• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU DAN STATUS GIZI BERDASARKAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA ANGKATAN 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBEDAAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU DAN STATUS GIZI BERDASARKAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA ANGKATAN 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Kriteria diagnosis untuk gangguan kadar glukosa darah (Sumber:Perkeni, 2011)
Tabel 4.Klasifikasi berat badan pada orang dewasa berdasarkan IMT
Gambar 2.1. Kerangka Teori perubahan kadar glukosa darah dan status gizidisebabkan gangguan kualitas tidur.
Tabel 3.1. Defnisi oprasional

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hal ini, peneliti berpendapat bahwa pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu menggunakan glukometer dengan bahan pemeriksaan darah kapiler juga akan

Kadar Min. menyatakan bahwa mengalami penurunan oleh sel, disertai pengeluaran glukosa glikogenolisis dan glu menghasilkan glukosa tidak adanya insulin a sehingga kadar

Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang mengkaji hubungan status gizi dengan tingkat kecerdasan

hubungan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pedagang di Pasar. Simpang

diketahui bahwa mayoritas pasien yang hidup memiliki kadar glukosa darah sewaktu dengan kategori normal sebanyak 38 (43,7%) dan sebagian pasien yang meninggal memiliki kadar

Sehubungan belum adanya penelitian atau informasi tentang perilaku gizi pada pasien diabetes disana, maka peneliti tertarik untuk melihat perbedaan kadar glukosa darah

Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan jenis penelitian cross sectional, untuk mengetahui apakah ada hubungan antara status gizi dengan tingkat pendidikan dan

Penelitian kuantitatif observasional analitik ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh screen time, konsumsi snack, durasi tidur, dan aktivitas fisik terhadap status gizi remaja di SMK Cyber Media Jakarta menggunakan pendekatan cross sectional