• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA PADA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK DENGAN LEARNING START WITH A QUESTION PADA POKOK BAHASAN REAKSI REDOKS MENGGUNAKAN MEDIA LKS.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBEDAAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA PADA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK DENGAN LEARNING START WITH A QUESTION PADA POKOK BAHASAN REAKSI REDOKS MENGGUNAKAN MEDIA LKS."

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

PERBEDAAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA PADA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING

STICK DENGAN LEARNING START WITH A QUESTION PADA POKOK BAHASAN REAKSI REDOKS

MENGGUNAKAN MEDIA LKS

Oleh: Nelli Purba NIM 4123131063

Program Studi Pendidikan Kimia

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

iii

PERBEDAAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA PADA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING

STICK DENGAN LEARNING START WITH A QUESTION PADA POKOK BAHASAN REAKSI REDOKS

MENGGUNAKAN MEDIA LKS

Nelli Purba (4123131063)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar kimia siswa SMA pada model pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick dengan Learning Start With A Question (LSQ) pada pokok Bahasan Reaksi Redoks menggunakan media Lembar Kerja siswa (LKS). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Swasta Budi Murni 3 Medan sebanyak dua kelas. Sampel penelitian yang berjumlah dua kelas, yaitu satu kelas sebagai kelas eksperimen 1 yang diberi pembelajaran dengan model kooperatif tipe LSQ dan satu kelas sebagai kelas eksperimen 2 yang diberi pembelajaran dengan model kooperatif tipe Talking Stick. Data yang diambil adalah peningkatan hasil belajar siswa, yaitu diambil dari nilai siswa sebelum (pre-tes) dan setelah (pos-tes) diberikan perlakuan. Instrumen yang digunakan untuk data peningkatan hasil belajar siswa adalah tes objektif sebanyak 20 soal dengan 5 option yang telah diuji validasi, reliabilitas, daya beda, tingkat kesukaran, dan distruktor. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji-t dua pihak. Hasil uji t diperoleh t < -t ½ α dan t > t ½ α (2,424 < - 1,671 dan 2,424 > 1,671) pada taraf signifikansi α = 0,05 dan db = 28. Hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima karena Ha berada di daerah kritis sehingga dapat disimpulkan yaitu ada perbedaan peningkatan hasil belajar kimia siswa SMA pada model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dengan Learning Start With A Question (LSQ) pada pokok bahasan Reaksi Redoks menggunakan media LKS. Rata-rata peningkatan hasil belajar kelas eksperimen 1 adalah 74% ± 0,1296 (kategori tinggi) dan kelas eksperimen 2 adalah 66% ± 0,1335 (kategori sedang).

(4)

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus, atas berkat

dan rahmat Nya yang memberikan kesehatan dan hikmat kepada penulis sehingga

skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang

direncanakan.

Skripsi berjudul : “Perbedaan Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa

SMA Pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick Dengan Learning

Start With A Question Pada Pokok Bahasan Reaksi Redoks Menggunakan Media LKS”, disusun untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.

Dalam penyusunan skripsi ini penulis banyak memperoleh bantuan dari

berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan

terimakasih kepada: Bapak Drs. Kawan Sihombing M.Si sebagai dosen

pembimbing skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran-saran

kepada penulis sejak awal penyusunan proposal sampai dengan selesainya

penyusunan skipsi ini. Ucapan terimakasih juga disampaiakan kepada Bapak Dr.

Ajat Sudrajat M.Si, Bapak Drs. Jasmidi M.Si dan Ibu Dra. Hafni Indriati

Nasution, M.Si selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan dan

saran-saran mulai dari rencana penelitian sampai selesai penyusunan skripsi ini. Ucapan

terimakasih juga disampaikan kepada Bapak Dr. Zainuddin M, M.Si selaku Dosen

Pembimbing Akademik dan kepada seluruh Bapak/Ibu dosen beserta Staf Pegawai

Jurusan kimia FMIPA UNIMED yang sudah membantu penulis.

Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Kepala sekolah dan

Bapak/Ibu guru SMA Swasta Budi Murni 3 Medan terkhusus kepada Bapak

Rudyi Pardosi, S.Pd selaku guru Kimia, para siswa-siswi terkhusus kelas X-A dan

X-B yang telah banyak membantu selama penelitian dilaksanakan.

Teristimewa penulis sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya

kepada: Ayahanda tercinta Jahotman Purba, Ibunda Ulina Siregar dan kakak,

(5)

v

dan Priko Purba) yang selalu berdoa dan memberi semangat kepada penulis dalam

menyelasaikan studi di Universitas Negeri Medan.

Penulis juga menyampaikan terimakasih kepada teman-teman yang selalu

memberikan dukungan doa dan motivasi yaitu seluruh teman-teman seperjuangan

di jurusan kimia, khususnya sahabat terbaik sekaligus KTBku Nobelia dan Novia,

serta teman termanis ku Sri Juliana, Ita, Judika, Meli, Helen, Mei, PutLi, PutSun,

Devi, dan seluruh pasukan kelas Pendidikan Kimia C 2012. Terimakasih juga buat

pejuang hebat se-PS (Nanda, Aida, dan Amru). Tidak lupa buat kakak-kakak PKK

terkasih, kak Riris, kak Herlina dan kak Mika. Juga adik-adikku Filadelfia (Fitry,

Welni, Roma, Susi, Jemido). Teman 1 Tim (Dian dan Monika). Terimakasih buat

teman-teman Seli, Dina, Resina, Doni, Juheri, Edo, Jawanri dan kepada semua

pihak yang telah membantu sampai selesainya skripsi ini yang tidak tersebutkan

namanya satu persatu.

Penulis sudah berupaya semaksimal mungkin dalam menyelesaikan skripsi

ini, tetapi penulis masih mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun

dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Kiranya skripsi ini bermanfaat dalam

memperkaya pengetahuan dalam ilmu pendidikan khususnya Kimia.

Medan, 1 Agustus 2016 Penulis

(6)

DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Pengesahan i

Riwayat Hidup ii

Abstrak iii

Kata Pengantar iv

Daftar Isi vi

Dftar Gambar vii

Daftar Tabel ix

Daftar Grafik x

Daftar Lampiran xi

BAB I: PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah 1

1.2. Identifikasi Masalah 3

1.3. Batasan Masalah 3

1.4. Rumusan Masalah 4

1.5. Tujuan Penelitian 4

1.6. Manfaat Penelitian 4

1.7. Definisi Operasional 5

BAB II: TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Hasil Belajar 6

2.2. Model Pembelajaran 7

2.3. Model Pembelajaran Kooperatif 9

2.3.1. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick 10 2.3.2. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning Start With A Question 12 2.4. Media Pembelajaran Lembar Kerja Siswa (LKS) 13

2.5. Reaksi Reduksi dan Oksidasi 15

2.5.1. Konsep Reaksi Redoks 15

2.5.2. Pereduksi dan Pengoksidasi 20 2.5.3. Tata Nama IUPAC Berdasarkan Bilangan Oksidasi 21

2.6. Hipotesis Penelitian 23

2.6.1. Hipotesis Verbal 23

2.6.2. Hipotesis Statistika 23

BAB III: METODE PENELITIAN

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 24

3.2. Populasi dan Sampel 24

3.3. Variabel Penelitian 24

3.3.1. Variabel Bebas 24

3.3.2. Variabel Terikat 24

(7)

vii

3.4. Rancangan Penelitian 24

3.5. Instrumen Penelitian 25

3.5.1. Validasi Isi 26

3.5.2. Validitas Item Tes 26

3.5.3. Reliabilitas Tes 27

3.5.4. Taraf Kesukaran 28

3.5.5. Daya Pembeda 28

3.5.6. Distruktor 29

3.6. Teknik Pengumpulan Data 29

3.7. Teknik Analisis Data 31

3.7.1. Uji Normalitas 31

3.7.2. Uji Homogenitas 31

3.7.3. Uji Hipotesis 31

3.7.4. Persen Peningkatan Hasil Belajar 32

BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Deskripsi Hasil Penelitian 34

4.1.1. Analisis Instrumen Penelitian 34

4.1.1.1. Validasi Isi 34

4.1.1.2. Validasi Item Tes 34

4.1.1.3. Reliabilitas Tes 34

4.1.1.4. Taraf Kesukaran 35

4.1.1.5. Daya Pembeda 35

4.1.1.6. Distraktor 35

4.1.2. Deskripsi Data Hasil Penelitian 35

4.1.2.1. Data pre-tes Siswa 35

4.1.2.2. Data Pos-tes Siswa 36

4.1.2.3. Data Peningkatan Hasil Belajar (Gain) 36

4.1.3. Analisis Data 37

4.1.3.1. Uji Normalitas 37

4.1.3.2. Uji Homogenitas Gain 38

4.1.3.3. Uji Hipotesis 38

4.2. Pembahasan Hasil Penelitian 39

BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan 42

5.2. Saran 42

(8)

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1. Reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari 16

Gambar 2.2. Nyala kembang api berwarna putih dihasilkan oleh reaksi

antara Mg dan O2 17

(9)

ix

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 2.1. Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif 10

Tabel 2.2. Contoh senyawa biner logam dan non-logam 21

Tabel 2.3. Contoh senyawa biner dari non-logam dan non-logam 21

Tabel 2.4. Contoh senyawa mengandung ion poliatom 1 22

Tabel 2.5. Contoh senyawa yang mengandung ion poliatom 2 22

Tabel 3.1. Rincian perlakuan metode mengajar yang diberikan 25

Tabel 4.1. Data Pre-tes Siswa 36

Tabel 4.2. Data Pos-tes Siswa 37

Tabel 4.3. Hasil Perolehan Peningkatan Hasil Belajar dari Kedua Sampel 37

Tabel 4.4. Uji Normalitas Peningkatan Hasil Belajar (gain) 37

Tabel 4.5. Uji Homogenitas Data Gain 38

(10)

DAFTAR GRAFIK

Halaman

Grafik 4.1. Persentase Peningkatan Hasil Belajar 37

Grafik 4.2. Rata-rata nilai pre-tes dan pos-tes kelas eksperimen 1

(11)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Silabus 45

Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 47 Lampiran 3a. Kisi – kisi Instrumen Tes Sebelum Validasi 67 Lampiran 3b. Kisi – kisi Instrumen Test Setelah Validasi 80 Lampiran 3c. Instrumen Tes Hasil Belajar Sebelum Divalidasi 85 Lampiran 3d. Instrumen Tes Hasil Belajar Setelah Divalidasi 93 Lampiran 4a. Pembahasan dan Kunci Jawaban Instrumen Tes sebelum

Validasi

97

Lampiran 4b. Pembahasan dan Kunci Jawaban Instrumen Tes setelah Validasi

104

Lampiran 5. Lembar Kerja Siswa (LKS) 108 Lampiran 6. Pembahasan Lembar Kerja Siswa (LKS) 116

Lampiran 7. Tabel Validasi 121

Lampiran 8. Perhitungan Validasi Item Tes 122

Lampiran 9. Tabel Reliabilitas 125

Lampiran 10. Perhitungan Reliabilitas 126 Lampiran 11. Tabel Taraf Kesukaran 127 Lampiran 12. Perhitungan Tingkat Kesukaran 128

Lampiran 13. Tabel Daya Beda 130

Lampiran 14. Perhitungan Daya Beda 131

Lampiran 15. Distruktor 133

Lampiran 16. Uji Normalitas Data 135 Lampiran 17. Uji Homogenitas Data 142 Lampiran 18. Perhitungan Uji Hipotesis 145 Lampiran 19. Perhitungan Rata-rata, Varians dan Simpangan Baku 147 Lampiran 20a. Tabulasi Data Nilai Siswa Kelas Eksperimen 1 151 Lampiran 20b. Tabulasi Data Nilai Siswa Kelas Eksperimen 2 152 Lampiran 21. Data Peningkatan Hasil Belajar (Gain) Kelas

Eksperimen 1 Dan Kelas Eksperimen 2

153

(12)

1

Dictionary of Psychology (dalam Syah, 2010), pendidikan diartikan

sebagai tahapan kegiatan yang bersifat kelembagaan yang dipergunakan untuk

menyempurnakan perkembangan individu dalam menguasai pengetahuan,

kebiasaan, sikap dan sebagainya.

Kalau mengamati pendidikan di Indonesia, kita akan mendapatkan

beberapa fenomena dan indikasi yang sangat tidak kondusif untuk mewujudkan

Indonesia menjadi Negara maju dalam pendidikan. Hal tersebut karena sampai

saat ini, pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan

merupakan perangkat fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru

sebagai sumber utama pengetahuan, dan ceramah menjadi pilihan utama dalam

strategi belajar (Hamdani, 2011). Salah satu masalah yang dihadapi dunia

pendidikan kita adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses

pembelajaran anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir

(Sanjaya, 2006).

Peran guru sangat penting dalam proses pembelajaran untuk

mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Menurut Sardiman (2011),

mengatakan bahwa guru merupakan salah satu unsur di bidang kependidikan

harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga

profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang.

Model pembelajaran juga merupakan unsur penting untuk keberhasilan

siswa dalam belajar. Mengingat bahwa pelajaran kimia terkesan sulit bagi para

siswa, maka metode pembelajaran yang digunakan guru haruslah bervariasi dan

kreatif untuk membuat siswa tidak jenuh dalam belajar. Berdasarkan hasil

observasi di SMA Swasta Budi Murni 3 Medan sebagai tempat peneliti untuk

melaksanakan penelitian, hasil belajar kimia siswa termasuk ke dalam kategori

rendah, karena siswa masih merasa sulit untuk mengerti tentang kimia dengan

(13)

2

Pemilihan dan penggunaan model pembelajaran yang menjadi

pertimbangan adalah tujuan yang akan dicapai untuk meningkatkan hasil

belajar siswa. Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran

yang terdiri dari kelompok-kelompok. Ada banyak tipe model pembelajaran

kooperatif diantaranya adalah tipe Talking Stick dan tipe Learning Start With A

Question. Cara menciptakan pola belajar aktif pada siswa adalah dengan

merangsang siswa untuk bertanya tentang materi pelajaran, tanpa penjelasan dari

guru terlebih dahulu (Silberman, 2007).

Model pembelajaran Talking Stick, pengetahuan awal siswa pada materi

pelajaran dikonstruksi oleh guru, kemudian seiring berjalan pembelajaran maka

pengetahuan awal tersebut dimodifikasi oleh pengetahuan siswa dalam

pembelajaran kelompok. Sedangkan pada model pembelajaran Learning Start

With A Question (LSQ), pengetahuan awal siswa dikonstruksi oleh siswa sendiri

dengan cara membaca, meringkas, dan membuat daftar pertanyaan. Setelah itu,

guru menjelaskan materi pelajaran untuk meluruskan pemahaman konsep siswa

terutama mengenai hal-hal yang menjadi pertanyaan mereka.

Beberapa peneliti sebelumnya telah melakukan penelitian yang relevan

dengan model pembelajaran Talking Stick dan LSQ. Berdasarkan penelitian yang

dilakukan oleh Purwaningsih (2014), prestasi belajar kognitif model pembelajaran

kooperatif tipe talking stick lebih baik dibandingkan tipe TGT, yang ditunjukkan

dengan nilai rata-rata kognitif berturut-turut 79, 167 dan 71,11.

Sutaryono (2014), telah melakukan penelitian menyatakan bahwa

penggunaan metode talking stick berbantuan media flash dilengkapi handout

mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Pada saat kondisi awal hasil belajar

siswa adalah 60,26 %, kemudian menjadi 69,22 % pada siklus I, dan 74,34 %

pada siklus II.

Susatyo (2009), telah melakukan penelitian menyatakan bahwa hasil

belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran LSQ lebih baik dari pada

SRL dengan perolehan nilai rata-rata secara berturut-turut adalah 92, 68% dan

(14)

Nurhabibah (2012), telah melakukan penelitian menyatakan bahwa adanya

peningkatan penguasaan materi siswa dengan rata-rata N-gain 33,53 pada taraf

kepercayaan sebesar 95 %.

Sepengetahuan peneliti, pada penelitian-penelitian sebelumnya belum ada

penelitian yang membandingkan antara model Talking Stick dan model LSQ.

Karena itulah peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai perbandingan

kedua model pembelajaran ini. Bila nanti ada perbedaan, maka akan diketahui

model pembelajaran manakah yang lebih unggul. Jadi peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan judul : “Perbedaan Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa SMA pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick dengan Learning Start With A Question pada pokok Bahasan Reaksi Redoks Menggunakan Media LKS”.

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi

beberapa masalah sebagai berikut:

1. Model pembelajaran yang kurang bervariasi di sekolah

Dalam hal ini, guru cenderung kurang pandai dalam menyesuaikan model

pembelajaran dengan setiap materi kimia. Karena tidak semua model

pembelajaran dapat diterapkan di dalam proses belajar mengajar dan harus

memperhatikan karakteristik materi yang akan disajikan.

2. Hasil belajar kimia siswa yang yang relatif rendah

Hasil ini juga menjadi tolak ukur bagaimana tingkat keberhasilan seorang

guru dalam proses belajar mengajar di dalam kelas.

1.3. Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Materi pelajaran kimia kelas X semester 2 pada pokok bahasan Reaksi

Redoks

(15)

4

3. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kooperatif

tipe Talking Stick dan Learning Start With A Question (LSQ)

4. Media yang digunakan adalah media Lembar Kerja Siswa (LKS)

1.4. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka

yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah ada perbedaan peningkatan hasil belajar kimia siswa SMA pada

model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dengan Learning Start With

A Question pada pokok Bahasan Reaksi Redoks menggunakan media LKS?

2. Berapa persen peningkatan hasil belajar kimia siswa yang diajarkan dengan

model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dengan Learning Start With

A Question pada pokok Bahasan Reaksi Redoks?

1.5. Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini adalah:

1. Mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar kimia siswa SMA pada

model pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick dengan Learning Start

With A Question pada pokok Bahasan Reaksi Redoks menggunakan media

LKS.

2. Mengetahui persen peningkatan hasil belajar kimia siswa yang diajarkan

dengan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dengan Learning

Start With A Question LSQ pada pokok Bahasan Reaksi Redoks.

1.6. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Bagi Peneliti

Menambah wawasan, kemampuan dan pengalaman dalam meningkatkan

kompetensi peneliti sebagai calon guru.

(16)

Memberi informasi dan masukan serta membantu dalam penyampaian materi

pelajaran kepada siswa.

3. Bagi Siswa

Menambah pengetahuan dan membantu meningkatkan minat belajar serta

kemandirian siswa.

4. Bagi Peneliti Selanjutnya

Memberi informasi dalam penelitian selanjutnya untuk meningkatkan kualitas

proses pembelajaran khususnya pembelajaran kimia.

1.7. Definisi Operasional

1. Model pembelajaran Talking Stick

Model ini dilakukan dengan bantuan tongkat. Siswa yang mendapatkan

tongkat wajib menjawab pertanyaan yang diberi oleh guru.

2. Model pembelajaran kooperatif tipe Learning Start with A Question (LSQ)

Model ini merupakan suatu model pembelajaran aktif dalam bertanya. Pada

awal pembelajaran guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya

tentang materi yang akan dipelajari yang sudah dibaca terlebih dahulu di

rumah.

3. Media Lembar Kerja Siswa (LKS)

Lembar Kerja Siswa adalah panduan siswa yang digunakan untuk melakukan

kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah. Lembar Kerja Siswa berupa

lembaran kertas yang berupa informasi maupun soal-soal

(pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa).

4. Reaksi Redoks

Reaksi Redoks merupakan materi kimia kelas X semester genap. Pada materi

ini, akan dibahas tentang konsep reaksi redoks, pereduksi dan pengoksidasi,

dan tata nama senyawa.

5. Hasil Belajar Siswa

Hasil belajar siswa merupakan hasil akhir yang akan diperoleh siswa setelah

diberikan perlakuan yaitu dengan model pembelajaran kooperatif tipe Talking

(17)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Dari hasil analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini dapat ditarik

kesimpulan yaitu:

1. Ada perbedaan peningkatan hasil belajar kimia siswa SMA pada model

pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick dengan Learning Start With A

Question (LSQ) pada pokok Bahasan Reaksi Redoks menggunakan media

Lembar Kerja siswa (LKS).

2. Persen peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen 1 dengan model

pembelajaran Learning Start With A Question sebesar 74% (kategori tinggi)

sedangkan persen peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen 2 dengan

model pembelajaran Talking Stick sebesar 66% (kategori sedang).

5.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas, maka sebagai tindak

lanjut dari penelitian ini disarankan hal sebagai berikut:

1. Perlunya penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Start

with A Question (LSQ) dan Talking Stick dalam pembelajaran kimia di

sekolah untuk meningkatkan hasil belajar siswa

2. Peneliti berikutnya hendaknya membuat perencanaan yang lebih baik pada

pengorganisasian kelompok, sehingga jumlah siswa dalam kelompok

hanya 2-3 orang saja agar semua boleh bekerja dalam diskusi kelompok

3. Peneliti berikutnya hendaknya memperkenalkan materi pembelajaran

sebelum diskusi kelompok. Karena ketika langsung diskusi kelompok,

siswa tidak memahami sedikitpun tentang materi pembelajaran dan

bingung sehingga tidak mengetahui apa yang harus dikerjakan dalam

kelompok tersebut.

4. Peneliti berikutnya sebaiknya menambah observer supaya proses belajar

dan diskusi bisa terkontrol.

(18)

A.M, Sardiman, (2011), Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Adisusilo, Sutarjo, (2012), Pembelajaran Nilai-Karakter, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Arikunto, Suharsimi, (2006), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta.

Azhar, Arsyad, (2007), Media Pembelajaran, RajaGrafindo Persada, Jakarta.

Hamdani, (2011), Strategi Belajar Mengajar, Pustaka Setia, Bandung.

Jihad dan Haris, (2013), Evaluasi Pembelajaran, Multi Pressindo, Yogyakarta.

Johari dan Rachmawati, (2007), Kimia SMA dan MA untuk Kelas X, Erlangga, Jakarta.

Nurhabibah, B, (2012), Pengaruh Strategi Learning Start With A Question (LSQ) Terhadap Penguasaan Materi Oleh Siswa, Jurnal Penelitian Pendidikan, Universitas Lampung, Lampung.

Purwaningsih, A, (2014), Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick dan Teams Games Tournaments (TGT) Ditinjau Dari Kemampuan Matematik Pada Materi Pokok Hodrolisis Garam Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI SMAN Kebakkramat Tahun Pelajaran 2013/2014, Jurnal Pendidikan Kimia, 3 : 31-40

Rohani, Ahmad, (2007), Media Instruksional Edukatif, Rineka Cipta, Jakarta.

Rusman, (2011), Model-model Pembelajaran, Rajagrafindo Persada, Jakarta.

Sagala, Syaiful, (2009), Konsep dan Makna pembelajaran, Alfabeta, Bandung.

Sanjaya, Wina, (2006), Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Kencana, Jakarta.

(19)

44

Slameto, (2010), Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi, Rineka Cipta, Jakarta.

Silberman, M. L, (2007), Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif, Pustaka Insan Madani, Yogyakarta.

Silitonga, P. M, (2011), Statistik Teori dan Aplikasi dalam Penelitian, Unimed Press, Medan.

Slavin, Robert E, (2005), Cooperatif Learning, Nusa Media, Bandung.

Sofan, Amri, (2013), Pengembangan dan Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013, Prestasi Pustakaraya, Jakarta.

Sugiyono, 2013, Metode Penelitian Pendidikan, Alfabeta, Bandung.

Sulistiyarini, F, Reaksi Redoks, http://kimiareaksiredoks.blogspot.co.id/p/reaksi-disproporsionasi-dan.html, diakses tanggal 7 Januari 2016.

Suprijono, Agus, 2009, Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Susatyo, EB, (2009), Penggunaan Model Learning With A Question dan Self Regulated Learning Pada Pembelajatan Kimia, Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 3 :406-412.

Sutaryono, SR, (2014), Pembelajaran Kimia Dengan Metode Talking Stick Berbantuan Media Flash Dilengkapi Handout Untuk Meningkatkan Kualitas Proses Dan Hasil Belajar Materi Pokok Ikatan Kimia Siswa Kelas X.4 SMA Negeri 1 Dayeuhluhur Tahun Ajaran 2010/2011, Jurnal Pendidikan Kimia, 3 : 121-128.

Sutresna, Nana, (2006), Cerdas Belajar Kimia Untuk Kelas X SMA/MA, Grafindo, Jakarta.

Syah, Muhibbin, (2010), Psikologi Pendidikan, Remaja Rosdakarya, Bandung.

Gambar

Gambar 2.1. Reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari
Grafik 4.1. Persentase Peningkatan Hasil Belajar
Tabel Validasi Perhitungan Validasi Item Tes Tabel Reliabilitas

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui apakah rata-rata prestasi belajar geografi pada siswa kelas X SMA Negeri 2 yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar kimia siswa SMA melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan tipe

berjudul ““Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick pada Pokok Bahasan Usaha dan Energi untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil. Belajar Siswa

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe make a match dan talking stick terhadap prestasi belajar siswa. Populasi

Model pembelajaran kooperatif tipe talking stick adalah belajar kelompok yang menggunakan stick dan lagu nasionalisme sebagai media peserta didik untuk

Adanya peningkatan aktivitas dalam belajar siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe talking stick maka hipotesis yang berbunyi jika guru menerapkan model

Motivasi dan prestasi belajar yang telah meningkat dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick perlu ditingkatkan lagi dengan menggunakan model

Nadila Aulia Vista, Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick Berbantuan Media Question Box Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas III SDN 161 Pekanbaru 25