KERJA PRAKTEK
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kerja Praktek
Program Strata Satu Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia
CHRIS RESTY P 10109052
NITA K AZHAR 10109064
DEVI FRISKA S 10109082
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
Pendidikan Formal :
2009 - sekarang : Universitas Komputer Indonesia.
Jurusan Teknik Informatika.
2006 - 2009 : SMA Negeri 4 Sukabumi
2003 - 2006 : SMP Negeri 5 Sukabumi
1997 - 2003 : SD Negeri 1 Selabintana Sukabumi
1995 - 1997 : TK Tunas Mekar Sukabumi
Nama : Chris Resty Puspanuari S.
Tempat, Tanggal Lahir : Sukabumi, 18 Januari 1992
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Jl. Sekeloa Gg. Loa 1 No. 26,
Dipatiukur, Bandung
Nomor Handphone : 087822059448
Pendidikan Formal :
2009 - sekarang : Universitas Komputer Indonesia.
Jurusan Teknik Informatika.
2002 - 2005 : SMA Negeri 24 Bandung
1999 - 2002 : SMP Negeri 17 Bandung
1993 - 1999 : SD Negeri Cileunyi IV
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Jl. Cileunyi Kulon 002/010 No. 34
Bandung
Nomor Handphone : 085795393747
Pendidikan Formal :
2009 - sekarang : Universitas Komputer Indonesia.
Jurusan Teknik Informatika.
2006 - 2009 : SMAK BPPK Bandung
2003 - 2006 : SMP Negeri 1 Baleendah
1997 - 2003 : SD Negeri Korpri 1
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Kp. Papak Gede RT. 04 RW. 15
No. 57, Baleendah, Bandung
Nomor Handphone : 081324900679
iii
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR SIMBOL ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
1.1Latar Belakang ... 1
1.2Perumusan Masalah ... 1
1.3Maksud dan Tujuan ... 1
1.3.1 Maksud ... 1
1.3.2 Tujuan ... 2
1.4Batasan Masalah ... 2
1.5Metodologi Penelitian ... 3
1.6Sistematika Penulisan ... 4
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 6
2.1 Profil Tempat Kerja Praktek ... 6
2.1.1 Visi ... 6
2.1.2 Misi ... 7
2.1.3 Moto ... 7
2.1.4 Sejarah Perusahaan... 7
2.1.5 Peran Nasional dan Global ... 8
2.1.6 Penghargaan ... 9
2.1.7 Penelitian dan Pengembangan ... 11
2.1.8 Logo ... 12
2.1.9 Struktur Organisasi ... 13
2.2 Landasan Teori ... 14
iv
2.2.2 Pengertian Website... 15
2.2.3 Data Flow Diagram ... 15
2.2.4 Kamus Data ... 16
2.2.5 ERD ... 16
2.2.6 Pengenalan PHP ... 18
2.2.7 KekurangandanKelebihan PHP ... 19
2.2.8 Pengenalan Basis Data ... 19
2.2.9 PengenalanAdobe Dreamweaver CS 5 ... 20
2.2.10 Pengenalan WAMP ... 22
BAB 3 PEMBAHASAN ... 23
3.1 Analisis Masalah ... 23
3.1.1 Analisis Sistem yang Berjalan ... 23
3.2 Analisis Kebutuhan Non-Fungsional ... 24
3.2.1 Fakta Perangkat Keras di PT Bio Farma (Persero) ... 24
3.2.2 Kebutuhan Minimum Perangkat Keras ... 25
3.2.3 Fakta Perangkat Lunak di PT Bio Farma (Persero) ... 25
3.2.4 Kebutuhan Minimum Perangkat Lunak ... 25
3.2.5 Fakta Perangkat Fikir di PT Bio Farma (Persero) ... 25
3.2.6 Kebutuhan Minimum Perangkat Fikir ... 26
3.2.7 Evaluasi (Hasil Perbandingan Fakta dengan Kebutuhan) ... 27
3.3 Analisis Data ... 27
3.3.1 ERD (Entity Relationship Diagram) ... 27
3.4 Analisis KebutuhanFungsional ... 28
3.4.1 Analisis Sistem ... 28
3.4.2 Diagram Konteks ... 28
3.4.3 DFD (Data Flow Diagram)... 29
3.4.4 Spesifikasi Proses ... 34
3.4.5 Kamus Data ... 45
3.5 Perancangan Basis Data ... 47
3.5.1 Skema Relasi ... 47
3.5.2 Struktur File ... 47
v
3.6.1 Struktur Menu Petugas ... 51
3.6.2 Struktur Menu Pengunjung ... 51
3.6.3 Struktur Menu Customer ... 52
3.7 Perancangan Antarmuka ... 52
3.7.1 Perancangan Antarmuka Petugas ... 52
3.7.1.1 Form Login Petugas ... 53
3.7.1.2 Halaman Utama Petugas ... 53
3.7.1.3 Halaman View Berita ... 54
3.7.1.4 Halaman Tambah Berita ... 54
3.7.1.5 Halaman Edit Berita ... 55
3.7.1.6 Halaman Hapus Berita ... 55
3.7.1.7 Halaman View Produk ... 56
3.7.1.8 Halaman Tambah Produk ... 56
3.7.1.9 Halaman Edit Produk ... 57
3.7.1.10 Halaman Hapus Produk ... 57
3.7.1.11 Halaman View Customer ... 58
3.7.1.12 Halaman Tambah Customer ... 58
3.7.1.13 Halaman Edit Customer ... 59
3.7.1.14 Halaman Hapus Customer ... 59
3.7.1.15 Halaman View Pemesanan ... 60
3.7.1.16 Halaman Detail Pemesanan ... 60
3.7.1.17 Halaman Logout ... 61
3.7.2 Perancangan Antarmuka Pengunjung ... 61
3.7.2.1 Halaman Beranda ... 61
3.7.2.2 Halaman Berita ... 62
3.7.2.3 Halaman Produk ... 62
3.7.2.4 Halaman Customer ... 63
3.7.2.5 Halaman Pemesanan ... 63
3.7.2.6 Halaman Saran ... 64
3.7.3 Perancangan Antarmuka Customer ... 64
3.7.3.1 Halaman Beranda ... 64
vi
3.7.3.3 Halaman Produk ... 65
3.7.3.4 Halaman Customer ... 66
3.7.3.5 Halaman Login Customer ... 66
3.7.3.6 Halaman Pemesanan ... 67
3.7.3.7 Halaman View Pemesanan ... 67
3.7.3.8 Halaman Detail Pemesanan ... 68
3.7.3.9 Halaman Edit Pemesanan ... 68
3.7.3.10 Halaman View Pemesanan setelah Edit ... 69
3.7.3.11 Halaman Detail Pemesanan setelah Edit ... 69
3.7.3.12 Halaman Saran ... 70
3.8 Perancangan Pesan ... 70
3.8.1 Pesan Login Sukses (S01) ... 70
3.8.2 Pesan Login Gagal (S02) ... 71
3.8.3 Pesan Tambah Data Berhasil (S03) ... 71
3.8.4 Pesan Tambah Data Gagal (S04) ... 71
3.8.5 Pesan Konfirmasi Edit (S05) ... 71
3.8.6 Pesan Edit Data Berhasil (S06) ... 72
3.8.7 Pesan Edit Data Gagal (S07) ... 72
3.8.8 Pesan Konfirmasi Hapus Data (S08) ... 72
3.8.9 Pesan Hapus Data Berhasil (S09) ... 72
3.8.10 Pesan Hapus Data Gagal (S10) ... 73
3.8.11 Pesan Kirim Pemesanan (S011) ... 73
3.8.12 Pesan Kirim Pemesanan Berhasil (S12) ... 73
3.8.12 Pesan Kirim Pemesanan Gagal (S13) ... 73
3.8.13 Pesan Logout (S14) ... 74
3.9 Jaringan Semantik ... 74
3.9.1 Jaringan Semantik Petugas... 74
3.9.2 Jaringan Semantik Pengunjung ... 75
3.9.3 Jaringan Semantik Customer ... 75
3.10 Implementasi ... 76
3.10.1 Implementasi Perangkat Keras ... 76
vii
3.10.3 Implementasi Basis Data ... 77
3.10.4 Implementasi Program ... 79
3.10.4.1 Halaman Login Petugas ... 79
3.10.4.2 Halaman Utama Petugas ... 80
3.10.4.3 Halaman View Berita ... 80
3.10.4.4 Halaman Tambah Berita ... 81
3.10.4.5 Halaman Edit Berita ... 82
3.10.4.6 Halaman Hapus Berita ... 82
3.10.4.7 Halaman View Produk ... 83
3.10.4.8 Halaman Tambah Produk ... 83
3.10.4.9 Halaman Edit Produk ... 84
3.10.4.10 Halaman Hapus Produk ... 85
3.10.4.11 Halaman View Customer ... 85
3.10.4.12 Halaman Tambah Customer ... 86
3.10.4.13 Halaman Edit Customer ... 86
3.10.4.14 Halaman Hapus Customer ... 87
3.10.4.15 Halaman View Pemesanan ... 87
3.10.4.16 Halaman Detail Pemesanan ... 88
3.10.5 Halaman Pengunjung ... 88
3.10.5.1 Halaman Beranda ... 88
3.10.5.2 Halaman Berita ... 89
3.10.5.3 Halaman Produk ... 90
3.10.5.4 Halaman Detail Produk ... 90
3.10.5.5 Halaman Customer ... 91
3.10.5.6 Halaman Login Customer ... 91
3.10.5.7 Halaman Pemesanan ... 92
3.10.5.8 Halaman View Pemesanan ... 93
3.10.5.9 Halaman Detail Pemesanan ... 93
3.10.5.10 Halaman Edit Pemesanan ... 94
3.10.5.11 Halaman View Pemesanan setelah Edit ... 94
3.10.5.12 Halaman Detail Pemesanan setelah Edit ... 95
viii
3.11 Kesimpulan Hasil Implementasi ... 96
BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN ... 97
4.1 Kesimpulan ... 97
4.2 Saran ... 97
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah
memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan
kerja praktek dengan judul “PENGEMBANGAN WEBSITE PT BIO FARMA (PERSERO) ”.
Penulis sadar bahwa dalam penulisan laporan kerja praktek ini tidak akan
terselesaikan dengan baik tanpa bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena
itu, dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan
penghargaan yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat :
1. Orang tua yang sangat penulis cintai dan hormati yang telah dengan rela dan
sabar mendidik dan memberi kasih sayangnya pada penulis sehingg penulis
dapat menimba ilmu hingga pada jenjang yang sekarang sedang penulis
tempuh, juga selalu memberikan dukungan, semangat serta bantuan baik
moril maupun materi.
2. Bapak Dr. Ir Eddy Soeryanto Soegoto, M.Sc. selaku rektor dari Universitas
Komputer Indonesia.
3. Bapak Irawan Afrianto, S.T., M.T. selaku Ketua Program Studi Teknik
Informatika.
4. Ibu Dian Dharmayanti, S.T., M.Kom. selaku dosen wali sekaligus dosen
pembimbing kerja praktek yang dengan penuh kesabaran membimbing
penulis dalam menyelesaikan laporan kerja praktek ini.
5. Bapak Dede Wanda, S.T., M.Kom. selaku pembimbing kerja praktek di PT
Bio Farma (Persero).
6. Seluruh teman-teman IF2/2009 yang tidak dapat penulis sebutkan namanya
satu persatu atas segala dukungannya.
Kesempurnaan hanyalah Allah SWT yang memilikinya, dan kita hanyalah manusia
biasa yang tak luput dari salah dan dosa. Kiranya para pembaca dalam mencermati
laporan ini bisa memberikan sumbang saran dan kritik yang nantinya bisa digunakan
ii
Akhirnya, semoga segala sesuatu yang telah penulis kerjakan dengan segala
keiklasan hati dapat bermanfaat. Penulis berharap semoga laporan kerja praktek ini
dapat bermanfaat sebagai sumber informasi serta pemikiran bagi yang memerlukan dan
mendapat limpahan rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Bandung, Februari 2013
98
[1] Pressman, Roger S. (2002), Rekayasa Perangkat Lunak: Pendekatan Praktisi
(Buku 1), Andi Offset, Yogyakarta.
[2] Sutanta, Edhy. 2005. Pengantar Teknologi Informasi. Yogyakarta : Graha
Ilmu.
[3] Dewanto, I.Joko. 2006. Web Desain Metode Aplikasi dan Implementasi.
Yogyakarta : Graha Ilmu.
[4] Sutedjo D. O, Budi. 2002. Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi.
Yogyakarta : ANDI Yogyakarta.
[5] Kristanto, Ir. Harianto. 1994. Konsep dan Perancangan Database. Yogyakarta
: Andi Yogyakarta.
[6] Wahyono, Teguh. 2004. PHP TRIAD Fundamental (memahami
pemrograman web dengan PHP dan MySQL dalam 24 jam). Yogyakarta :
Gava Media.
[7] Nugroho, Bunafit. 2008. Latihan Membuat Aplikasi Web PHP dan Mysql
1 BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
PT Bio Farma (Persero) adalah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang
sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah. PT Bio Farma (Persero) merupakan
satu-satunya produsen vaksin dan anti sera bagi manusia yang berkualitas internasional
di Indonesia. Produksi vaksin dan anti sera ini diproduksi untuk turut serta mendukung
program imunisasi nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia dengan
kualitas derajat kesehatan yang lebih baik.
Informasi mengenai PT Bio Farma (Persero) dapat diakses melalui web
perusahaan. Pada web PT Bio Farma (Persero) dapat diperoleh semua informasi
mengenai perusahaan, seperti informasi profil perusahaan, berita, produk, customer,
saran hingga pemesanan produk yang dilakukan secara online melalui website.
Website PT Bio Farma (Persero) yang sedang berjalan saat ini masih
menggunakan cara manual dalam proses pembaharuan informasi yaitu dengan cara
mengedit script HTML sehingga kurang efisien dalam segi waktu.
Tidak tersedianya database sebagai media penyimpanan data dalam website PT
Bio Farma (Persero) membuat semua informasi yang akan ditampilkan pada halaman
website disimpan dalam script HTML, sehingga website cenderung lambat ketika
diakses karena banyaknya file yang harus ditampilkan pada halaman website.
Pengembangan website PT Bio Farma (Persero) diharapkan mampu memberikan
warna baru, juga fitur baru yang ditambahkan dapat mempermudah petugas untuk
mengelola website.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan pokok
1.3 Maksud dan Tujuan 1.3.1 Maksud
Untuk mengembangkan website PT Bio Farma (Persero).
1.3.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan aplikasi ini diantaranya :
1. Untuk mempermudah bagian sistem informasi manajemen untuk
memperbaharui informasi dalam website.
2. Untuk mempercepat waktu pada saat proses pembaharuan dan pengaksesan
informasi website.
1.4 Batasan Masalah
Agar pembahasan masalah tersebut menjadi lebih terfokus maka masalah dibatasi
hanya pada:
1. Data
Data yang diolah berupa data berita, produk, data pemesanan online serta saran
mengenai PT Bio Farma (Persero).
2. Proses
Proses pengolahan data terdiri dari beberapa proses yaitu menampilkan
informasi berita, customer, saran, pengolahan data produk dan juga proses
pemesanan produk secara online.
3. Informasi
1. Berita menampilkan informasi berita mengenai PT Bio Farma (Persero).
2. Customer mnampilkan informasi mengenai daftar nama customer PT Bio
Farma (Persero).
3. Saran menampilkan informasi saran yang pengunjung dan customer
kirimkan.
4. Produk merupakan pengolahan data produk yang diproduksi oleh PT Bio
Farma (Persero).
5. Pemesanan adalah fitur dimana para customer dapat melakukan pemesanan
4. Pemodelan terstruktur
Pemodelan yang digunakan untuk membangun aplikasi ini adalah pemodelan
struktural.
5. Aplikasi pembangun
1. Adobe Dreamweaver CS5
2. Wamp Server
3. Mozilla Firefox
4. Bahasa Pemrograman (PHP, CSS dan Javascript)
1.5 Metodologi Penelitian
Melaksanakan dan menyusun laporan kerja praktek ini dilakukan pendekatan
metode penelitian sebagai berikut :
1. Pengumpulan Data
1. Studi Lapangan
Datang langsung ke tempat kerja praktek kemudian mengamati,
menganalisa, dan membuat desain pemecahan masalah.
2. Wawancara
Dalam mendalami masalah, dilakukan wawancara langsung dengan
personal-personal yang berkaitan langsung dengan tema kerja praktek.
3. Literatur
Untuk mendukung dalam proses penulisan, pemanfaatkan literatur-literatur
yang berkaitan dengan tema kerja praktek baik dalam bentuk buku pustaka,
informasi perusahaan objek kerja praktek dan literatur yang diambil dari
media internet.
2. Pembangunan Perangkat Lunak
Metode pembuatan aplikasi ini menggunakan metode waterfall, yang
Gambar 1.1 Metode Waterfall [1]
Tahapan proses pembangunan aplikasi dengan Metode Waterfall adalah :
1. Analisis
Merupakan tahap menganalisis hal-hal yang diperlukan dalam
pelaksanaan projek pembuatan perangkat lunak.
2. Design
Tahap penerjemahan dari data yang dianalisis ke dalam bentuk yang
mudah dimengerti oleh user.
3. Coding
Tahap penerjemahan data atau pemecahan masalah yang telah dirancang ke
dalam bahasa pemrograman tertentu.
4. Testing
Merupakan tahap pengujian terhadap perangkat lunak yang dibangun.
5. Maintenance
Tahap akhir dimana suatu perangkat lunak yang sudah selesai dapat
mengalami perubahan-perubahan atau penambahan sesuai dengan
1.6 Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan dalam penyusunan laporan praktek, maka dibagi menjadi
beberapa bab yaitu sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan, terdiri dari Latar Belakang Masalah, Identifikasi Masalah,
Maksud dan Tujuan, Batasan Masalah, Metode Penelitian, dan Sistematika
Penulisan.
BAB II Tinjauan Pustaka, terdiri dari Profil Tempat Kerja Praktek, dan Landasan
Teori yang akan digunakan untuk pembahasan BAB selanjutnya.
BAB III Hasil pembahasan dari perancangan aplikasi di PT Bio Farma (Persero).
6 BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Profil Tempat kerja Praktek
PT Bio Farma (Persero) adalah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang
sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah. PTBio Farma(Persero) merupakan
satu-satunya produsen vaksin dan anti sera bagi manusia yang berkualitas
internasional di Indonesia. Produksi vaksin dan anti sera ini diproduksi untuk turut
serta mendukung program imunisasi nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat
Indonesia dengan kualitas derajat kesehatan yang lebih baik.
Perusahaan ini berdiri dengan nama “Parc Vaccinogene” pada tanggal 6 Agustus
1890 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Hindia Belanda Nomor 14 tahun 1890
yang kemudian diumumkan dalam Lembaran Negara Nomor 163 Tahun 1890.
Perusahaan ini pada awalnya, menempati sebuah paviliun di Rumah Sakit Militer
Weltevreden, Batavia yang saat ini telah berubah fungsi menjadi Rumah Sakit Pusat
Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD Gatot Soebroto), Jakarta.
Saat ini, PTBio Farma(Persero) menjalankan bisnis perusahaan di dua lokasi
yang berbeda, yaitu Jalan Pasteur No. 28 Bandung dengan luas lahan 91.058 m2 untuk
fasilitas Produksi, Penelitian & Pengembangan, Pemasaran, serta Administrasi
sedangkan lokasi di Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat dengan luas lahan
282.441 m2 untuk pengembangbiakan dan pemeliharaan hewan laboratorium. Untuk
mendukung kelancaran operasional, perusahaan memiliki juga Kantor Perwakilan di
Gedung Arthaloka Lt. 3, Jalan Jendral Sudirman No. 2, Jakarta.
2.1.1 Visi
2.1.2 Misi
1. Memproduksi, memasarkan, dan mendistribusikan vaksin dan anti sera yang
berkualitas internasional untuk kebutuhan pemerintah, swasta nasional dan
internasional.
2. Mengembangkan inovasi vaksin dan anti sera sesuai dengan kebutuhan pasar.
3. Mengelola perusahaan agar tumbuh dan berkembang dengan menerapkan
prinsip-prinsip good corporate governance.
4. Meningkatkan kesejahteraan keluarga besar perusahaan dan berkontribusi optimal
kepada negara.
2.1.3 Motto
Setiap organ perusahaan yang bersikap dan berpikir secara profesional, memiliki
integritas yang tinggi, serta bekerja secara transparan dan akuntabel.
2.1.4 Sejarah Perusahaan
1. 6 Agustus 1890 Bio Farma berdiri dengan nama "Parc Vaccinogene"pada tanggal 6
Agustus 1890 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Hindia Belanda Nomor 14
tahun 1890 di Rumah Sakit Militer Weltevreden, Batavia yang saat ini telah berubah
fungsi menjadi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD Gatot
Soebroto), Jakarta.
2. 1895 - 1901 Perusahaan mengalami pergantian nama dengan "Parc Vaccinogene en
Instituut Pasteur.
3. 1902 - 1941 Perusahaan kembali mengalami pergantian nama dengan
"Landskoepoek Inrichting en Instituut Pasteur". Pada tahun 1923, Bio Farma mulai
menempati lokasi di Jalan Pasteur No. 28 Bandung yang dipimpin oleh L. Otten.
4. 1942 - 1945 Saat penjajahan Jepang, Bio Farma berganti nama kembali dengan
"Bandung Boeki Kenkyushoo" yang dipimpin oleh Kikuo Kurauchi.
5. 1945 - 1946 Perusahaan kembali berganti nama dengan "Gedung Cacar dan
Lembaga Pasteur". Perusahaan ini dipimpin oleh R. M. Sardjito yang merupakan
Pemimpin Indonesia pertama yang memimpin perusahaan ini. Pada saat
6. 1946 – 1949 Pada masa Agresi Militer, saat Bandung kembali diduduki oleh
Belanda. Perusahaan kembali berganti nama menjadi "Landskoepoek Inrichting en
Instituut Pasteur".
7. 1950 – 1954 Perusahaan kembali berganti nama menjadi "Gedung Cacar dan
Lembaga Pasteur" yang merupakan salah satu jawatan dalam lingkungan
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
8. 1955 – 1960 Perusahaan kemudian berganti nama kembali menjadi "Perusahaan
Negara Pasteur" sebagai bentuk nasionalisasi kepemilikikan perusahaan Belanda di
Indonesia. Perusahaan lebih dikenal dengan nama PN. Pasteur.
9. 1961 – 1978 Perusahaan kembali berganti nama menjadi "Perusahaan Negara Bio
Farma" atau lebih dikenal dengan nama PN. Bio Farma.
10.1978 - 1996 Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 1978, perusahaan
kembali berganti nama dari PN. Bio Farma menjadi Perusahaan Umum Bio Farma
yang lebih dikenal dengan nama Perum Bio Farma.
11.1997 Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1997, Perum Bio Farma
kembali berganti nama menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) atau lebih dikenal
dengan nama PT Bio Farma (Persero) sampai dengan saat ini.
2.1.5 Peran Nasional dan Global
1. Peran Bio Farma secara nasional dengan memenuhi kebutuhan vaksin untuk
program imunisasi nasional dengan target 5 juta bayi per tahun, 27,6 juta anak usia
sekolah per tahun dan 15 juta wanita usia subur per tahun.
2. Sejak tahun 1997, diantara 200 produsen vaksin di dunia dan produk Bio Farma
merupakan salah satu dari 30 produsen vaksin di dunia yang telah mendapatkan
Prakualifikasi WHO (WHO Praqualification). Sejak memiliki Prakualifikasi WHO
inilah, Bio Farma mulai melakukan ekspansi pada tahun 1997 dengan mengirimkan
produk-produknya ke pasar internasional yang sudah tersebar di sekitar 110 negara
2.1.6 Penghargaan
Serbagai penghargaan dan prestasi yang pernah diraih oleh PT Bio Farma
(Persero) di tingkat Nasional maupun Internasional, antara lain :
1997
WHO menunjuk Bio Farma sebagai institusi untuk Pusat Kolaborasi Internasional
dalam mengimplementasikan Pelatihan Jaringan Global di bidang Pelatihan Produksi
Vaksin secara berkala
1998
Salah satu pelopor pembentukkan Developing Countries Vaccine Manufacture Network
(DCVMN) dan pelopor produksi vaksin dalam bentuk auto disable prefill injection
device
2002, 2004
Penghargaan BUMN dan CEO BUMN
2002
The Arch of Europe Award untuk kategori Mutu dan Teknologi
2003
International Platinum Star untuk kategori Quality Business Initiative Directions
2006, 2007, 2008, 2009, 2010,2011
Penghargaan sebagai BUMN Terbaik kategori Bidang Non Keuangan Sektor Farmasi
2007
Certificate of Honor dari WHO dalam implementasi penggunaan Vaccine Vial Monitor
(VVM) untuk Indonesia melalui Bio Farma
2008, 2009, 2011
Penghargaan Proper Hijau dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik
Indonesia
2008, 2009, 2010
Zero Accident Award Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia
2008, 2010
Penghargaan sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap sumber daya alam
dan lingkungan hidup dari Pemerintah Kota Bandung
2009
Penghargaan sebagai Perusahaan Pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Terbaik dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat
2010
1. Penghargaan Corporate Sosial Responsibility Jawa Barat untuk Kemanusiaan dan
Lingkungan Hidup n dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat
2. Penghargaan sebagai BUMN terbaik kategori nonkeuangan dari Majalah Infobank
3. Penghargaan Manggala Karya Bakti Husada Arutala dari Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia
2010, 2011
Penghargaan Primaniyarta dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk
kinerjaeksportir terbaik
2011
1. Penghargaan Pengusaha Peduli AIDS dari Pemerintah Kota Bandung
2. Lifetime Achievement Award sebagai Institusi yang berjasa dalam meningkatkan
kepedulian terhadap penyakit Lupus dan Odapus dari Syamsi Dhuha Foundation
3. Penghargaan untuk Pelestarian Bangunan Cagar Budaya dari Bandung Heritage
4. Anugerah Business Review dari Majalah Business Review sebagai “The Best Non
Listed Company, The Best Operation Management and The Best Corporate
Communication of the Year”
5. Anugerah BUMN dari Majalah BUMN Track sebagai “Juara 1 Kategori Inovasi
Teknologi BUMN Terbaik, Juara 1 Kategori Inovasi Strategi Bisnis Global
BUMN Terbaik, dan Juara 2 Kategori Inovasi Produk Manufaktur BUMN Terbaik”
2.1.7 Penelitian dan Pengembangan
Penelitian dan Pengembangan PTBio Farma (Persero) berpusat di fasilitas riset
di Gedung Research and Development dan unit-unit produksi lainnya, serta didukung
dengan adanya Laboratorium Surveilans yang telah diakui secara internasional.
Penelitian dan pengembangan dilakukan baik secara mandiri oleh perusahaan
maupun dengan menjalin kerjasama dengan kalangan institusi pemerintah, universitas,
maupun dengan lembaga - lembaga vaksin internasional lainnya. Di dalam melakukan
riset, Perusahaan menerapkan kebijakan sistem matrix dan pola ABG ( Academic,
Business, dan Goverment)
Selain itu, dikarenakan vaksin merupakan salah satu instrumen penting dalam
pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) terutama goal untuk menurunkan
tingkat kematian balita yaitu menurunkan angka kematian hingga dua-pertiga dalam
pengembangan vaksin-vaksin baru atau perbaikan dari vaksin yang sudah ada, sangat
diperlukan.
Untuk melakukan pengembangan vaksin-vaksin baru tersebut diperlukan strategi
riset yang kuat. Mengingat kondisi riset vaksin di Indonesia saat ini masih belum
terpola dengan jelas, maka beberapa hal perlu dikembangkan yaitu: menghidupkan
pertemuan ilmiah secara nasional mengenai riset vaksin, mendorong sinergi antar
lembaga penelitian dan industri berkenaan dengan riset vaksin dan membuat prioritas
penelitian vaksin di Indonesia.
Disisi lain, pengembangan vaksin baru merupakan suatu proses yang komplek.
Keputusan tentang pengembangan dan penggunaan suatu vaksin baru ke suatu negara
memerlukan pertimbangan yang berdasarkan pada berbagai aspek yang saling
berkaitan seperti aspek finansial, regulasi, epidemiologi penyakit, ketersediaan
teknologi dan kapasitas produksi yang dimiliki. Selain itu secara korporasi
pengembangan vaksin baru melibatkan beberapa pertimbangan yaitu sumber daya
litbang, potensi pendapatan dan pertumbuhan bagi perusahaan serta investasi. Dengan
demikian koordinasi, kerjasama dan strategi riset bersama antara berbagai pihak
termasuk akademisi, pemerintah maupun industri mutlak diperlukan.
2.1.8 Logo
Logo dari PT Bio Farma (Persero) adalah sebagai berikut :
Gambar 2.1 Logo
Seperti halnya sebuah nama,logo perusahaan pun memiliki atau makna tersendiri.
1. Logo tersebut merupakan adaptasi bentuk pencitraan dari “Crystal Protein” dan
Glocoprotein”.
Hal tersebut merefleksikan bahwa PT Bio Farma (Persero) adalah sebuah
perusahaan di bidang vaksin dan serum.
2. Mencitrakan ilusi pendar bintang
Dalam hal ini pendar bintang yang dimaknai sebagai semangat dan dinamika PT Bio
Farma (Persero) yang memiliki masa depan yang cemerlang.
3. Warna dominan hijau
Warna dominan hijau ini secara psikologis menyiratkan suatu nilai higienitas dan
kesehatan.
4. Warna jingga dan kuning
Warna jingga dan kuning secara terpadu menyiratkan semangat progresif dan
keberanian untuk berinovasi agar selalu menjadi yang terdepan.
2.1.9 Struktur Organisasi
Struktur organisasi PT Bio Farma (Persero) adalah sebagai berikut :
DEWAN KOMISARIS
Sam Soeharto Komisaris Utama
Chaizi Nasucha Komisaris
Triono Sundoro Komisaris
Ahmad Ramli Komisaris
Herman Ladjidja Djuni Komisaris
DEWAN DIREKSI
Iskandar Direktur Utama
Mahendra Suhardono Direktur Produksi
Elvyn Fajrul Jaya Saputra Direktur Perencanaan & Pengembangan
Sarimuddin Sulaeman Direktur Pemasaran
Mohammad Sofie A. Hasan Direktur Keuangan
Andjang Kusumah Direktur Sumber Daya Manusia
2.2 Landasan Teori 2.2.1 Internet
Internet merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan di
dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut
memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan
protokol standar dalam berkomunikasi yaitu protokol TCP/IP yang berisikan informasi
dan sebagai sarana komunikasi data yang berupa suara, gambar, video dan juga teks.
Dunia dewasa ini menjadi semakin terhubung (interconnected) satu dengan
lainnya. Dengan kata lain kita dapat menggunakan telepon genggam untuk
menghubungi teman yang berada dibelahan dunia lain. Kita dapat menonton siaran
langsung pertandingan bola piala dunia yang berlangsung di benua lain. Atau bahkan
kita dapat berinvestasi dalam ekonomi dunia karena pasar modal di Tokyo, London dan
New York terhubung secara elektronis selama 24 jam sehari. Keterhubungan inilah
2.2.2Website
Website adalah halaman informasi ang disediakan melalui jalur internet
sehingga bias diakses diseluruh dunia selama terkoneksi dengan jaringan internet.
website merupakan komponen atau kompulan komponen yang terdiri dari teks, gambar,
suara, animasi sehingga lebih merupakan media informasi yang menarik untuk
dikunjungi. Secara garis besar website bias digolongkan menjadi 3 bagian yaitu [3]:
1. Website Statis
2. Website Dinamis
3. Website Interaktif
2.2.3 Data Flow Diagram
DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau
sistem baru yang dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan
fisik dimana data tersebut akan disimpan. DFD merupakan alat yang digunakan pada
metodologi pengembangan sistem yang terstruktur. Sedangkan arti dari DFD tersebut
adalah merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan
konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan
sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun
pembuat program, ataupun dapat diartikan sebagai penggambaran arus data dari suatu
sistem informasi, baik sistem lama maupun sistem baru secara logika tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut berada. Diagram ini
menjelaskan bagaimana data masukan diubah menjadi keluaran, dimana setiap bagian
pada diagram menjelaskan proses transformasi yang berbeda. DFD dapat digunakan
untuk menggambarkan sistem atau perangkat lunak pada banyak tingkatan dari suatu
abstraksi [4].
Komponen-Komponen dalam DFD (Data Flow Diagram)
a. External entity (kesatuan Luar) atau boundary (batas sistem).
Setiap sistem pasti memiliki batas sistem (boundary) yang memisahkan suatu sistem
dengan lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan di
berada di lingkungan luarnya yang memberikan input atau menerima output dari
sistem.
b. Data Flow (Arus Data)
Arus data di DFD diberi simbol panah. Arus data ini mengalir diantara proses,
simpanan, dan kesatuan luar.
c. Process (Proses)
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau
komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan
arus data yang akan keluar dari proses.
d. Data Store (Penyimpanan Data)
Penyimpanan data (data store) merupakan simpanan dari data yang dapat berupa
suatu file atau database di komputer, suatu arsip atau catatan manual dan lain
sebagainya.
2.2.4 Kamus data (Data Dictionary)
Kamus data (data dictionary) adalah katalog fakta tentang data
dankebutuhan-kebutuhan data dari suatu sistem informasi. Kamus data dapatmendefinisikan data yang
mengalir pada sistem dengan lengkap. Kamus datadapat digunakan pada tahap analisis
dan perancangan sistem. Pada tahapperancangan sistem, kamus data digunakan untuk
merancang masukan (input),merancang laporan-laporan dan database[4].
2.2.5 ERD (Entity Relational Diagram)
Entity Relationship Diagram adalah pemodelan data utama dan akan membantu
mengorganisasikan data dalam suatu proyek ke dalam entitas-entitas dan menentukan
hubungan antar entitas [4].
a. Persegi panjang ( rectangles) : merepresentasikan entity sets.
b. Elip (ellipses) : merepresentasikan atribut entity.
c. Wajik (diamonds) : merepresentasikan relationalship sets.
d. Lines (garis) : merepresentasikan hubungan atribut ke entity sets danentity sets
ke relationalship sets.
a. Entity Sets
Sebuah entity adalah sebuah “benda” (thing) atau “objek” (object)didunia nyata
yang dapat dibedakan dari semua objek lainnya.Kesamaan tipe ini dapat dilihat
dari atributatau property yangdimiliki oleh setiap entity.
b. Relationalship Sets
Relationalship adalah hubungan diantara beberapa entity.Relationalship sets
adalah sekumpulan relasi yang mempunyai tipeyang sama.
c. Kunci Relasi (Relation Keys)
Nilai dari kunci relasi harus mengidentifikasikan sebuah barisyang unik didalam
sebuah relasi. Kunci relasi terdiri dari satu ataulebih atribut-atribut relasi.
Atibut-atribut dalam kunci relasi harusmemilikisifat sebagai berikut:
1. Untuk satu nilai hanya mengidentifikasikan satu barisdalam satu relasi.
2. Tidak memiliki subset yang juga merupakan kuncirelasi.
3. Tidak dapat bernilai null.
d. Kunci Relasi (Relation Keys)
Term FK juga banyak digunakan dalam perancangan. Sebuah FKadalah
sekumpulan atribut dalam suatu relasi sedemikian sehinggakumpulan atribut ini
bukan kunci relasi tetapi merupakan darirelasi lain.
Kardinalitas pemetaan atau rasio kardinalitas menunjukkan jumlah entity
yangdapat dihubungkan kesatu entity lain dengan suatu relationship sets.
Kardinalitasmeliputi:
1. Hubungan satu ke satu (one to one) yaitu satu entity dalam Adihubungkan
dengan maksimum satu entity dalam B.
1 1
Gambar 2.3 One to one
2. Hubungan satu ke banyak (one to many) yaitu satu entity dalam Adihubungkan
dengan sejumlah entity dalam B. Satu entity dalam Bdihubungkan dengan
maksimum satu entity dalam A.
1 N
Gambar 2.4 One to many
3. Hubungan banyak ke satu (many tone) yaitu satu entity dalam Adihubungkan
dengan maksimum satu entity dalam B. Satu entity dalamB dapat
dihubungkan dengan sejumlah entity dalam A.
N 1
Gambar 2.5 Many to one
4. Hubungan banyak ke banyak (many to many) yaitu satu entity dalam
Adihubungkan dengan sejumlah entity dalam B, dan satu entity dalam
Bdihubungkan dengan entity dalamA.
N N
Gambar 2.6 Many to many
2.2.6 Pengenalan PHP
PHP adalah bahasa pemrograman yang paling banyak dipakai saat ini. PHP banyak
dipakai untuk membuat program situs web dinamis, walaupun tidak tertutup
kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain [6].
Contoh terkenal dari aplikasi PHP adalah phpBB dan MediaWiki (software di
belakang Wikipedia). PHP juga dapat dilihat sebagai pilihan lain dari
ASP.NET/C#/VB.NET Microsoft, ColdFusion Macromedia, JSP/Java Sun
Microsystems, dan CGI/Perl. Contoh aplikasi lain yang lebih kompleks berupa CMS
A B
A B
yang dibangun menggunakan PHP adalah Mambo, Joomla!, Postnuke, Xaraya, dan
lain-lain [8].
2.2.7 Kekurangan dan Kelebihan PHP
Kelebihan PHP adalah :
1. bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak memerlukan
sebuah kompilasi dalam penggunaannya.
2. Web server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana-mana mulai dari IIS
sampai Apache, dengan konfigurasi yang relatif mudah.
3. Dapat digunakan sebagai mesin (Linux, Unix, windows) dan dapat dijalankan
secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah
system.
Adapun kelemahan PHP adalah :
1. Tidak ideal untuk pengembangan skala besar.
2. Tidak bias memisahkan antara tampilan dengan logic dengan baik (walaupun
pengguna template dapat memperbaikinya).
3. PHP memiliki kelemahan security tertentu apabila programmer tidak jeli dalam
melakukan pemrograman dan kurang memperhatikan isu dan konfigurasi PHP.
2.2.8 Pengenalan Basis Data
Secara umum dapat disimpulkan bahwa sistem database adalah sebuah sistem
yang terdiri atas kumpulan file (tabel) yang saling berelasi atau berhubungan dan
sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai atau program
lain untuk mengakses dan memanipulasi file-file tersebut.
Database hanyalah sebuah objek yang pasif karena keberadaannya tidak akan
berguna jika tidak ada pengelola atau penggeraknya. Yang menjadi penggeraknya
secara langsung adalah program (software). Gabungan keduanya (database dan
Operasi pada suatu sistem database dapat diatasi atau dikontrol sesuai dengan
kebutuhan. Dalam suatu sistem database yang terpadu mutlak diperlukan empat
komponen dasar, yaitu:
1. Data
Data yaitu masukan yang dibutuhkan oleh sistem database untuk diolah dan
dimodifikasi menjadi informasi yang berguna.
2. Hardware
Hardware adalah peralatan fisik database untuk menyimpan dan mengolah data
menjadi informasi.
3. Software
Diantara database physical dan end user terdapat software database manajemen
(DBMS) yang mengatur permintaan akses ke dalam sistem. Database manajemen
sistem (DBMS) adalah kumpulan file yang saling berkaitan bersama program
pengelolanya.
4. User
User adalah pemakai yang berinteraksi dengan sistem database melalui pemanggilan
satu program aplikasi permanen [5].
2.2.9 Pengenalan Adobe Dreamweaver CS 5
Dreamweaver merupakan perangkat lunak yang ditujukan untuk membuat suatu situs
web. Versi pertama dirilis pada tahun 1997, dan sejak itu Dreamweaver menjadi web editor
yang banyak digunakan oleh para web developer. Hal itu antara lain karena kemudahan
dalam penggunaannya, kelengkapan fiturnya dan juga dukungannya terhadap teknologi
terkini. Dreamweaver merupakan salah satu perangkat lunak yang dikembangkan oleh
Macromedia Inc . Dan sekarang resmi Milik Adobe.
Dreamweaver biasa dikenal dengan istilah WYSIWYG (What You See Is
What You Get), yang intinya adalah bahwa anda tidak harus berurusan dengan
tag-tag HTML untuk membuat sebuah situs. Selain itu Dreamweaver juga memberikan
keleluasaan untuk menggunakan sebagai media penulisan bahasa pemrograman web.
Adobe kembali mengeluarkan varian terbaru dari dreamweaver yaitu
Dreamweaver CS 5. Ada beberapa fitur baru yang dapat ditemukan pada versi
terbaru Dreamweaver CS 5 ini, diantaranya integrasi dengan Adobe Business
dan lain-lain. Selain itu juga ada beberapa fitur dalam versi Dreamweaver CS 4 yang
tdak disertakan atau ditemukan kembali dalam Dreamweaver CS 5, diantaranya
fasilitas pembuatan web album foto, penambahan flash paper, beberapa behaviour
javascript, dan lain-lain menurut madcoms (2010).
Dreamweaver CS 5 mempunyai ruang kerja yang dapat digunakan untuk
mendesain sebuah halaman web. Selain itu kita juga dapat mengubah tampilan
umum dari ruang kerja Dreamweaver CS 5. Adapun elemen-elemen ruang kerja dari
Dreamweaver CS 5 adalah sebagai berikut [7]:
1. Application Bar
Berada dibagian paling atas jendela aplikasi Dreamweaver CS 5. Baris ini berisi
tombol workspace (workspace switcher), CS Live, Menu dan aplikasi lainnya.
2. Toolbar Document
Berisi tombol-tombol yang yang digunakan untuk mengubah tampilan jendela
dokumen, sebagai contoh tampilan design atau tampilan kode. Selain itu juga
dapat digunakan untuk operasi-operasi umum, misalnya untuk melihat hasil
sementara halaman web pada jendela browser.
3. Jendela Dokumen
Lembar kerja tempat membuat dan mengedit desain halaman web.
4. Workspace Switcher
Digunakan untuk mengubah tampilan ruang kerja (workspace) Dreamweaver CS
5. Sebagai contoh mengubah tampilan menjadi tampilan classic, yaitu tampilan
ruang kerja Dreamwaver versi sebelumnya.
5. Panel Groups
Kumpulan panel yang saling berkaitan, panel-panel ini dikelompokkan pada
judul-judul tertentu bedasarkan fungsinya. Panel ini digunakan untuk memonitor
dan memodifikasi pekerjaan. Secara default, panel groups berisi panel Adobe
Browser Lab, Adobe Business Catalyst, Insert, CS 5 Styles, AP Element dan
Files.
6. Tag Selector
Terletak dibagian bawah jendela dokumen, satu baris dengan status bar. Bagian
ini menampilkan hirarki pekerjaan yang sedang tetrpilih pada jendela dokumen,
atau kategori objek tersebut. Tag selector juga menampilakan informasi format
dari bagian yang sedang aktif pada lembar kerja desain.
7. Property Inspector
Digunakan untuk melihat dan mengubah berbagai property objek atau teks
pada jendela desain. Property untuk satu objek dengan objek lainnya selalu
berbeda-beda. Jendela ini tidak dapat diuraikan pada tapilan jendela kode.
8. Toolbar Standard
Baris toolbar ini berisi tombol-tombol yang mewakili perintah pada menu File
dan Edit, diantaranya adalah perintah New, Open, Save, Save All, Cut, Copy,
Paste, Undo dan Redo.
9. Toolbar Style Rendering
Secara default disembunyikan. Toolbar ini berisi tombol-tombol untuk
menampilkan desain dalam media yang berbeda. Selain itu juga dignakan untuk
mengaktifkan dan menonaktifkan style CSS.
10. Toolbar Coding
Berisi tombol-tombol yang digunakan untuk melakukan operasi kode-kode
standar. Jendela ini hanya tampil pada jendela Code.
11. Toolbar Browser Navigation
Toolbar ini merupakan toolbar baru yang ada didalam Dreamweaver CS 5 dan
letaknya tepat berada diatas jendela dokumen. Toolbar ini berisi tombol-tombol
yang digunakan sebagai navigasi didalam browser.
2.2.10 Pengenalan WAMP
WAMP adalah suatu bundel web server yang populer digunakan untukcoba-coba
di Windows karena kemudahan instalasinya. Bundel program opensource tersebut berisi
antara lain server web Apache, interpreter PHP, dan basisdata MySQL. Setelah
menginstall WAMP, kita bisa memulai pemrograman PHPdi komputer sendiri maupun
23
Dalam pembahasan ini akan dijelaskan mengenai Analisis Masalah, Analisis
Kebutuhan Fungsional dan Non Fungsional, Perancangan Basis Data, Perancangan
Antarmuka dan Implementasi Program.
3.1 Analisis Masalah
Setelah melalui proses wawancara dengan Kepala Seksi (pembimbing) kerja
praktek, maka dihasilkan permasalahan sebagai berikut :
1. Masih menggunakan cara manual dalam melakukan proses pembaharuan
informasi yaitu dengan cara mengedit script HTML.
2. Tidak tersedianya database sebagai media penyimpanan data dalam website.
3. Proses pengaksesan data yang cederung lambat karena banyaknya file yang
harus ditampilkan pada halaman website.
4. Tidak adanya halaman petugas untuk memperbaharui data.
3.1.1 Analisis Sistem yang Berjalan
Proses pengolahan data yang terjadi pada sistem yang sedang berjalan adalah
sebagai berikut:
1. Proses pengolahan data berita pada website PT Bio Farma (Persero) adalah :
1.1 Petugas mendapatkan data berita.
1.2 Petugas melakukan pembaharuan data berita pada website.
2. Proses pengolahan data produk pada website PT Bio Farma (Persero) adalah :
2.1 Petugas mendapatkan data produk.
2.2 Petugas melakukan pembaharuan data produk pada website.
3. Proses pengolahan data kegiatan pada website PT Bio Farma (Persero)
adalah:
3.1 Petugas mendapatkan data kegiatan.
4. Proses pengolahan data saran pada website PT Bio Farma (Persero) adalah :
4.1 Petugas menerima data saran dari pengunjung.
3.2 Analisis Kebutuhan Non Fungsional
Analisis kebutuhan non fungsional adalah penguraian kebutuhan non fungsional
(batasan sistem) menjadi kebutuhan yang lebih detail berdasarkan pada fakta dan
kebutuhan yang ada. Penguraian kebutuhan non fungsional yang dimaksud yaitu
berhubungan dengan spesifikasi dan proses pembangunan perangkat lunak.
Analisis kebutuhan non fungsional merupakan analisis yang dibutuhkan untuk
menentukan spesifikasi kebutuhan sistem. Spesifikasi ini juga meliputi elemen atau
komponen-komponen yang dibutuhkan untuk sistem yang akan dibangun sampai
dengan sistem tersebut diimplementasikan. Analisis kebutuhan ini juga menentukan
spesifikasi masukan yang dibutuhkan sistem, keluaran yang akan dihasilkan sistem dan
proses yang dibutuhkan untuk mengolah masukan sehingga menghasilkan suatu
keluaran yang diinginkan.
3.2.1 Fakta Perangkat Keras di PT Bio Farma (Persero)
Adapun fakta perangkat keras yang digunakan di PT Bio Farma (Persero) adalah
sebagai berikut :
Unit PC dengan spesifikasi :
a. Prosesor : Intel Pentium E6500 Dual Core 3,0 Ghz
b. Monitor : LG 14 Inc
c. Hard disk : Seagate160 Gb
d. Memory : RAM 1Gb DDR2 DIMM 533 MHz
e. VGA Card : Onboard
f. Motherboard : Gigabyte
g. Ethernet Card : 10/100 Mbps LAN Supports Onboard.
3.2.2 Kebutuhan Minimum Perangkat Keras
Adapun kebutuhan perangkat keras yang dibutuhkan untuk mengembangkan
website PT Bio Farma (Persero) adalah sebagai berikut :
Unit PC dengan spesifikasi :
a. Processor Intel Pentium 4.
b. RAM 1 GB
c. LAN Card
3.2.3 Fakta Perangkat Lunak di PT Bio Farma (Persero)
Adapun fakta perangkat lunak yang digunakan di PT Bio Farma (Persero) adalah
sebagai berikut :
Unit PC dengan list software yang terkait adalah sebagai berikut:
a. Windows 7 Ultimate 32bit.
b. Web Browser Mozilla Firefox
3.2.4 Kebutuhan Minimum Perangkat Lunak
Adapaun Perangkat lunak yang harus dipenuhi dalam pengembangan website PT
Bio Farma (Persero) adalah sebagai berikut :
1. Windows XP sebagai sistem operasi.
2. Mozilla Firefox Sebagai media untuk mengakses website PT Bio Farma (Persero).
3. Wamp Server Sebagai Web Server.
3.2.5 Fakta Perangkat Fikir di PT Bio Farma (Persero)
Tabel 3.1 Fakta Perangkat Fikir di PT Bio Farma (Persero)
Pengguna Tanggung Jawab Tingkat Pendidikan Petugas Memantau setiap
Pengunjung 1. Melakukan
SMA/Sederajat Mengerti secara
teknis cara
3.2.6 Kebutuhan Minimum Perangkat Fikir
Dalam sistem yang sedang berjalan di PT Bio Farma (Persero) ini setidaknya
harus melibatkan dua (2) entitas yaitu petugas dan pengunjung dengan karakteristiknya
seperti yang dijelaskan dalam tabel sebagai berikut :
Tabel 3.2 Tabel Kebutuhan Minimum Perangkat Fikir
Pengguna Hak Akses Tingkat Keterampilan Petugas 1. Mengolah
Data Berita.
2. MengolahData
Produk.
3. Mengolah
Data Kegiatan.
4. Melihat Data
Saran.
2. Mengisi form.
3. Terbiasa
dengan
internet.
Mengolah data
website.
Pengunjung 1. Melakukan akses untuk
2. Mengisi form.
3. Terbiasa
dengan
Mengetahui cara
menjalankan
membangun. internet.
Customer 1. Melakukan akses untuk
2. Mengetahui tata
cara melakukan
2. Mengisi form.
3. Terbiasa
3.2.7 Evaluasi (Hasil perbandingan fakta dengan kebutuhan)
Dari perbandingan fakta dengan kebutuhan, maka disimpulkan bahwa
spesifikasi perangkat keras di PT Bio Farma (Persero) memenuhi untuk
dikembangkannya website. Pengadaan Wamp Server dilakukan dengan cara instalasi di
masing-masing komputer.
3.3 Analisis Data
3.3.1 ERD (Entity Relational Diagram)
Komponen utama pembentukan Entity Relationship Diagram atau biasa disebut
Diagram E-R yaitu Entity (entitas) dan Relation (relasi) yang merupakan
komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang dideskripsikan lebih jauh
melalui sejumlah atribut-atribut yang menggambarkan sistem. Adapun diagram ER PT
Gambar 3.1 ERD
3.4 Analisis Kebutuhan Fungsional
Analisis fungsional dibutuhkan untuk mengembangkan suatu sistem yang
berguna bagi proses pengolahan informasi. Dimana informasi yang tersedia untuk
publik dapat disajikan dengan menggunakan media internet. Data yang dianalisis di
antaranya data produk, berita, customer, pemesanan dan saran yang ada pada
perusahaan.
3.4.1 Analisis Sistem
Sistem ini meliputi diagram konteks dan Data Flow Diagram (DFD).
3.4.2 Diagram Konteks
Diagram konteks merupakan suatu alat yang digunakan untuk menggambarkan
aliaran data dan interaksi dalam sistem secara umum. Contex Diagram dari website PT
Gambar 3.2 Diagram Konteks
3.4.3 Data Flow Diagram
Dari tahap analisis ini, sistem dimodelkan sedemikian rupa dengan menggunakan
DFD (Data Flow Diagram), sehingga melalui DFD tersebut, aplikasi pengolahan data
Gambar 3.4 DFD Level 2 Proses Login
Gambar 3.6 DFD Level 2 Proses Pengolahan Data Produk
Gambar 3.8 DFD Level 2 Proses Pengolahan Data Customer
3.4.4 Spesifikasi Proses
Spesifikasi proses digunakan sebagai gambaran proses model aliran pada Data
Flow Diagram. Untuk menggambarkan proses model aliran pada DFD dijelaskan pada
tabel spesifikasi proses di bawah ini. Berikut ini adalah spesifikasi proses dari DFD
level 1.
Tabel 3.3 Tabel Spesifikasi Proses No Proses Keterangan
1 No. Proses 1.1
Nama Proses Validasi Username
Deskripsi Untuk mengecek user pada proses verifikasi data
login
Sumber Petugas, Customer
Masukan Data Username
Keluaran Informasi Username
Tujuan Petugas, Customer
Logika 1. Petugas maupun customer memasukan
datausername
2. Sistem memeriksa data username ke database
3. Jika benar, petugas maupun customer isi data
username
4. Jika salah, petugas dan customer kembali
mengisi username yang benar sampai 3 kali
berturut-turut.
2 No. Proses 1.2
Nama Proses Validasi Password
Deskripsi Untuk mengecek password pada proses verifikasi
data login
Sumber Petugas, Customer
Masukan Data password
Keluaran Informasi password
Tujuan Petugas, Customer
No Proses Keterangan
password
2. Sistem memeriksa data password ke database
3. Jika benar, login sukses
4. Jika salah, petugas maupun customer
memasukan password yang benar sampai 3 kali
berturut-turut
3 No. Proses 2.1
Nama Proses View Data Berita
Deskripsi Menampilkan Data Berita
Sumber Petugas
Masukan Data Berita
Keluaran Informasi Berita
Tujuan Petugas, Pengunjung, Customer
Logika 1. Sistem menampilkan data berita
2. Petugas, pengunjung, dan customer dapat
melihat informasi data berita
4 No. Proses 2.2
Nama Proses Tambah Data Berita
Deskripsi Menambahkan Data Berita
Sumber Petugas
Masukan Data Berita
Keluaran Informasi Berita
Tujuan Petugas
Logika 1. Sistem menampilkan tombol tambah data berita
2. Sistem menampilkan form data berita
3. Petugas mengisi data berita yang baru
4. Pilih tombol simpan untuk menyimpan data
berita ke dalam database
5. Jika benar, berita disimpan di database
No Proses Keterangan
dengan lengkap.
7. Pilih tombol batal jika data tidak ingin disimpan
ke dalam database
5 No. Proses 2.3
Nama Proses Edit Data Berita
Deskripsi Mengedit Data Berita
Sumber Petugas
Masukan Data Berita
Keluaran Informasi Berita
Tujuan Petugas
Logika 1. Sistem menampilkan tombol edit berita
2. Sistem menampilkan data berita
3. Petugas memilih data berita yang akan
diperbaharui
4. Pilih tombol simpan untuk menyimpan
pembaharuan berita ke database
5. Jika benar, berita disimpan di database
6. Jika salah, petugas memasuki berita kembali
dengan lengkap.
7. Pilih tombol batal untuk membatalkan
pembaharuan
6 No. Proses 2.4
Nama Proses Hapus Data Berita
Deskripsi Menghapus Data Berita
Sumber Petugas
Masukan Data Berita
Keluaran Informasi Berita
Tujuan Petugas
Logika 1. Sistem menampilkan tombol hapus data berita
No Proses Keterangan
3. Petugas memilih data berita yang akan dihapus
4. Pilih tombol hapus, jika berhasil maka data
akan terhapus dari database
5. Pilih tombol batal untuk membatalkan
penghapusan data
7 No. Proses 3.1
Nama Proses View Data Produk
Deskripsi Menampilkan Data Produk
Sumber Petugas
Masukan Data Produk
Keluaran Informasi Produk
Tujuan Petugas, Pengunjung, Customer
Logika 1. Sistem menampilkan data produk
2. Petugas, pengunjung, dan customer dapat
melihat informasi produk
8 No. Proses 3.2
Nama Proses Tambah Data Produk
Deskripsi Menambahkan Data Produk
Sumber Petugas
Masukan Data Produk
Keluaran Informasi Produk
Tujuan Petugas
Logika 1. Sistem menampilkan tombol tambah data
produk
2. Sistem menampilkan form data produk
3. Petugas mengisi data produk yang baru
4. Pilih tombol simpan untuk menyimpan data
produk ke dalam database
5. Jika berhasil, maka data produk akan disimpan
No Proses Keterangan
6. Jika gagal, petugas kembali memasukan data
produk yang benar dan lengkap.
7. Pilih tombol batal jika data tidak ingin
disimpan ke dalam database
9 No. Proses 3.3
Nama Proses Edit Data Produk
Deskripsi Mengedit Data Produk
Sumber Petugas
Masukan Data Produk
Keluaran Informasi Produk
Tujuan Petugas
Logika 1. Sistem menampilkan tombol edit berita
2. Sistem menampilkan data berita
3. Petugas memilih data berita yang akan
diperbaharui
4. Pilih tombol simpan untuk menyimpan
pembaharuan data.
5. Jika proses pembaharuan data berhasil maka
data akan tersimpan dalam database
6. Jika gagal, maka petugas mengulangi
pembaharuan data yang akandi edit.
7. Pilih tombol batal untuk membatalkan
pembaharuan
10 No. Proses 3.4
Nama Proses Hapus Data Produk
Deskripsi Menghapus Data Produk
Sumber Petugas
Masukan Data Produk
Keluaran Informasi Produk
No Proses Keterangan
Logika 1. Sistem menampilkan tombol hapus data berita
2. Sistem menampilkan data berita
3. Petugas memilih data berita yang akan dihapus
4. Pilih tombol hapus, maka data akan terhapus
dari database
5. Pilih tombol batal untuk membatalkan
penghapusan data
15 No. Proses 4.1
Nama Proses View Data Saran
Deskripsi Menampilkan Data Saran
Sumber Pengunjung, Customer
Masukan Data Saran
Keluaran Informasi Saran
Tujuan Petugas, Pengunjung, Customer
Logika 1. Sistem menampilkan data saran
2. Petugas, pengunjung, dan customer dapat
melihat informasi saran
16 No. Proses 4.2
Nama Proses Tambah Data Saran
Deskripsi Menambahkan Data Saran
Sumber Pengunjung, Customer
Masukan Data Saran
Keluaran Informasi Saran
Tujuan Petugas, Pengunjung dan Customer
Logika 1. Sistem menampilkan data saran
2. Pengunjung dan customer dapat melihat
informasi saran
3. Pengunjung dan customermemilih tombol
tambah untuk membuat sebuah saran untuk
No Proses Keterangan
4. Klik tombol simpan untuk menyimpan data
saran
5. Jika berhasil, data saran akan tampil
6. Jika gagal, pengunjung mengulangi mengisi
saran
7. Klik tombol batal untuk membatalkan
penyimpanan
17 No. Proses 5.1
Nama Proses View Data Customer
Deskripsi Menampilkan Data Customer
Sumber Petugas
Masukan Data Customer
Keluaran Informasi Customer
Tujuan Customer, Petugas
Logika 1. Sistem menampilkan data customer
2. Customer dan petugasdapat melihat informasi
mengenai data customer
19 No. Proses 5.2
Nama Proses Tambah Data Customer
Deskripsi Menambahkan Data Customer
Sumber Petugas
Masukan Data Customer
Keluaran Informasi Customer
Tujuan Petugas
Logika 1. Sistem menampilkan tombol tambah data
customer
2. Sistem menampilkan form tambah data
customer
3. Petugas mengisi data customer yang baru
No Proses Keterangan
customer ke dalam database
5. Jika berhasil maka data customer akan
tersimpan ke database dan petugas bisa melihat
data customer yang telah ditambahkan
6. Jika gagal maka petugas mengulangi mengisi
data customer yang benar dan lengkap
7. Pilih tombol batal untuk membatalkan proses
penambahan data customer
20 No. Proses 5.3
Nama Proses Edit Data Customer
Deskripsi Memperbaharui Data Customer
Sumber Petugas
Masukan Data Customer
Keluaran Informasi Customer
Tujuan Petugas
Logika 1. Sistem menampilkan tombol edit
2. Sistem menampilkan data customer
3. Petugas memilih data customer yang akan
diperbaharui
4. Pilih tombol simpan untuk menyimpan
pembaharuan data.
5. Jika proses berhasil maka pembaharuan data
selesai dan data akan disimpan dalam database
serta petugas dapat melihat customer yang telah
di edit
6. Jika gagal maka petugas mengulangi
memperbaharui data customer yang akan di edit
7. Pilih tombol batal untuk membatalkan
pembaharuan
21 No. Proses 5.4
No Proses Keterangan
Deskripsi Menghapus Data Customer
Sumber Petugas
Masukan Data Customer
Keluaran Informasi Customer
Tujuan Petugas
Logika 1. Sistem menampilkan tombol hapus
2. Sistem menampilkan data customer
3. Petugas memilih data customer yang akan
dihapus
4. Pilih tombol hapus untuk menghapus data
customer dari database
5. Jika berhasil maka data customer akan terhapus
dan petugas tidak dapat melihat lagi data
customer yang telah dihapus
6. Jika gagal maka data tidak akan terhapus
7. Pilih tombol batal untuk membatalkan
penghapusan
22 No. Proses 6.1
Nama Proses View Data Pemesanan
Deskripsi Menampilkan Data Pemesanan
Sumber Customer
Masukan Data Pemesanan
Keluaran Informasi Pemesanan
Tujuan Petugas, Customer
Logika 1. Sistem menampilkan data pemesanan
2. Customer dan petugasdapat melihat informasi
mengenai pemesanan
23 No. Proses 6.2
Nama Proses Tambah Data Pemesanan
No Proses Keterangan
Sumber Customer
Masukan Data Pemesanan
Keluaran Informasi Pemesanan
Tujuan Petugas, Customer
Logika 1. Sistem menampilkan tombol tambah data
pemesanan
2. Sistem menampilkan form tambah data
pemesanan
3. Customer mengisi data pemesanan
4. Pilih tombol simpan untuk menyimpan data
pemesanan ke dalam database
5. Jika berhasil maka data pemesanan akan
tersimpan di database dan petugas serta
customer dapat melihat penambahan
pemesanan dari customer
6. Jika gagal, customer mengulangi mengisi form
tambah data pemesanan
7. Pilih tombol batal untuk membatalkan proses
24 No. Proses 6.3
Nama Proses Edit Data Pemesanan
Deskripsi Memperbaharui Data Pemesanan
Sumber Customer
Masukan Data Pemesanan
Keluaran Informasi Pemesanan
Tujuan Petugas, Customer
Logika 1. Sistem menampilkan tombol tambah data
pemesanan
2. Sistem menampilkan form tambah data
pemesanan
No Proses Keterangan
4. Pilih tombol simpan untuk menyimpan data
pemesanan ke dalam database
5. Jika berhasil maka data pemesanan yang di edit
akan tersimpan di database dan petugas serta
customer bisa melihat data pemesanana yang
telah diedit
6. Jika gagal, customer mengulangi mengisi form
edit data pemesanan
3.4.5 Kamus Data
Data yang mengalir pada sistem dari satu proses ke proses yang lain dapat
diuraikan sebagai berikut:
Tabel 3.4 Kamus Data Petugas
Nama Data petugas
Keterangan Berisikan data petugas
Struktur Data id_petugas, username, password id_petugas [0..9] [a..z] [A..Z]
username [0..9] [a..z] [A..Z]
password [0..9] [a..z] [A..Z]
Tabel 3.5 Kamus Data Berita
Nama Data berita
Keterangan Berisikan data berita
Struktur Data id_berita, tanggal, judul_berita, isi, gambar, id_petugas
id_berita [0..9] [a..z] [A..Z]
judul_berita [0..9] [a..z] [A..Z]
isi [0..9] [a..z] [A..Z]
gambar [0..9] [a..z] [A..Z]
id_petugas [0..9] [a..z] [A..Z]
Tabel 3.6 Kamus Data Produk
Nama Data produk
Keterangan Berisikan data produk
Struktur Data id_produk, nama_produk, deskripsi, gambar, id_petugas
id_produk [0..9] [a..z] [A..Z]
nama_produk [0..9] [a..z] [A..Z]
deskripsi [a..z] [A..Z]
id_petugas [0..9] [a..z] [A..Z]
Tabel 3.7 Kamus Data Customer
Nama Data customer
Keterangan Berisikan data Customer
Struktur Data id_customer, username, password, nama_customer, alamat, telp, email, id_petugas
id_customer [0..9] [a..z] [A..Z]
username [0..9] [a..z] [A..Z]
password [0..9] [a..z] [A..Z]
nama_customer [0..9] [a..z] [A..Z]
alamat [0..9] [a..z] [A..Z]
telp [0..9]
email [0..9] [a..z] [A..Z]
id_petugas [0..9] [a..z] [A..Z]
Tabel 3.8 Kamus Data Detail Pemesanan
Nama Data detailpemesanan
Keterangan Berisikan data detailpemesanan
Struktur Data id_detailpemesanan, id_produk, no_nota, jumlah id_detailpemesanan [0..9] [a..z] [A..Z]
id_produk [0..9] [a..z] [A..Z]
no_nota [0..9] [a..z] [A..Z]
jumlah [0..9] [a..z] [A..Z]
Tabel 3.9 Kamus Data Pemesanan
Nama Data pemesanan
Keterangan Berisikan data pemesanan
Struktur Data no_nota, tanggal, id_petugas, id_customer no_nota [0..9] [a..z] [A..Z]
id_petugas [0..9] [a..z] [A..Z]
id_customer [0..9] [a..z] [A..Z]
3.5 Perancangan Basis Data
Basis data atau database adalah kumpulan file-file yang mempunyai kaitan
antara satu file dengan file yang lain sehingga membentuk satu bangunan data untuk
menginformasikan satu perusahaan, instansi dalam batasan tertentu.
3.5.1 Skema Relasi
Suatu file terdiri dari beberapa kelompok elemen yang berulang-ulang perlu
diorganisasikan kembali. Proses untuk mengorganisasikan file untuk menghilangkan
kelompok elemen yang berulang-ulang ini disebut relasi antar tabel. Proses relasi antar
tabel merupakan pengelompokan data menjadi tabel-tabel yang menunjang entitas dan
relasi yang berfungsi untuk mengakses data item sedemikian rupa sehingga database
mudah dimodifikasi. Relasi antar tabel untuk pengolahan data website adalah sebagai
Gambar 3.10 Skema Relasi
3.5.2 Struktur File
Struktur file merupakan urutan isi ataupun data yang berada dalam suatu record.
Struktur file dalam aplikasi di PT Bio Farma (Persero) ini adalah sebagai berikut :
Tabel 3.10 Struktur File Petugas
Nama Field Tipe Ukuran Keterangan
id_petugas Int 10 Primary Key
username Varchar 10
password Varchar 10
Tabel 3.11 Struktur File Berita
Nama Field Tipe Ukuran Keterangan
judul_berita Text 50
Tabel 3.12 Struktur File Produk
Nama Field Tipe Ukuran Keterangan
id_produk Int 10 Primary key
Tabel 3.13 Struktur File Customer
Nama Field Tipe Ukuran Keterangan
id_customer Int 10 Primary key
username Varchar 10
password Varchar 10
nama_customer Text 50
Tabel 3.14 Struktur File Detail Pemesanan
Nama Field Tipe Ukuran Keterangan
id_detailpemesanan Int 10 Primary key
id_produk Int 10 FK dari table
produk terhadap
atribut id_produk
no_nota Int 10 FK dari table
pemesanan terhadap
atribut no_nota
jumlah int 100
Tabel 3.15 Struktur File Pemesanan
Nama Field Tipe Ukuran Keterangan
no_nota Int 10 Primary key
3.6 Struktur Menu
Perancangan struktur menu merupakan gambaran jalur pemakaian sistem
sehingga sistem yang dibangun mudah dipahami dan mudah digunakan. Perancangan
3.6.1 Struktur Menu Petugas
Gambar 3.11 Struktur Menu Petugas
3.6.2 Struktur Menu Pengunjung