• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI 107402 SAENTIS T.A 2015/2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI 107402 SAENTIS T.A 2015/2016."

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING

PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI 107402 SAENTIS

T . A 2015 / 2016

SKRIPSI

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurusan Pendidikan Pra Sekolah dan Sekolah Dasar

Oleh :

ENDANG WITA GULTOM NIM : 1123111028

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI

Nama : ENDANG WITA GULTOM

Tempat/Tanggal Lahir : Hutanamora, 07 November 1993

Alamat : Jl. Pintu Air 3 No.2D Simpang Gudang

Kelurahan Kwala Bekala

Kecamatan Medan Johor

Jenis Kelamin : Perempuan

Kewarganegaraan : Indonesia

Agama : Kristen Protestan

Nama Orang Tua

Ayah : Delimar Gultom

Ibu : Saida Sirait

Anak Ke : 4 dari 5 Bersaudara

PENDIDIKAN FORMAL

No. Nama Sekolah Tempat Tahun Tamat

1. SD Negeri 177942 Hutanamora Hutanamora 2006

2. SLTP Negeri 1 Lumban Julu Lumban Julu 2009

(6)

i

ABSTRAK

ENDANG WITA GULTOM, NIM : 1123111028, Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Matematika Di Kelas IV SD Negeri 107402 Saentis T.A 2015/2016

Dalam proses pembelajaran, yang paling dibutuhkan adalah aktivitas belajar siswa. Aktivitas belajar yang sangat tinggi akan menciptakan hasil belajar yang baik. Namun, masih banyak ditemukan masalah di sekolah dasar khususnya pada mata pelajaran Matematika adalah kurangnya ativitas belajar siswa menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa.

Aktivitas adalah segala jenis kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam belajar dengan tujuan perubahan tingkah laku, baik menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap, baik meliputi segenap segenap aspek organisasi maupun proyek.

Model Problem Based Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat memberikan kondisi belajar aktif pada siswa.

Penelitian ini bertujan untuk membuktikan Apakah dengan menggunakan Model Problem Based Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada Materi Pokok Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Bulat Di Kelas IV SD Negeri 107402 Saentis T . A 2015 / 2016

Manfaat penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan Model Problem Based Learning pada materi pokok penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dikelas IV SD Negeri 107402 Saentis T.A 2015/2016.

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Subjek penelitian adalah siswa/i IV SD Negeri Nomor 107402 Saentis sebanyak 25 orang dengan jumlah laki – laki 17 orang dan 8 perempuan orang. Objek penelitian ini adalah penggunaan Model Problem Based Learning.

Dari kegiatan pembelajaran dan analisis data penelitian yang diperoleh peneliti dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan Model Problem Based Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada Materi Pokok Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Bulat Di Kelas IV SD Negeri 107402 Saentis T . A 2015 / 2016. Dari data observasi siswa pada Siklus I Pertemuan 1 aktivitas belajar siswa cukup dengan rata-rata 60,62, Siklus I Pertemuan 2 aktivitas belajar siswa baik dengan rata-rata 71,12, Siklus II Pertemuan 1 aktivitas belajar siswa baik dengan rata-rata 80,24 dan Siklus II Pretemuan 2 aktivitas belajar siswa sangat baik dengan rata-rata 90,74. Dari data observasi kemampuan guru diperoleh data pada Siklus I Pertemuan 1 kemampuan guru baik dengan rat-rata 78,33, Siklus I Pertemuan 2 kemampuan guru sangat baik dengan rat-rata-rat-rata 81,66, Siklus II Pertemuan 1 kemampuan guru sangat baik dengan rata-rata 86,66 dan Siklus II Pertemuan 2 kemampuan guru sangat bauk dengan rata-rata 95,00.

(7)

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas segala

berkah dan rahmatnya yang amat besar sehingga penulis dapat menyelesaikan

penulisan skripsi ini untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar

Sarjana pada Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar di Universitas Negeri

Medan.

Penulis juga mengucapkan terimkasih kepada Ayahanda D.Gultom dan

Ibunda S.Sirait yang selalu memberikan kasih sayang, dukungan serta semangat

yang berguna bagi penulis dalam menjalani setiap tahapan penulisan skripsi.

Semua yang ayahanda dan ibunda berikan tak akan mampu terbalaskan.

Skripsi ini berjudul “Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa

Dengan Menggunakan Model Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Matematika Di Kelas IV SD Negeri 107402 Saentis T . A 2015 / 2016”.

Selama penulisan skripsi ini, penulis banyak mendapat masukan dan

bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin

mengucapkan terimakasih kepada:

1. Prof. Dr. Syahwal Gultom, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri

Medan.

2. Dr. Nasrun, M.S selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas

Negeri Medan

3. Bapak Prof. Yusnadi, M.S selaku Wakil Dekan I, Bapak Drs. Aman

Simare-mare, M.S selaku Wakil Dekan II, dan Bapak Edidon

Hutasuhut, M.Pd selaku Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Pendidikan

(8)

iii

4. Bapak Drs. Khairul Anwar, M.Pd selaku ketua jurusan PGSD dan

Dosen Pembimbing Skripsi yang telah penuh kesabaran dan perhatian

memberikan bimbingan, motivasi serta arahan kepada penulis hingga

proses penulisan skripsi ini selesai.

5. Bapak Alm. Drs. Ramli Sitorus, M.Pd selaku selaku Dosen

Pembimbing Skripsi saya sebelumnya yang telah penuh kesabaran dan

perhatian memberikan bimbingan, motivasi serta arahan kepada

penulis dalam proses penulisan skripsi ini.

6. Bapak Drs. Khairul Anwar, M.Pd selaku Sekretaris Jurusan PGSD

7. Ibu Erlinda Simanungkalit M.Pd selaku Dosen Pembimbing

Akademik yang telah memberikan bimbingan dalam hal akademik.

8. Bapak Drs. Demu Karo-karo, M.Pd, Drs. Daitin Tarigan, M.Pd dan

Dra. Eva Betty Simanjuntak, M.Pd selaku dosen penguji yang telah

banyak memberikan saran masukan kepada penulis dalam penulisan

skripsi ini.

9. Bapak dan ibu dosen seluruhnya yang ada di Fakultas Ilmu

Pendidikan dan tenaga pelayanan.

10. Ibu Asni, S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Negeri 107402 Saentis yang

telah banyak memberikan bantuan dan kerjasama selama penulis

melakukan penulisan di sekolah tersebut.

11. Ibu Arbaniyah, S.Pd selaku guru kelas IV yang telah membimbing

(9)

iv

12. Kepada kakak tersayang Kartika Gultom dan Lusiana Gultom, abang

tersayang Juendi Gultom dan Adek Junedi Gultom yang telah banyak

memberikan dukungan dan motivasi saya dalam penulisan skripsi ini.

13. Untuk sahabat-sahabat ku Bernadetta Sitorus, Mariati Manurung,

Feby Sianturi, Krisna Simamora dan Wilda Siagian yang selalu

memberi dukungan dan semangat dalam proses penulisan skripsi ini.

14. Untuk teman-teman terbaik Rizal Nuari, Desi Silitonga, Sa’adah

Hayatun beserta teman satu PPL saya.

15. Kepada teman-teman C-Reguler 2012 terimakasih untuk semua

bantuannya.

16. Dan kepada seluruh orang yang menyayangi dan memperhatikan

penulis, terimakasih banyak.

Atas segala bantuan dan bimbingan yang telah penulis terima dari berbagai

pihak, penulis mengucapkan banyak terimakasih. Smoga Tuhan Yang Maha Esa

membalasnya. Akhir kata semoga skripsi ini bermanfaat serta dapat dijadikan

sumbangan pemikiran dalam dunia pendidikan.

Medan, Maret 2016

Penulis

ENDANG WITA GULTOM

(10)

DAFTAR ISI

Hal

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 4

1.3 Pembatasan Masalah ... 4

1.4 Rumusan Masalah ... 5

1.5 Tujuan Penelitian ... 5

1.6 Manfaat Penelitian ... 5

BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1 Kerangka Teoari ... 7

2.1.1 Aktivitas Belajar ... 7

(11)

vi

2.1.1.2 Pengertian Aktivitas Belajar ... 8

2.1.1.3 Jenis-jenis Aktivitas Belajar ... 9

2.1.2 Model Pembelajaran ... 12

2.1.2.1 Pengertian Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) ... 13

2.1.2.2 Karakteristik Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) ... 14

2.1.2.3 Langkah-langkah Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) ... 15

2.1.2.4 Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) ... 16

2.1.3.1 Pengertian Pembelajaran Matematika ... 17

2.1.3.2 Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat ... 18

2.2 Kerangka Berfikir ... 24

2.3 Hipotesis Tindakan ... 25

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis penelitian ... 26

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 26

(12)

vii

3.4 Defenisi Variabel ... 27

3.5 Desain Penelitian ... 28

3.6 Prosedur Penelitian ... 29

3.7 Teknik Pengumpulan Data ... 35

3.8 Teknik Analisis Data ... 37

3.9 Jadwal Penelitian ... 39

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian ... 40

4.1.1 Deskripsi Hasil Penyebaran Angket Awal ... 41

4.1.2 Deskripsi Siklus I ... 42

4.1.3 Deskripsi Siklus II ... 58

4.1.4 Deskripsi Hasil Penyebaran Angket Akhir ... 71

4.2 Pembahasan Hasil Penelitian ... 72

4.2.1 Pembahasan Lembar Obsevasi Aktivitas Guru ... 72

4.2.2 Pembahasan Lembar Obsevasi Aktivitas Siswa ... 73

(13)

viii

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan ... 76

5.2 Saran ... 77

(14)

xi

DAFTAR TABEL

Hal Tabel 2.1 Langkah-langkah Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) . 15

Tabel 3.1 Skala Lima Absolut ... 38

Tabel 3.2 Jadwal Penelitian... 39

Tabel 4.1 Hasil Nilai Angket Awal ... 41

Tabel 4.2 Hasil Pengamatan Indikator Observasi Aktivitas Belajar Siswa

Pada Siklus I Pertemuan 1 ... 45

Tabel 4.3 Persentase Aktivitas Belajar Siswa Secara Individu Pada Siklus I

Pertemuan 1 ... 46

Tabel 4.4 Observasi Kemampuan Guru Siklus I Pertemuan 1 ... 48

Tabel 4.5 Hasil Pengamatan Indikator Observasi Aktivitas Belajar Siswa

Pada Siklus I Pertemuan 2 ... 52

Tabel 4.6 Persentase Aktivitas Belajar Siswa Secara Individu Pada Siklus I

Pertemuan 2 ... 54

Tabel 4.7 Observasi Kemampuan Guru Siklus I Pertemuan 2 ... 55

Tabel 4.8 Hasil Pengamatan Indikator Observasi Aktivitas Belajar Siswa

Pada Siklus II Pertemuan 1 ... 60

(15)

xii

Pertemuan 1 ... 61

Tabel 4.10 Observasi Kemampuan Guru Siklus II Pertemuan 1 ... 62

Tabel 4.11 Hasil Pengamatan Indikator Observasi Aktivitas Belajar Siswa Pada Siklus II Pertemuan 2 ... 66

Tabel 4.12 Persentase Aktivitas Belajar Siswa Secara Individu Pada Siklus II Pertemuan 2 ... 68

Tabel 4.13 Observasi Kemampuan Guru Siklus II Pertemuan 2 ... 69

Tabel 4.14 Hasil Nilai Angket Akhir ... 71

Tabel 4.15 Persentasi Reakpitulasi Peningkatan Aktivitas Guru ... 72

Tabel 4.16 Hasil Keseluruhan Observasi Siswa ... 73

Tabel 4.17 Persentasi Rekapitulasi Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa ... 74

(16)

DAFTAR GAMBAR

Hal Gambar 3.1 Skema Pelaksanaan Tindakan Kelas Model Kemmis & MC

Taggart ... 29

Gambar 4.1 Pamplet SD Negeri 107402 Saentis ... 40

Gambar 4.2 Lokasi Penelitian di SD Negeri 107402 Saentis ... 41

Gambar 4.3 Siswa Sedang Mengisi Angket ... 42

Gambar 4.4 Guru Memberikan Kesempatan Kepada Siswa Untuk Bertanya Tentang Materi Yang Belum Di Pahami ... 44

Gambar 4.5 Grafik Aktivitas Belajar Siswa Pada Siklus I Pertemuan 1 ... 47

Gamabr 4.6 Guru Membimbing dan Mengawasi Jalannya diskusi ... 52

Gambar 4.7 Grafik Aktivitas Belajar Siswa Pada Siklus I Pertemuan 2 ... 55

Gambar 4.8 Siswa Menyelesaikan soal Secara Diskusi Kelompok ... 59

Gambar 4.9 Grafik Aktivitas Belajar Siswa Pada Siklus II Pertemuan 1 ... 62

Gambar 4.10 Perwakilan Kelompok Menuliskan Dan Mempersentasikan Hasil Didkusi Kelompok ... 66

Gambar 4.11 Grafik Aktivitas Belajar Siswa Pada Siklus II Pertemuan 2 ... 69

Gambar 4.12 Grafik Rekapitulasi Kemampuan Guru ... 72

(17)

x

(18)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Hal

Lampiran 1 RPP Siklus I Pertemuan 1 ... 80

Lampiran 2 RPP Siklus I Pertemuan 2 ... 86

Lampiran 3 RPP Siklus II Pertemuan 1 ... 92

Lampiran 4 RPP Siklus II Pertemuan 2 ... 98

Lampiran 5 Daftar Nama Siswa Siswa ... 104

Lampiran 6 Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I Pertemuan 1 ... 105

Lampiran 7 Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus I Pertemuan 2 ... 108

Lampiran 8 Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II Pertemuan 1 ... 111

\Lampiran 9 Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa Siklus II Pertemuan 2 ... 114

Lampiran 14 Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus I Pertemuan 1 ... 124

Lampiran 15 Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus I Pertemuan 2 ... 126

Lampiran 16 Lembar Observasi Aktivitas Guru Siklus II Pertemuan 1 ... 128

(19)

xiv

Lampiran 18 Lembar Observasi Angket Aktivitas Siswa Kondisi Awal ... 132

Lampiran 19 Lembar Observasi Angket Aktivitas Siswa Kondisi Awal ... 134

Lampiran 20 Lembar Observasi Angket Aktivitas Siswa Kondisi Akhir ... 136

Lampiran 21 Lembar Observasi Angket Aktivitas Siswa Kondisi Akhir ... 138

Lampiran 22 Rekapitulasi Aktivitas Belajar Siswa Pada Siklus I Pertemuan 1 ... 140

Lampiran 23 Rekapitulasi Aktivitas Belajar Siswa Pada Siklus I Pertemuan 2 ... 142

Lampiran 24 Rekapitulasi Aktivitas Belajar Siswa Pada Siklus II Pertemuan 1 .... 144

Lampiran 25 Rekapitulasi Aktivitas Belajar Siswa Pada Siklus II Pertemuan 2 .... 146

Lampiran 26 Rekapitulasi Hasil Angket Angket awal ... 148

Lampiran 27 Rekapitulasi Hasil Angket Angket Akhir ... 151

Lampiran 28 Surat Izin Penelitian ... 154

(20)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib pada setiap

jenjang pendidikan yang menduduki peranan penting. Salah satu alasan mengapa

matematika perlu disetiap jenjang pendidikan karena matematika merupakan mata

pelajaran pendukung pada setiap mata pelajaran lainnya.

Pentingnya pembelajaran matematika ini dilihat dari tujuan mata pelajaran

matematika dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (2006) yang

disempurnakan pada Kurikulum (2013) pada Sekolah Dasar adalah agar siswa

(dalam Heris 2014 : 7) :

1)Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengplikasikan konsep secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah, 2) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika, 3) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelaesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh, 4) Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagaram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah, 5) Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

Untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika di atas maka guru

sebagai pengajar harus kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran

matematika serta mampu mengaitkan materi yang sedang diajarkan ke dalam

kehidupan sehari – hari. Dengan demikian pembelajarna matematika yang

(21)

2

menerapkan konsep atau teori yang dipelajari untuk memecahkan permasalahan

yang dihadapi dehari – hari.

Namun kenyataan dilapangan sewaktu PPLT menunjukkan bahwa

pembelajaran matematika kurang diminati siswa dilihat dari rendahnya aktivitas

siswan belajar dikelas. Hal ini dikarenakan dalam penyampaian pembelajaran

matematika guru masih menggunakan pembelajaran secara tradisional dan

kurang melibatkan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Pada umunya guru

menggunakan metode ceramah dengan menjelaskan beberapa contoh soal kepada

siswa lalu memberikan tugas – tugas yang mirip dengan contoh soal yang telah

diberikan. Hal ini mengakibatkan siswa pasif dalam mengikuti pembelajaran

matematika yang sedang berlangsung dikelas.

Rendahnya aktivitas pembelajaran ini juga terjadi karena pembelajaran

berpusat pada guru sedangkan siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru,

dalam hal ini guru juga kurang melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan

belajar mengajar berlangsung dan dalam penyampaian materi pelajaran guru

kurang mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari – hari. Sehingga siswa

cenderung mudah merasa bosan mengikuti pembelajaran matematika. Hal ini

dapat terlihat daari sedikitnya siswa yang mengajukan pertanyaan, walaupun ada

siswa yang bertanya hanya dilakukan siswa yang sama.

Bahkan saat proses belajar berlangsung ada saja siswa yang mengganggu

temannya di kelas. Keadaan ini mengakibatkan siswa tidak fokus dalam

(22)

3

diberikan guru. Karena ketidak mampuan siswa menyelesaikan soal – soal yang

diberikan guru, siswa menganggap pelajaran matematika itu sulit.

Untuk itu sangat diharapkan guru kreatif, profesional, dan menyenangkan

agar memiliki kemampuan mengembangkan dan memilih model pembelajaran

dalam menyampaikan pokok bahasan. Guru didalam membelajarkan siswanya

tidaklah hanya sebagai sumber belajar atau pemberi materi yang menimbulkan

pembelajaran searah. Melainkan sebagai fasilitator yang membimbing peserta

didik dalam memecahkan permasalahan.

Oleh karena itu, peneliti menganggap penting melakukan penelitian

dengan melakukan perbaikan pengajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan

menggunakan model pembelajaran yang dapat mebingkatkan aktivitas belajar

siswa. Seiring dengan banyaknnya model pembelajaran yang berkembang saat ini,

maka salah satu model yang dapat digunakan untuk meningkatkan aktivitas adalah

model pembelajaran berbasis masalah atau bias disebut dengan Problem Based

Learning

( PBL ).

Dalam model pembelajaran Problem Based Learning

(PBL) ini terdapat tahapan-tahapan dalam pelaksanaannya. Salah satunya adalah

diskusi kelompok dimana siswa harus beraktivtas dalam kelompok seperti

mengeluarkan pendapat dan menyelesaikan soal. Model pembelajaran PBL secara

efektif akan membantu meningkatkan aktivitas belajar siswa kasrena

(23)

4

kegiatan ini diharapkan aktivitas belajar siswa meningkat yang berdampaka pada

peningkatan hasil belajar.

Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk mengadakan

penelitian tindakan kelas dengan mengangkat judul “ Upaya Meningkatkan

Aktivitas Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Matematika Di Kelas Iv Sd Negeri 107402 Saentis T . A 2015 / 2016 ”.

1.2 Identifikasi Masalah

Penelitian ini mengenal penggunaan Model Pembelajaran Problem Based

Learning (PBL) untuk meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa, dengan identifikasi

masalah :

1. Pembelajaran matematika kurang diminati siswa

2. Guru kurang melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran

3. Rendahnya kemauan siswa untuk mengajukan pertanyaan

4. Siswa mengganggu temannya saat proses pembelajaran dikelas

berlangsung

5. Siswa menganggap pelajaran matematika sulit

1.3 Pembatasan Masalah

Mengingat keterbatasan penulis dalam hal kemampuan dan waktu maka

dalam penelitian ini penulis membatasi masalah yang hendak diteliti. Adapun

(24)

5

Belajar Siswa pada Materi Pokok Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Bulat

Dengan Menggunakan Model Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran

Matematika Di Kelas IV SD Negeri 107402 Saentis T . A 2015 / 2016”.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan pemabatasan masalah diatas, maka

yang menjadi rumusan dalam penelitian ini adalah : Apakah dengan menggunakan

Model Problem Based Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada

Materi Pokok Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Bulat Di Kelas IV SD

Negeri 107402 Saentis T . A 2015 / 2016 ?

1.5 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka yang menjadi tujuan

penelitian adalah “untuk membuktikan Apakah dengan menggunakan Model

Problem Based Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada Materi

Pokok Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Bulat Di Kelas IV SD Negeri

107402 Saentis T . A 2015 / 2016 ”

1.6 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari hasilpenelitian ini antara lain:

1. Bagi siswa, melalui model Problem Based Learning siswa menjadi

lebih aktif dan kreatif untuk mengikuti pelajaran .

2. Bagi guru, menambah pengetahuan dan wawasan dalam mengajar

(25)

6

3. Bagi sekolah, sebagai bahan masukan yang berharga pada sekolah

dalam meningkatkan mutu belajar siswa kelas IV khususnya mata

pelajaran Matematika.

4. Bagi dunia pendidikan, sebagai salah satu upaya peningkatan

pendidikan secara umum. Memajukan dan memperkaya teknik

pembelajaran paada dunia pendidikan Indonesia.

5. Bagi peneliti, menambah pengetahuan sebagi calon guru sekolah

dasar untuk lebih mengetahui cara meningkatkan akrivitas belajar siswa

dengan menggunakan model Problem Based Learning

6. Bagi peneliti lain, yaitu dapat digunakan untuk mengetahui upaya

meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model

Problem Based Learning serta menambah wawasan dalam penerapan

(26)

76 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, pengumpulan data dan pengamatan pada

siklus I dan siklus II di kelas IV SD Negeri 107402 Saentis Tahun Ajaran

2015/2016 materi pokok Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Bulat dapat di

simpulkan bahwa:

1. Dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning

dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa di SD Negeri 107402

Saentis

2. Model pembelajaran Problem Based Learning dapat di terapkan pada

mata pelajaran Matematika Materi Pokok Penjmlahan Dan

Pengurangan Bilangan Bulat.

3. Pembagian angket pada tahap awal memperoleh skor rata-rata 63,80

% dengan kategori aktivitas belajar siswa rendah, setelah peneliti

melakukan sebuah tindakan maka mengalami peningkatan pada

kondisi akhir dengan memperoleh rata-rata 92,98 % dengan kategori

aktivitas belajar siswa tinggi. Pada hasil angket menunjukkan

peningkatan yang lebih baik dari siklus I.

4. Dari hasil observasi dan pengumpulan data yang dilakukan oleh

observer dengan objek yang di amati yaitu siswa Kelas IVB diperoleh

sebuah hasil pada siklus I pertemuan I yaitu dengan rata-rata 60,62%

dengan kategori aktivitas belajar siswa kurang, pada siklus I pertemuan

(27)

77

77

cukup, pada siklus II pertemuan I diperoleh rata-rata 80,24 % dengan

kategori aktivitas belajar siswa baik dan pada siklus II pertemuan II

diperoleh data 90,74% dengan kategori aktivitas belajar siswa amat

baik.

5. Sementara secara klasikal atau keseluruhan pada siklus I Pertemuan I

memperoleh rata-rata 16% dengan kategori aktivitas belajar siswa

kurang, pada siklus I pertemuan II memperoleh skor 56% dengan

kategori aktivitas belajar siswa cukup pada siklus II pertemuan I

memperoleh skor rata-rata 68 % dengan kategori aktivitas belajar

siswa baik dan pada siklus II pertemuan II memperoleh rata-rata 92%

aktivitas belajar siswa amat baik.

6. Dari hasil observasi kemampuan guru dan pengumpulan data yang

dilakukan oleh guru diperoleh hasil Siklus I Pertemuan 1 kemampuan

guru baik dengan rat-rata 78,33, Siklus I Pertemuan 2 kemampuan

guru sangat baik dengan rata-rata 81,66, Siklus II Pertemuan 1

kemampuan guru sangat baik dengan rata-rata 86,66 dan Siklus II

Pertemuan 2 kemampuan guru sangat bauk dengan rata-rata 95,00.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian Pelaksanaan Tindakan Kelas (PTK) dan

pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, perlu adanya perbaikan dan saran yang

membangun. Adapun saran-sarannya sebagai berikut:

1. Kepada kepala sekolah untuk mengembangkan untuk melatih para

guru agar terampil menggunakan berbagai macam metode dan model

(28)

78

78

2. Kepada guru disarankan agar menerapkan model pembelajaran

Problem Based Learnig sebagai variasi dalam mengajar, karena model

tersebut dpat meningkatkan aktivitas belajar siswa

3. Kepada guru disarankan dapat menerapkan model pembelajaran

Problem Based Learnig pada mata pelajaran Matematika dan mata

pelajaran lainnya

4. Kepada siswa diharapkan agar mengikuti proses pembelajaran dengan

model Problem Based Learnig pada mata pelajaran Matematika untuk

selalu aktif dan serius

5. Bagi peneliti sendiri kiranya hasil Penelitian Tindakan Kelas ini dapat

menjadi bahan untuk mengkaji dari aspek pembelajaran yang lain dan

dapat menjadi wawasan dalam mendidik peserta didik khususnya di

Sekolah Dasar.

6. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian

tentang penerapan model Problem Based Learnig yang diterapkan

(29)

79

DAFTAR PUSTAKA

Dewi, Rosmala. 2014. Penelitian Tindakan Kelas. Medan: Pasca Sarjana Unimed.

Djamarah, Syaiful Bahri.2011.Psikologi Belajar.Jakarta: Riena Aksara.

Hamalik,2010. Proses Belajar Mengajar.Jakarta:Bumi Aksara

Hendriana, Heris dan Soemarno, Utari,2014. Penilaian Pembelajaran

Matematika.Cimahi:Refika Aditama

Huda, Miftahul, 2013. Model – Model Pengajaran dan Pembelajaran. Malang: Pustaka Pelajar.

Rusman. 2012. Model – Model Pembelajaran. Bandung: Raja Grafindo Persada.

Sardiman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo

Persada.

Shohimin, Aris. 2014. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam kurikulum 2013.

Jogja: Ar – ruzz.

Suparti, dkk. 2009. BSE SD Matematika untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Pusat

Perbukuan

Gambar

Tabel 4.10 Observasi Kemampuan Guru Siklus II Pertemuan 1  ....................  62
Gambar 4.14 Grafik Rekapitulasi Angket Aktivitas Belajar Siswa ................. 76
tabel, diagaram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah, 5) Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari

Referensi

Dokumen terkait

Aplikasi Buku Kenangan Elektronik ini dapat menjawab masalah tersebut.Dengan aplikasi ini data â data tentang teman â teman dan kenalan, khususnya data teman â teman 3 KC 39

Dan juga pada kesempatan ini penulis pun menggunakan program aplikasi tersebut untuk membuat sebuah iklan animasi sebuah produk minuman kaleng yang di kemas rapi dan di susun

[r]

[r]

Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pembelajaran menggunakan model Learning Cycle berbantuan aplikasi Cabri 3D dapat meningkatkan kemampuan spasial

2015.. PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH TERHADAP NIAT PEMBELIAN YANG DI MEDIASI OLEH CITRA MEREK PADA.. PRODUK LAPTOP

Gambaran anak Indonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan anak adalah setiap anak Indonesia hidup dalam keluarga, masyarakat dan lingkungan yang sehat

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja antara lain: motivasi, kepuasan kerja, tingkat stress, kondisi