THE INFLUENCE OF PROFITABILITY, LIQUIDITY, LAVERAGE, ACTIVITY AND SIZE OF DIVIDEND POLICY
(Study On Manufacturing Companies Listed In Indonesia Stock Exchange Period 2013-2015
Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana pada Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Oleh : Mela Andriani
20130410339
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
THE INFLUENCE OF PROFITABILITY, LIQUIDITY, LAVERAGE, ACTIVITY AND SIZE OF DIVIDEND POLICY
(Study On Manufacturing Companies Listed In Indonesia Stock Exchange Period 2013-2015
Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana pada Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Oleh : Mela Andriani
20130410339
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
DAN SIZE TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN
(Studi pada perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode 2013-2015)
THE INFLUENCE OF PROFITABILITY, LIQUIDITY, LAVERAGE, ACTIVITY AND SIZE OF DIVIDEND POLICY
(Study On Manufacturing Companies Listed In Indonesia Stock Exchange Period 2013-2015
Diajukan Oleh :
Mela Andriani 20130410339
Telah disetujui Dosen Pembimbing
Pembimbing
Lela Hindasah, SE., M. Si. Tanggal ...
(Studi pada perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode 2013-2015)
THE INFLUENCE OF PROFITABILITY, LIQUIDITY, LAVERAGE, ACTIVITY AND SIZE OF DIVIDEND POLICY
(Study On Manufacturing Companies Listed In Indonesia Stock Exchange Period 2013-2015)
Diajukan Oleh : Mela Andriani 20130410339
Skripsi ini telah Dipertahankan dan Disahkan di depan Dewan Penguji Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Tanggal, 22 Desember 2016
Yang terdiri dari
Lela Hindasah, SE., M. Si. Ketua Tim Penguji
Alien Akmalia, S.E., M.Si Iskandar BukhoriS.E., M.Si
Anggota Tim Penguji Anggota Tim Penguji
Mengetahui Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Nomor Mahasiswa : 20130410339
Menyatakan bahwa skripsi ini dengan judul “PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUDITAS, LEVERAGE, AKTIVITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode 2013-2015)” tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan
disuatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat
karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali
yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam Daftar Pustaka.
Apabila ternyata dalam skripsi ini diketahui terdapat karya atau pendapat yang
pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain maka saya bersedia karya tersebut
dibatalkan.
Yogyakarta,26 Desember 2016
Materai, 6.000,-
“Pendidikan merupakan perlengkapan yang baik untuk hari tua “
-Aristoteles-
“Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik”
- Everlyn Underhill–
”If You Never Try You’ll Never Know”
-Coldplay-
“Jadilah Seperti karang dilautan yang kuat dihantam ombak dan kerjakanlah hal yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain,karna hidup hanyalah sekali. Ingat hanya kepada Allah apapun dan dimanapun
kita berada kepada Dia-lah tempat kita meminta dan memohon”
-Mela Andriani -
“Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah berjuang. Jika engkau tak
tahan lelahnya belajar, engkau akan menanggung perihnya kebodohan”
Sembah sujud serta syukur kepada Allah SWT. Atas karunia serta kemudahan
yang engkau berikan akhirnya karya yang sederhana ini dapat terselesaikan.
Sholawat dan salam selalu terlimpahkan keharibaan Rosulullah Muhammad
SAW.
Kupersembahkan karya yang sederhana ini kepada orang yang kusayangi dan
kukasihi, orang yang ada saat suka dan duka.
1. Bapak dan Ibu Tercinta
Sebagai tanda bakti, hormat, dan rasa terimakasih yang tiada terhingga ku
persembahkan karya sederhana ini kepada kedua orang tua kandung saya,
Ayah Ruslan dan Ibu Rusdiana yang telah memberikan kasih sayang,
dukungan, dan cinta kasih yang tiada terhingga yang tiada mungkin dapat
kubalas hanya dengan selembar kertas yang bertuliskan kata cinta dan
persembahan. Semoga ini menjadi langkah awal untuk membuat Ayah dan
Ibu bahagia.
2. Keluarga Besar
Untuk Kakak-kakak ku dan adek-adek ku dan sepupu tante-tante serta
paman, khususnya dari keluarga besar H. Masjuman dan Alm. Busran,
tiada yang paling mengharukan saat saat kumpul bersama kalian,
terimakasih atas doa dan dukungan serta bantuan kalian selama ini, hanya
Terimakasih saya ucapkan untuk segala bantuan, nasihat, dukungan dan
pengalaman yang telah bapak dan ibu berikan kepada saya.
4. Sahabat Tercinta
Terimakasih Nunu Nurul yang selalu ada selama berjuang di UMY, ilmu
serta kebaikan mu semoga dbalas sama Allah . Teruntuk Upin, Khaulah
Rihan, Maylinda terimakasih atas dukungan dan perhatian kalian.
Terimakasih atas kebersamaan kita selama ini guys you’re real my bestfriend, semangat untuk kalian semoga kalian lekas menyusul dapat
gelar S.E.
5. Manajemen I
Terimakasih tak terhingga untuk kalian semua penghuni kelas I, kita
bersama dari maba sampai skripsi ini memisahkan kita tapi yakinlah
persahabatan kita akan terjalin untuk selamanya. Semoga kita tetap solid.
6. Mas Riskaha isnan terimakasih atas semangat dan dukunganya,
kesabarannya, sering diajakin piknik buat ngehilangin stress, trimkasih
juga udah jadi perawat dadakan selama sakit.
7. Teruntuk keluarga baru KKN 027 UMY, trimakasih canda tawa,
semangat,kegilaan kalian semoga kita tetap solid dan semoga sukses
9. Terimakasih untuk semua pihak yang terlibat dan mendukung saya selama
kuliah dan penyusunan skripsi ini yang tidak bisa disebutkan semuanya.
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependennya, yaitu Dividend Payout Ratio . Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu laporan keuangan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2013 - 2015. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan model analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda.
it’s dependent variable,
secondary data, that is the annual financial reports of companies listed on the Indonesian Stock Exchange (BEI) during the period of 2013-2015. The sampling method used in this research is purposive sampling. While, the data analysis model used in this research is multiple regression analysis.
The result of this research shows that variables. Simult aneously variable liquidity, profitability, leverage, activity and size together have a significant influence on the dependent variable. Partially, it can be seen that the variables liquidity, profitability and size have a positive and significant effect on the Dividend Payout Ratio (DPR). The variable leverage and activity has a negative and not significant effect on the Dividend Payout Ratio (DPR).
SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Solvabilitas, Aktivitas, Dan Size Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2015”.
Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar sarjana pada Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Penulis mengambil topik ini dengan harapan dapat memberikan masukan bagi pihak intern dan juga pihak ektern perusahaan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keberlangsungan pertumbuhan perusahaan dan investasi. Selain itu penelitian ini juga diharapkan mampu memberikan ide pengembangan bagi penelitian selanjutnya.
Penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari bimbingan dan dukungan brbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada :
1. Dr. Nano Prawoto, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang telah memberikan petunjuk, bimbingan dan kemudahan selama penulis menyelesaikan studi.
2. Ibu Lela Hindasah, SE., M.Si selaku pembimbing skripsi yang telah memberikan masukan dan bimbingan dengan penuh kesabaran selama proses penyelesaian karya tulis ini.
3. Tim penguji yang telah menyediakan waktu untuk menguji dan memberikan masukan untuk penyempurnaan skripsi ini.
6. Sepupuku Sundari Utami yang selalu memberikan doa dan support serta selalu menjadi moodboster selama dalam proses penyelesaian skripsi ini. 7. Sahabat tercinta yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu,khusunya
Nunu nurul K, terimakasih sudah banyak membantu dan selalu memberikan dukungan dan juga mendengarkan curhatku.
8. Teman-teman seperjuangan dan semua pihak yang memberikan dukungan, bantuan, kemudahan dan semangat dalam proses penyelesaian skripsi ini.
Akhir kata penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, meskipun penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam menyajikannya. Oleh karena itu, kritik, saran, dan pengembangan penelitian selanjutnya sangat diperlukan untuk kedalaman karya tulis dengan topik ini.
Yogyakarta,26 Desember 2016
HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
HALAMAN PERNYATAAN ...iv
HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... v
INTISARI ...ix
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 10
A. Landasan Teori ... 10
B. Hasil Penelitian Terdahulu ... 22
C. Hubungan Antar Variabel & Penurunan Hipotesis ... 25
D. Model Penelitian ... 32
BAB III METODE PENELITIAN ... 33
A. Subyek/Obyek Penelitian ... 33
B. Jenis Data ... 33
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 44
A. Gambaran Umum Subyek/Obyek Penelitian ... 44
B. Statistik Deskriptif ... 45
C. Uji Analisis Data ... 46
D. Uji Hipotesis ... 50
E. Pembahasan (Interprestasi) ... 53
BAB V SIMPULAN ... 58
A. Simpulan ... 58
B. Keterbatasan Penelitian ... 60
C. Saran ... 61
DAFTAR PUSTAKA ... 62
4.1. Proses Pengambilan Sampel ... 45
4.2. Statistik Deskriptif ... 45
4.3. Hasil Perhitungan Regresi ... 46
4.4. Hasil Uji Normalitas ... 48
4.5. Hasil Uji Multikolinearitas ... 49
4.6. Hasil Uji Autokorelasi dengan Durbin Watson ... 49
4.7. Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser ... 50
4.8. Hasil Uji t ... 50
4.9. Hasil Uji F ... 52
signifikan terhadap variabel dependennya, yaitu Dividend Payout Ratio . Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu laporan keuangan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2013 - 2015. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan model analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Secara simultan variabel Likuditas, Profitabilitas, Leverage, Aktivitas dan Size bersama- sama memiliki pengaruh signifikan yang terhadap variabel dependen. Sedangkan secara parsial dapat diketahui bahwa variabel Likuditas, Profitabilitas, Size berpengaruh positif dan signifikan terhadap Dividend Payout Ratio. Leverage dan Aktivitas berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Dividend Payout Ratio (DPR).
data, that is the annual financial reports of companies listed on the Indonesian Stock Exchange (BEI) during the period of 2013-2015. The sampling method used in this research is purposive sampling. While, the data analysis model used in this research is multiple regression analysis.
The result of this research shows that variables. Simult aneously variable liquidity, profitability, leverage, activity and size together have a significant influence on the dependent variable. Partially, it can be seen that the variables liquidity, profitability and size have a positive and significant effect on the Dividend Payout Ratio (DPR). The variable leverage and activity has a negative and not significant effect on the Dividend Payout Ratio (DPR).
A. Latar Belakang Penelitian
Pasar modal memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi. Di
banyak negara, pasar modal telah menjadi salah satu sumber kemajuan ekonomi,
sebab pasar modal dapat menjadi sumber dana alternatif bagi
perusahaan-perusahaan. Menurut Tandelin (2010) pasar modal itu sendiri adalah pertemuan
antara pihak yang memiliki dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan
cara memperjual-belikan sekuritas, adapun tempat dimana terjadinya jual-beli
sekuritas disebut dengan bursa efek.
Investor mempunyai tujuan utama dalam menanamkan dananya ke
dalam perusahaan yaitu untuk mencari pendapatan atau tingkat kembalian
investasi (return) baik berupa pendapatan dividen (dividend yield) maupun
pendapatan dari selisih harga jual saham terhadap harga belinya (capital gain).
Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya
saham yang dimiliki. Pembagian ini akan mengurangi laba di tahan dan kas yang
tersedia bagi perusahaan (Nursaada dkk, 2012). Untuk itu, bagi seorang calon
investor yang rasional, perhatiannya akan diarahkan pada tingkat pengembalian
(return) investasi dan investasi yang dipilih adalah yang menjanjikan return
Tingkat pengembalian investasi dapat diprediksi dari laporan keuangan
perusahaan tempat dimana investor akan menanamkan sahamnya dengan tujuan
melihat prospek keuntungan yang akan didapatkan dimasa yang akan datang,
mengetahui perkembangan perusahaan serta mengetahui kondisi keuangan jangka
pendek perusahaan tersebut.
Kebijakan pembayaran dividen mempunyai pengaruh bagi pemegang
saham dan perusahaan yang membayar dividen. Para pemegang saham umumnya
menginginkan pembagian dividen yang relatif stabil karena hal tersebut akan
mengurangi ketidakpastian akan hasil yang diharapkan dari investasi yang mereka
lakukan dan juga dapat meningkatkan kepercayaan pemegang saham terhadap
perusahaan sehingga nilai saham juga dapat meningkat. Disisi lain, perusahaan
yang akan membagikan deviden mempunyai beberapa timbangan yaitu untuk
membagikan laba dalam bentuk deviden akan mengurangi sumber dana internal
nya, sebaliknya jika perusahaan menahan labanya dalam bentuk laba ditahan
maka kemampuan pembentukan dana internalnya akan semakin besar yang dapat
digunakan untuk membiayai aktivitas perusahaan sehingga mengurangi
ketergantungan perusahaan terhadap dana eksternal dan sekaligus akan
memperkecil resiko perusahaan dan ada faktor lainnya yang berhubungan dengan
kebijakan dividen.
Faktor lainnya yang mempengaruhi kebijakan deviden yaitu berkaitan
dengan kinerja keuangan perusahaan. Bila kinerja keuangan perusahaan baik
kondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu maka perusahaan tersebut
akan mampu menetapkan besarnya deviden sesuai dengan harapan pemegang
saham dan tentu saja tanpa mengabaikan kepentingan perusahaan untuk tetap
sehat dan tumbuh. Rasio keuangan digunakan sebagai variabel penelitian kinerja
keuangan karena rasio keuangan merupakan salah satu alat analisis yang
diperlukan untuk mengukur kondisi dan efisiensi operasi perusahaan dalam
mencapai tujuan perusahaan yaitu laba bersih. Laba perusahaan merupakan unsur
dasar kebijakan dividen perusahaan. Rasio keuangan merupakan hasil
perbandingan pos-pos dalam Laporan Keuangan (financial statement) pada suatu
periode tertentu. Empat rasio keuangan yang dipilih sebagai variabel independen
dalam penelitian ini didasarkan pada faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan
dividen yang difokuskan pada beberapa faktor financial dan merupakan
penggabungan dari variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian-penelitian
terdahulu.
Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang membahas tentang
pengaruh rasio keuangan terhadap kebijakan dividen yang menggunakan rasio
keuangan sebagai variable independenya. Penelitian yang dilakukan Oleh
Nursaada dkk (2012) dan penelitian yang dilakukan Eka Putra (2013) rasio
likuiditas yang diproksi dengan Current ratio(CR), dan rasio solvabilitas atau
leverage yang diproksi dengan Debt to equity ratio(DER) dari penelitian yang
dilakukannya menunjukkan bahwa secara parsial variable current ratio dan debt
penelitian tersebut bertolak belakang dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh
Novita Sari dkk(2015) dalam penelitiannya Likuiditas yang diproksikan dengan
current ratio (CR) berpengaruh positif signifikan terhadap kebijakan dividen,
semakin besar tingkat likuiditasnya maka semakin besar pula kemampuan
perusahaan untu membayar dividen. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan
oleh Muhajir (2016) yang menyatakan bahwa DER berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kebijakan deviden hal tersebut karena perusahaan
membayarkan deviden secara teratur dan tidak dipengaruhi oleh besar dan
kecilnya hutang perusahaan dan bahkan kenaikan hutang dapat meningkatkan
kemampuan perusahaan dalam membayar deviden selama penggunaan hutang
harus selalu diiringi dengan laba perusahaan.
Penelitian yang dilakukan oleh Muhammadinah dan Jamil (2015) yang
meneliti TATO berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio, semakin
besar perputaran aktiva semakin efektif perusahaan mengelola aktivanya. Rasio
ini juga menunjukan bagaimana sumber daya telah dimanfaatkan secara optimal.
Hasil penelitian berbeda yang disimpulkan oleh Siswantini (2012) yang berjudul
pengaruh analisis rasio keuangan terhadap kebijakan deviden pada perusahaan
real estate dan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode
2009-2011, hasil penelitian rasio aktivitas yang diproksi dengan TATO tidak
berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio, rasio perputaran aset yang
rendah mengindikasikan pengelolaan aset yang kurang efisien. Strategi bisnis dan
Kemampuan manajemen untuk mengendalikan aset merupakan hal yang sangat
vital dalam menentukan keberhasilan perusahaan. Penelitian ini menunjukkan
bahwa total asset turnover secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan
terhadap dividend payout ratio. Ini dikarenakan perputaran dari aset yang dimiliki
perusahaan tidak berhasil mendatangkan laba bersih yang maksimal bagi
perusahaan.
Hasil penelitian Ericson (2014) ROA memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap variabel DPR, semakin besar tingkat profitabilitas yang
diperoleh maka semakin besar kemampuan perusahaan dalam membayarkan
dividen. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa perusahaan selalu berusaha
meningkatkan citranya yaitu dengan cara setiap peningkatan laba maka akan
diikuti pula dengan peningkatan dividen yang dibagikan sehingga juga dapat
mendorong peningkatan nilai saham perusahaan. Hasil penelitian tersebut
bertolak belakang dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Novita Sari dkk
(2015) profitabilitas yang diproksi dengan ROA tidak berpengaruh terhadap
kebijakan deviden pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia periode
2010-2013. Perusahaan yang menghasilkan keuntungan dalam operasionalnya
belum tentu akan menggunakan laba tersebut untuk dibagikan sebagai dividen,
terutama perusahaan yang merencanakan untuk berinvestasi pada aset di masa
depan .
Penelitian yang dilakukan oleh Sari (2014) yang meneliti tentang size
besar lebih cenderung membagikan dividen yang lebih besar dari pada perusahaan
kecil, sedangkan perusahaan yang memiliki asset sedikit akan cenderung
membagikan dividen yang rendah karena laba dialokasikan pada laba ditahan
untuk menambah asset perusahaan. Hal tersebut sejalan dengan Susanto (2013)
didalam penelitiannya menyatakan Perusahaan yang besar akan memberikan
dividen dalam jumlah yang besar untuk menjaga reputasi perusahaan di mata para
investor. Disisi lain, perusahaan yang kecil akan membagikan dividen dalam
jumlah yang rendah karena perusahaan tersebut akan menggunakan labanya untuk
menambah asetnya. Dipihak lain, Nuringsih (2005) didalam penenlitiannya
variabel ukuran perusahaan (firm size) membuktikan pengaruh positif dengan
kebijakan dividen, tetapi tidak signifikan. Perusahaan yang memiliki aset besar
cenderung membayar dividen besar untuk menjaga reputasi di kalangan investor
aktual maupun potensial. Tindakan ini dilakukan untuk memudahkan perusahaan
memasuki pasar modal apabila berencana melakukan emisi saham baru.
Berdasarkan hasil penelitian-penelitian tersebut, yang menunjukkan
hasil yang tidak konsisten, sehingga penting untuk di replikasi dan diteliti kembali
pengaruh rasio-rasio keuangan dan size terhadap kebijakan deviden, rasio
keuangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rasio profitabilitas yang
diproksi dengan Return on asset (ROA), rasio likuiditas yang diproksi dengan
current ratio (CR), rasio solvabilitas atau leverage yang diproksi dengan debt to
equity ratio(DER), dan rasio aktivitas yang di proksi dengan total assets turn over
payout ratio (DPR). Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya,
penelitian ini menggunakan data yang up to date periode 2013-2015 dan adapun
alasan dipilihnya perusahaan manufaktur pada penelitian ini adalah karena pada
perusahaan manufaktur mempunyai potensi dalam mengembangkan produknya
secara lebih cepat dengan cara melakukan berbagai inovasi dan cenderung
mempunyai ekspansi pasar yang lebih luas di bandingkan perusahaan non
manufaktur atau perusahaan jasa. Dapat diketahui bahwa rasio keuangan yang
berpengaruh terhadap kebijakan dividen dengan rasio yang sama namun
menggunakan proksi yang berbeda dan hanya sedikit penelitian yang
menambahkan rasio aktivitas dengan proksi Total Assets Turn Over sebagai
variabel independenya. Selain itu, penelitian ini juga menambahkan variabel size
sebagai variable independennya.
B. Batasan Penelitian
Adapun batasan masalah penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Penelitian dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia
2. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data 3 tahun penelitian, yaitu
2013 sampai dengan 2015.
3. Variabel independen yang digunakan yaiyu rasio likuiditas, rasio
4. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu kebijakan deviden
C. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Apakah rasio likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kebijakan dividen?
2. Apakah rasio profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kebijakan dividen?
3. Apakah rasio solvabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kebijakan dividen?
4. Apakah rasio aktivitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kebijakan dividen?
5. Apakah size berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan
deviden?
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan pada rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini
adalah untuk :
1. Menganalisis rasio likuiditas terhadap kebijakan dividen
2. Menganalisis rasio profitabilitas terhadap kebijakan dividen
3. Menganalisis rasio solvabilitas terhadap kebijakan dividen
5. Menganalisis size terhadap kebijakan deviden
E. Manfaat Penelitian
Adapun penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai
berikut:
1. Kegunaan Secara Teoritis
a) Penelitian ini dapat dijadikan sebagaipenambah keilmuan dan
pengetahuan dibidang keuangan kebijakan deviden.
b) Penelitian ini dapat memberikan tambahan literature dan kontribusi
pemikiran pada penelitian selanjutnya terutama dalam kaitannya
dengan kebijakan deviden pada perusahaan-perusahaan di Indonesia.
2. Kegunaan Secara Praktis
a) Penelitian ini dapat memberikan pemahaman kepada para manajer
mengenai pengelolaan keuangan yang baik sehingga dapat
menghasilkan kebijakan deviden yang optimal
b) Penelitian ini dapat bahan pertimbangan para investor dalam
pengambilan keputusan untuk berinvestasi yaitu menentukan
perusahaan mana yang akan memberikan return yang lebih besar
A. Landasan Teori 1. Pengertian Dividen
Menurut Sari (2012) dividen merupakan pembagian keuntungan
perusahaan kepada para pemegang saham yang sebanding dengan jumlah lembar
saham yang dimilikinya. Pembagian dividen umumnya didasarkan pada
akumulasi laba yaitu laba ditahan/pada pos modal lainnya seperti tambahan modal
disetor. Sedangkan devidend payout (pembayaran dividen) merupakan salah satu
carauntuk mengembalikan keuntungan perusahaan kepada pemegang saham.
Dividen merupakan bagian laba yang dihasilkan oleh perusahaan, baik
berasal dari laba periode saat ini ataupun laba periode sebelumnya yang dibagikan
kepada para pemegang saham sesuai dengan jumlah lembar saham yang mereka
miliki sebagai hasil dari investasi mereka di perusahaan tersebut dan biasanya
dibagikan dalam bentuk uang atau saham (Ericson, 2014).
Dividen merupakan nilai pendapatan bersih perusahaan setelah pajak
dikurangi dengan laba ditahan. Dividen ini untuk dibagikan kepada para
pemegang saham sebagai keuntungan dari laba perusahaan. Rasio pembayaran
dividen (dividend payout ratio) yaitu perbandingan antara Dividend Per Share
Untuk memaksimumkan kemakmuran bagi para pemegang saham. Hal ini karena
sebagian investor menanamkan dananya di pasar modal untuk memperoleh
dividen dan tingginya dividen yangdibayarkan akan mempengaruhi harga saham.
Para investor percaya bahwa tingginya dividen yang dibayarkan berarti bahwa
prospek perusahaan dimasa yang akan datang bagus. b) Untuk menunjukkan
likuiditas perusahaan.
Menurut Muhammadinah dan Jamil (2015), dividen merupakan bagian dari laba yang tersedia bagi para pemegang saham biasa dalam bentuk tunai. Laba
ditahan (retained earning) adalah bagian dari laba yang tersedia bagi para
pemegang saham biasa yang ditahan oleh perusahaan untuk diinvestasikan
kembali (reinvestment) dengan tujuan untuk mengejar pertumbuhan perusahaan.
Pembagian dividen dalam bentuk tunai lebih banyak diinginkan investor dari pada
dalam bentuk lain, karena pembayaran dividen tunai membantu mengurangi
ketidakpastian investor dalam menanamkan dananya kedalam perusahaan. Dalam
keputusan pembagian deviden, perusahaan harus mempertimbangkan
kelangsungan hidup dan pertumbuhan perusahaannya.
Menurut Stice et.,al (2004:902) Dividen adalah pembagian kepada
pemegang saham dari suatu perusahaan secara proporsional sesuai dengan jumlah
saham yang dipegang oleh masing-masing pemilik. Sementara menurut Skousen
adalah pendistribusian laba secara proporsional kepada para pemegang saham
sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya.
Warsono (2003:271) menjelaskan, Dividen merupakan bagian dari laba
yang tersedia bagi pemegang saham biasa (earning available for common
stockholder) yang dibagikan kepada para pemegang saham. Hanafi (2004),
mengemukakan bahwa dividen merupakan kompensasi yang diterima oleh
pemegang saham, disamping capital gain. Dividen ini untuk dibagikan kepada
para pemegang saham sebagai dari keuntungan dari laba perusahaan.
Dyckman,et.,al. (2001: 439) menjelaskan bahwa dividen merupakan distribusi
laba kepada pemegang saham dalam bentuk aktiva atau saham perusahaan
penerbit.
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa
dividen merupakan bagian laba yang dihasilkan oleh perusahaan, baik berasal dari
laba periode saat ini ataupun laba periode sebelumnya yang dibagikan kepada
pemegang saham sebagai hasil atas investasi.
Menurut Warsono (2003:275), indikator untuk mengukur kebijakan
dividen yang secara luas digunakan ada dua macam, yaitu:
1. Hasil Dividen (Dividend Yield).
Dividend Yield adalah suatu rasio yang menghubungkan dividen yang
dibayar dengan harga saham biasa. Dividend Yield menyediakan suatu ukuran
komponen pengembalian total yang dihasilkan dividen, dengan menambahkan
suatu ukuran risiko dan sebagai suatu penyaring investasi, yaitu mereka akan
berusaha menginvestasikan dananya dalam saham yang menghasilkan dividend
yield yang tinggi.
2. Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio/DPR)
DPR merupakan rasio hasil perbandingan antara dividen dengan laba
yang tersedia bagi para pemegang saham biasa. DPR banyak digunakan dalam
penilaian sebagai cara pengestimasian dividen untuk periode yang akan datang,
sedangkan kebanyakan analis mengestimasikan pertumbuhan dengan
menggunakan laba ditahan lebih baik daripada dividen.
Penelitian ini menggunakan Dividend Payout Ratio sebagai indikator
kebijakan dividen dikarenakan DPR merupakan kinerja keuangan yang lebih
sering digunakan para investor untuk mengetahui hasil dari investasinya dan
penggunaannya yang lebih sederhana dibandingkan Dividend Yield.
Dividend Payout ratio adalah persentase dari jumlah pendapatan yang
diperoleh yang didistribusikan kepada para pemegang saham dalam bentuk kas.
Dividend Payout Ratio ini ditentukan oleh perusahaan untuk membayar
kewajibannya kepada para pemegang saham setiap tahunnya. Ketentuan Dividend
Payout Ratio berdasarkan pada besar kecilnya laba setelah pajak. Dividen sebagai
pembayaran kepada pemilik perusahaan yang diambil dari keuntungan
2. Teori Kebijakan Deviden
Teori dividen berkembang terus dan mengalami kemajuan, sampai saat
ini ada beberapa teori yang telah dikemukakan, dalam penelitian ini teori yang
digunakan yaitu
a. Teori Bird-in-the-hand.
Gordon dan Lintner dalam Hanafi (2004) menyatakan bahwa, biaya
modal sendiri (Ks) perusahaan akan naik jika Dividend Payout Ratio (DPR)
rendah karena investor lebih suka menerima dividen dibanding capital gain.
Karena dividend yield lebih pasti. Gordon dan Litner dalam Hanafi (2004) juga
beranggapan investor memandang bahwa satu burung di tangan lebih berharga
daripada seribu burung di udara. Artinya, invetor menyukai dividen yang sudah
ada di tangan dibandingkan capital gain yang belum tentu akan ada dimasa
mendatang atau kedua-duanya tidak diperoleh.
Namun menurut Modigliani dan Miller pendapat Gordon dan Lintner
merupakan suatu kesalahan, karena akhirnya investor akan kembali
menginvestasikan dividen yang diterima pada perusahaan yang sama atau
perusahaan yang memiliki resiko yang hampir sama.
Oleh karena itu, perusahaan harus memperhatikan pandangan investor
tersebut dalam rangka membagikan dividen. Harapan pembagian dividen sangat
dibutuhkannya agar harga saham mengalami kenaikan dan akhirnya memperoleh
b. Signalling theory
Menurut Ross (1997) dalam Hanafi (2004) teori signaling menyatakan
bahwa perusahaan yang berkualitas baik dengan sengaja akan memberikan sinyal
pada pasar. Dengan demikian pasar diharapkan dapat membedakan perusahaan
yang berkualitas baik dan buruk. Agar sinyal tersebut baik maka harus dapat
ditangkap pasar dan dipresepsikan baik serta tidak mudah ditiru oleh perusahaan
yang memliki kualitas yang buruk.
Pada dasarnya, perusahaan cenderung meningkatkan dividen jika
terdapat tingkat profitabilitas yang tinggi di masa depan dan menurunkan dividen
jika manajemen yakin bahwa tidak terdapat cash flows yang dapat mendukung
pembayaran dividen. Perubahan pembayaran dividen ini mengandung informasi
yang memungkinkan investor merevisi prediksi mereka tentang prospek
perusahaan dan akibatnya terjadi penyesuaian harga saham ketika perubahan
dividen diumumkan. Di sekitar tanggal pengumuman dividen, peningkatan
dividen secara umum menimbulkan abnormal returns yang positif bagi investor.
Hal ini disebabkan karena pada umumnya peningkatan dividen
diinterpretasi sebagai sebuah kebijakan yang mengandung informasi baik dalam
kaitannya dengan prospek perusahaan di masa mendatang. Namun, peningkatan
dividen dapat pula menjadi sinyal negatif bagi investor. Perusahaan yang
meningkatkan pembayaran dividen dapat dianggap sebagai perusahaan yang
sudah tidak berprospek di masa mendatang. Karena dividen pada dasarnya adalah
dividen yang tinggi dapat mengandung arti tidak adanya investasi yang prospektif
di masa mendatang.
3. Teori Keagenan (Agency Theory)
Agency Problem biasanya terjadi antara manajer dan pemegang saham
atau antara debtholders dan stockholders. Agency problem potensial untuk terjadi
dalam perusahaan dimana manajer memiliki kurang dari seratus persen saham
perusahaan. Agency theory menurut Jensen dan Meckling (1976) dalam Hanafi
(2004) adalah hubungan antara pemberi kerja (prinsipal) dan penerima tugas
(agen) untuk melaksanakan pekerjaan. Dalam manajemen keuangan, hubungan
keagenan muncul antara pemegang saham dengan manajer, dan antara pemegang
saham dengan kreditor. Karena tidak semua keuntungan akan dapat dinikmati
oleh manajer, mereka tidak akan hanya berkonsentrasi pada maksimisasi
kemakmuran pemegang saham.
Menurut Hanafi (2004) free-cash flow dalam konteks ini didefinisikan
sebagai aliran kas yang tersisa sebaiknya dibagikan kepemegang saham dan
pemegang saham sendiri dibiarkan untuk menginvestasikan kelebihan kas
tersebut. Tetapi ada kecenderungan manajer ingin menahan sumber daya
(termasuk free-cash flow) sehingga mempunyai kontrol atas sumber daya
tersebut. Utang dianggap seebagai cara untuk mengurangi konflik keagenan
Dengan demikian, menurut agency theory para manajer cenderung
bertindak untuk mengejar kepentingan mereka sendiri, bukan berdasarkan
maksimalisasi nilai dalam pengambilan keputusan pendanaan (Jensen dan
Meckling, 1976 dalam Hanafi, 2004).
4. Dividend Irrelevance Theory
Teori ini menyatakan bahwa kebijakan dividen perusahaan tidak
mempunyai pengaruh baik terhadap nilai perusahaan (aset) maupun biaya
modalnya. Penganjur utama Dividend Irrelevance Theory (Teori Ketidakrelevanan
Dividen) adalah Melton Miller dan Franco Modigliani (MM). Mereka berpendapat
bahwa nilai suatu perusahaan hanya ditentukan oleh kemampuan dasarnya untuk
menghasilkan laba serta resiko bisnisnya, dengan kata lain, MM berpendapat
bahwa nilai suatu perusahaan tergantung semata- mata pada pendapatan yang
dihasilkan oleh aktivanya, bukan pada bagaimana pendapatan tersebut dibagi
antara dividen dan laba yang ditahan
3. Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Deviden
Salah satu yang mempengaruhi kebijakan deviden yaitu kinerja
keuangan. Kinerja merupakan pengukuran prestasi yang dapat dicapai oleh perusahaan yang mencerminkan kondisi kesehatan dari suatu perusahaan pada
kurun waktu tertentu. Menurut Muchlis (2000: 44), penilaian kinerja adalah
prestasi keuangan yang tergambar dalam laporan keuangan perusahaan yaitu
(operation income). Profitability suatu perusahaan dapat diukur dengan
menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari kegiatan pokok perusahaan
dengan kekayaan asset yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan. Analisis
kinerja keuangan ini didasarkan pada data keuangan yang dipublikasikan, serta
tercermin dalam laporan keuangan yang dibuat sesuai dengan Prinsisp Akuntansi yang Berlaku Umum (PABU)“ Untuk mengevaluasi kondisi dan kinerja keuangan
suatu perusahaan, analisis keuangan harus menggunakan tolak ukur. Tolak ukur
yang sering digunakan adalah rasio atau indeks yang berhubungan dengan data
keuangan yang satu dengan yang lain, sehingga perlu diberikan interpretasi agar
lebih mudah memahami kondisi keuangan dan kinerja perusahaan yang diperoleh
dari analisis keuangan.
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, kinerja keuangan dapat
diartikan sebagai ukuran tingkat keberhasilan manajemen perusahaan pada saat
tertentu dalam mengelola sumber daya keuangannya. Penilaian kinerja
perusahaan dapat menggunakan tolak ukur analisis rasio yang didasarkan prinsip
akuntansi yang lazim digunakan. Untuk menilai kinerja perusahaan dari dimensi
keuangan dapat diperoleh melalui laporan keuangan dan analisis rasio keuangan
yang menunjukkan kekuatan dan kelemahan perusahaan dan sebagai alat prediksi
masa depan perusahaan serta menunjukkan tingkat risiko dan peluang usaha.
Laporan keuangan dibuat oleh pihak manajemen perusahaan sebagai
pertanggungjawaban manajemen atas pengelolaan sumber daya yang
perusahaan, pihak-pihak yang berkepentingan seperti investor, kreditor, dan
pihak-pihak lainnya. Dari laporan keuangan perusahaan tersebut dapat diperoleh
informasi tentang posisi keuangan perusahaan, kinerja perusahaan, aliran kas
perusahaan, dan informasi lain yang sangat berkaitan dengan laporan keuangan.
Berdasarkan laporan keuangan tersebut dilakukan analisis terhadap kinerja
keuangan yang terdiri atas
a. Rasio likuiditas
Rasio likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek
perusahaan dengan melihat besarnya aktiva lancar relative terhadap utang
lancarnya. Utang dalam hal ini merupakan kewajiban perusahaan. Ada beberapa
rasio likuiditas yaitu rasio lancar dan rasio quick.
b. Rasio aktivitas
Rasio ini melihat seberapa besar efesiensi penggunaan asset perusahaan.
Rasio ini melihat seberapa besar dana tertanam pada asset perusahaan. Ada
beberapa rasio aktivitas yang akan dibicarakan: rata-rata umur piutang, perputaran
persedian, perputaran aktiva tetap, dan perputaran total aktiva.
c. Rasio solvabilitas
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
jangka panjangnya. Perusahaan yang tidak solvable adalah perusahaan yang total
utangnya lebih besar dibandingkan dengan total asetnya. Rasio ini memfokuskan
solvabilitas yang bisa dihitung yaitu rasio utang terhadap total asset,rasio times
interest earned dan rasio fixed charge coverage.
d. Rasio profitabilitas
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan
(profitabilitas) pada tingkat penjualan, asset dan modal saham tertentu. Ada tiga
rasio yang sering digunakan yaitu profit margin, return on asset (ROA), dan
return on equity (ROE).
e. Rasio pasar
Rasio ini memberikan suatu indikasi kepada manajemen mengenai apa
yang dipikirkan oleh para investor ekuitas tentang kinerja masa lalu
perusahaan dan prospeknya dimasa yang akan datang dapat diukur dengan
earning per share (EPS), Equity Per Share (EqPS), Dividend Per Share
(DPS), Price to Earning Ratio (PER), Price Book Value (PBV), Dividen
Payout Ratio (DPR), Dividend Yield (DY).
f. Size atau ukuran perusahaan
Ukuran perusahaan adalah skala besar kecilnya perusahaan ditentukan
oleh total aset. Besar kecilnya perusahaan merupakan salah satu faktor yang
dapat dipertimbangkan investor dalam melakukan investasi. Perusahaan yang
memiliki ukuran besar akan lebih mudah memasuki pasar modal sehingga
dengan kesempatan ini perusahaan membayar dividen besar kepada pemegang
saham. Sementara perusahaan yang baru dan masih kecil akan mengalami
kemampuannya untuk mendapatkan modal dan memperoleh pinjaman dari
pasar modal juga terbatas. Oleh karena itu maka mereka cenderung untuk
menahan labanya guna membiayai operasinya, dan ini berarti dividen yang
akan diterima oleh pemegang saham akan semakin kecil.
Menurut Tandelin (2010) ada beberapa faktor-faktor praktis yang perlu
dipertimbangkan dalam penentuan kebijakan deviden .
a. Kesempatan investasi
Semakin besar kesempatan investasi maka deviden yang bisa dibagikan
akan semakin sedikit. Akan lebih baik jika dana ditanamkan pada investasi yang
menghasilkan NPV yang positif.
b. Profitabilitas dan likuiditas
Perusahaan yang mempunyai aliran kas atau profitabilitas yang baik bisa
mbayar deviden atau meningkatkan deviden. Hal yang sebaliknya akan terjadi
jika aliran kas tidak baik. Alasan lain pembayaran deviden adalah untuk
menghindari akuisisi oleh perusahaan lain. Untuk menghindari akuisisi,
perusahaan tersebut bisa membayarkan deviden, dan sekaligus juga membuat
senang pemegang saham.
c. Akses ke pasar keuangan
Jika perusahaan mempunyai akses kepasar kuangan yang baik,
perusahaan bisa membayar deviden lebih tinggi. Akses yang baik bisa membantu
d. Stabilitas pendapatan
Jika pendapatan perusahaan relative stabil, aliran kas dimasa mendatang
bisa diperkirakan dengan lebih akurat. Perusahaan semacam itu bisa membayar
deviden lebih tinggi. Sebaliknya, jika pendapatan perusahaan tidak stabil, akan
membatasi kemampuan perusahaan dalam membayar deviden yang tinggi.
B. Hasil Penelitian Terdahulu
Permasalahan mengenai kebijakan deviden telah banyak diteliti
sebelumnya. Penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan deviden
sudah dilakukan oleh beberapa peneliti, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Lisa Marlina dan Clara Danica (2009) yang berjudul “Analisis Pengaruh
Cash Position, Debt To Equity Ratio, Dan Return On Assets Terhadap Dividend Payout Ratio”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji
faktor-faktor yang mempengaruhi Dividend Payout Ratio pada sektor
manufaktur dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan
faktor fundamental perusahaan : Rasio likuiditas diproksi oleh Cash
Position (CP), rasio leverage diproksi oleh Debt Equity Ratio (DER), rasio
profitabilitas diproksi oleh Return On Assets (ROA) sebagai variabel
independen, dan variabel terikat diproksi oleh Dividend Payout Ratio
(DPR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio mendasar yang
bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Dividen Payout Ratio.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa variabel Cash Position dan
Return on Assets berpengaruh positif dan signifikan terhadap Dividen
Payout Ratio, tapi Debt to Equity Ratio tidak memiliki pengaruh
signifikan terhadap Dividend Payout Ratio.
2. Nursaada (2011) yang berjudul “Analisis Pengaruh Pengaruh Rasio
Keuangan Terhadap Kebijakan Dividen” . Tujuan dari penelitan ini
adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh rasio keuangan Return
On Equity, Debt to Equity Ratio, Current Ratio terhadap Dividend Payout
Ratio baik secara simultan maupun parsial pada perusahaan manufaktur
dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian Secara simultan Return
On Equity, Debt to Equity Ratio, dan Current Ratio mempunyai pengaruh
yang positif atau signifikan terhadap pembayaran Dividen. Secara parsial
menunjukan bahwa variabel Return On Equity berpengaruh signifikan
terhadap pembayaran Dividen, variabel Debt to Equity Ratio dan Current
Ratio tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pembayaran
Dividen.
3. Sari (2012) yang berjudul “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Likuiditas,
Profitabilitas,Pertumbuhan Perusahaan, Dan Kepemilikan Institusional
Terhadap Kebijakan Devidend Payout Ratio”. Penelitian ini bertujuan
Payout Ratio pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan,
likuiditas, profitabilitas, pertumbuhan perusahaan, dan kepemilikan
institusional baik secara simultan maupun secara parsial tidak berpengaruh
signifikan terhadap Dividend Payout Ratio (DPR).
4. Niken dkk (2014) yang berjudul “ Pengaruh Retrun On Asset, Cash Ratio,
Debt To Equity Ratio, Earning Per Share, Total Asset Turn Over, Size
Terhadap Dividen Payout Ratio Pada Perusahaan Manufaktur Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2013”. Hasil penelitian
ini hanya menunjukan hanya variable return on assets memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap variabel dividen payout ratio, sementara keempat
variabel independen cash ratio , size, debt to equity ratio,earning per
share, total assets turn over tidak memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap dividend payout ratio
5. Novitasari (2015) yang berjudul “Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio
Profitabilitas, RasioSolvabilitas, Dan Rasio Aktivitas Terhadap Kebijakan
Dividen Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2013”. Variabel rasio likuiditas diproksi dengan
current ratio, profitabilitas diproksi dengan return on assets, solvabilitas
diproksi dengan debt equity ratio dan aktivitas diproksi dengan total
assets turn over. Hasil penelitian ini menunjukan secara simultan variabel
signifikan terhadap variabel dependen. Secara parsial current ratio, return
on assets, total assets turn over berpengaruh positif dan signifikan
terhadap dividend payout ratio sedangkan debt equity ratio berpengaruh
negatif dan signifikan terhadap dividend payout ratio
6. Perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah dalam
penelitian ini variabel yang digunakan sebagai variabel independen
adalah Rasio Likuiditas yang diproksi dengan Current Ratio, Rasio
Profitabilitas yang diproksi dengan Return On Asset (ROA), Rasio
Solvabilitas atau Leverage yang diproksi dengan Debt to Equity
Ratio(DER), dan Rasio Aktivitas yang di proksi dengan Total Assets
Turn Over (TATO) dengan variabel dependen Kebijakan Dividen yang
diproksi dengan Dividend Payout Ratio (DPR).
C. Hubungan Antar Variabel & Penurunan Hipotesis 1. Pengaruh Likuiditas Terhadap Kebijakan Deviden
Menurut Regina (2010), Likuiditas atau rasio kelancaran adalah
mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban yang segera jatuh
tempo. Dalam hal ini para investor memperhatikan tingkat likuiditas perusahaan.
Ketika perusahaan mendapatkan dana dari para investor, maka secara langsung
tingkat rasio lancar perusahaan akan menurun. Begitu juga sebaliknya, jika
perusahaan melunasi kewajiban jangka pendeknya, maka rasio lancar pun akan
kemungkinan membayar dividen semakin besar juga sehingga hubungan antara
likuiditas dengan kebijakan dividen adalah positif. Hal ini juga sejalan dengan
Mashiur Rahman (2010) perusahaan-perusahaan dengan lebih banyak likuiditas lebih mungkin untuk membayar deviden dibandingkan dengan perusahaan
dengan krisis likuiditas. Bila dikaitkan dengan teori free cash flow dalam Tika
Ayu (2015), aliran kas bebas dapat diartikan sebagai kas yang tersedia untuk
didistribusikan kepada investor sesudah terpenuhinya seluruh kebutuhan
investasi yang diperlukan untuk menjalankan operasional perusahaan. Jadi.
pembayaran dividen lebih bergantung pada arus kas yang mencerminkan
kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. Karena deviden merupakan
arus kas keluar ,maka pembagiannya tergantung pada kas yang tersedia.
Perusahaan yang memiliki kas besar maka menandakan perusahaan memiliki
tingkat likuiditas yang baik. Adanya kas berlebih seharusnya didistribusikan
kepada investor dalam bentuk deviden.
Hasil penelitian Iin (2012), Komang Ayu dkk (2014) Semakin tinggi
tingkat likuiditas semakin besar pula tingkat kemampuan perusahan untuk
membayarkan dividen kepada para pemegang, dalam penelitiannya rasio
likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan deviden.
Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dibuat hipotesis sebagai berikut:
H1 : Rasio Likuiditas Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap kebijakan
2. Pengaruh Rasio Profitabilitas Terhadap Kebijakan Deviden
Menurut Komang Ayu dkk (2014), Kebijakan dividen tidak dapat
dipisahkan dari profitabilitas karena pembagian dividen sangat tergantung
terhadap perolehan laba perusahaan. Laba perusahaan tersebut dapat ditahan
sebagai laba ditahan dan dapat juga dibagikan sebagai dviden. Sehingga
peningkatan laba bersih perusahaan akan meningkatkan tingkat pengembalian
investasi berupa pendapatan deviden bagi investor. Teori Bird In-The-Hand
menyimpulkan bahwa investor akan senang dengan pendapatan pasti berupa
deviden daripada berupa capital gain.
Rasio ini memberikan gambaran tentang tingkat efektivitas pengelolaan
perusahaan karena pembagian dividen bersumber dari laba yang didapatkan
perusahaan setelah memenuhi kewajiban-kewajibannya baik berupa bunga
maupun pajak. Menurut Mashiur Rahman (2010) perusahaan yang menguntungkan dengan laba bersih lebih stabil dan arus kas bebas yang lebih
besar dan karena itu membayar dividen yang juga lebih besar. Sehingga
perusahaan-perusahaan yang memliki keuntungan yang tinggi mampu membayar
dividen yang lebih tinggi. Hal tersebut juga akan memberikan sinyal yang positif
terhadap investor bahwa perusahaan mempunyai laba yang besar dan mampu
membayarkan deviden yang tinggi. Agus sartono dalam Melisa (2016)
menyatakan bahwa apabila profitabilitas mengalami peningkatan maka deviden
Ericson (2014), Melisa (2016), Novitasari (2015) yang menyatakan profitabilitas
berpengaruh positif terhadap kebijakan deviden.
H2 : Rasio Profitabilitas berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap
kebijakan deviden
3. Pengaruh Rasio Leverage Atau Solvabilitas Terhadap Kebiajakan Deviden
Menurut Teori Agency konflik yang potensial terjadi dalam perusahaan
besar antara pemegang saham dan pemberi hutang. Kreditur memiliki hak atas
sebagian laba yang diperoleh perusahaan dan sebagian aset perusahaan terutama
dalam kasus kebangkrutan. Hutang atau leverage menunjukkan proporsi atas
penggunaan hutang untuk membiayai investasinya (Sartono,2001). Semakin
tinggi hasil prosentasenya, cenderung semakin besar risiko keuangannya bagi
kreditor maupun pemegang saham.
Dalam penelitian ini, rasio solvabilitas diukur dengan Debt to equity
ratio. menurut I gede (2012) Debt to equity ratio (DER) adalah suatu rasio
keuangan yang mengindikasikan proporsi hubungan (relativitas) antara hutang
dan ekuitas yang digunakan untuk membiayai aset perusahaan. Menurut Hashim
Zameer (2013) utang yang tinggi berarti bahwa perusahaan memiliki beban bunga
yang tinggi , yang akan menyebabkan laba bersih yang rendah dan dengan
demikian kurang produktif akan tersedia untuk pemegang saham. Jadi,
memberikan dampak yang kurang baik terhadap perusahaan karena perusahaan
harus membayar kewajiban-kewajibannya yang nantinya akan mengurangi
keuntungan yang diperoleh dalam perusahaan, sehingga menurunnya keuntungan
yang didapat perusahaan akan menyebabkan menurunya pembagian dividen
kepada para pemegang saham. Hal ini akan membahayakan perusahaan karena
perusahaan terjebak dalam tinggi utang yang tinggi dan sulit untuk melepaskan
beban tersebut. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dibuat hipotesis sebagai
berikut:
H3 : Rasio Solvabilitas berpengaruh Negatif dan Signifikan Terhadap
kebijakan deviden
4. Pengaruh Rasio Aktivitas Terhadap Kebijakan Deviden
Menurut Nursaada (2012) rasio aktivitas adalah rasio keuangan yang
mengukur bagaimana perusahaan mengelola aktiva-aktivanya. Didalam penelitian
ini rasio aktivitas diproksi dengan Total Assets Turn Over (TATO). Perputaran
total aktiva adalah rasio antara penjualan dengan total aktiva yang mengukur
efisiensi penggunaan aktiva secara keseluruhan dalam perusahaan. Maka semakin
besar perputaran aktiva semakin efektif pula perusahaan mengelola aktivanya.
Hal ini sejalan dengan Dividend Irrelevance Theory nilai suatu perusahaan
tergantung semata- mata pada pendapatan yang dihasilkan oleh aktivanya,bukan
pada bagaimana pendapatan tersebut dibagi antara deviden dan laba ditahan.
perusahaan, sebaliknya jika rasionya yang rendah harus membuat manajemen
mengevaluasi lagi dalam strategi, pemasaran dan pengeluaran modalnya
(investasi). Menurut Kadek diah dan luh gede (2015) perputaran aktiva yang
tinggi akan mencerminkan kinerja perusahaan secara finansial. Semakin tinggi
perputaran aktiva perusahaan berarti semakin tinggi kemampuan perusahaan
dalam membagikan dividennya. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dibuat
hipotesis sebagai berikut:
H4 = Rasio Aktivitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan
deviden
5. Pengaruh size terhadap kebijakan deviden
Ukuran perusahaan merupakan besarnya aktiva yang dimiliki oleh
perusahaan (Iskandar dan Triswati,2010). Hasil penelitian Handayani dan
Hadinugroho (2009) menunjukkan bahwa size berpengaruh signifikan terhadap
kebijakan dividen karena perusahaan yang memiliki ukuran yang besar akan
lebih mudah memasuki pasar modal sehingga dengan kesempatan ini
perusahaan membayar dividen dengan jumlah besar kepada pemegang saham.
Sementara perusahaan yang baru dan yang masih kecil akan mengalami banyak
kesulitan untuk memiliki akses ke pasar modal, sehingga semakin besar ukuran
perusahaan semakin mudah untuk mendapatkan modal eksternal dalam jumlah
Ukuran perusahaan merupakan simbol yang berhubungan dengan
peluang dan kemampuan untuk masuk ke pasar modal dan jenis pembiayaan
eksternal lainnya yang menunjukkan kemampuan meminjam. Hal ini
menunjukkaan hubungan, bahwa semakin besar ukuran perusahaan maka
semakin besar pula dividen yang akan dibagikan. Didalam penelitian Niken
(2014) juga menyatakan perusahaan besar cenderung untuk lebih mature dan
mempunyai akses yang lebih mudah dalam pasar modal. Hal tersebut akan
mengurangi ketergantungan mereka pada pendanaan internal, sehingga
perusahaan besar lebih cenderung membagikan dividen yang lebih besar dari
pada perusahaan kecil, sedangkan perusahaan yang memiliki asset sedikit akan
cenderung membagikan dividen yang rendah karena laba dialokasikan pada laba
ditahan untuk menambah asset perusahaan. Hal itu merupakan sinyal untuk para
investor bahwa perusahaan yang berukuran besar mampu membayar deviden
yang besar. Sinyal ini dapat berupa promosi dan informasi lain yang
menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih baik dari perusahaan lain terutama
perusahaan yang berskala kecil. Perusahaan berskala kecil akan membagikan
deviden yang rendah. Hal ini dikarenakan profit dialokasikan pada laba ditahan
yang digunakan untuk menambah asset. Berdasarkan uraian tersebut, maka
dapat dibuat hipotesis sebagai berikut:
H5 = size berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan deviden
Adapun model penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Variabel Independen (X)
Variabel Dependen(Y)
Gambar 1. Model Penelitian
R.Likuiditas
Kebijakan deviden (DPR) R.Profitabilitas
R.Solvabilitas
R.Aktivitas
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Obyek/Subyek Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui website : www.idx.co.id dan melalui situs
situs yang berkaitan.
B. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.
Data sekunder yang digunakan merupakan data laporan keuangan perusahaan
manufaktur periode 2013-2015. Data diperoleh dari Bursa Efek Indonesia.
C. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive
sampling dengan kriteria sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Perusahaan manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia
2. Perusahaan manufaktur yang membagikan dividen selama periode 2013-2015
3. Perusahaan yang memiliki laporan keuangan lengkap berupa laporan
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode
dokumentasi. Metode dokumentasi bisa didefinisikan sebagai teknik
pengumpulan data yang dilakukan melalui pencatatan serta mempelajari
dokumen atau arsip terkait masalah yang akan diteliti. Data bisa diakses melalui
www.idx.co.id dengan periode tahun 2013-2015 yang berbentuk laporan
keuangan dan laporan tahunan (annual report)
E. Definisi Operasional Variable Penelitian 1. Variabel Dependen
Dalam penelitian ini kebijakan deviden diproksi dengan DPR. Dividend
Payout Ratio adalah perbandingan anatara dividend per share dengan earning
per share. DPR merupakan presentase dari pendapatan yang akan dibayarkan
kepada para pemegang saham sebagai cash dividend (Riyanto, 2008). Dividen
Payout Ratio (DPR) dapat dirumuskan sebagai berikut :
� = ����
2. Variabel Independen
a) Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan
perusahaan untuk membayar kewajiban financial jangka pendek tepat pada
waktunya, likuiditas perusahaan ditunjukkan oleh besar kecilnya aktiva lancar
yaitu aktiva yang mudah untuk diubah menjadi kas yang meliputi kas, surat
berharga, piutang, persediaan, Agus sartono (2008). Penelitian ini likuiditas
perusahaan diukur dengan current ratio. Current ratio merupakan salah satu
ukuran dari rasio likuiditas (liquidity ratio) yang dihitung dengan membagi
aktiva lancar (current assets) dengan hutang atau kewajiban lancar (current
liability). current ratio (CR) dapat dirumuskan sebagai berikut :
� =ℎ � � � ��� � � � �� �� ��
(Hanafi, 2004)
b) Rasio Profitabilitas
Rasio Profitabilitas adalah mengukur seberapa besar kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan keuntungan, Nursaada (2012). Rasio
profitabilitas dalam penelitian ini diproksi kan dengan ROA. Return on
diperolehperusahaan dalam menjalankan operasionalnya. ROA dapat
dirumuskan sebagai berikut
�� = � �� � � ���
( Hanafi, 2004)
c) Rasio solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio mengukur kemampuan perusahaan
memenuhi kewajiban jangka panjangnya menurut Hanafi (2004). Rasio
solvabilitas dalam penelitian ini diproksi dengan DER. Debt to equity ratio
(DER) mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh
kewajibannya, yang ditunjukkan oleh berapa bagian modal sendiri yang
digunakan untuk membayar hutang ( I Gede,2012).
DER� = � ℎ � ��� � � � � ��
(Hanafi, 2004)
d) Rasio aktivitas
Rasio aktivitas adalah rasio yang melihat seberapa besar efisiensi
penggunaan asset oleh perusahaan menurut Hanafi (2004). Rasio aktivitas
asset turn over adalah untuk menunjukkan bagaimana efektivitas perusahaan
menggunakan keseluruhan aktiva untuk menciptakan penjualan dan
mendapatkan laba, Agus Sartono (2008). Dalam mencari hubungan antara
perputaran aktiva dengan rentabilitas ekonomi, menggunakan perhitungan
rasio aktivitas, yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menggunakan
dana yang tersedia yang tercermin dalam perputaran modalnya (Kadek,
2016).
TATO� = � � �� � � ���
(Hanafi, 2004)
e) Size
Ukuran perusahaan atau size menunjukkan besar kecilnya perusahaan
yang dapat dilihat dari besar kecilnya total asset perusahaan,yang diproksikan
dengan log of total asset. Logaritma natural of total asset ini digunakan untuk
mengurangi perbedaan signifikan antara ukuran perusahaan yang terlalu kecil,
maka nilai total asset dibentuk menjadi logaritma natural (Ln Total asset).
Logaritma natural ini dibentuk bertujuan untuk membuat data total asset
terdistribusi normal, Darmawati (2005) dalam Aini (2016).
Proksi ukuran perusahaan dapat menggunakan natural log total aset.
Nilai buku aset total adalah nilai aset total yang tercatat dalam neraca tahun t.
F. Teknik Analisis Data 1. Analisis data
Pengujian hipotesis dilakukan untuk meneliti pengaruh likuiditas,
profitabilitas, solvabilitas, aktivitas, dan ukuran perusahaan terhadap
kebijakan deviden. Pada penelitian ini teknik analisis data dilakukan dengan
menggunakan teknik analisis berganda untuk mengolah dan membahas data
yang telah diperoleh serta menguji hipotesis yang diajukan. Pengujian
dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 15.0 untuk
mempermudah perhitungan statistik.
2. Statistik Deskriptif
Analisis statistic deskriptif adalah analisis yang menggambarkan suatu
data yang akan dibuat baik sendiri maupun kelompok digunakan untuk
megetahui nilai rata-rata (mean), nilai maksimum, nilai minimum, dan
standar deviasi masing masing variabel. Tujuan analisis ini untuk membuat
gambaran secara sistematis data yang factual dan akurat mengenai
fakta-fakta serta hubungan antar fenomena yang diselidiki atau diteliti ( Riduan
3. Uji Regresi Linear Berganda
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi
berganda, yaitu :
�= + � �� � + � � � + � �� + � � � + � �� �
Dimana :
Y = kebijakan deviden
a = Konstanta
1− 4= Nilai koefisien yang dicari
Lik = likuiditas
Prof = profitabilitas
Sol = solvabilitas
Akt = aktivitas
SIZE= size (ukuran perusahaan)
4. Uji Asumsi Klasik
Menurut Ghozali (2011), Pengujian uji asumsi klasik merupakan suatu
digunakan bebas dari kesalahan pengganggu yang dapat mempengaruhi hasil
penelitian. Uji asumsi klasik terdiri dari :
a. Uji Normalitas
Ghozali (2009:107) uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah
dalam modelregresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya memiliki
distribusi normal atau tidak.
Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau
mendekati normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus
diagonal, dan ploting data akan dibandingkan dengan dengan garis
diagonal. Jika distribusi data adalah normal, maka garis yang
menghubungkandata sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya. Uji
normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Uji
Kolmogorov Smirnov. Jika nilai Kolmogrov-smirnov lebih besar dari α =
0,05, maka data normal (Ghozali,2009).
b. Uji Multikolinearitas
Ghozali (2009:25) uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah
dalam modelregresi ditemukan adanya korelasi yang tinggi atau sempurna
antar variabel bebas atau independen. Model regresi yang baik seharusnya
tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas. Jika variabel bebas saling