• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Balai Pengobatan Katamso

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Balai Pengobatan Katamso"

Copied!
146
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

BALAI PENGOBATAN KATAMSO

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada Program Studi Sistem Informasi

Oleh :

Hamzah Malik Ibrahim 1.05.07.039

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(2)

BALAI PENGOBATAN KATAMSO

HAMZAH MALIK IBRAHIM 1.05.07.039

Telah Disetujui dan Disahkan di Bandung Sebagai Skripsi Pada Tanggal :

...

Menyetujui, Pembimbing

TONO HARTONO, S.Si., MT. NIP : 4127.70.26.001

Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Prof .Dr.H. Denny Kurnaedi., Ir., M.Sc. NIP : 4127.70.015

Ketua Program Studi Sistem Informasi

(3)

i ABSTRAK

Balai Pengobatan Katamso sudah beroperasi di Bandung, hampir delapan belas tahun sejak pertama kali berdiri pada tahun 1993. Balai Pengobatan Katamso mempunyai ribuan data pasien, medical record, kunjungan medis dan obat. Tetapi penyimpanan data tersebut masih menggunakan buku saja, hal ini tentu menyulitkan pencarian data maupun pembuatan laporan terutama jika buku tersebut rusak. Tujuan dari laporan tugas akhir ini adalah untuk merancang Sistem Informasi yang dapat mengolah data-data Balai Pengobatan Katamso menjadi informasi yang berguna untuk meningkatkan pelayanan terhadap pasien dan pengembangan Balai Pengobatan Katamso untuk lebih maju di masa depan.

Metode yang digunakan untuk merancang sistem informasi yaitu menggunakan metode prototype, dengan alat bantu flowmap dan DFD yang digunakan untuk merancang sistem. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan studi pustaka. Perangkat lunak yang digunakan untuk membangun sistem adalah Visual Basic 6.0 dengan Microsoft SQL Server 2000 sebagai database.

Sistem baru yang telah dirancang ini dapat meningkatkan efisiensi waktu pada pekerjaan bagian administrasi dan meningkatkan efektifitas dengan mengurangi resiko human error dan meningkatkan kinerja bagian administrasi. Namun sistem ini masih memiliki beberapa kelemahan dari segi fungsional dan tampilan sehingga membutuhkan beberapa pembaharuan.

(4)

ii

medical records, medical visits and medication. But its still using books for data storage, this is certainly giving problems for data searching and making reports, especially if the book is damaged. The purpose of this final report is to design information systems that can process data Polyclinics Katamso into useful information for improving services to patients and the development of Katamso Medical Center in the future.

The method used to design information systems which use prototype method, with flowmap and DFD as tools for design of the system. The data was collected with interview techniques, observation and literature study. The software used to build the system is Visual Basic 6.0 with Microsoft SQL Server 2000 as database.

The new system has been designed so it can enhance the efficiency of time for administrative works on and increase effectiveness by reducing the risk of human error and improve the performance of the administration. But this system still has some weakness in terms of functional and appearance and thus require some updating.

(5)

iii

KATA PENGANTAR

Pada kesempatan ini penulis memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT

atas anugrah dan kuasa-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir

dengan judul “ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

BALAI PENGOBATAN KATAMSO”.

Dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini penulis mendapatkan bimbingan,

bantuan dan dukungan serta petunjuk dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis

tidak lupa mengucapkan terima kasih atas segala dukungan dan masukkan dalam

penulisan tugas akhir ini, yaitu kepada :

1. Allah SWT atas semua rahmat dan karuniaNya senantiasa member

kesehatan,kelancaran dan kekuatan kepada penulis.

2. Kedua orang tua Ibu dan Ayah terimakasih atas doa dan dorongan yang

diberikan serta keikhlasan yang selalu menjadikan penulis termotivasi.

3. Dr. Ir. Eddy Suryanto Soegoto, M.Sc., selaku Rektor Universitas

Komputer Indonesia Bandung.

4. Prof. Dr. H. Denny Kurniadie,. Ir., M.Sc. Selaku Dekan Fakultas Teknik

dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia.

5. Ketua Prodi Sistem Informasi Dadang Munandar,SE.,M.Si.

6. Dr.Imam Junaedi, Pimpinan Balai Pengobatan Katamso yang telah

mengizinkan penulis melakukan kerja praktek di Balai Pengobatan

(6)

iv Balai Pengobatan Katamso.

9. Segenap staff dan karyawan Balai Pengobatan Katamso.

10.Teman kostan dan kelas MI-01 atas semua kebersamaannya memberikan

semangat.

11.Sahabat-sahabat penulis yang memberikan bantuan maupun dorongan

motivasi.

12. Semua pihak yang telah membantu dalam melaksanakan kegiatan

penelitian dan penyusunan tugas akhir.

Tidak ada satupun manusia yang diciptakan dengan kesempurnaannya

penulis menyadari masih banyak kesalahan karena penulis masih dalam tahap

belajar dan membutuhkan evaluasi yang lebih banyak lagi. Akhir kata semoga

semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan mendapatkan balasan

dari Allah SWT.penulis berharap tugas akhir ini dapat bermanfaat khususnya bagi

penulis dan umumnya untuk pembaca serta pihak-pihak yang membutuhkan.

Bandung, Januari 2012

(7)

v

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR SIMBOL ... xv

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian ... 1

1.2. Identfikasi Masalah dan Rumusan Masalah ... 3

(8)

vi

2.2. Konsep Dasar Infomasi... 13

2.2.1. Siklus Informasi ... 14

2.2.2. Kualitas Informasi ... 15

2.3. Konsep Dasar Sistem Informasi ... 16

2.3.1. Komponen Sistem Informasi ... 16

2.4. Klinik ... 18

2.4.1. Sistem Informasi Klinik ... 18

2.5. Arsitektur Aplikasi... 19

2.5.1. Jenis Jaringan Komputer ... 19

2.5.2. Topologi Jaringan Komputer ... 21

2.6. Client / Server ... 24

2.7. Perangkat Lunak Pendukung ... 26

2.7.3. Pemrograman Visual Basic ... 26

2.7.2. SQL Server 2000 ... 27

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian... 28

3.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan ... 28

3.1.2. Visi dan Misi Perusahaan ... 29

3.1.2.1. Visi Perusahaan ... 29

3.1.2.2. Misi Perusahaan ... 29

3.1.3. Struktur Organisasi Perusahaan ... 29

3.1.4. Deskripsi Tugas ... 30

(9)

vii

3.2.1. Desain Penelitian ... 31

3.2.2. Jenis dan Metode Pengumpulan Data ... 32

3.2.3.1. Sumber Data Premier ... 32

3.2.3.2. Sumber Data Sekunder ... 33

3.2.3. Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem ... 34

3.2.3.1. Metode Pendekatan Sistem ... 34

3.2.3.2. Metode Pengembangan Sistem ... 34

3.2.3.3. Alat Bantu Analisis dan Perancangan ... 36

1) Flowmap ... 36

2) Diagram Konteks... 37

3) Data Flow Diagram ... 37

4) Kamus Data ... 38

5) Perancangan Basis Data ... 39

a. Normalisasi ... 39

b. Tabel Relasi ... 41

c. ERD ... 41

3.2.4. Pengujian Software ... 43

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan ... 45

4.1.1. Analisis Dokumen ... 45

4.1.2. Analisis Prosedur yang sedang berjalan ... 49

4.1.2.1. Flow Map ... 51

4.1.2.2. Diagram Konteks ... 56

4.1.2.3. Data Flow Diagram ... 56

4.1.3. Evaluasi Sistem yang sedang berjalan ... 60

4.2. Perancangan Sistem ... 62

(10)

viii

4.2.6. Perancangan Arsitektur Jaringan ... 95

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SOFTWARE 5.1. Implementasi... 96

5.1.1. Batasan Implementasi (Optional)... 96

5.1.2. Implementasi Perangkat Lunak ... 96

5.1.3. Implementasi Perangkat Keras ... 97

5.1.4. Implementasi Basis Data (Sintaks SQL) ... 97

5.1.5. Implementasi AntarMuka ... 101

(11)

ix

5.2.7. Penggunaan Program... 127

5.2. Pengujian ... 131

5.2.1. Rencana Pengujian ... 132

5.2.2. Kasus dan Hasil Pengujian ... 133

5.2.3. Kesimpulan Hasil Pengujian ... 147

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan ... 148

6.2. Saran ... 149 DAFTAR PUSTAKA

(12)

1 1.1. Latar Belakang Penelitian

Kesehatan adalah aspek terpenting dalam hidup manusia, jika tubuh kita

tidak sehat maka kita tidak mampu untuk melakukan aktivitas kita sehari-hari.

Setiap orang mencari cara untuk mendapatkan menjaga kesehatannya tetapi tidak

dapat dihindari menurunnya kesehatan kita dikarenakan faktor kelelahan,

perubahan cuaca, maupun karena usia. Dewasa ini muncul berbagai macam

tawaran-tawaran untuk memberikan pengobatan bagi masyarakat baik itu

pengobatan alami seperti pijat refleksi, terapi herbal, maupun terapi obat kimia.

Apapun pilihannya yang terpenting adalah setiap orang mampu untuk

mendapatkan pengobatan bagi dirinya maupun keluarganya. Tentu saja Rumah

Sakit merupakan piihan pertama untuk mengobati penyakit seseorang, tetapi biaya

yang harus di tanggung oleh pasien sangatlah mahal terutama jika Rumah Sakit

tersebut milik swasta. Rumah Sakit Swasta maupun Internasional terkadang tidak

menjalankan fungsi sosialnya terhadap masyarakat, akan tetapi mereka hanyalah

perusahaan yang hanya mencari profit dari penyakit yang diderita orang lain.

Mayoritas penduduk di Indonsia pun memiliki penghaasilan yang rendah,

bahkan, masyarakat kurang mampu inilah yang mengalami kesulitan untuk

mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Hal inilah yang membuat

masyarakat untuk mencari alternatif lain yang terjangkau untuk mengobati

(13)

2

kesehatan yang terjangkau oleh masyarakat. Klinik atau Poliklinik merupakan

satu atau beberapa poli yang dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan

biaya yang lebih terjangkau oleh masyarakat dibandingkan Rumah Sakit. Saat ini

semakin banyak dokter-dokter yang membuka kliniknya sendiri diberbagai tempat

sehingga masyarakat mampu mendapatkan pelayanan kesehatan yang terjangkau

kecuali ia mempunyai penyakit berat sehinga ia harus dirujuk ke Rumah Sakit.

Tetapi saat ini masih banyak klinik yang tidak menggunakan sistem

informasi dalam pengelolaan datanya, seperti di Balai Pengobatan Katamso.

Meskipun telah menggunakan komputer untuk menyimpan datanya tetapi aplikasi

yang digunakan yaitu Microsoft Office Excel untuk menyimpan data masih kurang

keamanan datanya. Siapapun bisa saja mengakses data tersebut, bahkan data

tersebut dapat dihapus oleh orang yang tidak berkepentingan. Tidak adanya

jaringan komputer pada Balai Pengobatan Katamso, membuat bagian administrasi

membuang waktu hanya untuk dapat mengakses data maupun untuk mencetak

dokumen. Hal ini tentu saja menghambat kinerja karyawan dan juga operasional

klinik sendiri.

Penulis mengharapkan dari penelitian ini dapat dicari solusi yaitu

dibangunnya jaringan komputer, dan adanya sistem informasi yang dapat

mengolah data-data klinik sehingga dapat memberikan informasi yang akurat dan

aktual bagi klinik. Efisiensi waktu dalam pelayanan konsumen dan operasional

klinik diharapkan dapat meningkat seiring dengan pembangunan jaringan

(14)

penelitian ini diharapkan agar Balai Pengobatan dr. Katamso dapat memberikan

pelayanan yang lebih baik lagi kepada pasien.

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut Klinik membutuhkan suatu

perangkat lunak yang menunjang operasional pada bagian administrasi agar lebih

efektif dan efisien dalam pengolahan data, pelayanan kesehatan, dan pengelolaan

klinik. Pada masalah ini penyusun membangun perangkat menggunakan

Microsoft Visual Basic 6.0 dan untuk aplikasi database menggunakan SQL Server

2000, semoga dengan adanya suatu perangkat lunak ini diharapkan pasien

mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan untuk Klinik tersebut dapat dapat

berkembang lebih baik lagi . Dengan demikian penulis tertarik untuk mengambil

judul “ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI BALAI

PENGOBATAN KATAMSO”.

1.2. Identifikasi dan Rumusan Masalah

Pengidentifikasi dan rumusan masalah merupakan proses yang penting

karena menentukan ada dan tidaknya permasalahan pada saat penelitian pada

Balai Pengobatan Katamso, berikut merupakan identifikasi dan rumusan masalah:

1.2.1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan dalam penelitian ini, maka

penulis mencoba untuk mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan sistem

informasi Klinik di Balai Pengobatan Katamso yaitu:

1. Belum adanya jaringan komputer di Balai Pengobatan Katamso.

2. Belum ada aplikasi database untuk menyimpan data pasien, obat,

(15)

4

penebusan obat, pemesanan obat, obat masuk, pembuatan laporan stok

obat dan penjualan obat di Balai Pengobatan Katamso.

3. Belum ada sistem informasi di Balai Pengobatan Katamso.

1.2.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan poin-poin yang telah di identifikasi terhadap masalah diatas,

maka penulis dapat menyimpulkan mengenai masalah-masalah yang terjadi pada

Balai Pengobatan Katamso adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana jaringan komputer yang terdapat di Balai Pengobatan

Katamso.

2. Bagaimana aplikasi database yang digunakan untuk menyimpan data

pasien di Balai Pengobatan Katamso.

3. Bagaimana sistem informasi yang terdapat di Balai Pengobatan

Katamso.

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian

Pada penelitian ini mempunyai maksud dan tujuan sebagai berikut:

1.3.1. Maksud Penelitian

Maksud penulis dalam melakukan penelitian ini adalah untuk membangun

sistem informasi klinik untuk Balai Pengobatan Katamso guna meningkatkan

efektifitas dan efisiensi kinerja pada bagian administrasi, dan dapat memberikan

(16)

1.3.2. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk memberikan

kemudahan bagi penyusun dalam melakukan mapping terhadap kondisi yang

berjalan dengan menetapkan sistem yang baru untuk mengatasi permasalahan

yang ada dengan tujuan sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui jaringan komputer yang terdapat pada Balai

Pengobatan Katamso.

2. Untuk untuk mengimplementasikan aplikasi database pada Balai

Pengobatan Katamso.

3. Untuk mengetahui bagaimana sistem informasi yang terdapat pada

Balai Pengobatan Katamso.

1.4. Kegunaan Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat dua kegunaan penelitian, yaitu kegunaan

praktis dan kegunaan akademis.

1.4.1. Kegunaan Praktis

1. Bagi bagian Administrasi Klinik

Hasil penelitian dapat diharapkan memberikan manfaat langsung

dari penerapan Teknologi Informasi di kehidupan sehari-hari,

sehingga dapat membantu operasional dan meningkatkan kinerja

pada bagian administrasi di klinik tersebut.

2. Bagi Pasien.

Hasil penelitian ini dapat memberikan pelayanan yang lebih baik

(17)

6

1.4.2. Kegunaan Akademis 1. Bagi Penulis.

Menambah atau memperkaya wawasan pengetahuan baik teori

maupun praktek, belajar menganalisa dan melatih kemampuan

dalam pembangunan sebuah proyek sistem informasi yang ada

didalam perusahaan, khususnya di Balai Pengobatan Katamso.

2. Bagi Pengembangan Ilmu.

Penelitian ini diharapkan menjadi perbandingan antara Keahlian

dan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan keadaan yang

terjadi dilapangan, sehingga akan lebih memajukan ilmu yang

sudah ada untuk diterapkan di lapangan atau dunia kerja.

3. Bagi Peneliti Lain.

Dapat menjadi bahan pertimbangan dan referensi untuk penelitian

berikutnya.

1.5Batasan Masalah

Agar pembahasan tidak terlalu luas dan hasil dari penelitian tidak

menyimpang dari topik yang dibahas, maka penulis membatasi permasalahan

yang akan dibahas dengan cakupan sebagai berikut :

1. Balai Pengobatan Katamso hanya beroperasi dari jam 07.30 sampai

jam 21.00.

2. Terdapat dua poli pada Balai Pengobatan Katamso yaitu poli umum

(18)

3. Poli gigi beroperasi pada hari rabu dan sabtu, tetapi pada saat ini

karena tidak adanya dokter gigi yang bekerja pada Balai

Pengobatan Katamso maka poli ini sementara tidak aktif.

4. Pada Balai Pengobatan Katamso obat yang digunakan yaitu obat

parsing yaitu terapi obat yang digunakan ditentukan oleh pimpinan

sendiri yaitu Dr. Imam dan tidak menggunakan obat generik dari

dinas kesehatan.

5. Pemesanan obat dilakukan oleh pimpinan kepada supplier yaitu

apotek atau farmasi.

6. Kegiatan yang dilakukan hanya meliputi proses pendaftaran,

register harian, pemeriksaan medis, pembayaran biaya pemeriksaan

medis, penebusan obat, pemesanan obat., pencatatan obat masuk,

laporan stok obat, dan laporan penjualan obat.

7. Pihak yang bisa mengakses aplikasi ini yaitu administrasi dan

pimpinan.

8. Untuk bagian administrasi tidak mempunyai akses ke pemesanan

obat.

1.6Lokasi dan Waktu Penelitian

Penulis melakukan penelitian yang dilakukan di Balai Pengobatan

Katamso, Jl. Brigjen Katamso No. 31, Telp. (022) - 7271045 - Bandung. Untuk

mengetahui dan lebih jelas mengenai kegiatan penelitian bisa dilihat pada tabel

(19)

8

Tabel 1.1. Waktu Penelitian

Kegiatan

Tahun 2011

September Oktober November Desember 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. Identifikasi Kebutuhan

Sistem:

(20)

9 BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem

Dalam mendefinisikan sistem terdapat dua kelompok, yaitu yang

menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau

elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur

mendefinisikan sistem sebagai berikut :

Menurut Jogianto ( 2005:1) yang di maksud sistem adalah suatu jaringan kerja

dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk

melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih

menekankan urutan-urutan operasi di dalam sistem. Prosedur didefinisikan oleh :

Richard F. Neuschel, suatu prosedur adalah Urutan-urutan operasi klerikal (tulis

menulis), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam suatu atau lebih

departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari

transaksi-transaksi bisnis yang terjadi. Jogianto ( 2005:1)

2.1.1. Karakteristik

Model umum sebuah sistem terdiri dari input, proses dan output. Hal ini

merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana mengingat sebuah sistem

dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran sekaligus. Sistem juga

memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yang mencirikan bahwa hal tersebut

(21)

10

http://www.komunitas16.com/242/pengertian-dan-karakteristik-sistem/21 Maret

2011

Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi,

yang bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen

sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem

memiliki sifat-sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan

mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat

mempunyai sistem yang lebih besar, yang disebut dengan supra sistem.

2. Batasan Sistem (Boundary)

Ruang ringkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem

dengan sistem lainnya atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan

sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan

yang tidak dapat dipisah-pisahkan.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environments)

Bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang

mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut dengan linkungan luar

sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat menguntungkan dan dapat juga

merugikan sistem tersebut. Ligkungan luar yang menguntungkan

merupakan energi bagi sistem tersebut, yang dengan demikian lingkungan

(22)

yang merugikan harus dikendalikan, karena kalau tidak maka akan

mengganggu kelangsungan hidup sistem tersebut.

4. Penghubung Sistem (Interface)

Sebagai media yang menghubungkan sistem dengan sub-sistem yang lain

disebut dengan penghubung sistem atau interface. Penghubung ini

memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke

subsistem yang lain. Keluaran suatu subsistem akan menjadi masukan

untuk subsistem yang lain dengan melewati penghubung. Dengan

demikian terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.

5. Masukan Sistem (Input)

Energi yang dimasukan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang

dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input).

Sebagai contoh, di dalam suatu unit sistem komputer, program adalah

maintenance input yang digunakan untuk mengoprasikan komputer sementara “data” adalah signal input yang akan diolah menjadi informasi.

6. Keluaran Sistem (output)

Hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang

berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain.

Seperti contoh sistem informasi, keluaran yang dihasilkan adalah

informasi, yang mana informasi ini dapat digunakan sebagai masukan

untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang merupakan input bagi

(23)

12

7. Pengolah Sistem (proses)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah

masukan menjadi keluaran. Sebagai contoh, sistem akutansi. Sistem ini

akan mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan

oleh pihak manajemen.

8. Sasaran Sistem (objective)

Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat

deterministik. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran, maka operasi

sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai

sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

2.1.2. Klasifikasi Sistem

Tinjauan tentang suatu sistem dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara,

yaitu : http://blog.re.or.id/konsep-dasar-sistem-klasifikasi-sistem.htm/12 Maret

2011

1. Sistem abstrak (Abstract Sytem) dan sistem fisik (Physical System) Sistem

abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak

secara fisik, contohnya teologia. Sistem fisik merupakan sistem yang ada

secara fisik, contohnya sistem komputer.

2. Sistem alamiah (Natural System) dan sistem buatan manusia (Human

Made System). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses

alam, tidak dibuat manusia. Sebagai salah satu contoh dari sistem alamiah

(24)

adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Contohnya adalah sistem

akuntansi.

3. Sistem tertentu (Deterministic System) dan sistem tak tentu (Probabilistic

system). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat

diprediksi. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan

pasti, contohnya sistem komputer. Sedangkan sistem tak tentu adalah

sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena

mengandung unsur probabilitas.

4. Sistem tertutup (Closed System) dan sistem terbuka (Open System). Sistem

tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan

luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur

tangan dari pihak luar. Secara teoritis sistem tertutup ini dinyatakan ada,

akan tetapi pada kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup

(Relatively Closed System). Sistem terbuka adalah sistem yang

berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini

menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau

subsistem lainnya.

2.2. Konsep Dasar Informasi

Menurut Witarto (2004:8) informasi adalah rangkaian data yang

mempunyai sifat sementara, tergantung dengan waktu, mampu memberi kejutan

atau surprise pada yang menerimanya. Intensitas dan lamanya kejutan dari

informasi, disebut nilai informasi. “Informasi” yang tidak mempunyai nilai,

(25)

14

2.2.1. Siklus Informasi

Pengertian dari siklus informasi yaitu : http://blog.re.or.id/

siklus-informasi.htm/08 Februari 2011

Siklus informasi adalah gambaran secara umum mengenai proses terhadap

data sehingga menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengguna. Informasi

yang menghasilkan informasi berikutnya. Demikian seterusnya proses pengolahan

data menjadi informasi.

Data merupakan bentuk mentah yang belum dapat bercerita banyak,

sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data ditangkap sebagai input, diproses melalui

suatu model membentuk informasi. Pemakai kemudian menerima informasi

tersebut sebagai landasan untuk membuat suatu keputusan dan melakukan

tindakan operasional yang akan membuat sejumlah data baru. Data baru tersebut

selanjutnya menjadi input pada proses berikutnya, begitu seterusnya sehingga

(26)

Gambar 2.1 Siklus Informasi

(Sumber : http://symphonyoffika.blogspot.com/

2011/01/sistem-informasi.html/11 Maret 2011)

2.2.2. Kualitas Informasi

Kualitas suatu informasi tergantung dari 3 (tiga) hal yaitu, informasi harus

akurat (accurate), tepat waktu (timelines) dan relevan (relevance).

http://blog.re.or.id/kualitas-informasi/13 Maret 2011

1. Akurat

Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak biasa.

2. Tepat waktu

Berarti informasi yang datang kepada penerima tidak boleh terlambat.

Informasi yang usang tidak memiliki nilai lagi karena informasi

merupakan landasan bagi pengambil keputusan.

3. Relevan

(27)

16

2.3. Konsep Dasar Sistem informasi

Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang

mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi

operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu

organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi

yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Sistem informasi dalam suatu

organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi

semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan.

Robert A.Leitch dan K. Roscoe Davis yang dikutip dari Jogianto

(2005:11) mendefinisikan sistem informasi sebagai berikut:

Suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan

pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan

strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan

laporan-laporan yang diperlukan.

2.3.1. Komponen Sistem Informasi

Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebutnya

dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu blok masukan (input block),

blok model (model block), blok keluaran (output block), blok teknologi

(technology block), blok basis data (database block), dan blok kendali (controls

block). Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling

berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai

(28)

1. Blok Masukan

Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini

termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan

dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok Model

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang

akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data

dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang

diinginkan.

3. Blok Keluaran

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi

yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan

manajemen serta semua pemakai sistem.

4. Blok Teknologi

Teknologi merupakan ”kotak alat” (tool-box) dalam sistem informasi.

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model,

menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran

dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi

terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware),

perangkat lunak (software), dan perangkat keras (hardware).

5. Blok Basis Data

Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling

(29)

18

komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data

perlu disimpan di dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi

lebih lanjut.

6. Blok Kendali

Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan

bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila

terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

2.4. Klinik

Fasilitas medis yang lebih kecil yang hanya melayani keluhan tertentu.

Biasanya dijalankan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat atau dokter-dokter yang

ingin menjalankan praktek pribadi. Klinik biasanya hanya menerima rawat jalan.

Bentuknya bisa pula berupa kumpulan klinik yang disebut poliklinik. Sebuah

klinik (atau rawat jalan klinik atau klinik perawatan rawat jalan) adalah fasilitas

perawatan kesehatan yang dikhususkan untuk perawatan pasien rawat jalan.

Klinik dapat dioperasikan, dikelola dan didanai secara pribadi atau publik, dan

biasanya meliputi perawatan kesehatan primer kebutuhan populasi di masyarakat

lokal, berbeda dengan rumah sakit yang lebih besar yang menawarkan perawatan

khusus dan mengakui pasien rawat inap untuk menginap semalam.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_sakit#Klinik/12 Desember 2011)

2.4.1 Sistem Informasi Klinik

(30)

CtgAAC2OX7Y1/6Sistem%20Info%20Klinik.ppt?key=livinadream:journal:415&

nmid=234528963/20 Desember 2011)

Sistem informasi yang meliputi proses penyimpanan dan pengambilan

informasi dalam membantu kegiatan langsung kepada pasien”

2.5. Arsitektur Aplikasi

Arsitektur aplikasi adalah suatu perancangan dalam jaringan komputer

untuk memudahkan dalam proses client / server sehingga informasi yang

dihasilkan akan mudah dan cepat kepada orang yang membutuhkan informasi

tersebut.

2.5.1. Jenis Jaringan Komputer

Jaringan komputer merupakan gabungan antara teknologi komputer dan

teknologi komunikasi. Gabungan teknologi ini melahirkan pengolahan data yang

dapat didistrtibusikan, mencakup pemakaian database, software aplikasi dan

peralatan hardware, otomatisasi perkantoran serta peningkatan efesiensi kerja.

Secara umum jaringan komputer dibagi atas lima jenis, yaitu :

http://www.ilmukomputer.blogspot.com/

jenis-jenis-jaringan-komputer-menurut.html/16 Januari 2012

1. Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam

sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer.

LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer

(31)

20

untuk memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer) dan

saling bertukar informasi.

2. Metropolitan Area Network (MAN)

Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN

yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang

sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang

letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk

keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan

suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

3. Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis

yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri

dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan

program-program (aplikasi) pemakai.

4. Internet

Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan

perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda . Orang yang

terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan

orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini

memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kompatibel dan

berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang

disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan

(32)

Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan

internet.

5. Jaringan Tanpa Kabel

Tanpa Kabel Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap

komunikasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan

kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan

komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang,

maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel

tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan

tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan

mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan

dengan jaringan yang menggunakan kabel.

2.5.2. Topologi Jaringan Komputer

Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan

komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak

digunakan adalah bus, token-ring, star dan peer-to-peer network. Masing-masing

topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

http://www.duniainfomu.blogspot.com/2011/12/

topologi-jaringan-komputer.html/16 Januari 2012

1. Topologi BUS

Topologi ini merupakan bentangan satu kabel yang kedua ujungnya

(33)

22

dengan topologi ini dilewati satu arah sehingga memungkinkan sebuah

collision terjadi.

Keuntungan Topologi Bus :

a) Hemat kabel

b) Layout kabel sederhana

c) Mudah dikembangkan

Kerugian Topologi Bus :

d) Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil

e) Kepadatan lalu lintas

f) Bila salah satu klient rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.

g) Diperlukan repeater untuk jarak jauh 2. Topologi Token RING

Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan

komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai

tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan

kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa

alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan.

Keuntungan Topologi Ring :

a) Hemat Kabel

Kerugian Topologi Ring :

a) Peka kesalahan

(34)

3. Topologi STAR

Kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data

tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat

dinamakan stasiun primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun

sekunder atau client. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka

setiap client sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan

tersebut tanpa menunggu perintah dari server.

Keuntungan Topologi Star :

a) Paling fleksibel

b) Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak

mengganggu bagian jaringan lain

c) Kontrol terpusat

d) Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan

e) Kemudahaan pengelolaan jaringan

Kerugian Topologi Star :

a) Boros kabel

b) Perlu penanganan khusus

c) Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis.

4. Topologi Peer-to-peer

Network Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan

komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari

10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang

(35)

bersama-24

tidak perlu membuang komputer lamanya. Ia cukup memasang network

card di kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang

khusus digunakan untuk sistem jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara

diatas, sistem jaringan ini lebih sederhana sehingga lebih mudah dipelari

dan dipakai.

2.6. Client Server

Kata server seringkali diucapkan oleh pengguna komputer, terutama ketika

sedang membicarakan jaringan komputer atau internet. Dalam bahasa Inggris,

kata server berasal dari kata serve yang artinya melayani, meladeni,

menghidangkan, menyajikan. Sehingga dalam pembicaraan jaringan komputer

atau internet, server adalah sebuah komputer (atau sebuah sistem komputer) yang

tugasnya melayani komputer-komputer lainnya. Tentu saja, komputer-komputer

yang dilayani adalah komputer-komputer yang terhubung dengan server tersebut.

Dengan demikian, komputer server dapat berfungsi sebagai:

http://www.hutamigoodgirl.blogspot.com/2012/01/client-server.html/16 Januari

(36)

a) Situs intenet atau ilmu pengetahuan

b) Penyimpan data atau file, dan membuat data atau file tersebut dapat

diambil kembali saat dibutuhkan.

c) Mengkoneksikan komputer client ke Internet.

Banyak sekali yang mencoba mendefinisikan arti kata/istilah server dalam

hubungannya dengan komputer. Berikut ini disajikan

beberapa definisinya:

a) Server adalah sebuah komputer di Internet atau di jaringan lainnya yang

menyimpan file dan membuat file tersebut tersedia untuk diambil jika

dibutuhkan.

b) Server adalah sebuah aplikasi jaringan komputer yang digunakan untuk

melayani banyak pengguna dalam satu jaringan.

c) Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan

tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Client-server adalah suatu

bentuk arsitektur, dimana client adalah perangkat yang menerima yang

akan menampilkan dan menjalankan aplikasi (software komputer) dan

server adalah perangkat yang menyediakan dan bertindak sebagai

pengelola aplikasi, data, dan keamanannya. Server biasanya terhubung

dengan client melalui kabel UTP dan sebuah kartu jaringan (network

(37)

26

2.7. Perangkat Lunak Pendukung

Perangkat lunak yang penulis gunakan dalam membuat program aplikasi

ini adalah Sql Server 2000 sebagai pengolah database dan pembuatan program

aplikasi dengan menggunakan Visual Basic 6.0.

2.7.1. Pemrograman Visual Basic

Microsoft Visual Basic merupakan sebuah bahasa pemrograman yang

bersifat event driven dan menawarkan Integrated Development Environment

(IDE) untuk membuat program aplikasi berbasis sistem operasi Microsoft

Windows dengan menggunakan model pemrograman Common Object Model

(COM). Visual Basic merupakan turunan bahasa BASIC dan menawarkan

pengembangan aplikasi komputer berbasis grafik dengan cepat, akses ke basis

data menggunakan Data Access Objects (DAO), Remote Data Objects (RDO),

atau ActiveX Data Object (ADO), serta menawarkan pembuatan kontrol ActiveX

dan objek ActiveX. Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for Applications

(VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript), mirip seperti halnya Visual

Basic, tetapi cara kerjanya yang berbeda.

(http://id.wikipedia.org/wiki/ Visual_Basic/ 04 Maret 2011)

2.7.2. SQL Server 2000

MS SQL Server adalah salah satu produk Relational Database

Management System (RDBMS) populer saat ini. Fungsi utamanya adalah sebagai

database server yang mengatur semua proses penyimpanan data dan transaksi

suatu aplikasi. Popularitas SQL Server akhir-akhir ini mulai menanjak dan setara

(38)

adalah SQL Server 2000, sedangkan SQL Server 2005 masih dalam tahap Beta

version. Versi 2000 memiliki feature-feature lengkap untuk membangun aplikasi

mulai skala kecil sampai dengan tingkat enterprise.

(39)

45 BAB IV

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

4.1. Analisis Sistem yang Berjalan

Analisis merupakan penguraian bagian-bagian atau komponen-komponen

sistem untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul, serta mengidentifikasi

kebutuhan-kebutuhan dari sistem yang akan dibangun.

4.1.1 Analisis Dokumen

Analisis dokumen merupakan penjelasan mengenai dokumen-dokumen

yang digunakan dalam sistem Klinik dr. Katamso..

Dalam analisis dokumen akan menjelaskan hal-hal berikut :

a. Nama dokumen, untuk menjelaskan nama dokumen tersebut.

b. Fungsi, untuk menjelaskan kegunaan informasi yang digunakan.

c. Sumber, asal dokumen.

d. Distribusi, menjelaskan ke proses apa atau ke bagian mana informasi itu

mengalir.

e. Rangkap, Jumlah salinan dokumen.

f. Bentuk, dokumen yang digunakan dalam sistem informasi

Berikut adalah nama-nama dokumen yang digunakan dalam sistem Klinik dr.

Katamso :

1. Kartu Berobat

a. Nama dokumen : Kartu Berobat

(40)

c. Sumber : administrasi

d. Distribusi : dari administrasi ke pasien

e. Rangkap : satu.

f. Bentuk : Dokumen.

2. Medical Record

a. Nama dokumen : Medical Record

b. Fungsi : untuk mencatat riwayat kesehatan pasien

c. Sumber : administrasi

d. Distribusi : dari administrasi ke dokter

e. Rangkap : satu.

f. Bentuk : Dokumen.

3. Buku Register Harian

a. Nama dokumen : Buku Register Harian

b. Fungsi : untuk mencatat data pasien yang berkunjung, diagnosa

penyakit, obat keluar, transaksi.

c. Sumber : Administrasi

d. Distribusi : administrasi ke pimpinan

e. Rangkap : satu.

f. Bentuk : Dokumen.

4. Buku Register Pasien

a. Nama dokumen : Buku Register Pasien

b. Fungsi : untuk mencatat data pasien yang berkunjung,

(41)

47

d. Distribusi : administrasi ke pimpinan

e. Rangkap : satu.

f. Bentuk : Dokumen.

5. Buku Obat Masuk

a. Nama dokumen : Buku Obat Masuk

b. Fungsi : untuk mencatat pembelian stok obat

c. Sumber : administrasi

d. Distribusi : administrasi ke pimpinan

e. Rangkap : satu.

f. Bentuk : Dokumen.

6. Kwitansi

a. Nama dokumen : Kwitansi

b. Fungsi : bukti pembayaran obat keluar dan biaya berobat

c. Sumber : administrasi

d. Distribusi : administrasi ke pimpinan

e. Rangkap : dua

f. Bentuk : Dokumen.

7. Resep Obat

a. Nama dokumen : Resep Obat

b. Fungsi : daftar obat untuk terapi pengobatan pasien

c. Sumber : dokter

d. Distribusi : dari dokter ke pasien lalu ke administrasi

(42)

f. Bentuk : Dokumen.

8. Faktur

a. Nama dokumen : faktur

b. Fungsi : Rekap bukti pembelian stok obat.

c. Sumber : supplier

d. Distribusi : supplier ke administrasi

e. Rangkap : dua

f. Bentuk : Dokumen.

10. Laporan penjualan obat

a. Nama dokumen : Laporan Penjualan Obat

b. Fungsi : laporan obat keluar perbulan

c. Sumber : administrasi

d. Distribusi : pimpinan

e. Rangkap : satu.

f. Bentuk : Dokumen.

11. Laporan Stok Obat

a. Nama dokumen : Laporan Stok Obat

b. Fungsi : laporan stok obat perbulan

c. Sumber : administrasi

d. Distribusi : pimpinan

e. Rangkap : satu.

(43)

49

4.1.2 Analisis Prosedur yang sedang berjalan

Analisis dari prosedur yang berjalan adalah penguraian dari kumpulan

proses-proses yang berkaitan satu dengan yang lain dalam suatu sistem.

Prosedur-prosedur tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Prosedur Pendaftaran Pasien

a. Pasien mendaftar di administrasi

b. Administrasi mengecek apakah pasien sudah terdaftar dengan

mengecek di buku register pasien

c. Jika sudah terdaftar maka administrasi akan mencarikan

medical record pasien,

d. Jika belum terdaftar maka administasi akan membuatkan kartu

berobat untuk pasien dan medical record.

e. Administrasi mencatat data pendaftaran di Buku Register

Pasien

2. Prosedur Pengobatan dan Pembayaran

a. Pasien menyerahkan kartu berobat ke bagian administrasi

b. Jika pasien tidak membawa kartu berobat maka bagian

administrasi memeriksa data pasien di Buku Register Pasien.

c. Bagian adminstrasi mencarikan medical record pasien dan

memberikannya kepada dokter.

d. Pasien melakukan pegobatan diruang di ruangan poli

(44)

e. Dokter mencatat anamesis dan diagnosis penyakit pasien ke

medical record, dokter membuatkan resep dokter untuk terapi

obat kepada bagian administrasi

f. Administrasi mencatat data diagnosa medical record di Buku

Register Harian dan menyimpannya di arsip medical record

g. Administrasi menyerahkan obat berdasarkan resep dokter

kepada pasien dan menerangkan aturan penggunaan obat

kepada pasien.

h. Pasien membayar biaya obat dan pengobatan, Administrasi

membuatkan kwitansi rangkap dua sebagai bukti pembayaran.

Rangkap pertama diserahkan kepada pasien, ramgkap kedua

diarsipkan

i. Administrasi mencatat data pembayaran kwitansi dan obat

keluar di Buku Register Harian

j. Administrasi membuat laporan penjualan obat dan laporan

registrasi pasien untuk diserahkan kepada pimpinan.

3. Prosedur Pemesanan Obat

a. Pimpinan membuat daftar pemesanan obat untuk diberikan

kepada supplier.

b. Supplier mengirimkan obat beseta faktur

c. Administrasi mencatat data obat yang dikirim ke Buku Obat

(45)

51

4.1.2.1. Flowmap

Diagram alir dokumen atau biasa disebut flowmap merupakan penguraian

dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponen dengan

maksud untuk mengidentifikasi serta dapat mengevaluasi suatu permasalahan

yang ada di sekitar balai pengobatan dr. katamso khususnya bagian administrasi

(46)
(47)

53

(48)
(49)

55

(50)

Keterangan :

A1 : Arsip Administrasi

A2 : Arsip Medical Report

4.1.2.2. Diagram Konteks

Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan

menggambarkan ruang lingkup suatu sistem, satu hal yang perlu diperhatikan,

diagram konteks hanya menggunakan satu lingkaran proses yang mewakili proses

dari semua sistem tersebut. Dengan menggambarkan diagram yang terdiri dari

suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks

akan memberi gambaran tentang keseluruhan sistem yang berada didalam klinik.

Gambar 4.5. Diagram Konteks Sistem Yang Berjalan

4.1.2.3. Data Flow Diagram (DFD)

Dengan menggambarkan pemodelan ini model logika atau proses yang

(51)

57

keluar dari sistem klinik, dimana data disimpan, proses apa yang dihasilkan dari

data tersebut.

(52)
(53)

59

(54)

Gambar 4.9. DFD Level 2 Proses 3

4.1.3. Evaluasi Sistem yang Berjalan

Dari analisis sistem yang berjalan di Balai Pengobatan Katamso dapat kita

lihat bagaimana proses pendaftaran, pembayaran, pengobatan, pembuatan laporan,

dan pemnyimpanan data masih manual dan belum terkomputerisasi. Evaluasi dari

(55)

61

Tabel 4.1. Evaluasi Sistem Yang Berjalan

NO Permasalahan Penyelesaian

1 Pencarian data pasien di Buku Register Harian, dan Register pasien

untuk mengetahui apakah ia sudah terdaftar atau belum memakan waktu lama terlebih lagi jika pasien yang datang banyak.

Penyimpanan data kedalam database secara terstruktur dan aplikasi untuk mentgakses database tersebut sehingga memudahkan pencarian data yang diperlukan.

Penyimpanan data kedalam database secara terstruktur dan security database yang mengatur hak akses

untuk Add, Edit, Delete, Save data.

3 Pembuatan laporan sangat mengandalkan ketelitian dan daya kalkulasi administrasi dalam menyortir data dari Buku Register harian, Buku Register Pasien, Buku Mutasi, Buku Obat Masuk dimana tingkat human error sangat tinggi sehingga laporan yang dibuat masih beresiko tidak akurat

Aplikasi yang terintegrasi dengan database yang memiliki

(56)

4.2. Perancangan Sistem

Perancangan sistem merupakan suatu kegiatan pengembangan prosedur

dan proses yang sedang berjalan untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau

memperbaharui sistem yang ada untuk meningkatkankan efektivitas kerja, agar

dapat memenuhi hasil yang diinginkan.

4.2.1. Tujuan Perancangan Sistem

Tujuan dari perancangan sistem adalah untuk memenuhi kebutuhan

pemakai yaitu bagian administrasi. Karena belum terdapat sistem informasi yang

dapat mengolah dan menyajikan data yang akurat bagi pihak klinik, dan untuk

mempercepat proses operasional klinik maka sistem ini di rancang. Tujuan lain

dari perancangan yaitu untuk memberikan gambaran komponen aplikasi yang

akan didisain secara terinci. Disain terinci dimaksudkan untuk pemograman

komputer dan ahli teknik lain yang akan mengimplementasikan sistem.

4.2.2. Gambaran Umum Sistem Yang Diusulkan

Sistem yang dibangun adalah sistem informasi pengolahan data klinik

berbasis komputerisasi, mempunyai kelebihan dalam kecepatan dan keakuratan,

serta dapat mempermudah dalam memasukan data pasien atau pencarian data

pasien, langsung tersimpan di database sehingga dapat menghindari adanya

kesalahan penginputan data. Selain mempercepat dan mempermudah data

mengakses atau mengolah data, sistem yang diusulkan ini berguna bagi bagian

administrasi untuk menginput data pasien dan pencarian pasien bisa dengan cepat

(57)

63

Sistem yang dibangun memiliki fasilitas untuk melakukan pencarian untuk

pengecekan pasien yang datang apabila pasien tidak membawa kartu tapi pernah

berobat maka akan dicek apakah pasien pernah datang sebelumnya.

4.2.3. Perancangan Prosedur Yang Sedang Diusulkan

Perancangan prosedur merupakan awal dari pembuatan sistem yang akan

dibuat, dimana dapat dilihat proses -proses apa saja yang nantinya diperlukan

dalam pembuatan suatu sistem. Sedangkan perancangan prosedur yang diusulkan

merupakan tahap untuk memperbaiki atau meningkatkan efisiensi kerja. Tahap

perancangan sistem yang digambarkan sebagai perancangan untuk membangun

suatu sistem dan mengkonfigurasikan komponen -komponen perangkat lunak dan

perangkat keras sehingga menghasilkan sistem yang baik, sistem yang dirancang

tersebut menjadi satu komponen. Untuk itu prosedur yang akan diusulkan dalam

perancangan prosedur antara lain adalah :

1. Prosedur pendaftaran pasien

a. Pasien menyerahkan KTP kepada bagian administrasi

b. Bagian administrasi menginput data pasien dan mencetak Kartu

berobat dan membuatkan Medical record.

c. Kartu berobat dan KTP diserahkan kepada pasien, sedangkan

Medical record di arsipkan di arsip penyimpanan Medical record

guna keperluan kunjugan pengobatan.

2. Pengobatan dan pembayaran

a. Pasien menyerahkan Katu berobat kepada bagian administrasi dan

(58)

b. Bagian administrasi menginputkan data pasien di file Buku Tamu

c. Bagian administrasi mencarikan Medical record pasien dan

menyerahkanya kepada dokter untuk di isi dengan hasil

pemeriksaan dan diagnosis pasien.

d. Dokter akan membuatkan resep dokter yang kemudian diberikan

kepada bagian administrasi.

e. Bagian administrasi akan menginputkan data obat berdasarkan

resep dokter ke File Pembayaran obat, dan menginputkan data

medical record ke fileRegister Harian.

f. Bagian administrasi akan membuatkan kwitansi 2 rangkap,

rangkap pertama diberikan kepada pasien, sedangkan rangkap ke 2

beserta resep dokter di simpan sebagai bukti di arsip administrasi.

3. Pembuatan laporan dan pemesanan obat.

a. Bagian administrasi akan mengambil data dari File Pembayaran

obat untuk membuat Laporan Penjualan obat bulanan yang akan

diberikan kepada pimpinan.

b. Bagian administrasi akan mengambil data dari File obat untuk

membuat Laporan Stok Obat bulanan yang akan diberikan kepada

pimpinan.

c. Pimpinan membuat daftar pemesanan obat untuk diberikan kepada

supplier berdasarkan laporan stok obat atau pemberitahuan bagian

(59)

65

d. Bagian administrasi akan mencatat jika ada obat masuk yang

dikirim oleh supplier berupa faktur yang datanya akan di input ke

File Obat Masuk.

4.2.3.1. Flowmap

(60)
(61)

67

(62)

4.2.3.2. Diagram Konteks

(63)

69

4.2.3.3. Data Flow Diagram 1. DFD Level 1

(64)

2. DFD Level 2

(65)

71

(66)

Gambar 4.17. DFD Level 2 Proses 3 Yang Diusulkan

4.2.3.4. Kamus Data

Kamus data adalah kamus yang berfungsi untuk mendeskripsikan data dan

aliran data informasi dari diagram hubungan entity dan dokumen – dokumen

(67)

73

Dengan menggunakan kamus data, analisis sistem dapat mendefinisikan data yang

mengalir, berisi informasi tentang struktur database.

Kamus data yang diusulkan dalam Sistem Informasi Balai Pengobatan Katamso

adalah sebagai berikut :

1. Nama Arus Data : Kartu berobat

Struktur Data : id_pasien, nama, umur, alamat, pekerjaan

2. Nama Arus Data : Medical record

Struktur Data : id_pasien, tgl_daftar, alergi, nama, umur, alamat,

pekerjaan, tanggal, anamesis, diagnosis,nama_obat

3. Nama Arus Data : Kwitansi

Alias : -

(68)

Aliran Data : Proses 2.3 – Pasien

Proses 2.3 – Arsip Administrasi

Struktur Data : no_register, id_pasien, nama, umur, alamat,

Pekerjaan, tanggal, biaya_pemeriksaan,

biaya_tindakan, nama_obat, quantity, harga

4. Nama Arus Data : Laporan Penjualan obat

Alias : Laporan Penjualan Obat Perbulan

Bentuk : Dokumen

Aliran Data : Proses 3.2 – Pimpinan

Struktur Data : tanggal, kd_obat, nama_obat, quantity

5. Nama Arus Data : Laporan Stok Obat

Alias : Laporan Stok Obat Perbulan

Bentuk : Dokumen

Aliran Data : Proses 3.1 – Pimpinan

Struktur Data : tanggal, kd_obat, nama_obat, stok

6. Nama Arus Data : Daftar Pemesanan Obat

Alias : -

Bentuk : Dokumen

Aliran Data : Proses 3.3 –Supplier

Struktur Data : tgl_pesan, nama_supplier, nama_obat,

(69)

75

4.2.4. Perancangan Basis Data

Perancangan basis data merupakan perancangan yang digunakan untuk

pembuatan dan penyimpanan data ke dalam sistem yang terdiri dari beberapa file

database. Pada perancangan basis data yang akan dibahas, diantaranya adalah :

normalisasi, relasi tabel, entity relationship diagram, struktur file, dan kodifikasi.

Berikut tahapan-tahapan dari perancangan basis data yang dibahas adalah sebagai

berikut :

4.2.4.1. Normalisasi

Normalisasi ialah suatu proses untuk mengelompokkan file-file dan

menghilangkan grup elemen yang terduplikasi sehingga diperoleh bentuk normal.

Adapun teknik normalisasi adalah sebagai berikut :

1. UnNormal

{id_pasien, tgl_daftar, nama, umur, alamat, pekerjaan, kelamin,

kd_obat, jenis, nama_obat, jenis, satuan, dosis, harga, stok,

kd_supplier, nama_ supplier, alamat_ supplier, nama_sales, no_telp,

no_tamu, tgl_kunjungan, id_pasien, no_register, tanggal, no_tamu,

alergi, anamesis, diagnosis, tindakan, biaya_pemeriksaan,

biaya_tindakan, no_pembayaran, tgl_bayar, no_register, kd_obat,

quantity, no_pemesanan, tgl_pesan, kd_supplier, kd_obat,

jumlah_pesan, no_om, tgl_terima, kd_ supplier, kd_obat,

(70)

2. Normal Kesatu

{id_pasien, tgl_daftar, nama, umur, alamat, pekerjaan, kelamin,

kd_obat, nama_obat, jenis, satuan, dosis, harga, stok, kd_supplier,

nama_supplier, alamat_ supplier, nama_sales, no_telp, no_tamu,

tgl_kunjungan, no_register, tanggal, alergi, anamesis, diagnosis,

biaya_pemeriksaan, biaya_tindakan, no_pembayaran, tgl_bayar,

quantity, no_pemesanan, tgl_pesan, jumlah_pesan, no_om, tgl_terima,

jumlah_masuk, harga_total, diskon, total_bayar}

3. Normal Kedua

pasien = { id_pasien*, tgl_daftar, nama, umur, alamat, pekerjaan,

kelamin}

obat = { kd_obat*, nama_obat, jenis, satuan, dosis, harga, stok}

supplier = {kd_supplier*, nama_supplier, alamat_supplier,

nama_sales, no_telp}

buku_tamu = { no_tamu*, tgl_kunjungan, id_pasien}

register_harian = {no_register*, tanggal, no_tamu**, alergi, anamesis,

diagnosis, tindakan, biaya_pemeriksaan,

biaya_tindakan}

pembayaran_obat = { no_pembayaran*, tgl_bayar, no_register**,

kd_obat**, quantity}

pemesanan_obat = {no_pemesanan*, tgl_pesan, kd_supplier**,

(71)

77

obat_masuk = {no_om*, tgl_terima, kd_supplier**, kd_obat**,

jumlah_masuk, harga_total, diskon, total_bayar}

4.2.4.2. Relasi Tabel

Tabel relasi dalam database menunjukkan relasi antar tabel -tabel. Dengan

adanya relasi data dari beberapa tabel d apat ditampilkan sebagai satu kesatuan

informasi dalam bentuk query, form atau report.

Berikut relasi tabel dari perancangan sistem informasi ini adalah sebagai

berikut :

(72)

4.2.4.3. Entity Relationship Diagram

ERD merupakan suatu model jaringan yang menggunakan susunan data

yang tersimpan dalam sistem secara abstrak.

Berikut ERD dari perancangan sistem informasi ini adalah sebagai berikut:

(73)

79

4.2.4.4. Struktur File

Struktur file digunakan dalam perancangan sistem karena akan

menentukan struktur fisik database dan garis datanya. Struktur file merupakan

urutan isi atau data-data item yang terdapat pada sebuah record. File yang

digunakan pada perancangan sistem informasi klinik adalah :

1. Nama Tabel : pasien

Primary Key : id_pasien

Media : Hardisk

Jumlah Field : 7

Tabel 4.2. Srtuktur File Tabel Pasien

No Field Tipe Ukuran Keterangan

1 id_pasien* varchar primary key

2 tgl_daftar date

3 nama varchar nomor pasien

4 umur integer umur pasien

5 alamat varchar alamat pasien

6 pekerjaan varchar pekerjaan pasien

7 kelamin char jenis kelamin

2. Nama Tabel : obat

Primary Key : kd_obat

Media : Hardisk

(74)

Tabel 4.3. Srtuktur File Tabel Obat

No Field Tipe Ukuran Keterangan

1 kd_obat* varchar primary key

Tabel 4.4. Srtuktur File Tabel supplier

No Field Tipe Ukuran Keterangan

1 kd_supplier* varchar primary key

2 nama_ supplier varchar

3 alamat_ supplier varchar

4 nama_sales varchar nama sales dari supplier

5 no_telp varchar nomor telepon supplier

4. Nama Tabel : buku_tamu

Primary Key : no_tamu

Media : Hardisk

(75)

81

Tabel 4.5. Srtuktur File Tabel Buku Tamu

No Field Tipe Ukuran Keterangan

1 no_tamu * varchar primary key

2 tgl_kunjungan date

3 id_pasien** varchar

5. Nama Tabel : register_harian

Primary Key : no_register

Media : Hardisk

Jumlah Field : 9

Tabel 4.6. Srtuktur File Tabel Register Harian

No Field Tipe Ukuran Keterangan

1 no_register* varchar primary key

2 tanggal date tanggal kunjungan

3 no_tamu** varchar

4 alergi varchar alergi pasien

5 anamesis varchar hasil pemeriksaan

6 diagnosis varchar diagnosis dari pemeriksaan

7 tindakan varchar tindakan medis

8 biaya_tindakan money biaya tindakan medis

9 biaya_pemeriksaan money biaya pemeriksaan medis

6. Nama Tabel : pembayaran_obat

Primary Key : no_pembayaran

Media : Hardisk

(76)

Tabel 4.7. Srtuktur File Tabel Pembayaran Obat

No Field Tipe Ukuran Keterangan

1 no_pembayaran* varchar primary key

2 tgl_bayar date

Tabel 4.8. Srtuktur File Tabel Pemesanan Obat

No Field Tipe Ukuran Keterangan

1 no_pemesanan* varchar

2 tgl_pesan date primary key

3 kd_obat** varchar

4 kd_supplier** varchar

5 jumlah_pesan integer jumlah obat

8. Nama Tabel : obat_masuk

Primary Key :

Media : Hardisk

Gambar

Gambar 4.1. Flowmap Prosedur Pendaftaran Pasien Sistem Yang Berjalan
Gambar 4.2 Flowmap Prosedur Pengobatan dan Pembayaran Pasien
Gambar 4.7. DFD Level 2 Proses 1
Gambar 4.9. DFD Level 2 Proses 3
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dalam bukunya tersebut, Hourani menyebutkan empat generasi intelektual sekaligus sebagai representasi dari tren pemikiran Arab modern ke dalam empat periode, yaitu pertama

Dari pemaparan sebelumnya dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang untuk menggunakan lembaga keuangan syariah adalah faktor kelembagaan, ketaatan

Sumber Belajar dan Alat Permainan untuk Pendidikan Anak Usia Dini.. Jakarta : Penerbit Gramedia Widiasarana

Mahasiswa mampu melakukan analisa perancangan perusahaan ditinjau dari hukum, sosial dan budaya. Konsep perancangan perusahaan &

Dengan ini penulis menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan hasil karya asli penulis, bukan. merupakan duplikasi ataupun plagiasi dari hasil karya penulis

Sesuai dengan hasil evaluasi kelompok kerja, maka perusahaan Saudara di undang untuk dilakukan pembuktian kualifikasi atas dokumen yang diupload, Asli atau Legasir dan semua data

Seratus empat puluh tujuh (147) merek dan 57 jenis produk yang disebut dalam survei. Rata-rata durasi penggunaan merek adalah 45 bulan. Temuan dari penelitian ini adalah; 1)

1) Acara Aanwidzing (Penjelasan Lapangan) dilakukan oleh para peserta lelang, Tim Teknis (aanwidzer) dan Panitia Pengadaan Pekerjaan Konstruksi/Jasa Konsultansi Kegiatan