• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Pratikum Sel Melewati Membran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Laporan Pratikum Sel Melewati Membran"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

OLEH

NAMA: RUDI YUSUF

NO.ABSEN: 26

KELAS

: XI MIA 1

PRATIKUM BIOLOGI KELAS XI MIA 1

SMAN 1 SUMATERA BARAT

2014/2015

KATA PENGANTAR

(2)

Assalamu’alaikum wr.wb,

Puji syukur saya curahkan ke hadirat Allah swt yang telah

memberikan saya kesempatan untuk menyusun laporan pratikum biologi kali ini.

Biologi merupakan ilmu yang sangat berkaitan dengan kehidupan. Makhluk hidup yang mencakup manusia, hewan, tumbuhan, dan

mikroorganisme beserta lingkungannya dipelajari dalam Biologi. Dengan mempelajari Biologi Pembaca dapat memahami fakta-fakta kehidupan di lingkungan sekitar.

Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kualitas pendidikan Biologi

di sekolah agar membentuk siswa yang memiliki daya nalar dan daya pikir yang baik, kreatif, cerdas dalam memecahkan masalah, serta mampu mengomunikasikan gagasan-gagasannya.

Atas dasar inilah saya menerbitkan Laporan pratikum ini ke hadapan pembaca. Laporan ini menghadirkan aspek kontekstual dengan mengutamakan pemecahan masalah sebagai bagian dari

pembelajaran untuk memberikan kesempatan kepada siswa membangun pengetahuan dan mengembangkan potensi mereka sendiri.

Materi dalam laporan ini diharapkan dapat membawa pembaca untuk memperoleh pemahaman tentang sel dan transport sel melewati membran sebagai proses dan produk.

Materi yang disajikan bertujuan membekali Pembaca dengan pengetahuan, pemahaman, dan sejumlah kemampuan untuk memasuki jenjang yang lebih tinggi, serta mengembangkan ilmu Biologi dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, mendudukkan Biologi hanya sebatas teori di dalam kelas, tidak saja akan membuat siswa kurang memahaminya, tetapi juga menghambat tercapainya tujuan pembelajaran. Melalui laporan ini, Pembaca diharapkan dapat menyenangi pelajaran Biologi.

Laporan ini disesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi terkini. Selain itu, laporan ini disajikan dengan bahasa

yang mudah dimengerti dan komunikatif sehingga seolah-olah berdialog langsung dengan penulisnya. Saya menyadari bahwa penerbitan laporan ini tidak akan terlaksana denganbaik tanpa dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, dengan hati yang tulus, saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan

yang diberikan. Semoga laporan ini dapat memberi kontribusi bagiperkembangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia.

SMAN 1 Sumatera Barat, September 2014

(3)
(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Apabila kita mengurai tubuh organisme, misalnya tanaman manga, akan diperoleh bagian-bagian yang makin lama makin kecil. Hal yang miri juga terjadi kalau kita mengurai tubuh hewan atau manusia. Jika

penguraian tersebut terus dilakukan, maka pada suatu ketika akan diperoleh satuan terkecil dari makhluk hidup, yaitu sel. Robert hook

pertama kali memperkenalkan istilah sel, melalui pengamatannya dalam sayatan gabus tampak ruangan atau kamar-kamar kecil yang disebut sel.

Antony van leeuwenhoek menggunakan mikroskop sederhana untuk melihat benda hidup yang sangat kecil di dalam air rendaman jerami. Jean baptiste de Lamarck, setiap makhluk hidup merupakan kumpulan sel dan di dalam setiap sel bergerak bergerak cairan yang kompleks.

Teori sel, yaitu sebagai berikut:

 Sel merupakan dasar penyusun makhluk hidup. Oleh karena itu, semua makhluk hidup tersusun atas sel.

 Sel merupakan dasar penyusun fungsional dari makhluk hidup.

 Semua sel berasal dari sel melalui proses pembelahan sel.

Osmosis adalah perpindahan pelarut air melalui membran selektif

permeabel, dari konsentrasi zat pelarut yang tinggi ke konsentrasi pelarut yang rendah. Zat pelarut ini dapat masuk dan keluar melewati membran secara bebas. Namun, zat terlarut tidak dapat masuk melewati membran sel. Sebab, membran sel memiliki sifat semi permeabel atau selektif permeabel. Larutan dengan zat pelarut yang berkonsenstrasi tinggi tentu saja memiliki konsentrasi zat terlarut rendah. Larutan yang bersifat

demikian disebut hipotonik (hipo artinya kurang). Kemudian, larutan dengan zat pelarut yang konsentrasinya rendah memiliki konsentrasi zat terlarut tinggi. Kondisi demikian dinamakan hipertonik (hiper berarti lebih). Sedangkan, zat pelarut dan zat terlarut dapat memiliki konsentrasi yang sama dalam satu larutan. Keadaan seperti ini disebut isotonik (iso berarti sama).

B. Tujuan

Untuk mempelajari tentang struktur organel-organel sel dan transport zat melewati membran, mengamati proses terjadinya difusi dan osmosis pada membran sel

C. Rumusan masalah

Bagaimana struktur organel-organel sel?

Bagaimana proses osmosis terjadi pada membrane?

(5)

BAB II

METODE PRATIKUM

a. Waktu dan tempat

Hari Pratikum : Kamis, 11 september 2014 Waktu : 90 menit s/d 120 menit

b. Alat dan bahan

ALAT

Pisau/ silet Gelas ukur Seperangkatperalatan mikroskop

Pipet tetes Tissu atauserbet Mistar bahan

Bawang

Merah Gabus KetelaPohon Kentang Hydrogel

Air mineral / cairan metilen

blue

c. Langkah percobaan

Pengamatan sel bawang

a. Irislah bawang merah secara secara vertikal.

b. Dengan kuku, ambillah selapis tipis lapisan epidermis sebelah dalam. c. Letakkan lapisan epidermis tersebut pada kaca benda, kemudian tetesi

dengan air.

d. Setelah itu, tetesi sedikit air atau metilen blue dan tutup dengan kaca penutup.

e. Bersihkan larutan yang berlebih dengan kertas tisu.

f. Dengan mikroskop, amati preparat tersebut melalui pembesaran lensa lemah hingga

pembesaran lensa kuat.

(6)

Pengamatan sel Gabus

o Ambilah sepotong gabus ketela pohon

o Iris tipis gabus pohon ketela pohon yang telah dipotong.

o Dengan kuku, ambillah selapis tipis lapisan gabus ketela pohon yang telah dipotong.

o Letakkan lapisan membran tersebut pada kaca benda, kemudian tetesi dengan air.

o Setelah itu, tetesi dengan sedikit air atau metilen blue menggunakan pipet tetes dan tutup dengan kaca penutup.

o Bersihkan larutan yang berlebih dengan kertas tisu.

o Dengan mikroskop, amati preparat tersebut melalui pembesaran lensa lemah hingga

pembesaran lensa kuat.

o Gambarlah hasil pengamatan.

Pengamatan transpor zat pada kentang

o Ambilah sebuah kentang, lalu kupas kulit

kentang tersebut

o Potong kecil kentang tersebut sesuai dengan ukuran yang disukai (ex: 1x1x1 cm)

o Ambilah gelas ukur, lalu isilah dengan air sebanyak 40 ml

o Lalu ambilah potongan dadu kentang yang telah dipersiapkan ke dalam gelas ukur

o Pastikan potongan kentang dadu tersebut tenggelam didalam air

o Rendam potongan kentang dadu tersebut selama 90 menit

o Setelah direndam, angkat kentang tersebut dan ukur kembali ukurannya

o Catatlah hasil penelitian dan pengamatan tersebut

(7)

o Ambillah beberapa hydrogel, lalu ukurlah salah satu diameter dari hydrogel tersebut dengan

menggunakan mistar (....mm)

o Kemudian ambil gelas ukur, isi dengan sedikit air (ex:40 ml)

o Lalu masuk dan rendamkanlah hydrogel tersebut selama 90 menit

o Setelah direndam, angkat dan

ambilah salah satu hydrogel tersebut lalu ukur diamternya dengan

menggunakan mistar.

(8)

BAB III

HASIL dan PEMBAHASAN

Data hasil pengamatan pada bawang merah setelah ditetesi dengan air maka dapat disimpulkan memiliki bentuk sel bawang seperti gambar berikut.

Data hasil pengamatan pada sel gabus setelah ditetesi air maka dapat disimpulkan memiliki bentuk sel gabus seperti gambar berikut.

Data hasil pengamatan transpor zat melewati membran sel kentang, potongan dadu kentang mengalami osmosis ketika direndam ke dalam air selama 90 menit.

Ukuran potongan dadu kentang sebelum osmosis : 3.0 cm x 0.4 cm x 0.5 cm Ukuran potongan dadu kentang setelah osmosis : 3.2 cm x 0.6 cm x 0.7 cm

(9)
(10)

BAB IV

PENUTUP

a) Kesimpulan

Osmosis adalah perpindahan pelarut air melalui membran selektif

permeabel, dari konsentrasi zat pelarut yang tinggi ke konsentrasi pelarut yang rendah. Zat pelarut ini dapat masuk dan keluar melewati membran secara bebas. Namun, zat terlarut tidak dapat masuk melewati membran sel. Sebab, membran sel memiliki sifat semi permeabel atau selektif permeabel. Larutan dengan zat pelarut yang berkonsenstrasi tinggi tentu saja memiliki konsentrasi zat terlarut rendah. Larutan yang bersifat demikian disebut hipotonik (hipo artinya kurang). Kemudian, larutan dengan zat pelarut yang konsentrasinya rendah memiliki konsentrasi zat terlarut tinggi. Kondisi demikian dinamakan hipertonik (hiper berarti lebih). Sedangkan, zat pelarut dan zat terlarut dapat memiliki konsentrasi yang sama dalam satu larutan. Keadaan seperti ini disebut isotonik (iso berarti sama). Salah satu penyebab zat dapat bergerak secara osmosis adalah adanya perbedaan konsentrasi zat total. Akibat keadaan ini, molekul air yang berada pada larutan hipotonik dapat berpindah menuju larutan hipertonik. Namun, keadaan ini juga bisa berlangsung sebaliknya. Meskipun zat terlarut banyak terkandung pada larutan hipotonik, proses transpor zat akan tetap terjadi secara osmosis. Sementara itu, andaikan dua larutan bersifat isotonik, molekul air akan berpindah melalui membran dengan kelajuan sama.

b) Saran

Hendaknya untuk pratikum selanjutnya, diharapkan peralatan pratikum dimaksimalkan penggunaannya dan dapat memadai seluruh murid yang melaksanakan pratikum. Dan dalam penggunaan alat dan peralatan yang ada hendaknya digunakan hati-hati agar tidak terjadi cedera. Setelah percobaan dilakukan, rapikan dan bersihkan semua bahan dan peralatan seperti sedia kala.

Perhatian:

 Berhati-hatilah saat menggunakan pisau atau cutter untuk menghindari luka.

 Bersihkan kembali peralatan yang telah digunakan.

 Bersihkan kembali meja percobaan setelah selesai bekerja

 Pastikan semua sampah bersih dari laboratorium.

 Gunakan masker, kacamata, dan baju laboratorium jika dibutuhkan dan jika ada.

Daftar Pustaka

Referensi

Dokumen terkait

Teknik Analisis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini meliputi analisis alur pengawasan PPN atas Kegiatan Membangun Sendiri pada KPP Pratama Batu dan

4 2009 Identifikasi Kesalahan Dalam Penyusunan Peraturan (Legal Drafting) di Universitas Negeri Yogyakarta Periode Tahun 2004 - 2008 (Anggota). 5 2009 Nilai Pendidikan

Akumulasi logam berat dalam tanaman tidak hanya tergantung pada kandungan logam dalam tanah, tetapi juga tergantung pada unsur kimia tanah, jenis logam, pH tanah dan spesies

belum mendukung terutama terhadap transaksi antar bank berupa transaksi transfer yang berasal dari luar negeri.” 9 Demikian pula kendala yang dihadapi dalam penerapan

Untuk menjawab rumusan masalah no. dua, tiga,dan empat mengenai peningkatan KBKr siswa melalui pembelajaran metode praktikum dan tanpa praktikum pada materi alat

The educational process with the approach of edutainment through the game (game), humor, role playing (role play), and demonstrations and other ways could be overpowered by

GAMBAR F : DAERAH DALAM PLASTISITAS DI BELAKANG DINDING DAN TEKANAN TANAH YANG

Solusi yang akan diterapkan dalam kegiatan ini adalah pembangunan unit pengelolaan air minum dengan menggunakan metode gabungan filtrasi-adsorpsi (saringan pasir lambat,