• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan city branding Kecamatan Ujungberung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan city branding Kecamatan Ujungberung"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

46 Riwayat Hidup

Nama : Lambang Primadi

Jenis Kelamin : Laki-laki

Tempat & Tanggal lahir : Bandung, 21 Mei 1992 Kewarganegaraan : Indonesia

Agama : Islam

Alamat lengkap : Komp. Bukit Indah Pasanggrahan G.5 Ujungberung, Bandung

Kontak : 0882 1868 2604

Email : [email protected]

Pendidikan

1998-2004 : SDN Andir Kidul I Bandung

2004-2007 : SMP Al-Ma’Soem Jatinangor

2007-2010 : SMA AL-Masoem Jatinangor

2010-2014 : UNIKOM (S1) Fakultas Desain,

(5)

Laporan Pengantar Tugas Akhir

PERANCANGAN CITY BRANDING KECAMATAN

UJUNGBERUNG

DK 38315/Tugas Akhir Semester II 2013-2014

Oleh:

Lambang Primadi 51910070

Program Studi Desain Komunikasi Visual

FAKULTAS DESAIN

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(6)

iii KATA PENGANTAR

Penulis panjatkan puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah melimpahkan Rahmat dan HidayahNya. Berkat izin dan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir yang berjudul “Perancangan City Branding kecamatan Ujungberung”.

Dalam pembuatan Laporan Tugas Akhir ini penyusun banyak mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan laporan ini.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahannya, baik dalam isi maupun sistematikanya., penulis mengharapkan kritik dan saran untuk membimbing ke arah yang lebih baik. Penulis mengharapkan semoga Laporan Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca.

Bandung, 15 Agustus 2014

(7)

vi DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ... i

LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

ABSTRAK ... iv

ABSTRACT ...v

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR GAMBAR ...x

DAFTAR TABEL ... xii

BAB I PENDAHULUAN ...1

1.1 Latar belakang ...1

1.2 Identifikasi Masalah ...2

1.3 Rumusan Masalah ...3

1.4 Batasan Masalah ...3

1.5 Tujuan Masalah ...3

BAB II CITY BRANDING KECAMATAN UJUNGBERUNG ...4

II.1 City Branding ...4

a.Syarat City Branding ...4

b.Tujuan City Branding ...5

c.Strategi City Branding...5

(8)

vii

II.4 Kecamatan Ujungberung ...11

II.4.1 Gambaran Umum Kecamatan Ujungberung ...11

II.4.2 Sejarah Kecamatan Ujungberung ...12

II.4.3 Potensi Kecamatan Ujungberung ...13

a.Budaya Dan Kesenian ...13

b.Wisata Alam ...14

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL ...24

III.1 Startegi Perancangan ...24

III.1.1 Pendekatan Komunikasi...24

a.Pendekatan Visual ...24

b.Pendekatan Verbal ...24

III.1.2 Strategi kreatif ...24

III.1.3 Strategi Media ...25

a.Tahapan Mengenalkan ...26

b.Tahapan Mengajak ...26

c.Tahapan Mengingat ...26

(9)

viii

e.Media Kreatif ...27

f.Media Penunjang ...27

III.1.4 Strategi Distribusi ...28

III.2 Konsep Visual ...29

III.3 Logo ...30

III.3.1 Grid Sistem ...30

BAB IV TEKNIK PRODUKSI MEDIA ...32

IV.1 Media Utama ...32

a.Gapura ...33

b.Umbul-umbul ...34

c.Sign System ...35

d.Seragam Pencak Silat ...36

e.Seragam Juru Parkir ...37

f.Brosur ...38

(10)

42 DAFTAR PUSTAKA

Buku:

E Knapp, Duane. (2000). The Brand Mindset. Yogyakarta. Andi Gobe, Marc. (2001). Citizen Brand, Jakarta. Erlangga

Gobe, Marc. (2001). Emotional branding, Jakarta. Erlangga

Internet:

Anto Sumiarto. (2012). Ujungberung Riwayatmu Doeloe, Dari Sebuah Wilayah Menjadi Sebuah Kecamatan. Tersedia di :

http://ujungberungq-ta.blogspot.com/2012/01/ujungberung-riwayatmu-doeloe-dari.html [4 Maret 2014]

Bite Brands. (2011). Tagline Singkat Penuh Makna. Tersedia di http://bitebrands.blogspot.com/2011/09/tagline-singkat-penuh-makna.html#.U2RFkvl_trV [28 April 2014]

Masyhudi. (2012). Masyhudi Learns To Grafis. Tersedia di:

http://masyhudilearnstografis.blogspot.com/2012/01/byline-tagline.html [21 Juni 2014]

Muhammad Irawan Saputra. (2012). Fungsi Brand. Tersedia di:

http://muhammadirawansaputra.wordpress.com/tag/fungsi-brand/ [21 Juni 2014]

Portal Bandung Website. (2013). Perangkat Daerah kecamatan Ujungberung. Tersedia di : http://bandung.go.id/rwd/index.php?fa=kecamatan.detail&id=25 [4 Maret 2014]

Wisata Air Terjun. (2013). Curug Cilengkrang Bandung. Tersedia di:

(11)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Kecamatan Ujungberung merupakan salah satu dari 30 kecamatan yang ada di Kota Bandung dan terletak di bagian Timur kota Bandung. Selain mempunyai wilayah pertanian yang cukup luas, Kecamatan ini memiliki potensi budaya terbesar di Kota Bandung. Kecamatan Ujungberung merupakan kawasan pengembang seni budaya. Dari sekitar 24 potensi kesenian di Kota Bandung, 20 di antaranya berasal dan berada di Ujungberung, Salah satu kesenian yang terkenal dan berkembang di kecamatan ini yaitu kesenian Benjang Topeng, Benjang Gulat, Bangbarongan dan kuda Renggong. dari 5 kelurahan yang dimiliki Kecamatan Ujungberung yaitu Kelurahan Pasir Endah, Cigending, Pasirwangi, Pasirjati dan Pasanggrahan masing-masing kelurahannya memiliki padepokan kesenian. Ujungberung merupakan satu-satunya kecamatan di Kota Bandung yang memiliki Pendopo hal ini dikarenakan banyaknya kesenian yang lahir dan berada di kecamatan Ujungberung. Selain kesenian tradisional kecamatan Ujungberung terkenal sebagai daerah perkembangan musik Metal di Kota Bandung dengan lahirnya komunitas Ujungberung Rebel yang terbentuk pada tahun 1995 oleh remaja di Kawasan Ujungberung dan masih aktif dan bahkan semakin berkembang hingga saat ini.

(12)

2 Kecamatan Ujungberung juga memiliki potensi di bidang industri rumahan seperti adanya beberapa pabrik tahu, pabrik tempe dan konveksi . selain itu di kecamatan ini terdapat perumahan seperti komplek dan real estate hal ini dikarenakan faktor geografis kecamatan Ujungberung yang strategis dan tentunya sumber daya alam yang melimpah yang dapat menjadi daya tarik dan memancing minat masyarakat untuk membeli dan menetap di kecamatan Ujungberung.

Semua potensi unggul yang dimiliki Kecamatan Ujungberung baik di bidang seni budaya dan wisata tidak disertai dengan adanya faktor-faktor penting yang dapat mendukung kemajuan dari potensi kecamatan Ujungberung. Dimulai dari kurangnya media informasi yang dapat mempermudah masyarakat yang datang untuk bisa lebih mengenal tentang kawasan kecamatan tersebut dan belum ada media resmi untuk dijadikan sebagai alat promosi, karena dengan adanya promosi yang baik dapat memperkenalkan serta meningkatkan antusias masyarakat akan kecamatan Ujungberung. Selain itu Kecamatan ini tidak memiliki suatu identitas yang dapat memperkenalkan semua potensi yang ada kepada masyarakat dan mempesentasikan tujuan visi misi dari kecamatan Ujungberung.

City branding tentunya merupakan upaya pengenalan identitas dearah yang mengangkat potensi dan keunikan yang dimiliki, bagaimana membuat brand Kecamatan Ujungberung yang dapat memberikan kerinduan ketika meninggalkannya dan memberikan rasa bangga pada orang yang menetap didalamnya, juga lebih merubah paradigma, perilaku dan memenuhi harapan masyarakat. Hal tersebut dapat terwujud jika nilai sebuah daerah dikemas menjadi brand yang hasilnya bisa memenuhi harapan masyarakat dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

1.2Identifikasi Masalah

(13)

3 1. Kecamatan Ujungberung belum memiliki brand atau identitas yang

spesifik yang dapat potensi yang dimiliki

2. Kurangnya informasi mengenai potensi yang dimiliki kecamatan Ujungberung 3. Pesatnya perkembangan pembangunan di kecamatan Ujungberung tidak

disertai dengan rasa memiliki dari masyarakat yang tinggal di dalamnya 4. Belum ada media pendukung bagi kecamatan Ujungberung yang

memposisikan diri sebagai kecamatan mitra utama dalam pengembangan kawasan timur Kota Bandung tahun 2018

1.3Rumusan Masalah

Bagaimana merancang identitas untuk kecamatan Ujungberung sebagai media

penunjang untuk mempromosikan potensi yang ada kepada masyarakat luar, serta

meningkatkan rasa memiliki masyarakat yang tinggal didalam kecamatan Ujungberung.

1.4 Batasan Masalah

Permasalahan dibatasi pada perancangan brand dan identitas kecamatan Ujungberung dalam upaya mengenalkan dan mempromosikan semua potensi yang ada di Kacamatan Ujungberung.

1.5 Tujuan Perancangan

Berikut merupakan tujuan perancangan dari city branding Kecamatan Ujungberung, yaitu :

1. Membuat brand Kecamatan Ujungberung yang sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat di kecamatan Ujungberung.

2. Mempromosikan kepada masyarakat luar tentang keberadaan seni, budaya dan wisata di Kecamatan Ujungberung.

3. Mendukung kota Bandung sebagai kota wisata dan budaya yang salah satu potensinya berada di kecamatan Ujungberung.

(14)

4 BAB II

CITY BRANDING KECAMATAN UJUNGBERUNG

II.1. City Branding

City branding merupakan sebuah proses pembentukan merek kota atau daerah tertentu

agar dikenal oleh target pasar seperti investor serta turis dengan menggunakan ikon,

slogan, serta positioning yang sesuai dan baik dalam berbagai bentuk media promosi.

City branding merupakan sebuah bagian gambaran dari pemikiran, perasaan, asosiasi dan

ekspektasi yang datang dari seseorang ketika melihat sebuah nama, logo, produk layanan

ataupun berbagai simbol dan rancangan yang menggambarkannya. (dalam Gobe, 2001)

memaparkan bahwa inti atau maksud dari pembuatan city branding adalah strategi untuk

memperkuat suatu negara, kota maupun daerah dengan positioning yang baik. Jika negara

telah memiliki positioning yang baik dan menjual maka akan mudah bagi negara tesebut

untuk mengenalkan semua potensi yang ada ke seluruh dunia.

a. Syarat City Branding

Dalam membentuk suatu city branding terdapat 4 syarat yang harus di penuhi, Menurut (Gobe, 2001) menjelaskan bahwa 4 syarat terebut adalah harus adanya karakter, daya tarik dan personalitas suatu kota atau daerah, memiliki cerita secara pintar, menyenangkan dan mudah agar dapat selalu diingat, memiliki keunikan dan berbeda dari yang lain, dan dapat menginspirasi semua orang untuk datang dan ingin tinggal di kota dan daerah yang di buat city branding.

(15)

5 b. Tujuan City Branding

Hal yang membuat suatu kota atau daerah untuk melakukan city branding (dalam Gobe, 2001) adalah untuk mengenalkan kota atau daerah dengan secara mendalam serta memperbaiki citra kota itu sendiri. Selain itu dapat menarik wisatawan baik wisatawan asing maupun domestik. Dalam pembuatan branding kota dapat menarik minat investor untuk berinvestasi di kota tersebut dan tentunya dapat meningkatkan nilai perdagangan.

c. Strategi City Branding

Dalam (Gobe, 2001) menyebutkan bahwa strategi city branding yang baik dengan melakukan survei persepsi dan ekspektasi tentang suatu daerah baik dari masyarakat daerah itu sendiri maupun pihak-pihak luar yang mempunyai keterkaitan dengan daerah, serta melakukan analisis daya saing baik dilevel makro maupun mikro daerah itu sendiri. City branding merupakan upaya membangun identitas sebuah kota. Identitas adalah sebuah kontruksi, sebuah konsekuensi dari sebuah proses interaksi antar manusia, institusi dan praktis dalam kehidupan sosial.

City branding merupakan pembicaraan mengenai merek, karena city branding identik sebagai bagian dari konsep merek itu sendiri. Kegiatan city branding ini menuntut setiap daerah berlomba menciptakan citra tertentu dibenak masyarakat luas dalam merepresentasikan karakter kota. Citra kota memiliki kekuatan dalam membentuk merek sebuah kota, bahkan mempengaruhi kota itu sendiri. Merek yang melekat pada kota sangat bergantung pada identitas kota.

II.2.1 Brand

a. Definisi Brand

(16)

6 sebuah janji dari penjual untuk secara konsisten memberikan tampilan, manfaat dan jasa tertentu pada pembeli. Merek yang dibuat secara baik dapat memberikan mutu, tetapi merek lebih dari sekedar simbol. Secara teknis ketika seseorang menciptakan nama baru, logo, atau simbol untuk sebuah produk maka dia telah menciptakan sebuah merek. Namun merek bukan produk akan tetapi lebih kepada memberi sebuah arti pada produk dan mendefinisikan identitas produk. Merek juga harus memiliki posisi yang istimewa dibenak konsumen, berdasarkan pengalaman masa lalu, pergaulan, dan ekspetasi di masa depan.

Knapp (2000) menyebutkan bahwa merek memiliki 6 level dalam pengertiannya yaitu Atribut dalam artian mengingatkan pada atribut-atribut tertentu serta atribut tersebut perlu diterjemahkan menjadi manfaat fungsional dan emosional. Kemudian merek harus memiliki nilai yang menyatakan nilai produsen, merek harus bisa mewakili budaya dan kepribadian dari produk yang akan di branding, terakhir adalah harus di tentukannya pemakai merek untuk menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan merek tersebut.

II.2.2 Fungsi Brand

Dalam Knapp (2000) memaparkan “bahwa fungsi utama merek adalah sebagai jalan pintas dalam pengambilan keputusan dan sebagai aset yang menambah finansial, merek dapat berfungsi sebagai penanda perubahan kepada target dan mengkomunikasikan kembali nilai produk kepada masyarakat. merek juga dapat meningkatkan moral orang-orang yang terdapat di suatu perusahaan serta menciptakan dan menguasai persepsi masyarakat di organisasi maupun masyarakat umum”.

(17)

7 II.2.3 Tujuan Brand

Knapp (2000) menjelaskan bahwa “tujuan utama merek adalah untuk menambah nilai hidup manusia. Merek adalah tentang pemberi manfaat kepada pelanggan, dan merek yang lebih terdiferensiasi lebih mudah untuk dikomunikasikan secara efisien kepada konsumen” dengan pembuatan merek dapat menambah rasa memiliki dari konsumen agar tetap setia pada merek yang mereka kenal .

II.2.4 Syarat Brand

Knapp (2000) memaparkan bahwa merek harus memiliki ketidaksamaan atau terpisah dari merek yang lain, berdeda dalam sifat dan juga kualitas. Merek harus memiliki kemurnian, kualitas spesial, gaya dan daya tarik. Suatu merek wajib memiliki kejelasan, keutamaan dan keunggulan.

II.2.5 Kriteria Brand

- Brand Name

Brand Name atau nama merek merupakan salah satu bagian dari identitas, merupakan pokok terpenting sering berhubungan dengan inti tema terhadap suatu produk. Dalam komunikasi nama merek harus menjadi efektif dan mudah di mengerti oleh konsumen dalam hitungan detik dan paling lama dalam hitungan di bawah dua menit. (Knapp,2000).

Gambar II.1 Logo Amazon.com

(18)

8 -Byline

Byline adalah deskriptor merek, byline menjelaskan fungsi dan kegunaan serta penempatan merek. Dengan adanya byline diharapkan konsumen mendapat gambaran bahwa produk dan jasa dari merek tersebut relevan dengan kebutuhan mereka.

Gambar II.2 Byline Whirlpool

Sumber: http://www.whirlpool.com.ar/servicios_centro_imagenes_en_alta.aspx (2014)

-Tag Line

Tagline adalah slogan atau jingles, tagline lebih ekspresif dalam mengkomunikasikan manfaat yang akan dipadat dari sebuah merek. Tagline memberitahu konsumen bagaimana mereka diharapkan akan merasakan tentang merek tersebut baik secara emosional maupun manfaat-manfaat praktis dan fungsional.

Gambar II.3 Tagline Philips

(19)

9 II.2.6 Manfaat Brand

Knapp (2000) menjelaskan bahwa dengan membangun merek akan mendapatkan kesetiaan pelanggan yang lebih besar dan juga merek yang dibangun dengan baik akan bisa lebih bertahan dalam menghadapi persaingan, karena memiliki keunikan dibanding produk yang lain. Selain itu, merek yang dibangun dengan benar akan bisa lebih bertahan dalam menghadapi krisis. Ketika merek sudah dibangun dengan baik maka konsumen bisa lebih toleran. Dengan melakukan branding, komunikasi dan promosi pun menjadi lebih efektif ketika merek sudah dibangun dengan baik.

II.3. Identitas

Identitas merupakan pembeda dari suatu hal dengan yang lain dengan adanya suatu identitas manusia dapat membedakan antara suatu produk dengan produk yang lain, suatu jasa dengan jasa yang lain. Dalam kehidupan perlu adanya identitas yang berbeda karena dengan adanya identitas seseorang dapat sangat mudah membedakan sesuatu baik benda mati maupun benda hidup. Identitas di fokuskan kepada hal yang dapat menjadi pembeda yang bersifat mencirikan dan mencitrakan dengan maksud agar dapat mudah dikenali.

Identitas juga dapat mencitrakan diri sendiri, organisasi, perusahaan bahkan suatu negara. Tidak hanya itu , identitas juga dapat berasal dari sebuah sejarah serta visi dan misi dari suatu perusahaan atau negara. Identitas dalam Logo membawa pesan yang sangat penting. Identitas dalam sebuah Logo merupakan intisari yang diwujudkan secara visual. Logo jadi bagian terpenting dari identitas baik di administratif maupun iklan, kemasan serta dalam proses berbagai komunikasi dan branding perusahaan.

a. Logo

(20)

10 suatu perusahaan. Logo mempunyai dua jenis diantaranya logogram yaitu simbol atau karakter yang digunakan untuk menyampaikan suatu kata, yang menggambarkan bidang usaha dari suatu bisnis perusahaan atau organisasi, dan logotype simbol atau karakter yang tervisualisasikan berupa huruf atau tipografi (Gobe,2001)

Gambar II.4 Logo Kobe

Sumber: http://www.creativepassion.com.au/history.html (2014)

b. Sistem Grafis

Sistem grafis merupakan elemen pendukung bagi suatu identitas atau brand yang lebih menekankan kepada aturan pada warna, gambar, bentuk huruf serta tata letaknya.

c. Aplikasi

Aplikasi merupakan bentuk dari media yang menunjang suatu logo atau identitas yang terdapat pada media resmi , media komunikasi, publikasi, dan promosi. Yang di terapkan di beberapa jenis media sebagai alay penunjang dalam tahap pengenalan suatu identitas atau logo.

Gambar II.5 Aplikasi Media untuk Logo Ujungberung

(21)

11 II.4. Kecamatan Ujungberung

II.4.1. Gambaran Umum Kecamatan Ujungberung

Secara geografis wilayah Kecamatan Ujungberung terletak di sebelah Timur Kota Bandung, sesuai peraturan pemerintah Nomor 16 Tahun 1987 tentang perubahan batas wilayah kotamadya Daerah Tingkat II Bandung dan Kabupaten daerah tingkat II Bandung Kecamatan Ujungberung yang terletak disebelah timur kota , mempunyai luas wilayah 661,258 Ha, terdiri atas 5 kelurahan, 58 Rukun Warga, dan 305 Rukun Tetangga. Batas wilayah Kecamatan Ujungberung adalah sebagai berikut :

Sebelah Utara : Kecamatan Cilengkrang Kab. Bandung. Sebelah Timur : Kecamatan Cibiru Kota Bandung. Sebelah Selatan : Kecamatan Cinambo Kota Bandung. Sebelah Barat : Kecamatan Mandalajati kota Bandung.

Jumlah penduduk Kecamatan Ujungberung, berdasarkan data kependudukan bulan Desember 2013 adalah 65.582 jiwa terdiri atas 40.038 umpi, yang dikelompokan juga berdasarkan jenis kelamin, agama, dan mata pencaharian di 5 Kelurahan :

1. Kelurahan Pasir Endah 2. Kelurahan Cigending 3. Kelurahan Pasirwangi 4. Kelurahan Pasirjati 5. Kelurahan Pasanggrahan

Gambar II.6 Peta Kecamatan Ujungberung

(22)

12 II.4.2. Sejarah Kecamatan Ujungberung

Wilayah Ujungberung sudah ada sejak pertengahan abad ke 6, dan telah dijadikan batas wilayah antara Kerajaan Sunda dan Kendan. Setelah Jalan Raya Pos, yang melewati Ujungberung, dibuat tahun 1811, baru ada peta yang cukup akurat mengenai batas-batas suatu wilayah di Priangan. Dimana dalam peta tersebut tercantum bahwa batas wilayah Ujungberung paling barat adalah Sungai Cibeureum (Cimahi), ke timur Sungai Cibeusi (Cileunyi), ke utara rangkaian gunung, dari G. Tangkubanparahu-Bukittunggul-hingga Manglayang, ke selatan berbatasan dengan Sungai Citarum.

luas wilayah Ujungberung pada saat itu kira-kira 43.000 ha lebih (dimana Kota Bandung yang statusnya masih kampung berada di tengah-tengahnya), atau + 1/6 luas wilayah Kabupaten Bandung. Wilayah tersebut beribukota di Ujungberung (Cipaganti sekarang). Berdasarkan letak geografis wilayah, Pemerintah Hindia Belanda, membagi wilayah Ujungberung menjadi 2 bagian. Sebelah utara Jalan Raya Pos, yang terdiri dari pegunungan, disebut Oedjoengbroeng Kaler. Sedangkan, sebelah selatan Jalan Raya Pos, merupakan rawa raksasa Gegerhanjuang, disebut Oedjoengbroeng Kidoel.

(23)

13 II.4.3. Potensi Kecamatan Ujungberung

a. Budaya Dan Kesenian

Ujungberung merupakan salah satu wilayah dan kecamatan yang mempunyai banyak seni dan budaya Sunda, bahkan dari 24 kesenian tradisional yang ada di kota Bandung 20 di antaranya masih aktif dan berada di wilayah kecamatan Ujungberung. Benjang adalah salah satu kesenian asli dan berkembang di kecamatan Ujungberung. Dikecamatan ini pun terdapat beberapa padepokan kesenian dan budaya. Berikut adalah beberapa Padepokan kesenian yang berada di Kecamatan Ujungberung:

Gambar II.7 Padepokan Benjang dan Bangbarorngan

Sumber: Dokumen Pribadi (2014)

Gambar II.8 Seni Benjang gulat

(24)

14 b. Wisata Alam

Kecamatan Ujungberung berlokasi di kaki gunung Manglayang yang tentunya memiliki udara yang bersahabat dan sejuk , dari itulah terdapat potensi objek Wisata Alam yang terdapat di kecamatan Ujungberung yaitu:

Gambar II.9 Batu Kuda

Sumber: Dokumen Pribadi (2014)

Batu kuda merupakan wisata alam yang terdapat di kecamatan ujungberung yang sering

digunakan sebagai tempat untuk berkemah dan wisata untuk keluarga.

Gambar II.10 curug Cilengkrang

Sumber: Dokumen Pribadi (2014)

(25)

15 c. Wisata Kuliner

Selain memiliki potensi wisata alam, kecamatan ujungberung memiliki wisata kuliner yang unik dan banyak diminati masyarakat. Tempat-tempat wisata kuliner ini sering dikunjungi pada saat hari sabtu dan minggu (hari libur) dan saat di pagi hari sebagai tempat beristirahat saat berolahraga. Berikut adalah beberapa wisata kuliner yang ada di kecamatan Ujungberung :

Gambar II.11 Warung Bandrek

Sumber: Dokumen Pribadi (2014)

(26)

16 Pasir Kunci adalah nama daerah perkampungan yang berada di wilayah otonomi Pemerintah Kota Bandung, tepatnya berada di RW 11 Kelurahan Pasirjati Kecamatan Ujungberung Kota Bandung. Secara geografis daerah ini berada di kaki gunung manglayang dan sekaligus sebagai perbatasan antara kota dan kabupaten Bandung. Berada di ketinggian sekitar 800 meter dari permukaan laut.

d. Pendidikan

Kecamatan Ujungberung memiliki potensi di bidang pendidikan diantaranya memiliki SD, SMP, SMA dan Pesantren favorite di kota Bandung yang tentunya juga memiliki kualitas yang sangat baik dan banyak diminati masyarakat. Berikut adalah beberapa potensi pendidikan yang berada di kecamatan Ujungberung:

Gambar II.13 SDN Ujungberung Sumber: Dokumen Pribadi (2014)

(27)

17 Gambar II.15 SMPN 50 Bandung

Sumber : Dokumen Pribadi (2014)

Gambar II.16 Pesantren Baiturrahman Sumber : Dokumen Pribadi (2014)

e. Perumahan /Pemukiman

Lokasi Daerah kecamatan Ujungberung sangat strategis berada di kaki gunung Manglayang yang memiliki suhu udara yang cukup sejuk dan masyarakat yang ramah membuat investor banyak membuat pemukiman dengan harga cicilan yang murah. Berikut ini beberapa Perumahan yang sudah ada pada tahun 2000 sampai saat ini :

(28)

18 Gambar II.18 Ujungberung

Regency

Sumber : Dokumen Pribadi(2014)

Gambar II.19 Grand Valley Sumber : Dokumen Pribadi (2014)

(29)

19 Gambar II.21 Pasanggrahan Indah

Sumber : Dokumen Pribadi (2014)

f. Industri Rumahan

Kecamatan Ujungberung memiliki industri rumahan yaitu pabrik tahu dan tempe. Produksi Tahu tersebut biasa di distribuskan ke pasar tradisional Ujungberung dan pasar tradisional Gedebage, selain itu wilayah ini memiliki Konveksi yang dibuat oleh komunitas musik Ujungberung Rebel.

Gambar II.22 Pabrik Tahu Maruyung Sumber : Dokumen Pribadi (2014)

(30)

20

Gambar II.24 Konveksi Ujungberung Rebels Sumber : Dokumen Pribadi (2014)

g. Ruang Publik

Kecamatan Ujungberung memiliki ruang publik bagi masyarakatnya seperti Masjid Besar Ujungberung, Pendopo Kecamatan Ujungberung, Alun-alun Ujungberung, Pasar Tradisional Ujungberung dan Bandung Timur Plaza.

Gambar II.25 Mesjid Besar Ujungberung Sumber : Dokumen Pribadi (2014)

(31)

21 Gambar II.26 Pendopo dan kantor Kecamatan Ujungberung

Sumber : Dokumen Pribadi (2014)

Gambar II.27 Alun-alun Ujungberung Sumber : Dokumen Pribadi (2014)

(32)

22 II.5. Target Audien

Masyarakat yang menjadi target audien untuk menerima informasi dan promosi dari brand

Kecamatan Ujungberung ini akan disesuaikan dengan;

a. Demografis

- Jenis Kelamin : Laki-laki dan Perempuan

- Usia : 15-35 tahun (primer) dan 35-60 (sekunder) - Status ekonomi : Menengah

- Pendidikan : SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi

- Pekerjaan : Pelajar, mahasiswa, pegawai, karyawan, dan pedagang.

b. Geografis

Secara geografis target audien dikhususkan pada masyarakat berdomisili di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat dan pada seluruh Indonesia.

c. Psikografis

Ditujukan kepada masyarakat pekerja yang mempunyai rutinitas yang padat sehari-harinya yang membutuhkan tempat tinggal idaman yang nyaman, sarana rekreasi seperti wasata alam maupun budaya, tentunya masyarakat yang memiliki jiwa muda.

II.6. USP (Unique Selling Point)

Ujungberung adalah sebuah wilayah yang berubah menjadi kecamatan. Wilayah ini mempunyai nilai sejarah dan budaya yang kuat bagi perkembangan kota Bandung, dari semua keunikan potensi itulah menjadi nilai jual utama dari branding Kecamatan Ujungberung.

II.7. Solusi

(33)
(34)

24 BAB III

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

III.1. Strategi Perancangan

Startegi dalam perancangan city branding kecamatan ujungberung dengan merancang identitas yang mampu menggambungkan unsur modern tanpa meninggalkan unsur tradisional. Selain itu identitas dibuat unik, berkarakter, mempunyai daya tarik dan beda dari yang lain agar memudahkan masyarakat untuk mengingat kecamatan Ujungberung.

III.1.1 Pendekatan Komunikasi

Dengan melakukan Pendekatan komunikasi pada perancangan identitas kecamatan Ujunberung ini bertujuan untuk merubah pola pikir terutama pada masyarakat lokal untuk dapat menumbuhkan rasa memiliki agar semua potensi yang dimiliki dapat terjaga dengan baik dan dapat dikembangkan.

a. Pendekatan Visual

Pendekatan komunikasi secara visual dalam perancangan ini menggunakan pendekatan visual Contemporary yang berkembang pada era tahun ‘1965 hingga sekarang. Hal ini mengacu pada visi kecamatan Ujungberung yang memposisikan diri sebagai mitra utama dalam pengembangan budaya, seni dan wisata kawasan timur Kota Bandung 2018 melalui pelayanan prima.

b. Pendekatan Verbal

Pendekatan komunikasi secara verbal pada branding menggunakan bahasa internasional english. Bahasa tersebut dipilih agar brand Ujungberung ini dapat dikenal luas oleh seluruh lapisan masyarakat.

III.1.2. Strategi Kreatif

(35)

25 melalui bentuk Abstract Logo yang unik dan berkarakter. Gaya visual pada bentuk Abstract Logo yang digunakan ialah gaya visual minimalis berjenis Abstraksi Figuratif dari bentuk objek visual yang telah dipilih, hal ini mengacu agar logo dapat mempunyai kesan yang menarik, penuh dengan makna, dan fleksibel. Penggunaan gaya visual tersebut diharapkan dapat menjadi suatu hal yang dapat berbeda dengan kebanyakan logo-logo kawasan sejenis yang sudah digunakan saat ini yang mempunyai kesan statis, monoton, dan tidak modern.

III.1.3. Strategi Media

Strategi media merupakan sebuah alat untuk menyampaikan isi pesan kepada target sasaran.

Agar pesan yang ingin disampaikan mudah dan dimengerti. Dalam penyampaian isi pesan

kepada target dan mencapai tujuan seperti yang diinginkan, harus adanya pertimbangan

dalam sistem strategi komunikasi yang tepat. Perencanaan penyampaian pesan pada branding

kecamatan Ujungberung ada tiga tahapan, yaitu:

a. Tahapan Mengenalkan

Digunakan strategi pengenalan yang bertujuan untuk mengenalkan branding dan menimbulkan rasa ingin tau dan penasaran di pemikiran masyarakat.

Teknis pelaksanaan dengan memasang umbul-umbul disepanjang Jalan raya A.H Nasution (Ujungberung) dan Membagikan media berupa stiker yang ditempatkan dibidang-bidang yang terkait dengan program branding.

(36)

26 b. Tahapan Mengajak

Pada tahapan ini digunakan strategi mengajak masyarakat yaitu dengan membuat sebuah brosur yang berisi semua potensi unggul Ujungberung beserta map kreatif agar masyarakat dapat mengetahui letak tempat semua potensi yang ada di Ujungberung.

Gambar III.2 Brosur

c. Tahapan Mengingat

Tahap selanjutnya pembuatan merchandise agar masyarakat tetap mengingat brand Ujungberung.

Dalam klasifikasi jenis strategi media dibagi menjadi tiga jenis yaitu media utama , media kreatif dan media penunjang.

d. Media Utama

Dalam media utama cara komunikasi pada branding kecamatan Ujungberung

disampaikan atau di informasikan melalui sebuah Brand logo Kecamatan Ujungberung.

(37)

27 e. Media Kreatif

Penempatan Untuk media kreatif lebih kepada tempat yang dikunjungi atau digunakan oleh masyarakat sehari-hari agar dapat mudah dilihat. Contohnya seperti tempat ruang publik dan Gapura .

Gambar III.4 Gapura

f. Media Penunjang

Media penunjang pada komunikasi branding kecamatan Ujungberungdifokuskan dalam visual dan headline dengan kata-kata yang bersifat implisit dengan pendekatan personal berupa seragam Juru Parkir, Kaos, Pin, Mug, dan Stiker.

(38)

28 III.1.4 Strategi Distribusi

Distribusi yang dimaksud dalam branding ini adalah memperkenalkan dan mempromosikan brand kecamatan Ujungberung kepada masyarakat. Waktu yang paling tepat untuk pendistribusian brand kecamatan Ujungberung adalah saat acara yang diadakan dua minggu sekali yaitu festival “Ujungberung Culinary Night” Saat itulah semua masyarakat khususnya di Bandung Timur berkumpul di alun-alun Ujungberung.

(39)

29 Tabel III.2 Jadwal Pendistribusian Media

III.2 Konsep Visual

(40)

30 III.3 Logo

Logo untuk brand Ujungberung ini merupakan simbolisasi dari brand positioning budaya. Logo ini menggunakan gabungan antara logotype dan juga logogram bertujuan agar logo tidak terlihat monoton dan dapat memiliki beberapa varian . Identitas logo Ujungberung ini ditekankan pada abstrak logo yang menyerupai bentuk penyederhanaan dari senjata tradisional khas Sunda yaitu Kujang . Memiliki lima lingkaran yang harmonis di dalam kujang yang mempunyai artian lima kelurahan didalam kecamatan ujungberung yang masing-masing mempunyai potensi unggul yang berbeda .

Gambar III.6 Logo

III.3.1 Grid Sistem

(41)

31 Zona yang bersih atau kosong diciptakan untuk memastikan logo selalu menonjol dan tampak jelas. Ruangan yang kosong diukur dengan persegi. Lebih banyak ruangan kosong disekitar logo, akan lebih menonjol pula penampilannya dibandingkan elemen gambar atau grafik lainnya. Dilarang melanggar zona batas ini dengan pinggir halaman, pinggir spanduk maupun media yang dicetak lainnya, melanggar dengan menempatkan logo lain di dalam zona batas.

III.3.2 Tipografi

Font yang digunakan pada logo branding Kecamatan Ujungberung adalah sebuah font Minion pro yang mengalami perubahan pada bagian sudut yang mengikuti karakteristik bentuk logo . pemilihan font minion pro sendiri sesuai dengan karakteristik dari vis dan misi kecamatan Ujungberung yang konsisten dan tegas dalam menjadi wilayah pengembangan budaya kesenian sunda dan mitra pembangunan kawasan di Bandung Timur. Tagline pada logo menggunakan font Arial lowercase mengesankan keterbukaan dan kesederhanaan.

(42)

32 Tipografi Tagline

Warna

Dalam Logo ini terdapat 4 warna yaitu:

Merah marun menggambarkan semangat /energi dari potensi budaya dan kesenian sunda yang ada di Ujungberun. Hijau menggambarkan kesejukan /natural terhadap keindahan alam yang ada di Ujungberung. Orange menggambarkan semangat muda dan keterjangkauan. Hitam menggambarkan kekuatan semua potensi yang ada didalam Ujungberung.

(43)

33 BAB IV

TEKNIK PRODUKSI MEDIA

IV.1. Media Utama

Media utama komunikasi branding Kecamatan Ujungberung disampaikan melalui environment media berupa gapura, umbul-umbul dan Sign system .

a. Gapura

Gapura ini akan diletakan jalan raya yang akan memasuki kawasan kecamatan ujungberung yaitu di jalan A.H Nasution. Bentuk gapura merupakan kombinasi dari kesan tradisional dan modern .Bentuk tiang gapura mengikuti bentuk dari logo yang menyerupai bentuk kujang dan badan gapura yang menyerupai bentuk alat musik kesenian sunda yaitu Kecapi, merupakan representasi dari semangat kebudayaan tradisional sunda yang di terapkan di kawasan kecamatan Ujungberung.

Gambar IV.1 Desain Gapura

ukuran sebenarnya : 5 Meter x 7.5 Meter Ukuran Miniatur :25 Cm x 31 Cm

skala : 1 : 24

(44)

34 b. Umbul-Umbul

Gambar IV.2 Desain Umbul-Umbul

Umbul-Umbul ini di tempatkan di sepanjang jalan raya AH Nasution (Ujungberung) sebagai penanda identitas kecamatan Ujungberung dan membuat rasa penasaran masyarakat yang melihatnya.

Ukuran Media : 100x500cm. Material : Flexi Cina.

(45)

35 Gambar IV.3 Desain Sign System

c. Sign System

Sign sistem ini dibuat di tempat yang mempunyai potensi yang besar seperti Budaya kesenian, wisata alam, dan ruang publik . Media ini dibuat bertujuan untuk masyarakat yang mendatangi tempat tersebut dapat mengetahui dan mengingat brand dari kecamatan Ujungberung sehingga dapat menimbulkan rasa cinta dan rasa memiliki.

Bahan : besi.

(46)

36 d. Seragam Pencak Silat

Seragam ini merupakan seragam untuk siswa laki-laki SD, SMP, SMA. Digunakan pada saat hari rabu (rebo nyunda). Dibuat agar meningkatkan ketertarikan dan kepedulian siswa terhadap budaya dan kesenian tradisional sunda di usia dini.

Gambar IV.5 Desain Seragam Pencak Silat

(47)

37 e. Seragam Juru Parkir

Seragam ini merupakan seragam untuk para juru parkir yang ada di wilayah Kecamatan Ujungberung, seragam ini dibuat agar proses branding ini menyeluruh disemua lapisan masyarakat, berpartisipasi secara langsung dalam proses branding kecamatan Ujungberung.

Gambar IV.6 Desain Seragam Juru Parkir

(48)

38 f. Brosur

Gambar IV.7 Desain Brosur

Brosur ini berisi informasi tiga potensi utama yang ada di kecamatan Ujungberung. Mulai dari Potensi budaya kesenian tradisional Sunda , wisata alam dan industri rumahan yang ada di Ujungberung. Brosur ini akan diletakan dibeberapa ruang publik dan acara festival Ujungberung culinary night dengan dibagikan secara gratis. Brosur ini diharapkan dapat memberikan gambaran semua potensi sebenarnya tentang Ujungberung.

(49)

39 g. T-shirt

Gambar IV.8 Desain T-shirt brand Ujungberung.

T-shirt ini dibuat untuk memikat dan memancing segmentasi kaum muda agar dapat tertarik dengan brand logo kecamatan Ujungberung. Di distribusikan pada acara festival Ujungberung Culinary Night.

(50)

40 h. Mug

Gambar IV.8 Desain Mug.

Material : Gelas tanah liat. Teknis : print laminasi.

i. Pin

Gambar IV.9 Desain Pin.

(51)

41 j. Stiker

Stiker merupakan media penunjang yang akan dibagikan di sepanjang jalan A.H Nasution (Ujungberung). Stiker ini dibagikan secara gratis sebagai proses awal pengenalan branding kecamatan Ujungberung.

Gambar IV.10 Desain Stiker.

Gambar

Gambar II.2 Byline Whirlpool
Gambar II.4 Logo Kobe
Gambar II.10 curug Cilengkrang
Gambar II.13 SDN Ujungberung Sumber: Dokumen Pribadi (2014)
+7

Referensi

Dokumen terkait

objek wisata Istana Maimun adalah sebuah kawasan wisata seni dan budaya dengan. potensi yang sangat besar dengan sejarah tentang Istana Maimun,

Potensi dan daya tarik yang dimiliki desa wisata Tlogoweru sangat besar untuk menarik sejumlah wisatawan berkunjung ke desa tersebut untuk belajar seputar pertanian

Salah satu obyek wisata yang patut untuk di kunjungi adalah Desa Wisata Budaya Pampang Samarinda, yang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan yang tinggi, serta nilai seni yang

Potensi wisata yang dimiliki oleh berbagai desa yang tercakup dalam DAS Pekerisan sangat besar, khususnya dalam sektor wisata heritage, agrowisata, dan

2.2 Objek Wisata Kota Semarang 2.2.1 Kuliner Kota Semarang mempunyai beberapa makanan khas, yaitu lunpia, tahu gimbal, pisang plenet, terdapat tempat khusus berjualan berbagai

Rumusan masalah dalam Perancangan Branding “Desa Pantai Harapan Jaya Kecamatan Muara Gembong Bekasi” Sebagai Potensi Tempat Wisata Taman Hutan Mangrove adalah

Peluang pengembangan potensi wisata kuliner di desa Tongging sangat terbuka karena daerah ini memiliki kearifan lokal baik budaya maupun kuliner dan hal ini juga didukung

Dari hasil yang diperoleh mulai dari proses pembangunan hingga pengujian Aplikasi Pengenalan Wisata Budaya dan Kuliner Kota Pekalongan ini, terdapat beberapa hal