• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Karakter Agronomi Galur-galur Generasi Awal Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Hasil Persilangan B-69 x Numbu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Evaluasi Karakter Agronomi Galur-galur Generasi Awal Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Hasil Persilangan B-69 x Numbu"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel  1 Keragaan karakter agronomi galur-galur F3   Galur     Keragaan galur     Tinggi  tanaman (cm)  Diameter  batang (mm)  Jumlah  daun (helai)  Bobot kering biomasa (g)  F3-94  215.3+  12.3++  12.5*  141.5+  F3-96  242.7*  13.6**  12.0*  210.8+  F3-98
Tabel  3 Keragaan karakter agronomi galur-galur BC1P2F2
Gambar 4 Keragaan jumlah daun galur-galur sorgum
Tabel  4 Keragaan karakter komponen hasil galur-galur F3  Galur  Keragaan galur  Panjang  malai (cm)  Bobot  malai (g)  Bobot biji malai (g)  Bobot  1000 (g)  F3-94  20.9*  44.6+  36.0+  29.0  F3-96  22.5*  39.2+  41.0+  35.1**  F3-98  18.1**  21.0+  16.2+
+6

Referensi

Dokumen terkait

Galur mutan G5 berpotensi untuk dikembangkan sebagai tanaman sorgum dengan produktivitas bioetanol yang tinggi karena hasil bobot biomasa yang tinggi serta kadar

Variabilitas Genotipik dan Heritabilitas Karakter Morfologi Batang 26 Genotip Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) dan Korelasinya Terhadap Kerebahan.. Dibimbing

Pengujian Galur Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench.) Pada Dua Tingkat Pemupukan Nitrogen, (Dibawah.. Bimbingan ISMU

Rekapitulasi hasil analisis ragam jumlah daun, diameter batang, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, jumlah biji per malai,.. bobot biji per malai, bobot 100 butir pada

Pada populasi PI 10-90-A x Numbu diketahui karakter tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang tergolong dalam keragaman sedang, karakter panjang malai

heritabilitas arti luas untuk semua karakter toleransi Al yang berhubungan dengan pertumbuhan akar maupun karakter agronomi cekaman Al tergolong sedang hingga tinggi

Data yang dikumpulkan adalah tinggi tanaman, jumlah ruas per tanaman, diameter batang, persentase tumbuh ratun pertama dan kedua, umur berbunga, umur panen, bobot biomas segar

Hasil analisis koefisien keragaman genotipe dan koefisien keragaman fenotipe pada Tabel 5 menunjukkan karakter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan