ERRY HANDOYO
104091002869
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
SYARIF HIDAYATULLAH
iv
BENAR HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN
SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI
ATAU LEMBAGA MANAPUN.
Jakarta, Agustus 2011
v
dari banyak pihak. Maka perkenankanlah penulis untuk mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ibunda Tercinta Siti Kasiyati dan Ayahanda Rijadi yang tidak pernah
berhenti merawat, mendoakan, dan mendukung penulis dengan penuh
kasih sayang. Terima kasih atas semua pengorbanan, usaha dan jerih
payah Ayah dan Bunda untuk selalu membuat penulis merasa bahagia.
2. Saudariku, Desi Setiyani yang selalu penulis banggakan dan sayangi
sepenuh hati.
3. Fitriyanti, atas semua bentuk dukungan, motivasi dan kasih sayang yang
selalu menemani hari-hari penulis.
4. Sahabat-sahabatku yang selalu setia menemani saat suka dan duka :
Makhsus, Toni, Sigit, Danang, Umi, Nita, yang selalu bersama-sama
berjuang menyelesaikan skripsi. Zahruddin, Taufiq, Arie Syuryadi,
Rahmat Hidayat dan Robby Darmawan, terima kasih atas persahabatan
indah yang kita miliki.
5. Teman-teman TI C 2004 : Alvin, Wahyuni, Syukrina, Hani, Endah, Desi,
Ziah, Sarah, Eni, Rizal, Razka, Budi, Asep, Malik, Sidiq, Fajar, Dwi,
Rahmat Ruhyat, Agil, Rendy, Ariefati, Hirzi, Kaut, Anton dan Egi. Terima
vi
7. Teman-temanku di Agribisnis dan MIPA.
Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kalian
semua dan melindungi kalian di setiap langkah.
Jakarta, Agustus 2011
vii
Perkembangan teknologi internet yang sangat cepat dari tahun ke tahun. Internet saat ini sangat dibutuhkan misalnya untuk media promosi suatu produk. Untuk menjual suatu produk, penjual masih menggunakan cara biasa yaitu dengan menjualnya di toko-toko. Dengan sistem penjualaan seperti itu, maka hanya terbatas saja pembeli yang mengetahui tentang produk yang dijual. Dengan adanya internet, penjual dapat mempromosikan sekaligus menjual produknya melalui website. Penelitian ini membahas mengenai proses pemesanan produk secara online yang akan diimplementasikan pada pemesanan produk spare part motor. Dalam pembuatan website aplikasi pemesanan ini nantinya akan menjadi acuan untuk dapat merancang proses pemesanan melalui media elektronik dan sebagai promosi produksi itu sendiri. Tools yang digunakan dalam pembuatan website penjualan spare part motor ini yaitu komponen virtue mart untuk sistem pemesanannya, joomla untuk template website dan content manajemen sistem (CMS), MySQL untuk databasenya, dan script PHP sebagai dasar bahasa pemrograman yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu apliksasi pemesanan yang dapat membantu para pembeli spare part motor untuk melakukan pemesanan barang dengan mudah. Namun, transaksi pembayarannya dilakukan secara manual dan tidak terintegrasi dengan aplikasi.
viii
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, rasa syukur tiada terkira penulis panjatkan kepada Allah
Subhanahu Wata’ala. Rahmat dan salam semoga tercurahkan selalu kepada
Rasulullah Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan pengikut-pengikut
beliau (amin). Hanya berkat petunjuk dan pertolongan Allah-lah penulis dapat
menyelesaikan skripsi yang berjudul : Aplikasi Pemesanan Spare Part Motor
Berbasis Web.
Terwujudnya tulisan dalam bentuk skripsi ini, tentunya tidak terlepas dari
bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Rasa terima kasih penulis ucapkan
kepada :
1. Bapak DR. Syopiansyah Jaya Putra, M.SIS, selaku Dekan Fakultas Sains
dan Teknologi.
2. Bapak Yusuf Durrachman, M.Sc, M.IT, selaku Ketua Program Studi Teknik
Informatika.
3. Bapak Herlino Nanang, MT, selaku dosen pembimbing I, dan
4. Ibu Fenty Eka Muzayyana, M.Kom, selaku dosen pembimbing II, yang
telah memberikan bimbingan, waktu, dan perhatiannya dalam penyusunan
ix
6. Ibunda dan Ayahanda tercinta Siti Kasiyati dan Rijadi atas kasih sayang
tulusnya sepanjang masa.
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis juga tidak luput dari berbagai
masalah dan menyadari sepenuhnya bahwa penulisan ini masih jauh dari
sempurna dan tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu dengan
senang hati penulis akan menerima semua saran dan kritik maupun ide-ide yang
membangun dari rekan-rekan pembaca. Akhir kata semoga Allah membalas
kebaikan mereka yang telah membimbing penulis dalam membuat skripsi ini.
Semoga skripsi ini berguna bagi penulis dan pada pembaca umumnya.
Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.
Jakarta, Agustus 2011
Penulis
Erry Handoyo
x
PERNYATAAN ... iv
HALAMAN PERSEMBAHAN ... v
ABSTRAK ... vii
KATA PENGANTAR ...viii
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR TABEL ...xiii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Batasan Masalah ... 3
1.4 Tujuan Penelitian ... 3
1.5 Manfaat Penelitian ... 4
1.6 Metodologi Penelitian ... 5
1.7 Sistematika Penulisan ... 6
BAB II LANDASAN TEORI ... 8
2.1 Definisi Informasi ... 8
2.2 Internet ... 8
2.3 Aplikasi Web ... 9
2.4 Metode Pengembangan Perangkat Lunak ... 9
2.4.1 Model RAD ... 10
2.4.2 Data Flow Diagram (DFD) ... 13
2.4.2.1 Tahapan Data Flow Diagram ... 15
2.4.3 Entity Relationship Diagram (ERD) ... 16
2.5 Content Management System ... 18
2.5.1 Joomla ... 19
xi
2.6.5 MySQL ... 27
2.7 Web Browser ... 27
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 29
3.1 Metode Pengumpulan Data ... 29
3.2 Metode Pengembangan Sistem ... 30
3.3 Kerangka Berfikir Penelitian ... 34
BAB IV PEMBAHASAN DAN IMPLEMENTASI ... 35
4.1 Metodologi Pengumpulan Data ... 35
4.1.1 Studi Pustaka ... 35
4.1.2 Studi Lapangan ... 35
4.1.2.1 Wawancara ... 35
4.1.2.2 Observasi ... 36
4.1.3 Studi Literatur ... 38
4.2 Metode Pengembangan Sistem ... 39
4.2.1 Fase Perencanaan Syarat-syarat ... 39
4.2.2 Fase Perancangan ... 46
4.2.3 Fase Konstruksi ... 62
4.2.4 Fase Pelaksanaan ... 63
BAB V PENUTUP ... 65
5.1 Kesimpulan ... 65
5.2 Saran ... 65
xii
Gambar 2.2 Workshop Desain RAD ... 12
Gambar 2.3 Tampilan Adobe Photoshop CS3 ... 21
Gambar 2.4 Tampilan Dreamweaver 8 ... 23
Gambar 2.5 Skema PHP ... 26
Gambar 3.1 Model Membangun Sistem RAD ... 31
Gambar 3.2 Kerangka Berfikir Penelitian ... 34
Gambar 4.1 Diagram Sistem yang Berjalan ... 40
Gambar 4.2 Diagram Sistem Usulan ... 42
Gambar 4.3 Diagram Konteks ... 46
Gambar 4.4 Diagram Zero Sistem yang Diusulkan ... 47
Gambar 4.5 Diagram Level 2 Proses Ke-1 ... 48
Gambar 4.6 Diagram Level 2 Proses Ke-2 ... 49
Gambar 4.7 Diagram Level 2 Proses Ke-3 ... 50
Gambar 4.8 Entity Relationship Diagram ... 51
Gambar 4.9. Rancangan Halaman Index ... 54
Gambar 4.10 Rancangan Halaman Pooling ... 55
Gambar 4.11 Rancangan Halaman Produk ... 56
Gambar 4.12 Rancangan Halaman Shopping Cart ... 57
Gambar 4.13 Rancangan Halaman Registrasi ... 58
Gambar 4.14 Rancangan Halaman Guest Book ... 59
Gambar 4.15 Rancangan Halaman Contact Us ... 60
Gambar 4.16 Rancangan Halaman List Order ... 61
xiii
Tabel 4.1 Perbandingan Sistem Berjalan Dengan Sistem Usulan ... 42
Tabel 4.2 Tabel Produk ... 52
Table 4.3 Tabel User ... 52
Tabel 4.4 Tabel Order ... 53
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi dibidang informasi mendorong setiap
instansi atau perusahaan untuk tetap mengikuti perkembangannya, terutama
berkenaan dengan perkembangan teknologi informasi yang ada hubungannya
dengan kegiatan perusahaan tersebut. Perkembangan teknologi informasi
telah memberikan kontribusi yang cukup berarti dalam meningkatkan
kegiatan usaha khususnya dalam hal pengolahan data yang memberi
dukungan terhadap pengambilan keputusan-keputusan bisnis serta
Perkembangan teknologi informasi telah memberikan kontribusi yang cukup
berarti dalam meningkatkan kegiatan pelayanan.
Berdasarkan pada uraian diatas, pemanfaatan teknologi informasi
dalam suatu aktivitas bisnis merupakan hal yang cukup penting. Begitu
pentingnya sehingga hampir setiap perusahaan yang serupa menggunakan
sistem pelayanan bisnis secara online, apalagi di zaman sekarang ini bukan
hanya perusahaan -perusahaan yang sudah mempunyai tempat dan nama di
dunia bisnis, perusahaan atau usaha rumahan pun bisa dijadikan lahan bisnis
dengan sentuhan teknologi informasi sekarang ini. Setiap orang tidak
diharuskan lagi dan diwajibkan lagi mempunyai tempat untuk usaha, letak
strategis untuk usaha kemudian modal yang besar untuk sewa tempat dan lain
bisa dilakukan yaitu dengan cara mempromosikan dan memperkenalkan
produknya melalui internet. Karena di era globalisasi sekarang ini setiap
orang dalam mencari informasi hal pertama yang dilakukan cenderung
mencari sesuatu melalui dunia maya, baik itu hanya sekedar referensi ataupun
melakukan pemesanan online.
Berkaitan dengan tugas akhir ini penelitian difokuskan pada masalah
pemanfaatan tujuan teknologi informasi yang dapat memberi dukungan aktif
kelancaran usaha penjualan barang yang dilakukan oleh suatu perusahaan
atau usaha rumahan yang diberi judul “Aplikasi Pemesanan Spare Part Motor Berbasis Web” .
1.2Rumusan Masalah
Berdasarkan observasi yang dilakukan di suatu Perusahaan terhadap
sistem informasi pemesanan barang dikemukakan hal-hal yang menjadi
permasalahan antara lain:
1. Bagaimana cara penyampaian informasi barang yang terdapat pada usaha
pemesanan spare part motor berbasis web?
2. Bagaimana merancang sebuah aplikasi pemesanan barang yang sifatnya
1.3 Batasan Masalah
Masalah yang ada dalam sistem informasi penjualan barang ini
dibatasi pada ruang lingkup seperti :
1. Sistem hanya memberikan informasi barang yang tersedia dan proses
pemesanan barang tersebut.
2. Data yang diolah hanya data barang dan data Pengguna Sistem
Informasi.
3. Sistem ini tidak membahas mengenai masalah persediaan barang.
4. Pembayaran transaksi dilakukan secara offline, dimana pembeli
melakukan transfer uang secara manual pada rekening yang
ditetapkan.
5. Desain web menggunakan CMS (Content Management System)
Joomla dan komponen Virtue Mart.
6. Web server menggunakan Xampp dan database menggunakan
MySQL.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari tugas akhir ini adalah :
1.Mempermudah pihak CMR untuk mengelola pemesanan spare part motor
dan memperluas jangkauan konsumen.
2.Mempermudah bagi masyarakat atau dunia luar untuk mendapatkan
informasi mengenai spare part motor dan melakukan pemesanan spare
1.5Manfaat Penelitian
Manfaat yang didapat dalam menulis skripsi ini adalah :
1. Bagi Peneliti
a. Dapat mempelajari lebih jauh mengenai aplikasi berbasis web.
b. Mengetahui secara langsung penggunaan atau peranan teknologi
informasi dan komunikasi di tempat penelitian.
c. Mengenal lebih jauh teknologi- teknologi informasi yang sedang
berkembang saat ini.
2. Bagi Pengguna
a. Memudahkan akses terhadap informasi produk, karena dapat
diakses melalui jaringan internet.
b. Memiliki sebuah aplikasi berbasis web yang mudah digunakan oleh
masyarakat umum.
c. Menjadikan bengkel lebih maju sesuai dengan perkembangan
teknologi.
3. Bagi Universitas
a. Memberikan kemajuan ilmu pengetahuan dalam bidang aplikasi
berbasis web di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
b. Memberi sumbangan ilmiah bagi perkembangan aplikasi berbasis
web.
1.6 Metodologi Penelitian
1. Metode pengumpulan data
Dalam pengumpulan data dan pencarian fakta untuk penelitian skripsi ini,
peneliti menggunakan metode fact finding technique. Fact Finding
Technique dilakukan untuk proses pengembangan system, di dalam Fact
Finding Technique dilakukan proses pencarian dan penemuan fakta serta
pencarian data dari suatu kasus yang akan membantu proses
pengembangan system suatu organisasi. Fact Finding Technique yang
digunakan dalam penelitian ini adalah
a. Studi Pustaka
b. Observasi
c. Wawancara
d. Studi Literatur
2. Metode Pengembangan Sistem
Sistem pengembangan perangkat lunak yang penulis gunakan adalah
sistem RAD (Rapid Application Development) yang dikembangkan oleh
James Martin. Tahap-tahap sistem RAD meliputi (Kendall & Kendall,
2003:239):
1. Fase Menentukan Syarat-Syarat
Pada tahap ini dilakukan penentuan tujuan dan syarat-syarat
informasi, yaitu dengan melakukan analisa kebutuhan masalah
tujuan dibuatnya aplikasi, lalu menentukan syarat-syarat yang
diperlukan untuk membuat aplikasi.
2. Fase Perancangan
Pada tahap ini dilakukan perancangan proses-proses yang akan
terjadi dalam sistem dan perancangan antar muka. Pada
perancangan proses digunakan alat bantu DFD untuk memudahkan
peneliti dalam merancang aplikasi pemesanan yang akan dibuat
3. Fase Konstruksi
Pada tahap ini dilakukan pengkodean terhadap
rancangan-rancangan yang telah didefinisikan. Peneliti menggunakan PHP
untuk bahasa pemrograman dan Joomla untuk template. Web
Server Apache sebagai platform untuk menjalankan aplikasi,
kemudian menggunakan MySQL sebagai database.
4. Fase Pelaksanaan
Pada tahap ini dilakukan pengujian terhadap sistem. Untuk uji
aplikasi dilakukan dengan menggunakan metode blackbox.
1.7 Sistematika Penulisan
Pada dasarnya, penyusunan sistematika penulisan bertujuan untuk
memudahkan para pembaca dalam mengikuti apa yang dipaparkan dalam laporan
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini berisikan latar belakang masalah, identifikasi
masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, metodologi penelitian,
dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan tentang teori-teori yang berkaitan dengan isi
laporan tugas akhir dan aplikasi web yang dibuat, diantaranya
tentang internet, konsep aplikasi web yang interaktif, bahasa web
scripting PHP dan database server MySQL.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini menguraikan metode penelitian yang digunakan penulis,baik
itu metode pengumpulan data maupun metode pengembangan
sistem.
BAB lV PEMBAHASAN DAN IMPLEMENTASI
Dalam bab ini menganalisis objek penelitian, anlisis kebutuhan
sistem, serta perancangan sistem yang akan dibuat. Dalam
implementasi diuraikan tentang pemilihan bahasa pemrograman yang
digunakan, perangkat keras yang diperlukan, pemrograman dan
pengujian aplikasi.
BAB V PENUTUP
Berisikan tentang kesimpulan dari seluruh pembahasan yang telah
8 BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Definisi Informasi
Sumber Informasi adalah data. Data adalah fakta mentah mengenai
orang, tempat, kejadian, dan hal-hal yang penting dalam organisasi
(Whitten, 2004).
Menurut Davis (1999), Informasi adalah data yang sudah diolah
menjadi bentuk yang berarti bagi penerimanya yang bermanfaat dalam
pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang (Kadir, 2003).
2.2 Internet
Sebagai gambaran umum, internet adalah suatu jaringan komputer
global terbentuk dari jaringan-jaringan komputer lokal dan regional,
memungkinkan komunikasi data antar komputer-komputer yang terhubung
ke jaringan tersebut.Asal usul Internet berasal dari jaringan komputer yang
dibentuk pada tahun 1970an. Jaringan komputer tersebut disebut dengan
Arpanet, yaitu jaringan komputer yang dibentuk oleh departemen
pertahanan Amerika Serikat. Selanjutnya jaringan komputer tersebut
diperbarui dan dikembangkan, dan sekarang penerusnya menjadi tulang
punggung global untuk sumber daya informasi yang disebut dengan
internet. Namun demikian membayangkan Internet sebagai sekedar jaringan
Komputer adalah tidak tepat. Jaringan komputer hanyalah medium yang
bukan pada jaringan komputer. Sebaiknya memperhatikan Internet sebagai
sumber daya informasi, bukan sebagai jaringan komputer.
2.3 Aplikasi Web
Aplikasi web dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu web statis dan web
dinamis (Kadir, 2003).
a. Web Statis
Web statis adalah aplikasi web yang berisi atau menampilkan
informasi-informasi yang sifatnya statis (tetap). Disebut tetap karena
pengunjung tidak dapat berinteraksi dengan web tersebut. Pada web
statis pengunjung hanya dapat melihat isi dokumen pada halaman web.
Web statis biasanya menggunakan pemrograman web HTML dan tidak
memiliki database.
b. Web Dinamis
Web Dinamis adalah aplikasi web yang menampilkan informasi
serta dapat berinteraksi dengan pengunjung dengan menggunakan form
sehingga dapat mengolah informasi yang ditampilkan. Web dinamis
biasanya menggunakan pemrograman web PHP dan memiliki database
untuk menyimpan informasi, seperti MySQL.
2.4 Metode Pengembangan Perangkat Lunak
Ada beberapa model proses pengembangan perangkat lunak, namun
pada skripsi ini hanya akan dibahas tentang RAD (Rapid Aplication
Beberapa alasan mengapa digunakan metode Rapid Application
Development (RAD) adalah :
1. Aplikasi yang dikembangkan ini, merupakan aplikasi yang sederhana
dan tidak memerlukan waktu yang lama dalam pengembangannya.
Metode RAD mendukung untuk merancang aplikasi dalam jangka
waktu yang pendek.
2. Aplikasi simulasi ini dalam implementasinya tidak memerlukan
pemeliharaan, sehingga sangat cocok apabila digunakan metode RAD,
karena metode ini tidak memiliki fase pemeliharaan.
3. Alasan utama penggunaan model pengembangan RAD adalah model
pengembangan ini akan bekerja dengan baik bila diterapkan pada
aplikasi berskala kecil.
2.4.1 Model RAD
Menurut Martin (Pressman, 2002: 42), Rapid Aplication
Development (RAD) adalah sebuah model proses perkembangan
perangkat lunak sekuensial linier yang menekankan pada siklus
perkembangan cepat dengan menggunakan pendekatan konstruksi
berbasis komponen. Sehingga apabila kebutuhan dipahami dengan
baik, maka sistem fungsional yang utuh dapat diselesaikan dalam
waktu kira-kira 60 – 90 hari. Menurut Martin (Kendall & Kendall,
1. Fase Perencanaan Syarat-syarat
Pada fase ini pengguna tingkat tinggi memutuskan fungsi apa
saja yang harus difiturkan oleh aplikasi tersebut.
2. Fase Desain Pengguna
Pada fase ini pengguna diminta membahas aspek-aspek desain
non-teknis dari sistem dengan bimbingan penganalisis. Kerena
tingginya sifat interaktif, fase ini sering digabungkan dengan
fase konstruksi pada workshop desain RAD.
3. Fase Konstruksi
Pada fase ini setiap desain yang diciptakan dalam fase
sebelumnya selanjutnya ditingkatkan untuk dilakukan
pengkodean sistem. Kemudian setelah tahap ini selesai
dilakukan uji kemampuan untuk mendapatkan komentar, dan
revisi dari pengguna tingkat tinggi.
4. Fase Pelaksanaan
Tahap terakhir adalah dimana aplikasi baru diuji coba dan
pengenalan terhadap aplikasi.
Gambar 2.2. Workshop Desain RAD
(Kendal & Kendal, 2003: 240)
Menurut Butler (Pressman 2002: 41), seperti semua model
proses yang lain, pendekatan RAD memiliki kekurangan :
1. Bagi proyek yang besar tetapi berskala, RAD memerlukan sumber
daya manusia yang memadai untuk menciptakan jumlah tim RAD
yang baik.
2. RAD menurut pengembang dan pelanggan memiliki komitmen di
dalam aktifitas rapid-fire yang diperlukan untuk melengkapi
sebuah sistem, di dalam kerangka waktu yang sangat Umpan balik
pengguna
diperpendek. Jika komitmen tersebut tidak ada dari tiap kontituen,
proyek RAD akan gagal.
2.4.2 Data Flow Diagram (DFD)
Pendekatan analisis terstruktur diperkenalkan oleh DeMarco
(1978) dan Gane Sarson (1979) melalui buku metodologi struktur
analisis dan desain sistem informasi. Mereka menyarankan untuk
menggunakan data flow diagram (DFD) dalam menggambarkan atau
membuat model sistem.
DFD (Data Flow Diagram) adalah sebuah teknik grafis yang
menggambarkan aliran informasi dan transformasi yang
diaplikasikan pada saat data bergerak dari input menjadi output yang
digambarkan dalam bentuk diagram yang menggunakan
notasi-notasi yang berupa simbol-simbol tertentu yang menunjukkan proses
atau fungsi, aliran data, tempat penyimpanan data, dan entitas
eksternal (Pressman,2002: 364).
Terdapat dua bentuk DFD yang ada sekarang ini, yaitu DFD
Fisikal (Diagram Arus Data Fisik) dan DFD Logikal (Diagram Arus
Data Logika).
DFD fisikal lebih tepat digunakan untuk menggambarkan
sistem (sistem yang lama). Penekanannya yaitu bagaimana
proses-proses dari sistem diterapkan (dengan cara apa, oleh siapa dan
dimana) termasuk proses-proses manual, dengan mempertimbangkan
telepon, surat, dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimanadata
tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, hardisk, tape disk, dan
sebagainya).
DFD adalah alat yang digunakan pada metodologi
pengembangan sistem yang terstruktur (Structur Analys and Design)
dan merupakan alat bantu yang cukup populer sekarang ini, karena
dapat menggambarkan arus data dalam sistem dengan struktur yang
jelas.
Beberapa simbol dalam DFD dapat dilihat pada tabel di bawah
ini :
Tabel 2.1 Simbol DFD
Nama Simbol Keterangan Gambar Simbol 1. Kesatuan Luar Merupakan kesatuan
(entity) dilingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada
di lingkungan luarnya
yang memberikan input atau menerima output dari luar.
2. Arus Data Arus Data (Data Flow) di DFD yang bersimbol suatu
panah, arus data ini
mengalir diantara proses, simpanan data (Data store)
(External Entity). Arus data ini menunjukan arus data yang berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem.
3. Proses Suatu kegiatan kerja yang
dilakukan oleh orang,
mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang akan keluar dari proses.
4. Simpanan Data
Simpanan Data (Data
Store) merupakan
simpanan dari data yang dapat berupa :
A. Suatu file atau database di sistem komputer B. Suatu arsip atau catatan
manual
C. Suatu kotak tempat
data dimeja seseorang
D. Suatu tabel acuan
manual
E. Suatu agenda atau buku
2.4.2.1Tahapan Data Flow Diagram
Langkah-langkah di dalam membuat data flow
1. Context Diagram
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber serta
tujuan data yang akan diproses atau dengan kata lain
diagram tersebut digunakan untuk menggambarkan
sistem secara umum dari keseluruhan sistem sistem yang
ada.
2. Diagram Zero
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan tahapan
proses yang ada di dalam context diagram, yang
penjabarannya lebih terperinci.
3. Diagram Detail
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan arus data
secara lebih mendetail lagi dari tahapan proses yang ada
didalam zero diagram.
2.4.3 Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity Relationship Diagram merupakan suatu model untuk
menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk
menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada
dasarnya ada tiga simbol yang digunakan, yaitu:
1999: 30). Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan
persegi panjang.
b. Atribut : Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari
entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat
mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar
atribut diwakili oleh simbol elips.
c. Hubungan / Relasi : Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Relasi dapat
digambarkan sebagai berikut:
Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya
A dan B) dalam satu basis data yaitu (Kadir, 2002: 48) : 1). Satu ke satu (One to one)
Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan
entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada
himpunan entitas B.
2). Satu ke banyak (One to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan
dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap
entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada
3). Banyak ke banyak (Many to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan
dengan banyak entitas pada himpunan entitas B.
2.5 Content Management Sistem
CMS (Content Management System) adalah suatu sistem yang
digunakan untuk mengelola dan memfasilitasi proses pembuatan,
pembaharuan, dan publikasi content secara bersama (collaborative content
management). Content mengacu pada informasi dalam bentuk teks, grafik,
gambar maupun dalam format-format lain yang perlu dikelola dengan tujuan
memudahkan proses pembuatan, pembaharuan, distribusi, pencarian,
analisis, dan meningkatkan fleksibilitas untuk ditransformasikan ke dalam
bentuk lain. Terminologi CMS sendiri cukup luas, di antaranya mencakup
software aplikasi, database, arsip, workflow, dan alat bantu lainnya yang
dapat dikelola sebagai bagian dari mekanisme jaringan informasi suatu
perusahaan maupun global.
CMS (Content Management System) terbukti merupakan sebuah aset
penting bagi perusahaan untuk mengelola content situs web dan portal
secara efisien dan efektif. Saat ini, berbagai perusahaan mengkombinasikan
content tak berstruktur dengan transaksi tradisional dan application logic
untuk membangun aplikasi berbasis Web. Web application ini mewujudkan
interaksi yang lebih personal dengan para user-nya, dan meningkatkan
kinerja perusahaan dengan menyediakan layanan mandiri bagi para
yang semakin berdaya, secara tidak langsung meningkatkan peranan dan
pentingnya CMS sebagai bagian dari infrastruktur aplikasi perusahaan.
Dengan adanya CMS yang terintegrasi dengan sebuah WebSite akan
memberikan suatu nilai lebih yang akan meningkatkan fungsionalitas dan
fleksibiltas dari Web Site tersebut, terlebih pada WebSite yang tujuan
pemanfaatannya sebagai media promosi dan membangun citra konsumen,
dimana kontinuitas dan inovasi dalam pemasaran produk-produk secara
berkala dan berkesinambungan sebagai suatu hal yang memegang peranan
penting dalam tercapainya target pemasaran.
2.5.1 Joomla
Joomla adalah Contant management system (cms) Sumber
terbuka yang bebas ditulis dengan bahasa pemograman php dan data
base MySQL baik untuk internet maupun intranet Joomla
menyertakan banyak fitur untuk meningkatkan kinerja termasuk page
caching , web indexing , RSS freed , halaman untuk dicetak , web side
searchingdan dukungan Internasionalisasi. Nama Joomla berasal dari
sebutan phonetic sebuah kata bahasa Swahili “Jomla”dengan arti
kebersamaan atau kesatuan pilihan nama mencerminkan komitmen
para pengembang dan komunitasnya saat membentuk Joomla ketika
terjadi perpecahan dari Mambo di bulan Agustus 2005. Joomla
dibangun sebagai fork dari mambo dengan rilis perdana Joomla 1.0.0
Menurut roadmap Joomla 2.0 code base akan ditulis ulang
sekelompok dibangun mengadopsi GNU (General Publik Licence).
Untuk membuat suatu Informasi Electronik yang mulai
berkembang saat ini diperlukan suatu CMS Content Management
system / server php yang digunakan untuk pembuatan/desain grafis,
dan juga memiliki penulis yang kreatif untuk mengisi
halaman-halaman web site dengan Mambo ataupun Joomla, tidak menjadi
masalah karena seluruh tool memiliki fungsi yang sama. Meskipun
program ini menggunakan bahasa php, bukan berarti harus paham
seluruhnya tentang kode php. Bagi mereka tidak memahami kode
HTML, Javascript, ASP, CGI, , maupun php tidak perlu takut untuk
mempelajarinya karena meskipun tidak tahu tentang kode-kode
tersebut, orang bisa membuat sebuah web secara cepat dengan
beberapa fitur yang sangat kompleks yang dihubungkan dengan dalam
suatu jaringan local atau luas (internet).
CMS adalah software computer yang memfasilisasikan
pembuatan documen atau contant secara gotong royong dan
kolaboratif , CMS acap kali di artikan sebagai Aplikasi Web untuk
mengelola web site dan contant web , sementara untuk mengedit dan
membuat artikel disertakan software khusus client , ia juga dapat
digunakan untuk menyimpan documen perusahaan terutama seperti
operators manuals , tecnical manuals , sales guides dan sebagainya,
pungli dengan teknik yang lebih luas portal system wiki system bared
group ware.
2.6 Tools Pengembangan Aplikasi 2.6.1 Adobe Photoshop
Adobe Photoshop adalah merupakan software standar
profesional untuk pengolahan citra atau gambar (image) yang
memberikan lingkungan komprehensif bagi para desainer grafis
profesional untuk membuat desain grafis yang rumit untuk
kebutuhan percetakan, situs web, dan media lainnya (Sardi, 2004).
Gambar 2.3 Tampilan Adobe Photoshop CS3
2.6.2 Macromedia Dreamweaver 8
Macromedia dreamweaver 8 adalah sebuah aplikasi yang
tampilan visual tools, dikembangkan dengan banyak feature aplikasi
dan didukung dengan code editing, didesign untuk bisa disesuaikan
dengan setiap tingkatan kemampuan pemakai. Dreamweaver 8
dimasukkan banyak kemampuan baru untuk membantu membuat dan
mengatur website, baik dari pemula sampai dengan tingkat lanjut.
Aplikasi ini mendukung dengan sangat praktis dan dilengkapi dengan
teknologi terbaru. Dreamweaver 8 bisa dijalankan pada operation
system windows 2000, windows xp, dan Macintosh Mac OS® X 10.3
dan 10.4. dreamweaver 8 tidak bisa dijalankan pada windows 98,
windows 2000 server, windows 2003 server, atau Macintosh OS
10.2.x atau dibawah seri ini.
Fungsi coding Dreamweaver tidak hanya mendukung coding
HTML tetapi juga CSS (Cascading Style Sheet), Javascript,
Coldfusion, ASP (Active Server Pages), JSP (Java Server Pages), dan
Dreamweaver juga memungkinkan anda membangun website dengan
server berbahasa CFML (ColdFusion Markup Language), ASP.net,
ASP, JSP, dan PHP.
Dreamweaver 8 juga mempunyai kemampuan untuk
mendukung pemrograman server side dan client side. Server side
digunakan untuk memproses data yang berhubungan dengan server,
misalnya pengolahan database. Client side merupakan bahasa
pemrograman tambahan sekaligus sebagai pelengkap dari bahasa
Gambar 2.4 Tampilan Dreamweaver 8
2.6.3 XAMPP
Xampp merupakan suatu paket yang terdiri dari Apache, MySQL,
PHP, dan Perl yang dapat digunakan untuk membantu proses instalasi
produk tersebut (Sukarno, 2006).
XAMPP merupakan pengembangan dari LAMP (Linux Apache,
MySQL, PHP and PERL), XAMPP merupakan project non profit
yang dikembangkan oleh Apache Friends yang didirikan Kai
’Oswalad’, Seidler dan Kay Vogelgesang pada tahun 2002, project
mereka ini bertujuan mempromosikan penggunaan Apache Web
Server. Xampp ditemukan pada musim semi tahun 2002.
Adapun keuntungan dari Xampp antara lain (Sukarno, 2006):
1.Xampp dapat berjalan pada operating system Linux dan Windows.
Dan kemungkinan juga akan berjalan di Machintosh.
2.Mudah bagi programmer apabila ingin berganti versi PHP, cukup
melakukan switch versi.
2.6.4 PHP
PHP adalah sebuah bahasa pemrograman yang diperintahnya
dilaksanakan pada server dan kemudian hasilnya ditampilkan pada
komputer klien. PHP juga merupakan HTML embedded, yaitu
perintah PHP dituliskan bersamaan dengan perintah-perintah HTML.
Dapat dikatakan tanpa HTML, maka PHP dapat digunakan
sebagaimana mestinya. HTML (HyperText Markup Language)
sendiri merupakan bahasa untuk membuat tampilan web. Jadi, disini
ada sinergi dari dua bahasa yang saling menguatkan, yaitu PHP dan
HTML (Arbai, 2004).
Menurut dokumen resmi PHP, PHP singkatan dari PHP
Hypertext Preprocessor yang merupakan bahasa berbentuk skrip
yang ditempatkan dalam server dan diproses di server. Hasilnyalah
yang dikirimkan ke klien, tempat pemakai menggunakan browser.
Secara khusus, PHP dirancang untuk membentuk web
dinamis. Artinya, dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan
permintaan terkini. Misalnya, bisa menampilkan isi database ke
halaman Web. Pada prinsipnya, PHP mempunyai fungsi yang sama
dengan skrip-skrip seperti ASP(Active Server Page), Cold Fusion,
ataupunPerl.
Kelahiran PHP bermula saat Rasmus Lerdorf membuat
sejumlah skrip Perl yang dapat mengamati siapa saja yang
selanjutnya dikemas menjadi tool yang disebut “personal home page”,
paket inilah yang menjadi cikal-bakal PHP. Pada tahun 1995, Rasmus
menciptakan PHP/FI versi 2. pada versi inilah pemrogram dapat
menempelkan kode terstruktur didalam tag HTML. Yang menarik,
kode PHP juga bisa berkomunikasi dengan database dan melakukan
perhitungan-perhitungan yang kompleks sambil jalan.
Pada saat ini, PHP cukup popular sebagai peranti
pemrograman Web, terutama di lingkungan Linux. Walaupun
demikian, PHP sebernarnya juga dapat berfungsi pada server-server
yang berbasis UNIX, Windows NT, dan Macintosh. Bahkan versi
untuk Windows 95/98 pun tersedia.
Script PHP menyatu dengan file HTML, dieksekusi dan
bekerja di komputer server (server side). PHP banyak digunakan
untuk membuat website yang dinamis. Dibawah ini adalah salah satu
contoh bagaimana script PHP menyatu dalam file HTML:
Sample.php
1 <html>
2 <head>
3 <title>sample php</title>
4 <head>
5 <body>
6
8 echo “uji sample php “;
9 ?>
10
11 </body>
12 </html>
Baris ke-1 hingga ke-6 dan baris-10 hingga ke-12 adalah file
HTML. Script PHP disisipkan pada baris ke-7 yang diawali dengan
tag pembuka <?php pada baris ke-7. perintah untuk melakukan operasi terdapat pada baris ke-8. akhir script PHP ditandai dengan tag
penutup ?> pada baris ke-9.
PHP pertama kali diperkenalkan oleh Ramus Lerdoft pada tahun
1995 untuk keperluan dinamisasi web site pribadinya. Saat ini PHP
telah berkembang seiring dengan sambutan komunitas open source di
Internet. PHP juga memenuhi
kebutuhan akan bahasa scripting server side yang sederhana,
kuat, dan memiliki konektivitas dengan beragam database server.
Salah satu database server yang paling populer adalah MySQL.
permintaan HTTP
Gambar 2.5Skema PHP
Web
Server Skrip PHP
Kode HTML Mesin PHP
2.6.5 MySQL
MySQL adalah salah satu jenis database server yang sangat
terkenal, kepopulerannya disebabkan MySQL menggunakan SQL
sebagai bahasa dasar untuk mengakses databasenya. Selain itu, ia
bersifat free (tidak perlu membayar untuk menggunakannya) pada
berbagai platform (kecuali pada Windows, yang bersifat shareware
atau perlu membayar setelah melakukan evaluasi dan memutuskan
untuk digunakan untuk keperluan produksi). Perangkat lunak MySQL
sendiri bisa di-download dari http://www.mysql.org atau
http://www.mysql.com.
2.7 Web Browser
Abdul Kadir mendefinisikan web browser sebagai perangkat lunak
yang berguna untuk mengakses informasi web ataupun untuk melakukan
transaksi via web. Beberapa contoh browser yang ada saat ini seperti:
Internet Explorer, Mozila Firefox, Opera, Netscape, Safari. Cara kerja
browser yaitu dengan membaca dokumen HTML yang diambil dari web
server melalui ISP sebagai koneksi internet, kemudian ditampilkan melalui
browser pada komputer (Kadir 2003).
Web browser berkomunikasi dengan web server lewat jaringan
komunikasi mengunakan protokol HTTP. Browser mengirim pesan
meminta dokumen atau layanan tertentu web server. Web server kemudian
menanggapi dengan mengirim dokumen atau menjalankan layanan tertentu
browser akan menerima dokumen (HTML) tanggapan dari web server dan
menampilkanya dilayar (Hariyanto, 2004). Protokol HTML dirancang untuk
dapat menggabung semua protokol internet seperti Goper, Telnet, WAIS,
dan sebagainya dalam satu protokol tunggal. Semua layanan protokol lain
dikemas sebagai layanan-layanan yang disediakan lewat interaksi web
29
BAB III
METODOLOGI PENELITAN
3.1. Metode Pengumpulan Data
Metode penelitian yang diterapkan dalam mendapatkan data dan
informasi yang mendukung dalam penelitian ini, sebagai berikut:
1. Studi Pustaka
Penelitian kepustakaan digunakan sebagai dasar pembahasan
secara teoritis dengan menggunakan data yang diperoleh dari lapangan
dan mengevaluasi hasil penelitian lapangan, teori-teori dan pandangan
dari buku-buku, bahan kuliah, pencarian melalui internet dan
sumber-sumber lainnya dalam penulisan karya tulis ini.
2. Studi Lapangan
Dalam melakukan penelitian di lapangan akan didapatkan data
yang terdapat dalam dokumen-dokumen instansi terkait, serta langsung
mengamati, mengevaluasi sistem informasi penjualan pada
perusahaan-perusahaan lain yang sudah mengimplementasikan sistem tersebut.
Pada penelitian ini juga akan dilakukan wawancara dengan narasumber
atau pihak-pihak yang berhubungan dengan masalah tersebut.
a. Teknik Wawancara, yaitu dengan langsung bertatap muka dengan
pihak-pihak terkait yaitu pembeli spare part motor.
b. Teknik Observasi, yakni dengan melakukan pengamatan langsung
pemesanan tersebut. Observasi dilakukan pada bengkel CBR Motor
Racing.
3. Studi Literatur
Studi literatur ini dilakukan dengan melihat penelitian dan skripsi
sejenis yang sudah ada. Merujuk pada penelitian yang telah dilakukan
oleh (Indah Sartika, Perancangan dan pembuatan sistem promosi dan
penjualan barang pada PT Papasamsu, 2004), dan (Denny Chandra
Haryanto, Pembuatan website untuk pemesanan barang di perusahaan
X, 2003).
3.2. Metode Pengembangan Sistem
Metode membangun sistem adalah metode-metode,
prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan yang akan digunakan
untuk mengembangkan suatu sistem infomasi (Sutabri, 2004: 68).
Metode membangun sistem terdiri dari beberapa model dari proses
perangkat lunak yang umum digunakan, diantaranya: Model Sekuensial
Linear (Waterfall), Model Prototipe, Model RAD (Rapid Application
Development), dan Model Spiral (Pressman, 2002: 27).
Penulis memilih penelitian dengan menggunakan metode membangun
sistem model pendekatan RAD (Rapid Application Development). Penulis
menggunakan model RAD karena melihat dari aplikasi yang dikembangkan
adalah aplikasi yang sederhana dan tidak membutuhkan waktu yang lama,
metode RAD adalah metode yang diperuntukkan untuk jangka pendek
Model RAD yang pada awalnya diusulkan oleh James Martin (1991)
(http://en.wikipedia.org/wiki/Rapid_application_development), merupakan suatu pendekatan berorientasi objek terhadap membangun sistem yang
mencakup suatu metode membangun perangkat-perangkat lunak.
Tujuannya adalah mempersingkat waktu pengerjaan aplikasi serta
proses yang dihasilkan didapat secara cepat dan tepat. Berikut merupakan
gambar dari model RAD, yang terlihat pada gambar 3.1 (Kendall & Kendall, 2003: 237), di bawah ini :
Gambar 3.1. Model membangun sistem RAD
Model RAD memiliki empat fase yaitu fase perencanaan
syarat-syarat, fase perancangan, fase konstruksi, dan fase pelaksanaan (Kendall &
Kendall, 2003: 238). Berikut adalah penjelasan masing-masing fase dalam
penelitian ini.
Menentukan tujuan dan syarat-syarat informasi
Membangun sistem Bekerja dengan pengguna
untuk sistem perancangan
Memperkenalkan sistem Fase Perancangan syarat-syarat
Menggunakan masukan dari pengguna
Fase Perancangan Fase Konstruksi
Umpan balik pengguna
1. Fase Perencanaan Syarat-Syarat
Pada tahap ini dilakukan pengidentifikasian tujuan-tujuan
aplikasi atau sistem serta untuk mengidentifikasi syarat-syarat
informasi yang ditimbulkan dari tujuan-tujuan tersebut. Secara
terperinci yang penulis lakukan pada tahap Tujuan dan
Syarat-syarat Informasi adalah:
a. Menganalisa sistem yang berjalan.
b. Mengidentifikasi permasalahan yang ada..
c. Memberikan solusi permasalahan yang dihadapi.
Hasil yang penulis dapatkan dari tahap Tujuan dan
Syarat-syarat Informasi adalah:
a. Memperoleh informasi mengenai sistem pemesanan spare
part motor yang berjalan.
b. Memperoleh informasi dari permasalahan dalam melakukan
pencatatan secara manual.
c. Dibutuhkan aplikasi yang dapat mencatat dan menyimpan
data pemesanan dan data pembeli dengan menerapkan sistem
pemesanan online.
2. Fase Perancangan
Pada tahap ini dilakukan perancangan proses yaitu
a. Perancangan Proses
Perancangan proses-proses yang akan dilakukan didalam
sistem menggunakan bagan alir DFD (Data Flow Diagram)
yakni dengan membuat diagram konteks, diagram level nol,
dan diagram level satu pada sistem yang akan diusulkan.
b. Perancangan Basis Data
Pada aplikasi sistem pemesanan ini digunakan database
sebagai pelengkap program seperti registrasi, proses
pemesanan, input data produk dan proses penyimpanan data
produk. Database yang digunakan adalah database MySQL.
c. Perancangan Antarmuka (User Interface)
Pada perancangan antarmuka (user interace) dilakukan
langkah menganalisis atau merencanakan tampilan untuk tata
letak sesuai dengan fungsi aplikasi.
3. Fase Konstruksi
Pada tahap ini dilakukan pembuatan program terhadap
rancangan-rancangan yang telah didefinisikan. Pembuatan program
yang dilakukan menggunakanbahasa pemrograman PHP, joomla
sebagai template CMS, dan adobe photoshop untuk mengedit
4. Fase Pelaksanaan
Pada tahapan ini dilakukan pengujian terhadap aplikasi
sistem pemesanan yang telah dibuat, pada pengujian terhadap
aplikasi ini, penulis menggunakan pengujian black-box yaitu suatu
pengujian yang berfokus pada persyaratan fungsional perangkat
lunak (Pressman, 2002: 551). Sebagai akhir dari fase pelaksanaan
penulis juga meminta tanggapan user tentang aplikasi ini untuk
bahan evaluasi.
3.2. Kerangka Berfikir Penelitian
Gambar 3.2 Kerangka Berfikir Penelitian Metode Pengumpulan
Data
Metode Pengembangan Sistem
Fase Perancangan Fase Perencanaan Syarat-Syarat
Fase Konstruksi
Fase Pelaksanaan Studi Pustaka
Studi Lapangan
Wawancara
Observasi
Perancangan Proses
Perancangan Basis Data
35 BAB IV
PEMBAHASAN DAN IMPLEMENTASI
4.1. Metodologi Pengumpulan Data
Penyusunan skripsi ini dilakukan dengan menggunakan beberapa
metode yang dapat mendukung penulisan, baik dalam pengumpulan data
maupun informasi yang diperlukan, untuk mendapatkan kebenaran materi
uraian pembahasan.
4.1.1. Studi Pustaka
Studi pustaka digunakan dengan membaca dan mempelajari
referensi yang ada, e-book, serta mencari referensi tambahan dari
internet. Buku utama yang digunakan peneliti yaitu : Super Market
Online (Dedik, 2010), Membangun Website Dengan CMS Joomla
(Hidayat, 2009), Membangun Website Dinamis Interaktif dengan
PHP-MySQL (Windows & Linux) (Muhammad, 2006) dan
buku-buku selengkapnya yang digunakan dapat dilihat pada daftar
pustaka.
4.1.2. Studi Lapangan
Studi Lapangan dilakukan dengan mendatangi langsung tempat
penelitian, yaitu pada bengkel CBR Motor Racing.
4.1.2.1. Wawancara
Disini dilakukan tanya jawab oleh peneliti sambil
yaitu Bapak Umar Aryo Seno (Pemilik CBR Motor Racing)
yang dilakukan pada tanggal 23 Juni 2011 di bengkel CMR
Jakarta.
4.1.2.2. Observasi
Pada metode Observasi, peneliti melakukan
pengamatan langsung di lapangan untuk mengetahui secara
langsung keadaan objek penelitian yang sebenarnya. Hal ini
bertujuan untuk memperoleh penjelasan mengenai data-data
dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian pada
bengkel CBR Motor Racing Jakarta.
1. Gambaran Umum Perusahaan
CMR (CBR Motor Racing) merupakan suatu
usaha rumahan yang sudah dirintis oleh pemiliknya
sejak tahun 2008. Bermula dari suatu komunitas forum
Motor Honda CBR dan pemiliknya hobi dalam hal
memodifikasi sekaligus service motor, lambat laun
pemilik CMR tersebut ingin memulai bisnisnya ke
penjualan suku cadang motor khususnya Honda CBR.
Dimulai dari aksesoris, service sampai ke suku cadang
yang susah dicari sekalipun dapat dicari di sini.
Memulai dengan memperkenalkan
produk-produknya melalui jejaring sosial facebook ternyata
yang mencari produk seperti aksesoris dan sparepart.
Dikarenakan penjual menjual produknya yang sifatnya
unik dan susah di cari di pasaran. Dengan pelanggan
yang semakin hari semakin bertambah memberikan
peluang pada usaha ini untuk dapat mengembangkan
lagi usahanya. Namun selain mendapat peluang usaha
yang besar tidak terlepas dari permasalahan yang
timbul seperti kompleksitas pemesanan yang tinggi
memungkinkan pihak CMR harus dapat memanajemen
dengan baik setiap pemesanan yang dilakukan oleh
pelangannya. Tidak hanya memperkenalkan suatu
produknya saja melalui media internet ini juga harus
bisa memberikan fasilitas kepada pelanggannya agar
dapat melakukan pemesanan secara online untuk
memberikan kenyamanan dalam melakukan pemesanan
produk.
Hal-hal diatas tersebut dapat dilakukan apabila
ada suatu sistem yang dapat memenuhi
permasalahan-permasalahan diatas yaitu dengan dibuatkannya sistem
informasi pemesanan online berbasis website. Untuk itu
CMR ingin membuat sistem pemesanan dan penjualan
ingin memesan produk tinggal langsung memesannya
melalui situs yang akan dibuat tersebut.
2. Hasil Observasi
Observasi yang dilakukan pada bengkel CMR
memberikan kesimpulan bahwa promosi penjualan
spare part motor dengan menggunakan media brosur
dan promosi dari mulut ke mulut kurang efektif, karena
pelanggan yang datang tidak terlalu banyak. Selain itu,
pencatatan pemesanan spare part motor masih
dilakukan secara manual. Hal ini memungkinkan
terjadinya kesalahan pencatatan ataupun hilangnya
data. Pembeli pun harus memesan barang secara
langsung dengan datang ke bengkel sehingga pelayanan
yang diberikan kurang. Oleh karena itu diperlukan
suatu aplikasi pemesanan online dengan sebuah
teknologi masa kini yang dapat memberikan
kemudahan terhadap pembeli.
4.1.3 Studi Literatur
Studi literatur ini dilakukan dengan melihat penelitian dan
skripsi sejenis yang sudah ada. Merujuk pada penelitian yang telah
dilakukan oleh (Indah Sartika, Perancangan dan pembuatan sistem
promosi dan penjualan barang pada PT Papasamsu, 2004), dan
barang di perusahaan X, 2003). Kelebihan yang akan ditambahkan
pada aplikasi yang akan dibuat antara lain yaitu : menambahkan fitur
status order pada admin, dan form guest book agar konsumen selain
member, juga dapat berinteraksi.
4.2. Metode Pengembangan Sistem
4.2.1. Fase Perencanaan Syarat – Syarat
Pada tahap ini dilakukan analisa kebutuhan masalah untuk
pembuatan aplikasi, mengedintifikasi permasalahan, dan
memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.
1. Analisa Kebutuhan Masalah
a. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan
Sistem yang berjalan pada bengkel CMR adalah sebagai
berikut :
1. Informasi tentang produk disebarkan melalui pembagian
selebaran atau brosur, promosi dari mulut ke mulut, dan
media massa lainnya kepada masyarakat umum.
2. Pemesanan dan pembelian oleh konsumen dilakukan
dengan cara datang langsung ke bengkel.
Bagan alir sistem yang sedang berjalan digambarkan
Gambar 4.1 Diagram Sistem yang Berjalan
b. Kelemahan Sistem yang Berjalan
Berdasarkan analisa sistem berjalan di atas, maka didapat
kelemahan sistem yang berjalan sebagai berikut:
1. Promosi produk yang dilakukan menggunakan media
konvensional seperti promosi dari mulut ke mulut dan
media cetak kurang efektif karena tidak menjangkau
pembeli secara luas.
2. Pembeli harus datang sendiri untuk membeli produk yang
diinginkannya sehingga pembeli hanya terbatas pada orang
3. Data pembelian yang dicatat secara manual juga berpotensi
terjadi kesalahan atau human error.
c. Solusi Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah yang penulis lakukan dalam
menyelesaikan masalah adalah dengan pembuatan aplikasi
pemesanan spare part secara online berbasis web. Website
yang dibuat akan dijadikan sebagai media promosi sekaligus
untuk memesan barang dimana penjual telah memasukkan data
barang-barang yang akan dijual.
d. Analisis Sistem Usulan
Dengan adanya website pemesanan barang, masyarakat
yang ingin mencari informasi produk mengenai spare part
kendaraan bermotor tidak perlu repot untuk datang langsung
ke bengkel-bengkel tertentu masyarakat bisa mengakses
website tersebutmelalui komputer tanpa ada batasan waktu.
Konsumen juga dapat melakukan pemesanan langsung secara
online.
Bagan alir sistem yang sedang berjalan digambarkan
Gambar 4.2 Diagram Sistem Usulan
Tabel 4.1 Perbandingan sistem berjalan dengan sistem usulan
No Sistem Berjalan Sistem yang Diusulkan Hasil yang Ingin Dicapai
1 Pembeli atau
konsumen
melakukan untuk memesan harus datang langsung ke toko
Pembeli atau konsumen bisa melakukan
pemesanan di rumah dengan menggunakan fasilitas internet. Dengan menggunakan aplikasi pemesanan berbasis web.
Data transaksi melalui sistem pemesanan ini dapat
2 Untukpromosi produk mengunakan media iklan seperti brosur, majalah dan koran, hal tersebut sangat banyak mengeluarkan biaya ketika ingin
melakukan promosi secara terus menerus setiap ada produk baru.
Produk dapat di
promosikan melalui media internet seperti forum forum sosial diantarnya facebook, twitter, frienster dan media sosial lainnya.
Setiap ada produk baru yang akan ditawarkan dapat diolah melalui fasilitas admin.
3 Perhitungan dan
pengecekan stok
Pengecekan data stok barang dilakukan secara komputerisasi dengan aplikasi sederhana
misalnya exel dan access.
Stok barang bisa di manajemen oleh admin melalu fasilitas stok barang yang tersedia di website tersebut.
4 Media penyimpanan
masih bersifat manual, dengan media kertas dan dokumen atau data-data tidak tersusun secra terstruktur dan rapih.
Penyimpanan tersusun secara rapih dan terstruktur dengan menggunakan basis data dalam aplikasi pemesanan berbasis web ini.
2. Tujuan
Peneliti bertujuan untuk membuat suatu aplikasi pemesanan
barang berbasis web yang dapat diakses kapanpun dimanapun
dengan menggunakan internet, sehingga proses promosi dan
pemesanan produk kepada konsumen menjadi mudah.
3. Syarat-syarat
Untuk mewujudkan tujuan tersebut dibutuhkan beberapa
syarat minimum dalam pembuatan aplikasi pemesanan spare part
motor berbasis web ini yaitu meliputi hal-hal sebagai berikut :
1. Webserver
Web server merupakan syarat mutlak suatu aplikasi
berbasis web. Web server merupakan platform untuk
menjalankan suatu aplikasi berbasis web. Untuk
pengembangan aplikasi ini dibutuhkan minimum Web Server
Apache 2.0
2. Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman dibutuhkan untuk dapat
membangun sebuah aplikasi, agar komputer dapat melakukan
berbagai operasi dan fungsi sesuai dengan keinginan user.
Untuk itu dibutuhkan suatu bahasa pemrograman yang dapat
digunakan untuk membuat aplikasi client server. Bahasa
pemrograman yang dibutuhkan dalam pengembangan aplikasi
3. Database
Pengelolaan database akan digunakan untuk pelengkap
program seperti proses login serta proses pemesanan dan
penyimpanan file produk. Database yang dibutuhkan adalah
database MySQL 5.0.5.1.
Spesifikasi perangkat lunak dan perangkat keras minimum
yang diperlukan dalam pembuatan aplikasi ini adalah sebagai
berikut :
2. Perangkat Lunak :
a. Paket web server Xampp versi 1.6.6a
(Apache 2.0., PHP 5.2.5.,, MySQL 5.0.5.1)
b. Macromedia Dreamweaver 8.
c. Mozilla Firefox 3.0.
d. Microsoft Windows XP.
3. Perangkat Keras :
a. Personal Computer
1) Processor : Intel Pentium IV.
2) RAM : Memory 256 MB
3) Harddisk : 80 GB
4) VGA : 128 MB
4.2.2 Fase Perancangan
Tahapan selanjutnya dalam RAD setelah menganalisis masalah
pada sistem yang berjalan adalah tahap perancangan sistem yang
bertujuan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada dan
memberikan usulan rancangan sistem.
1.Perancangan Data Flow Diagram (DFD)
DFD merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi
pada alur data dengan konsep dekomposisi yang dapat digunakan
untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang
mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai
maupun pembuat program. Berikut merupakan gambaran umum
website Pemesanan barang Online dalam bentuk DFD.
a. Diagram Konteks
Diagram konteks merupakan diagram yang
memperlihatkan aplikasi sebagai bentuk satu proses yang
terjadi atau pemetaan yang terjadi.
Gambar 4.3 Diagram Kontex Data Pelanggan dan Data Pemesanan Produk
Olah data Pemesanan dan Produk Info Produk dan
Bukti Pembayaran Memesan Produk
Konsumen
Aplikasi Pemesanan
Spare Part Motor Online
Dalam konteks diagram pada gambar 4.3 terdapat dua
entity yang menunjang proses aplikasi ini yaitu konsumen dan
administrator
b. Diagram Zero
Diagram ini untuk mendetailkan setiap proses yang terjadi
pada diagram zero sistem yang diusulkan.
Konsumen registrasi Admin
Pemesanan
Mengelola data
Username,Password user
User, status user User, status user
Nama
Gambar 4.4 Diagram Zero sistem yang diusulkan
Pada gambar 4.4 ini, terdapat entity yaitu konsumen dan
admin. Sistem ini memiliki tiga proses yaitu : proses 1.0 yakni
proses registrasi, proses 2,0 yakni proses pemesanan barang,
dan proses 3.0 yakni proses mengolah data.
c. Diagram Rinci
1)Diagram Rinci / Level 2 proses ke-1
Diagram Gambar 4.5 menjelaskan secara detail dari
proses 1 yaitu proses mengolah data user yakni
pendaftaran user dan proses mempebaharui data user yang
2)Diagram Rinci / Level 2 proses ke-2
Diagram Gambar 4.6 menjelaskan secara detail dari
proses 2 yaitu proses memilih produk, yaitu pemilihan
produk yang dilakukan oleh konsumen. Kemudian proses
menentukan produk, yakni konsumen telah menentukan
produk apa saja yang akan dibeli. Setelah itu proses
konfirmasi pemesanan,yaitu konsumen mengkonfirmasi
pemesanannya dan akan disimpan dalam database order.
Pada proses Melihat data pemesanan, admin dapat melihat
3)Diagram Rinci / Level 2 proses ke-3
admin Mengedit status
pemesanan
Nama produk Nama produk
Gambar 4.7 Diagram Level 2 proses ke-3
3.5
Diagram pada gambar 4.7 menjelaskan secara detail
dari proses 3 yaitu proses mengedit status pemesanan,
menghapus data pemesanan, menambah produk, mengedit
produk yang tersimpan dalam database produk, dan
2. Perancangan Basis Data
Basis data dalam aplikasi absensi ini diimplementasikan
menggunakan Mysql yang terintegrasi dengan PHP.
a. Entity Relationship Diagram (ERD)
Perancangan basis data ini termasuk didalamnya meliputi
bentukan ER Diagram yang berikutnya akan
diimplementasikan dalam bentuk tabel-tabel dengan
keterkaitan atau keterhubungannya diantara tabel tersebut.
Perancangan DFD yang telah digambarkan sebelumnya
kemudian dilanjutkan dengan perancangan database yang akan
digunakan pada aplikasi ini dengan penggambaran database
ER (Entity Relationship) Diagram sebagai berikut :
Gambar 4.8 Entity Relationship Diagram (ERD) M
b. Spesifikasi Tabel
1. Nama Database : commercedb
Nama Tabel : Produk
Primary Key : idProduk
Foreign Key : -
Tabel 4.2 Tabel Produk
No Nama Field Type Size Keterangan
1 Id_produk* INT 4 ID Produk
2 Kategori Varchar 55 Kategori Produk 3 Nm_prdk Varchar 55 Nama Produk
4 Hrg_Prdk INT 6 Harga Produk
5 Gambar Varchar 55 Gambar Produk 6 Ket Text 55 Keterangan Produk
2. Nama Tabel : User
Primary Key : idUser
Foreign Key : -
Tabel 4.3 Tabel User
No Nama Field Type Size Keterangan
1 Id_user* INT 4 ID User
2 Username Varchar 55 Username 3 Password Varchar 55 Password User
4 Nama Text 55 Nama User
5 Email Text 55 Email User
6 Alamat Text 55 Alamat User
3. Nama Tabel : Order
Primary Key : idOrder
Foreign Key : idUser, idProduk
Tabel 4.4 Tabel Order
No Nama Field Type Size Keterangan
1 id_Order* INT 4 ID Produk
2 Jumlah_Order INT 55 Kategori Produk 3 Status_Order Varchar 55 Nama Produk 4 id_User** INT 4 Harga Produk 5 id_Produk** INT 4 Gambar Produk
3. Rancangan Tampilan (User Interface) 1. Rancangan Tampilan Home
Halaman ini merupakan halaman depan dari semua halaman
yang ada pada website ini. Halaman ini juga dapat disebut
sebagai halaman pembuka, karena pada saat pertama website
dibuka maka halaman inilah yang akan tampil sebelum halaman
yang lainnya. Tampilan menu utama terdiri dari beberapa menu
yang dapat membuka halaman lain seperti tampilan Home,Store
Online, GuestBook, Contact dan Admin. Rancangan halaman
selanjutnya sama rancangan tampilan Home hanya yang
membedakannya adalah isinya. Rancangan tampilan menu
Gambar 4.9 Rancangan Halaman Index
2. Rancangan Tampilan Pooling
Pada rancangan tampilan atau halaman pooling ini akan
menampilkan persentasi dari pertanyaan yang diajukan kepada
para pengunjung website. Apakah website tersebut bermanfaat
atau tidak bagi pengunjung website. Ketika di input pilihannya
maka akan mucul persentasi dari setiap jawaban yang ada.
Untuk rancangannya dapat dilihat pada gambar 4.10 berikut :
:: BANNER ::
:: BANNER::
Home | Store Online | GuestBook | Admin
Daftar Pengunjung
Main Menu Link Link2 Link3 Link4
Login Form UserName Password Password
LOGIN
Time
Gambar 4.10 Rancangan Halaman Pooling
3. Rancangan Tampilan Store Online
Pada rancangan halaman produk ini akan menjelaskan
mengenai produk - produk yang akan diperjualbelikan secara
online, dengan terlebih dahulu memilih kategori produk yang
akan dipesan kemudian pilih produk yang akan dipesan, tetapi
sebelumnya pengunjung website haruslah melakukan registrasi
terlebih dahulu apabilia ingin melakukan pemesanan produk.
:: BANNER::
Bagaimana pendapat anda tentang fasilitas toko online pada website ini?
Untuk rancangan halamn produk adalah seperti pada gambar
4.11.
Gambar 4.11 Rancangan Halaman Produk
4. Rancangan Tampilan Shopping Cart
Dalam rancangan halaman shooping cart ini yang
merupakan halaman yang akan mengakumulasikan harga
pemesanan setiap produk yang telah dipesan oleh pengunjung
website ataupun konsumen. Dijelaskan dalam halaman ini
Gambar Produk
Gambar
Add To Chart
:: BANNER::
Home | Store Online | GuestBook | Admin
Daftar Pengunjung
Main Menu Link1 Link2 Link3 Link4
Time
Pools Ket …
xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx