• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKPERIMEN PEMBUATAN DODOL LABU KUNING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EKPERIMEN PEMBUATAN DODOL LABU KUNING"

Copied!
159
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Mia Aulia Fatma
  • Pengajar:
    • Dra. Wahyuningsih, M.Pd
  • Sekolah: Universitas Negeri Semarang
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Tata Boga
  • Topik: Eksperimen Pembuatan Dodol Labu Kuning
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2015
  • Kota: Semarang

I. PENDAHULUAN

Bab pendahuluan ini memberikan latar belakang mengenai pentingnya dodol sebagai makanan tradisional Indonesia dan pemanfaatan labu kuning dalam pembuatan dodol. Peneliti menjelaskan bahwa dodol adalah produk olahan setengah basah yang kenyal dan memiliki daya tahan yang baik. Dengan mengganti tepung beras ketan dengan labu kuning, diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi dodol, terutama kandungan vitamin A. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kualitas dodol labu kuning serta preferensi masyarakat terhadap produk tersebut.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini menyoroti pentingnya dodol sebagai makanan tradisional yang memiliki potensi untuk diolah dengan bahan lokal seperti labu kuning. Labu kuning kaya akan nutrisi dan dapat meningkatkan nilai gizi dodol. Penelitian ini juga menekankan perlunya inovasi dalam produk makanan tradisional untuk meningkatkan daya tarik dan keberagaman konsumsi pangan masyarakat.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup pertanyaan mengenai perbedaan kualitas dodol labu kuning dengan berbagai komposisi labu kuning dan tepung beras ketan, serta kandungan gizi dan tingkat kesukaan masyarakat. Pertanyaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang mempengaruhi kualitas dan penerimaan produk dodol labu kuning di kalangan masyarakat.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas indrawi dodol labu kuning berdasarkan komposisi yang berbeda, serta untuk mengukur kandungan karbohidrat dan vitamin A. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesukaan masyarakat terhadap dodol labu kuning, yang diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan produk makanan tradisional.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan mahasiswa dan masyarakat tentang pemanfaatan labu kuning dalam pembuatan dodol yang bernutrisi tinggi. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan usaha makanan tradisional serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya di bidang pendidikan tata boga.

1.5 Penegasan Istilah

Penegasan istilah dalam penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan definisi dari eksperimen, dodol, labu kuning, komposisi, dan tepung beras ketan. Hal ini penting untuk menghindari kesalahpahaman dalam interpretasi istilah yang digunakan dalam penelitian ini.

1.6 Sistematika Skripsi

Sistematika skripsi ini terdiri dari bagian awal, isi, dan penutup. Bagian awal mencakup halaman judul, pengesahan, dan kata pengantar. Bagian isi terdiri dari lima bab yang mencakup pendahuluan, landasan teori, metode penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, serta kesimpulan dan saran. Bagian penutup berisi daftar pustaka dan lampiran.

II. LANDASAN TEORI

Bab ini menjelaskan teori-teori yang mendasari penelitian ini, termasuk pengertian dodol, formula dodol, syarat mutu dodol, serta tinjauan tentang labu kuning. Penjelasan ini memberikan dasar akademik yang kuat untuk memahami bagaimana dodol dibuat dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitasnya.

2.1 Tinjauan Umum Tentang Dodol

Dodol adalah produk makanan tradisional yang terbuat dari tepung ketan, gula, dan santan. Dalam penelitian ini, dodol diolah dengan tambahan labu kuning untuk meningkatkan nilai gizinya. Terdapat berbagai jenis dodol yang dapat dikategorikan berdasarkan bahan bakunya, baik dari tepung maupun buah-buahan.

2.1.1 Pengertian Dodol

Dodol merupakan makanan setengah basah yang memiliki tekstur kenyal dan manis. Menurut SNI, dodol terbuat dari tepung beras ketan, gula, dan santan. Penelitian ini fokus pada dodol berbahan dasar labu kuning, yang memberikan inovasi dalam pembuatan dodol.

2.1.2 Formula Dodol

Berbagai formula dodol telah digunakan dalam penelitian ini, termasuk kombinasi labu kuning dan tepung beras ketan dengan proporsi yang berbeda. Formula yang tepat akan mempengaruhi kualitas dan karakteristik dodol yang dihasilkan, termasuk rasa, tekstur, dan warna.

2.1.3 Syarat Mutu Dodol

Syarat mutu dodol ditentukan oleh Standar Nasional Indonesia yang mencakup kriteria seperti aroma, rasa, dan warna. Kualitas dodol yang baik harus memenuhi standar tersebut agar dapat diterima oleh masyarakat dan memiliki daya simpan yang baik.

2.1.4 Bahan Pembuat Dodol

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan dodol meliputi tepung beras ketan, gula, garam, dan santan. Setiap bahan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas dodol, baik dari segi rasa maupun tekstur.

2.1.5 Proses Pembuatan Dodol

Proses pembuatan dodol melibatkan beberapa tahapan, mulai dari persiapan bahan hingga pengolahan. Setiap tahap memerlukan perhatian khusus untuk memastikan bahwa dodol yang dihasilkan memenuhi kriteria kualitas yang diharapkan.

III. METODE PENELITIAN

Bab ini menjelaskan metode yang digunakan dalam penelitian, termasuk pemilihan objek penelitian, teknik pengumpulan data, dan analisis data. Metode yang tepat sangat penting untuk mencapai hasil yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

3.1 Metode Penentuan Objek Penelitian

Objek penelitian dalam studi ini adalah dodol labu kuning dengan berbagai komposisi. Pemilihan objek yang tepat akan mempengaruhi hasil penelitian dan validitas data yang diperoleh.

3.2 Metode Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah eksperimen, dengan desain One-Shot Case Study untuk menguji kualitas dodol labu kuning. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mengevaluasi hasil dari eksperimen secara langsung.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Data dikumpulkan melalui observasi, uji inderawi, dan analisis laboratorium untuk mengukur kandungan gizi dodol. Metode ini memastikan bahwa data yang diperoleh akurat dan dapat diandalkan.

3.4 Alat Pengumpul Data

Alat yang digunakan dalam pengumpulan data mencakup timbangan digital, kom adonan, dan alat saringan. Penggunaan alat yang tepat sangat penting untuk memastikan kualitas dan ketepatan data yang dikumpulkan.

3.5 Metode Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode statistik untuk mengevaluasi perbedaan kualitas dodol labu kuning berdasarkan komposisi yang berbeda. Metode ini membantu dalam menarik kesimpulan dari hasil penelitian.

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini menyajikan hasil penelitian yang diperoleh dari eksperimen pembuatan dodol labu kuning, serta pembahasan mengenai temuan tersebut. Analisis yang mendalam diperlukan untuk memahami hasil dan implikasinya.

4.1 Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kualitas dodol labu kuning berdasarkan komposisi yang digunakan. Analisis data menunjukkan bahwa komposisi yang lebih tinggi dari labu kuning menghasilkan dodol dengan aroma dan rasa yang lebih kuat.

4.2 Pembahasan

Pembahasan hasil penelitian mencakup analisis mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dodol labu kuning. Diskusi ini akan menghubungkan hasil eksperimen dengan teori yang ada dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan produk.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Bab terakhir ini menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya serta aplikasi praktis dari temuan yang diperoleh. Kesimpulan yang jelas dan saran yang konstruktif penting untuk pengembangan lebih lanjut.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa dodol labu kuning dengan komposisi yang berbeda memiliki kualitas yang berbeda pula. Hasil menunjukkan bahwa dodol dengan proporsi labu kuning yang lebih tinggi lebih disukai oleh masyarakat.

5.2 Saran

Saran dari penelitian ini mencakup perlunya sosialisasi mengenai pembuatan dodol labu kuning kepada masyarakat dan penelitian lanjutan untuk menguji aspek-aspek lain dari dodol, seperti kadar air dan teknik pengawetan yang lebih baik.

Gambar

Tabel
Gambar 2.1 Dodol
Tabel 2.1 Formula dodol
Tabel 2.2 Formula Dodol
+7

Referensi

Dokumen terkait

Permasalahan yang timbul dalam pembuatan donat dari bahan baku tepung campuran (tepung terigu dan labu kuning kukus) adalah tekstur roti yang keras dan kurang mengembang

tepung tapioka, tepung terigu, bawang putih, garam dan penyedap rasa. Pembuatan kerupuk labu kuning yaitu labu kuning dikukus lalu. dihancurkan dicampur dengan

kadar β -Karoten dan terdapat pengaruh subtitusi tepung labu kuning pada pembuatan pancake labu kuning terhadap daya terima meliputi warna, aroma,rasa, dan kesukaan

Labu kuning yang telah kering dilakukan penepungan dengan alat penggiling tepung dan diayak menggunakan ayakan 60 mesh, sehingga terbentuklah tepung dari labu

Analisis ekonomis dari proses pembuatan roti manis dengan substitusi tepung labu kuning dan penambahan Gliserol Monostearat, perlakuan yang disukai dan mempunyai

Berdasarkan analisis ragam yang dilakukan terhadap kadar protein dodol labu kuning, didapatkan bahwa perlakuan rasio jumlah tepung ketan dan tepung labu kuning

Penambahan gula pada pembuatan dodol bertujuan agar mmemberikan rasa manis, aroma yang enak, warna cokelat pada dodol, sebagai pengawet dan membantu pembentukan tekstur

Berdasarkan grafik pada Gambar 3 nilai rata-rata spesifikasi rasa sosis ikan nila dengan substitusi labu kuning berkisar antara skor 4,2 (tidak manis) sampai dengan