkan model statistik data jumlah kasus baru TB dengan nilai AICC yang lebih kecil jika dibandingkan dengan metode regresi Poisson..

Berdasarkan ni- lai Log-likelihood, uji Likelihood ratio, AIC dan BIC, model regresi Binomial Negatif lebih baik digunakan dibandingkan dengan regresi Poisson untuk kasus AIDS

Pendekatan model binomial negatif pada data klaim resiko sendiri memberikan hasil lebih baik daripada regresi Poisson dengan menurunnya nilai deviasi dan AIC yang diperoleh,

Berdasarkan Tabel 7 dapat diketahui bahwa model terbaik untuk menangani kasus overdispersi pada regresi poisson model jumlah kasus kematian ibu di Jawa Timur adalah regresi

Dari nilai AIC yang ditampilkan pada Tabel 4.10 tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi binomial negatif dengan menggunakan variabel signifikan lebih baik

Adapun hasil pemodelan AKB adalah sebagai berikut: Regresi Poisson Regresi Generalized Poisson Regresi Binomial Negatif Model terbaik menghasilkan parameter yang