• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBANDINGAN KELENGKAPAN, KELUASAN, DAN KEDALAMAN ISI BUKU TEKS BIOLOGI SMA INDONESIA DENGAN BUKU TERBITAN CAMBRIDGE PADA TOPIK BIODIVERSITAS.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBANDINGAN KELENGKAPAN, KELUASAN, DAN KEDALAMAN ISI BUKU TEKS BIOLOGI SMA INDONESIA DENGAN BUKU TERBITAN CAMBRIDGE PADA TOPIK BIODIVERSITAS."

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh: Lia Harmonika NIM 4122141008

Program Studi Pendidikan Biologi

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

RIWAYAT HIDUP

(4)

iii

Perbandingan Kelengkapan, Keluasan, dan Kedalaman Isi Buku Teks Biologi SMA Indonesia dengan Buku Terbitan Cambridge pada Topik

Biodiversitas ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan buku biologi Sekolah Menengah Atas (SMA) penerbit di Indonesia dengan buku terbitan Cambridge yaitu Buku Biologi SMA terbitan Erlangga, Esis, Buku Sekolah Elektronik (BSE) dan Cambridge International AS and A Level Biology. Perbandingan yang dilakukan berdasarkan aspek kelengkapan, keluasan dan kedalaman isi materi buku biologi dengan menggunakan instrumen berdasarkan instrumen penilaian Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dalam menganalisis buku. Topik yang dipilih untuk dibandingkan pada penelitian ini adalah Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas). Dan jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data kuantitif dan data kualitatif. Hasil penelitian kuantitaf menunjukkan bahwa skor buku sampel yang digunakan pada aspek kelengkapan mendapat skor 4 untuk buku terbitan Cambridge dimana materi tersebut sesuai dengan learning outcomes dengan kategori sangat dalam dan skor 3 untuk terbitan Esis, Erlangga dan BSE sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dengan kategori dalam. Aspek keluasan mendapat skor 4 persentase 100% untuk buku Cambrdge dan BSE dengan kategori sangat luas sedangkan untuk terbitan Erlangga esis mendapat skor persentase 81.81% dan kedalaman mendapat skor 4 untuk buku penerbit Cambridge, Erlangga, dan Esis sedangkan skor 3 untuk buku BSE. Hasil kualitatif menunjukkan perbedaan yang menonjol dalam menganalisis setiap komponen materi dan juga konsep. Dimana buku Cambridge lebih baik dalam analisis kualitatif di ikuti terbitan Esis, Erlangga dan BSE. Dan banyak penambahan materi baru yang ditemukan dalam buku Cambridge yang sementara tidak ditemukan di buku lokal.

(5)

Comparison Completeness, Breadth, and Depth of the Content of High School Biology Textbooks in Indonesia with a Book Published by Cambridge

on the Topic of Biodiversity ABSTRACT

The purpose of this study was to compare the biology books high school (SMA) publisher in Indonesia with a book published by Cambridge namely high school Biology book published by Erland, ESIS, Electronic School Book (BSE) and Cambridge International AS and A Level Biology. Comparisons are made based on the aspect of completeness, the breadth and depth of content biology book material using an instrument based on an assessment instrument National Education Standards Agency (BSNP) in analyzing the book. The topic chosen for this study are compared on Biological Diversity (Biodiversity). And this type of research is descriptive using data quantitative and qualitative data. The results of the study quantitative shows that the score book samples used in the aspect of completeness got a score of 4 for a book published by Cambridge where such material in accordance with the learning outcomes categorized as very deep and a score of 3 to issue ESIS, Erland and BSE in accordance with the Standards of Competence and Basic Competence by category in. Aspects breadth got a score of 4 percentage 100% for books and BSE Cambrdge with a very broad category, while for publication Erland esis got a score of 81.81% and the percentage of depth got a score of 4 for book publishers Cambridge, grants, and ESIS, while a score of 3 for books BSE. Qualitative results showed significant difference in the analysis of each component of the material and also the concept. Cambridge where the book is better in qualitative analysis followed ESIS publications, grants and BSE. And many additional new material found in the book that while Cambridge was not found in the local book.

(6)

v

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia-Nya serta taufik dan hidayah-Nya kepada penulis beserta nikmat kesehatan yang tiada terhingga sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNIMED. Ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis ucapkan kepada dosen pembimbing Bapak Syarifuddin, M.Sc., Ph.D yang telah membimbing penulis dengan penuh kesabaran selama proses pembuatan skripsi ini dari awal sampai akhir. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan dari segi isi maupun tata bahasa. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati penulis mengharapkan saran dan masukan dari Bapak dan Ibu penguji agar skripsi ini lebih sempurna. Dalam kesempatan ini penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih yang setulusnya kepada:

1. Bapak Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNIMED yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menempuh jalur skripsi dalam penyelesaian perkuliahan. 2. Bapak Drs. Toyo Manurung, M.Si, Ibu Dra. Nuraini Harahap, M.Si, dan

Bapak Hendro Pranoto, S.Pd, M.Si sekaligus penguji saya.

3. Ibu Dra. Cicik Suryani, M.Si sebagai Pembimbing Akademik saya selama perkuliahan berlangsung.

4. Bapak, Ibu Dosen serta Staf pegawai di Jurusan Biologi FMIPA dan Perpustakaan UNIMED yang telah membantu penulis selama ini.

5. Bapak dan Ibu tercinta (Bp. Jumiran dan Ibu Lusianik Ari tonang), adik-adiku, serta keluarga tercinta yang selalu mendoakan dan memberikan perhatian, kasih sayang, nasehat, semangat dan dorongan untuk menyelesaikan skripsi ini.

(7)

yang selalu memberikan semangat dan membantu dalam penyelesaian skripsi dan tugas selama 5 tahun ini.

7. Teman-teman satu Pembimbing Skripsi Corry, Evi, Chandra, dan Dahlia yang selalu memberikan dukungan dan membantu penulis dalam pengerjaan skripsi.

8. Sahabatku Widia Irmidiani, Novita, Citra, Sri, Ruhmiati dan teman-teman Biologi Dik C 2012 yang selalu memberikan semangat dan dukungan selama 4 tahun ini.

9. Fauziah, Eli, Warni, Ria, Wulan, Mimi, Nisyak serta teman-teman PPL Karya Bakti 2015 yang selalu memberikan semangat kepada penulis. 10.Serta Ibu kos beserta teman-teman kos ting-ting yang menjadi teman

selama di Medan, dan teman-teman yang lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu terima kasih sudah menjadi teman selama ini dan memberikan dukungan seperti keluarga.

Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi penulis dan para pembacanya.

Medan, Agustus 2016 Penulis

(8)

vii

DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Pengesahan i

Riwayat Hidup ii

Abstrak iii

Abstract iv

Kata Pengantar v

Daftar Isi vi

Daftar Tabel vii

Daftar Grafik vii

Daftar Lampiran ix

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah 1

1.2 Identifikasi Masalah 5

1.3 Batasan Masalah 5

1.4 Rumusan Masalah 5

1.5 Tujuan Penelitian 6

1.6 Manfaat Penelitian 6

1.7 Defenisi Operasional 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kerangka Teoretis 8

2.1.1 Buku Teks Biologi 8

2.1.2 Karakteristik Buku Teks 9

2.1.3 Penulisan Buku Teks 12

2.1.4 Komponen Penilaian Buku Teks 14

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 18

3.2 Populasi dan Sampel Penelitian 18

3.3 Jenis Penelitian 18

3.4 Desain Penelitian 19

3.5 Instrumen Penilaian 20

3.6 Tehnik Pengumpulan Data 21

3.6.1 Langkah-Langkah Pengumpulan Data 22

3.6.1.1 Tahap Persiapan 22

3.6.1.2 Tahap Pelaksanaan 22

3.6.1.3 Tahap Akhir 22

(9)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian 24

4.1.1 Analisis Buku Kuantitatif 27

4.1.1.1 Analisis Kelengkapan 27

4.1.1.2 Analisis Keluasan 28

4.1.1.3 Analisis Kedalaman 29

4.1.2 Analisis Buku Kualitatif 31

4.2 Pembahasan Hasil Penelitian 34

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan 36

5.2 Saran 37

(10)

ix

[image:10.595.75.528.110.645.2]

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Buku Teks Biologi yang dianalisis 18

Tabel 3.2 Deskripsi Penskoran Aspek Kelengkapan 20

Tabel 3.3 Deskripsi Penskoran Aspek Keluasan 20

Tabel 3.4 Deskripsi Penskoran Aspek Kedalaman 21

(11)

4.2 Hasil Analisis Keluasan 28

(12)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Analisis Kuantitatif 40

Lampiran 2. Analisis Kualitatif 51

(13)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Masa depan bangsa sangat tergantung pada kondisi pendidikan karena pendidikan merupakan investasi masa depan bangsa dimana anak bangsa dididik agar bisa meneruskan gerak langkah kehidupan bangsa menjadi bangsa yang lebih maju dan berpendidikan serta bermoral. Kemajuan bangsa tidak hanya didorong oleh perkembangan teknologi dan industri saja namun juga perlu didorong oleh sumber daya manusianya (Setiawati, 2011).

Sumber daya manusia yang bermutu merupakan faktor penting dalam pembangunan di era globalisasi saat ini. Pengalaman di banyak negara menunjukkan, sumber daya manusia yang bermutu lebih penting dari pada sumber daya alam yang melimpah. Akan tetapi, daya saing bangsa Indonesia di tengah bangsa-bangsa lain cenderung kurang menggembirakan. Salah satunya, tercermin dalam perbandingan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Permasalahan pendidikan yang terjadi memperlihatkan berbagai kendala yang menghambat tercapainya tujuan pendidikan seperti diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Rendahnya mutu sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu penyebab dari hal ini. Problematika rendahnya mutu SDM ini dapat dilihat dari laporan The Global Competitiveness Report 2013-2014 dari World Economic Forum, yang

menempatkan Indonesia pada peringkat 38 dari 148 negara dalam hal pencapaian Competitiveness Index (CI). Hasil penelitian United Nations for Development

Programme di dalam Human Development Report 2013 yang menempatkan

Indonesia pada posisi ke-108 dari 187 negara dalam hal pencapaian Human Development Index (HDI) ( Martin, et all, 2013).

Secara umum dapat dipahami bahwa rendahnya mutu SDM bangsa Indonesia saat ini adalah akibat rendahnya mutu pendidikan. Hal ini juga dapat dilihat dalam hal literasi Matematika dan Sains, hasil studi Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) tahun 2007, hasilnya memperlihatkan

(14)

2

bahwa peserta didik Indonesia belum menunjukkan prestasi memuaskan. Literasi Matematika peserta didik Indonesia, hanya mampu menempati peringkat 36 dari 49 negara, dengan pencapaian skor 405, sedangkan untuk literasi Sains berada di urutan ke 35 dari 49 negara dengan pencapaian skor 433, dan masih di bawah skor rata-rata internasional yaitu 500 (Martin, et al, 2008). Dan terakhir tahun 2011 literasi matematika berada di urutan ke 38 dari 42 negara dengan skor 386 sedangkan untuk literasi sains berada diurutan ke 40 dari 42 negara dengan skor 406 masih di bawah rata-rata skor internasional.

Rendahnya mutu pendidikan dapat pula dilihat dalam laporan studi Programme for International Student Assessment (PISA). Pada tahun 2003 literasi

Sains , yang diikuti peserta didik usia 15 tahun berada di peringkat ke 38 dari 40 negara peserta, pada tahun 2006 peringkat ke 50 dari 57 negara, tahun 2009 peringkat 60 dari 65 negara, dan tahun 2012 peringkat 64 dari 65 negara (OECD, 2013).

Sumber daya manusia yang bermutu hanya dapat diwujudkan dengan pendidikan yang bermutu. Oleh karena itu, upaya peningkatan mutu pendidikan merupakan hal yang tidak dapat ditawar lagi dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia bangsa Indonesia. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa dapat ditempuh melalui pengadaan pendidikan yang bermutu. Salah satu untuk meningkatan mutu pendidikan, dengan pengadaan buku-buku teks yang baik sebagai sarana kelengkapan sumber pembelajaran.

(15)

Kualitas buku teks yang beredar di sekolah-sekolah belum sepenuhnya sempurna dan masih banyak terdapat keganjilan-keganjilan. (Muslich dalam Setiawati, 2011) menjelaskan keganjilan tersebut meliputi: a) masih terdapat buku teks yang tidak sesuai dengan pesan kurikulum; b) terdapat buku teks yang hanya berisi pokok-pokok materi (semacam ringkasan); c) terdapat buku teks yang uraiannya sangat teknis; d) terdapat buku teks yang tidak sesuai dengan pesan pola pikir siswa; dan e) terdapat buku teks yang kurang applicable.

Menurut Adisendjaja (2009) dari aspek penyajian, kondisi buku teks pun memprihatinkan. Buku-buku pelajaran yang banyak beredar sejauh ini terlalu materialistik, kering, dan tidak menggugah kesadaran afektif ( emosional ) siswa. Meskipun berorientasi kognitif yang amat kental, namun secara intelektual tidak mampu menggerakkan daya kritis dan rasa ingin tahu pembacanya.

Kriteria buku yang baik menurut Permen tersebut adalah buku yang dapat dipakai baik dari segi isi maupun fisik buku, dalam masa kurun waktu paling sedikit lima tahun, kurun waktu tersebut dimaksudkan untuk mengakomodasi perubahan-perubahan yang bermakna dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pertimbangan dari segi ekonomi pengguna.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 2 Tahun 2008 dalam pasal ayat 4 ayat (1); “Buku teks pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dinilai kelayakan pakainya terlebih dahulu oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan serta memiliki kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikkan yang sudah ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah No. 19/2005 dan peraturan Menteri No. 22 dan Tahun 2006.

Standar kelayakan isi buku teks pelajaran menurut BSNP yaitu berisi materi yang mendukung tercapainya Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) dari materi pelajaran tersebut. Kelayakan isi buku teks pelajaran dapat dilihat dari kelengkapan materi, keluasan materi, serta kedalaman materi yang terdapat di dalam buku tersebut (Mulyani, 2013).

(16)

4

Perbedaan ini tentu saja akan memberikan khazanah ilmu pengetahuan yang berbeda pula pada guru dan siswa yang memakai buku pelajaran tersebut dan akan mempengaruhi kualitas pembelajaran.

Buku yang bekualitas harus menyampaikan informasi tentang pengetahuan, konsep, ide-ide, fakta dan prinsip-prinsip untuk siswa, menyediakan bahan bagi siswa untuk menguasai keterampilan, menanamkan dan merangkul nilai-nilai dan sikap yang pada akhirnya diadopsi oleh siswa, buku teks menyajikan konten dalam cara yang jelas, sistematis dan logis, mengandung unsur penilaian seperti kegiatan dan praktek.

Kualitas dari buku teks merupakan hal yang sangat kompleks dan tidak dapat langsung diketahui seperti apa. Buku teks yang bagus dapat diartikan sebagai sesuatu yang memiliki kemampuan untuk menunjang guru dan murid dalam mencapai tujuan pembelajaran sainsnya (Ariningrum, 2013). Pop-Pacular dan Ciascai (2010) melakukan riset terhadap kualitas buku teks Biologi kelas 6, 7, dan 8 di Rumania yang meliputi kualitas konten ilmiah pada buku teks, kualitas perubahan pendidikan pada konten ilmiah, kualitas gambar dan kualitas ilustrasi. Berdasarkan hasil riset tersebut didapatkan bahwa rata-rata berada pada tingkat bagus, baik konten ilmiah maupun pengenalan metodologi dari buku teks. Kualitas buku tersebut berbeda-beda karena perbedaan kemampuan penulis yang meliputi kreativitas, pengalaman, pengetahuan ilmiah dan keahlian didaktik.

Dari latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Perbandingan Kelengkapan, Keluasan dan Kedalaman Isi Buku Teks Biologi SMA Indonesia dengan Buku Terbitan Cambridge pada

Topik Biodiversitas” agar pengetahuan mengenai materi ini semakin

(17)

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian, maka identifikasi masalah pada penelitian adalah ditemukan :

1. Rendahnya sumber daya manusia bangsa Indonesia.

2. Kualitas pendidikan Indonesia masih rendah dalam kompetisi Internasional.

3. Buku-buku pelajaran yang banyak beredar sejauh ini terlalu materialistik, kering, dan tidak menggugah kesadaran afektif siswa. 4. Buku teks yang bagus dapat diartikan sebagai sesuatu yang memiliki

kemampuan untuk menunjang guru dan murid dalam mencapai tujuan pembelajaran sainsnya.

1.3 Batasan Masalah

Untuk lebih mengarahkan penelitian ini, penulis memberikan batasannya, yaitu:

1. Buku teks yang dianalisis adalah buku teks Biologi SMA terbitan Indonesia dan terbitan Cambridge pada topik Biodiversitas.

2. Konsep yang dibahas dalam penelitian adalah kelengkapan, keluasan, dan kedalaman materi Biodiversitas.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarakan latar belakang penelitian dan fokus penelitian di atas maka di kemukakan masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah terdapat perbedaan Kelengkapan isi materi Biodiversitas yang digunakan di Sekolah SMA Indonesia dengan buku terbitan Cambridge? 2. Apakah terdapat perbedaan Keluasan isi materi Biodiversitas yang digunakan di Sekolah SMA Indonesia dengan buku terbitan Cambridge? 3. Apakah terdapat perbedaan Kedalaman isi materi Biodiversitas yang digunakan di Sekolah SMA Indonesia dengan buku terbitan Cambridge? 4. Buku biologi terbitan manakah yang termasuk kualitas buku yang baik

(18)

6

1.5 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Melakukan kajian tentang kelengkapan materi pada buku teks Biologi SMA Indonesia dengan terbitan Cambridge mengenai materi Biodiversitas.

2. Melakukan kajian tentang keluasan materi pada buku teks Biologi SMA mengenai materi Biodiversitas.

3. Melakukan kajian tentang kedalaman materi pada buku teks Biologi SMA mengenai materi Biodiversitas.

4. Menjadi rekomendasi bagi guru, pemerintah, dan penerbit untuk memperbaiki sumber belajar.

1.6 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini diantaranya sebagai berikut: 1. Bagi guru

a. Memperoleh gambaran mengenai kelengkapan, keluasan dan kedalaman materi pada buku teks Biologi.

b. Membantu guru untuk memilih buku pegangan siswa yang sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku di setiap Negara dan tingkat perkembangan intelektual siswa.

c. Apabila akan menulis buku, hendaknya memperhatikan kelayakan materi sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

2. Bagi Penerbit

a. Mendapatkan gambaran mengenai kelayakan isi buku yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan tingkat perkembangan intelektual siswa.

(19)

3. Bagi Pemerintah

a. Mendapatkan bahan pertimbangan untuk menunjuk penerbit yang menerbitkan buku teks Biologi yang akan didistribusikan ke sekolah-sekolah.

b. Mendapatkan bahan pertimbangan untuk menyeleksi buku teks Biologi yang sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku.

1.7 Defenisi Operasional

a. Kelengkapan adalah aspek yang menilai kelengkapan isi buku teks tersebut, apakah mencakup semua materi yang ditentukan SK dan KD. b. Keluasan adalah aspek yang menilai tentang keluasan isi buku teks

yang mempunyai cakupan yang luas seperti memberikan contoh-contoh atau konteks bahasan yang tidak sedikit, bervariasi, memuat contoh soal yang banyak jenis masalah dan penyelesaiannya.

(20)

36

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Terdapat perbedaan pada aspek kelengkapan dimana buku terbitan Cambridge mendapat skor 4 dengan kategori sangat lengkap dan untuk terbitan Esis, Erlangga dan BSE mendapat skor 3 dengan kategori dalam dimana buku tersebut sesuai dengan SK/KD tetapi tidak ada penambahan materi yang relevan.

2. Terdapat perbedaan pada aspek keluasan dimana buku Cambridge mendapat skor 4 dengan persentase 100%, BSE 100%, sedangkan untuk terbitan Erlangga dan Esis mendapat persentase 81.81% dimana ada dua poin yang kosong pada saat penilaian keluasan.

3. Pada aspek kedalaman buku Cambridge, Esis dan Erlangga mendapat skor 4 sedangkan untuk buku BSE mendapat skor 3 dengan kategori dalam. 4. Buku terbitan Cambridge yang termasuk kualitas buku yang baik dalam

materi biodiversitas. Dimna buku Cambridge sangat menonjol dari segi komponen materinya seperti penambahan materi baru yang semua buku lokal tidak ada misalnya materi mengenai penyamplingan, metode mengukur jumlah spesies, korelasi, pengkoleksian spesies, mengambalikan habitat yang rusak.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan dari hasil simpulan maka saran yang dapat di sampaikan adalah sebagai berikut:

1. Bagi pengarang/Penerbit Buku

Pengarang dan penerbit buku dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk menambah kualitas buku sehingga memenuhi standar

(21)

mutu kelayakan isi terutama aspek kelengkapan, keluasan, dan kedalaman yang digunakan dalam kurun waktu tertentu.

2. Bagi Guru

Guru dapat menggunakan buku dari negara lain sebagai buku referensi atau buku pendukung dalam proses belajar mengajar sehingga dapat mempermudah guru dalam penyampaian materi pada peserta didik.

3. Bagi Peserta Didik

Peserta didik perlu mengenal buku yang akan dipelajari untuk ditelaah bagian-bagian yang ada dalam buku teks dan juga harus memiliki buku reerensi lain untuk informasi tambahan.

4. Bagi Pemerintah

Pemerintah harus memperhatikan dan lebih teliti lagi dalam mendistribusikan serta menyeleksi buku teks biologi yang akan didistribusikan kesekolah-sekolah. Selain itu juga sebaiknya melibatkan pakar ilmu, pakar psikologi pendidikan, dan guru sebagai pengguna. 5. Bagi Penulis Buku

(22)

38

DAFTAR PUSTAKA

Adisendjaja, Y. H., (2007), Kesalahan dan Miskonsepsi Buku Teks Biologi SMU, FMIPA UPI, Bandung.

Adisendjaja, Y. H., (2009), Analisis Buku Ajar Biologi SMA Kelas X di Kota Bandung Berdasarkan Literatur Sains, http: // file. upi. edu / Direktur / DFMIPA / JUR.PEND. BIOLOGI / ANALISISBUKU. Pdf.

Ariningrum, T. R., (2013), Analisis Literasi Ilmiah Buku Teks Pelajaran Biologi SMA. Skripsi, UNNES, Semarang.

Arikunto, S., (2002), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, PT Rineka Cipta, Jakarta.

Aryulina, D., et all (2007), Biologi 1 SMA dan MA Kelas X , Esis, Jakarta.

BSNP, (2006), Instrumen Penilaian Tahap II Buku Teks Pelajaran Biologi SMA/MA, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

Banowati, E., (2007), Buku Teks dalam Pembelajaran Geografi di Kota Semarang, Semarang, Jurusan Geografi FIS UNNES, Jurnal Geografi Volume 4 No. 2 Juli 2007.

Chiappetta, E.L., dan Filman, D.A., (2007), Analysis of five high school biology textbooks used in the united states for inclusion of the nature of science. International Journal of Science Education 29 (15):1847-1868.

Firmansyah, R., et all (2009), Mudah dan Aktif Belajar Biologi untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah, BSE, Jakarta.

Jones, M., (2014), Cambridge International AS and A Level Biology Coursebook, Cambridge University Press, United Kingdom.

Mahmood, K., (2009), Conformity to Quality Characteristics of Textbooks: The Ilussion of tektbook Evaluation in Pakistan, Journal of Research and Reflection in Education 5 (2): 170-190.

Mahmood, K., (2009), Indicator for A Quality Textbook Evaluation Process in Pakistan, Journal of Reserch and Reflection in Education 3 (2).

Martin, Xavier Sala., et all (2008), The Competitiveness Index: Measuring the Productive Potential of Nations. Dalam The Global Competitiveness Report 2008-2009.

(23)

Martin, Xavier Sala., et all (2013), The Competitiveness Index: Measuring the Productive Potential of Nations. Dalam The Global Competitiveness Report 2013-2014.

Mulyani, S., (2013), Analisis Kedalaman dan Keluasan Materi pada Buku Teks Biologi SMP Mengenai Konsep Sisteem Pencernaan Makanan, UPI, Bandung.

Muslich, M., ( 2010), Teks Book Writing: Dasar-Dasar Pemahaman,Penulisan, dan Pemakaian Buku Teks, Ar-ruzz media, Jogjakarta.

Nugroho, I.A. (2009). Analisis dan Studi Komparatif Buku Sekolah Elektronik Sains terhadap Buku Cetak Sains untuk Sekolah Dasar Menggunakan Science Textbook Rating System, Laporan Program, Universitas Negari Yogyakarta, Yogyakarta

OECD, (2004), Learning for tomorrow’s world: First results from PISA 2003, Paris, OECD, France.

OECD, (2013), Learning for tomorrow’s world: First results from PISA 2012, Paris, OECD, France.

Parinduri, M.,( 2012), Analisis Kesesuaian Buku Biologi SMA Kelas XII Semester I dengan Standar Isi Ktsp pada SMA Negeri Kota Tanjung Balai, Tesis, UNIMED, Medan.

Pop-Pacular, I., Ciascai, (2010), Biologi School Textbooks and Their Role for Student Succes in Learning Science, Journal 3 (2)

Pratiwi, D. A., (2012), Biologi untuk SMA/MA Kelas X, Erlangga, Jakarta

Setiawati, E., (2011), Perbandingan Hasil Peniliaian Buku Teks Geografi Kelas XI Terbitan Esis, Erlangga dan Cempaka Putih yang Banyak Digunakan Di SMA Negeri Se-Kab Banjar Negara Tahun 2010/2011 Berdasarkan Standar BSNP, UNNES, Semarang.

Supriadi, D., (2001), Anatomi Buku Sekolah di Indonesia, Adicita Karya Nusa, Yogyakarta.

Swanepoel, S., (2010), The assessment of the quality of science education

Gambar

Tabel 3.1 Buku Teks Biologi yang dianalisis Tabel 3.2 Deskripsi Penskoran Aspek Kelengkapan

Referensi

Dokumen terkait

Harapan penegakan hukum dalam buku teks PPKn pada materi bab V terbitan kementerian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia kurikulum 2013 kelas XI SMA/SMK, seluruh

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemunculan aspek afektif, persentase kemunculan aspek afektif, dan kesesuaian aspek afektif dalam buku biologi kelas XI terbitan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teori bertoleransi antarumat beragama dalam buku teks PPKn bab VI terbitan kementerian pendidikan dan kebudayaan Republik

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teori bertoleransi antarumat beragama dalam buku teks PPKn bab VI terbitan kementerian pendidikan dan kebudayaan Republik

Lestari, Eni. Kualitas Materi Kompetensi Membaca dalam Buku Teks Remen Basa Jawi SD Kelas 3 Terbitan Erlangga Berdasarkan Standar Isi Mata Pelajaran Bahasa Jawa di SD N

Berdasarkan analisis kelayakan isi buku teks bahasa Jepang ^?|C _ o‡[ (Naka yoku Nihon de) terbitan Rizqi Press tahun 2011 pada kesesuaian uraian materi dengan kompetensi

1) Kelayakan isi buku teks IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) Kelas V yang diterbitkan Yudhistira ditinjau dari aspek kesesuaian materi dengan Standar Kompetensi (SK)

Skor tersebut menunjukkan bahwa subbab buku teks legenda mendapat respons positif dari peserta didik untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan ajar materi teks cerita rakyat Kata