• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efisiensi pemasaran kayu jenis sengon (paraserianthes falcataria) (studi kasus Hutan Rakyat Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Efisiensi pemasaran kayu jenis sengon (paraserianthes falcataria) (studi kasus Hutan Rakyat Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor)"

Copied!
118
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Produksi Kayu Bulat berdasarkan Sumbernya Tahun 2004-2008
Gambar 1. Konsep-Konsep Pokok Pemasaran Sumber: Philip Kotler 1994
Gambar 2. Tingkat Saluran Pemasaran Sumber: Kotler dan AB Susanto (2001)
Gambar 3. Nilai Marjin Pemasaran Sumber: Hammond dan Dahl (1997)
+7

Referensi

Dokumen terkait

diperoleh petani, menganalisis saluran dan fungsi pemasaran yang dilakukan lembaga.. pemasaran wortel, dan menganalisis efisiensi pemasaran wortel yang dilihat

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan titik transisi dari kayu juvenil ke kayu dewasa pada kayu cepat tumbuh (sengon dan jabon) dengan tiga umur tebang

Beberapa masalah yang dihadapi oleh petani dan pelaku pasar lainnya dalam pemasaran kayu Sengon di Kecamatan Cililin diantaranya adalah; Masih rendahnya pengetahuan petani

Berat jenis kayu Ulin yang lebih tinggi dari kayu Sengon menghasilkan nilai kalor tinggi pada briket arang seiring dengan peningkatan komposisi kayu Ulin dalam

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lembaga pemasaran, bentuk saluran, fungsi pemasaran, struktur pasar, perilaku pasar, keragaan pasar, biaya pemasaran, margin

Pada saluran ini, petani menjual kayu rakyat kepada pedagang pengumpul dalam bentuk pohon berdiri dengan jarak sarad yang tergolong jauh, sedangkan marjin pemasaran

Dengan sistem pengelolaan yang berdasarkan prinsip- prinsip ekonomi yang tepat (model Faustman dengan sequent harvest) T (waktu) untuk kayu pertukangan jenis Sengon

Besarnya nilai tambah dari masing-masing aktor yang melakukan perdagangan kayu sengon rakyat (petani, tengkulak, industri penggergajian) dapat diperoleh, jika diketahui