1
TUGAS AKHIR
PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI GAJI DAN UPAH PADA SENTRA KREDIT KONSUMER PT BANK RAKYAT INDONESIA
(PERSERO) TBK KCP GAJAH MADA MEDAN
Oleh :
EWIKA ASRI SINAGA 122102068
PROGRAM STUDI D-III AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI
MEDAN
PERSETUJUAN ADMINISTRASI AKADEMIK
NAMA : EWIKA ASRI SINAGA
NIM : 122102068
DEPARTEMEN : D III AKUNTANSI
JUDUL TUGAS AKHIR : PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI GAJI DAN UPAH PADA SENTRA KREDIT KONSUMER PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO)TBK KCP GAJAH MADA MEDAN
Tanggal……… Dosen Pembimbing Tugas Akhir
NIP. 19581114 198703 2 001 Dra. Nurzaimah, MM, Ak
Tanggal……… Ketua Prodi Diploma III Akuntansi
NIP. 19511114 198203 1 002 Drs. Rustam, M.Si, Ak, CA
Tanggal……… Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU
NIP. 19560407 19800 1 001
3
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI
MEDAN
PENANGGUNG JAWAB TUGAS AKHIR
NAMA : EWIKA ASRI SINAGA
NIM : 122102068
DEPARTEMEN : D III AKUNTANSI
JUDUL TUGAS AKHIR : PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI GAJI DAN UPAH PADA SENTRA KREDIT KONSUMER PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO)TBK KCP GAJAH MADA MEDAN
Medan, 2015
i
Alhamdulillahi Robbil Alamin. Puji dan Syukur kehadirat Allah SWT, yang memberikan rahmat serta hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Diploma III di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Tugas Akhir ini berjudul “Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Gaji dan Upah pada Sentra Kredit Konsumer PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KCP Gajah Mada Medan”. ini ditujukan sebagai salah satu syarat dalam rangka memperoleh gelar Ahli Madya dari Program D III Akuntansi Universitas Sumatera Utara.
Penulisan Tugas Akhir ini tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan berupa doa,bimbingan,pengarahan,bantuan,kerja sama semua pihak yang telah turut membantu penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada beberapa pihak antara lain :
1. Bapak Prof.Dr. Azhar Maksum, M.Ec., Ac., Ak., CA sebagai Dekan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Fahmi Natigor Nasution, S.E., M.Ec., Ak., sebagai Pembantu
Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Rustam, M.Si., Ak., CA sebagai Ketua Program Studi D III
Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
4. Ibu Dra. Mutia Ismail, MM, Ak selaku Sekretaris Departemen Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
5. Bapak Anton Hendra Wijaya selaku Kepala Pimpinan Sentra Kredit
Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KCP Gajah Mada
ii
6. Bapak Patar Ronny Paslah selaku Manajer Sentra Kredit Konsumer PT
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KCP Gajah Mada Medan.
7. Ibu Siti Bressy selaku Supervisor Sentra Kredit Konsumer PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KCP Gajah Mada Medan dan juga
merupakan mentor selama menjalani magang.
8. Seluruh Pegawai Sentra Kredit Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk KCP Gajah Mada Medan, (Pak Adong, Ibu Lasma, Pak
Reza, Bang Radinal ,bang Toni, Bang Hamzah, Bang Rifai,Kak
Margareth, Kak Ria, Kak Indah,Kak Ayura, Kak Soraya, Kak Alin yang
telah banyak membantu dalam memberikan informasi – informasi saat
penulisan Tugas Akhir.
9. Ayah dan Ibu saya yang terkasih Abdul Muis Sinaga dan Sri Ekayati yang
senantiasa melimpahkan cinta dan kasih sayangnya serta selalu
mendoakan dan mendukung dalam penulis dalam penyelesaian tugas akhir
ini.
Penulis menyadari tugas akhir ini masih jauh dari sempurna,untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini . Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak.
Medan, 2015 Penulis,
Ewika Asri Sinaga
iii
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL. ... . vii
DAFTAR GAMBAR ... viii
DAFTAR LAMPIRAN... ix
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Perumusan Masalah.. ... 3
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian... ... 4
D. Rencana Penulisan ... 5
1. Jadwal Survey/Observasi.. ... 5
2. Rencana Isi ... 5
BAB II SENTRA KREDIT KONSUMER PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK KCP GAJAH MADA MEDAN ... 8
A. Sejarah Ringkas ... 8
B. Struktur Organisasi ... ... 11
C. Job Description ... 13
D. Jaringan Usaha ... 19
E. Kinerja Usaha Terkini ... 22
iv
BAB III PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI GAJI DAN UPAH PADA SENTRA KREDIT KONSUMER PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk
KCP. GAJAHMADA MEDAN ... 24
A. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi.. ... . 24
1. Sistem ... 24
2. Informasi ... 27
3. Akuntansi ... 30
4. Sistem Informasi Akuntansi ... 30
B. Pengertian Gaji dan Upah.. ... 32
C. Gambaran Umum Siklus SDM / Penggajian dan Pengupahan...34
D. Aktivitas Siklus SDM / Penggajian ... 36
E. Dokumen yang Digunakan. ... 41
F. Catatan Akuntansi yang Digunakan ... 43
G. Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem Penggajian dan Pengupahan ... 44
H. Fungsi – Fungsi yang Terkait dengan Sistem Penggajian dan Pengupahan ... 46
v
vi
DAFTAR TABEL
No. Judul Halaman
Tabel 1.1 Jadwal Survei/Observasi dan Penyusunan Tugas Akhir ... 5
Tabel 2.1 Kinerja Usaha Terkini PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.. 22
vii
Gambar 2.1 Logo Bank BRI ... 11
Gambar 2.2 Struktur Organisasi dan Personalia Sentra Kredit Konsumer PT. Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Medan ... 12
Gambar 3.1 Model Sistem ... 27
Gambar 3.2 Diagram Konteks dalam Siklus Penggajian dan Pengupahan.. .... 35
Gambar 3.3 Proses Pembayaran Gaji Sentra Kredit Konsumer PT. Bank Rakyat
viii
DAFTAR LAMPIRAN
No. Judul Halaman
1 A. Latar Belakang
Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, setiap perusahaan sangat
membutuhkan peranan Sumber Daya Manusia (SDM). Peranan SDM dalam
hal ini adalah sebagai input penting yang biasa disebut pegawai atau
karyawan. Dalam hal ini mengandung pengertian orang-orang yang terlibat
langsung ataupun tidak langsung dalam kegiatan operasional. Semakin
berkembangnya suatu perusahaan maka akan memerlukan lebih banyak
karyawan. Untuk itu diperlukan konsentrasi khusus dalam menangani
masalah kepegawaian. Salah satu masalah kepegawaian yang sangat penting
adalah menyangkut sistem pembayaran gaji dan upah karyawan. Pada
pelaksanaan pembayaran gaji dan upah karyawan harus dilaksanakan secara
profesional dengan maksud agar terciptanya hubungan timbal - balik yang
baik antara perusahaan dengan karyawan perusahaan. Hal ini dimaksudkan
agar dalam pelaksanaan hak dan kewajiban dapat dijalankan dengan selaras
dan seimbang.
Biaya gaji dan upah merupakan biaya yang sangat penting dan
menimbulkan resiko kemungkinan terjadinya kecurangan-kecurangan dan
penyelewengan yang menyebabkan besarnya kerugian pada perusahaan,
untuk itu diperlukan peranan sistem informasi akuntansi ( SIA ) yang didesain
dan diimplementasikan dengan baik agar menghasilkan informasi yang andal
2
kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk
mengubah data menjadi informasi. Seiring dengan berkembangnya teknologi
informasi yang semakin pesat diabad 21 ini, tentu membawa dampak pada
bidang ekonomi. Dimana sistem informasi akuntansi yang sebelumnya
dijalankan secara manual dirasakan tidak lagi mampu memberikan manfaat
yang memadai dalam bidang operasional.
Oleh karena itu banyak perusahaan yang mulai beralih kepada system
informasi akuntansi yang berbasis komputer. Pengolahan data akutansi secara
komputerisasi terbukti mampu memberikan informasi yang andal dan dapat
meningkatkan efektifitas dan efisiensi perusahaan.
Sistem informasi akuntansi gaji dan upah dirancang manajemen untuk
menyajikan informasi keuangan bagi kepentingan perusahaan dan
pertanggung jawaban keuangan kepada pihak luar perusahaan (investor,
kreditor, dan kantor pelayanan pajak). Yang pada tujuan khususnya untuk
masalah ini, system ini juga dirancang untuk menangani transaksi-transaksi
gaji dan pembayarannya diantaranya sistem ini digunakan perusahaan untuk
mencatat daftar hadir, mencatat transaksi kedalam jurnal, memposting
kedalam buku besar serta menyiapkan laporan keuangan. Rangkaian kegiatan
ini terdiri dari proses pemasukan data, penyimpanan, pengolahan, proses
menghasilhan laporan, dan pengendalian.
Dengan adanya sistem informasi akuntansi gaji dan upah pada
perusahaan maka diperlukan juga pengendalian internal agar penyelewengan
Sentra Kredit Konsumer PT.Bank Rakyat Indonesia menginginkan
setiap pegawai yang bekerja pada perusahaan dapat memberikan hal yang
terbaik dan merasa nyaman selama berada di tempat kerja. Mengingat gaji
dan upah merupakan hal yang sensitif, maka peranan Sistem Informasi
Akuntansi atas data gaji dan upah sangat penting, untuk menghindari
penyelewengan atau kecurangan dana sehingga dapat merugikan perusahaan.
Sehingga dengan adanya Sistem Informasi Akuntansi yang berfokus pada
data penggajian.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan
penelitian terhadap sistem informasi akuntansi pada gaji dan upah pada
Sentra Kredit Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KCP
Gajah Mada Medan, yang akan dituangkan dalam tugas akhir yang berjudul
“Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Gaji dan Upah pada Sentra Kredit Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KCP Gajah Mada Medan”
B. Perumusan Masalah
Didalam penerapan sistem informasi akuntansi pada proses
penggajian pegawai ini perlu diperhatikan cara atau prosedur penggunaan
program dan sistem penggendalian internalnya sehingga menghasilkan output
yang benar dan akurat sesuai dengan data yang ada. Berdasarkan uraian
diatas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut : Apakah
penerapan sistem informasi akuntansi penggajian pada Sentra Kredit
4
Medan dalam melaksanakan setiap proses transaksi pembayaran gaji dan
upah sudah dilaksanakan dengan baik?
C. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem
informasi akuntansi penggajian yang diterapkan Sentra Kredit Konsumer
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KCP Gajah Mada Medan dalam
melaksanakan setiap proses transaksi pembayaran gaji dan upah apakah
sudah dilaksanakan dengan baik
2. Manfaat Penelitian
Manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Bagi penulis, penelitian ini bermanfaat untuk memperluas wawasan
tentang peranan sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal
pada penggajian
2. Bagi pembaca, sebagai masukan dan pertimbangan yang nantinya
dapat bermanfaat sebagai referensi bagi rekan –rekan mahasiswa
dalam membuat paper di tahun – tahun
mendatang yang berkaitan dengan Sistem Informasi Akuntansi gaji
3. Bagi perusahaan, dapat menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak
manajemen yang berkaitan dengan kegunaan dan keefektifan dari
satuan pengawasan intern pada perusahaan dan untuk perbaikan
kebijakan perusahaan yang berguna untuk meningkatkan kinerja
D. Rencana Penulisan
1. Jadwal survei ⁄ observasi
Penelitian ini dilakukan di satu perusahaan yaitu Sentra Kredit
Konsumer PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KCP Gajah Mada
Medan yang terletak di Jl. Gajah Mada No. 26 B-C Medan. Untuk lebih
jelasnya, jadwal survei ini dapat dilihat pada tabel 1.1.
Tabel 1.1
Jadwal survei/observasi dan Penyusunan Tugas Akhir
2. Rencana Isi
Untuk mengarahkan dan mempermudah penyusunan dari Tugas
Akhir ini, penulis telah membuat rencana sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi tentang latar belakang masalah yang
merupakan uraian tentang aspek-aspek yang diungkapkan
NO Kegiatan Mei Juni Juli
III IV I II III IV I II III
1 Pengajuan Judul
2 Pengajuan Dosen Pembimbing 3 Pengumpulan Data
4 Pengolahan dan Analisis Data
5 Penyusunan Tugas Akhir
6 Bimbingan dan
6
berupa fenomena-fenomena yang menjadi masalah
penelitian, perumusan masalah yang merupakan pertanyaan
penelitian yang didasarkan pada ruang lingkup
permasalahan yang diteliti, tujuan penelitian dan manfaat
penelitian merupakan jawaban terhadap rancangan yang
akan dikaji dalam penelitian, dan yang terakhir sistematika
penelitian yang berisi garis besar tugas akhir ini.
BAB II : SENTRA KREDIT KONSUMER PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK KCP GAJAH MADA MEDAN
Pada bab ini penulis menguraikan tentang sejarah ringkas
perusahaan, struktur organisasi perusahaan, job description,
jaringan usaha, kinerja usaha terkini serta rencana usaha.
BAB III : PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI GAJI DAN UPAH PADA SENTRA KREDIT KONSUMER PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK KCP GAJAH MADA MEDAN
Pada bab ini penulis menguraikan tentang pengertian sistem informasi akuntansi yang meliputi sistem, informasi,
akuntansi dan sistem informasi akuntansi, kemudian
Pengertian Gaji dan Upah, Gambaran Umum Siklus SDM /
Penggajian dan Pengupahan, Aktivitas Siklus SDM ⁄
yang digunakan, jaringan prosedur yang membentuk sistem
penggajian dan pengupahan, fungsi-fungsi yang terkait
dengan sistem penggajian dan pengupahan serta penerapan
sistem informasi akuntansi gaji dan upah Sentra Kredit
Konsumer PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KCP
Gajah Mada Medan
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab ini penulis memberikan kesimpulan berdasarkan
uraian terdahulu dan saran guna meningkatkan penerapan
sistem informasi akuntansi gaji dan upah pada Sentra Kredit
Konsumer PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KCP
Gajah Mada Medan dalam menunjang kemajuan untuk
8 BAB II
SENTRA KREDIT KONSUMER PT.BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK KCP GAJAH MADA MEDAN A. Sejarah Ringkas
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero),Tbk merupakan bank
pemerintah yang berdiri sejak 16 Desember 1895. Pada awalnya merupkan
bank bantuan dan simpanan milik kaum priyayi yang berkebangsaan Indonesia
(pribumi) atau Hul –en Spaarbank der Inlandshe Bestuurs Ambtenaren yang
didirikan oleh Raden Wirjaatmadja di Purwokerto, Jawa Tengah.
Dalam perkembangannnya bank ini mengalami beberapa kali
perubahan nama, karena disesuaikan dengan kondisi Indonesia yang sedang
mengalami penjajahan oleh bangsa asing yaitu berubah menjadi De
Poerwokertosche Hule –en Londbouw Crediet Bank, yang perkembangannya
dikenal sebagai Volkbank (Bank Rakyat ). Pada tahun 1912 berubah menjadi
Centrale KasVoor Het Volkscredietwezen, uang selanjutnya pada tahun 1934
menjadi Algemeene Volkscrediet Bank (AVB) dan pada masa penjajahan
jepang 1942 berubah menjadi Syomin Ginko.
Setelah Indonesia merdeka, BRI merupakan bank pemerintah yang
beroperasi di Indonesia berdasarkan peraturan pemerintah No.1 tahun 1946.
Namun pada masa agresi Belanda tahun 1947 terutama dengan adanya
perjanjian Renville, kelancaran operasional BRI tergantung sehingga sempat
terhenti selama kurang lebih satu tahun sampai disepakatinya perjanjian
Roem Royen tahun 1949.Selanjutnya BRI aktif kembali dengan nama Bank
Sesuai dengan PERBU NO 14 tahun 1960 dibentuk bank koperasi
Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank
Tanidan Nelayan dengan Naderlandsche Handles Maatschappij (NHM).
Kemudian berdasarkan penetapan presiden (Penpres) No 9 tahun 1965, BKTN
diintegrasikan kedalam Bank Indonesia Urusan Koperasi Tanidan Nelayan.
Akan tetapi baru berjalan 1 bulan ,dikeluarkan Penpres, NO 17 tahun
1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara
Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani
dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara
Indonesia Unit II Bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara
Indonesia Unit II Bidang Ekspor Impor (Exim).
Berdasarkan Undang – Undang No.14 tahun 1967 tentang Undang –
undang pokok Perbankan dan Undang – Undang No.13 tahun 1968, tentang
Undang – Undang Bank Sentral , Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural
dan Ekspor Impor dipisahkan menjadi dua bank yaitu Bank Rakyat Indonesia
dan Bank Ekspor Indonesia . Berdasarkan Undang – Undang No.21. 1968
menetapkan kembali tugas – tugas pokok BRI sebagai Bank Umum.
Diterbitkannya Undang – Undang Perbankan No.7 tahun 1992 dan
Peraturan Pemerintah RI No.21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi PT.
Bank Rakyat Indonesia ( Persero) yang kepemilikannya 100 % di tangan
10
Sejak didirikannya, BRI telah berperan dalam memajukan bangsa dan
negara melalui perhatiannya terhadap pengembangan usaha kecil. Disamping
tetap menjalankan usaha perbankan modern yang siap bersaing.
BRI cabang Bogor didirikan pada tahun 1934 dengan izin pendirian
Akte No.34 pada tanggal 12 November 1934 dengan notaris Mr. A.H Van
Ophuijsen . Izin diperbaharui dengan Akte Notaris Karbini S.H No. 74 pada
tanggal 17 Juli 1985, dan berubah menjadi persero berdasarkan pasal 1 Akta
pendirian No. 133 tanggal 31 Juli 1993.
1. Visi dan Misi Perusahaan a. Visi Bank BRI
Visi Bank BRI adalah menjadi bank komersial terkemuka yang selalu
mengutamakan kepuasan nasabah.
b. Misi Bank BRI
1. Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan
mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro, kecil dan
menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.
2. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan
kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia
yang profesional dan teknologi informasi yang handal dengan
melaksanakan manajemen risiko serta praktek Good Corporate
Governance (GCG) yang sangat baik.
3. Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada
2. Fungsi Bank
Masyarakat pada umumnya telah mengetahui bahwa fungsi bank
itu adalah tempat menabung, menyimpan uang ataupun menyalurkan dana
kepada masyarakat yang membutuhkan yaitu pinjaman dalam bentuk
kredit .
3. Makna Logo Bank BRI
Gambar 2.1 Logo Bank BRI
Sumber : Website PT. Bank BRI
B. Struktur Organisasi
Pelaksanaan kegiatan Sentra Kredit Konsumer PT. Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk Medan dapat berjalan dengan baik apabila
ditetapkan fungsi manajemen dengan tepat yang salah satunya terdiri
pengorganisasian.
Menurut S.P. Siagian, (1980:113) : “Organisasi adalah setiap bentuk
persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara
formal terikat dalam rangka pencapaian sesuatu tujuan yang telah ditentukan
dalam ikatan dimana terdapat seseorang atau beberapa orang yang disebut
12
struktur organisasi yang merupakan acuan atau pedoman dalam pengelolaan
suatu organisasi dalam rangka melaksanakan fungsi bagian tugas maupun
tanggung jawab masing-masing bagian dalam organisasi.Struktur Organisasi
adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada
pada organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional
untuk mencapai tujuan.
Berikut adalah struktur organisasi Sentra Kredit Konsumer PT. Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Medan dapat dilihat pada skema berikut:
Gambar 2.2
Struktur Organisasi dan Personalia Sentra Kredit Konsumer PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Medan
Sumber : Data dari Sentra Kredit Konsumer PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Medan
Kepala Sentra Kredit
Konsumer
Regional Sales Manager Supervisor
Administrasi Kredit (ADK)
Manager Kredit Konsumer
Area Sales Manager Account Officer
(AO) Analis Petugas
Administrasi Kredit (ADK)
Account Officer (AO) Sales
Keterangan Gambar :
SKK PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) memiliki seorang Kepala Sentra
Kredit Konsumer serta Manager Kredit Konsumer. Memiliki divisi yang
terbagi atas 3 yaitu divisi Adminsitrasi,divisi Analis, dan divisi Marketing
/Sales. Divisi Administrasi terdiri atas Supervisor Adminsitrasi Kredit dan
Petugas Administrasi Kredit ( ADK ). Divisi analis terdiri dari Account
Officer (AO) Analis. Divisi Marketing/ Sales terdiri atas Regional Sales
Manager, Area Sale Manager, Account Officer (AO) Sales , dan Sales Person.
C. Job Description
a. Sentra kredit Konsumer mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai
berikut:
1. Mengelola proses dan prosedur adminsitrasi di kantor cabang.
2. Menginformasikan kredit – kredit yang akan jatuh tempo yang akan
datang kepada pejabat pemkrasa kredit
3. Memastikan bahwa asuransi kredit, asuransi kerugian, dan asuransi
jiwa yang berkaitan dengan kredit yang telah dikelola/
diadministrasikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Menindak lanjuti semua audit, baik dari intern maupun ekstern BRI.
5. Memastikan bahwa instruksi pencairan kredit telah dibuat sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
b. Kepala Sentra Kredit Konsumer mempunyai tugas dan tanggung jawab
sebagai berikut:
14
2. Memeriksa dan menandatangani IPK.
3. Menyerahkan IPK dokumen kredit lainnya yang telah ditandatangani ke
petugas ADK.
c. Manajer Sentra Kredit Konsumer mempunyai tugas dan tanggung jawab
sebagai berikut:
1. Menerima paket kredit dari AO Analis.
2. Melakukan verifikasi atas paket kredit tersebut.
3. Melakukan putusan kredit berdasarkan paket kredit dari AO Analis
sesuai dengan kewenangan limit putusan.
4. Dalam hal terdapat aplikasi dan dokumen kredit yang ditolak, maka
diserahkan kepada petugas ADK untuk dikembalikan ke Regional Sales.
5. Menyerahkan paket kredit yang telah disetujui kepda petugas ADK untuk
diproses lebih lanjut.
d. Area Sales Manajer / Regional Sales Manajer Sentra Kredit Konsumer
mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :
1. Memeriksa semua kelengkapan aplikasi dan dokumen persyaratan kredit.
2. Melakukan review atas penilaian agunan.
3. Memberikan rekomendasi pengajuan aplikasi kredit konsumtif.
e. Supervisor Administrasi Sentra Kredit Konsumer mempunyai tugas dan
tanggung jawab sebagai berikut:
1. Memeriksa dan mencocokkan IPK dan Surat Pengantar Pencairan Kredit.
3. Memastikan proses dokumentasi kredit, collateral management, dan after
sales services telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Memastikan kredit konsumer telah dilakukan penutupan asuransi ( jiwa
dan kerugian) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
f. Petugas Adminsitrasi Kredit (ADK) mempunyai tugas dan tangung jawab
sebagai berikut :
1. Melaksanakan pemeriksaan informasi data dibitur (BI Checking)
berdasarkan permohonan dari Regional Sales.
2. Melaksanakan permintaan appraisal dari Regional Sales dan Sub
Regional Sales kepada eksternal appraisal.
3. Mencatat dalam register aplikasi masuk atas aplikasi yang diproses.
4. Memeriksa kelengkapan aplikasi dan dokumen persyaratan kredit.
5. Meminta kepada tim Regional Sales untuk melengkapi dokumen kredit
apabila dokumen persyaratan kredit belum lengkap.
6. Membuat Offering Later (OL)/ SPKK dan Purchase Order (PO),
Instruksi Pencairan Kredit, serta nota pembukuan pencairan kredit.
7. Membuat order kepada notaris.
8. Memastikan biaya yang berhubungan dengan pemberian kredit telah
dibayarkan/dicadangkan.
9. Mempersiapkan proses akad kredit.
10.Mengatur dan memastikan pelaksanaan penutupan asuransi (jiwa dan
kerugian).
16
g. Account Officer Analis mempunyai tugas dan tangung jawab sebagai
berikut :
1. Memastikan debitur / calon debitur memenuhi kriteria yang
dipersyaratkan (pres screening).
2. Memeriksa kelengkapan dan berlakunya dokumen permohonan kredit,
serta kelengkapan data dan informasi yang diperlukan. Apabila terdapat
kekurangan data dan informasi yang diperlukan segera dimintakan ke
jajaran Regional Sales untuk melengkapinya.
3. Memeriksa dan menilai kewajaran dokumen – dokumen yang diterima
dari jajaran Regional Sales. Apabila dokumen – dokumen tersebut dinilai
kurang wajar segera dikonfirmasikan baik langsung ke calon debitur atau
kepada jajaran Regional Sales.
4. Apabila jajaran Analis melihat terdapat hal – hal yang tidak wajar
mengenai data (calon) debitur yang termasuk didalamnya kewajaran nilai
agunan , maka diperkenankan bagi jajaran analis bersama dengan jajaran
Regioanal Sales, melakukan pemeriksaan ke lokasi usaha, tempat tinggal/
domisili, lokasi agunan, dan pengecekan legalitas ke instansi yang terkait
dengan usaha (clon) debitur serta menyajikannya dalam LKN. Kewajaran
nilai agunan tersebut biasa diperoleh dari database yang telah dimiliki
untuk wilayah agunan dimaksud atau melalui informasi lainnya.
5. Memberikan penilain Credit Risk Scoring (CSR) sesuai ketentuan yang
berlaku.
7. Membuat rekomendasi putusan kredit kepada pemutus termasuk
tipe/struktur dan syarat kredit.
8. Melaksanakan tugasnya terutama dalam kaitannya dengan analis dan
evaluasi kredit secara profesional.
9. Bertanggung jawab terhadap kebenaran analisis kredit, termasuk
didalamnya kebenaran analisis penghasilan / pendapatan debitur atau
calon debitur.
10.Setiap Pemkrasa Kredit bertanggug jawab baik untuk diri snediri
maupun secara bersama sama ( tanggung renteng).
11.Memastikan bahwa setiap kredit yang dipkrasai telah sesuai dengan
ketentuan perbankan dan asas – asas perkreditan yang sehat serta
prinsip–prinsip kehati –hatian.
h. Account Officer Sales mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai
berikut :
1. Melakukan kegiatan pemasaran kredit baik secara langsung kepada end
user maupun melalui business partner.
2. Melakukan proses kredit, yang meliputi:
a. Prakarsa kredit.
b. Menerima dan menindaklanjuti aplikasi permohonan kredit dari
calon debitur baik yang berasal dari calon debitur langsung maupun
dari developer / dealer/ agen property/uker referral dan pihak ketiga
lainnya.
18
d. Meneliti dan meyakini bahwa dokumen permohonan kredit masih
berlaku, sah dan berkekuatan hukum.
e. Mengumpulkan dan mereview data calon debitur dan suatu
usahanya.
f. Melakukan wawancara dengan calon debitur dan mengevaluasi
informasi dari calon debitur.
g. Memeriksa kelengkapan dokumen pengajuan kredit.
h. Memeriksa kelengkapan isian form aplikasi permohonan kredit.
i. Melakukan pre screening.
j. Melakukan pengumpulan , pemeriksaan dan bertanggung jawab
terhadap kebenaran data penghasilan atau data keuangan.
k. Menyampaikan kepada Analis tentang informasi awal debitur untuk
proses analisis kredit yang dituangkan dalam Laporan Kunjungan
Nasabah.
l. Melakukan negosiasi awal dengan debitur dan melaporkan hasil
negosiasi tersebut yang dituangkan dalam Memorandum Sales.
m. Melakukan penelitian agunan kredit konsumtif, apabila penilaian
tidak dilakukan oleh eksternal appraisal.
n. Melakukan pembinaan dan monitoring kepada debitur sesuai
ketentuan yang berlaku.
o. Meningkatkan dan memperluas hubungan dengan debitur termasuk
cross selling untuk meningkatkan fee based income.
4. Setiap Pejabat Pemkrasa Kredit bertanggung jawab baik untuk diri
sendiri maupun secara bersama – sama ( tanggung renteng).
5. Memastikan kredit yang diprakarsai telah sesuai dengan ketentuan
perbankan dari asas –asas perkreditan yang sehat serta prinsip – prinsip
kehati –hatian.
i. Sales Person mempunyai tugas dan tangung jawab sebagai berikut :
1. Menciptakan hubungan awal dengan calon debitur atau debitur yang akan
dilayani.
2. Melakukan kegiatan pemasaran kredit baik secara langsung kepada end
user maupun melalui business partner.
3. Bertanggung jawab terhadap pengumpulan data dan informasi yang
diperlukan.
4. Memastikan bahwa dokumen yang disajikan oleh calon debitur adalah
masih berlaku, sah dan berkekuatan hukum serta sesuai dengan aslinya.
D. Jaringan Usaha
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk merupakan Bank Pemerintah
yang melakukan usaha bank umum, seperti pada bank-bank Pemerintah lainnya
PT BRI (Persero), Tbk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin
menggunakan jasa perbankan. Kegiatan Usaha PT. Bank Rakyat Indonesia
(Persero), Tbk diarahkan kepada perbaikan ekonomi dan pembayaran ekonomi
nasional dengan cara melakukan usaha bank umumnya itu menghimpun dana dari
20
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk juga memberikan jasa-jasa
perbankan dalam negeri maupun luar negeri. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan
produk-produk yang disediakan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk
yaitu :
1. Usaha Simpanan:
a) Giro BRI Rupiah
b) Giro BRI Valas
c) Devosito BRI Rupiah
d) Devosito BRI Valas
e) Devosito BRI on Call (Doc)
f) Tabungan Britama
g) Tabungan Simpedes
h) Simpedes TKI
i) Tabungan Haji
j) Tabungan Britama Dollar
k) Tabungan Britama Junior
2. Usaha Jasa Bank
a. Dalam Negeri
1) Pengiriman Uang Dalam Negeri
2) Inkaso
3) Perantara Perdagangan efek/saham/surat-surat berharga Pasar
Uang
5) Safe Deposit Box (SDB)
6) Kliring
7) Automatic Teller Mechine (ATM)
b. Luar Negeri
1) Eksport
2) Import
3) Transfer Western Union
4) Jaminan Bank
5) Letter of credit (L/C)
3. Usaha Pinjaman
a) Bapetarum
b) KUK
c) Koperasi
d) Kupedese Kredit Kendaraan Bermotor (KKB)
e) Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
4. Jasa Bank Lainnya
Jasa yang diberikan secara khusus oleh PT. Bank Rakyat Indonesia
(Persero), Tbk dalam menjawab tantangan yang semakin sulit
kompleks yaitu penerimaan setoran dan penyaluran dana, antara lain:
a. ONH
b. PLN
c. PT. Telkom
22
e. PT. Pos Indonesia
f. TNI Angkatan Darat/POLRI
g. Rekening Listrik
h. Rekening Telepon, telex, faximail
E. Kinerja Usaha Terkini
Hasil pengukuran kinerja digunakan sebagai bahan evaluasi dan
analisiskinerja organisasi dengan cara mengidentifikasikan permasalahan yang
menghambat peningkatan kinerja, memberikan solusi pemecahan masalah
danbahan penyempurnaan pilihan-pilihan dan kebijakan strategis tahun
berikutnya.
Hasil pengukuran kinerja PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
dapat dilihat pada kinerja perkembangan simpanan masyarakat, pinjaman dan
laba PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pasca krisis yang menunjukkan
pertumbuhan yang positif. Adapun tingkat capaian kinerja pada PT. Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1
Kinerja Usaha Terkini PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Keterangan 2001 2002 Pertumbuhan
Rp. %
Simpanan 57,698 69,423 11,725 20.32
Pinjaman 32,358 39,300 6,942 21.45
Laba/(Rugi) 1,064 1,664 6,000 56.39
F. Rencana Usaha
Rencana kegiatan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Medan
yaitu :
1. Ada 3 pokok rencana bank yang dilakukan Bank BRI
a. Rencana Jangka Panjang (RJP/corporate plan) untuk jangka waktu 5
(lima) tahun.
b. Rencana Bisnis Bank (RBB) Bank untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun.
c. Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) Bank untuk 1 (satu) tahun
2. Bank bertekad memberikan pelayanan terbaik dan dengan sepenuh hati .
Untuk itu Bank memenuhi permintaan nasabah, menjamin fleksibilitas
pelayanan nasabah dan sekaligus menekan biaya operasional, BRI
mengembangkan e-Outlet berupa ATM, Phone Banking, Point Of Sales,
24 BAB III
PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI GAJI DAN UPAH PADA SENTRA KREDIT KONSUMER PT. BANK RAKYAT INDONESIA
(PERSERO) TBK KCP GAJAH MADA MEDAN
A. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai Sistem Informasi
Akuntansi, maka terlebih dahulu kita harus memilah ketiga variabel kata
diatas menjadi definisi-definisi yang kemudian akan membangun sebuah
definisi tentang Sistem Informasi Akuntansi.
1. Sistem
Sistem merupakan gabungan dari komponen-komponen yang
saling berhubungan dan membentuk tata cara atau prosedur melalui tiga
tahap, yaitu input, proses, dan output untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut Romney dan Steinbart dalam Fitriasari dan Kwary
(2006:2) mendefinisikan sistem sebagai berikut : “Sistem adalah
rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling
berhubungan, yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan”.
Definisi sistem yang lain, yaitu menurut Hall (2005:6) : “Sistem adalah
kelompok dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang saling
berhubungan yang berfungsi dengan tujuan yang sama”.
Berbagai macam pendapat para ahli mengenai pengertian sistem,
tetapi pada dasarnya sistem adalah:
b. Mempunyai keterkaitan atau saling berhubungan antara satu dengan
yang lainnya,
c. Mempunyai tujuan yang sama.
Adapun unsur-unsur yang merupakan bagian dari sebuah sistem yaitu:
1. Komponen Ganda
Sebuah sistem harus terdiri atas lebih dari satu bagian.
2. Keterkaitan (Relatedness)
Suatu bersama menghubungkan semua bagian dalam suatu sistem.
Walaupun fungsi setiap bagian bersifat independen satu sama lain,
semua bagian mendukung tujuan yang sama. Jika suatu komponen
tertentu tidak memberikan kontribusi ke tujuan bersama, maka bagian
itu bukan dari sistem tersebut.
3. Sistem Versus Subsistem
Diantara sistem dan subsistem terdapat perbedaan perspektif, dan demi
tercapainya tujuan, keduanya dapat ditukarkan. Sebuah sistem disebut
subsistem ketika dilihat kaitannya dalam sistem yang lebih besar di
mana sistem tersebut tersebut menjadi bagiannya. Sebaliknya,
subsistem dapat menjadi sebuah sistem ketika sistem tersebut menjadi
pusat perhatian.
4. Tujuan
Setiap sistem harus dapat melayani setidaknya satu tujuan, tetapi
26
tidak lagi dapat memenuhi tujuan, maka saat itu pulalah sistem harus
diganti.
Hal diatas menjelaskan bahwa sistem itu sendiri bukanlah seperangkat
unsur yang tersusun secara tidak teratur, tetapi terdiri dari unsur-unsur
yang saling mengisi satu sama lainnya. Dan sistem itu sendiri juga
mencakup tiga kegiatan sebagai berikut :
1. Masukan atau Input.
2. Pengolahan atau Processing.
3. Hasil dari pengolahan atau Output.
Sistem menerima input dari lingkungannya dan juga menghasilkan
output untuk lingkungannya. Sistem tertutup tidak menerima input
dari lingkungannya dan tidak menghasilkan untuk lingkungannya.
Output dari sistem tertutup adalah eksistensi dari sistem itu sendiri.
Sistem yang sederhana terdiri dari satu input dan satu output. Sistem
yang lebih komplek akan terdiri dari beberapa input dan juga akan
menghasilkan beberapa output pula.
− Model sistem terbuka sederhana
− Model sistem terbuka beraneka
Input 1 Output 1
Input 2 Proses Output 2
…….. ……….
Input n Output n
− Model sistem tertutup
Input Proses Output
Gambar 3.1 Model Sistem Sumber: Halim (1994:84)
2. Informasi
Informasi berasal dari data. Sebelum menjelaskan arti dari
informasi, kita harus mengetahui arti dari data terlebih dahulu. Data
adalah fakta statistik dalam bentuk kumpulan simbol yang tidak
mengartikan sesuatu. Informasi adalah data yang telah tersaring,
terorganisir, terealisasi, dan saling berhubungan sehingga berguna untuk
mencapai tujuan organisasi. Menurut McLeod (2001:12) “Informasi
adalah data yang telah diproses, atau data yang sudah memiliki arti
tertentu bagi kebutuhan penggunanya” Menurut Bodnar dan Hopwood
(2003:1) yaitu: “Informasi adalah data yang berguna yang diolah
sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat”
Dari definisi tersebut di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa
informasi merupakan data yang menjadi bentuk yang lebih berguna dan
lebih berarti bagi yang menerimanya, menggambarkan suatu
28
Dalam mentransformasi data menjadi informasi dibutuhkan
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Pengumpulan atau Capturing adalah mengumpulkan data melakukan
pemeriksaan keterangan yang ada, apakah itu data atau fakta.
2. Memilah atau verfying adalah memilah data atau fakta yang
dikumpulkan tersebut benar atau hanya direka-reka saja.
3. Pengelompokkan atau Pengelompokkan atau Classifying adalah
mengelompokkan data yang telah ada sesuai dengan yang
dibutuhkan..
4. Penyeleksian atau Sorting adalah menempatkan unsur data ke dalam
urutan data yang disesuaikan dengan kebutuhan si pemakai.
5. Meringkas atau Summarizing adalah meringkas data yang telah
dikelompokkan menjadi laporan data menjadi bentuk matematis atau
angka.
6. Perhitungan atau Calculating adakah memberikan nilai kepada
data-data yang ada.
7. Penyimpanan atau Storing adalah menempatkan data pada alat-alat
penyimpanan yang dapat dilihat kembali pada saat diperlukan.
8. Pengambilan kembali atau Retriving adalah pengambilan keterangan
kembali dari arsip bila informasi tersebut masih layak guna untuk
dipakai sebagai informasi.
9. Memperbanyak atau Reproducing adalah menciptakan kembali atau
memperbanyak informasi yang ada dengan fotocopy atau magnetic
10. Mengkomunikasikan atau Communicating adalah menyebarkan
informasi yang tersimpan kepada si pemakai informasi tersebut.
Menurut Romney dan Steinbart dalam Fitriasari dan Kwary
(2006:11) ” Informasi dapat berguna dan memberikan arti bagi
pengambilan kepotusan apabila memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Relevan
Informasi yang digunakan perusahaan untuk diolah adalah informasi
yang relevan dengan tujuan perusahaan. Artinya informasi tersebut
mampu mengurangi ketidakpastian dan dapat meningkatkan kualitas
keputusan.
b. Handal
Informasi yang dibutuhkan perusahaan adalah informasi yang bebas
dari kesalahan maupun penyimpangan.
c. Lengkap
Informasi yang disajikan sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan
tidak ditambahi atau dikurangi nilainya.
d Tepat Waktu
Informasi yang digunakan perusahaan adalah informasi yang tersedia
pada saat dibutuhkan.
e. Dapat dipahami
Informasi yang tersedia harus dapat dipahami dan jelas sehingga
informasi tersebut dapat digunakan oleh semua pihak yang
30
f. Dapat diverifikasikan
Informasi dapat diverifikasi apabila pihak yang berbeda bekerja secara
independen tetapi dapat menghasilkan informasi yang sama
3. Akuntansi
Pengertian Akuntansi menurut Soemarso, (2003:3) :
“Akuntansi adalah suatu disiplin yang menyediakan informasi yang penting sehingga memungkinkan adanya pelaksanaan dan penilaian jalannya perusahaan secara efisien. Akuntansi juga dapat difenisikan sebagai proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut”.
Dari definisi tersebut dijelaskan fungsi akuntansi yaitu
mengidentifikasi, mengumpulkan, memproses dan mengkomunikasikan
informasi ekonomi dari keseluruhan operasi kepada kalangan umum yang
luas. Pada hakikatnya akuntansi merupakan sistem informasi dikarenakan
fungsi dari akuntansi itu sendiri untuk menghasilkan informasi berupa
laporan keuangan yang secara akurat, relevan, serta dapat dipercaya oleh
pihak-pihak yang berkepentingan. Jelasnya akuntansi merupakan
penerapan teori umum informasi terhadap masalah operasional yang
efisien dan ekonomis. Akuntansi juga membentuk sebagian informasi
umum yang dinyatakan secara kuantitatif. Dalam konteks ini akuntansi
menjadi bagian dari suatu bidang dasar yang dibatasi oleh konsep
informasi.
4. Sistem Informasi Akuntansi
Menurut O’brien (2006:5) : “Sistem informasi adalah kombinasi
sumber data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan
informasi dalam sebuah organisasi”. Akuntansi sebagai sutu sistem
informasi, mengidentifikasi, mengumpulkan dan mengkomunikasikan
informasi ekonomi mengenai suatu badan usaha kepada beragam
pengambil keputusan. Saat ini pengertian akuntansi sebagai sistem
akuntansi lebih dikenal sebagai sistem informasi akuntansi. Akuntansi
dapat juga didefinisikan sebagai proses pengindentifikasi, mengukur dan
melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian
dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan
informasi tersebut.
Menurut Bodnar dan Hopwood ( 2004 : 1 ) : "Sistem informasi
akuntansi (SIA) adalah kumpulan sumberdaya, seperti manusia dan
peralatan yang diatur untuk mengubah data keuangan dan data lainnya
menjadi informasi".
Romney dan Steinbart (2004 : 3) membagi SIA menjadi lima
komponen:
1. Orang-orang yang mengoperasikan sistem tersebut dan melaksanakan
berbagai fungsi.
2. Prosedur-prosedur, baik manual maupun yang terotomatisasi yang
dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data
tentang aktivitas - aktivitas organisasi.
3. Data tentang proses-proses bisnis organisasi.
32
5. Infrastruktur teknologi informasi, termasuk komputer, peralatan
pendukung (peripheral device), dan peralatan untuk komunikasi
jaringan.
Kelima komponen tersebut secara bersama–sama memungkinkan
suatu system informasi akuntansi memenuhi tiga fungsi pentingnya
dalam organisasi, yaitu :
a. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas
yang dilaksanakanorganisasi, sumber daya yang dipengaruhi oleh
aktivitas ters ebut, dan para pelaku yang terlibat dalam berbagai
aktivitas tersebut, agar pihak manajemen, para pegawai dan pihak
luar yang berkepentingan dapat meninjau ulang (review) hal – hal
yang telah terjadi.
b. Mengubah data menjadi informasi yang berguna bagi pihak
manajemen untuk membuat keputusan dalam aktivitas perencanaan,
pelaksanaan dan pengawasan.
c. Menyediakan pengendalian yang memadai untuk menjaga aset - aset
organisasi termasuk data organisasi untuk memastikan bahwa data
tersebut tersedia saat dibutuhkan, akurat dan andal
B. Pengertian Gaji dan Upah
Ruky (2006:7) mendefinisikan upah dan gaji sebagai berikut :
sebaliknya pekerja yang menerima gaji termasuk dalam kategori fixed cost (biaya tetap) atau overhead cost”.
Rivai (2004:360-363) “membagi bentuk balas jasa yang diterima oleh
karyawan dalam empat kelompok yaitu : gaji, upah, tunjangan intensif,
kompensasi tidak langsung.”
a. Gaji adalah balas jasa dalam bentuk uang yang diterima karyawan
sebagai konsekuensi dari kedudukannya sebagai seorang karyawan yang
memberikan dalam mencapai tujuan perusahaan. Atau dapat juga
dikatakan sebagai bayaran tetap yang diterima seseorang dari
keanggotaannya dalam sebuah perusahaan.
b. Upah merupakan imbalan finansial langsung yang dibayarkan kepada
karyawan berdasarkan jam kerja, jumlah barang yang dihasilkan, atau
banyaknya pelayanan yang diberikan. Jadi tidak seperti gaji yang
jumlahnya relative tetap, besarnya upah dapat berubah-ubah tergantung
pada keluaran yang dihasilkan.
c. Tunjangan intensif merupakan imbalan langsung yang dibayarkan kepada
karyawan karena kinerjanya melebihi standart yang ditentukan. Insentif
merupakan bentuk lain dari upah langsung diluar upah dan gaji yang
merupakan kompensasi tetap.
d. Kompensasi tidak langsung merupakan kompensasi tambahan yang
diberikan berdasarkan kebijakan perusahaan terhadap semua karyawan
sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan para karyawan.
Menurut Wungu ( 2003 : 98-101 ) beberapa tunjangan lain seperti :
34
a. Libur. Setiap tahun, untuk hari-hari libur tertentu bagi
kebanyakan perusahaan membayar karyawan yang berlibur dimana
mereka mendapatkan upah sebagaimana pada hari kerja biasa.
b. Cuti. Hampir setiap perusahaan memberikan cuti kepada karyawan,
dan selama cuti mereka tetap mendapat gaji. Lamanya cuti dikaitkan
dengan masa dinas. Misalnya cuti dua minggu pertahun untuk karyawan
yang masa dinasnya sampai lima tahun. Jika diatas lima tahun, cuti akan
diberikan selama tiga minggu
.c. Bonus. Biasanya bonus dihitung pada akhir tahun. Besarnya
bonus tergantung kesepakatan antara manager dan karyawan dan
biasanya didasrkan pada seberapa jauh laba perusahaan, divisi, atau
pabrik melampaui target yang telah ditentukan.
d. Asuransi. Banyak perusahaan membayar semua atau sebagian premi
asuransi karyawan untuk kesehatan, perawatan gigi, atau asuransi jiwa.
e. Pensiun. Ini merupakan tunjangan yang disediakan hampir semua
perusahaan, akan tetapi karyawan biasanya baru akan menikmatinya
dalam waktu lama setelah hal itu dihasilkan.
f. Premi lembur. Merupakan tambahan tarif perjam apabila karyawan
bekerja melebihi jam kerja normal.
C. Gambaran Umum Siklus SDM / Penggajian dan Pengupahan
Siklus SDM / penggajian dan pengupahan adalah bagian dari siklus
transaksi yang saling berhubungan dengan buku besar, yang digunakan untuk
menghasilkan informasi bagi pihak manajemen dan eksternal. Siklus SDM /
operasional pemprosesan data terkait yang berhubumgan dengan cara yang
efektif dalam mengelola pegawai.
Pada gambar 3.2 menyajikan diagram konteks sistem penggajian yang
memperlihatkan lima sumber utama input sistem penggajian. Dimana
departemen SDM memberikan informasi mengenai pengangkatan tenaga
kerja, pemberhentian, dan perubahan tingkat gaji karena adanya kenaikan
atau promosi.
Para pegawai membuat perubahan dalam pengurangan contohnya
kontribusi untuk rencana pensiun. Sementara itu berbagai departemen
memberikan data mengenai kehadiran. Lembaga pemerintah menyediakan
tarif pajak dan intruksi untuk memenuhi persyaratan tertentu. Dalam cara
yang sama perusahaan asuransi dan perusahaan lainnya memberikan intruksi
[image:46.595.139.524.478.690.2]menghitung memotong berbagai tarif yang ditetapkan
Gambar 3.2
Diagram Konteks ( Context Diagram ) Dalam Siklus Penggajian Dan Pengupahan
36
D. Aktivitas Siklus SDM Penggajian
Pada dasarnya siklus SDM / penggajian memiliki tujuh aktivitas dasar
yang dilakukan dalam siklus SDM / penggajian. Gambar 3.2 menunjukkan
tujuh aktifitas dasar yang dilakukan dalam siklus SDM / penggajian. Ketujuh
aktifitas siklus SDM ⁄ Penggajian yaitu sebagai berikut :
1. Perbarui file induk pegawai
Aktivitas ini melibatkan pembaruan file induk penggajian untuk
mencerminkan berbagai jenis perubahan penggajian : memperkerjakan
orang baru, pemberhentian, perubahan tingkat gaji, atau perubahan dalam
pengurangan diskresi (lingkaran 1.0 dalam Gambar 3.2) Departemen
SDM memberikan informasi ini, pemeriksaan edit yang tepat, seperti
pemeriksaan validitas atas nomor pegawai dan uji kewajaran atas
perubahan yang dilakukan, berlaku untuk semua transaksi perubahan
penggajian.
2. Perbarui tarif dan pemotongan pajak
Aktivitas kedua dalam siklus SDM/penggajian adalah memperbarui
informasi mengenai tarif dan pemotongan pajak lainnya ( lingkaran 2.0
dalam Gambar 3.2). Bagian penggajian membuat perubahan-perubahan
ini, tetapi perubahan jarang terjadi. Perubahan tersebut terjadi ketika
bagian penggajian menerim pembaruan mengenai perubahan dalam tarif
pajak dan potongan gaji lainnya dari berbag ai unit pemerintah dan
3. Validasi data kehadiran dan waktu
Langkah ini memvalidasi setiap data waktu dan kehadiran pegawai
(lingkaran 3.0 dalam Gambar 3.2). Informasi ini datang dalam berbagai
bentuk, bergantung pada status pembayaran pegawai. Bagi para pegawai
yang di bayar per jam, banyak perusahaan menggunakan kartu untuk
mencatat waktu kedatangan pegawai dan waktu keluar, untuk setiap
giliran kerja. Para pegawai yang mendapatkan gaji tetap jarang mencatat
pekerjaan mereka ke dalam kartu waktu. Sebagai gantinya, para
supervisor mereka secara informal akan mengawasi kehadiran mereka
dalam bentuk suatu pekerjaan status pembayaran pegawai.Bagi para
pegawai yang dibayar per jam, banyak perusahaan menggunakan kartu
waktu untuk mencatat waktu kedatangan pegawai dan waktu keluar,
untuk setiap giliran kerja. Para pegawai yang mendapatkan gaji tetap
jarang mencatat pekerjaan mereka ke dalam kartu waktu. Sebagai
gantinya, para supervisor mereka secara informal akan mengawasi
kehadiaran mereka dalam suatu pekerjaan
4. Siapkan penggajian
Langkah ini mempersiapkan penggajian (lingkaran 4.0 dalam Gambar
3.2). Tempat pegawai bekerja akan memberikan data mengenai jam yang
dihabiskan dan seorang supervisor biasanya akan mengkonfirmasi data
tersebut. Informasi tingkat gaji didapat dari file induk penggajian.
Prosedur penggajian yang pertama yaitu file transaksi penggajian diurut
38
yang berada dalam file induk penggajian. Apabila organisasi tersebut
memproses penggajian dari beberapa divisi, file transaksi penggajian
setiap divisi harus digabungkan. File data yang diurutkan kemudian
digunakan untuk membuat cek gaji pegawai. Bagi setiap pegawai, catatan
file induk penggajian data catatan transaksi terkait akan dibaca dan gaji
kotor akan dihitung. Bagian para pegawai yang dibayar per jam, jumlah
jamyang dihabiskan akan dikali dengan tingkat upah dan kemudian
tambahan untuk lembur atau bonus akan ditambahkan. Bagi para pegawai
yang menerima gaji bulanan, gaji kotor adalah pecahan dari gaji tahunan,
yang mencerminkan lamanya periode pembayaran. Selanjutnya, semua
potongan penggajian akan dijumlah dan totalnya dikurangkan dari gaji
kotor untuk mendapatkan gaji bersih. Potongan gaji berada dalam dua
kategori umum : potongan untuk pajak penghasilan dan potongan
sukarela. Potongan untuk pajak penghasilan mencakup pajak federal,
negara bagian, dan lokal, serta pajak jaminan sosial. Potongan sukarela
mencakup kontribusi rencana pensiun ; premi asuransi jiwa, kesehatan,
dan cacat ; iuran serikat pekerja ; dan kontribusi untuk berbagai amal.
Terakhir, daftar penggajian dan cek gaji pegawai dicetak. Daftar
penggajian adalah laporan yang mendaftar gaji kotor setiap pegawai,
potongan gaji, dan gaji bersih dalam format multikolom. Daftar ini sering
kali disertai dengan daftar potongan terpisah, yang mendaftar berbagai
potongan sukarela untuk setiap pegawai. Daftar penggajian juga
perusahaan untuk penggajian. Cek gaji pegawai juga umumnya
melampirkan slip gaji, yang mencantumkan jumlah gaji kotor, potongan,
dan gaji bersih untuk periode saat ini, dan total hingga tahun ini, untuk
setiap kategori.
5. Keluarkan dana penggajian
Langkah selanjutnya adalah pembayaran yang sesungguhnya atas cek
gaji ke pegawai (lingkaran 5.0 dalam Gambar 3.2). Sebagian besar
pegawai dibayar dengan menggunakancek atau dengan penyimpanan
langsung gaji bersih ke rekening bank probadi mereka. Setoran
langsung adalah salah satu untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi
biaya pemrosesan penggajian. Para pegawai yang dibayar melalui setoran
langsung biasanya akan menerima sebuah kopi cek gaji yang
menunjukkan jumlah yang disimpan bersama dengan slip gaji. Setiap
penggajian tersebut harus menghasilkan serangkaian file simpanan gaji,
satu untuk setiap bank tempat setoran gaji dilakukan. Setiap file berisi
sebuah catatan unutk setiap pegawai yang rekeningnya ada di bank
tertentu. Setiap catatan mencakup nama pegawai, nomor jaminan sosial,
nomor rekening bank, dan jumlah gaji bersih. Dana tersebut kemudian
akan dikirim secara elektronis dari rekening bank perusahaan ke rekening
pegawai. Jadi, setoran langsung meniadakan perlunya kasir
menandatangani setiap cek gaji. Akan tetapi, kasir tetap harus mensahkan
40
6. Hitung kompensasi dan pajak yang dibayarkan oleh perusahaan
Perusahaan membayar beberapa pajak penghasilan dan kompensasi
pegawai secara langsung ( lingkaran 6.0 dalam Gambar 3.2). Contohnya,
perusahaan harus membayar pajak jaminan sosial, sebagai tambahan dari
jumlah yang ditahan dari cek gaji pegawai. Hukum federal dan negara
bagian juga mensyaratkan perusahaan untuk memberikan kontribusi
dalam persentase tertentu ke setiap gaji kotor pegawai, hingga ke batas
maksimal tahunan, untuk dana asuransi kompensasi pengangguran federal
dan negara bagian. Sebagai tambahan, perusahaan sering kali memberikan
kontribusi atau menanggung keseluruhan pembayaran premi asuransi
kesehatan, cacat, dan jiwa untuk para pegawai.
7. Pengeluaran dana pajak penghasilan dan potongan lain-lain
Aktivitas terakhir dalam proses penggajian adalah membayar kewajiban
pajak penghasilan dan potongan sukarela lainnya dari setiap pegawai
(lingkaran 7.0 dalam Gambar 3.2). Organisasi harus secara periodik
membuat cek atau menggunakan transfer dana secara elektronis untuk
membayar berbagai kewajiban pajak yang terjadi. Lembaga
pemerintahan terkait menspesifikasikan waktu untuk pembayaran ini.
Sebagai tambahan, dana yang secara sukarela dikurangi dari cek gaji
pegawai untuk berbagai kompensasi, seperti rencana tabungan gaji,
harus dibayarkan keorganisasi terkait.
Sistem informasi akuntansi penggajian dan pengupahan
kepentingan perusahaan dan pertanggung jawaban keuangan kepada pihak
luar perusahaan (investor, kreditor, dan kantor pelayanan pajak). Sistem ini
digunakan perusahaan untuk mencatat daftar hadir, mencatat transaksi
kedalam jurnal, memposting kedalam buku besar serta menyiapkan laporan
keuangan. Rangkaian kegiatan ini terdiri dari proses pemasukan data,
penyimpanan, pengolahan, proses menghasilhan laporan, dan pengendalian
E. Dokumen Yang Digunakan
Dokumen yang digunakan dalam siklus penggajian dan pengupahan
seperti dikemukakan oleh Mulyadi ( 2001 : 374 ) yaitu :
1. Dokumen pendukung perubahan gaji dan upah. 2. Kartu jam hadir.
3. Kartu jam kerja. 4. Daftar gaji dan upah.
5. Rekap daftar gaji dan rekap daftar upah. 6. Surat pernyataan gaji dan upah.
7. Amplop gaji dan upah. 8. Bukti kas keluar.
Berikut ini uraian masing-masing dokumen diatas :
1. Dokumen pendukung perubahan gaji dan upah.
Dokumen ini umumnya dikeluarkan oleh fungsi kepegawaian berupa
surat-surat keputusan yang bersangkutan dengan karyawan, seperti surat
keputusan pengangkatan karyawan, perubahan tarif upah, pemindahan,
dan lain sebagainya. Tembusan dokumen ini diserahkan ke fungsi
pembuat daftar gaji dan upah untuk kepentingan pembuatan daftar gaji
42
2. Kartu jam hadir.
Dokumen ini digunakan oleh fungsi pencatat waktu untuk mencatat jam
hadir setiap karyawan diperusahaan. Catatan jam hadir dapat berupa
daftar hadir biasa, dapat pula berbentuk mesin pencatat waktu.
3. Kartu jam kerja.
Dokumen ini digunakan hanya diperlukan dalam perusahaan
yang produksinya berdasarkan pesanan. Dokumen ini diisi oleh mandor
kemudian diserahi ke fungsi pembuat daftar gaji dan upah kemudian
dibandigkan dengan kartu jam hadir sebelum digunakan untuk distribusi
biaya upah langsung kesetiap jenis produk.
4. Daftar gaji dan upah.
Dokumen ini berisi jumlah gaji dan upah bruto setiap karyawan, dikurangi
potongan-potongan berupa PPh Pasal 21, utang karyawan, iuran utnuk
organisasi karyawan, dan lain sebagainya.
5. Rekap daftar gaji dan rekap daftar upah.
Dokumen ini merupakan ringkasan gaji dan upah per departemen,
yang dibuat berdasarkan daftar gaji dan upah. Distribusi biaya tenaga
kerja ini dilakukan oleh fungsi akuntansi biaya dengan dasar rekap daftar
gaji dan upah.
6. Surat pernyataan gaji dan upah.
Dokumen ini dibuat oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah bersamaan
dengan pembuatan daftar gaji dan upah atau dalam kegiatan yang terpisah
bagi setiap karyawan mengenai rincian gaji dan upah yang diterima setiap
karyawan beserta berbagai potongan yang menjadi beban setiap karyawan
7. Amplop gaji dan upah.
Uang gaji dan upah karyawan diserahkan kepada setiap karyawan
dalamamplop gaji dan upah. Di halaman muka amplop gaji dan upah
setiap karyawan ini berisi informasi mengenai nama karyawan, nomor
identifikasi karyawan dan jumlah gaji bersih yang diterima karyawan
dalam bulan tertentu.
8. Bukti kas keluar.
Dokumen ini merupakan perintah pengeluaran uang yang dibuat oleh
fungsi akuntansi kepada fungsi keuangan, berdasarkan informasi dalam
daftar gaji dan upah yang diterima dari fungsi pembuatan gaji dan upah.
F. Catatan Akuntansi yang Digunakan
Adapun catatan akuntansi yang digunakan dalam pencatatan transaksi
yang berhubungan dengan siklus penggajian dan pengupahan adalah :
a. Jurnal umum.
Jurnal umum digunakan untuk mencatat distribusi biaya tenaga kerja ke
dalam setipa departemen dalam perusahaan. Dokumen sumber untuk
pencatatan ke dalam jurnal adalah bukti kas keluar.
b. Kartu harga pokok produk
Catatan ini merupakan buku pembantu yang digunakan mencatat upah
44
sumber untuk pencatatan kedalam buku pembantu ini adalah rekap daftar
upah.
c. Catatan biaya
Catatan ini merupakan buku pembantu yang dipakai untuk mencatat biaya
tenaga kerja tidak langsung dan biaya tenaga kerja non produk setiap
departemen dalam perusahaan. Sumber informasi untuk pencatatan ini
adalah jurnal umum atau rekap daftar gaji dan upah.
d. Kartu penghasilan karyawan
Catatan mengenai penghasilan karyawan dan berbagai potongan yang
diterima oleh setiap karyawan. Ini dipakai sebagai dasar penghitungan
PPh pasal 21 yang menjadi beban setiap karyawan
G. Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem Penggajian dan Pengupahan Adapun jaringan prosedur yang membentuk sistem penggajian
dan pengupahan adalah sebagai berikut :
a. Prosedur Pencatatan Waktu Hadir.
Prosedur ini bertujuan untuk mencatat waktu hadir karyawan. Pencatatan
waktu hadir diselenggarakan oleh fungsi pencatat waktu dengan
manggunakan daftar hadir pada pintu masuk kantor administrasi atau
pabrik. Pencatat waktu hadir dapat menggunakan daftar hadir biasa, yang
karyawan harus menandatanganinya setiap hadir dan pulang dari
perusahaan atau dapat menggunakan kartu hadir ( berupa clock card ) yang
diisi secara otomatis dengan menggunakan mesin pencatatan waktu (time
menentukan gaji dan upah karyawan. Bagi karyawan yang digaji bulanan,
daftar hadir digunakan untuk menentukan apakah karyawan dapat
memperoleh gaji penuh, atau harus dipotong akibat ketidakhadiran mereka.
Daftar hadir ini juga digunakan untuk menentukan apakah karyawan
bekerja di perusahaan dalam jam biasa atau jam lembur, Sehingga dapat
digunakan untuk menentukan apakah karyawan akan menerima gaji saja
atau menerima tunjangan lembur (yang terakhir ini umumnya bertarif di
atas tarif gaji biasa)
b. Prosedur Pembuatan Daftar Gaji Dan Upah
Fungsi pembuat daftar gaji dan upah membuat daftar gaji dan upah
karyawan. Data yang dipakai adalah surat keputusan mengenai
pengangkatan karyawan baru, pemberhentian karyawan, penurunan
pangkat, daftar gaji bulan sebelumnya dan daftar hadir
c. Prosedur Distribusi Biaya Gaji dan Upah
Dalam prosedur distribusi biaya gaji dan upah, biaya tenaga kerja
didistribusikan kepada departemen-departemen yang menikmati manfaat
tenaga kerja. Distribusi biaya tenaga kerja ini dimaksudkan untuk
pengendalian biaya dan perhitungan harga pokok produk.
d. Prosedur Pembayaran Gaji dan Upah
Prosedur pembayaran gaji dan upah melibatkan fungsi akuntansi dan fungsi
keuangan. Fungsi akuntansi membuat perintah pengeluaran kas kepada
fungsi keuangan untuk menulis cek guna pembayaran gaji dan upah. Fungsi
46
uang ke amplop gaji dan upah. Jika jumlah karyawan perusahaan banyak,
pembagian amplop gaji dan upah biasanya dilakukan oleh juru bayar (pay
master). Pembayaran gaji dan upah dapat dilakukan dengan membagikan
cek gaji dan upah kepada karyawan.
e. Prosedur Pembuatan Bukti Kas Keluar
Prosedur pembuatan bukti kas keluar melibatkan Fungsi akuntansi sebagai
pembuat perintah pengeluaran kas yang selanjutnya fungsi keuangan untuk
menulis cek guna pembayaran gaji dan upah.
H. Fungsi-fungsi yang Terkait dengan Sistem Penggajian dan Pengupahan Dalam sistem penggajian dan pengupahan ada beberapa fungsi yang
saling terkait satu dengan yang lainnya. Fungsi-fungsi yang saling terkait
dengan sistem penggajian dan pengupahan antara lain :
a. Fungsi personalia / kepegawaian
Tanggung jawabnya dalam pengangkatan karyawan, penetapan jabatan,
penetapan, tarif gaji, dan upah, promosi dan penurunan pangkat,
mutasi karyawan, penghentian karyawan dari pekerjaannya, dan penetapan
berbagai tunjangan kesejahteraan karyawan serta perhitungan gaji dan upah
karyawan
b. Fungsi keuangan
Fungsi ini bertanggung jawab untuk mengisi cek guna pembayaran gaji dan
upah dan menguangkan cek tersebut ke bank. Uang tunai tersebut
kemudian dimasukkan ke dalam amplop gaji dan uaph setiap
c. Fungsi akuntansi
Dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan, fungsi akuntansi
bertanggung jawab untuk mencatat kewajiban yang timbul dalam
hubungannya dengan pembayaran gaji dan upah karyawan ( misalnya utang
gaji dan upah karyawan, utang pajak, utang dana pensiun ). Fungsi
akuntansi yang menangani sistem akuntansi penggajian dan pengupahan
terdiri dari :
1. Bagian Utang. Bagian ini memegang fungsi pencatat utang yang
dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan bertanggung jawab
untuk memproses pembayaran gaji dan upah seperti yang tercantum
dalam daftar gaji dan upah. Bagian ini menerbitkan bukti kas keluar
yang memberi otorisasi kepada fungsi pembayaran gaji dan upah untuk
membayarkan gaji dan upah kepada karyawan seperti yang tercantum
dalam daftar gaji dan upah tersebut.
2. Bagian Kartu Biaya. Bagian ini memegang fungsi akuntansi biaya
yang dalam sistem akuntansi panggajian dan pengupahan
bertanggung jawab untuk mencatat distribusi biaya ke dalam kartu
harga pokok produk dan kartu biaya berdasarkan rekap daftar gaji
dan upah dan kartu jam kerja ( untuk tenaga kerja langsung pabrik )
3. Bagian Jurnal. Bagian ini memegang fungsi pencatat jurnal
yang bertanggung jawab untuk mencatat biaya gaji dan upah dalam
48
d. Fungsi pencatat waktu
Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyelenggarakan catatan waktu hadir
bagi semua karyawan perusahaan. Sistem pengendalian intern yang baik
mensyaratkan fungsi amplop gaji dan uaph setiap karyawan, untuk
selanjutnya dibagikan kepada karyawan yang berhak.
1. Bagian Kartu Biaya. Bagian ini memegang fungsi akuntansi biaya
yang dalam sistem akuntansi panggajian dan pengupahan
bertanggung jawab untuk mencatat distribusi biaya ke dalam kartu
harga pokok produk dan kartu biaya berdasarkan rekap daftar gaji
dan upah dan kartu jam kerja ( untuk tenaga kerja langsung pabrik )
2. Bagian Jurnal. Bagian ini memegang fungsi pencatat jurnal
yang bertanggung jawab untuk mencatat biaya gaji dan upah dalam
jurnal umum
e. Fungsi pencatat waktu
Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyelenggarakan catatan waktu hadir
bagi semua karyawan perusahaan. Sistem pengendalian intern yang baik
mensyaratkan fungsi pencatatan waktu hadir karyawan tidak boleh
dilaksanakan oleh fungsi operasi atau oleh fungsi pembuat daftar gaji dan
upah
f. Fungsi pembuat daftar gaji dan upah
Fungsi ini bertanggung jawab untuk membuat daftar gaji dan upah yang
berisi penghasilan bruto yang menjadi hak dan berbagai potongan yang
upah. Daftar gaji dan upah diserahkan oleh fungsi pembuat daftar gaji dan
upah kepada fungsi akuntansi guna pembuatan bukti kas keluar yang
dipakai sebagai dasar untuk pembayaran gaji dan upah karyawan.
I. Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Gaji dan Upah Sentra Kredit Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KCP Gajah Mada Medan
Romney dan Steinbart (2004 : 229) mendefinisikan pengendalian
internal sebagai “rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan
untuk menjaga asset, memberikan informasi yang akurat dan andal, mendorong
dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian
dengan kebijakan yang telah ditetapkan”.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pengendalian internal
dalam suatu perusahaan penting untuk mencapai tujuan perusahaan dari
kegiatan yang merugikan perusahaan seperti kecurangan dan penyelewengan.
Pengendalian internal meliputi pengendalian akuntansi (accounting control)
yaitu bagian dari struktur pengendalian internal yang meliputi kebijakan dan
prosedur terutama untuk menjaga kekayaan dan catatan organisasi serta
mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, umumnya meliputi
persetujuan, pemisahan tugas serta pengawasan fisik atas perusahaan.
Pengendalian administrasi (administrative control) adalah pengendalian
yang meliputi peningkatan efisien usaha dan mendorong dipatuhinya kebijakan
pimpinan yang telah ditetapkan. Fungsi sistem informasi akuntansi (SIA)
50 <