PENGARUH SOSIAL EKONOMI ORANG TUA, KETERAMPILAN MENGAJAR GURU, DAN BELAJAR MANDIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR
EKONOMI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 DOLOKSANGGUL T.P 201
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
OLEH
AYU SASNI MUNTE NIM: 7113141012
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus, Tuhan
Yang Maha Kuasa, sumber kekuatan penulis dan yang telah mencurahkan berkat
dan kebijaksanaan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan
penulisan skripsi yang berjudul “Pengaruh Sosial Ekonomi Orang Tua, Keterampilan Mengajar Guru, dan Belajar Mandiri Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas X1 IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul T.P 2014/2015”.
Penulisan skripsi ini merupakan sebagian persyaratan untuk memperoleh
gelar Sarjana Pendidikan bagi mahasiswa jenjang S1 pada jurusan Pendidikan
Ekonomi Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas
Negeri Medan. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak yang berkenan
demi kesempurnaan skripsi ini.
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menerima banyak masukan,
bimbingan, dan dan dorongan semangat yang tidak ternilai harganya dari
beberapa pihak. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. selaku Rektor Universitas Negeri
Medan.
2. Bapak Drs. Kustoro Budiarta, ME, selaku Dekan Fakultas Ekonomi
ii
3. Bapak Drs. H. Arwansyah, M.Si. selaku ketua jurusan Pendidikan Ekonomi
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan sekaligus sebagai Dosen
pembimbing Akademik yang telah membimbing dan masukan serta arahan
kepada penulis selama penulis menyelesaikan studi.
4. Bapak Drs. Jhonson, M.Si. selaku sekretaris jurusan pendidikan Ekonomi
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan.
5. Ibu Fitrawaty, S.P, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah begitu
banyak meluangkan waktu, tenaga , serta pikiran untuk penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini.
6. Para dosen dan pegawai Pendidikan Ekonomi Prodi Pendidikan Ekonomi
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan yang telah mendidik dan
membantu penulis dalam studi dan dalam penyelesaian skripsi ini.
7. Kepala Sekolah, Guru-guru, Staf Pegawai serta Siswa-Siswi Kelas X1 IPS
SMA Negeri 1 Doloksanggul yang telah banyak membantu penulis dalam
melakukan penelitian.
8. Teristimewa dan dengan penuh rasa hormat penulis mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada Ayahanda Sumihar Munte dan Ibunda
Nurhaida Manullang, kakak Hemalini Munte dan abang ipar Indra Sinaga,
abang Roynando Munte dan adik-adik penulis Ira, Sandaran, Umiartah,
Nopitana, Nopitani, dan Mei Sonia atas segala doa, kasih sayang, motivasi,
perhatian, dukungan moril dan materil yang senantiasa diberikan dengan tulus
dan penuh sayang kepada penulis sehingga penulis tetap semangat dalam
iii
9. Terima kasih banyak buat JoaheyoQ (Epenetus Silitonga) yang tetap berdoa,
memberi motivasi, dan selalu setia membantu penulis dalam menyelesaikan
skripsi ini.
10.Terima kasih banyak buat Ibu Siti Rahma yang sangat baik meminjamkan
penulis berbagai buku untuk penulis dapat meyelesaikan skripsi ini.
11.Buat sahabatku Ayana Panjaitan, Febrina Hutagalung, Melisa Sinaga, Elly
Sihite, Bunga Rotua, Junianto Silaban, Ananda Setiawan, Nanda, dan seluruh
teman-teman satu kelas, kelas A Reguler Pendidikan Ekonomi 2011 yang
tetap memberikan semangat dan dorongan bagi penulis dalam menyelesaikan
skripsi ini.
12.Buat Small Group ( Abang Dulles Simanjuntak, Tigor Situmorang, dan Sahat
Renol Sianipar) yang telah banyak membantu , memberi semangat,
kebersamaan, doa, petunjuk-petunjuk, dan motivasi kepada penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini.
13.Terima kasih banyak juga buat anak-anak SLTP Negeri 1 Lima Puluh tempat
melaksanakan PPLT 2014 ( Kartini, Jessika, Friska, Hose, dan yang lain)
yang telah memberikan motivasi, bertanya yang mengingatkan penulis untuk
cepat menyelesaikan skripsi, dan doa yang selalu memotivasi penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini.
14.Terima kasih buat amang Pdt. Sihite, amang St. Manurung yang tetap
iv
15.Terima kasih buat tetangga keluarga pak Siska Siringo-ringo dan keluarga pak
Selin Sianipar yang tetap mengingatkan penulis dalam menyelesaikan skripsi
ini.
16.Seluruh teman-teman mahasiswa Pendidikan ekonomi 2011 khususnya prodi
pendidikan ekonomi dan semua rekan-rekan yang tidak bisa disebutkan satu
persatu namanya oleh penulis terima kasih atas kebersamaan yang selama ini
terjalin.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih atas semua dukungan dan
bantuan dari berbagai pihak demi menyelesaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini
dapat berguna bagi pembaca. Tuhan Yesus Memberkati.
Medan, Juni 2015
vi ABSTRAK
Ayu Sasni Munte, NIM 7113141012. Pengaruh Sosial Ekonomi Orang Tua, Keterampilan Mengajar Guru, dan Belajar Mandiri Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas X1 IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul T.P 2014/2015. Skripsi Jurusan Pendidikan Ekonomi, Program Studi Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Medan 2015.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya prestasi belajar ekonomi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sosial ekonomi orang tua, keterampilan mengajar guru, dan belajar mandiri memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas X1 IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul T.P 2014/2015.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X1 IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul T.P 2014/2015 yang berjumlah 135 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode random sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan dokumentasi dan angket. Uji validitas untuk analisis butir angket menggunakan rumus korelasi product moment, reliabilitasnya dihitung dengan menggunakan rumus cronbach alpha. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji multikolinearitas, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan determinasi.
Berdasarkan analisis data dengan menggunakan program SPSS 21.0, diperoleh persamaan regresi linear berganda Y = 27.151 + 0.190 X1 + 0. 088 X2 + 0.364 X3 + e. Variabel sosial ekonomi orang tua (X1) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial terhadap prestasi belajar ekonomi siswa dengan nilai sig < 0.05 atau 0.02 < 0.05 dan thitung > ttabel dimana 3.289 > 1.687, variabel keterampilan mengajar guru (X2) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial terhadap prestasi belajar ekonomi siswa dengan nilai sig 0.039 < 0.05 dan thitung > ttabel dimana 2.137> 1.687, dan variabel belajar mandiri (X3) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial terhadap prestasi belajar ekonomi siswa dengan nilai sig 0.000 < 0.05 dan thitung > ttabel dimana 5.225 > 1.687 . Secara bersama-sama sosial ekonomi orang tua, keterampilan mengajar guru, dan belajar mandiri memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi siswa dengan nilai sig <0.05 dimana 0.000 < 0.05. Persentase sumbangan sosial ekonomi orang tua, keterampilan mengajar guru, dan belajar mandiri terhadap prestasi belajar ekonomi siswa sebesar 67%.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah secara uji t sosial ekonomi orang tua, keterampilan mengajar guru, dan belajar mandiri masing-masing memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi. Secara uji simultan sosial ekonomi orang tua, keterampilan mengajar guru, dan belajar mandiri berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi siswa.
Kata kunci: sosial ekonomi orang tua, keterampilan mengajar guru, belajar mandiri, dan prestasi belajar siswa
ABSTRACT
Ayu Sasni Munte, NIM 7113141012. Influence of Socioeconomic Parents, Teacher’s Teaching Skills, and Independent Learning Against Student Learning Achievement Economy Class X1 IPS SMAN 1 Doloksanggul TP 2014/2015. Thesis Department of Economic Education, Department of Economic Education, State University of Medan in 2015.
The problem in this research is the low achievement of students studying economics. The purpose of this research is to determine whether socioeconomic parents, teachers teaching skills, and independent learning has a positive and significant impact on student learning achievement economy class X1 IPS SMAN 1 Doloksanggul T.P 2014/2015.
The population in this study are all students of class X1 IPS SMAN 1 Doloksanggul TP 2014/2015, amounting to 135 people. The sampling technique in this study using a random sampling method with a sample of 40 people. Data collection techniques used are the documentation and questionnaires. Test the validity of the analysis item questionnaire using the formula product moment correlation, reliability calculated using Cronbach alpha. Data analysis techniques used are normality test, multicolinearity test, multiple linear regression, t test, F test, and determination.
Based on data analysis using SPSS 21.0, obtained by multiple linear regression equation Y = 27 151 + 0.190 X1 + 0.088X2 + 0.364X3 + e. Parental socioeconomic variables (X1) has a positive and significant influence partially on economics student learning achievement with sig < 0.05 or 0.02 < 0.05 and t count > t table where 3,289 > 1,687, variable teaching skills of teachers (X2) has a positive influence significant and partially on economic learning achievement of students with sig 0.039 < 0.05 and t count> t table where 2,137 > 1,687, and independent study variables (X3) has a positive and significant influence partially on economics student learning achievement with sig 0.000 < 0.05 and t count > t table where 5.225 > 1,687. Taken together socioeconomic parents, teachers teaching skills, and self-learning have positive and significant impact on student learning achievement economy with sig > 0.05 where 0.000 < 0.05. Percentage of socio-economic contribution of parents, teachers teaching skills, and independent learning on the economy learning achievement of students about 67%.
The conclusion of this study is to t test socioeconomic parents, teachers' teaching skills, and independent learning each has a positive and significant effect on learning achievement economy. In simultaneous trials socioeconomic parents, teachers teaching skills, and self-learning positive and significant impact on student learning achievement economy.
Keywords: socio-economic parents, teacher’s teaching skills, Independent learning, and student achievement
vii DAFTAR ISI
Hal
KATA PENGANTAR……….i
ABSTRAK………..v
ABSTRACT………...vi
DAFTAR ISI………vii
DAFTAR TABEL……….xi
DAFTAR GAMBAR………..xiii
DAFTAR LAMPIRAN ………..xiv
BAB I PENDAHULUAN……….…..1
1.1 Latar Belakang Masalah………...1
1.2 Identifikasi Masalah………...9
1.3 Pembatasan Masalah………...10
1.4 Rumusan Masalah………..11
1.5 Tujuan Penelitian………11
1.6 Manfaat Penelitian………..12
BAB II KAJIAN PUSTAKA………...13
2.1 Kerangka Teoritis……….13
2.1.1 Sosial Ekonomi Orang Tua……….…13
2.1.2 Keterampilan Mengajar Guru………..………….……..19
2.1.3 Belajar Mandiri………...31
2.1.3.1 Ciri-ciri Belajar Mandiri………...……….33
viii
2.1.3.3 Cara Membantu siswa Meningkatkan Belajar Mandiri………….35
2.1.3.4 Kelebihan dan Kekurangan Belajar Mandiri……….……….36
2.1.4 Prestasi Belajar ………...………37
a. Cara Mengetahui Prestasi Belajar Siswa………...39
b. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar………..41
2.2 Penelitian Yang Relevan………..42
2.3 Kerangka Berfikir……….46
2.4 Hipotesis Penelitian………..47
BAB III METODOLOGI PENELITIAN………..49
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian………...49
3.2 Populasi dan Sampel………49
3.2.1 Populasi……….49
3.2.2 Sampel………...49
3.3 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional………..50
3.3.1 Variabel Penelitian………50
3.3.2 Definisi Operasional………..51
3.4 Teknik Pengumpulan Data………...52
3.4.1 Dokumentasi………..52
3.4.2 Angket atau Kuesioner………..52
3.5 Uji Coba Instrumen Penelitian……….55
3.5.1 Uji Validitas Angket………..55
3.5.2 Uji Reliabilitas Angket………..…56
ix
3.6.1 Uji Normalitas………..……….…58
3.6.2 Uji Multikolinearitas…..………..………...58
3.6.3 Analisis Regresi Linear Berganda…….………....59
3.7 Uji Hipotesis……….………...60
3.7.1 Pengujian Hipotesis Secara Parsial (uji-t)………...……..60
3.7.2 Pengujian Hipotesis Secara Simultan (uji-F)…………..………...61
3.8 Perhitungan Determinasi………..…....62
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN …………..……...…..63
4.1 Hasil Penelitian………....63
4.1.1 Uji Instrumen Penelitian………63
4.1.1.1 Uji Validitas dan Reliabilitas Sosial Ekonomi Orang Tua …...63
4.1.1.2 Uji Validitas dan Reliabilitas Keterampilan Mengajar Guru ……65
4.1.1.3Uji Validitas dan Reliabilitas Belajar Mandiri………...67
4.1.2 Perhitungan Distribusi Frekuensi………..69
4.1.2.1Analisis Deskripsi Sosial Ekonomi Orang (X1) ……….…..70
4.1.2.2 Analisis Deskripsi Keterampilan Mengajar Guru (X2)………….76
4.1.2.3 Analisis Deskripsi Belajar Mandiri (X3)……….…..81
4.1.2.4Prestasi Belajar Ekonomi………...…85
4.1.3 Analisis Data Penelitian……..………..89
4.1.3.1 Uji Normalitas………89
4.1.3.2 Uji Multikolinieritas……….90
4.1.4 Analisis Regresi Linier Berganda………..………92
x
4.1.5.1 Perhitungan Hipotesis Secara Parsial (uji t)…..………….………93
4.1.5.2 Perhitungan Hipotesis Secara Simultan (Uji F)……….…………95
4.1.6 Koefisien Determinasi (R2)………..….96
4.2 Pembahasan ……….……….…..97
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN………..…...102
A. Kesimpulan………..102
B. Saran ………103
DAFTAR PUSTAKA……….105
xi
DAFTAR TABEL
Tabel hal:
Tabel 1.1: Jenis Pekerjaan Ayah Kelas XI IPS ………...3
Tabel 1.2: Jenis Pekerjaan Ibu Kelas XI IPS ………..4
Tabel 1.3: Persentase Kriteria Ketuntasan Minimal………8
Tabel 3.1: Jumlah Siswa Kelas XI IPS………..49
Tabel 3.2: Sampel Penelitian………..50
Tabel 3.3: lay Out Angket Sosial Ekonomi Orang Tua………...………..54
Tabel 3.4: lay Out Angket Keterampilan Mengajar Guru………...………..54
Tabel 3.5: lay Out Angket Belajar Mandiri…………..………...………..55
Tabel 3.6: Daftar Nilai Siswa………...………..55
Tabel 3.7: Interpretasi Terhadap Koefisien Korelasi……….58
Tabel 4.1: Hasil Uji Validitas Variabel Sosial Ekonomi Orang Tua (X1)……….64
Tabel 4.2: Hasil Perhitungan Uji Reliabilitas Angket Sosial Ekonomi Orang Tua………..……….65
Tabel 4.3: Hasil Uji Validitas Variabel Keterampilan Mengajar Guru (X2)…….66
Tabel 4.4: Hasil Perhitungan Uji Reliabilitas Keterampilan Mengajar Guru…....67
Tabel 4.5: Hasil Uji Validitas Variabel Belajar Mandiri (X3)………...68
Tabel 4.6: Hasil Perhitungan Uji Reliabilitas Belajar Mandiri………..69
Tabel 4.7: Kriteri Skala Penilaian………...70
xii
Tabel 4.9: Distribusi Frekuensi Variabel Sosial Ekonomi Orang Tua (X1)……..73
Tabel 4.10: Perhitungan Kategorisasi Kecenderungan Variabel …..…………...74
Tabel 4.11: Tingkat Kecenderungan variabel Sosial Ekonomi Orang Tua……...75
Tabel 4:12: Gambaran Umum Angket Keterampilan Mengajar Guru…………..76
Tabel 4.13: Distribusi Frekuensi Variabel Keterampilan Mengajar Guru (X2)…77
Tabel 4.14: Tingkat Kecenderungan Variabel Keterampilan Mengajar Guru …..79
Tabel 4.15: Gambaran Umum Angket Belajar
Mandiri……….81
Tabel 4.16: Distribusi Frekuensi Variabel Belajar Mandiri (X2)………..82
Tabel 4.17: Tingkat Kecenderungan Variabel Belajar Mandiri (X3)………84
Tabel 4.18: Distribusi Frekuensi Variabel Prestasi Belajar Ekonomi Siswa (Y)..86
Tabel 4.19: Tingkat Kecenderungan Prestasi Belajar Ekonomi (Y)………..88
Tabel 4.20: Hasil Perhitungan Uji Multikolinieritas………..91
Tabel 4.21: hasil perhitungan Regresi Berganda………...92
Tabel 4.22: Hasil Perhitungan Uji Hipotesis Variabel X dengan Y Secara Parsial
(Uji t)……….94
Tabel 4.23: Hasil Perhitungan Uji Hipotesis Variabel X dengan Y Secar Simultan
(Uji F)………96
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar hal:
Gambar 2.1: Skema Kerangka Berfikir……….……….47
Gambar 4.1: Histogram Variabel Sosial Ekonomi Orang Tua (X1)………..73
Gambar 4.2: Diagram Sosial Ekonomi Orang Tua (X1)………75
Gambar 4.3: Histogram Variabel Keterampilan Mengajar Guru (X2)…………..78
Ganbar 4.4: Diagram Keterampilan Mengajar Guru (X2)……….80
Ganbar 4.5: Histogram Variabel Belajar Mandiri (X3)……….83
Gambar 4.6: Diagram Belajar Mandiri (X3)………..85
Gambar 4.7: Histogram Prestasi Belajar Ekonomi Siswa (Y)………..87
Gambar 4.8: Diagram Prestasi Belajar Ekonomi Siswa (Y)……….89
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Angket Sosial Ekonomi Orang Tua (X1), Keterampilan Mengajar
Guru (X2), dan Belajar Mandiri (X3)
Lampiran 2 Tabulasi Uji Coba Angket Sosial Ekonomi Orang Tua (X1)
Lampiran 3 Tabulasi Uji Coba Angket Keterampilan Mengajar Guru (X2)
Lampiran 4 Tabulasi Uji Coba Angket Belajar Mandiri (X3)
Lampiran 5 Hasil Uji Validitas Angket Sosial Ekonomi Orang Tua (X1)
Lampiran 6 Hasil Uji Validitas Angket Keterampilan Mengajar Guru (X2)
Lampiran 6 Hasil Uji Validitas Angket Belajar Mandiri (X
Lampiran 8 Uji Reliabilitas Angket Sosial Ekonomi Orang Tua (X1),
Keterampilan Mengajar Guru (X2), dan Belajar Mandiri (X3)
Lampiran 9 Tabulasi Nilai Angket Sosial Ekonomi Orang Tua (X1)
Lampiran 10 Tabulasi Nilai Angket Keterampilan Mengajar Guru (X2)
Lampiran 11 Tabulasi Nilai Angket Belajar Mandiri (X3)
Lampiran 12 Daftar Kumpulan Nilai Siswa Kelas X1 IPS SMA Negeri 1
Doloksanggu T.P 2014/2015
Lampiran 13 Tabel Nilai- Nilai r Product Moment
Lampiran 14 Tabel t
Lampiran 15 Titik Persentase Distribusi F untuk probabilitas = 0.05
Lampiran 16 Dokumentasi Penelitian Peneliti Membagi Angket dan Siswa
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Masalah
Era globalisasi adalah era dimana manusia harus senantiasa membekali
dirinya dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan. Ilmu pengetahuan
dan keterampilan dicapai melalui pendidikan. Pendidikan yang baik akan dapat
membantu manusia menghadapi masa-masa yang semakin canggih.
Begitu juga tidak ketinggalan dengan SMA yang akan penulis pilih
menjadi tempat penelitian penulis yaitu SMA Negeri 1 Doloksanggul. SMA ini
adalah salah satu sekolah yang terdapat di kabupaten Humbang Hasundutan yang
baru terjadi pemekaran dari kabupaten Tapanuli Utara . SMA Negeri 1
Doloksanggul ini memiliki mutu pendidikan yang masih rendah jika
dibandingkan dengan mutu pendidikan di perkotaan. Hal ini bisa diketahui dari
prestasi siswa yang masih rendah dilihat dari DKN.
Menurut Faturrahman, dkk (2012:183) penyebab umum rendahnya mutu
pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi, dan
standardisasi pengajaran sedangkan yang menjadi permasalahan khusus
adalah:”1) Rendahnya sarana fisik, 2) Rendahnya kualitas guru, 3) Rendahnya
kesejahteraan guru, 4) Rendahnya prestasi siswa, 5) Rendahnya kesempatan
pemerataan pendidikan, 6) Mahalnya biaya pendidikan”.
Dari beberapa penyebab yang dikemukakan oleh Faturrahman, dkk diatas,
penulis tertarik untuk membahas tentang poin yang ke-6 yaitu lebih ke sosial
ekonomi keluarga, poin yang ke-2 yaitu tentang keterampilan mengajar guru,
belajar mandiri siswa, dan poin yang ke-4 yaitu tentang prestasi siswa.
Kondisi krisis ekonomi saat ini banyak mengganggu kelangsungan
pendidikan, mustahil pendidikan akan maju dan berkualitas tanpa didukung
ekonomi yang mapan, guru dapat berkonsentrasi dalam mengajar manakala
mereka tidak lagi memikirkan urusan perut, demikian juga para orang tua tidak
terbebani untuk melengkapi sarana dan prasara belajar anak-anak mereka, bila
mereka merasa berkewajiban menyekolahkan anak-anaknya dan ekonomi orang
tua juga mapan.
Orang tua, wali murid menghendaki biaya pendidikan murah dan gratis.
Memang mereka mengakui bahwa pendidikan itu mahal, tetapi kondisi ekonomi
yang saat ini membuat orang tua mengeluh untuk membiayai sekolah anak-anak
mereka. Penghapusan biaya sekolah berupa sumbangan pembangunan pendidikan
(SPP) untuk SDN, SMP, MTSN sudah dimulai era Soeharto seiring dengan
pencanangan wajib belajar SD sampai dengan SMP sederajat, akan tetapi
kenyataan dilapangan masih banyak pembayaran yang melebihi uang SPP, apakah
itu uang komite sekolah dan uang lain-lain. Lebih lagi masa sekarang ini telah
diberikan penghapusan biaya sekolah sampai pada tingkat SMA untuk
sekolah-sekolah negeri. SMA Negeri 1 Doloksanggul merupakan salah satu sekolah-sekolah yang
bebas dari segi biaya pendidikan akan tetapi dalam hal ini penulis tidak hanya
melihat dari segi biaya pendidikan tetapi lebih kepada pemenuhan kebutuhan
Orang tua yang memiliki tingkat ekonomi yang lumayan akan dapat
memperhatikan kebutuhan anak mereka dari segi pendidikan. Mereka mampu
memenuhi kebutuhan anak-anak mereka dalam belajar sedangkan orang tua yang
kondisi ekonominya pas-pasan/ kurang akan sangat berpikir untuk dapat
memenuhi kebutuhan belajar anak-anak mereka yang semakin kompleks. Jadi,
penulis menyimpulkan bahwa kondisi sosial ekonomi orang tua sangat
berpengaruh terhadap pencapaian prestasi siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat
Dalyono (dalam Baswori dan Siti, 2010:77) bahwa “ kondisi sosial ekonomi
mencakup pekerjaan, pendidikan, dan pendapatan masyarakat. Tinggi rendahnya
pendidikan orang tua, besar kecilnya penghasilan, dan lain-lain semua itu turut
mempengaruhi pencapaian belajar anak.”
Pada saat penulis melakukan observasi di SMA Negeri 1 Doloksanggul,
berikut akan penulis cantumkan tabel yang berisi masing-masing pekerjaan orang
tua siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul.
Tabel 1.1
Jenis Pekerjaan Ayah Kelas XI IPS
No Jenis Pekerjaan Jumlah Persentasi
1 Petani 79 58,5
2 Pegawai Negeri Sipil 11 8,1 3 Wiraswasta/ pedagang 25 18,6
4 TNI/Polri 1 0.7
5 Supir 3 2.2
6 Pendeta 1 0.7
7 Bengkel 1 0.7
8 Penjahit 2 1.5
9 Lainnya 12 9
Total 135 100
Tabel 1.2 dibawah ini mencantumkan pekerjaan dari ibu siswa XI IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul.
Tabel 1.2
Jenis Pekerjaan Ibu Kelas XI IPS
No Jenis Pekerjaan Jumlah Persentasi
1 Petani 82 60.1
2 Pegawai Negeri Sipil 23 17,1
3 Wiraswasta 24 17,8
4 Ibu Rumah Tangga 2 1.5
5 Bidan 1 0.7
6 Lainnya 3 2.2
Total 135 100
Sumber: Tata Usaha Sekolah SMA Negeri 1 Doloksanggul
Berdasarkan tabel 1.1 dan 1.2 diatas, rata-rata orang tua siswa kelas XI
IPS di SMA tersebut bekerja sebagai petani. Siswa yang orang tuanya bekerja
sebagai petani sebanyak 59,6% dan yang lainnya sebanyak 40.4%. Selain
observasi, penulis juga melakukan wawancara ke beberapa siswa kelas XI IPS
tentang bagaimana faktor sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar
mereka. Mereka mengakui sosial ekonomi orang tua yang rendah membuat
mereka harus ikut membantu orang tua untuk mencari nafkah untuk memenuhi
kebutuhan hidup. Kebanyakan dari mereka sepulang sekolah harus pergi ke
ladang membantu orang tua bertani. Pulang dari ladang mereka juga harus
membantu orang tua di rumah sehingga ketika malam hari mereka tidak punya
waktu dan semangat untuk belajar. Pernyataan ini juga didukung dari wawancara
Harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Harapan untuk berprestasi tetapi
sosial ekonomi orang tua yang tidak mencukupi membuat siswa-siswi tersebut
harus lebih tertinggal dengan siswa yang sosial ekonomi orang tuanya tinggi yang
walaupun dalam hal ini terdapat pengecualian tidak semua anak yang sosial
ekonomi orang tuanya tinggi memiliki prestasi yang tinggi dan sebaliknya tidak
semua anak yang sosial ekonomi orang tuanya rendah memiliki prestasi yang
rendah.
Hal ini merupakan salah satu faktor besar yang mempengaruhi prestasi
belajar siswa. Melihat kenyataan ini, akan sangat sulit bagi mereka untuk lepas
dari kenyataan. Bimbingan belajar seperti di kota-kota besar ada tersedia tetapi
jangankan bimbingan belajar seperti yang dilakukan siswa yang orang tuanya
mampu, belajar di rumah saja mereka tidak bisa dengan santai dan tenang. Hal ini
kembali lagi ke kondisi sosial ekonomi orang tua mereka yang kurang/pas-pasan.
Selain faktor sosial ekonomi orang tua, guru juga merupakan salah satu
komponen dalam pendidikan yang terpenting terutama dalam mengatasi berbagai
permasalahan yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan. Dipundaknya
peserta didik menggantungkan harapan terhadap pelajaran yang diajarkannya.
Guru merupakan ujung tombak dalam system pendidikan. Produk guru adalah
prestasi para siswa-siswi dan lulusan-lulusannya dari suatu sekolah, lulusan
tersebut harus mampu bersaing dalam dunia akademisi dan dunia kerja yang tidak
lain berfokus pada mutu.
Menurut Buchori (dalam Faturrahman, dkk, 2012:161) bahwa “ yang akan
guru (pendidik) yang sehari-hari bekerja di lapangan, bukan hanya berkaca dari
pendidik saja tetapi bagaimana kita melihat paradigma peserta didik (peranannya
dalam dunia pendidikan).
Sardiman (2010:111) menyatakan “peserta didik adalah salah satu
komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam proses belajar
mengajar”.
Dari pendapat di atas maka penulis menyimpulkan bahwa antara guru dan
peserta didik saling berkaitan di dalam proses belajar mengajar dan tidak dapat
dilepas satu dengan yang lain. Antara guru dan siswa dapat diibaratkan sebagai
suatu system dimana antara komponen yang satu dengan komponen yang lain
saling berkaitan. Berhasil tidaknya seorang guru dalam mengajar ditunjukkan oleh
prestasi peserta didik. Untuk itu guru harus memiliki kemampuan dalam mengajar
diantaranya adalah keterampilan dasar dalam mengajar.
Keterampilan mengajar guru merupakan dasar bagi guru untuk mengajar.
Jadi, guru harus memiliki keberanian berinovasi dalam pembelajaran,
pembelajaran yang monoton harus segera diubah dengan pembelajaran dinamis
dan bermakna.
Fakta yang terjadi di lapangan, masih terlalu banyak guru yang tidak
memiliki keterampilan mengajar baik ketampilan membuka kelas, bertanya, dan
keterampilan mengajar yang lainnya. Keterampilan mengajar guru dianggap rumit
oleh sebagian besar guru yang walaupun pada umumnya mereka sudah disebut
guru professional. Padahal menurut Mclaughlin (dalam Schmoker 2012:102)
substantif dan bertahan lama adalah dengan mengembangkan kemampuan para
personel sekolah supaya berfungsi sebagai komunitas pembelajaran profesional.”
Harus berani mengakui bahwa guru juga mempunyai peran besar dalam
menjadikan sebuah mata pelajaran di sekolah sulit dan tidak menarik minat siswa
untuk mempelajarinya. Fakta ini juga didukung oleh banyak pendapat siswa yang
penulis temui saat melakukan observasi khususnya di SMA Negeri 1
Doloksanggul khususnya kelas XI IPS. Dari pengalaman peserta didik tersebut,
penulis mendapati banyak guru yang tidak punya motivasi dan semangat untuk
mengajar di kelas. Entah karena malas atau kurang menguasai materi pelajaran,
sering guru tidak memberikan pelajaran sesuai dengan waktu yang tersedia.
Sering waktu pelajaran di kelas diisi dengan mencatat ataupun mengerjakan tugas
tanpa siswa diberi wawasan secukupnya tentang materi tersebut.
Bahkan ada juga guru yang hanya memberikan tugas kepada peserta didik
untuk merangkum materi pelajaran dengan topik materi pelajaran yang akan
diajarkan. Fakta lain juga, guru memanfaatkan otoritasnya dengan bersikap galak
kepada peserta didik. Sikap-sikap yang penulis utarakan bukan semakin
memotivasi siswa untuk belajar, malah menambah kebencian peserta didik kepada
guru sekaligus terhadap pelajarannya.
Jadi, melihat fakta yang terjadi wajar saja kegiatan belajar mengajar di
kelas menjadi kurang menarik dan sulit. Guru tidak terampil dalam mengajar.
Guru bahkan tidak mengerti kepribadian peserta didik. Padahal keterampilan
Peningkatan kualitas pendidikan juga tidak terlepas dari usaha-usaha guru
dalam membimbing dan mengarahkan agar siswa aktif dalam belajar karena
pergeseran paradigma pendidikan saat ini yang semula Teacher Centered learning
menjadi Students Centered Learning. Oleh karena itu, peserta didik harus penuh
keuletan dan percaya diri sehingga peserta didik terlatih untuk belajar secara
mandiri. Dalam belajar mandiri siswa akan dilatih untuk mengembangkan potensi
yang dimilikinya secara maksimal. Dalam keberhasilan belajar mandiri, haruslah
ditanamkan sikap percaya diri pada peserta didik melalui motivasi yang besar.
Dari pengamatan yang penulis lakukan di Kelas XI IPS SMA Negeri 1.
kualitas belajar mandiri siswa masih rendah. Ini bisa dilihat dari kemauan siswa
dalam belajar yang rendah ketika guru tidak hadir, ketika guru tidak
memperhatikan atau kurang peduli dengan keaktifan belajar dalam kelas,
persiapan alat belajar yang kurang dan bahan belajar yang kurang dipedulikan
oleh siswa. Mereka pada umumnya masih berpatokan sepenuhnya dengan
kemampuan dan persiapan yang dimiliki oleh guru (teacher centered learning).
Dari observasi yang penulis lakukan di SMA Negeri 1 Doloksanggul
diperoleh daftar kumpulan nilai ekonomi semester ganjil kelas XI tahun pelajaran
2014/2015 IPS yang menunjukkan data prestasi belajar ekonomi siswa dengan
nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 72 sebagai berikut:
Tabel 1.3
Persentase Kriteria Ketuntasan Minimal
No Rentang nilai Jumlah siswa Persentase (%)
1 72-100 60 Orang 45
2 72 75 oraang 55
Sesuai dengan data pada tabel 1.3 tersebut, dari 135 siswa kelas 1.
XI-2. X1-3. dan XI-4 terdapat 45% yang telah melewati nilai di atas KKM atau sama
dengan KKM dan termasuk dalam kategori baik dan 55% masih berada di bawah
KKM atau tidak tuntas.
Menurut guru pengajar ekonomi sekolah tersebut, ini disebabkan peserta
didik kurang bisa mengatur jadwal yang tetap, kapan waktu untuk belajar dan
kapan waktu untuk yang lain. Dan bahkan mereka kebanyakan belajar hanya
pada saat ingin ujian. Jadi, bagaimana peserta didik akan mendapat tambahan
pengetahuan ketika guru sudah tidak memiliki keterampilan ditambah siswa yang
tidak memiliki kemandirian dalam belajar?
Asumsi yang ada dalam benak penulis, ketika kita menemukan fakta
kurangnya keterampilan guru mengajar akan sangat membantu bagi peserta didik
dalam meningkatkan prestasinya jika peserta didik memiliki minat belajar
mandiri.
Maka berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk meneliti “
Pengaruh Sosial Ekonomi orang Tua, Keterampilan Mengajar Guru, dan Belajar Mandiri terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul T.P 2014/2015”.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka identifikasi masalah yang
menarik untuk dibahas dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah ada pengaruh sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar
2. Apakah ada pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap prestasi belajar
ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul?
3. Apakah ada pengaruh belajar mandiri terhadap prestasi belajar ekonomi siswa
kelas XI IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul?
4. Apakah ada pengaruh sosial ekonomi orang tua, keterampilan megajar guru,
dan belajar mandiri terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas XI IPS
SMA Negeri 1 Doloksanggul?
1.3 Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka untuk menghindari dari
semakin meluasnya masalah dari penelitian ini penulis membatasi pembahasan
hanya pada :
1. Sosial ekonomi yang diteliti adalah sosial ekonomi orang tua siswa kelas XI
IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul T.P 2014/2015, yang dipengaruhi oleh
beberapa faktor yaitu: tingkat pendidikan orang tua, pendapatan orang tua, dan
kekayaan harta benda.
2. Keterampilan mengajar yang diteliti adalah keterampilan mengajar guru siswa
kelas XI IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul T.P 2014/2015 yang terdiri dari
keterampilan bertanya, keterampilan memberi penguatan, keterampilan
mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan
menutup pelajaran, keterampilan membimbing diskusi dan kelompok kecil,
keterampilan mengelola kelas, dan keterampilan mengajar kelompok kecil dan
3. Belajar mandiri yang diteliti adalah belajar mandiri siswa siswa kelas XI IPS
SMA Negeri 1 Doloksanggul T.P 2014/2015 yang terdiri dari belajar aktif,
sumber belajar, tujuan belajar, waktu belajar, tempat belajar, cara belajar,
tempo belajar, dan evaluasi belajar.
4. Prestasi belajar yang diteliti adalah prestasi belajar ekonomi siswa Kelas XI
IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul.
1.4 Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah diatas, maka yang menjadi rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah ada pengaruh sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar
Ekonomi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul T.P 2014/2015?
2. Apakah ada pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap prestasi belajar
Ekonomi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul T.P 2014/2015?
3. Apakah ada pengaruh belajar mandiri terhadap prestasi belajar Ekonomi
Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul T.P 2014/2015?
4. Apakah ada pengaruh sosial ekonomi orang tua, keterampilan mengajar guru,
dan belajar mandiri terhadap prestasi belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IPS
SMA Negeri 1 Doloksanggul T.P 2014/2015?
1.5 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini bertujuan :
1. Untuk mengetahui pengaruh sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi
belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul T.P
2. Untuk mengetahui pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap prestasi
belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul T.P
2014 2015.
3. Untuk mengetahui pengaruh belajar mandiri terhadap prestasi belajar
Ekonomi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul T.P 2014/2015.
4. Untuk mengetahui pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua, keterampilan
mengajar guru, dan belajar mandiri terhadap prestasi belajar Ekonomi Siswa
Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul T.P 2014/2015.
1.6 Manfaat Penelitian
Setelah penelitian ini dilaksanakan, diharapkan hasil penelitian ini
bermanfaat untuk:
1. Untuk menambah wawasan bagi penulis tentang bagaimana pengaruh kondisi
sosial ekonomi orang tua, keterampilan mengajar guru, dan belajar mandiri
terhadap prestasi belajar ekonomi.
2. Sebagai bahan masukan bagi sekolah SMA Negeri 1 Doloksanggul dalam
upaya memperhatikan kondisi sosial ekonomi orang tua siswa, meningkatkan
keterampilan mengajar, memotivasi siswa dalam belajar mandiri, dan
memperhatikan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi.
3. Sebagai bahan referensi sumbangan pemikiran bagi peneliti selanjutnya yang
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap data hasil
penelitian yang telah dikumpulkan mengenai pengaruh sosial ekonomi orang tua,
keterampilan mengajar guru, dan belajar mandiri terhadap prestasi belajar
ekonomi siswa kelas X1 IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul T.P 2014/2015 didapat
beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Hasil pengujian koefisien regresi secara parsial (uji t) bahwa:
a. Sosial ekonomi orang tua memiliki pengaruh yang positif dan signifikan
terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas X1 IPS SMA Negeri 1
Doloksanggul T.P 2014/2015. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t yang
menunjukkan bahwa thitung > ttabel dimana 3.289 > dengan nilai
signifikansi 0.02 < 0.05.
b. Keterampilan mengajar guru memiliki pengaruh yang positif dan signifikan
terhadap prestasi belajar ekonomi siswa kelas X1 IPS SMA Negeri 1
Doloksanggul T.P 2014/2015. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t yang
menunjukkan bahwa thitung > ttabel dimana 2.137> dengan nilai
signifikansi 0.039 < 0.05.
c. Belajar mandiri memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap
prestasi belajar ekonomi siswa kelas X1 IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul
T.P 2014/2015. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t yang menunjukkan
bahwa thitung > ttabel dimana 5.225 > 1.687 dengan nilai signifikansi 0.000 <
2. Hasil pengujian koefisien regresi secara simultan (uji F) bahwa sosial
ekonomi orang tua, keterampilan mengajar guru, dan belajar mandiri secara
bersama-sama memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap
prestasi belajar ekonomi siswa kelas X1 IPS SMA Negeri 1 Doloksanggul
T.P 2014/2015. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji F yang menunjukkan
bahwa Fhitung > Ftabel dimana 18.079>2.87 dengan nilai signifikansi
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas, maka yang menjadi
saran peneliti adalah:
1. Kepada orang tua diharapkan mengurangi waktu anak untuk bekerja di ladang
dan orang tua lebih mengutamakan anak-anak mereka untuk belajar.
2. Agar semua guru khususnya guru ekonomi dapat meningkatkan keterampilan
dasar mengajarnya, seperti keterampilan bertanya, keterampilan memberi
penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan,
keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan membimbing
diskusi dan kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, dan keterampilan
mengajar kelompok kecil dan perorangan.
3. Agar para siswa lebih memiliki rasa tanggung jawab dalam belajar seperti
4. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti variabel-variabel lain
yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa diluar variabel yang penulis
DAFTAR PUSTAKA
Abdulsyani. 2012. Sosiologi Skematika, Teori dan Terapan. Jakarta: Bumi Aksara.
--- Sosiologi Skematika, Teori dan Terapan. Dalam Mardina, Lisa. 2014. Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI Mas Nurul Hikmah Tinjowan T.A 2013/2014. Medan: UNIMED.
Adiningsih, Dyahnita. 2012. Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Metode Mengajar Guru dan Kemandirian Belajar Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas X Program Keahlian Akuntansi SMK Batik Perbaik Purworejo Tahun Ajaran 2011/2012. Yogyakarta: UNY.
Ali dan Ansori. 2008. Psikologi Remaja. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta .
Baswori dan Siti. 2010. Analisis Kondisi Sosial Ekonomi Dan Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Srigading, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Ekonomi & Pendidikan, Volume 7 Nomor April
Dalyono. 2005. Psikologi Pendidikan. Dalam Baswori dan Siti. 2010. Analisis Kondisi Sosial Ekonomi Dan Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Srigading, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.
Jurnal Ekonomi & Pendidikan, Volume 7 Nomor April 2010.
Eryanto, Hendry. 2013. Pengaruh Modal Budaya, Tingkat Pendidikan Orang Tua, dan Tingkat Pendapatan Orang Tua Terhadap Prestasi Akademik Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Vol 1 No 1 ISSN 2302- http://www.jped.net/attachments/article/21/HENRY%20E.pdf. (diakses 01 Maret 2015)
Fadila dan Hidayati.2013. Pengaruh Satus Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap perilaku Anak. Lampung: UNILA. Jurnal Sosiologi Vol 1. No 4 ISSN 262-269 262. http://jurnal.unnes.ac.id. (diakses 16 juni 2015)
Feriadi, dkk. 2012. Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Keterampilan Mengajar Guru dan Fasilitas Belajar Siswa Terhadap Minat Belajar IPS Kelas VIII SMP N 3 Purbalingga. Jakarta: UNS. Jurnal Pendidikan Ekonomi FE ISSN 2252-6544.http://jurnal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj (diakses 20 Maret 2015)
Hamalik, Oemar. 2003. Media Pembelajaran. Dalam Simanjuntak, Dulles. 2013. Pengaruh Kompetensi Guru dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Siborong-borong T.P.2012/2013. Medan:UNIMED.
Harjanto. 2008. Belajar Mandiri. Surakarta:UNS Press
Limbong, Rayanti.2014. Pengaruh Perhatian Orang Tua dan Pendapatan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Purba Tahun Ajaran 2013/2014. Medan: UNIMED.
Mudjiman, Haris.2007. Belajar Mandiri.Surakarta:UNS Press.
Muktar, Yamin. 2005. Metode Pelajaran Yang Berhasil. Jakarta: Mitra Sukses.
Mulyasa, E. 2007. Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Rosdakarya.
Mutiara, dkk. Gambaran Perilaku Seksual Dengan Orientasi Heteroseksual Mahasiswa Kos Di Kecamatan Jatinangor – Sumedang.
Nasution, Syafrina. 2011. Pengaruh Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Minat Anak Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi (Studi Kasus Kelas Xi Semester Genap Di Sma Sinar Husni Medan Helvetia Kabupaten Deli Serdang Tahun Pelajaran 2010/2011. Jurnal CITIZENSHIP Volume 00 Nomor 00 2013.
Nasution, S. 2010. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Poerwadarminto, W.J.S. 2002. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Dalam
Mardina,Lisa. 2014. Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Dan MotivasiBelajar Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI Mas Nurul Hikmah Tinjowan T.A 2013/2014. Medan: UNIMED.
Purwanto. 2011. Evaluasi Hasil Belajar. Dalam Nurhasanah.2014. Pengaruh Logical/Mathematical Intelligence dan Interpersonal Intelligence terhadap Prestasi Belajar pengantar Ekonomi dan Bisnis Siswa Kelas X Akuntansi SMK T.Amir Hamzah Indrapura T.A. 2013/2014. Medan:UNIMED.
Putong, Iskandar. 2005. Ekonomi Mikro. Dalam Mardina, Lisa. 2014. Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas X1 Mas Nurul Hikmah Tinjowan T.A 2013/2014. Medan: UNIMED.
Reber, Arthur. 1988. The Pengui Dictionary of Psycology. Dalam Syah,
Muhibbin.2008. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya offset.
Rohman, Abdur. 2010. Hubungan Antara Tingkat Stres dan Status Sosial
Ekonomi Orang Tua dengan Perilaku Merokok pada remaja. Jurnal Psikologi Sosial. ISSN-977 2302-1160. http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2010/08 (diakses 05 Maret 2015)
Sabri, Ahmad. 2010. Strategi Belajar Mengajar Micro Teaching. Ciputat: Quantum Teaching.
Sanjaya,Wina. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses pendidikan. Jakarta: Kencana.
Santoso, LH. 2010. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Pustaka Agung Harapan.
Sardiman.2010. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.
Santoso, Singgih. (2003). Mengatasi Berbagai Masalah Statistik dengan SPSS versi 11.5. Jakarta. PT. Elex Media Komputindo.
Sasongko, Anggiat. 2014. Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan
Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Bahasa Jawa Siswa Kelas X SMK N 1 Wadaslitang Kabupaten Wonosobo T.P 2014/2015. Dalam Mardina,Lisa. 2014. Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI Mas Nurul Hikmah Tinjowan T.A 2013/2014. Medan: UNIMED.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta:Rineka Cipta.
Soekanto, Soerjono. Sosiologi Keluarga. Dalam Baswori dan Siti. 2010. Analisis Kondisi Sosial Ekonomi dan Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Srigading, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, Volume 7 Nomor 1. April 2010.
. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers
Soekirno, Sadono. 2010. Makroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Staf UPPL Unimed.2014. Pembelajaran Microteaching.UPPL: UNIMED.
Sudjana. 2012. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryabrata. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo persada.
Syah, Muhibbin. 2008. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT: Remaja Rosdakarya offset.
--- Psikologi pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Uno, Hamzah. 2010. Orientasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Wahyuni,dkk. 2012. Pembelajaran Biologi dengan Pendekatan Kontextual Teaching and Learning Melalui Metode Observasi laboratorium dan Lingkungan Ditinjau dari Keingintahuan dan Kemandirian Belajar Siswa. jurnal inkuiri. Vol 1. No1. ISSN: 2252- . http://jurnal.pasca.uns.ac.id (diakses 05 Maret 2015)
Wingkel, W.S. 1996. Psikologi Pengajaran. Dalam Uno, Hamzah. 2010. Orientasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.