• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pedoman Penerapan Proses Keperawatan di Rumah Sakit

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pedoman Penerapan Proses Keperawatan di Rumah Sakit"

Copied!
132
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

610.73

Ind  p 

PEOOMAN

PENERAPAN PROSES KEPERAWATAN

01 RUMAH SAKIT

Disusun  OLeh  : 

TIM DEPARTEMEN KESEHATAN RI

Cetakan  Ketiga 

Dicetak dan  Diterbitkan Oleh  : 

DIREKTORAT RUMAH SAKIT UMUM  DAN  PENDIDIKAN   DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN MEDIK  

(3)

DAFT AR NAMA PENYUSUN :

I. Dr. H. Boedihartono, MHA.

2. Asruti Sri Wardhani, SKM.

3. Ida Suaedah . BSe.

4. Ruti Nubi, BSe.

5. DR. Christina Ibrahim. PH.D.

6. Johanna Kawonal, BSe.

7. Drs. Rusian

(4)

Y-•.

ATA PENGANTAR  

?enerbitan buku "Pedornan Penerapan Proses Keperawatan di Rwnah

Sakit"

adalah untuk memenuhi kebutuhan akan petunjuk pelaksanaan

pemberian asuhan keperawatan

「セァゥ@

tenaga perawatan yang bekerja di

ru-mah saki!. Dillarapkan buku ini dapat dirnanfaatkan sebagai pedoman kerja

dalam pemberian asuhan keperawa tan profesional, dengan pendckatan

proses kcperawatan sebagai cara pemecahan masalah. Buku pedoman ini

merupakan Janjutan dari buku

I

yang bcrjudul

"Konsep dan

Proses

Kepera-wa

Ian " ,

yang telah dipu blikasikan.

Buku Pedoman Penerapan Proses Keperawatan di Rumah Sakit,

di-susun oleh Tim Pengembangan Teknis Keperawatan Departemen Kesehatan

R.l.

mclalui Pokja dan disempurnakan dalam Lokakarya Keperawatan yang

pesertanya tcrdiri dari unsur pengelola pelayanan keperawatan rumah saki!

kJas

A. B, C

D dan rumah sakit khusus serta institusi pendidLl(an

kepera-watan . Kepada Tim Penyusun diucapkan terL-na kasm. KllUSUS kepada

Per-wakilan WHO di Indonesia yallg telah membantu penerbitan buku pedoman

ini, disampaikan ucapan terima kasm.

Menginga t pesatnya perkem bangan ilmu pengetahuan dan teknologi

di bidang kesehatan, jelas hal ini akan mempengaruhi sifat pelayanan

kepe-rawatan. Oleh karena itu buku pedoman ini akan direvisi sesuai dengan

per-kembangan tersebut. Untuk itu saran dan kritik dillarapkan sebagai bahan

penyempurnaan.

Jakarta,Maret

1991

Direktur Jenderal Pelayanan Medik

Duektora! Rumah Sakit Umum dan Pendidikan

Dr. H. Boedihartono,

MHA

N.I.P .. 140017172

(5)
(6)

DAFTAR IS[

Haiaman

KATA PENGANTAR .... .. .. , . . .. .. ' . . . " ... .

Ba b

I.

Pendahuluan . . . . . . . . . . . . . . . . . .. i

A.

Latar Beiakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . ..

I  

B.

Pengertian . . . . . . . . . . . ... . . 2

C.

Fungsi .... ... . . 3

D.

Sifat . .. ... . . .. . . . ... . .. 3

E .

Tujuan . . . ... . .. ... . ... ... ... 5

F.

Dampak Penggunaan Proses Keperawatan ... 5

Bab

II.

Tahapan Proses Keperawatan .... . .... " i 0

A.

Tahap Pengkajian Keperawatan. . . . . . . . .. 10

B.

Tahap Diagnosa Keperawatan ... .... " 17

C.

Tahap Perencanaan Keperawatan .. . .. . . , 20

D. 

Tahap Tindakan Keperawatan .... ... .. . . 28

E.

Tahap Evaluasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. 31

Bab

III.

Dokumentasi Asuhan Keperawatan.

· ... 

36

A.

Pengertian .. .

. . . 

. . 

.  . .  . . 

36

B.

Tujuan Pencatatan.

.. 

. . 

.

.

.. 

. · 

.

36

C.

Pendekatan ....

....  . . . 

.. 

.

. . 

38

D.

Panduan Pencatatan

. . . . 

· ... . 

42  

Lampiran :

I. Contoh rumusan diagnosa keperawatan. . . . . .. 45 - 49

2. Contoh bentuk formulir catatan asuhan kepera-

51 - 57

watan.

3. Contoh penerapan proses keperawatan . . . . .. 81 - 122

(7)
(8)

BABI

PENDAHULUAN

A.

LATARBELAKANG

Pelayanan keperawatan mempunyai peranan penting

dalam menentukan kebcrhasilan pelayanan kesehatan SeCar3

keseluruhan. Salah satu faktor yang mendukung keyakinan di

atas ini adalah kenyataan yang dapat dilihat di unit pclayangan

kesehatan seperti di rumah sakit, dimana tenaga kesehatan yang

selama 24 jam harus berada disisi pasien adalah tenaga

perawatan. Namun sangat disayangkan bahwa pelayanan

keperawatan pada saat ini masih jauh dari apa yang diharapkan.

Keadaan ini bukan saja disebabkan o1eh terbatasnya jumlah

tenaga pcrawatan yang kita miliki, tetapi terutama dikarenakan

oleh terbatasnya kemampuan profesional yang dimiliki olch

sebagian besar jenis tenaga ini.

b・イセ。ァ。ゥ@

upaya yang bertujuan untuk meningkatkan

pengetahuan, ketrampilan, sikap dan motivasi bagi tcnaga

perawatan dalam berbagai bidang, khususnya dalam bentuk

penataran telah dilakukan, namun hasil yang dicapai belum

dapat dikatakan memuaskan. Hal ini dapat kita ketahui dari

keluhan yang disampaikan oleh pasien dan keluarganya maupun

oleh masyarakat umum.

(9)

keperawatan merupakan suatu jawaban untuk pemecahan

masalah terscbut diatas; karena proses keperawatan adalah

metode i!miah yang digunakan secara sistimatis dan

mengguna-kan konsep

prinsip ilmiah untuk mengkaji serta meodiagnosa

masalah kesehatan pasien. merumuskan tujuan yang ingin

dicapai, menentukan tinriakan dan meogevaluasi mutu

セNMG イ エ。@

hasil asuhan keperawatan. Disampiog itu proses keperawatan

dapat pula digunakao sebagai metode untuk menentukan

penugasan bagi setiap katagori tcnaga perawatan bcrdasarkan

kompetensi yang dimilikinya.

.

Penerapan proses kepcrawatan secara tepat dan benar,

harus didukung dengan ketrampilan intelektual, interpersonal

dan ketrampilan teknis. Disamping itu juga perlu dilengkapi

dengan pedoman penerapan proses keperawatan.

n. 

PENGERTIAN 

Proses keperawatan merupakan metoda pemberian

asuhan keperawatan yang logis, sistimatis, dinamis dan teratur.

Proses ini juga memerlukan pendekatan perencanaan dan

pe1aksanaan asuhan keperawatan yang metodis. dan teratur,

disamping itu mempertimbangkan baik ciri-cifi pasien/klien

yang bersifat bio-psiko-sosio-spiritual maupun masalah

kcsehatannya.

Langkah-Iangkah proses keperawatan dilakukan secara

ber-urutan, mulai dari pengkajian keperawatan. diagnosa

kepe-rawatan, rencana kepekepe-rawatan, tiodakan kepcrawatan dan

evaluasi keperawatan.

(10)

1.  

Serangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistimatis dan

menggunakan pemikiran.

2. Kegiatan yang didasarkan pada ilmiah.

3. Metoda pendekatan yang digunakan oleh tenaga

pera-watan dalam membantu pemecahan masalah pasien. 

4.  

Kegiatan  yang  terdiri  dari  lima  tahap  yaitu,  tahap 

peng-kajian,  diagnosa  keperawatan,  perencanaan keperawatan, 

tindakan  keperawatan  dan  tahapevaluasi  keperawatan 

(pada  BAB selanjutnya  setiap  tahap  proses  keperawatan 

akan diuraikan dan dibahas secara khusus). 

C.   FUNGSI 

Proses  keperawatan  sangat  penting  karena  berfungsi 

sebagai  kerangka  berfikir  untuk  menjalankan  fungsi  dan 

tanggung  jawab  keperawatan  daiam  lingkup  yang  luas. 

Disamping  itu  sebagai  alat  untuk  mengenal  masalah  pasien, 

menyusun  perencanaan  keperawatan secara  sistimatis, 

melak-sanakan  tindakan  dan  menilai  hasil  tindakan  keperawatan. 

Tanpa  cara  pendekatan  yang  sistimatis  dalam  memberikan 

asuhan  keperawatan,  akan  terjadi  kekurangan  atau 

kemung-kinan duplikasi dalam melaksanakan tindakan. 

D.   SIFAT 

Proses  keperawatan  merupakan  suatu  sistem  yang 

mempunyai  komponen­komponen  yang  terpisah  tetapi  saling 

bergantung,  saling  berhubungan  untuk mencapai  tujuan  yang  . 

telah ditentukan. 

(11)

1.

Dinamis

Dinamis berarti setiap tahap proses keperawatan dapat

diperbaharui apabila situasi dan kondisi pasien berubah.

2. SikJik

Siklik artinya proses keperawatan berjalan secara siklus

atau daur ulang.

Tahap pengkajian mendahului tahap perencanaan,

dilan- 

jutkan  dengan  tahap  tindakan  keperawatan  serta  ta ha p  

evaluasi.  Bila  pada  evaluasi  tujuan  yang  telah  ditetapkan  

tercapai, maka kembali lagi kepada tahap 

ーセョァォ。ェゥ。ョL@

sete- 

rusnya siklus baru dimulai lagi setelah siklus yang terdahulu  

berakhir dengan evaluasi.  

3.  

Saling  interdependent/ketergantungan 

Saling ketergantungan berarti setiap tahapan proses kepe-rawatan saling tergantung satu sama lain. 

Apabila  data  yang  dikumpulkan  kurang  lengkap  maka 

diagnosa  akan  salah,  demikian  pula  perencanaan  dan 

tindakan keperawatannya. 

4.  

FleksibeIlluwes. 

(12)

Sifat fleksibelitas juga dapat diartikan bahwa proses

keperawatan digunakan untuk beberapa hal, antara lain:

Untuk pemecahan segala jenis masalah kesehatan

pasien.

Dalam segala kondisi dan situasi pasien.

Diterapkan dalam perawatan untuk pasien dalam

seluruh siklus hidup man usia (dari mulai dalam

kandungan, dilahirkan, tua, selanjutnya meninggal ).

Disemua unit perawatan di rumah sakit, baik ruang

rawat nginap, rawat jalan, kamar operasi dan unit

gawat darurat.

Perawatan peroranganJindividu, keluarga, kelompok

dan masyarakat.

E.   TUJUAN 

Penerapan proses keperawatan bertujuan untuk :

1.

Mempraktekkan metoda pemecahan masalah dalam

praktek keperawatan.

2. Menggunakan standar untuk praktek keperawatan.

3. Memperoleh metoda yang baku, rasional dan sistimatis.

4. Memperoleh metoda yang dapat digunakan dalam berbagai

macam situasi.

5. Memperoleh hasil asuhan keperawatan dengan kualitas

tinggi.

F.   DAMPAK PENGGUNAAN PROSES KEPERAWATAN 

(13)

1. 

Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.

Penerapan proses keperawatan akan rnendorong para

perawat untuk rnelaksanakan asuhan keperawatan yang

sernestinya, sesuai dengan rnasalah dan kebutuhan pasien

dan tidak pada tugas-tugas rutin yang rnungkin ada, atau

yang tidak ada hubungannya dengan kebutuhan dan

rnasalah tersebut.

Melalui penerapan proses keperawatan akan

mengakibat-kan  hubungan yang  lebih erat antara  perawat dan pasien, 

keterlibatan  yang  lebih  besar  dari  pasien  dalam  upaya 

keperawatannya,  serta  akan  rnengalihkan  pola  pikir 

perawat dari orientasi tugas kepada orientasi pasien. 

Dengan  mcnggunakan  proses  keperawatan, 

kesinam-bungan  asuhan  keperawatan  juga  ditingkatkan  hal  ini 

dibuktikan  melalui  rencana  asuhan  keperawatan  tertulis 

serta pengkajian kebutuhan/masalah pasien yang dilakukan 

secara  terus  mcnerus.  Dengan demikian diharapkan akan 

menghasilkan pelayanan keperawatan yang bersifat rnenye-luruh,  komprehensive,  mernenuhi  kebutuhan  pasien, 

efektif dan manusiawi. 

2.  

Mengembanglilln keterampilan teknis dan intelektual

bagi pelaksana perawatan.

Berbagai  langkah/tahapan  dalam  proses  keperawatan 

rnemberi  kesernpatan  kepada  perawat  untuk menerapkan 

berbagai disiplin  ilmu pengetahuan dan pengalaman, serta 

bekerja  sarna  dengan  ternan  sejawat.  Disamping  itu juga 

rnengernbangkan 

keterampilan teknis dan prosedur kepe-rawatan  yang  ditujukan  kepada  Pemenuhan 

kebutuhan

(14)

3. Meningkatkan citra keperawatan.

Tidak ada cara yang lebih efektif untuk mempromosikan

citra perawat yang baik dan profesi keperawatan, selain

peningkatan mutu asuhan keperawatan itu sendiri.

Masyarakat yang merasa puas dengan pelayanan

kepe-rawatan akan memberikan  pengakuan yang  konkrit untuk 

profesi keperawatan. 

Perawat  tidak  dapat  menuntut  status  profesional 

penga-kuan  dan  penghargaan  dari  masyarakat,  maupun  ternan 

sejawat atau anggota tim kesehatan lain, tetapi hal tersebut 

diperoleh melalui  pemberian pelayanan yang bermutu. 

Proses keperawatan yang menjamin  pemberian  pelayanan 

yang menyeluruh, ilmiah dan manusiawi, akan memberikan 

sumbangan  yang  sangat  berarti  untuk  peningkatan  citra 

perawat terutama dimata masyarakat. 

Dokumentasi proses dan hasil asuhan keperawatan melalui 

catatan yang lengkap dan jelas, akan membuktikan kepada 

anggota  tim  kesehatan lain  tentang sifat dan  hakikat yang 

sebenarnya dari lingkungan pelayanan keper;}watan . 

4.  

Meningkatkan  rasa  solidaritas  dan  rasa  kesatuan 

perawat. 

Proses  keperawatan  adalah  metoda  ilmiah  dalam 

pem-berian  asuhan  keperawatan.  Kesamaan  metoda  praktek 

keperawatan  yang  digunakan  oleh  semua  tenaga 

kepera-watan, akan memperkuat persatuan serta menggambarkan 

otonomi  dan  identitas  keperawatan  sebagai  suatu  profesi 

yang mandiri dalam bidang kesehatan. 

5.   Menggambarkan  kewenangan/otonomi  dan  tanggung 

jawab perawat. 

(15)

hanya melaksanakan perintah dari profesi lain, tetapi harus

merencanakan dan mengarahkan kegiatannya berdasarkan

keputusan yang dibuat sendiri untuk memenuhi kebutuhan

kesehatan serta memecahkan masalah keperawatan pasien.

Tahap evaluasi keperawatan adalah suatu mekanisme yang

mencerminkan para perawat untuk bertanggungjawab at as

tindakan, serta mutu asuhan keperawatan yang

diberikan-nya  kepada pasien. 

6.  

Menghasilklln praktek keperawatan yang profesional.

Penerapan  proses  keperawatan  yang  berdasarkan  pada 

metoda  ilmiah,  membedakan  praktek  keperawatan  yang 

dilakukan oleh seorang perawat dengan yang dilaksanakan 

oleh masyarakatlbukan perawat. 

Masyarakat/tenaga non perawatan memberikan pelayanan 

keperawatan  hanya  menggunakan  intuisi  dan  akal  budi, 

tetapi  pcnggunaan  proses  keperawatan  memperagakan 

ciri­ciri  profesional;  an tara lain  pengutamaan kepentingan 

pasien/klien,  pengetahuan  ilmiah,  kemampuan  dan 

per-tanggung  jawaban  dalam  melaksanakan  praktek 

kepe-rawatan. 

Apabila perawat bertindak secara profesionaJ, maka masya-rakat dan anggota tim kesehatan lain akan memandang dan 

mengakui  perawat  sebagai  tenaga  profesionar,  sehingga 

mempunyai  hak  yang  sarna  untuk  keterlibatannya  dalam 

proses pengambilan keputusan. 

7.  

Mendukung pengembangan peneIitilln keperawlllan.

Penerapan proses keperawatan di rumah sakit, dapat men-dukung  pengembangan  penelitian  keperawatan  melalui 

penentuan  jenis  dan  sifat.  masalah  keperawatan  dan 

(16)

penelitian. Disamping itu kegiatan penelitian itu sendiri

mendukung pengembangan keterampilan perawat peneliti.

8. Mendukung pengembangan Hmu keperawatan.

Profesi keperawatan dewasa ini masih dalam masa

pera-

lihan untuk menuju pengembangan profesionalisme. Pene-rapan  proses  keperawatan  akan  mengantar  perawat  ke 

jenjang  perkembangan  ini,  apabila  setiap  perawat  dapat 

menentukan  secara  jelas  dan  mendokumentasikan 

kepe-rawatan secara  baik dan  benar,  sehingga catatan tersebut 

berfungsi  informatif  dan  komunikatif  bagi  tenaga 

kesehatan. 

9.   Meningkatkan pernn pernwat da)am proses perencanaan 

dan  pt:ngambilan keputusan. 

Dengan  pengetahuan yang  mendalam  dan  luas  terhadap 

masalah  pasien  melalui  penggunaan  proses  keperawatan, 

membuktikan bahwa perawat dapat berperan serta dalam 

pembahasan,  perencanaan  dan  pengambilan  keputusan 

atas  hal­hal yang menyangkut perawatan pasien. 

10.   Meningkatkan kepuasan kerja. 

Kegiatan  dan  kelambatan  dalam  pebrjaan  menimbulkan 

rasa bosan dan frustasi bagi perawat. 

(17)

BABII

TAHAPAN PROSES KEPERAWATAN.

A.

TAHAP PENGKAJIAN KEPERAWATAN

1.

Pengertian.

Pengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses

keperawatan sccara keseluruhan.

Pada tahar ini semua data/informasi pasicn yang

dibutuh-kan,  dikumpulkan  untuk mcncntukan  masalah  keschatan/ 

kcpcrawal a n. 

Tahap pengkajian  lcrdiri dari tiga kegiatan yaitu : 

Pengumpulan data kepcrawatan 

Pengelompokkan data atau analisa data 

Pcrumusan diagnosa keperawatan 

1.  

PengllmplIlan data 

Kegialan  pengumpulan data dimulai  pada saal pasien 

masuk  dan  dilanjutkan  secara  terus  menerus  selama 

proses  keperawatan  berlangsung.  Pengumpulan  data 

bertujuan  untuk  mendapatkan  data  yang  penting 

ten tang pasien. 

Dalam pcngumpulan data perawat harus mengetahui : 

1.   Tujuan pengumpulan data. 

2.   Informasildata yang diperlukan 

3.   Sumber­sumber yang  dapat  dimanfaatkan  untuk 

memperoleh data. 

(18)

SumberData

Data dapat dikumpulkan dari berbagai sumber data

yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.

a) Sumber data primer yaitu paSien yang merupakan

sumber utama, walaupun pasien tidak dapat

berkomunikasi secara lisan.

b) Sumber data sekunder yaitu :

1. Keluargalkerabat

2. Tenaga kesehatan, seperti dokter dan tenaga

perawatan.

3. Catatan dalam berkas dokumen medis pasien

4. Hasil-hasil pemeriksaan seperti pemeriksaan

laboratorium, rontgen dan lain-lain.

Data sekunder diperlukan untuk melcngkapi data

yang diperoleh dari sumber utama.

Cara Pengumpulan data

Pengumpulan data pasien dapat dilakukan dengan

berbagai cara, yai.tu wawancara, observasi dan

pemeriksaan fisiko

a) Wawancara.

Bertujuan untuk memperoleh data tentang

kese-hatan  pasien.  Selain  itu  wawancara  diperlukan 

untuk menjalin hubungan antara perawat dengan 

pasien  dan  untuk  kelancaran  asuhan 

kepera-watan.  Wawancara  dapat  dilakukan  setiap  saat 

selama  memberi  asuhan  keperawatan  pada 

pasien. 

(19)

1.  

Menerima keberadaan pasien seperti apa

adanya

2

Membantu pasien agar merasa aman dan

nyaman dengan penuh perhatian.

3. Memberi kesempatan pasien menyampaikan

perasaannya.

4. Bersikap menghargai pasien untuk tetap

berbicara.

5. Dalam berbicara menggunakan bahasa yang

mudah di mengerti oleh pasien.

b). Observasi

Mengamati perilaku dan keadaan untuk

mempe-roleh  data  tentang  tingkat  kesehatan  pasien. 

Observasi dilakukan dengan menggunakan peng-lihatan alat indra lainnya (meraba, menyentuh dan 

mendengar) 

c)   Pemeriksaan fisik 

Pemeriksaan  fisik  dilakukan  secara  keseluruhan 

dari kepala sampai ujung kaki. 

Prosedur pemeriksaan fisik meliputi : 

1.   Inspeksi 

2.   Palpasi 

3.   Auskultasi 

4.   Perkusi 

5.   Pemeriksaan lainnya. 

2.   Pengelompokkan data atau analisa data. 

(20)

yaitu: data flSiologislbiologis, data psikologis, data

sosial dan data spiritual. Dengan mengelompokkan

data, perawat dapat segera menentukan masalah yang

terjadi pad a pasien.

Pengelompokkan data dapat digambarkan sebagai

berikut:

a) Data fisiologis/biologis :

Masalah kesehatan dan penyakit yang laJu

Masalah kesehatan yang sedang dial ami

Masalah pola fungsi kehidupan sehari-hari

Masalah resiko tinggi

Pengaruh perkembangan terhadap

kehidu-pan 

[image:20.595.125.339.122.495.2]

b)  Data psikologis : 

Perilaku 

Pola emosional 

Konsep diri 

Gambaran diri 

Penampilan intelektual 

Pola pemecahan masalah 

Tingkat pendidikan 

Daya ingatan 

c) 

Data Sosial : 

(21)

Hubungan dengan keluarga

Pekerjaan

d) Data Spiritual:

Nilai-nilailnorma

Kepercayaan

Keyakinan

Moral

Jenis Data

Data pasien dapat diberdakan atas dua jenis yaitu data

objektif dan data subjektif.

a)

Data objektif adalah data nyata yang ditemukan oleh

tenaga perawatan pada saat pemeriksaan berlangsung.

Misalnya :

( 1 ) Suhu 38°C

( 2 ) Urine berwarna kuning keruh

b) Data subjektif adalah data yang hanya dirasakan oleh

pasien sendiri, berupa keluhan-keluhan

Misalnya :

( 1 ) Mual

( 2 ) Perasaan takut operasi

( 3 ) Sakit kepala

Pengelompokkan data atau analisa data.

Analisa berarti mengkaitkan, menghubungkan data yang

diperoleh dengan konsep, teori, prinsip yang relevan untuk

mengetahui masalah kesehatan pasien. Oleh karena itu

analisa data dilakukan dengan :

a. Mengesahkan data

b. Mengelompokkan data

(22)

f.  

Membuat kesimpulan ten tang kesenjangan

Hュ。ウ。ャ。ィセ@

Berdasarkan kesimpulan ten tang kesenjangan (masalah)

ini,selanjutnya dapat di rumuskan diagnosa keperawatan.

Petunjuk untuk pengkajinn data :

1.

Data dilcumpulkan secara menyeluruh yang meliputi

aspek bio-psiko-sosio-spiritual

2. Menggunakan berbagai sumber data dan berbagai cara

pengumpulan data

3. Setiap data yang dikumpulkan harus data baru dan

mendapat pengabsahan (valid,asi)

4. Dilakukan secara sistimatis dan terus menerus

5. Data harus dicatat, dapat di baca dan dimengerti oleh '

orang lain

6. Data dikelompokkan dalam kelompok kebutuhan

bio-psiko-sosio-spiritual

7. Data dianalisa dengan dukungan pengetahuan yang

relevan atau sesuai.

(23)

Gombar 1 : Tohap Pengkajion

Pengkajian

=  

Pengumpulan

Dala (Dala

Sub-jeclif/Objeklif

Pengkajian fisik

-Riwayal

kepe-rawalan

- Wawancara

- Dala sekunder

(calalan, Japoran,

buku, dB).

Mengkaitkan data

-Analisa Data

+

Diagnosa

Keperawa-tan

Mentabulasi data

Masalah

Menyeleksi data

pasien

(nyata

Mengklasifikasi data atau

po-Mengelompokan

tensial)

dat:l

Penyebab

Menentukan kesen-

masalah

jangan data

Melihat pola data

Membandingkan

dengan standar

Menginterprctasi

data

(24)

B.   TAHAP DIAGNOSA KEPERAWATAN 

a. Pengertian :

Diagnosa keperawatan adalah suatu pernyataan dari

masalah pasien yang nyata maupun potesional berdasarkan

data yang telah dikumpulkan, yang pemecahannya dapat

dilakukan dalam bal.as wewcnang perawat untuk

mela-kukannya. 

Yang dimaksud  masalah  nyata  adalah masalah yang sudah 

ada  pad a waktu  pengkajian. Sedangkan masalah  potensial 

merupakan  masalah  yang  mungkin  timbul  bila  tindakan 

pencegahan tidak dilaksanakan. 

b.   Sirat diagnosa kepernwatan. 

Dalam merumuskan diagnosa keperawatan perlu diketahui 

sifat  yang  hakiki  diagnosa  keperawatan  adalah  sebagai 

bcrikut : 

1.  

Berorientasi pada kebu tuhan dasar manusia 

(HlRAR-KI  AB.  MASLOW). 

2.  

Mcnggambarkan  tanggapan  (respons)  individu 

ter-hadap proses saki!,  kondisi dan situasi. 

3. 

Berubah bila tanggapan (respons) pasien berubah. 

c.  

Manraat diagnosa kepernwatan adalah : 

1.   Memberi pedoman untuk asuhan keperawatan secara 

komprehensif yang mandiri. 

2.   Memberi  kesatuan  bahasa  dalam  komunikasi 

pera-watan secara komprehensif. 

d.   Perbedaan  antarn  diagnosa  medis , 

dan

diagnosa 

keperawatan. 

(25)

kedua diagnosa tersebut. Diagnosamedis berfokus pada

keadaan patho\ogis, pengobatan dan penyembuhan

penyakit, sedangkan diagnosa keperawatan berfokus pada

res pons pasien terhadap penyakit atau faktor yang

mempengaruhi atau situasi lain yang sangat berfariasi.

Perbedaan antara · diagnosa keperawatan · dan diagnosa

medis dapat digambarkan sebagai berikut :

Diagnosa Keperawatan

Diagnosa Medis

1.

Berfokus pada faktor-faklor

1.

Berfokus pada res pons pasien

yang bersifal pengobalan dan

lerhadap penyakil lindakan

penyembuhan penyakit.

medis dan faklor lain.

2.  

Berorienlasi kepada keadaan

2. 

Berorienlasi kepada kebuluhan

palhoiogis.

individu.

3.  

Cenderung lelap, mulai saki

3. 

Berubah, sesuai dengan

sampai sembuh

perubahan res pons pasien .

4.  

Mengarah pada lindakan medis

4. 

Mengarah pada fungsi mandiri

yang sebagian dapal diiaksana-

perawal dalam meiaksanakan

kan oleh perawat.

lindakan keperawatan dan

evaiuasi.

(26)

e.

Cara merumuskan diagnosa keperawatan.

Dalam

merumuskan diagnosa

keperawatan, dapat

menggunakan pendekatan sebagai berikut :

I.  

Rumus PES

Problem

(masalah)

Etiologi

(penyebab)

Symptom

(gejala/tanda)

2.

Rumus PE

Problem

(masalah)

Etiologi

(penycbab)

Contoh rumusan diagnosa kepcrawatan scbagai berikut :

1.

Rumus PES.

Diagnosa Kcperawatan

=

Masalah pasien

pcnycbab

gejala / tanda

Contoh:

Gangguan aktivitas jalan, sehubungan pemasangan gips

pada tungkai kanan yang ditandai dengan rasa nyeri di

daerah tungkai.

2. Rumus PE.

(27)

Contoh:

Gangguan aktivitas jalan, sehubungan dengan pemasangan

gips pada tungkai kanan.

C.

TAHAP PERENCANAAN KEPERAWATAN 

a.

l'engertian.

Perencanaan keperawatan adalah penyusunan rencana

tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan untuk

menanggulangi masalah sesuai dengan diagnosa

kepera-watan yang  teJah  ditentukan dengan  tujuan  terpenuhinya 

kebutuhan pasien. 

Dalam  tahap  perencanaan  keperawatan  ini,  perawat 

menggunakan  keterampiJan  pemecahan  masalah  dan 

menentukan masalah khusus  pasien. 

b.   Tujuan. 

Tujuan perencanaan keperawatan adalah : 

1.  

Sebagai  alat  komunikasi  antar  ternan  sejawat  dan 

tenaga kesehatan lain. 

(28)

c.

Langkah-laDgkah penYUSUnBD.

Langkah-langkah penyusunan perencanaan keperawatan

terdiri dari tiga (3) kegiatan yaitu :

1. Menetapkan urutan prioritas masalah

2. Merumuskan tujuan keperawatan yang akan dicapai.

3. Menentukan rencana tindakan keperawatan.

Perencanaan

=

Menetapkan prioritas masalah

Tujuan keperawatan

Rencana

tin-dakan keperawatan. 

ad.I.  

Menetapkan urutan prioritas rnasalah. 

Kegiatan  ini  mernilih  rnasaJah  apa  yang 

rnerner-

lukan perhatian/prioritas, diantara rnasalah­rnasa-lah  yang  telukan perhatian/prioritas, diantara rnasalah­rnasa-lah  ditentukan.  Penentuan  prioritas 

berdasarkan diagnosa keperawatan, dirnana prio-ritas  tertinggi  diberikan  kepada  rnasalah  yang 

rnengancarn kehidupan atau keselarnatan pasien. 

Masalah  nyata  diberikan  perhatian/prioritas 

ter-lebih dahuJu dari pada rnasaJah  potensial. 

Penentuan  priori las  dilakukan  karcna  lidak 

sernua  rnasalah  dapal  dialasi  pada  waklu  yang 

sarna. 

Pertirnbangan 

unluk 

rnenentukan 

prioritas 

rnasalah adalah : 

a.  

Prioritas  tertinggi diherikan  kepada masalah 

(29)

22

b.

Masalah yang sedang dialami diberi perhatian

lebih dahulu dari pada masalah yang mungkin

atau keselamatan (potensial).

c.

Pola kebutuhan dasar man usia, menurut

HlRARKI AB. MASLOW.

Contoh:

Pasien yang mengalami kecelakaan dengan

keadaan scsak nafas, gelisah, pernafasan

cepat (30

per menit), luka dan patah tulang

tibia terbuka, disertai perdarahan, maka

penentuan prioritas masalah adalah sebagai

berikut :

1.

Masalah pernapasan (kebutuhan

oksi-gen) 

2.  

Masalah perdarahan 

3.  

Masalah luka 

ad .2.  

Merumuskan  tujuan  keperawatan  yang  akan 

dicapai. 

Tujuan keperawatan ialah hasil yang ingin dicapai 

dari  asuhan  keperawatan,  yang  direncanakan 

untuk  menanggulangi/mengatasi  masalah  yang 

telah dirumuskan dalam diagnosa keperawatan. 

Pernyataan  tujuan  keperawatan  harus  Jelas 

disebutkan  sehingga  perawat  yang  mengawasi 

pasien  setelah  membaca  tujuan  tersebut  harus 

sanggup  menentukan  apakah  tujuan  telah 

tercapai atau belum. 

(30)

Tujuan Jangka Pendek.

Tujuan jangka pendek adalah hasil yang dicapai

dalam waktu yang cepat yaitu dalam kurun waktu

jam atau hari. Tujuan jangka pendek sangat cocok

unruk keadaan emergency dimana pasien dalam

kondisi tidak stabil.

Contoh:

Tn. Herman dalam waktu tujuh hari, mampu

berjalan dengan menggunakan tongkat sejauh 100

meter.

Tujuan Jangka Panjang.

Tujuan jangka panjang adalah hasil yang dalam

pencapaiannya memerlukan waktu yang lebih

lama.

Contoh:

Tn. Herman dapat berjalan tanpa bantuan pada

sa at pulang.

Petunjuk umum dalam menu lis tujuan.

Dalam menuliskan tujuan harns memperhatikan

hal-hal sebagai berikut :

1.

Ditulis secara singkat dan jelas sehingga

mudah dimengerti oleh perawatltenaga

kese-hatan lain. 

(31)

3. Dapat diukur artinya dapat diamati,

ditaf-

sirkan dan dinilai. Hindari penggunaan kata-kata baik, cukup, normal dan lain­lain. 

4.   Realistis  artinya dapat dilaksanakan dengan 

tenaga  dan  fasilitas  yang  tersedia serta 

rea-listis  untuk  kemampuan  pasien  pad a  waktu 

yang telah ditetapkan. 

Rumusan  tujuan  dapat  menggunakan  formula 

sebagai berikut : 

KO 

tujuan 

subject 

predikat 

kriteria tujuan 

KO 

kondisi 

Subject  

adalah kata 

dapat

berupa pasien 

atau bagian dari pasien 

Predikat:  

adalah perilaku pasien 

(32)

Kondisi

adalah dalam keadaan yang

bagai-

mana perilaku pasien tersebut di-tampilkan. 

Contoh:  

Tuan Herman (S) dapat berjalan 

(P) sejauh 100 meter dalam waktu 

tujuh hari (K) dengan mengguna-kan tongkat (KO). 

ad.3.  

Menentukan rencana tindakan keperawatan. 

Adalah  langkah  menentukan  rencana  tindakan 

keperawatan yang akan dikerjakan oleh perawat 

dalam  rangka  menolong  pasien  untuk  mencapai 

suatu tujuan keperawatan. 

Dalam  menentukanlmemilih  tindakan 

kepera-watan  perlu  dipertimbangkan  hal­hal  sebagai 

berikut: 

1).  Mengidentifikasi alternatif tindakan. 

2).  Tehnik 

prosedur keperawatan yang diguna-kan. 

3).  Melibatkan pasien seoptimal mungkin. 

4).  Melibatkan anggota tim kesehatan lain. 

5).  Latar belakang budaya dan agama pasien. 

6).  Lingkungan,  sumber daya  dan  fasilitas  yang 

tersedia. 

7).  Kebijaksanaanlperaturan 

yang 

berlaku 

setempat. 

8).  Tindakan  keperawatan yang  menjamin  rasa 

aman bagi pasien. 

9).  Mengarah kepada tujuan yang akan tercapai. 

10).  Tindakan keperawatan yang bersifat realistis. 

11). Tindakan  keperawatan  yang  disusun  secara 

berurutan. 

(33)

26

b. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun

perencanaan keperawatan adalah :

1. Tindakan apa yang akan dilakukan.

2. Mengapa tindakan itu dilakukan.

3. Kapan tindakan itu dilakukan.

4. Siapa yang akan melakukan tindakan.

5. Bagaimana caranya tindakan itu dilakukan.

c. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menuliskan

rencana tindakan keperawatan :

1. Harus berupa kalimat intruksi, ringkas, tegas dan

mudah dimengerti.

Contoh : Latih Tn Herman berjalan dengan tongkat

dua kali sehari.

2. Disusun oleh tenaga perawatan.

3.

Penulisan, menggunakan bahasa yangjelas dan mudah

di mengerti.

4. Tindakan keperawatan merupakan kesinambungan

asuhan keperawatan.

5. Menulis" di kolom rencana tindakan" yang telah

ditentukan.

Rencana tindakan dibuat secara narasi yang

mengan-dung tujuan dan rencana tindakannya. 

Contoh : 

Rumusan rencana perawatan. 

Agar  Tn.  Herman  dalam  tujuh  bari  mampu  berjalan 

sejauh  100 M  dengan  menggunakan  tongkat lakukan 

latihan berjalan dengan tongkat 2 kali sehari. 

(34)
[image:34.595.47.358.59.481.2]

Gambar 2 : Tahap PerenC8naan Keperawatan

Perencanaan == Memprioritas

Merumuskan Tu

Menentukan

Keperawatan

kan Masalah

juan Keperawatan

Tindakan

Keperawatan

- Nyata, yang me-

- Jangka pendek,

- Alternatif

ngancam kehi--

Jangka panjang.

tindakan

dupaan pasien.

keperawa

tan.

- Nyata, atau po-

Jelas

- Keputusan

lensial yang -

tentang

tin-mengancam ke-

- Dapal di ukur

dakan yang

sehatan pasien.

セォ。ョ@

dilaku

kan .

- Keinginan dan -

Realistis.

prioritas pasien. - Dinyatakan dalam

hasil perubahan

keadaan atau

peri-laku pasien.

(35)

D.

TAHAP TINDAKAN KEPERAWATAN

1.

Pengertiao.

Tindakan keperawatan adalah pelaksanaan rencana

tindakan yang telah ditentukan, dengan maksud agar

kebutuhan pasien terpenuhi secara optimal.

Tindakan keperawatan tersebut dapat dilaksanakan

sebagian oleh pasien itu sendiri, oleh perawat secara

mandiri atau mungkin dilakukan secara berkerja sarna

dengan anggota Team Kesehatan lain misalnya, Ahli Gizi

dan FisiotherapisL Hal ini sangat tergantungjenis tindakan,

kemampuan!keterampiJan dan keinginan pasien serta

tenaga perawat itu sendiri.

Dengan demikian tampak bahwa pelaksanaan keperawatan

bukan semata-mata tugas tenaga perawatan tetapi

melibatkan banyak pihak. Namun demikian yang memiJuk

tanggung jawab secara keseluruhan adalah teoaga

perawatan tersebut.

2. Langkah-Iangkah tindakan Keperawatan.

Tahap tindakan perawatan terdiri dari langkah persiapan

dan peJaksanaanJpemberian asuhan keperawatan.

a. Langkah persia pan.

Pada langkah persiapan tenaga perawatan hendaknya:

1). Memahami rencana keperawatan yang telah

ditentukan.

2). Menyiapkan tenaga dan alat yang diperlukan.

(36)

b.

Langkah pelaksanaan.

Pada langkah pclaksanaan tenaga perawatan harus

mcngutamakan keselamatan. keamanan. dan

kcnya-manan  pasien.  Oleh karena itu  harus  mempcrhatikan 

beberapa hal  sebagai  berikut  : 

1.  

Sikap yang  meyakinkan. 

2.  

Peka terhadap rcspons pasicn dan efck sampingan 

dari  tindakan  keperawatan yang 

、ゥャ。ォオォ。ョョケゥャセ@

.). 

Sistimatika kerJ3  yang  tep<tl. 

4.   Pcrtimbangan hukum dan ctika 

5.

Bcrtanggung jawab dan  tanggung­gugat. 

6.  

Mencatat scmua tindakan kcperawatan yang tclah 

dilakukan. 

Pad a  waktu  tenaga  pcrawalan  mcmbcrikan  asuhan 

kcperawatan,  proses  pcngumpulan  dan  analisa  data 

bcrjalan  tcrus  mcncrus  guna  pcrubahan/penyesuaian 

tindakan kepcrawatan. 

(37)

Gombar 3: Tahap Tindakan Keperawatan.

Pelaksanaan

Tindakan

Pengumpulan

Perubahan!

keperawatan

dan analisa

Penyesuaian

data terus

me-

tindakan! 

nerus. 

rencana 

ke-perawatan 

­ Rencana  

pengobatan medis  

(38)

E. TAHAP EVALUASI

1.  

Pengertian.

Evaluasi adalah proses penilaian pencapaian tujuan serta

pengkajian ulang rencana keperawatan . .

Evaluasi

penilaian pencapaian tujuan

pengkaji-an ulang rencana keperawatan 

2.   Tujuan evaluasi. 

Evaluasi mempunyai beberapa tujuan an tara lain: 

a.   Menentukan  kemampuan  pasien  dalam  mencapai 

tujuan yang telah ditentukan. 

b.   Menilai  efektivitas  rencana  keperawatan/strategi 

asuhan keperawatan. 

3.   Hal­bal yang dievaluasi anlam lain: 

a.   Apakah asuhan keperawatan tersebut efektif ? 

b.   Apakah  tujuan  keperawatan  dapat  dicapai  pada 

tingkat tertentu ? 

c.  

Apakah  perubahan  perilaku  pasien  seperti  yang 

diharapkan ? 

d.   Strategi keperawatan manakah yang efektif? 

4.   Langkah­Jangkah : 

a.  

Mengumpulkan data perkembangan pasien. 

b.   Menapsirkan  (menginterprestasikan)  perkembangan 

pasien. 

(39)

d. Mengukur dan membandingkan perkembangan pasien

dengan standar normal yang berlalru.

5. Penopsiran hasH evaluasi

Ada tiga altematif dalam menapsirkan hasil evaluasi yaitu :

a. Tujuan tercapai.

b. Tujuan sebagian tercapai.

d. Tujuan sarna se kali tidak tercapai.

Penjelasan sebagai berikut :

ad.a.

Tujuan tercapai.

Tujuan tercapai bila pasien rnenunjukjcan

peru-bahan  perilaku  dan  perkernbangan  kesehatan 

sesuai  dengan  kriteria  pencapaian  tujuan  yang 

telah ditetapkan. 

Contoh: 

Setelah 7 hari Tuan Herman dapat berjalan dengan 

menggunakan tongkat, sejauh 100 meter tanpa ban-tuan perawat. 

ad.b.  

Tujuan sebagian tercapai. 

(40)

Contoh:

Setelah 7 hari Tuan Herman dapat berjalan dengan

menggunakan tongkat, sejauh 50 meter dengan

ban-tuan perawat.

ad.c.

Tujuan sarna sekali tidak tercapai.

Tujuan sarna sekali tidak tercapai, jika

menunjukkan

perubahan

perilaku

perkembangan kesehatan atau bahkan

masalah baru.

paslen

dan

timbul

Contoh :

Setelah 7 hari Tuan Herman beJum berani berjalan

menggunakan tongkat tanpa bantuan perawat.

Penilaian tentang perkembanganlkemajuan pasien

dibuat me) a)ui observasi, interaksi pemeriksaan oleh

tenaga perawatan, pasienlkeluarga dan anggota tim

anggota kesehatan lain.

(41)

Evaluasi merupakan tahap akhir dari proses

kepera-watan, namun tidak berhcnti sampai disini. Evaluasi

hanya mcnunjukkan masalah mana yang telah dapat

dipecahkan dan masalah mana yang perlu dikaji ulang,

direncanakan kcmbali, dilaksanakan dan di evaluasi

kembali. jadi proses kcpcrawatan merupakan siklus

yang Jinamis berkelanjutan.

(42)
[image:42.595.43.357.68.510.2]

Gambar 4 : Tabap Evaluasf Keperawatan.

Evaluasi

==  

Penilaian pcncapaian

Perubahan/perbaikan

lUiuan oleh

rencana keperawatan

- Tenaga perawatan

- Pasien / ke1uarga

(43)

BAB. III

DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN

A.

PENGERTlAN

Catatan keperawatan merupakan dokumen yang penting bagi

asuhan kcpcrawalan pasicn di rumah sa kit. Dokumen asuhan

kepcrawatan merupakan bukli dari pclaksanaan kcpcrawatan

yang menggunakan melodc pcndckatan proses keperawatan

lLtll

calalan tcnlang langgapanlrcspons pasicn tcrhadap

lindakan mcdis, lindakan kcperawalan, atau rcaksi pasicn

tcrhadap pcnyakil.

Catalan kcpcrawatan juga mcrupakan informasi tcrtulis yang

akan menjadi dasar pcnjclasan (dcsiminasi) tentang kcadaan

pasicn kepada mcreka yang berkepcntingan.

n.

TUJUAN PENCATATAN

Catalan kcpcrawalan mempunyai tujuan :

a. 

Komunikasi.

(44)

Catatan keperawatan sebagai alat komunikasi dalam hal ini

sangat berguna untuk :

Koordinasi asuhan keperawatan yang diberikan oleh

beberapa orang.

Mencegah pemberian informasi yang beru)ang-ulang

kepada pasien oleh anggota tim kesehatan.

Mengurangi kesalahan dan meningkatkan ketelitian

dalam pelaksanaan keperawatan.

Membantu tenaga perawatan menggunakan waktu

yang sebaik-baiknya serta mencegah kegiatan yang

tumpang tindih.

b. Dokumentasi Legal (Dasar Hukum)

Catatan pasien berguna sebagai dokumentasi legal yang

dapat dimanfaatkan dalam suatu pengadilan. Tetapi pada

kasus dan keadaan tertentu, pasien boleh mengajukan

keberatannya untuk menggunakan catatan tersebut dalam

pengadilan sehubungan dengan haknya akan jaminan

kerahasiaan data.

c. Penelitian

Informasi yang tertulis dalam catatan keperawatan dapat

digunakan sebagai sumber informasi yang berharga untuk

penelitian. Dengan mempelajari rencana keperawatan dan

pengobatan terhadap sejumlah pasien dengan penyakit

yang sama/tertentu, maka informasi yang diperoleh akan

membantu untuk mengatasi masalah yang dia lami oleh

pasien dengan penyakit sejenis.

d

Statistik

(45)

e.   Pendfdfkan 

Peserta didik dari berbagai disiplin kesehatan dapat

menggunakan catatan pasien sebagai salah satu alat dalam

proses pendidikan. Catatan pasien dapat memberikan

gambaran yang komprehensif (menyeluruh dan utuh)

tentang pasien, penyakit dan tindakan yang telah dilakukan.

f.  

Audit (Nursing Audit)

Catatan pasien digunakan untuk memantau mutu

pela-yanan  kesehatan yang diberikan'kepada  pasien dan 

kom-petensi  (kemampuan  dan  keterampilan)  tenaga  yang 

memberikan pelayanan tersebut. 

Pada audit keperawatan aspek yang dikajiantara lain, data 

dasar, 

identifikasi masalah kesehatan, rencana keperawat-an,  tindakan  keperawatidentifikasi masalah kesehatan, rencana keperawat-an,  evaluasi  terhadap  tujuan 

keperawatan yang dicapai serta mengkaji pengetahuan dan 

keterampilan dari tenaga pemberi jasa pelayanan. 

C.  

PENDEKATAN. 

Catatan keperawatan dapat menggunakan beberapa pendekat-an an tara lain: 

a.  

Catatan tradisional 

b.   Problem Oriented Record (POR) 

c.  

Proses keperawatan 

ad.  a. 

Catatan tradisional 

(46)

Catatan pasien tradisional terdiri dari 6 (enam) bagian yaitu :

1)

Lembar penerimaan

2)

Lembar muka

3) Lembar instruksilpesanan dokter

4)

Lembar riwayat penyakit

5)

Lembar catatan perawat

6)

Lembar catatan untuk lain-lain.

Contoh:

Pesan/instruksi dokter diberikan melalui telpon,

perawat menuliskan instruksi tersebut pada "Lembar

Instruksi/pesanan

dokter",

selanjutnya

dokter

menandatanganinya dalam waktu 24-48 jam.

Dokter menuliskan pcrkembangan pasien dan rencana

tindakan medis pada "Lembar riwayat penyakit".

ad.b.

Problem Oriented Record (POR)

Yang dimaksud dengan POR adalah pencatatan keperawatan

berdasarkan proses pemecahan masalah yang sistematik dan

meliputi lima (5) langkah pokok yang dapat digunakan dalam

perencanaan keperawatan.

Lima (5) langkah pokok tersebut ialah :

1) Datadasar

2)

Daftar masalah

3)

Rencana keperawatan

4) Catatan perkembangan pasien

5)

Ringkasan status kesehatan pasien

ad.c.

Proses Keperawatan

(47)

Catatan pasien dengan pendekatan proses keperawatan terdiri

dari dua bagian :

1)

Lembar catatan pengkajian data dasar (format

x)

2) Lembar rekaman asuhan, lembar ini ada tiga model yaitu :

Format model A

Format model

Format model C

ad.l.

Lembar catatan pengkajian data dasar (Format

X) 

Catatan pengkajian data dasar adalah pengumpulan

data secara lengkap pad a sa at pasien datang di Rumah

Sakit.

Lembar pengkajian data dasar terdiri dari satu lembar

yang berbentuk narasi dan mencantumkan butir-butir

unsur yang perlu dikaji, secara garis besarnya meliputi

data biologis, data psykologis, data sosiai, data spiritual

dan data penunjang an tara lain diagnosa medis dan

hasil pemeriksaan laboratorium.

Agar pengumpulan data dapat dilakukan secara

sisti-

matis dan lengkap, tenaga perawatan dapat mengguna-

kan "PETUNJUK PENGKAJIAN DATA KEPERA-WATAN". 

Peny'impanan  format 

harus didalam  berkas Rekam 

Medik (status pasien) yang bersangkutan. 

Contoh  format 

dan  PETUNJUK  PENGKAJIAN 

DATA KEPERA

W

ATAN" terlampir (Lamp.  1 

2). 

ad.2.  

Lembar Rekaman Asuhan Keperawatan. 

(48)

perencanaan keperawatan, tindakan keperawatan dan

tahap evaluasi.

Rekaman asuhan keperawatan mempunyai peranan

penting dalam kesinambungan pelaksanaan

kepera-watan sejak pasien masuk ke rumah sakit sampai pasien 

pulang  atau  tidak  membutuhkan  pelayanan.  Oleh 

karena  itu  rekaman  asuhan  keperawatan  tersebut 

harns  disimpan  didalam  berkas  rekam  medik  (status 

pasieo) yang bersangkutan. 

Catatan  pelaksanaan  perawatan  dapat  menggunakan 

tiga model format yaitu format model A, model B dan 

format model C. 

Format model A 

Format  model  A  terdiri  dari  satu  (1)  lembar  yang 

berbentuk matrik dan berisi empat kolom yaitu : 

Kolom diagnosa keperawatan  

Kolom perencanaan keperawatan  

Kolom tindakan keperawatan  

Kolom evaluasi  

Format model Adigunakan untuk pasien rawat nginap.  

Contoh format model A  terlampir (Lamp. 3).  

Format model B.  

Format  model  B  terdiri  dari  dua  (2)  lembar  yaitu  

lembar B (1) dan B (2) yang masing­masing berbentuk  

matrik dan terdiri dari dua kolom.  

(49)

Format model B (1) dan model B (2) digunakan untuk

pasien rawat nginap.

Contoh format model B (1) dan model B (2) terlampir

(lamp. 3

4).

Format model C.

Format model C terdiri dari satu lembar yang

berbentuk matrik dan berisi lima kolom yaitu :

Kolom riwayat penyakit/data

Kolom diagnosa keperawatan

Kolom perencanaan keperawatan

Kolom tindakan keperawatan

Kolom evaluasi.

Kolom pertama atau kolom riwayat penyakit/data diisi

dengan data yang dikumpulkan, pada setiap pasien

datang berkunjung untuk rawat jalan. Oleh karena itu

Rekaman Asuhan Keperawatan pada pasien rawat

\

jalan tidak perlu dilengkapi dengan lembar data

(dasar/ringkasan pengkajian (format X).

Format model C digunakan pada pasien rawat jalan.

Contoh format model C terlampir (lamp. 6).

D.  PANDUAN PENCATATAN 

(50)

a.

Lengkap.

Yang dimaksud "lengkap" disini adalah :

1.

Mencatat semua pelayanan kesehatan yang diberikan.

2. Catatan keperawatan terdiri dari lima tahap proses

keperawatan meliputi, tahap pengkajian, diagnosa

keperawatan, perencanaan keperawatan, tindakan

keperawatan dan evaluasi.

3. Mencatat tanggapan perawat

4. Mencatat tanggapan pasien

5. Mencatat alasan pasien dirawat

6. Mencatat kunjungan dokter.

b. Teliti

Yang dimaksud "teliti" disini adalah :

1.

Mencatat setiap ada perubahan rencana keperawatan

2. Mencatat pelayanan kesehatan

3. Mencatat observasi yang dilakukan

4. Mencatat pada lembar atau bagan yang ditentukan

5. Mencantumkan tanda tangan/paraf perawat

6. Setiap kesalahan dokoreksi dengan baik.

7. Catatan hasil pemeriksaan ada kesesuaian dengan hasil

Laboratoriurnlinstruksi dokter.

E.   BERDASARKAN FAKTA 

Yang dimaksud "berdasarkan fakta" adalah :

1.

Mencatat fakta dari pada pendapat

2. Mencatat informasi yang berhubungan dalam baganJ

laboratorium

3. Menggunakan bahasa aktif.

43 

(51)

F.

WGIS

Yang dimaksud "Logis" adalah :

1. jelas dan logis

2. Catatan secara kronologis

3. Mencantumkan nama & nomar register pada setiap lembar

4. Penulisan dimulai dengan huruf besar

S.

Setiap penulisan data memiliki identitas, waktu (jam, hari,

tanggal, bulan dan tahun).

G. DAPAT DIBACA

Yang dimaksud "dapat dibaca" adalah :

1. Tulisan dapat dibaca

2. Bebas dari catatan-catatan dan kareksi

3.

Menggunakan tinta

(52)

CONTOH RUMUSAN DIAGNOSAiKEPERAWATAN

NO. 

1. 

2.

3.

4.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Jalan nafas tidak efektif sehubungan dengan status

ashmati-kus, ditandai dengan : 

Suara nafas abnormal, wheezing 

­

Perubahan jumlah pernafasan dan kedalamannya 

­

Tachypnoe,dyspnoe 

­

Sianosis 

Jalan nafas tidak efektif sehubungan dengan bronchospasme  

ditandai dengan :  

­

Suara nafas abnormal, wheezing  

­

Perubahan jumlah pernafasan dan  kedalamannya  

­ Tachypnoe,dyspnoe  

­

Batuk  

­

Sianosis  

Tidak dapat I11elakukan aktifitas sehubungan dengan dyspnoe,  

ditandai dengan pasien menyatakan :  

­

Lelah atau lemah,  

­

Sesak dan  

­

Merasa tidak nyaman  

Cemas (ansietas) sehubungan dengan ancaman atau perubah-an dalam status kesehatan ditandai dengan :  

­

Gelisah  

­

Sulit tidur (insomnia),  

­

Tatapan mata kosong  

(53)

NO

DIAGNOSA KEPERAWATAN

5.

Kurangnya pengetahuan tentang pengobatan dan perawatan

penyakitnya sehubungan tidak adanya pengalaman, ditandai

dengan:

­

Menyatakan masalahnya

-

Meminta informasi

-

Pernyataan yang salah

-

Tidak benar mengikuti petunjuk

6.

Potensial terjadinya infeksi sehubungan kerusakan jaringan

paru, ditandai dengan :

-

Demam

-

Meningkatnya produksi dahak/sputum

-

Sputum berwarna hijau atau abu-abu dan berbau

7.

NUTRISI kurang dari kebutuhan sehubungan meningkatnya

pengeluaran energi ditandai dengan :

-

Penurunan be rat badan dengan pemasukan makanan yang

cukup

-

Malas / enggan makan

-

BB 20% dibawah BB ideal

­

Peningkatan kebutuhan metabolik

8.

Pertumbuhan dan perkembangan psikologi terganggu

sehu-bungan tindakan isolasi ditandai dengan :

-

Kurang nafsu makan

(54)

NO

DIAGNOSA KEPERAWATAN

9.

Kurangnya pengetahuan tentang prosedur isolasi dan

penya-kit menular sehubungan tidak adanya pengalaman

sebelum-nya, ditandai dengan :

­

Menyatakan masalahnya

-

Meminta informasi

10.

Cemas sehubungan dengan penyakit menular dan isolasi,

di-tandai dengan :

-

Gelisah

-

Sulit tidur (insomnia)

-

Wajah tegang

11.

Kurangnya kegiatan sosial dan hiburan sehubungan isolasi

penyakit menular ditandai dengan pernyataan pasien;

-

Bosan

-

Ingin melakukan suatu kegiatan/hobinya yang tak bisa

dilakukan di RS.

12.

Potensial terjadi penumpukan udara dalam lambung

sehu-bungan dengan menurunnya mobilitas ditandai dengan :

-

Kembung

-

Meningkatnya cairan lambung

13. 

Nutrisi yang masuk kurang dari kebutuhan sehubungan

me-nurunnya gerakan peristaltik usus ditandai dengan :

-

BBmenurun

(55)

NO

DIAGNOSA KEPERAWATAN

14.

Nyeri sehubungan dengan luka incisi ditandai dengan :

-

Menyatakan rasa nyeri

-

Gelisah

-

Wajah kesakitan

15.

Potensial kekurangan volume cairan sehubungan dengan

pemberian obat-obat anestesi, ditandai dengan :

-

Produksi urine yang meningkat

-

Rasa haus

-

Mual

muntah

16.

Perubahan pola eliminasi (b.a.b.) sehubungan dengan

menu-runnya pergerakan usus akibat pembedahan dan anestesi,

di-tandai dengan :

-

Frekuensi kurang dari kebiasaan

-

Faeces keras

-

Mual

-

Pasien mengatakan merasa penuh

menekan daerah perut

anus.

17.

Pola nafas tidak efektif sehubungan dengan nyeri luka operasi

dan anestesi, ditandai dengan :

-

Dyspnoe

­

Nafas pendek-pendek

-

Tachypnoe

-

Sianosis

(56)

NO.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

18.

19.

Takut dirawat

di 

RS

sehubungan dengan berpisah dengan

orang toa, lingkungan yang baru, tindakan pengobatan,

ditan-dai dengan:

-

Negatifistik

-

Mata melotot

-

Konsentrasi pada sumber

Terjadi kerusakan.kulit sehubungan dengan luka sayat

operasi ditandai dengan :

­

Kelainan pada permukaan kulit

­

Kerusakan pada lapisan kulil.

(57)
(58)

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __

· PE'MJNJUK'

PENGKAJIAN 

DATA KEPERAWATAN

Jcais 1Wuai.

JtawUo/Iidak la... J....wDoodL J ...h AaaIt : _ _ _ _ _ _ _ __

5101... Puka...u.u

Mcrjau

pCAdidilu (enklW-Alam.t

Rrw"Y"T KESElIA.T4N PA,SIEN

A. ...,..1'ftJUI1 !Wtan.,. 

I. Taad. .ilal

Suha: _ _ _ __ _ _ _ ; セゥ@ : _ _ _セ[ Pcnaalasaa: _ _ _ _ _ _ __

t」セセZ@

2. Aiasu dalOft£ kc RS/PuskCSIUS _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __

3. Kcj.w.... )'111ft mcnyebabka .. pasiav'lllic:a doIaas kc lempol pc..,... : _ _ _ _ _ _ __

S. Apa)'lllft dihanph.. dan (C"'pa1 pc\I_kcpcrawal.a _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __ 

C.

...,..TIo...

セ@ セBB[Bォ

I.   Klica diWWkaa pada am.,. kclumiLa .. : _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __

2. Ya"! aJC.DOIong pc""I...

(59)
(60)

3. IlcnI b。、N。Nイイゥセ@ Bod.n Lahir _  _  _  _  _ . nnrrn "'korang _ _ _ __

4. Giti perlamllumhuh セiZ。N@ umur

5. k」ーN。ョ、Sセョ@ .Joruk

.

_-..

8e rbicaraJmentoceh

h. Mcmb;,lil:hn ィセエNjNャョ@

Mubi ouLluk

セ N@ Mu b,i hcrllir j .

-t . mオャセゥ@ hc rj;ll:an

- - - - -- - - -

- - -

-6. Imunisui D""r

Ubng.1n

OATA IIIOUlCI S

A. PoI.lldur

I. W.lklu lidur

sudah

D ;

suc.bh

0 :

2. W.ktu baneun :

hclum D ;

bc'um D :

3. Mualah tidur ". hancun Icngil h m.llamlmc ncic.Ju

4. Sclalu mcnganl uk

jeni....nya

jc nisn y.a

5. Ibl · h..:Il Y3"C mc mpcrmutl:.h (idur O;1n hal -hal p"e mc mpcrmutbh r,3.1icn ic rhanr,lIn . _ _ __

R. Pob ElI.. h••,1

I. frckuc.,w o.:..h I h ,II .\ iCli.J(I hari : _ _ _ __ _ __ __ _ _ __ _ _ _ _ __ __

1. Kaulilan b.l .h I h.I ." ; 」jャGANャゥー。ウゥャ、 ゥ。セ」@ ,JU : _ _ _ _ __ _ _ __ _ _ _ __ _ __

3. Up.Jyalc.au mcng.alu,j kcsulilan lc n.cbul : _ _ _ _ __ __ _

-C. Pol. Pl'mar.s;.n

1. Jcnls pcrn.lfas.;l. n hidunc

0

c.J.ld.1

0

mu'u' D

pcm!

0

(brat d iJ c: ncar (ada ronchiltid ak)

2. Kauura" bcrnaras. : ya

0

iセj|@

0

.. Sej.k kapAA limbulnya : _ _ __ _ _ __ _ __ __ _ __ _ __ _ __

(61)
(62)

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

b. aーッLNNNセオ Z@_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _­

-c.  Pcapnah ォ」Nオイセオ@ bcnW.. pod.o posica: _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __ 

3.  Monitcriac<blam pcmherw. 02:  _________________ _______________ 

D.  Pob M _Du MI••• 

I .  Datlar....n.w. 

2.  Waklu pcmbc.rian matan 

J.  Pcm....Uaa ainu ....Iiputipu. 1Dia... daa j .... lah: セMMMMM M MMMMMMMMMMM

­t.  Panlang.aa 

S. Maulab nuhn dan minum 

a.  K.c:s.ulil3n  mcngunyah 

b.  Kaulitan menclan 

c.  MuaI daft munl.h 

d.  Tidok dapal makan «noJiri : __________________  _________  6.  Mooito<in&.wom ""mher;'n inr..da. rc....up lamhunc _ _ _______ ________ 

£.  Kndaa. KuUI 

I.  W;;arnOt: 

2.  Twgo< 

3.  Teldur (keteny:"an) 

4.  K.clcmb;olwl 

5.   p・セ・イゥセ kulil  : .c.b bcnjolanJIwk 

lut. : ________________ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ ___ 

dan Loin· lain ("'... t.n hila...t.) 

6.  Uta ュ・ュ」ャゥィLZuBセ@ kulit  : _________________________________ 

セOュセ Z

7.  K..c.ad1an  : 

".uh 

gig; 

(63)
(64)

8. Penon.1 Hygi....

ー」ュ」ャゥセオオB@ h;uJ:an (m::.ndi)

pcmclihualn mulutl.:igi

pcmclityrun kuku dan l:ain-Iain

1'. K<\:llllnlAkU.II.. 1.

eu..

hcrjal,"

2. Rdlcklgcnk

G. RC'kn1llJI.

I.   Hobbi

2. Minn khUlU1

3. rcncsun31n w-.. klu !l.Cnf,S.:lng : _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __

n. KC'Ild.lln Indn : 

I.   M:aulah pcnglih:u:m

2. Ma.s.lbh pcmJcng:H:ln

3. m。セャ。ィ@ pencium:.n

4. Mas.1lah pcngcc:ap

5. M:J.ul:J.h pcr:.h:a:m Hウ」ョセッイゥIZ@ - -- - -_ _ _ _ __ _ __ _ _ _ _ __ _

I.   Sialus KrhDmll:ln

I.   [-ola ュcョANャイオZNセゥ@

.. 

sゥォャオセ@

b. umanY:J

c. M;l.ul:ah : cJ)'lmcnorrhoc

c=J

uligomcnntrhoc

c=J

hyrcrmcnorrhoc

c=J _ _ _ 

Dr:a ュ」ョセオNAGッゥ@ ュセャ。ィj|」ウオャゥャjョ@ Z@_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __

d.

c. aBAGッォオィZ。セZᄋ@ D J J : _ __ _ _ _ _ _ _ _ _ , men;,

DATA I'SI KOI..()(; IS

A. rcril:aku non カ」イャNャセQ@ :

O. rcril.lku vcrh:al

I.   Can mcnjaw:ah 2. Aklir mcmbc,i informa!'oi

(65)
(66)

2

3. Aklirbc:rtonyo/lid.k:

4. Serin£ mcnplihlcan pcmhiara.D : _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __

5.  Derhofl jclaUlMbk : 

C.  Temper.men

1. Pcnychah ーNSセゥャAョ@ mUlb,h mOl,.hlsct.lih : _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __

2. Pcr;au3n walCiu m.m,h : _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __

1. O:Ig.,iman:a mOlnl: l:lin 13hu hahwa イZャセゥ」ョ@ m;arah :

4. rub kctcr£OIntungan kCp.:UJ3 or.lng J;ain :

!lATA SOSIAL 

A. Pnl.:. Komunikasi :

n. 0'3ng bin yang dar;lt mcmhantu mCnlheribn r...セ.. "yaman: _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __

C. Onng roang p;,lling hcrharg::. hagi p,uic"

n.  Kclu:llrg.. yang pcrlu uihuhungi hi I.. kI!:IIJ.).)n mcmcrlubn : _ _ __ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __

E. JI",hungan c..Icngan tCI':lngga ..Jiln ma.syarakal: _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __

F. MUllah ling.kung... " yang dipikirhn: _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __

DATA SPIRITUAL 

A. KCY3kinan .gam..

B. KCI",," bc;.ilmLlh : _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __

C. Kcy;altin3n Icrh;ubp sdhal

D. KCY;'Ikin:'ln IcrhOJd:'lfl セ。|ゥャ@ :

F.. Kcyakinan Icrhat.liilp pcnrc.mbuhln:

DATA PENUNJANG 

A. Diag""'" Medii : _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __

B. Pcmcrikuan Dil&"oslilr:

J. Laoofalorium :

Rontgen 

3. ECG

4. USG

s.

Lain·bin
(67)
(68)

ANA LISA  OATA 

OIAGNOSA  KEI'ERAWATAN 

Nama rCJ"UwDI/Uidun TUl\da TOneD"

(69)
(70)

_ _ _ _ _______ _ _ ____________ ___

セNMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

REKAMAN ASUIIAN KEPERAWATAN  (DATA DASARIRlNGKAsAN PENGKAJIAN)

セMormat@ X.

Tgl. m3!5uk:  _ _ _ _ _ _ _ _ _ _JlRllU"'.g Rawal: _ _ _ _ _ _  1'10. RM : _ _ _ _ __

IOEi'ITlTAS Namoi

S(3(UI bwin 

セ]]セ⦅セ

___

セ⦅セ

____

セイuュオイZ _ _ _ _ _ _セイG@

: c:J 

K.awin Jumlah .n.k : onng

c::::::J,.idak lawi. c:=:J duda c:=:J jand.l 

AgamOl ­ ­­­­­­­­­­Pendidikao.erakhir

-PckcrjOJ.:Jn

Ala mal

II_ RIWAYAT KESEIIATAN:

Sunu : Dcnyul nadi : _______ Pcf1lApuaa : _ _______ I·Ca.Q :

AI3SOln tJ:u:Jng ke RS: _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __ PcnY3kii yang pcrnah c.lialami : ____ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ __

III_ PERTUMRUIIAN DAN PERKEMBANGAN (UNnJK PASIEN BALrrA)

PERTUMRUIIAN

Lthir keh.mil.. : ___ _ _ bVmgc. di ___ _ _ _di.olong: AnaIr. ke: _ _

IlBw.k.ul.hir : ___ _ _ _ TD: _ _ _ _ BB/TBsewaog : _ _ __

Kel3inan : _ _ _ _ _,.,. ______

====-_--'-__________

A.,k mend,p" :

c:J

ASI

c::::::J

Susu bua.... c::::::J M.ka...ambahaD: _ _ _ __

Jmuniuf,j : c::::::I D:lSar. [::::=:J jeais

PERKEMHANGAN c::::::J Ulaog. ienis

Umur mcmhJli\: b:hbn;.-_ _

Gambar

Gambaran diri 
Gambar 2 : Tahap PerenC8naan Keperawatan
Gambar 4 : Tabap Evaluasf Keperawatan.

Referensi

Dokumen terkait

Setelah dilakukan penatalaksanaan asuhan keperawatan selama empat hari sesuai rencana tindakan keperawatan Klien mampu berinteraksi dengan orang lain sehingga tidak

Penulis mengambil rumusan masalah yaitu : “B agaimana memberikan asuhan keperawatan pada pasien pre, intra, dan post tindakan apendiktomi pada apendisitis akut

Rencana keperawatan adalah menyusun rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan perawat guna menanggulangi masalah klien sesuai dengan diagnosis keperawatan yang

Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien.. Rencana Asuhan Keperawatan

Melakukan perubahan/modifikasi terhadap rencana tindakan sesuai dengan perubahan kebutuhan pasien.. Mencatat tindakan keperawatan yang dilaksanakan pada format

Peran sebagai pemberi asuhan keperawatan ini dapat dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan

Penulis Syarat memenuhi tugas akhir dan dapat menambah pengalaman dalam penyusunan dan tindakan asuhan keperawatan abortus inkomplit tentang pengkajian pasien abortus inkomplit., cara

Rencana asuhan keperawatan pada pasien dengan