Perkembangan Embrio Sapi Secara In Vitro Dengan Variasi Penambahan Glutathione Pada Medium Fertilisasi
Teks penuh
Dokumen terkait
(2003) dalam penelitiannya terbukti embrio hasil fertilisasi in vitro pada sapi yang dikawinkan silang (hybrid) memiliki tingkat pembentukan blastosis yang tinggi dari pada sapi
Mengetahui keberhasilan transfer embrio menggunakan embrio segar dan penyimpanan yang disimpan dalam bentuk embrio beku. Mengetahui keberhasilan transfer embrio menggunakan embrio
Terhadap agen penyakit yang mampu melekat ke permukaan embrio dan tidak terbilas dengan menggunakan mPBS atau tripsin seperti yang disarankan IETS (Otoi et al. 1992; 1993),
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan chorionic gonadotrophin dalam medium maturasi terhadap kemampuan maturasi oosit, fertilisasi, dan perkembangan
penambahan gluthatione 3 mM dalam media kultur embrio kerbau secara in vitro menghasilkan persentase perkembangan embrio sampai tahap morula sangat nyata (P<0,01) lebih
Hasil penelitian menunjukkan penambahan gluthatione 3 mM dalam media kultur embrio kerbau secara in vitro menghasilkan persentase perkembangan embrio sampai tahap
Sebaiknya ada kajian ilmiah lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh penambahan Insulin Transferrin Selenium (ITS) pada medium terhadap tingkat maturasi dan
Meskipun kedua media maturasi: TCM-199 clan B-199 nampak menunjukkan basil pembelahan oosit yang serupa jumlahnya, namun medium B-199 nampak masih lebih baik dalam