• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aplikasi pemesanan spare part motor berbasis web

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Aplikasi pemesanan spare part motor berbasis web"

Copied!
109
0
0

Teks penuh

(1)

ERRY HANDOYO

104091002869

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)

SYARIF HIDAYATULLAH

(2)
(3)
(4)

iv

BENAR HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN

SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI

ATAU LEMBAGA MANAPUN.

Jakarta, Agustus 2011

(5)

v

dari banyak pihak. Maka perkenankanlah penulis untuk mengucapkan terima

kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Ibunda Tercinta Siti Kasiyati dan Ayahanda Rijadi yang tidak pernah

berhenti merawat, mendoakan, dan mendukung penulis dengan penuh

kasih sayang. Terima kasih atas semua pengorbanan, usaha dan jerih

payah Ayah dan Bunda untuk selalu membuat penulis merasa bahagia.

2. Saudariku, Desi Setiyani yang selalu penulis banggakan dan sayangi

sepenuh hati.

3. Fitriyanti, atas semua bentuk dukungan, motivasi dan kasih sayang yang

selalu menemani hari-hari penulis.

4. Sahabat-sahabatku yang selalu setia menemani saat suka dan duka :

Makhsus, Toni, Sigit, Danang, Umi, Nita, yang selalu bersama-sama

berjuang menyelesaikan skripsi. Zahruddin, Taufiq, Arie Syuryadi,

Rahmat Hidayat dan Robby Darmawan, terima kasih atas persahabatan

indah yang kita miliki.

5. Teman-teman TI C 2004 : Alvin, Wahyuni, Syukrina, Hani, Endah, Desi,

Ziah, Sarah, Eni, Rizal, Razka, Budi, Asep, Malik, Sidiq, Fajar, Dwi,

Rahmat Ruhyat, Agil, Rendy, Ariefati, Hirzi, Kaut, Anton dan Egi. Terima

(6)

vi

7. Teman-temanku di Agribisnis dan MIPA.

Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kalian

semua dan melindungi kalian di setiap langkah.

Jakarta, Agustus 2011

(7)

vii

Perkembangan teknologi internet yang sangat cepat dari tahun ke tahun. Internet saat ini sangat dibutuhkan misalnya untuk media promosi suatu produk. Untuk menjual suatu produk, penjual masih menggunakan cara biasa yaitu dengan menjualnya di toko-toko. Dengan sistem penjualaan seperti itu, maka hanya terbatas saja pembeli yang mengetahui tentang produk yang dijual. Dengan adanya internet, penjual dapat mempromosikan sekaligus menjual produknya melalui website. Penelitian ini membahas mengenai proses pemesanan produk secara online yang akan diimplementasikan pada pemesanan produk spare part motor. Dalam pembuatan website aplikasi pemesanan ini nantinya akan menjadi acuan untuk dapat merancang proses pemesanan melalui media elektronik dan sebagai promosi produksi itu sendiri. Tools yang digunakan dalam pembuatan website penjualan spare part motor ini yaitu komponen virtue mart untuk sistem pemesanannya, joomla untuk template website dan content manajemen sistem (CMS), MySQL untuk databasenya, dan script PHP sebagai dasar bahasa pemrograman yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu apliksasi pemesanan yang dapat membantu para pembeli spare part motor untuk melakukan pemesanan barang dengan mudah. Namun, transaksi pembayarannya dilakukan secara manual dan tidak terintegrasi dengan aplikasi.

(8)

viii

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, rasa syukur tiada terkira penulis panjatkan kepada Allah

Subhanahu Wata’ala. Rahmat dan salam semoga tercurahkan selalu kepada

Rasulullah Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan pengikut-pengikut

beliau (amin). Hanya berkat petunjuk dan pertolongan Allah-lah penulis dapat

menyelesaikan skripsi yang berjudul : Aplikasi Pemesanan Spare Part Motor

Berbasis Web.

Terwujudnya tulisan dalam bentuk skripsi ini, tentunya tidak terlepas dari

bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Rasa terima kasih penulis ucapkan

kepada :

1. Bapak DR. Syopiansyah Jaya Putra, M.SIS, selaku Dekan Fakultas Sains

dan Teknologi.

2. Bapak Yusuf Durrachman, M.Sc, M.IT, selaku Ketua Program Studi Teknik

Informatika.

3. Bapak Herlino Nanang, MT, selaku dosen pembimbing I, dan

4. Ibu Fenty Eka Muzayyana, M.Kom, selaku dosen pembimbing II, yang

telah memberikan bimbingan, waktu, dan perhatiannya dalam penyusunan

(9)

ix

6. Ibunda dan Ayahanda tercinta Siti Kasiyati dan Rijadi atas kasih sayang

tulusnya sepanjang masa.

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis juga tidak luput dari berbagai

masalah dan menyadari sepenuhnya bahwa penulisan ini masih jauh dari

sempurna dan tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu dengan

senang hati penulis akan menerima semua saran dan kritik maupun ide-ide yang

membangun dari rekan-rekan pembaca. Akhir kata semoga Allah membalas

kebaikan mereka yang telah membimbing penulis dalam membuat skripsi ini.

Semoga skripsi ini berguna bagi penulis dan pada pembaca umumnya.

Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, Agustus 2011

Penulis

Erry Handoyo

(10)

x

PERNYATAAN ... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ... v

ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ...viii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR TABEL ...xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Batasan Masalah ... 3

1.4 Tujuan Penelitian ... 3

1.5 Manfaat Penelitian ... 4

1.6 Metodologi Penelitian ... 5

1.7 Sistematika Penulisan ... 6

BAB II LANDASAN TEORI ... 8

2.1 Definisi Informasi ... 8

2.2 Internet ... 8

2.3 Aplikasi Web ... 9

2.4 Metode Pengembangan Perangkat Lunak ... 9

2.4.1 Model RAD ... 10

2.4.2 Data Flow Diagram (DFD) ... 13

2.4.2.1 Tahapan Data Flow Diagram ... 15

2.4.3 Entity Relationship Diagram (ERD) ... 16

2.5 Content Management System ... 18

2.5.1 Joomla ... 19

(11)

xi

2.6.5 MySQL ... 27

2.7 Web Browser ... 27

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 29

3.1 Metode Pengumpulan Data ... 29

3.2 Metode Pengembangan Sistem ... 30

3.3 Kerangka Berfikir Penelitian ... 34

BAB IV PEMBAHASAN DAN IMPLEMENTASI ... 35

4.1 Metodologi Pengumpulan Data ... 35

4.1.1 Studi Pustaka ... 35

4.1.2 Studi Lapangan ... 35

4.1.2.1 Wawancara ... 35

4.1.2.2 Observasi ... 36

4.1.3 Studi Literatur ... 38

4.2 Metode Pengembangan Sistem ... 39

4.2.1 Fase Perencanaan Syarat-syarat ... 39

4.2.2 Fase Perancangan ... 46

4.2.3 Fase Konstruksi ... 62

4.2.4 Fase Pelaksanaan ... 63

BAB V PENUTUP ... 65

5.1 Kesimpulan ... 65

5.2 Saran ... 65

(12)

xii

Gambar 2.2 Workshop Desain RAD ... 12

Gambar 2.3 Tampilan Adobe Photoshop CS3 ... 21

Gambar 2.4 Tampilan Dreamweaver 8 ... 23

Gambar 2.5 Skema PHP ... 26

Gambar 3.1 Model Membangun Sistem RAD ... 31

Gambar 3.2 Kerangka Berfikir Penelitian ... 34

Gambar 4.1 Diagram Sistem yang Berjalan ... 40

Gambar 4.2 Diagram Sistem Usulan ... 42

Gambar 4.3 Diagram Konteks ... 46

Gambar 4.4 Diagram Zero Sistem yang Diusulkan ... 47

Gambar 4.5 Diagram Level 2 Proses Ke-1 ... 48

Gambar 4.6 Diagram Level 2 Proses Ke-2 ... 49

Gambar 4.7 Diagram Level 2 Proses Ke-3 ... 50

Gambar 4.8 Entity Relationship Diagram ... 51

Gambar 4.9. Rancangan Halaman Index ... 54

Gambar 4.10 Rancangan Halaman Pooling ... 55

Gambar 4.11 Rancangan Halaman Produk ... 56

Gambar 4.12 Rancangan Halaman Shopping Cart ... 57

Gambar 4.13 Rancangan Halaman Registrasi ... 58

Gambar 4.14 Rancangan Halaman Guest Book ... 59

Gambar 4.15 Rancangan Halaman Contact Us ... 60

Gambar 4.16 Rancangan Halaman List Order ... 61

(13)

xiii

Tabel 4.1 Perbandingan Sistem Berjalan Dengan Sistem Usulan ... 42

Tabel 4.2 Tabel Produk ... 52

Table 4.3 Tabel User ... 52

Tabel 4.4 Tabel Order ... 53

(14)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi dibidang informasi mendorong setiap

instansi atau perusahaan untuk tetap mengikuti perkembangannya, terutama

berkenaan dengan perkembangan teknologi informasi yang ada hubungannya

dengan kegiatan perusahaan tersebut. Perkembangan teknologi informasi

telah memberikan kontribusi yang cukup berarti dalam meningkatkan

kegiatan usaha khususnya dalam hal pengolahan data yang memberi

dukungan terhadap pengambilan keputusan-keputusan bisnis serta

Perkembangan teknologi informasi telah memberikan kontribusi yang cukup

berarti dalam meningkatkan kegiatan pelayanan.

Berdasarkan pada uraian diatas, pemanfaatan teknologi informasi

dalam suatu aktivitas bisnis merupakan hal yang cukup penting. Begitu

pentingnya sehingga hampir setiap perusahaan yang serupa menggunakan

sistem pelayanan bisnis secara online, apalagi di zaman sekarang ini bukan

hanya perusahaan -perusahaan yang sudah mempunyai tempat dan nama di

dunia bisnis, perusahaan atau usaha rumahan pun bisa dijadikan lahan bisnis

dengan sentuhan teknologi informasi sekarang ini. Setiap orang tidak

diharuskan lagi dan diwajibkan lagi mempunyai tempat untuk usaha, letak

strategis untuk usaha kemudian modal yang besar untuk sewa tempat dan lain

(15)

bisa dilakukan yaitu dengan cara mempromosikan dan memperkenalkan

produknya melalui internet. Karena di era globalisasi sekarang ini setiap

orang dalam mencari informasi hal pertama yang dilakukan cenderung

mencari sesuatu melalui dunia maya, baik itu hanya sekedar referensi ataupun

melakukan pemesanan online.

Berkaitan dengan tugas akhir ini penelitian difokuskan pada masalah

pemanfaatan tujuan teknologi informasi yang dapat memberi dukungan aktif

kelancaran usaha penjualan barang yang dilakukan oleh suatu perusahaan

atau usaha rumahan yang diberi judul Aplikasi Pemesanan Spare Part Motor Berbasis Web .

1.2Rumusan Masalah

Berdasarkan observasi yang dilakukan di suatu Perusahaan terhadap

sistem informasi pemesanan barang dikemukakan hal-hal yang menjadi

permasalahan antara lain:

1. Bagaimana cara penyampaian informasi barang yang terdapat pada usaha

pemesanan spare part motor berbasis web?

2. Bagaimana merancang sebuah aplikasi pemesanan barang yang sifatnya

(16)

1.3 Batasan Masalah

Masalah yang ada dalam sistem informasi penjualan barang ini

dibatasi pada ruang lingkup seperti :

1. Sistem hanya memberikan informasi barang yang tersedia dan proses

pemesanan barang tersebut.

2. Data yang diolah hanya data barang dan data Pengguna Sistem

Informasi.

3. Sistem ini tidak membahas mengenai masalah persediaan barang.

4. Pembayaran transaksi dilakukan secara offline, dimana pembeli

melakukan transfer uang secara manual pada rekening yang

ditetapkan.

5. Desain web menggunakan CMS (Content Management System)

Joomla dan komponen Virtue Mart.

6. Web server menggunakan Xampp dan database menggunakan

MySQL.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari tugas akhir ini adalah :

1.Mempermudah pihak CMR untuk mengelola pemesanan spare part motor

dan memperluas jangkauan konsumen.

2.Mempermudah bagi masyarakat atau dunia luar untuk mendapatkan

informasi mengenai spare part motor dan melakukan pemesanan spare

(17)

1.5Manfaat Penelitian

Manfaat yang didapat dalam menulis skripsi ini adalah :

1. Bagi Peneliti

a. Dapat mempelajari lebih jauh mengenai aplikasi berbasis web.

b. Mengetahui secara langsung penggunaan atau peranan teknologi

informasi dan komunikasi di tempat penelitian.

c. Mengenal lebih jauh teknologi- teknologi informasi yang sedang

berkembang saat ini.

2. Bagi Pengguna

a. Memudahkan akses terhadap informasi produk, karena dapat

diakses melalui jaringan internet.

b. Memiliki sebuah aplikasi berbasis web yang mudah digunakan oleh

masyarakat umum.

c. Menjadikan bengkel lebih maju sesuai dengan perkembangan

teknologi.

3. Bagi Universitas

a. Memberikan kemajuan ilmu pengetahuan dalam bidang aplikasi

berbasis web di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

b. Memberi sumbangan ilmiah bagi perkembangan aplikasi berbasis

web.

(18)

1.6 Metodologi Penelitian

1. Metode pengumpulan data

Dalam pengumpulan data dan pencarian fakta untuk penelitian skripsi ini,

peneliti menggunakan metode fact finding technique. Fact Finding

Technique dilakukan untuk proses pengembangan system, di dalam Fact

Finding Technique dilakukan proses pencarian dan penemuan fakta serta

pencarian data dari suatu kasus yang akan membantu proses

pengembangan system suatu organisasi. Fact Finding Technique yang

digunakan dalam penelitian ini adalah

a. Studi Pustaka

b. Observasi

c. Wawancara

d. Studi Literatur

2. Metode Pengembangan Sistem

Sistem pengembangan perangkat lunak yang penulis gunakan adalah

sistem RAD (Rapid Application Development) yang dikembangkan oleh

James Martin. Tahap-tahap sistem RAD meliputi (Kendall & Kendall,

2003:239):

1. Fase Menentukan Syarat-Syarat

Pada tahap ini dilakukan penentuan tujuan dan syarat-syarat

informasi, yaitu dengan melakukan analisa kebutuhan masalah

(19)

tujuan dibuatnya aplikasi, lalu menentukan syarat-syarat yang

diperlukan untuk membuat aplikasi.

2. Fase Perancangan

Pada tahap ini dilakukan perancangan proses-proses yang akan

terjadi dalam sistem dan perancangan antar muka. Pada

perancangan proses digunakan alat bantu DFD untuk memudahkan

peneliti dalam merancang aplikasi pemesanan yang akan dibuat

3. Fase Konstruksi

Pada tahap ini dilakukan pengkodean terhadap

rancangan-rancangan yang telah didefinisikan. Peneliti menggunakan PHP

untuk bahasa pemrograman dan Joomla untuk template. Web

Server Apache sebagai platform untuk menjalankan aplikasi,

kemudian menggunakan MySQL sebagai database.

4. Fase Pelaksanaan

Pada tahap ini dilakukan pengujian terhadap sistem. Untuk uji

aplikasi dilakukan dengan menggunakan metode blackbox.

1.7 Sistematika Penulisan

Pada dasarnya, penyusunan sistematika penulisan bertujuan untuk

memudahkan para pembaca dalam mengikuti apa yang dipaparkan dalam laporan

(20)

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini berisikan latar belakang masalah, identifikasi

masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, metodologi penelitian,

dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini menjelaskan tentang teori-teori yang berkaitan dengan isi

laporan tugas akhir dan aplikasi web yang dibuat, diantaranya

tentang internet, konsep aplikasi web yang interaktif, bahasa web

scripting PHP dan database server MySQL.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini menguraikan metode penelitian yang digunakan penulis,baik

itu metode pengumpulan data maupun metode pengembangan

sistem.

BAB lV PEMBAHASAN DAN IMPLEMENTASI

Dalam bab ini menganalisis objek penelitian, anlisis kebutuhan

sistem, serta perancangan sistem yang akan dibuat. Dalam

implementasi diuraikan tentang pemilihan bahasa pemrograman yang

digunakan, perangkat keras yang diperlukan, pemrograman dan

pengujian aplikasi.

BAB V PENUTUP

Berisikan tentang kesimpulan dari seluruh pembahasan yang telah

(21)

8 BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Informasi

Sumber Informasi adalah data. Data adalah fakta mentah mengenai

orang, tempat, kejadian, dan hal-hal yang penting dalam organisasi

(Whitten, 2004).

Menurut Davis (1999), Informasi adalah data yang sudah diolah

menjadi bentuk yang berarti bagi penerimanya yang bermanfaat dalam

pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang (Kadir, 2003).

2.2 Internet

Sebagai gambaran umum, internet adalah suatu jaringan komputer

global terbentuk dari jaringan-jaringan komputer lokal dan regional,

memungkinkan komunikasi data antar komputer-komputer yang terhubung

ke jaringan tersebut.Asal usul Internet berasal dari jaringan komputer yang

dibentuk pada tahun 1970an. Jaringan komputer tersebut disebut dengan

Arpanet, yaitu jaringan komputer yang dibentuk oleh departemen

pertahanan Amerika Serikat. Selanjutnya jaringan komputer tersebut

diperbarui dan dikembangkan, dan sekarang penerusnya menjadi tulang

punggung global untuk sumber daya informasi yang disebut dengan

internet. Namun demikian membayangkan Internet sebagai sekedar jaringan

Komputer adalah tidak tepat. Jaringan komputer hanyalah medium yang

(22)

bukan pada jaringan komputer. Sebaiknya memperhatikan Internet sebagai

sumber daya informasi, bukan sebagai jaringan komputer.

2.3 Aplikasi Web

Aplikasi web dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu web statis dan web

dinamis (Kadir, 2003).

a. Web Statis

Web statis adalah aplikasi web yang berisi atau menampilkan

informasi-informasi yang sifatnya statis (tetap). Disebut tetap karena

pengunjung tidak dapat berinteraksi dengan web tersebut. Pada web

statis pengunjung hanya dapat melihat isi dokumen pada halaman web.

Web statis biasanya menggunakan pemrograman web HTML dan tidak

memiliki database.

b. Web Dinamis

Web Dinamis adalah aplikasi web yang menampilkan informasi

serta dapat berinteraksi dengan pengunjung dengan menggunakan form

sehingga dapat mengolah informasi yang ditampilkan. Web dinamis

biasanya menggunakan pemrograman web PHP dan memiliki database

untuk menyimpan informasi, seperti MySQL.

2.4 Metode Pengembangan Perangkat Lunak

Ada beberapa model proses pengembangan perangkat lunak, namun

pada skripsi ini hanya akan dibahas tentang RAD (Rapid Aplication

(23)

Beberapa alasan mengapa digunakan metode Rapid Application

Development (RAD) adalah :

1. Aplikasi yang dikembangkan ini, merupakan aplikasi yang sederhana

dan tidak memerlukan waktu yang lama dalam pengembangannya.

Metode RAD mendukung untuk merancang aplikasi dalam jangka

waktu yang pendek.

2. Aplikasi simulasi ini dalam implementasinya tidak memerlukan

pemeliharaan, sehingga sangat cocok apabila digunakan metode RAD,

karena metode ini tidak memiliki fase pemeliharaan.

3. Alasan utama penggunaan model pengembangan RAD adalah model

pengembangan ini akan bekerja dengan baik bila diterapkan pada

aplikasi berskala kecil.

2.4.1 Model RAD

Menurut Martin (Pressman, 2002: 42), Rapid Aplication

Development (RAD) adalah sebuah model proses perkembangan

perangkat lunak sekuensial linier yang menekankan pada siklus

perkembangan cepat dengan menggunakan pendekatan konstruksi

berbasis komponen. Sehingga apabila kebutuhan dipahami dengan

baik, maka sistem fungsional yang utuh dapat diselesaikan dalam

waktu kira-kira 60 – 90 hari. Menurut Martin (Kendall & Kendall,

(24)

1. Fase Perencanaan Syarat-syarat

Pada fase ini pengguna tingkat tinggi memutuskan fungsi apa

saja yang harus difiturkan oleh aplikasi tersebut.

2. Fase Desain Pengguna

Pada fase ini pengguna diminta membahas aspek-aspek desain

non-teknis dari sistem dengan bimbingan penganalisis. Kerena

tingginya sifat interaktif, fase ini sering digabungkan dengan

fase konstruksi pada workshop desain RAD.

3. Fase Konstruksi

Pada fase ini setiap desain yang diciptakan dalam fase

sebelumnya selanjutnya ditingkatkan untuk dilakukan

pengkodean sistem. Kemudian setelah tahap ini selesai

dilakukan uji kemampuan untuk mendapatkan komentar, dan

revisi dari pengguna tingkat tinggi.

4. Fase Pelaksanaan

Tahap terakhir adalah dimana aplikasi baru diuji coba dan

pengenalan terhadap aplikasi.

(25)

Gambar 2.2. Workshop Desain RAD

(Kendal & Kendal, 2003: 240)

Menurut Butler (Pressman 2002: 41), seperti semua model

proses yang lain, pendekatan RAD memiliki kekurangan :

1. Bagi proyek yang besar tetapi berskala, RAD memerlukan sumber

daya manusia yang memadai untuk menciptakan jumlah tim RAD

yang baik.

2. RAD menurut pengembang dan pelanggan memiliki komitmen di

dalam aktifitas rapid-fire yang diperlukan untuk melengkapi

sebuah sistem, di dalam kerangka waktu yang sangat Umpan balik

pengguna

(26)

diperpendek. Jika komitmen tersebut tidak ada dari tiap kontituen,

proyek RAD akan gagal.

2.4.2 Data Flow Diagram (DFD)

Pendekatan analisis terstruktur diperkenalkan oleh DeMarco

(1978) dan Gane Sarson (1979) melalui buku metodologi struktur

analisis dan desain sistem informasi. Mereka menyarankan untuk

menggunakan data flow diagram (DFD) dalam menggambarkan atau

membuat model sistem.

DFD (Data Flow Diagram) adalah sebuah teknik grafis yang

menggambarkan aliran informasi dan transformasi yang

diaplikasikan pada saat data bergerak dari input menjadi output yang

digambarkan dalam bentuk diagram yang menggunakan

notasi-notasi yang berupa simbol-simbol tertentu yang menunjukkan proses

atau fungsi, aliran data, tempat penyimpanan data, dan entitas

eksternal (Pressman,2002: 364).

Terdapat dua bentuk DFD yang ada sekarang ini, yaitu DFD

Fisikal (Diagram Arus Data Fisik) dan DFD Logikal (Diagram Arus

Data Logika).

DFD fisikal lebih tepat digunakan untuk menggambarkan

sistem (sistem yang lama). Penekanannya yaitu bagaimana

proses-proses dari sistem diterapkan (dengan cara apa, oleh siapa dan

dimana) termasuk proses-proses manual, dengan mempertimbangkan

(27)

telepon, surat, dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimanadata

tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, hardisk, tape disk, dan

sebagainya).

DFD adalah alat yang digunakan pada metodologi

pengembangan sistem yang terstruktur (Structur Analys and Design)

dan merupakan alat bantu yang cukup populer sekarang ini, karena

dapat menggambarkan arus data dalam sistem dengan struktur yang

jelas.

Beberapa simbol dalam DFD dapat dilihat pada tabel di bawah

ini :

Tabel 2.1 Simbol DFD

Nama Simbol Keterangan Gambar Simbol 1. Kesatuan Luar Merupakan kesatuan

(entity) dilingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada

di lingkungan luarnya

yang memberikan input atau menerima output dari luar.

2. Arus Data Arus Data (Data Flow) di DFD yang bersimbol suatu

panah, arus data ini

mengalir diantara proses, simpanan data (Data store)

(28)

(External Entity). Arus data ini menunjukan arus data yang berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem.

3. Proses Suatu kegiatan kerja yang

dilakukan oleh orang,

mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang akan keluar dari proses.

4. Simpanan Data

Simpanan Data (Data

Store) merupakan

simpanan dari data yang dapat berupa :

A. Suatu file atau database di sistem komputer B. Suatu arsip atau catatan

manual

C. Suatu kotak tempat

data dimeja seseorang

D. Suatu tabel acuan

manual

E. Suatu agenda atau buku

2.4.2.1Tahapan Data Flow Diagram

Langkah-langkah di dalam membuat data flow

(29)

1. Context Diagram

Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber serta

tujuan data yang akan diproses atau dengan kata lain

diagram tersebut digunakan untuk menggambarkan

sistem secara umum dari keseluruhan sistem sistem yang

ada.

2. Diagram Zero

Diagram ini dibuat untuk menggambarkan tahapan

proses yang ada di dalam context diagram, yang

penjabarannya lebih terperinci.

3. Diagram Detail

Diagram ini dibuat untuk menggambarkan arus data

secara lebih mendetail lagi dari tahapan proses yang ada

didalam zero diagram.

2.4.3 Entity Relationship Diagram (ERD)

Entity Relationship Diagram merupakan suatu model untuk

menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk

menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada

dasarnya ada tiga simbol yang digunakan, yaitu:

(30)

1999: 30). Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan

persegi panjang.

b. Atribut : Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari

entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat

mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar

atribut diwakili oleh simbol elips.

c. Hubungan / Relasi : Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Relasi dapat

digambarkan sebagai berikut:

Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya

A dan B) dalam satu basis data yaitu (Kadir, 2002: 48) : 1). Satu ke satu (One to one)

Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan

entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada

himpunan entitas B.

2). Satu ke banyak (One to many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan

dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap

entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada

(31)

3). Banyak ke banyak (Many to many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan

dengan banyak entitas pada himpunan entitas B.

2.5 Content Management Sistem

CMS (Content Management System) adalah suatu sistem yang

digunakan untuk mengelola dan memfasilitasi proses pembuatan,

pembaharuan, dan publikasi content secara bersama (collaborative content

management). Content mengacu pada informasi dalam bentuk teks, grafik,

gambar maupun dalam format-format lain yang perlu dikelola dengan tujuan

memudahkan proses pembuatan, pembaharuan, distribusi, pencarian,

analisis, dan meningkatkan fleksibilitas untuk ditransformasikan ke dalam

bentuk lain. Terminologi CMS sendiri cukup luas, di antaranya mencakup

software aplikasi, database, arsip, workflow, dan alat bantu lainnya yang

dapat dikelola sebagai bagian dari mekanisme jaringan informasi suatu

perusahaan maupun global.

CMS (Content Management System) terbukti merupakan sebuah aset

penting bagi perusahaan untuk mengelola content situs web dan portal

secara efisien dan efektif. Saat ini, berbagai perusahaan mengkombinasikan

content tak berstruktur dengan transaksi tradisional dan application logic

untuk membangun aplikasi berbasis Web. Web application ini mewujudkan

interaksi yang lebih personal dengan para user-nya, dan meningkatkan

kinerja perusahaan dengan menyediakan layanan mandiri bagi para

(32)

yang semakin berdaya, secara tidak langsung meningkatkan peranan dan

pentingnya CMS sebagai bagian dari infrastruktur aplikasi perusahaan.

Dengan adanya CMS yang terintegrasi dengan sebuah WebSite akan

memberikan suatu nilai lebih yang akan meningkatkan fungsionalitas dan

fleksibiltas dari Web Site tersebut, terlebih pada WebSite yang tujuan

pemanfaatannya sebagai media promosi dan membangun citra konsumen,

dimana kontinuitas dan inovasi dalam pemasaran produk-produk secara

berkala dan berkesinambungan sebagai suatu hal yang memegang peranan

penting dalam tercapainya target pemasaran.

2.5.1 Joomla

Joomla adalah Contant management system (cms) Sumber

terbuka yang bebas ditulis dengan bahasa pemograman php dan data

base MySQL baik untuk internet maupun intranet Joomla

menyertakan banyak fitur untuk meningkatkan kinerja termasuk page

caching , web indexing , RSS freed , halaman untuk dicetak , web side

searchingdan dukungan Internasionalisasi. Nama Joomla berasal dari

sebutan phonetic sebuah kata bahasa Swahili “Jomla”dengan arti

kebersamaan atau kesatuan pilihan nama mencerminkan komitmen

para pengembang dan komunitasnya saat membentuk Joomla ketika

terjadi perpecahan dari Mambo di bulan Agustus 2005. Joomla

dibangun sebagai fork dari mambo dengan rilis perdana Joomla 1.0.0

(33)

Menurut roadmap Joomla 2.0 code base akan ditulis ulang

sekelompok dibangun mengadopsi GNU (General Publik Licence).

Untuk membuat suatu Informasi Electronik yang mulai

berkembang saat ini diperlukan suatu CMS Content Management

system / server php yang digunakan untuk pembuatan/desain grafis,

dan juga memiliki penulis yang kreatif untuk mengisi

halaman-halaman web site dengan Mambo ataupun Joomla, tidak menjadi

masalah karena seluruh tool memiliki fungsi yang sama. Meskipun

program ini menggunakan bahasa php, bukan berarti harus paham

seluruhnya tentang kode php. Bagi mereka tidak memahami kode

HTML, Javascript, ASP, CGI, , maupun php tidak perlu takut untuk

mempelajarinya karena meskipun tidak tahu tentang kode-kode

tersebut, orang bisa membuat sebuah web secara cepat dengan

beberapa fitur yang sangat kompleks yang dihubungkan dengan dalam

suatu jaringan local atau luas (internet).

CMS adalah software computer yang memfasilisasikan

pembuatan documen atau contant secara gotong royong dan

kolaboratif , CMS acap kali di artikan sebagai Aplikasi Web untuk

mengelola web site dan contant web , sementara untuk mengedit dan

membuat artikel disertakan software khusus client , ia juga dapat

digunakan untuk menyimpan documen perusahaan terutama seperti

operators manuals , tecnical manuals , sales guides dan sebagainya,

(34)

pungli dengan teknik yang lebih luas portal system wiki system bared

group ware.

2.6 Tools Pengembangan Aplikasi 2.6.1 Adobe Photoshop

Adobe Photoshop adalah merupakan software standar

profesional untuk pengolahan citra atau gambar (image) yang

memberikan lingkungan komprehensif bagi para desainer grafis

profesional untuk membuat desain grafis yang rumit untuk

kebutuhan percetakan, situs web, dan media lainnya (Sardi, 2004).

Gambar 2.3 Tampilan Adobe Photoshop CS3

2.6.2 Macromedia Dreamweaver 8

Macromedia dreamweaver 8 adalah sebuah aplikasi yang

(35)

tampilan visual tools, dikembangkan dengan banyak feature aplikasi

dan didukung dengan code editing, didesign untuk bisa disesuaikan

dengan setiap tingkatan kemampuan pemakai. Dreamweaver 8

dimasukkan banyak kemampuan baru untuk membantu membuat dan

mengatur website, baik dari pemula sampai dengan tingkat lanjut.

Aplikasi ini mendukung dengan sangat praktis dan dilengkapi dengan

teknologi terbaru. Dreamweaver 8 bisa dijalankan pada operation

system windows 2000, windows xp, dan Macintosh Mac OS® X 10.3

dan 10.4. dreamweaver 8 tidak bisa dijalankan pada windows 98,

windows 2000 server, windows 2003 server, atau Macintosh OS

10.2.x atau dibawah seri ini.

Fungsi coding Dreamweaver tidak hanya mendukung coding

HTML tetapi juga CSS (Cascading Style Sheet), Javascript,

Coldfusion, ASP (Active Server Pages), JSP (Java Server Pages), dan

Dreamweaver juga memungkinkan anda membangun website dengan

server berbahasa CFML (ColdFusion Markup Language), ASP.net,

ASP, JSP, dan PHP.

Dreamweaver 8 juga mempunyai kemampuan untuk

mendukung pemrograman server side dan client side. Server side

digunakan untuk memproses data yang berhubungan dengan server,

misalnya pengolahan database. Client side merupakan bahasa

pemrograman tambahan sekaligus sebagai pelengkap dari bahasa

(36)

Gambar 2.4 Tampilan Dreamweaver 8

2.6.3 XAMPP

Xampp merupakan suatu paket yang terdiri dari Apache, MySQL,

PHP, dan Perl yang dapat digunakan untuk membantu proses instalasi

produk tersebut (Sukarno, 2006).

XAMPP merupakan pengembangan dari LAMP (Linux Apache,

MySQL, PHP and PERL), XAMPP merupakan project non profit

yang dikembangkan oleh Apache Friends yang didirikan Kai

’Oswalad’, Seidler dan Kay Vogelgesang pada tahun 2002, project

mereka ini bertujuan mempromosikan penggunaan Apache Web

Server. Xampp ditemukan pada musim semi tahun 2002.

Adapun keuntungan dari Xampp antara lain (Sukarno, 2006):

1.Xampp dapat berjalan pada operating system Linux dan Windows.

Dan kemungkinan juga akan berjalan di Machintosh.

2.Mudah bagi programmer apabila ingin berganti versi PHP, cukup

melakukan switch versi.

(37)

2.6.4 PHP

PHP adalah sebuah bahasa pemrograman yang diperintahnya

dilaksanakan pada server dan kemudian hasilnya ditampilkan pada

komputer klien. PHP juga merupakan HTML embedded, yaitu

perintah PHP dituliskan bersamaan dengan perintah-perintah HTML.

Dapat dikatakan tanpa HTML, maka PHP dapat digunakan

sebagaimana mestinya. HTML (HyperText Markup Language)

sendiri merupakan bahasa untuk membuat tampilan web. Jadi, disini

ada sinergi dari dua bahasa yang saling menguatkan, yaitu PHP dan

HTML (Arbai, 2004).

Menurut dokumen resmi PHP, PHP singkatan dari PHP

Hypertext Preprocessor yang merupakan bahasa berbentuk skrip

yang ditempatkan dalam server dan diproses di server. Hasilnyalah

yang dikirimkan ke klien, tempat pemakai menggunakan browser.

Secara khusus, PHP dirancang untuk membentuk web

dinamis. Artinya, dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan

permintaan terkini. Misalnya, bisa menampilkan isi database ke

halaman Web. Pada prinsipnya, PHP mempunyai fungsi yang sama

dengan skrip-skrip seperti ASP(Active Server Page), Cold Fusion,

ataupunPerl.

Kelahiran PHP bermula saat Rasmus Lerdorf membuat

sejumlah skrip Perl yang dapat mengamati siapa saja yang

(38)

selanjutnya dikemas menjadi tool yang disebut “personal home page”,

paket inilah yang menjadi cikal-bakal PHP. Pada tahun 1995, Rasmus

menciptakan PHP/FI versi 2. pada versi inilah pemrogram dapat

menempelkan kode terstruktur didalam tag HTML. Yang menarik,

kode PHP juga bisa berkomunikasi dengan database dan melakukan

perhitungan-perhitungan yang kompleks sambil jalan.

Pada saat ini, PHP cukup popular sebagai peranti

pemrograman Web, terutama di lingkungan Linux. Walaupun

demikian, PHP sebernarnya juga dapat berfungsi pada server-server

yang berbasis UNIX, Windows NT, dan Macintosh. Bahkan versi

untuk Windows 95/98 pun tersedia.

Script PHP menyatu dengan file HTML, dieksekusi dan

bekerja di komputer server (server side). PHP banyak digunakan

untuk membuat website yang dinamis. Dibawah ini adalah salah satu

contoh bagaimana script PHP menyatu dalam file HTML:

Sample.php

1 <html>

2 <head>

3 <title>sample php</title>

4 <head>

5 <body>

6

(39)

8 echo “uji sample php “;

9 ?>

10

11 </body>

12 </html>

Baris ke-1 hingga ke-6 dan baris-10 hingga ke-12 adalah file

HTML. Script PHP disisipkan pada baris ke-7 yang diawali dengan

tag pembuka <?php pada baris ke-7. perintah untuk melakukan operasi terdapat pada baris ke-8. akhir script PHP ditandai dengan tag

penutup ?> pada baris ke-9.

PHP pertama kali diperkenalkan oleh Ramus Lerdoft pada tahun

1995 untuk keperluan dinamisasi web site pribadinya. Saat ini PHP

telah berkembang seiring dengan sambutan komunitas open source di

Internet. PHP juga memenuhi

kebutuhan akan bahasa scripting server side yang sederhana,

kuat, dan memiliki konektivitas dengan beragam database server.

Salah satu database server yang paling populer adalah MySQL.

permintaan HTTP

Gambar 2.5Skema PHP

Web

Server Skrip PHP

Kode HTML Mesin PHP

(40)

2.6.5 MySQL

MySQL adalah salah satu jenis database server yang sangat

terkenal, kepopulerannya disebabkan MySQL menggunakan SQL

sebagai bahasa dasar untuk mengakses databasenya. Selain itu, ia

bersifat free (tidak perlu membayar untuk menggunakannya) pada

berbagai platform (kecuali pada Windows, yang bersifat shareware

atau perlu membayar setelah melakukan evaluasi dan memutuskan

untuk digunakan untuk keperluan produksi). Perangkat lunak MySQL

sendiri bisa di-download dari http://www.mysql.org atau

http://www.mysql.com.

2.7 Web Browser

Abdul Kadir mendefinisikan web browser sebagai perangkat lunak

yang berguna untuk mengakses informasi web ataupun untuk melakukan

transaksi via web. Beberapa contoh browser yang ada saat ini seperti:

Internet Explorer, Mozila Firefox, Opera, Netscape, Safari. Cara kerja

browser yaitu dengan membaca dokumen HTML yang diambil dari web

server melalui ISP sebagai koneksi internet, kemudian ditampilkan melalui

browser pada komputer (Kadir 2003).

Web browser berkomunikasi dengan web server lewat jaringan

komunikasi mengunakan protokol HTTP. Browser mengirim pesan

meminta dokumen atau layanan tertentu web server. Web server kemudian

menanggapi dengan mengirim dokumen atau menjalankan layanan tertentu

(41)

browser akan menerima dokumen (HTML) tanggapan dari web server dan

menampilkanya dilayar (Hariyanto, 2004). Protokol HTML dirancang untuk

dapat menggabung semua protokol internet seperti Goper, Telnet, WAIS,

dan sebagainya dalam satu protokol tunggal. Semua layanan protokol lain

dikemas sebagai layanan-layanan yang disediakan lewat interaksi web

(42)

29

BAB III

METODOLOGI PENELITAN

3.1. Metode Pengumpulan Data

Metode penelitian yang diterapkan dalam mendapatkan data dan

informasi yang mendukung dalam penelitian ini, sebagai berikut:

1. Studi Pustaka

Penelitian kepustakaan digunakan sebagai dasar pembahasan

secara teoritis dengan menggunakan data yang diperoleh dari lapangan

dan mengevaluasi hasil penelitian lapangan, teori-teori dan pandangan

dari buku-buku, bahan kuliah, pencarian melalui internet dan

sumber-sumber lainnya dalam penulisan karya tulis ini.

2. Studi Lapangan

Dalam melakukan penelitian di lapangan akan didapatkan data

yang terdapat dalam dokumen-dokumen instansi terkait, serta langsung

mengamati, mengevaluasi sistem informasi penjualan pada

perusahaan-perusahaan lain yang sudah mengimplementasikan sistem tersebut.

Pada penelitian ini juga akan dilakukan wawancara dengan narasumber

atau pihak-pihak yang berhubungan dengan masalah tersebut.

a. Teknik Wawancara, yaitu dengan langsung bertatap muka dengan

pihak-pihak terkait yaitu pembeli spare part motor.

b. Teknik Observasi, yakni dengan melakukan pengamatan langsung

(43)

pemesanan tersebut. Observasi dilakukan pada bengkel CBR Motor

Racing.

3. Studi Literatur

Studi literatur ini dilakukan dengan melihat penelitian dan skripsi

sejenis yang sudah ada. Merujuk pada penelitian yang telah dilakukan

oleh (Indah Sartika, Perancangan dan pembuatan sistem promosi dan

penjualan barang pada PT Papasamsu, 2004), dan (Denny Chandra

Haryanto, Pembuatan website untuk pemesanan barang di perusahaan

X, 2003).

3.2. Metode Pengembangan Sistem

Metode membangun sistem adalah metode-metode,

prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan yang akan digunakan

untuk mengembangkan suatu sistem infomasi (Sutabri, 2004: 68).

Metode membangun sistem terdiri dari beberapa model dari proses

perangkat lunak yang umum digunakan, diantaranya: Model Sekuensial

Linear (Waterfall), Model Prototipe, Model RAD (Rapid Application

Development), dan Model Spiral (Pressman, 2002: 27).

Penulis memilih penelitian dengan menggunakan metode membangun

sistem model pendekatan RAD (Rapid Application Development). Penulis

menggunakan model RAD karena melihat dari aplikasi yang dikembangkan

adalah aplikasi yang sederhana dan tidak membutuhkan waktu yang lama,

metode RAD adalah metode yang diperuntukkan untuk jangka pendek

(44)

Model RAD yang pada awalnya diusulkan oleh James Martin (1991)

(http://en.wikipedia.org/wiki/Rapid_application_development), merupakan suatu pendekatan berorientasi objek terhadap membangun sistem yang

mencakup suatu metode membangun perangkat-perangkat lunak.

Tujuannya adalah mempersingkat waktu pengerjaan aplikasi serta

proses yang dihasilkan didapat secara cepat dan tepat. Berikut merupakan

gambar dari model RAD, yang terlihat pada gambar 3.1 (Kendall & Kendall, 2003: 237), di bawah ini :

Gambar 3.1. Model membangun sistem RAD

Model RAD memiliki empat fase yaitu fase perencanaan

syarat-syarat, fase perancangan, fase konstruksi, dan fase pelaksanaan (Kendall &

Kendall, 2003: 238). Berikut adalah penjelasan masing-masing fase dalam

penelitian ini.

Menentukan tujuan dan syarat-syarat informasi

Membangun sistem Bekerja dengan pengguna

untuk sistem perancangan

Memperkenalkan sistem Fase Perancangan syarat-syarat

Menggunakan masukan dari pengguna

Fase Perancangan Fase Konstruksi

Umpan balik pengguna

(45)

1. Fase Perencanaan Syarat-Syarat

Pada tahap ini dilakukan pengidentifikasian tujuan-tujuan

aplikasi atau sistem serta untuk mengidentifikasi syarat-syarat

informasi yang ditimbulkan dari tujuan-tujuan tersebut. Secara

terperinci yang penulis lakukan pada tahap Tujuan dan

Syarat-syarat Informasi adalah:

a. Menganalisa sistem yang berjalan.

b. Mengidentifikasi permasalahan yang ada..

c. Memberikan solusi permasalahan yang dihadapi.

Hasil yang penulis dapatkan dari tahap Tujuan dan

Syarat-syarat Informasi adalah:

a. Memperoleh informasi mengenai sistem pemesanan spare

part motor yang berjalan.

b. Memperoleh informasi dari permasalahan dalam melakukan

pencatatan secara manual.

c. Dibutuhkan aplikasi yang dapat mencatat dan menyimpan

data pemesanan dan data pembeli dengan menerapkan sistem

pemesanan online.

2. Fase Perancangan

Pada tahap ini dilakukan perancangan proses yaitu

(46)

a. Perancangan Proses

Perancangan proses-proses yang akan dilakukan didalam

sistem menggunakan bagan alir DFD (Data Flow Diagram)

yakni dengan membuat diagram konteks, diagram level nol,

dan diagram level satu pada sistem yang akan diusulkan.

b. Perancangan Basis Data

Pada aplikasi sistem pemesanan ini digunakan database

sebagai pelengkap program seperti registrasi, proses

pemesanan, input data produk dan proses penyimpanan data

produk. Database yang digunakan adalah database MySQL.

c. Perancangan Antarmuka (User Interface)

Pada perancangan antarmuka (user interace) dilakukan

langkah menganalisis atau merencanakan tampilan untuk tata

letak sesuai dengan fungsi aplikasi.

3. Fase Konstruksi

Pada tahap ini dilakukan pembuatan program terhadap

rancangan-rancangan yang telah didefinisikan. Pembuatan program

yang dilakukan menggunakanbahasa pemrograman PHP, joomla

sebagai template CMS, dan adobe photoshop untuk mengedit

(47)

4. Fase Pelaksanaan

Pada tahapan ini dilakukan pengujian terhadap aplikasi

sistem pemesanan yang telah dibuat, pada pengujian terhadap

aplikasi ini, penulis menggunakan pengujian black-box yaitu suatu

pengujian yang berfokus pada persyaratan fungsional perangkat

lunak (Pressman, 2002: 551). Sebagai akhir dari fase pelaksanaan

penulis juga meminta tanggapan user tentang aplikasi ini untuk

bahan evaluasi.

3.2. Kerangka Berfikir Penelitian

Gambar 3.2 Kerangka Berfikir Penelitian Metode Pengumpulan

Data

Metode Pengembangan Sistem

Fase Perancangan Fase Perencanaan Syarat-Syarat

Fase Konstruksi

Fase Pelaksanaan Studi Pustaka

Studi Lapangan

Wawancara

Observasi

Perancangan Proses

Perancangan Basis Data

(48)

35 BAB IV

PEMBAHASAN DAN IMPLEMENTASI

4.1. Metodologi Pengumpulan Data

Penyusunan skripsi ini dilakukan dengan menggunakan beberapa

metode yang dapat mendukung penulisan, baik dalam pengumpulan data

maupun informasi yang diperlukan, untuk mendapatkan kebenaran materi

uraian pembahasan.

4.1.1. Studi Pustaka

Studi pustaka digunakan dengan membaca dan mempelajari

referensi yang ada, e-book, serta mencari referensi tambahan dari

internet. Buku utama yang digunakan peneliti yaitu : Super Market

Online (Dedik, 2010), Membangun Website Dengan CMS Joomla

(Hidayat, 2009), Membangun Website Dinamis Interaktif dengan

PHP-MySQL (Windows & Linux) (Muhammad, 2006) dan

buku-buku selengkapnya yang digunakan dapat dilihat pada daftar

pustaka.

4.1.2. Studi Lapangan

Studi Lapangan dilakukan dengan mendatangi langsung tempat

penelitian, yaitu pada bengkel CBR Motor Racing.

4.1.2.1. Wawancara

Disini dilakukan tanya jawab oleh peneliti sambil

(49)

yaitu Bapak Umar Aryo Seno (Pemilik CBR Motor Racing)

yang dilakukan pada tanggal 23 Juni 2011 di bengkel CMR

Jakarta.

4.1.2.2. Observasi

Pada metode Observasi, peneliti melakukan

pengamatan langsung di lapangan untuk mengetahui secara

langsung keadaan objek penelitian yang sebenarnya. Hal ini

bertujuan untuk memperoleh penjelasan mengenai data-data

dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian pada

bengkel CBR Motor Racing Jakarta.

1. Gambaran Umum Perusahaan

CMR (CBR Motor Racing) merupakan suatu

usaha rumahan yang sudah dirintis oleh pemiliknya

sejak tahun 2008. Bermula dari suatu komunitas forum

Motor Honda CBR dan pemiliknya hobi dalam hal

memodifikasi sekaligus service motor, lambat laun

pemilik CMR tersebut ingin memulai bisnisnya ke

penjualan suku cadang motor khususnya Honda CBR.

Dimulai dari aksesoris, service sampai ke suku cadang

yang susah dicari sekalipun dapat dicari di sini.

Memulai dengan memperkenalkan

produk-produknya melalui jejaring sosial facebook ternyata

(50)

yang mencari produk seperti aksesoris dan sparepart.

Dikarenakan penjual menjual produknya yang sifatnya

unik dan susah di cari di pasaran. Dengan pelanggan

yang semakin hari semakin bertambah memberikan

peluang pada usaha ini untuk dapat mengembangkan

lagi usahanya. Namun selain mendapat peluang usaha

yang besar tidak terlepas dari permasalahan yang

timbul seperti kompleksitas pemesanan yang tinggi

memungkinkan pihak CMR harus dapat memanajemen

dengan baik setiap pemesanan yang dilakukan oleh

pelangannya. Tidak hanya memperkenalkan suatu

produknya saja melalui media internet ini juga harus

bisa memberikan fasilitas kepada pelanggannya agar

dapat melakukan pemesanan secara online untuk

memberikan kenyamanan dalam melakukan pemesanan

produk.

Hal-hal diatas tersebut dapat dilakukan apabila

ada suatu sistem yang dapat memenuhi

permasalahan-permasalahan diatas yaitu dengan dibuatkannya sistem

informasi pemesanan online berbasis website. Untuk itu

CMR ingin membuat sistem pemesanan dan penjualan

(51)

ingin memesan produk tinggal langsung memesannya

melalui situs yang akan dibuat tersebut.

2. Hasil Observasi

Observasi yang dilakukan pada bengkel CMR

memberikan kesimpulan bahwa promosi penjualan

spare part motor dengan menggunakan media brosur

dan promosi dari mulut ke mulut kurang efektif, karena

pelanggan yang datang tidak terlalu banyak. Selain itu,

pencatatan pemesanan spare part motor masih

dilakukan secara manual. Hal ini memungkinkan

terjadinya kesalahan pencatatan ataupun hilangnya

data. Pembeli pun harus memesan barang secara

langsung dengan datang ke bengkel sehingga pelayanan

yang diberikan kurang. Oleh karena itu diperlukan

suatu aplikasi pemesanan online dengan sebuah

teknologi masa kini yang dapat memberikan

kemudahan terhadap pembeli.

4.1.3 Studi Literatur

Studi literatur ini dilakukan dengan melihat penelitian dan

skripsi sejenis yang sudah ada. Merujuk pada penelitian yang telah

dilakukan oleh (Indah Sartika, Perancangan dan pembuatan sistem

promosi dan penjualan barang pada PT Papasamsu, 2004), dan

(52)

barang di perusahaan X, 2003). Kelebihan yang akan ditambahkan

pada aplikasi yang akan dibuat antara lain yaitu : menambahkan fitur

status order pada admin, dan form guest book agar konsumen selain

member, juga dapat berinteraksi.

4.2. Metode Pengembangan Sistem

4.2.1. Fase Perencanaan Syarat – Syarat

Pada tahap ini dilakukan analisa kebutuhan masalah untuk

pembuatan aplikasi, mengedintifikasi permasalahan, dan

memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.

1. Analisa Kebutuhan Masalah

a. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan

Sistem yang berjalan pada bengkel CMR adalah sebagai

berikut :

1. Informasi tentang produk disebarkan melalui pembagian

selebaran atau brosur, promosi dari mulut ke mulut, dan

media massa lainnya kepada masyarakat umum.

2. Pemesanan dan pembelian oleh konsumen dilakukan

dengan cara datang langsung ke bengkel.

Bagan alir sistem yang sedang berjalan digambarkan

(53)

Gambar 4.1 Diagram Sistem yang Berjalan

b. Kelemahan Sistem yang Berjalan

Berdasarkan analisa sistem berjalan di atas, maka didapat

kelemahan sistem yang berjalan sebagai berikut:

1. Promosi produk yang dilakukan menggunakan media

konvensional seperti promosi dari mulut ke mulut dan

media cetak kurang efektif karena tidak menjangkau

pembeli secara luas.

2. Pembeli harus datang sendiri untuk membeli produk yang

diinginkannya sehingga pembeli hanya terbatas pada orang

(54)

3. Data pembelian yang dicatat secara manual juga berpotensi

terjadi kesalahan atau human error.

c. Solusi Pemecahan Masalah

Pemecahan masalah yang penulis lakukan dalam

menyelesaikan masalah adalah dengan pembuatan aplikasi

pemesanan spare part secara online berbasis web. Website

yang dibuat akan dijadikan sebagai media promosi sekaligus

untuk memesan barang dimana penjual telah memasukkan data

barang-barang yang akan dijual.

d. Analisis Sistem Usulan

Dengan adanya website pemesanan barang, masyarakat

yang ingin mencari informasi produk mengenai spare part

kendaraan bermotor tidak perlu repot untuk datang langsung

ke bengkel-bengkel tertentu masyarakat bisa mengakses

website tersebutmelalui komputer tanpa ada batasan waktu.

Konsumen juga dapat melakukan pemesanan langsung secara

online.

Bagan alir sistem yang sedang berjalan digambarkan

(55)

Gambar 4.2 Diagram Sistem Usulan

Tabel 4.1 Perbandingan sistem berjalan dengan sistem usulan

No Sistem Berjalan Sistem yang Diusulkan Hasil yang Ingin Dicapai

1 Pembeli atau

konsumen

melakukan untuk memesan harus datang langsung ke toko

Pembeli atau konsumen bisa melakukan

pemesanan di rumah dengan menggunakan fasilitas internet. Dengan menggunakan aplikasi pemesanan berbasis web.

Data transaksi melalui sistem pemesanan ini dapat

(56)

2 Untukpromosi produk mengunakan media iklan seperti brosur, majalah dan koran, hal tersebut sangat banyak mengeluarkan biaya ketika ingin

melakukan promosi secara terus menerus setiap ada produk baru.

Produk dapat di

promosikan melalui media internet seperti forum forum sosial diantarnya facebook, twitter, frienster dan media sosial lainnya.

Setiap ada produk baru yang akan ditawarkan dapat diolah melalui fasilitas admin.

3 Perhitungan dan

pengecekan stok

Pengecekan data stok barang dilakukan secara komputerisasi dengan aplikasi sederhana

misalnya exel dan access.

Stok barang bisa di manajemen oleh admin melalu fasilitas stok barang yang tersedia di website tersebut.

4 Media penyimpanan

masih bersifat manual, dengan media kertas dan dokumen atau data-data tidak tersusun secra terstruktur dan rapih.

Penyimpanan tersusun secara rapih dan terstruktur dengan menggunakan basis data dalam aplikasi pemesanan berbasis web ini.

(57)

2. Tujuan

Peneliti bertujuan untuk membuat suatu aplikasi pemesanan

barang berbasis web yang dapat diakses kapanpun dimanapun

dengan menggunakan internet, sehingga proses promosi dan

pemesanan produk kepada konsumen menjadi mudah.

3. Syarat-syarat

Untuk mewujudkan tujuan tersebut dibutuhkan beberapa

syarat minimum dalam pembuatan aplikasi pemesanan spare part

motor berbasis web ini yaitu meliputi hal-hal sebagai berikut :

1. Webserver

Web server merupakan syarat mutlak suatu aplikasi

berbasis web. Web server merupakan platform untuk

menjalankan suatu aplikasi berbasis web. Untuk

pengembangan aplikasi ini dibutuhkan minimum Web Server

Apache 2.0

2. Bahasa Pemrograman

Bahasa pemrograman dibutuhkan untuk dapat

membangun sebuah aplikasi, agar komputer dapat melakukan

berbagai operasi dan fungsi sesuai dengan keinginan user.

Untuk itu dibutuhkan suatu bahasa pemrograman yang dapat

digunakan untuk membuat aplikasi client server. Bahasa

pemrograman yang dibutuhkan dalam pengembangan aplikasi

(58)

3. Database

Pengelolaan database akan digunakan untuk pelengkap

program seperti proses login serta proses pemesanan dan

penyimpanan file produk. Database yang dibutuhkan adalah

database MySQL 5.0.5.1.

Spesifikasi perangkat lunak dan perangkat keras minimum

yang diperlukan dalam pembuatan aplikasi ini adalah sebagai

berikut :

2. Perangkat Lunak :

a. Paket web server Xampp versi 1.6.6a

(Apache 2.0., PHP 5.2.5.,, MySQL 5.0.5.1)

b. Macromedia Dreamweaver 8.

c. Mozilla Firefox 3.0.

d. Microsoft Windows XP.

3. Perangkat Keras :

a. Personal Computer

1) Processor : Intel Pentium IV.

2) RAM : Memory 256 MB

3) Harddisk : 80 GB

4) VGA : 128 MB

(59)

4.2.2 Fase Perancangan

Tahapan selanjutnya dalam RAD setelah menganalisis masalah

pada sistem yang berjalan adalah tahap perancangan sistem yang

bertujuan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada dan

memberikan usulan rancangan sistem.

1.Perancangan Data Flow Diagram (DFD)

DFD merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi

pada alur data dengan konsep dekomposisi yang dapat digunakan

untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang

mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai

maupun pembuat program. Berikut merupakan gambaran umum

website Pemesanan barang Online dalam bentuk DFD.

a. Diagram Konteks

Diagram konteks merupakan diagram yang

memperlihatkan aplikasi sebagai bentuk satu proses yang

terjadi atau pemetaan yang terjadi.

Gambar 4.3 Diagram Kontex Data Pelanggan dan Data Pemesanan Produk

Olah data Pemesanan dan Produk Info Produk dan

Bukti Pembayaran Memesan Produk

Konsumen

Aplikasi Pemesanan

Spare Part Motor Online

(60)

Dalam konteks diagram pada gambar 4.3 terdapat dua

entity yang menunjang proses aplikasi ini yaitu konsumen dan

administrator

b. Diagram Zero

Diagram ini untuk mendetailkan setiap proses yang terjadi

pada diagram zero sistem yang diusulkan.

Konsumen registrasi Admin

Pemesanan

Mengelola data

Username,Password user

User, status user User, status user

Nama

Gambar 4.4 Diagram Zero sistem yang diusulkan

(61)

Pada gambar 4.4 ini, terdapat entity yaitu konsumen dan

admin. Sistem ini memiliki tiga proses yaitu : proses 1.0 yakni

proses registrasi, proses 2,0 yakni proses pemesanan barang,

dan proses 3.0 yakni proses mengolah data.

c. Diagram Rinci

1)Diagram Rinci / Level 2 proses ke-1

Diagram Gambar 4.5 menjelaskan secara detail dari

proses 1 yaitu proses mengolah data user yakni

pendaftaran user dan proses mempebaharui data user yang

(62)

2)Diagram Rinci / Level 2 proses ke-2

Diagram Gambar 4.6 menjelaskan secara detail dari

proses 2 yaitu proses memilih produk, yaitu pemilihan

produk yang dilakukan oleh konsumen. Kemudian proses

menentukan produk, yakni konsumen telah menentukan

produk apa saja yang akan dibeli. Setelah itu proses

konfirmasi pemesanan,yaitu konsumen mengkonfirmasi

pemesanannya dan akan disimpan dalam database order.

Pada proses Melihat data pemesanan, admin dapat melihat

(63)

3)Diagram Rinci / Level 2 proses ke-3

admin Mengedit status

pemesanan

Nama produk Nama produk

Gambar 4.7 Diagram Level 2 proses ke-3

3.5

Diagram pada gambar 4.7 menjelaskan secara detail

dari proses 3 yaitu proses mengedit status pemesanan,

menghapus data pemesanan, menambah produk, mengedit

produk yang tersimpan dalam database produk, dan

(64)

2. Perancangan Basis Data

Basis data dalam aplikasi absensi ini diimplementasikan

menggunakan Mysql yang terintegrasi dengan PHP.

a. Entity Relationship Diagram (ERD)

Perancangan basis data ini termasuk didalamnya meliputi

bentukan ER Diagram yang berikutnya akan

diimplementasikan dalam bentuk tabel-tabel dengan

keterkaitan atau keterhubungannya diantara tabel tersebut.

Perancangan DFD yang telah digambarkan sebelumnya

kemudian dilanjutkan dengan perancangan database yang akan

digunakan pada aplikasi ini dengan penggambaran database

ER (Entity Relationship) Diagram sebagai berikut :

Gambar 4.8 Entity Relationship Diagram (ERD) M

(65)

b. Spesifikasi Tabel

1. Nama Database : commercedb

Nama Tabel : Produk

Primary Key : idProduk

Foreign Key : -

Tabel 4.2 Tabel Produk

No Nama Field Type Size Keterangan

1 Id_produk* INT 4 ID Produk

2 Kategori Varchar 55 Kategori Produk 3 Nm_prdk Varchar 55 Nama Produk

4 Hrg_Prdk INT 6 Harga Produk

5 Gambar Varchar 55 Gambar Produk 6 Ket Text 55 Keterangan Produk

2. Nama Tabel : User

Primary Key : idUser

Foreign Key : -

Tabel 4.3 Tabel User

No Nama Field Type Size Keterangan

1 Id_user* INT 4 ID User

2 Username Varchar 55 Username 3 Password Varchar 55 Password User

4 Nama Text 55 Nama User

5 Email Text 55 Email User

6 Alamat Text 55 Alamat User

(66)

3. Nama Tabel : Order

Primary Key : idOrder

Foreign Key : idUser, idProduk

Tabel 4.4 Tabel Order

No Nama Field Type Size Keterangan

1 id_Order* INT 4 ID Produk

2 Jumlah_Order INT 55 Kategori Produk 3 Status_Order Varchar 55 Nama Produk 4 id_User** INT 4 Harga Produk 5 id_Produk** INT 4 Gambar Produk

3. Rancangan Tampilan (User Interface) 1. Rancangan Tampilan Home

Halaman ini merupakan halaman depan dari semua halaman

yang ada pada website ini. Halaman ini juga dapat disebut

sebagai halaman pembuka, karena pada saat pertama website

dibuka maka halaman inilah yang akan tampil sebelum halaman

yang lainnya. Tampilan menu utama terdiri dari beberapa menu

yang dapat membuka halaman lain seperti tampilan Home,Store

Online, GuestBook, Contact dan Admin. Rancangan halaman

selanjutnya sama rancangan tampilan Home hanya yang

membedakannya adalah isinya. Rancangan tampilan menu

(67)

Gambar 4.9 Rancangan Halaman Index

2. Rancangan Tampilan Pooling

Pada rancangan tampilan atau halaman pooling ini akan

menampilkan persentasi dari pertanyaan yang diajukan kepada

para pengunjung website. Apakah website tersebut bermanfaat

atau tidak bagi pengunjung website. Ketika di input pilihannya

maka akan mucul persentasi dari setiap jawaban yang ada.

Untuk rancangannya dapat dilihat pada gambar 4.10 berikut :

:: BANNER ::

:: BANNER::

Home | Store Online | GuestBook | Admin

Daftar Pengunjung

Main Menu Link Link2 Link3 Link4

Login Form UserName Password Password

LOGIN

Time

(68)

Gambar 4.10 Rancangan Halaman Pooling

3. Rancangan Tampilan Store Online

Pada rancangan halaman produk ini akan menjelaskan

mengenai produk - produk yang akan diperjualbelikan secara

online, dengan terlebih dahulu memilih kategori produk yang

akan dipesan kemudian pilih produk yang akan dipesan, tetapi

sebelumnya pengunjung website haruslah melakukan registrasi

terlebih dahulu apabilia ingin melakukan pemesanan produk.

:: BANNER::

Bagaimana pendapat anda tentang fasilitas toko online pada website ini?

(69)

Untuk rancangan halamn produk adalah seperti pada gambar

4.11.

Gambar 4.11 Rancangan Halaman Produk

4. Rancangan Tampilan Shopping Cart

Dalam rancangan halaman shooping cart ini yang

merupakan halaman yang akan mengakumulasikan harga

pemesanan setiap produk yang telah dipesan oleh pengunjung

website ataupun konsumen. Dijelaskan dalam halaman ini

Gambar Produk

Gambar

Add To Chart

:: BANNER::

Home | Store Online | GuestBook | Admin

Daftar Pengunjung

Main Menu Link1 Link2 Link3 Link4

Time

Pools Ket …

xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx

Gambar

Tabel 2.1  Simbol DFD  ......................................................................................
Gambar 2.1. Fase RAD Martin (Kendal & Kendal, 2003: 238)
Gambar 2.2. Workshop Desain RAD
Tabel 2.1 Simbol DFD
+7

Referensi

Dokumen terkait

informasi penjualan spare part motor berbasis desktop pada toko MR.Racing, agar laporan dan transaksi pada toko ini bisa secara terkomputerisasi dengan.. mudah

Hasil penelitian ini adalah sistem pendukung keputusan yang dapat digunakan untuk mencari spare part motor pada Bengkel Pratama Motor dari kategori, merk dan jenis

Dari proses bisnis diatas sering muncul permasalahan dalam pengelolaan spare part pada PT Rukina Sikses Abadi, seperti halnya ketika kapten kapal terlambat atau bahkan tidak

Hasil penelitian ini adalah sistem pendukung keputusan yang dapat digunakan untuk mencari spare part motor pada Bengkel Pratama Motor dari kategori, merk dan jenis

Tujuan pembuatan web ini menyediakan aplikasi penjualan akesoris motor sport yang terhubung langsung ke website secara lengkap dengan informasi toko beserta harga dan

Perhitungan persediaan spare part hanya dilakukan untuk komponen yang pada aktivitas perawatannya membutuhkan penggantian komponen. Penggunaan spare part ini didasarkan

Akan tetapi pada pelaksanaannya pihak pengelola dalam hal ini adalah bagian gudang seringkali mendapatkan kendala dalam pengolahan datanya dikarenakan jumlahnya data spare

Dokumen ini membahas tentang rancangan membangun sistem informasi penjualan spare part mobil di PT.