PERBEDAAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA PADA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING
STICK DENGAN LEARNING START WITH A QUESTION PADA POKOK BAHASAN REAKSI REDOKS
MENGGUNAKAN MEDIA LKS
Oleh: Nelli Purba NIM 4123131063
Program Studi Pendidikan Kimia
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
iii
PERBEDAAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA PADA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING
STICK DENGAN LEARNING START WITH A QUESTION PADA POKOK BAHASAN REAKSI REDOKS
MENGGUNAKAN MEDIA LKS
Nelli Purba (4123131063)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar kimia siswa SMA pada model pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick dengan Learning Start With A Question (LSQ) pada pokok Bahasan Reaksi Redoks menggunakan media Lembar Kerja siswa (LKS). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Swasta Budi Murni 3 Medan sebanyak dua kelas. Sampel penelitian yang berjumlah dua kelas, yaitu satu kelas sebagai kelas eksperimen 1 yang diberi pembelajaran dengan model kooperatif tipe LSQ dan satu kelas sebagai kelas eksperimen 2 yang diberi pembelajaran dengan model kooperatif tipe Talking Stick. Data yang diambil adalah peningkatan hasil belajar siswa, yaitu diambil dari nilai siswa sebelum (pre-tes) dan setelah (pos-tes) diberikan perlakuan. Instrumen yang digunakan untuk data peningkatan hasil belajar siswa adalah tes objektif sebanyak 20 soal dengan 5 option yang telah diuji validasi, reliabilitas, daya beda, tingkat kesukaran, dan distruktor. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji-t dua pihak. Hasil uji t diperoleh t < -t ½ α dan t > t ½ α (2,424 < - 1,671 dan 2,424 > 1,671) pada taraf signifikansi α = 0,05 dan db = 28. Hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima karena Ha berada di daerah kritis sehingga dapat disimpulkan yaitu ada perbedaan peningkatan hasil belajar kimia siswa SMA pada model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dengan Learning Start With A Question (LSQ) pada pokok bahasan Reaksi Redoks menggunakan media LKS. Rata-rata peningkatan hasil belajar kelas eksperimen 1 adalah 74% ± 0,1296 (kategori tinggi) dan kelas eksperimen 2 adalah 66% ± 0,1335 (kategori sedang).
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus, atas berkat
dan rahmat Nya yang memberikan kesehatan dan hikmat kepada penulis sehingga
skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang
direncanakan.
Skripsi berjudul : “Perbedaan Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa
SMA Pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick Dengan Learning
Start With A Question Pada Pokok Bahasan Reaksi Redoks Menggunakan Media LKS”, disusun untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.
Dalam penyusunan skripsi ini penulis banyak memperoleh bantuan dari
berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan
terimakasih kepada: Bapak Drs. Kawan Sihombing M.Si sebagai dosen
pembimbing skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran-saran
kepada penulis sejak awal penyusunan proposal sampai dengan selesainya
penyusunan skipsi ini. Ucapan terimakasih juga disampaiakan kepada Bapak Dr.
Ajat Sudrajat M.Si, Bapak Drs. Jasmidi M.Si dan Ibu Dra. Hafni Indriati
Nasution, M.Si selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan dan
saran-saran mulai dari rencana penelitian sampai selesai penyusunan skripsi ini. Ucapan
terimakasih juga disampaikan kepada Bapak Dr. Zainuddin M, M.Si selaku Dosen
Pembimbing Akademik dan kepada seluruh Bapak/Ibu dosen beserta Staf Pegawai
Jurusan kimia FMIPA UNIMED yang sudah membantu penulis.
Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Kepala sekolah dan
Bapak/Ibu guru SMA Swasta Budi Murni 3 Medan terkhusus kepada Bapak
Rudyi Pardosi, S.Pd selaku guru Kimia, para siswa-siswi terkhusus kelas X-A dan
X-B yang telah banyak membantu selama penelitian dilaksanakan.
Teristimewa penulis sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya
kepada: Ayahanda tercinta Jahotman Purba, Ibunda Ulina Siregar dan kakak,
v
dan Priko Purba) yang selalu berdoa dan memberi semangat kepada penulis dalam
menyelasaikan studi di Universitas Negeri Medan.
Penulis juga menyampaikan terimakasih kepada teman-teman yang selalu
memberikan dukungan doa dan motivasi yaitu seluruh teman-teman seperjuangan
di jurusan kimia, khususnya sahabat terbaik sekaligus KTBku Nobelia dan Novia,
serta teman termanis ku Sri Juliana, Ita, Judika, Meli, Helen, Mei, PutLi, PutSun,
Devi, dan seluruh pasukan kelas Pendidikan Kimia C 2012. Terimakasih juga buat
pejuang hebat se-PS (Nanda, Aida, dan Amru). Tidak lupa buat kakak-kakak PKK
terkasih, kak Riris, kak Herlina dan kak Mika. Juga adik-adikku Filadelfia (Fitry,
Welni, Roma, Susi, Jemido). Teman 1 Tim (Dian dan Monika). Terimakasih buat
teman-teman Seli, Dina, Resina, Doni, Juheri, Edo, Jawanri dan kepada semua
pihak yang telah membantu sampai selesainya skripsi ini yang tidak tersebutkan
namanya satu persatu.
Penulis sudah berupaya semaksimal mungkin dalam menyelesaikan skripsi
ini, tetapi penulis masih mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun
dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Kiranya skripsi ini bermanfaat dalam
memperkaya pengetahuan dalam ilmu pendidikan khususnya Kimia.
Medan, 1 Agustus 2016 Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
Lembar Pengesahan i
Riwayat Hidup ii
Abstrak iii
Kata Pengantar iv
Daftar Isi vi
Dftar Gambar vii
Daftar Tabel ix
Daftar Grafik x
Daftar Lampiran xi
BAB I: PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah 1
1.2. Identifikasi Masalah 3
1.3. Batasan Masalah 3
1.4. Rumusan Masalah 4
1.5. Tujuan Penelitian 4
1.6. Manfaat Penelitian 4
1.7. Definisi Operasional 5
BAB II: TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Hasil Belajar 6
2.2. Model Pembelajaran 7
2.3. Model Pembelajaran Kooperatif 9
2.3.1. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick 10 2.3.2. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning Start With A Question 12 2.4. Media Pembelajaran Lembar Kerja Siswa (LKS) 13
2.5. Reaksi Reduksi dan Oksidasi 15
2.5.1. Konsep Reaksi Redoks 15
2.5.2. Pereduksi dan Pengoksidasi 20 2.5.3. Tata Nama IUPAC Berdasarkan Bilangan Oksidasi 21
2.6. Hipotesis Penelitian 23
2.6.1. Hipotesis Verbal 23
2.6.2. Hipotesis Statistika 23
BAB III: METODE PENELITIAN
3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 24
3.2. Populasi dan Sampel 24
3.3. Variabel Penelitian 24
3.3.1. Variabel Bebas 24
3.3.2. Variabel Terikat 24
vii
3.4. Rancangan Penelitian 24
3.5. Instrumen Penelitian 25
3.5.1. Validasi Isi 26
3.5.2. Validitas Item Tes 26
3.5.3. Reliabilitas Tes 27
3.5.4. Taraf Kesukaran 28
3.5.5. Daya Pembeda 28
3.5.6. Distruktor 29
3.6. Teknik Pengumpulan Data 29
3.7. Teknik Analisis Data 31
3.7.1. Uji Normalitas 31
3.7.2. Uji Homogenitas 31
3.7.3. Uji Hipotesis 31
3.7.4. Persen Peningkatan Hasil Belajar 32
BAB IV: HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Deskripsi Hasil Penelitian 34
4.1.1. Analisis Instrumen Penelitian 34
4.1.1.1. Validasi Isi 34
4.1.1.2. Validasi Item Tes 34
4.1.1.3. Reliabilitas Tes 34
4.1.1.4. Taraf Kesukaran 35
4.1.1.5. Daya Pembeda 35
4.1.1.6. Distraktor 35
4.1.2. Deskripsi Data Hasil Penelitian 35
4.1.2.1. Data pre-tes Siswa 35
4.1.2.2. Data Pos-tes Siswa 36
4.1.2.3. Data Peningkatan Hasil Belajar (Gain) 36
4.1.3. Analisis Data 37
4.1.3.1. Uji Normalitas 37
4.1.3.2. Uji Homogenitas Gain 38
4.1.3.3. Uji Hipotesis 38
4.2. Pembahasan Hasil Penelitian 39
BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan 42
5.2. Saran 42
DAFTAR GAMBAR
Halaman Gambar 2.1. Reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari 16
Gambar 2.2. Nyala kembang api berwarna putih dihasilkan oleh reaksi
antara Mg dan O2 17
ix
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 2.1. Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif 10
Tabel 2.2. Contoh senyawa biner logam dan non-logam 21
Tabel 2.3. Contoh senyawa biner dari non-logam dan non-logam 21
Tabel 2.4. Contoh senyawa mengandung ion poliatom 1 22
Tabel 2.5. Contoh senyawa yang mengandung ion poliatom 2 22
Tabel 3.1. Rincian perlakuan metode mengajar yang diberikan 25
Tabel 4.1. Data Pre-tes Siswa 36
Tabel 4.2. Data Pos-tes Siswa 37
Tabel 4.3. Hasil Perolehan Peningkatan Hasil Belajar dari Kedua Sampel 37
Tabel 4.4. Uji Normalitas Peningkatan Hasil Belajar (gain) 37
Tabel 4.5. Uji Homogenitas Data Gain 38
DAFTAR GRAFIK
Halaman
Grafik 4.1. Persentase Peningkatan Hasil Belajar 37
Grafik 4.2. Rata-rata nilai pre-tes dan pos-tes kelas eksperimen 1
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1. Silabus 45
Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 47 Lampiran 3a. Kisi – kisi Instrumen Tes Sebelum Validasi 67 Lampiran 3b. Kisi – kisi Instrumen Test Setelah Validasi 80 Lampiran 3c. Instrumen Tes Hasil Belajar Sebelum Divalidasi 85 Lampiran 3d. Instrumen Tes Hasil Belajar Setelah Divalidasi 93 Lampiran 4a. Pembahasan dan Kunci Jawaban Instrumen Tes sebelum
Validasi
97
Lampiran 4b. Pembahasan dan Kunci Jawaban Instrumen Tes setelah Validasi
104
Lampiran 5. Lembar Kerja Siswa (LKS) 108 Lampiran 6. Pembahasan Lembar Kerja Siswa (LKS) 116
Lampiran 7. Tabel Validasi 121
Lampiran 8. Perhitungan Validasi Item Tes 122
Lampiran 9. Tabel Reliabilitas 125
Lampiran 10. Perhitungan Reliabilitas 126 Lampiran 11. Tabel Taraf Kesukaran 127 Lampiran 12. Perhitungan Tingkat Kesukaran 128
Lampiran 13. Tabel Daya Beda 130
Lampiran 14. Perhitungan Daya Beda 131
Lampiran 15. Distruktor 133
Lampiran 16. Uji Normalitas Data 135 Lampiran 17. Uji Homogenitas Data 142 Lampiran 18. Perhitungan Uji Hipotesis 145 Lampiran 19. Perhitungan Rata-rata, Varians dan Simpangan Baku 147 Lampiran 20a. Tabulasi Data Nilai Siswa Kelas Eksperimen 1 151 Lampiran 20b. Tabulasi Data Nilai Siswa Kelas Eksperimen 2 152 Lampiran 21. Data Peningkatan Hasil Belajar (Gain) Kelas
Eksperimen 1 Dan Kelas Eksperimen 2
153
1
Dictionary of Psychology (dalam Syah, 2010), pendidikan diartikan
sebagai tahapan kegiatan yang bersifat kelembagaan yang dipergunakan untuk
menyempurnakan perkembangan individu dalam menguasai pengetahuan,
kebiasaan, sikap dan sebagainya.
Kalau mengamati pendidikan di Indonesia, kita akan mendapatkan
beberapa fenomena dan indikasi yang sangat tidak kondusif untuk mewujudkan
Indonesia menjadi Negara maju dalam pendidikan. Hal tersebut karena sampai
saat ini, pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan
merupakan perangkat fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru
sebagai sumber utama pengetahuan, dan ceramah menjadi pilihan utama dalam
strategi belajar (Hamdani, 2011). Salah satu masalah yang dihadapi dunia
pendidikan kita adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses
pembelajaran anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir
(Sanjaya, 2006).
Peran guru sangat penting dalam proses pembelajaran untuk
mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Menurut Sardiman (2011),
mengatakan bahwa guru merupakan salah satu unsur di bidang kependidikan
harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga
profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang.
Model pembelajaran juga merupakan unsur penting untuk keberhasilan
siswa dalam belajar. Mengingat bahwa pelajaran kimia terkesan sulit bagi para
siswa, maka metode pembelajaran yang digunakan guru haruslah bervariasi dan
kreatif untuk membuat siswa tidak jenuh dalam belajar. Berdasarkan hasil
observasi di SMA Swasta Budi Murni 3 Medan sebagai tempat peneliti untuk
melaksanakan penelitian, hasil belajar kimia siswa termasuk ke dalam kategori
rendah, karena siswa masih merasa sulit untuk mengerti tentang kimia dengan
2
Pemilihan dan penggunaan model pembelajaran yang menjadi
pertimbangan adalah tujuan yang akan dicapai untuk meningkatkan hasil
belajar siswa. Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran
yang terdiri dari kelompok-kelompok. Ada banyak tipe model pembelajaran
kooperatif diantaranya adalah tipe Talking Stick dan tipe Learning Start With A
Question. Cara menciptakan pola belajar aktif pada siswa adalah dengan
merangsang siswa untuk bertanya tentang materi pelajaran, tanpa penjelasan dari
guru terlebih dahulu (Silberman, 2007).
Model pembelajaran Talking Stick, pengetahuan awal siswa pada materi
pelajaran dikonstruksi oleh guru, kemudian seiring berjalan pembelajaran maka
pengetahuan awal tersebut dimodifikasi oleh pengetahuan siswa dalam
pembelajaran kelompok. Sedangkan pada model pembelajaran Learning Start
With A Question (LSQ), pengetahuan awal siswa dikonstruksi oleh siswa sendiri
dengan cara membaca, meringkas, dan membuat daftar pertanyaan. Setelah itu,
guru menjelaskan materi pelajaran untuk meluruskan pemahaman konsep siswa
terutama mengenai hal-hal yang menjadi pertanyaan mereka.
Beberapa peneliti sebelumnya telah melakukan penelitian yang relevan
dengan model pembelajaran Talking Stick dan LSQ. Berdasarkan penelitian yang
dilakukan oleh Purwaningsih (2014), prestasi belajar kognitif model pembelajaran
kooperatif tipe talking stick lebih baik dibandingkan tipe TGT, yang ditunjukkan
dengan nilai rata-rata kognitif berturut-turut 79, 167 dan 71,11.
Sutaryono (2014), telah melakukan penelitian menyatakan bahwa
penggunaan metode talking stick berbantuan media flash dilengkapi handout
mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Pada saat kondisi awal hasil belajar
siswa adalah 60,26 %, kemudian menjadi 69,22 % pada siklus I, dan 74,34 %
pada siklus II.
Susatyo (2009), telah melakukan penelitian menyatakan bahwa hasil
belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran LSQ lebih baik dari pada
SRL dengan perolehan nilai rata-rata secara berturut-turut adalah 92, 68% dan
Nurhabibah (2012), telah melakukan penelitian menyatakan bahwa adanya
peningkatan penguasaan materi siswa dengan rata-rata N-gain 33,53 pada taraf
kepercayaan sebesar 95 %.
Sepengetahuan peneliti, pada penelitian-penelitian sebelumnya belum ada
penelitian yang membandingkan antara model Talking Stick dan model LSQ.
Karena itulah peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai perbandingan
kedua model pembelajaran ini. Bila nanti ada perbedaan, maka akan diketahui
model pembelajaran manakah yang lebih unggul. Jadi peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan judul : “Perbedaan Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa SMA pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick dengan Learning Start With A Question pada pokok Bahasan Reaksi Redoks Menggunakan Media LKS”.
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi
beberapa masalah sebagai berikut:
1. Model pembelajaran yang kurang bervariasi di sekolah
Dalam hal ini, guru cenderung kurang pandai dalam menyesuaikan model
pembelajaran dengan setiap materi kimia. Karena tidak semua model
pembelajaran dapat diterapkan di dalam proses belajar mengajar dan harus
memperhatikan karakteristik materi yang akan disajikan.
2. Hasil belajar kimia siswa yang yang relatif rendah
Hasil ini juga menjadi tolak ukur bagaimana tingkat keberhasilan seorang
guru dalam proses belajar mengajar di dalam kelas.
1.3. Batasan Masalah
Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Materi pelajaran kimia kelas X semester 2 pada pokok bahasan Reaksi
Redoks
4
3. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kooperatif
tipe Talking Stick dan Learning Start With A Question (LSQ)
4. Media yang digunakan adalah media Lembar Kerja Siswa (LKS)
1.4. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka
yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah ada perbedaan peningkatan hasil belajar kimia siswa SMA pada
model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dengan Learning Start With
A Question pada pokok Bahasan Reaksi Redoks menggunakan media LKS?
2. Berapa persen peningkatan hasil belajar kimia siswa yang diajarkan dengan
model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dengan Learning Start With
A Question pada pokok Bahasan Reaksi Redoks?
1.5. Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian ini adalah:
1. Mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar kimia siswa SMA pada
model pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick dengan Learning Start
With A Question pada pokok Bahasan Reaksi Redoks menggunakan media
LKS.
2. Mengetahui persen peningkatan hasil belajar kimia siswa yang diajarkan
dengan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dengan Learning
Start With A Question LSQ pada pokok Bahasan Reaksi Redoks.
1.6. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Bagi Peneliti
Menambah wawasan, kemampuan dan pengalaman dalam meningkatkan
kompetensi peneliti sebagai calon guru.
Memberi informasi dan masukan serta membantu dalam penyampaian materi
pelajaran kepada siswa.
3. Bagi Siswa
Menambah pengetahuan dan membantu meningkatkan minat belajar serta
kemandirian siswa.
4. Bagi Peneliti Selanjutnya
Memberi informasi dalam penelitian selanjutnya untuk meningkatkan kualitas
proses pembelajaran khususnya pembelajaran kimia.
1.7. Definisi Operasional
1. Model pembelajaran Talking Stick
Model ini dilakukan dengan bantuan tongkat. Siswa yang mendapatkan
tongkat wajib menjawab pertanyaan yang diberi oleh guru.
2. Model pembelajaran kooperatif tipe Learning Start with A Question (LSQ)
Model ini merupakan suatu model pembelajaran aktif dalam bertanya. Pada
awal pembelajaran guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya
tentang materi yang akan dipelajari yang sudah dibaca terlebih dahulu di
rumah.
3. Media Lembar Kerja Siswa (LKS)
Lembar Kerja Siswa adalah panduan siswa yang digunakan untuk melakukan
kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah. Lembar Kerja Siswa berupa
lembaran kertas yang berupa informasi maupun soal-soal
(pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa).
4. Reaksi Redoks
Reaksi Redoks merupakan materi kimia kelas X semester genap. Pada materi
ini, akan dibahas tentang konsep reaksi redoks, pereduksi dan pengoksidasi,
dan tata nama senyawa.
5. Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar siswa merupakan hasil akhir yang akan diperoleh siswa setelah
diberikan perlakuan yaitu dengan model pembelajaran kooperatif tipe Talking
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Dari hasil analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini dapat ditarik
kesimpulan yaitu:
1. Ada perbedaan peningkatan hasil belajar kimia siswa SMA pada model
pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick dengan Learning Start With A
Question (LSQ) pada pokok Bahasan Reaksi Redoks menggunakan media
Lembar Kerja siswa (LKS).
2. Persen peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen 1 dengan model
pembelajaran Learning Start With A Question sebesar 74% (kategori tinggi)
sedangkan persen peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen 2 dengan
model pembelajaran Talking Stick sebesar 66% (kategori sedang).
5.2. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas, maka sebagai tindak
lanjut dari penelitian ini disarankan hal sebagai berikut:
1. Perlunya penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Start
with A Question (LSQ) dan Talking Stick dalam pembelajaran kimia di
sekolah untuk meningkatkan hasil belajar siswa
2. Peneliti berikutnya hendaknya membuat perencanaan yang lebih baik pada
pengorganisasian kelompok, sehingga jumlah siswa dalam kelompok
hanya 2-3 orang saja agar semua boleh bekerja dalam diskusi kelompok
3. Peneliti berikutnya hendaknya memperkenalkan materi pembelajaran
sebelum diskusi kelompok. Karena ketika langsung diskusi kelompok,
siswa tidak memahami sedikitpun tentang materi pembelajaran dan
bingung sehingga tidak mengetahui apa yang harus dikerjakan dalam
kelompok tersebut.
4. Peneliti berikutnya sebaiknya menambah observer supaya proses belajar
dan diskusi bisa terkontrol.
A.M, Sardiman, (2011), Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Adisusilo, Sutarjo, (2012), Pembelajaran Nilai-Karakter, Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Arikunto, Suharsimi, (2006), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta.
Azhar, Arsyad, (2007), Media Pembelajaran, RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Hamdani, (2011), Strategi Belajar Mengajar, Pustaka Setia, Bandung.
Jihad dan Haris, (2013), Evaluasi Pembelajaran, Multi Pressindo, Yogyakarta.
Johari dan Rachmawati, (2007), Kimia SMA dan MA untuk Kelas X, Erlangga, Jakarta.
Nurhabibah, B, (2012), Pengaruh Strategi Learning Start With A Question (LSQ) Terhadap Penguasaan Materi Oleh Siswa, Jurnal Penelitian Pendidikan, Universitas Lampung, Lampung.
Purwaningsih, A, (2014), Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick dan Teams Games Tournaments (TGT) Ditinjau Dari Kemampuan Matematik Pada Materi Pokok Hodrolisis Garam Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI SMAN Kebakkramat Tahun Pelajaran 2013/2014, Jurnal Pendidikan Kimia, 3 : 31-40
Rohani, Ahmad, (2007), Media Instruksional Edukatif, Rineka Cipta, Jakarta.
Rusman, (2011), Model-model Pembelajaran, Rajagrafindo Persada, Jakarta.
Sagala, Syaiful, (2009), Konsep dan Makna pembelajaran, Alfabeta, Bandung.
Sanjaya, Wina, (2006), Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Kencana, Jakarta.
44
Slameto, (2010), Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi, Rineka Cipta, Jakarta.
Silberman, M. L, (2007), Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif, Pustaka Insan Madani, Yogyakarta.
Silitonga, P. M, (2011), Statistik Teori dan Aplikasi dalam Penelitian, Unimed Press, Medan.
Slavin, Robert E, (2005), Cooperatif Learning, Nusa Media, Bandung.
Sofan, Amri, (2013), Pengembangan dan Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013, Prestasi Pustakaraya, Jakarta.
Sugiyono, 2013, Metode Penelitian Pendidikan, Alfabeta, Bandung.
Sulistiyarini, F, Reaksi Redoks, http://kimiareaksiredoks.blogspot.co.id/p/reaksi-disproporsionasi-dan.html, diakses tanggal 7 Januari 2016.
Suprijono, Agus, 2009, Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Susatyo, EB, (2009), Penggunaan Model Learning With A Question dan Self Regulated Learning Pada Pembelajatan Kimia, Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 3 :406-412.
Sutaryono, SR, (2014), Pembelajaran Kimia Dengan Metode Talking Stick Berbantuan Media Flash Dilengkapi Handout Untuk Meningkatkan Kualitas Proses Dan Hasil Belajar Materi Pokok Ikatan Kimia Siswa Kelas X.4 SMA Negeri 1 Dayeuhluhur Tahun Ajaran 2010/2011, Jurnal Pendidikan Kimia, 3 : 121-128.
Sutresna, Nana, (2006), Cerdas Belajar Kimia Untuk Kelas X SMA/MA, Grafindo, Jakarta.
Syah, Muhibbin, (2010), Psikologi Pendidikan, Remaja Rosdakarya, Bandung.