• Tidak ada hasil yang ditemukan

Viabilitas Polen dan Kultur Anter Pada Beberapa Kultivar Pisang (Musa spp.)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Viabilitas Polen dan Kultur Anter Pada Beberapa Kultivar Pisang (Musa spp.)"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1 Polen A. Jagung, B. Kelapa genjah, C. Pinus, D. Kelapa Sawit. 1. Polen
Gambar 2 Infloresens penghasil polen A. jagung, B. kelapa genjah, C. pinus, D.
Tabel 3 Inflamasi lokal setelah pengenalan alergen
Gambar 5 Perubahan berat badan tikus sebelum (    ) dan  sesudah (     )
+5

Referensi

Dokumen terkait

Komposisi asam lemak pada sampel minyak nabati yaitu minyak kelapa, kelapa murni, kelapa sawit, kedele, jagung, campuran dan lemak hewani yaitu lemak sapi, ayam, babi, kambing

Masing-masing kultivar pisang menghasilkan pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, serta kadar hijau daun dan diameter batang semu yang

penggunaan bibit kultur jaringan yang berasal dari tanaman induk yang genjah, produksi tinggi dan bebas penyakit, (2) pengolahan tanah dengan kedalaman ± 40 cm, (3) pembuangan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Sri Kuncoro Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah dapat diketahui bahwa ditemukan sebanyak

Perlakuan ekstrak jagung muda pada parameter persentase tanaman hidup, jumlah daun, panjang akar bobot segar planlet tidak berbeda nyata.. Bobot kering planlet konsentrasi 8 ppm

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara campuran NAA dan Kinetin terhadap pertumbuhan tiga kultivar buah pisang secara teknik kultur

Efisiensi penyerbukan oleh kumbang sangat tergantung pada kemampuan kumbang mentransfer polen dari bunga jantan anthesis ke bunga betina reseptif kelapa sawit.. Kumbang

Untuk mengembangkan berbagai olahan pangan dari tepung dan pati pisang perlu diketahui karakteristik dan mutu tepung pisang, salah satu karakteristik yang perlu