• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Akuntansi Pemberian Kredit Pada Sentra Kredit Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)Tbk Kcp Gajah Mada Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sistem Akuntansi Pemberian Kredit Pada Sentra Kredit Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)Tbk Kcp Gajah Mada Medan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

A. Latar Belakang

Perbankan di Indonesia adalah suatu lembaga yang memiliki peranan penting dalam perekonomian yang terjadi di Indonesia.Peranan tersebut berkaitan dengan rangka mendorong pencapaian nasional yang berhubungan dengan meningkatkan dan pemerataan taraf kehidupan masyarakat.Bank juga memiliki fungsi sebagai lembaga yang menjadi sarana dalam membantu memperlancar pembayaran dan juga lembaga yang memiliki kewajiban dalam melaksanakan kebijakan pemerintah dalam rangka memperlancar arus kegiatan ekonomi negara dalam bidang moneter. Sehubungan dengan semakin pesatnya laju perkembangan perekonomian yang terjadi di Indonesia, maka pemerintah memiliki usaha untuk meningkatkan pengawasan dan pengaturan perbankan sehingga pelaksanaan pembangunan nasional demi kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.

(2)

Bank sendiri dapat beroperasi dan berkembang apabila tabungan, giro, deposito berjangka dilakukan. Kegiatan pokok dari bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal ini membuktikan bahwa kredit sangat berperan penting dalam operasional bank. Kegiatan penggunaan dana penyaluran kredit ini sendiri mencakup 70% -80% dari keseluruhan volume kegiatan usaha bank. Sumber Pendapatan terbesar yang didapat oleh bank bersumber dari kegiatan penyaluran kredit.Sehingga diharapkan bank dapat melakukan pengelolaan kredit secara efektif dan efisien.

Kredit menurut UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, kredit merupakan penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.

(3)

Bagi nasabah yang membutuhkan dana mendapat manfaat dari bank yaitu tersedianya dana untuk melakukan investasi atau produksi.Sementara bank memperoleh manfaat yaitu selisih pendapatan dan biaya bunga yang disebut spread. Demikian juga dengan nasabah yang mempunyai kelebihan dana akan memperoleh pendapatan bunga dari dana yang disimpan di bank,dan juga memperoleh manfaat yaitu kemudahan dalam melakukan transaksi pelayanan jasa yang diberikan bank seperti penarikan dana tunai,transfer , dan lain – lain. Dalam proses mediasi ini bank harus dapat memobilisasi dana masyarakat secara efisien seperti melakukan kredit dalam rangka meningkatkan taraf kehidupan masyarakat.

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KCP Gajah Mada Medan adalah salah satu lembaga keuangan yang memiliki peranan sebagai penyedia jasa keuangan bagi masyarakat yang terdiri dari 3 kegiatan utama. 1. Kegiatan mengumpulkan dana (funding), yaitu tempat menyimpan uang

atau melakukan investasi dengan menawarkan produk berupa tabungan, deposito, giro .

2. Kegiatan menyalurkan dana (lending),yaitu dimana bank memberikan kredit atau pinjaman kepada masyarakat yang mengajukan permohonan,atau menyediakan dana apabila masyarakat membutuhkannya.

(4)

Fasilitas kredit yang diberikan oleh bank merupakan aset terbesar bagi bank. Resiko kerugian yang ditimbulkan juga bersumber pada kegiatan kredit tersebut sehingga diperlukan analisis kredit . Analisis ini mencakup latar belakang nasabah,prospek usaha, serta jaminan yang diberikan dan faktor lainnya. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa kredit yang diberikan kepada nasabah aman. Apabila tidak melakukan analisis atau salah dalam menganalisis maka kemungkinan besar terjadinya kredit macet atau pinjaman yang sulit ditagih. Ini kendala yang berat yang harus dihadapai bank dalam rangka penyaluran kredit.Oleh karena itu,diperlukan ketentuan dan pengawasan dari pihak bank dalam hal menyalurkan kredit.Agar kegiatan perkreditan berjalan dengan lancar maka diperlukan sistem akuntansi pemberian kredit untuk mengetahui prosedur pemberian kredit dan pengelolaan uang yang sesuai prosedur, terutama pada salah satu bidang usaha yang bergerak pada simpan pinjam. Dalam hal ini sistem akuntansi pemberian kredit perlu diteliti untuk mengetahui apakah prosedur pemberian kredit, dokumen yang digunakan, fungsi yang terkait dan catatan akuntansi sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur agar tidak terjadi resiko kredit. Agar kredit yang diberikan tidak terjadi masalah dan dana kredit kembali pada bank dengan lancar sesuai perjanjian kredit. Maka dibutuhkan Sistem Akuntansi yang baik.

(5)

berhubungan dengan usaha-usaha suatu perusahaan, menyebabkan terjadinya peristiwa pemberian kredit yang meliputi prosedur, dokumen, pencatatan dan bagian yang terkait dengan tujuan menghasilkan laporan yang dibutuhkan oleh manajemen dan pihak lain yang berkempentingan. Dengan adanya sistem akuntansi pemberian kredit tersebut maka pembayaran kredit dilakukan pada jangka waktu tertentu yang telah disepakati dalam perjanjian.

Jadi sistem akuntansi pemberian kredit mempunyai peranan yang sangat penting bagi perkembangan sektor pemberian kredit pada Bank BRI. Berdasarkan uraian tersebut dan pentingnya sistem akuntansi pemberian kredit. Maka penulis merasa tertarik untuk membahas mengenai perkreditan.Selanjutnya penulis memilih judul mengenai“Sistem Akuntansi Pemberian Kredit Pada Sentra Kredit Konsumen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KCP Gajah Mada Medan.

B. Perumusan Masalah

(6)

C. Tujuan dan Manfaat

1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:Untuk mengetahui bagaimana Sistem Akuntansi Pemberian Kredit pada SKK PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) KCP Gajah Mada Medan.

2. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Bagi Penulis,hasil penelitian ini dapat menambah sumber informasi dan pengetahuan baru serta memperluas wawasan penulis yang berhubungan dengan pengkreditan serta sebagai masukan apabila sewaktu – waktu dihadapkan pada masalah yang berhubungan dengan Sistem Akuntansi Pemberian Kredit Pada Sentra Kredit Konsumen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KCP Gajah Mada Medan.

2. Bagi Dunia Pendidikan, Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan tambahan ilmu pengetahuan bagi pihak yang membutuhkan referensi untuk melakukan penelitian selanjutnya mengenai pemberian kredit yang ada di perbankan Indonesia.

(7)

D. Rencana Penulisan

1.Jadwal survey/observasi

Tabel 1.1

Jadwal Survey/Observasi dan Penyusunan Tugas Akhir

No Kegiatan 2015

April Mei Juni 1 Pengesahan Penulisan Tugas Akhir

2 Pengajuan Judul 3 Permohonan Izin Riset

4 Penunjukan Dosen Pembimbing 5 Pengumpulan Data

6 Penyusunan Tugas Akhir 7 Bimbingan Tugas Akhir 8 Penyelesaian Tugas Akhir

2.Rencana Isi

Untuk mengarahkan dan mempermudah penyusunan dari Tugas Akhir ini, penulis telah membuat rencana sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

(8)

BAB II : SENTRA KREDIT KONSUMER PT.BANK RAKYAT

INDONESIA (PERSERO) TBK MEDAN

Dalam bab ini penulis menguraikan tentang sejarah ringkas Sentra Kredit Konsumer PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Medan, Struktur Organisasi Sentra Kredit Konsumer PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Medan,,Job Description Sentra Kredit Konsumer PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Medan, Jaringan Usaha Sentra Kredit Konsumer PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Medan, Kinerja Usaha Terkini Sentra Kredit Konsumer PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Medan, Rencana Usaha Sentra Kredit Konsumer PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Medan.

BAB III : SISTEM AKUNTANSI PEMBERIAN KREDIT PADA

SENTRA KREDIT KONSUMER PT BANK RAKYAT

INDONESIA (PERSERO) TBK KCP GAJAH MADA

MEDAN

(9)

BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN

Gambar

Tabel 1.1

Referensi

Dokumen terkait

Pajak penghasilan t erkait pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi 0 PENGHASILAN KOM PREHENSIF LAIN TAHUN BERJALAN - NET PAJAK PENGHASILAN

Pajak penghasilan t erkait pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi 0 PENGHASILAN KOM PREHENSIF LAIN TAHUN BERJALAN - NET PAJAK PENGHASILAN

Measured and model-predicted average levels of microbial biomass C concentration and extracellular enzyme activity in soils with cereal rotation, with low-OM and high-OM organic

Feature sets are grouped based on the input data used to calculate the features (2D orthomosaic, 2.5D DSM, or 3D point cloud), the application of a feature selection algorithm,

Pajak penghasilan terkait pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi (8,964).. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN TAHUN BERJALAN - NET PAJAK PENGHASILAN TERKAIT

Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual

The presented algorithm solves the problem in an integrated way: starting with a georreferenced LIDAR data cloud covering a 400 x 400 m 2 urban area resampled in a 1m x 1m

Changed buildings not extracted by texture extraction In order to compare the methods between the proposed method and the past method, Table 6 shows the extraction results by the