BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Perkembangan dunia usaha di Indonesia dewasa ini semakin pesat. Seiring dengan globalisasi ekonomi, pemerintah memberikan kebebasan dan kesempatan kepada berbagai pihak untuk mengembangkan usaha seluas-luasnya.
Dalam upaya meningkatkan perekonomian suatu negara selalu diharapkan pada suatu masalah yaitu dana. Untuk membangun negara agar lebih maju tentu dibutuhkan dana yang cukup besar, terutama bagi negara yang sedang berkembang. Berbagai tantangan dihadapi manajer perusahaan dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan. Pemimpin perusahaan harus bisa mengetahui tujuan dari penempatan dana yang akan dilakukan dengan mengetahui persis kondisi, stabilitas dan kontinuitas dari usaha tersebut. Dengan demikian kebutuhan akan informasi yang maksimal dan akurat merupakan sesuatu hal yang mutlak, karena dengan informasi yang lengkap itulah bisa dianalisis bagaimana sebenarnya kondisi usaha tersebut. Analisis yang dilakukan dapat dipergunakan dengan berbagai metode analisis yang ada.
Salah satu dari analisis yang dilakukan dapat mempergunakan berbagai metode analisis yang ada, namun dalam hal ini akan dikaji dari sudut penggunaan rasio keuangan. Rasio keuangan ataufinancial ratiosangat penting gunanya untuk menganalisis laporan keuangan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Bagi investor jangka pendek dan menengah pada umumnya lebih banyak tertarik pada kondisi keuangan jangka pendek dan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya.
Rasio likuiditas adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Rasio likuiditas digunakan sebagai alat penguji untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek pada saat jatuh tempo. MenurutMahmuddan Abdul(2000:71) bahwa rasio likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat aktiva lancar perusahaan relatif terhadap hutang lancarnya (hutang dalam hal ini merupakan kewajiban perusahaan). Adapun menurut
Lukman Syamsudin (1994:45) bahwa current ratio merupakan indikator yang sesungguhnya dari likuiditas perusahaan, karena perhitungan tersebut mempertimbangkan hubungan relatif antara aktiva lancar dan hutang lancar.
Bambang Riyanto (1995:25) menyatakan bahwa pada dasarnya likuiditas perusahaan harus dijaga, karena besar sekali pengaruhnya bagi kepercayaan masyarakat pada perusahaan tersebut. Pemeliharaan likuiditas perusahaan tidak dapat dilakukan oleh pimpinan perusahaan secara sepintas tetapi harus segera diatasi, bila tidak dalam waktu yang relatif pendek maka kondisi keuangan perusahaan dalam posisi yang terancam.
Koperasi Usaha Kita PT. PLN (Persero) merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang usaha simpan pinjam, usaha barang, dan usaha lainnya. Sebagai anggota koperasi yang baik hendaknya aktif berpartisipasi dalam koperasi, diantaranya :
- Berpartisipasi dalam pengambilan keputusan - Berpartisipasi mendukung permodalan
- Berpartisipasi usaha yaitu menjadi pelanggan yang setia - Berpartisipasi dalam pengawasan
Dalam bidang administrasi secretariat pelaksanaan administrasi ini berfungsi mengatur lalu lintas kegiatan semua bidang, surat masuk, tamu, keluar masuk berkas tagihan, surat perjanjian, dan pemeliharaan arsip.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pengurus Koperasi, fenomena yang terjadi pada koperasi saat ini adalah meningkatnya hutang lancar kepada pihak lain yang bekerja sama dengan koperasi. Sehingga menyebabkan menurunnya aktiva lancar koperasi terutama pada kas usaha. Hal ini mempengaruhi pada keuangan koperasi dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya karena rasio likuiditas koperasi mengalami fluktuasi.
resiko yang dihadapi perusahaan. Dengan pengertian lain, semakin besar Net Working Capital semakin likuid perusahaan. Disamping itu semakin kecil Net Working Capital semakin besar profitabilitas perusahaan untuk menjadi likuid. Permasalahan yang dihadapi perusahaan, jika laporan keuangan mengalami penurunan maka perusahaan terlambat bahkan kesulitan untuk membayar kewajiban jangka pendek. Jika perusahaan terus menerus mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya tersebut perusahaan terancam mendapatkan kebangkrutan. Oleh karena itu untuk megetahui kondisi keuangan, perusahaan menggunakan perhitungan rasio likuiditas. Dimana perhitungan rasio likuiditas ini digunakan untuk membantu perusahaan agar tidak mengalami kesulitan yang dapat menyebabkan kebangkrutan dengan menggunakancurrent ratio, quick ratiodancash ratio.
Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk menganalisis laporan keuangan dengan menggunakan rasio likuiditas pada perusahaan tersebut dengan menuangkannya dalam Tugas Akhir dengan judul “Analisis Rasio Likuiditas pada Koperasi Karyawan PT. PLN Cimahi”.
1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah 1.2.1 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, penulis mengidentifikasikan masalah yang ada pada saat ini bahwa semakin kecil rasio likuiditas perusahaan maka semakin sulit perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya, hal ini dapat menyebabkan perusahaan mengalami kebangkrutan karena tidak bisa memenuhi kewajiban jangka pendek perusahaan.
1.2.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimana Analisis Rasio Likuiditas pada Koperasi Karyawan PT. PLN Cimahi periode 2003 sampai dengan 2007.
2. Kendala-Kendala yang Dihadapi Koperasi yang Berkaitan dengan Likuiditas pada Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero) Cimahi.
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
Adapun maksud yang dilakukan dalam penelitian tugas akhir ini yaitu selain merupakan salah satu syarat dari kelulusan untuk memperoleh gelar Ahli Madya, juga untuk membandingkan antara teori dengan penerapannya dilapangan atau perusahaan, serta untuk memperoleh data dan informasi tentang tingkat likuiditas serta perkembangan laporan keuangan terhadap perusahaan. Data dan informasi tersebut digunakan sebagai bahan analisis bagi penyusunan tugas akhir.
Sedangkan kegiatan penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut :
1. Untuk Mengetahui Analisis Rasio Likuiditas pada Koperasi Karyawan PT. PLN Cimahi periode 2003 sampai dengan 2007.
2. Untuk Mengetahui Kendala yang Dihadapi Koperasi yang Berkaitan dengan Likuiditas pada Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero) Cimahi.
3. Untuk Mengetahui Upaya- upaya yang Dilakukan Koperasi yang berkaitan Dengan Likuiditas pada Koperasi PT. PLN (Persero) Cimahi
1.4 Kegunaan Penelitian
Hasil dari penelitian ini memiliki beberapa kegunaan utama, diantaranya :
1.4.1 Kegunaan Akademis 1. Bagi Pengembangan Ilmu
Untuk membandingkan teori yang telah diperoleh selama kuliah dengan kenyataan yang sebenarnya di lapangan dan dapat memberikan masukan atau sumbangan pemikiran dan informasi yang berguna bagi ilmu Manajemen khususnya Program Studi Keuangan dan Perbankan.
2. Bagi Peneliti lain
1.4.2 Kegunaan Praktis 1. Bagi Perusahaan
Dengan penelitian ini tentunya perusahaan dapat mengetahui informasi tentang perhitungan rasio likuiditas yang digunakan dalam laporan keuangan. Sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam memperoleh keuntungan dimasa yang akan datang.
2. Bagi Penulis
Untuk memperoleh gambaran nyata mengenai analisis laporan keuangan dengan menggunakan rasio likuiditas. Serta menambah wawasan dan pengetahuan yang mendalam mengenai laporan keuangan dan rasio likuiditas.
1.5 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penulis melakukan penelitian selama kurang lebih satu bulan, yang bertempat di Ruko Nusa Cisangkan Permai No. 3, Cimahi pada Koperasi “Usaha Kita” PT. PLN (Persero) Cimahi sebagai objek atau tempat yang diteliti dengan rincian kegiatan sebagai berikut.
8
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
2.1 Kajian Pustaka
2.1.1 Tinjauan Umum Laporan Keuangan 2.1.1.1 Pengertian Laporan Keuangan
Pengertian Laporan keuangan menurut Zaki Baridwan (1995:37)
merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan
dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun bersangkutan.
Laporan keuangan juga sebagai media yang paling penting untuk menilai
prestasi dan kondisi ekonomis suatu perusahaan serta merupakan sarana informasi
bagi pemakai dan proses pengambilan keputusan.
Pengertian laporan keuangan menurut Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun
2005 tentang Standar Akentansi Pemerintah (SAP) menyatakan bahwa :
“Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu periode. Laporan keuangan digunakan untuk membandingkan realisasi pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan dengan anggaran yang telah ditetapkan”.
Ada beberapa pendapat mengenai bentuk-bentuk Laporan Keuangan
seperti yang dikemukakan oleh Donald E. Keiso dan Jerry J. Weygant yang
diterjemahkan oleh tim penerjemah Erlangga dalam bukunya Akuntansi
Intermediate menyatakan bahwa :
9
“Laporan keuangan yang sering disajikan adalah (1) Neraca, (2)
Perhitungan Laba Rugi, (3) Laporan Arus Kas, dan (4) Laporan Perubahan Modal
pemilik atau pemegang saham”.
Menurut S. Munawir, dalam bukunya Analisa Laporan Keuangan
menyatakan bahwa pada umumnya laporan keuangan itu terdiri dari neraca dan
perhitungan laba rugi serta perhitungan perubahan modal.
2.1.1.2 Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut
posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang
bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
2.1.1.3 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan Karakteristik kualitatif laporan keuangan terdiri dari :
1. Dapat dipahami, artinya kualitas informasi yang ditampung dalam laporan
keuangan mudah dipahami oleh pemakai.
2. Relevan, artinya dapat informasi dalam laporan keuangan dapay
membantu pemakai laporan keuangan dalam mengevaluasi peristiwa masa
lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan atau mengoreksi hasil
evaluasi di masa lalu.
3. Keandalan, artinya informasi memiliki kualitas yang andal apabila bebas
dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, sehingga
10
4. Dapat diperbandingkan, artinya pemakai harus dapat memperbandingkan
laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengevaluasi posisi
keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif.
2.1.1.4 Jenis-jenis Laporan Keuangan
Laporan keuangan yaitu laporan formal tentang informasi keuangan
perusahaan atau lembaga, laporan keuangan terdiri dari Neraca, Perhitungan Laba
Rugi, Laporan Arus Kas, dan Laporan Perubahan Modal.
Berikut ini jenis-jenis dari laporan keuangan yaitu sebagai berikut :
a. Neraca
Neraca (Balance Sheet) adalah laporan yang sistematis tentang aktiva,
hutang serta modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Jadi tujuan
neraca adalah untuk menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada saat
tertentu, biasanya pada waktu tutup buku dan ditentukan sisanya pada suatu akhir
tahun fiscal atau tahun kalender.
Bentuk-bentuk neraca yang lazim digunakan adalah :
1. Bentuk Scontro (Account Form), dimana semua aktiva tercantum
disebelah kiri atau debet dan hutang serta modal tercantum disebelah
kanan atau kredit.
2. Bentuk vertikal (Report Form), dalam bentuk ini semua aktiva tampak
dibagian atas yang selanjutnya diikuti dengan hutang jangka pendek,
11
3. Bentuk neraca yang disesuaikan dengan kedudukan atau posisi keuangan
perusahaan, bentuk ini bertujuan agar kedudukan atau posisi keuangan
yang dikehendaki tampak jelas.
b. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi merupakan laporan tentang penghasilan, biaya, laba rugi
perusahaan yang diperoleh oleh suatu perusahaan atau lembaga selama periode
tertentu.
Bentuk-bentuk dari laporan laba rugi yang biasa digunakan secara umum
adalah sebagai berikut :
1. Bentuk Single Step, yaitu dengan menggabungkan semua penghasilan
menjadi datu kelompok dan semua biaya dalam satu kelompok, sehingga
untuk menghitung laba rugi bersih hanya mengurangkan total biaya
terhadap total penghasilan.
2. Bentuk Multiple Step, dalam bentuk ini dilakukan pengelompokkan yang
lebih sesuai dengan prinsip yang digunakan secara umum.
c. Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal adalah laporan rugi yang timbul secara
insidental dapat diklasifikasikan tersendiri dalam laporan yang ditahan atau dalam
laporan perubahan modal, tergantung pada konsep yang dipakai perusahaan atau
lembaga.
d. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas menggambarkan jumlah kas masuk dan jumlah kas
12
usaha akan menghasilkan arus kas masuk bersih (bila penerimaan lebih besar dari
pengeluaran kas), laporan arus kas menggambarkan kenaikan atau penurunan
bersih kas yang dimiliki perusahaan atau lembaga selama periode berjalan, serta
saldo kas yang dimiliki perusahaan atau lembaga pada akhir periode.
Berdasarkan data penulis menarik kesimpulan bahwa laporan keuangan
merupakan pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya manusia yang telah
dilakukan oleh manajemen perusahaan dan menyajikannya dalam bentuk laporan
keuangan.
2.1.2 Likuiditas
2.1.2.1 Pengertian Likuiditas
Menurut Henry Simamora (1993:363) Rasio Likuiditas merupakan rasio
yang mengukur kemampuan suatu perusahaaan atau lembaga keuangan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Menurut Hartanto (1997:174) Likuiditas yaitu tingkat kemampuan
perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek baik yang menyangkut
kebutuhan operasional maupun hutang kepada pihak lain.
Pengertian likuiditas diatas dimaksudkan sebagai kemampuan perusahaan
untuk membiayai semua kegiatan yang berkaitan dengan operasional perusahaan
pada umumnya agar dapat menjamin kemampuyan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban jangka pendeknya. Untuk menilai posisi keuangan jangka pendek
13
data keuangan pada sebuah perusahaan diantaranya Current Ratio, Cash Ratio,
danQuick Ratio.
2.1.2.2 Jenis-jenis Rasio Likuiditas
Adapun pengertian dari jenis- jenis rasio likuiditas yang digunakan untuk
menganalisa data keuangan pada sebuah perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Current Ratio
Rasio ini mengukur seberapa jauh aktiva lancar perusahaan yang dipakai
untuk memenuhi kewajiban lancarnya. Rasio ini dinyatakan sebagai berikut :
2. Cash Ratio
Cash ratio adalah kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang
segera harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek-efek
yang segera harus diluangkan. Rasio ini merupakan rasio yang membandingkan
antara aktiva lancar dengan hutang lancarnya. Rasio ini tidak memperhitungkan
persediaan walaupun perusahaan merupakan perusahaan dagang, rumus yang
digunakan adalah :
Kas + Efek
Cash Ratio = x 100%
Hutang Lancar Aktiva Lancar
Current Ratio = x 100 %
14
3. Quick Ratio
Karena persediaan adalah rekening yang paling lama untuk berubah
menjadi kas dan tingkat kepastin nilainya rendah, maka rekening persediaan
mungkin dikeluarkan dari perhitungan. Dengan demikian maka rasionya
dinyatakan sebagai berikut ;
Kas + Efek + Piutang
Quick Ratio = x 100 %
Hutang Lancar
Berdasarkan data diatas, penulis menarik kesimpulan bahwa rasio
likuiditas berperan dalam memenuhi kewajiban perusahaan jangka pendeknya
dengan mengukur likuiditas perusahaan menggunakan Current ratio, Cash Ratio,
dan Quick ratio.
2.2 Kerangka Pemikiran
Dalam mempertahankan dan mempertimbangkan usahanya, seorang
pemimpin perusahaan dituntut untuk lebih kreatif dalam menjalankan usahanya.
Seorang pemimpin perusahaan tidak cukup dibekali dengan pengalaman saja,
tetapi yang lebih penting ialah bagaimana pengalaman-pengalaman yang
diperoleh itu dapat dimanfaatkan dalam menghadapi tantangan.
Analisis laporan keuangan merupakan cara untuk mengetahui serta
memahami bagaimana kondisi perusahaan atau suatu lembaga kemudian
membandingkan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu. Adapun gambaran
15
Pengertian laporan keuangan menurut Zaki Baridwan (1995:37) “Laporan
keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu
ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun yang
bersangkutan”.
Laporan keuangan juga sebagai media yang paling penting untuk menilai
prestasi dan kondisi ekonomi duatu perusahaan serta merupakan sarana informasi
bagi pemakai dan proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, memahami
latar belakang penyusunan dan penyajian laporan keuangan merupakan langkah
yang penting sebelum menganalisis laporan keuangan itu sendiri.
Adapun pengertian laporan keuangan menurut Peraturan Pemerintah No.
24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) menyatakan bahwa :
“Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan
mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas
pelaporan selama satu periode pelaporan. Laporan keuangan digunakan untuk
membandingkan realisasi pendapatan, belanja, transfer dan pembiayaan dengan
anggaran yang telah ditetapkan”.
Menurut Henry Simamora (1993:363) Rasio Likuiditas merupakan rasio
yang mengukur kemampuan suatu perusahaaan atau lembaga keuangan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Menurut Hartanto (1997:174) Likuiditas yaitu tingkat kemampuan
perusahaan untuk membayar kewajiban jangka penden baik yang menyangkut
16
Pengertian likuiditas diatas dimaksudkan sebagai kemampuan perusahaan
untuk membiayai semua kegiatan yang berkaitasn dengan operasional perusahaan
pada umumnya agar dapat menjamin kemampuyan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban jangka pendeknya. Untuk menilai posisi keuangan jangka pendek
terdapat rasio yang dapat digunakan untuk menganalisa dan menginterpretasikan
data keuangan pada sebuah perusahaan diantaranya Current Ratio, Cash Ratio,
danQuick Ratio.
Adapun pengertian dari rasio-rasio yang dapat digunakan untuk
menganalisa data keuangan pada sebuah perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Current Ratio
Rasio ini mengukur seberapa jauh aktiva lancar perusahaan yang dipakai
untuk memenuhi kewajiban lancarnya. Rasio ini dinyatakan sebagai berikut :
2. Cash Ratio
Cash ratio adalah kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang
segera harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek-efek
yang segera harus diluangkan. Rasio ini merupakan rasio yang membandingkan
antara aktiva lancar dengan hutang lancarnya. Rasio ini tidak memperhitungkan
persediaan walaupun perusahaan merupakan perusahaan dagang, rumus yang
digunakan adalah :
Aktiva Lancar
Current Ratio = x 100 %
17
Kas + Efek
Cash Ratio = x 100%
Hutang Lancar
3. Quick Ratio
Karena persediaan adalah rekening yang paling lama untuk berubah
menjadi kas dan tingkat kepastian nilainya rendah, maka rekening persediaan
mungkin dikeluarkan dari perhitungan. Dengan demikian maka rasionya
dinyatakan sebagai berikut ;
Kas + Efek + Piutang
Quick Ratio = x 100 %
Hutang Lancar
Berdasarkan uraian diatas, penulis menetapkan paradigma penelitian
sebagai berikut :
Gambar 2.1
Skema Kerangka Pemikiran
BAB III
OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Objek penelitian di dalam tugas akhir ini adalah laporan keuangan dan
tingkat likuiditas Koperasi PLN. Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data
tentang Analisis Rasio Likuiditas pada Koperasi Karyawan PT. PLN Cimahi
Laporan keuangan sebagai variabel bebas (independent variable) pada
dasarnya adalah jumlah keseluruhan keuangan yang diperoleh oleh perusahaan.
Sedangkan Rasio likuiditas sebagai variabel terikat (dependent variable) adalah
cara untuk menentukan perolehan dalam laporan keuangan perusahaan.
3.2 Metode Penelitian
Metodologi penelitian memiliki pengertian sebagai cara kerja untuk dapat
memahami suatu objek penelitian. Peneliti yang baik harus memenuhi
syarat-syarat penelitian ilmiah yang ditujukan dengan bagaimana kepatuhan peneliti
terhadap metode ilmiah yang memiliki pengertian penggunaan cara-cara yang
telah ditetapkan sebelumnya dalam membentuk dan menghubungkan pernyataan
teoritis tentang kejadian tertentu dengan memprediksi kejadian yang belum
diketahui.
Metode penelitian yang digunakan penulis dalam menyusun laporan ini
adalah metode deskriptif yaitu suatu bentuk pengumpulan data yang bertujuan
menggambarkan, memaparkan suatu keadaan atau suatu masalah dimana data
yang diambil dianalisa kebenarannya.
Menurut Moh. Nazir, (1988:597) bahwa metode deskriptif adalah :
“Suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek,
suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa
sekarang”.
Sedangkan menurut Whitney (1960), metode deskriptif adalah :
“Pencairan fakta dengan interprestasi yang tepat. Mempelajari
masalah-masalah dalam masyarakat, serta tatacara yang berlaku dalam masyarakat serta
situasi-situasi tertentu”.
Dengan metode deskriptif akan diperoleh suatu masalah atau keadaan
dengan gambaran yang jelas mengenai isi suatu data. Data tersebut diteliti isinya
kemudian diklasifikasikan menurut kriteria atau pola tertentu dan dianalisa atau
dinilai kebenarannya.
3.2.1 Desain Penelitian
Dalam pengertian luas, penulis menetapkan desain penelitian yang
mencakup proses-proses sebagai berikut :
1. Merumuskan masalah penelitian. Masalah yang diteliti dalam penelitian
ini adalah Laporan keuangan yang menjadi variabel bebas dan Rasio
2. Memilih serta memberi pengukuran variabel. Pengukuran variabel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran dengan skala rasio
karena data yang diukurnya berupa nilai atau jumlah.
3. Memilih prosedur dan teknik yang digunakan. Teknik yang digunakan
untuk mengubah data-data kualitatif yang diperoleh menjadi suatu ukuran
data kuantitatif.
4. Menyusun alat serta teknik pengumpulan data dengan cara observasi atau
analisis langsung kelapangan dan melakukan interview atau wawancara
kepada narasumber yang bersangkutan melalui tanya jawab.
5. Pelaporan hasil penelitian termasuk proses penelitian dan interprestasi
data.
3.2.2 Operasionalisasi Variabel
Operasionalisasi variabel adalah petunjuk untuk melaksanakan bagaimana
caranya mengukur suatu variabel. Mendefinisikan secara jelas dan tegas arti dari
variabel tersebut serta memberikan persepsi yang sama sehingga tidak terdapat
arti yang bias.
Menurut Sugiono (2000:20) :
“Operasionalisasi variabel penelitian adalah suatu atribut sifat atau aspek
dari orang maupun objek yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh
penelitian untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan”.
Dalam penulisan tugas akhir ini yang berjudul “Analisis Laporan
Cimahi”, penulis akan menerangkan bagaimana perkembangan likuiditas pada
Koperasi Karyawan PLN sehingga berpengaruh terhadap laporan keuangan.
Adapun indikator dari laporan keuangan sebagai hasil dari likuiditas yang
dimaksud disini adalah tingkat likuiditas yang diperoleh dariCurrent Ratio, Cash
Ratio, danQuick Ratio.
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel Variabel /
sub variabel
Konsep Variabel Indikator Ukuran Skala
- Rasio
Likuiditas
Rasio Likuiditas adalah
rasio yang mengukur
kemampuan suatu
perusahaaan atau
lembaga keuangan dalam
memenuhi kewajiban
jangka pendeknya.
- Current Ratio
- Quick Ratio
- Cash Ratio
3.2.3 Sumber dan Teknik Penentuan Data 3.2.3.1 Sumber Data
Dalam hal ini sumber data yang diperoleh berupa data primer dan data
sekunder. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1. Data Primer, yaitu suatu bentuk pengumpulan data yang diperoleh melalui
studi lapangan seperti observasi, mengadakan pengamatan langsung terhadap
objek penelitian dan wawancara mengadakan tanya jawab dengan karyawan,
atau pejabat yang terlibat langsung pada perusahaan tersebut. Penulis
melakukan peninjauan langsung pada instansi yang menjadi objek untuk
mendapatkan data primer atau data yang diambil langsung.
2. Data Sekunder, yaitu suatu bentuk pengumpulan data yang diperoleh melalui
studi pustaka seperti melalui buku-buku, literatur, laporan-laporan yang
berhubungan dengan objek penelitian yang sedang diteliti. Dalam hal ini
penulis melakukan studi pustaka dengan maksud untuk membandingkan
dengan data primer yang diperoleh selama penelitian.
3.2.3.2 Teknik Penentuan Data
Dalam hal ini penentuan sampel minimal yang digunakan dalam penelitian
adalah perkembangan Rasio Likuiditas yang diambil dari Laporan Keuangan pada
periode tahun 2003-2007, dimana teknik pengambilan sampel yang digunakan
dengan menggunakan purposive sampling dimana pengambilan tersebut
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan
Koperasi PT. PLN (Persero) Cimahi ini berdiri pada tahun 1997 dimana
sekarang bertempat di PT. PLN (Persero) Ruko Nusa Cisangkan Permai No. 3
Cimahi. Koperasi PT. PLN ini diberi nama Koperasi Usaha Kita. Koperasi PLN
ini berada dibawah bimbingan Dinas Perekonomian dan Koperasi Pemerintah
Daerah Kota Cimahi dan Dewan Koperasi Indonesia Kota Cimahi sehingga bisa
berkiprah dan sejajar dengan koperasi lainnya di Kota Cimahi. Usaha yang
dilakukan koperasi ini mencakup dalam beberapa bidang yaitu Bidang
Organisasi, Bidang Administrasi Sekretariat, Bidang Keuangan, Bidang Usaha
Permodalan, dan lain-lain.
Kondisi Koperasi Usaha kita sampai bisa berdiri seperti sekarang ini
bukanlah hasil kerja keras pengurus saja, namun banyak pihak yang turut serta
menunjang kelangsungan lancarnya usaha koperasi yaitu para anggota koperasi.
Koperasi “Usaha Kita” ini beranggotakan karyawan tetap PT. PLN,
pensiunan PT. PLN dan anggota luar biasa. Bidang usaha permodalan yang ada
pada koperasi ini yaitu usaha simpan pinjam, kewajiban anggota, dana kematian,
usaha barang, usaha lainnya, permodalan, piutang, sisa hasil usaha, penghapusan
dan penyusutan, cadangan, pencapaian usaha, bidang lain-lain.
Rencana kerja yang dibuat oleh pengurus koperasi ini telah dilaksanakan
sesuai kemampuan, dan rencana yang belum selesai akan dilanjutkan pada tahun
berikutnya.
Koperasi “Usaha Kita” mempunyai tujuan yang ingin dicapai kedepannya
yaitu :
1. Meningkatkan kualitas koperasi sebagai sarana usaha bagi tercapainya
ekonomi yang mandiri.
2. Mempertahankan pengelolaan keuangan, mempertahankan kondisi
perkoperasian “Usaha Kita”.
3. Meningkatkan kesejahteraan anggota.
Selain usaha-usaha diatas, Koperasi “Usaha Kita” ini pun melakukan
pengembangan dengan membuka Poliklinik Pengobatan Gigi dan Umum. Dimana
dengan keberadaan usaha baru ini, diharapkan seluruh anggota beserta
keluarganya agar mengoptimalkan usaha baru tersebut dengan cara berobat pada
4.1.2 Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah suatu gambar yang menggambarkan tipe
organisasi, pendepartemenan organisasi kedudukan dan jenis wewenang pejabat,
bidang dan hubungan pekerjaan, garis perintah dan tanggung jawab, rentang
kendali dan sistem pimpinan organisasi.
Berikut ini merupakan struktur organisasi pada Koperasi Karyawan PT.
PLN (Persero) Cimahi.
Sumber: Struktur Organisasi Koperasi Karyawan PLN Cimahi
Gambar 4.1
Struktur Organisasi Koperasi Karyawan PLN Cimahi Ketua
Pegawai dan Staf Koperasi
Sekretaris Bendahara Usahadan
4.1.3 Deskripsi Jabatan
Berdasarkan hasil penelitian penulis terhadap organisasi dan tata kerja
Koperasi Karyawan PLN Cimahi, bahwa Koperasi PLN ini dipimpin oleh seorang
Ketua, dimana Ketua Koperasi ini dibawah pembina dan pengawas.
Berikut uraian jabatan pada Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero)
Cimahi adalah sebagai berikut :
1. Pembina
Tugas dan Wewenang Pembina adalah :
a. Membina jalannya usaha simpan pinjam yang dilakukan koperasi dengan
ikut berperan aktif dalam menjalankan usaha ini.
a. Membantu memberikan saran pendapat kepada pengurus dalam memenuhi
keinginan atau kebutuhan para anggota.
2. Pengawas
Tugas dan Wewenang Pengawas adalah :
a. Mengawasi lalu lintas kegiatan yang dikerjakan pengurus koperasi.
b. membantu dalam memberikan saran pendapat kepada pengurus inti
koperasi.
3. Ketua
Tugas dan Wewenang Ketua adalah; Bertanggung jawab penuh dalam
segala yang dikerjakan oleh anggota dimana pertanggungjawaban itu harus
4. Sekretaris
Tugas dan wewenang Sekretaris adalah; Mengatur lalu lintas kegiatan
semua bidang, surat masuk atau keluar, tamu, keluar masuk berkas tagihan,
surat perjanjian dan pemeliharaan arsip koperasi.
5. Bendahara Usaha
Tugas dan Wewenang Bendahara Usaha adalah; Mengatur semua
keuangan yang dilakukan dalam kegiatan perkoperasian dimana bendahara
usaha bertanggung jawab dalam pembukuan pada akhir tahun.
6. Bendahara Simpan Pinjam
Tugas dan Wewenang Bendahara Simpan Pinjam adalah; Mengatur
keuangan dalam pemberian pinjaman dan penyimpanan anggota koperasi.
Dimana perhitungan pemberian pinjaman ini dilakukan sesuai kemampuan
anggota dan perhitungan pinjamannya melalui potongan di seksi kepegawaian
PT. PLN (Persero) Cimahi
7. Pegawai dan Staf Koperasi
Tugas dan Wewenang Pegawai dan Staf Koperasi adalah; Berpartisipasi
dalam kegiatan koperasi diantaranya berpartisipasi dalam pengambilan
keputusan, mendukung permodalan, menjadi pelanggan koperasi yang setia,
4.2 Hasil Penelitian
4.2.1 Analisis Rasio Likuiditas pada Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero) Cimahi
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data mengenai Rasio Likuiditas
yang berhasil dihimpun oleh Koperasi Karyawan PLN Cimahi mengalami
fluktuasi dari tahun ke tahun. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai
perkembangan Rasio Likuiditas dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
1. Current Ratio
Rasio ini mengukur seberapa jauh aktiva lancar perusahaan yang dipakai
untuk memenuhi kewajiban lancarnya. Berikut dibawah ini analisis rasio
likuiditas dengan menggunakan Current Ratio adalah sebagai berikut :
Tabel 4.1
Analisis Rasio Likuiditas dengan menggunakan Current Ratio Pada Koperasi PT. PLN Cimahi
Periode Tahun 2003 sampai dengan 2007
Tahun
Rasio Likuiditas
Current Ratio %
2003 140,16
-2004 129,03 (11,13)
2005 135,26 6,23
2006 108,99 (26,27)
2007 95,06 (13,94)
0
2003 2004 2005 2006 2007 Tahun
Perkembangan Rasio Likuiditas dengan menggunakan Current Ratio pada Koperasi PT. PLN Cimahi
Tahun 2003 sampai dengan 2007
Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa hasil yang diperoleh dengan
menggunakanCurrent Ratioadalah sebagai berikut :
Pada tahun 2003 hasil yang diperoleh sebesar 140.16 %. Hal ini diperoleh
dari total aktiva lancar dibagi dengan hutang lancar perusahaan.
Pada Tahun 2004, hasil yang dicapai koperasi pada tahun ini mengalami
penurunan sebesar 129,03 %. Hasil ini diperoleh karena total aktiva lancar
dan hutang lancar yang terjadi pada koperasi mengalami kenaikan dan
fluktuasi yang dicapai sebesar (11,13 %).
Pada Tahun 2005,hasil yang diperoleh koperasi pada tahun ini mengalami
lancar perusahaan mengalami kenaikan yang besar dibanding hutang
lancarnya. Fluktuasi yang dicapai sebesar 6.23 %
Pada Tahun 2006, hasil yang diperoleh koperasi pada tahun ini mengalami
penurunan yang tinggi sebesar 108.99 %. Hal ini dikarenakan kenaikan
pada aktiva lancar dan hutang lancar koperasi yang tinggi dari tahun
sebelumnya. Fluktuasi yang dcapai yaitu sebesar 26.27 %
Pada Tahun 2007, hasil yang diperoleh koperasi pada tahun ini sebesar
95.06 % kembali mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan menurunnya
total aktiva lancar dan hutang lancar pada perusahaan sehingga fluktuasi
yang dicapai menjadi yaitu 13.94 %
Dari data yang didapat diatas ditarik kesimpulan bahwahasil yang dicapai
dengan menggunakan Current Ratiopada Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero)
Cimahi periode 2003 sampai dengan 2007 cenderung mengalami penurunan. Hal
ini dikarenakan oleh kenaikan pada total aktiva lancar yang terus menerus
meningkat.
2. Quick Ratio
Karena persediaan adalah rekening yang paling lama untuk berubah
menjadi kas dan tingkat kepastin nilainya rendah, maka rekening persediaan
mungkin dikeluarkan dari perhitungan. Berikut ini perhitungan analisis rasio
Tabel 4.2
Analisis Rasio Likuiditas dengan menggunakan Quick Ratio Pada Koperasi PT. PLN Cimahi
Periode Tahun 2003 sampai dengan 2007
Tahun
Sumber : Neraca Koperasi Usaha Kita PT. PLN (data diolah)
0
2003 2004 2005 2006 2007
Tahun
Quick Ratio
Grafik 4.2
Perkembangan Rasio Likuiditas dengan menggunakan Quick Ratio pada Koperasi PT. PLN Cimahi
Berdasarkan data yang diperoleh diatas dengan menggunakan quick ratio,
maka hasil yang dicapai adalah sebagai berikut :
Pada tahun 2003, hasil yang diperoleh koperasi sebesar 135,33 %. Hasil
ini diperoleh dari kas koperasi yang ditambahkan dengan piutang
kemudian dibagi dengan hutang lancer koperasi.
Pada tahun 2004, hasil yang diperoleh mengalami penurunan sebesar
127,42 %, hasil ini diperoleh karena menurunnya kas pada koperasi dan
meningkatnya piutang koperasi. Oleh karena itu, fluktuasi yang dicapai
sebesar 7,91 %.
Pada Tahun 2005, hasil yang diperoleh mengalami kenaikan sebesar
129.17 %. Hal ini dikarenakan kas perusahaan mengalami kenaikan yang
tinggi tetapi piutang perusahaan sedikit mengalami kenaikan, dan fluktuasi
yang dicapai sebesar 1.75 %
Pada Tahun 2006, hasil yang diperoleh koperasi sebesar 98.36 %
mengalami penurunan yang drastis. Hal ini dikarenakan kas pada
perusahaan mengalami penurunan dan piutang perusahaan mengalami
kenaikan yang hampir sama dengan hutang lancarnya. Sehingga fluktuasi
yang dicapai pada tahun ini sebesar 30.81 %
Pada Tahun 2007, hasil yang diperoleh koperasi sebesar 87.49 % dan
kembali mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan naiknya kas pada
perusahaan dan menurunnya piutang perusahaan. Sehingga fluktuasi yang
Berdasarkan hasil yang diperoleh diatas, penulis menarik kesimpulan
bahwa dengan menggunakan quick ratio hasil yang dicapai dari tahun 2003
sampai dengan 2007 cenderung mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh
naik turunnya kas pada koperasi, piutang dan hutang lancar koperasi.
3. Cash Ratio
Cash ratio adalah kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang
segera harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek-efek
yang segera harus diluangkan. Rasio ini merupakan rasio yang membandingkan
antara aktiva lancar dengan hutang lancarnya.
Berikut dibawah ini analisis ratio likuiditas dengan menggunakan Cash
Ratioadalah sebagai berikut :
Tabel 4.3
Analisis Rasio Likuiditas dengan menggunakan Cash Ratio Pada Koperasi PT. PLN Cimahi
Periode Tahun 2003 sampai dengan 2007
Tahun
Rasio Likuiditas
Cash Ratio %
2003 4,98
-2004 0,16 (4,82)
2005 4,05 3,89
2006 1,61 (2,44)
2007 7,53 5,94
0
2003 2004 2005 2006 2007
Tahun
Cash Ratio
Grafik 4.2
Perkembangan Rasio Likuiditas dengan menggunakan Quick Ratio pada Koperasi PT. PLN Cimahi
Tahun 2003 sampai dengan 2007
Hasil yang diperoleh dengan menggunakan Cash Ratio adalah sebagai
berikut :
Pada tahun 2003, hasil yang diperoleh koperasi yaitu sebesar 4.98 %
Pada Tahun 2004, hasil yang diperoleh koperasi mengalami penurunan
sebesar 0.16 % yang disebabkan oleh besarnya hutang lancar dibanding
kas yang ada pada perusahaan. Oleh karena itu fluktuasi yang dicapai
sebesar 4.82 %.
Pada Tahun 2005, hasil yang diperoleh koperasi mengalami kenaikan
sebesar 4.05 % dikarenakan kas pada perusahaan mengalami kenaikan
yang tinggi dari tahun sebelumnya , sehingga fluktuasi yang dicapai
Pada Tahun 2006, hasil yang diperoleh koperasi sebesar 1.61 %
mengalami penurunan dikarenakan kas pada perusahaan kembali menurun
dari tahun sebelumnya, sehingga fluktuasi yang dicapai sebesar 2.44 % Pada Tahun 2007, hasil yang diperoleh koperasi sebesar 7.53 % kembali
mengalami kenaikan yang besar. Hal ini dikarenakan kas pada perusahaan
mengalami kenaikan yang sangat tinggi dari tahun-tahun sebelumnya dan
fluktuasi yang dicapai sebesar 5.92 %
Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan
perhitungan Cash Ratio, hasil yang dicapai koperasi dari tahun 2003 sampai
dengan tahun 2007 mengalami fluktuasi yang baik. Hal ini dapat dilihat bahwa
pada tahun 2007 hasil yang dicapai mengalami kenaikan yang tinggi. Hal ini
dikarenakan kas pada koperasi mengalami kenaikan yang baik dari tahun ke
tahun.
Berdasarkan uraian ketiga diatas, penulis menarik kesimpulan dari ketiga
analisis tersebut. Hasil yang dicapai dengan menggunakan ketiga indikator rasio
likuiditas mengalami flkuktuasi dengan kecenderungan menurun setiap tahunnya.
Tetapi hal tersebut tidak berdampak buruk bagi koperasi, tetapi memberikan
kontribusi yang baik terhadap koperasi dalam memenuhi kewajiban jangka
4.2.2 Kendala-kendala yang Dihadapi Koperasi Berkaitan Dengan Likuiditas pada Koperasi PT. PLN (Persero) Cimahi
Membaiknya kondisi perekonomian nasional yang diiringi dengan
meningkatnya usaha simpan pinjam pada Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero)
Cimahi. Koperasi merupakan lembaga keuangan non bank yang karakteristik
usahanya mirip dengan bank, memiliki peranan penting bagi masyarakat pada
umumnya dan karyawan pada khususnya melalui sistem usaha simpan pinjam
berdasarkan hukum dan jasa di bidang keuangan lainnya berdasarkan ketentuan
perundang-undangan yang berlaku. Akan tetapi tidak setiap lembaga keuangan
non Bank selalu mengalami pertumbuhan yang baik dalam tingkat likuiditasnya,
adakalanya kendala-kendala yang terjadi pada koperasi dimana berkaitan dengan
likuiditas.
Berikut ini kendala-kendala yang dihadapi oleh koperasi yang berkaitan
dengan likuiditas adalah sebagai berikut :
1. Besarnya utang usaha kepada Bank yang bekerja sama dengan koperasi
dalam usaha simpan pinjam yang dilakukan Koperasi Karyawan PT. PLN
(Persero) Cimahi.
2. Minimnya kas simpan pinjam dan kas usaha yang ada pada Koperasi
Karyawan PT. PLN (Persero) Cimahi.
3. Besarnya piutang yang terdiri dari pinjaman anggota pegawai, pinjaman
anggota pensiun dan pegawai koperasi serta pinjaman lainnya.
Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan oleh penulis bahwa kendala
Kendala-kendala yang dihadapi hanya diperoleh pada utang usaha dan piutang
yang besar serta minimnya kas usaha dan kas simpan pinjam saja. Dimana dalam
hal ini dapat mempengaruhi pada Rasio Likuiditas Koperasi.
4.2.3 Upaya-upaya Yang dilakukan Koperasi Berkaitan Dengan Likuiditas Pada Koperasi PT. PLN (Persero) Cimahi
Setiap permasalahan yang dihadapi koperasi selalu ada upaya yang
dilakukan koperasi untuk membenahi pertumbuhan koperasi terutama yang
berkaitan dengan likuiditas. Hal ini pun dilakukan untuk memajukan usaha
simpan pinjam dan likuiditas pada koperasi.
Kendala-kendala yang dihadapi koperasi dijadikan pelajaran untuk
kemajuan koperasi di masa mendatang. Oleh karena itu koperasi melakukan upaya
penyelamatan untuk perkembangan koperasi yang berkaitan dengan likuiditas
perusahaan.
Berikut ini upaya-upaya yang dilakukan koperasi yang berkaitan dengan
likuiditas pada koperasi PT. PLN (Persero) Cimahi adalah sebagai berikut :
1. Koperasi meminimalisasikan utang usaha kepada Bank, agar tidak
memberatkan koperasi dalam melakukan pembayaran pinjaman kepada
Bank tersebut.
2. Menyimpan simpanan yang lebih banyak pada kas usaha dan kas simpan
pinjam. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga jika anggota memerlukan
3. Pinjaman pada koperasi untuk anggota diberikan sesuai dengan
kemampuan anggotanya dalam membayar pinjaman dan perhitungan
pinjamannya atau pelunasannya melalui potongan di seksi kepegawaian
PT. PLN (Persero) APJ Cimahi.
Berdasarkan data diatas, penulis menyimpulkan bahwa pengurus koperasi
sebaiknya memperhatikan arus kegiatan simpan pinjam yang terutama pinjaman
1
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis data serta kondisi perusahaan tempat dilakukannya
penelitian pada Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero) Cimahi, maka kesimpulan
hasil penelitian yang dapat diambil antara lain sebagai berikut :
1. Perkembangan Rasio Likuiditas pada Koperasi Karyawan PT. PLN
(Persero) Cimahi periode 2003-2007 mengalami fluktuasi dengan
kecenderungan menurun. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya pinjaman
kepada Bank untuk melunasi pinjaman anggota yang belum dilunasi
kepada koperasi.
2. Kendala yang dihadapi koperasi berkaitan dengan likuiditas yaitu besarnya
utang usaha kepada Bank, minimnya kas simpan pinjam dan kas usaha,
dan besarnya piutang anggota.
3. Upaya yang dilakukan koperasi berkaitan dengan likuiditas adalah
meminimalisasikan utang usaha kepada Bank, menyimpan simpanan pada
kas usaha dan kas simpan pinjam yang tidak sedikit, dan memberikan
pinjaman sesuai kemampuan anggota.
2
5.2 Saran
Kiranya penulis dapat memberikan saran sebagai bahan masukan dengan
harapan dapat berguna bagi Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero) Cimahi dalam
pelaksanaan usaha simpan pinjam yang diberikan kepada karyawan dan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Adapun saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut :
1. Agar Perkembangan rasio likuiditas tidak cenderung menurun, sebaiknya
koperasi mengurangi pemberian pinjaman dengan memberikan maksimal
nominal yang ditentukan koperasi.
2. Untuk lebih meningkatkan pencapaian usaha dalam memenuhi kewajiban
jangka pendeknya, perusahaan lebih giat lagi dalam meningkatkan usaha
yang sedang dijalankan sekarang dan dalam hal itu akan menyebabkan
perusahaan tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya.
3. Lebih ditingkatkan lagi upaya-upaya yang dilakukan koperasi dalam
menghadapi kendala-kendala dimasa yang akan datang. Selain itu koperasi
harus mempunyai rencana kerja yang dapat dilaksanakan sesuai dengan
kemampuan sehingga pencapaian hasil usaha dalam satu tahun antara
ABSTRAK
Neysa Eka Sepdyanti, “Analisis Rasio Likuiditas pada Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero) Cimahi”, dibawah bimbingan Lita Wulantika, SE., M.Si.
Kegiatan dalam sebuah koperasi memerlukan suatu perencanaan dan pengendalian yang baik dimana suatu perhitungan yang akurat didasari prediksi dimasa mendatang mengenai kewajiban jangka pendek koperasi yang nantinya akan diteliti mengenai analisis rasio likuiditas dengan menggunakan indicator dari rasio likuiditas yaitu current ratio, quick ratio dan cash ratio. Serta kendala dan upaya yang dilakukan oleh koperasi berkaitan dengan likuiditas tersebut.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui analisis rasio likuiditas pada koperasi, mengetahui kendala dan upaya yang dilakukan Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero) Cimahi.
Metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu metode deskriptif dengan tingkat pengumpulan data melalui studi pustaka (Library research) yaitu dpenelitian berdasarkan data yang ada hubungannya dengan isi laporan yang diperoleh dari literatur-literatur dan penelitian langsung kelapangan (field research)
Berdasarkan uraian tersebut dari hasil referensi yang telah dipelajari, maka hasil dari penelitian ini diperoleh data mengenai perkembangan rasio likuiditas dengan menggunakan ketiga indicator tersebut. Hal ini dapat memperbaiki kondisi keuangan koperasi dalam memenuhi kewajiban jangka pendek Dari perkembangan rasio likuiditas yang diperoleh koperasi dari tahun ketahun mengalami fluktuasi dengan kecenderungan menurun. Tetapi hal ini tidak berdampak buruk bagi koperasi, tetapi memberikan kontribusi yang baik terhadap koperasi dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
ANALISIS RASIO LIKUIDITAS
PADA KOPERASI KARYAWAN PT. PLN (PERSERO) CIMAHI
Analysis Of Liquidity Ratio
At Employement Cooperation of PT. PLN (Persero) Cimahi
TUGAS AKHIR
Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Sidang Guna Memperoleh Gelar Ahli Madya Ekonomi Pada Program Studi Keuangan dan Perbankan
Unoversitas Komputer Indonesia
Oleh :
Neysa Eka Sepdyanti
PROGRAM STUDI KEUANGAN DAN PERBANKAN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ...i
PERNYATAAN KEASLIAN ...ii
ABSTRAK ...iii
KATA PENGANTAR ...iv
DAFTAR ISI ...vii
DAFTAR GAMBAR...x
DAFTAR TABEL ...xi
DAFTAR GRAFIK ...xii
DAFTAR LAMPIRAN ...xiii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian ...1
1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah ...5
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ...6
1.4 Kegunaan Penelitian ...6
1.5 Lokasi dan Waktu Penelitian ...7
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian Pustaka ...8
2.1.1 Tinjauan Umum Laporan Keuangan ...8
2.2 Kerangka Pemikiran ...14
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian ...18
3.2 Metode Penelitian ...18
3.2.1 Desain Penelitian ...19
3.2.2 Operasionalisasi Variabel ...20
3.2.3 Sumber dan Teknik Penentuan Data ...22
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ...24
4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan ...24
4.1.2 Struktur Organisasi Perusahaan ... 26
4.1.3 Deskripsi Jabatan ...27
4.2 Hasil Pembahasan ...29
4.2.1 Analisis Rasio Likuiditas pada Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero)Cimahi………...………...29
4.2.2 Kendala-kendala yang Dihadapi Koperasi Berkaitan Dengan Likuiditas pada Koperasi PT. PLN (Persero) Cimahi...36
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan...40
5.2 Saran...41
DAFTAR PUSTAKA...42
DAFTAR PUSTAKA
Harnanto. 1997.Analisa Laporan Keuangan. Andi Ofset. Jakarta
Henry Simamora. 1993.Akuntansi Manajemen.Jakarta : Salemba
Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Perusahaan
S. Munawir. 2002.Analisis Laporan Keuangan. Edisi Keempat. Yogyakarta: Liberty
Sugiyono. 2000.Metode Penelitian. Bandung: Alfabeta
Sugiyono. 2002.Metode Penelitian. Bandung: Alfabeta
Zaridwan. 1995.Intermediate Accounting. Edisi BDPE. Yogyakarta
LEMBAR PENGESAHAN
Judul : Analisis Rasio Likuiditas pada Koperasi Karyawan PT. PLN (Persero) Cimahi
Nama : Neysa Eka Sepdyanti
Nim : 21506011
Jenjang : Diploma III
Program Studi : Keuangan dan Perbankan Fakultas : Ekonomi
Bandung, Juli 2010 Menyetujui, Dosen Pembimbing
Lita Wulantika, SE., M.Si NIP. 4127.34.02.004
Mengetahui,
Dekan Fakultas Ekonomi Ketua Program Studi
Keuangan dan Perbankan
Prof.Dr.Hj. Umi Narimawati, Dra., SE., M.Si Linna Ismawati, SE., M.Si
RIWAYAT HIDUP
Nama : Neysa Eka Sepdyanti
Tempat/Tanggal Lahir : Bandung, 11 September 1988
Jenis Kelamin : Perempuan
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Status : Menikah
Alamat : Komp. Permata Cimahi Blok G1 No. 9 RT.04/14
Desa Tanimulya Kec. Ngamprah Kab. Bandung
Barat
No Telp : (022) 6623666 - 085220116795
RIWAYAT PENDIDIKAN
1. 1993-1994 : Taman Kanak-kanak Parikesit
2. 1994-2000 : Sekolah Dasar Negeri Karsawinaya
3. 2000-2003 : Sekolah Menengah Pertama Negeri 47 Bandung
4. 2003-2006 : Sekolah Menengah Atas Negeri 13 Bandung
5. 2006 Tercatat sebagai Mahasiswi Program Studi Keuangan & Perbankan
Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM).
SURAT PERNYATAAN
1. Karya Tulis Tugas Akhir ini adalah asli dan belum pernah diajukan
untuk mendapatkan gelar akademik Ahli Madya baik di UNIKOM
maupun di Perguruan Tinggi lain.
2. Karya tulis ini adalah murni gagasan, rumusan dan penelitian saya
sendiri tanpa bantuan orang lain kecuali arahan dari pembimbing.
3. Dalam karya tulis ini tidak terdapat karya atau pendapat yang telah
ditulis oleh orang lain, kecuali secara tertulis dengan jelas dicantumkan
sebagai acuan dalam naskah yang disebutkan nama pengarang dan
dicantumkan dalam daftar pustaka.
4. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila
dikemudian hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam
pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi akademik sesuai
dengan aturan yang berlaku.
Bandung, Juli 2010
Neysa Eka Sepdyanti