• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efektivitas Cendawan Duddingtonia flagrans dan Saccharomyces cerevisiae Dalm Pengendalian Cacing Haemonchus contortus Pada Domba

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Efektivitas Cendawan Duddingtonia flagrans dan Saccharomyces cerevisiae Dalm Pengendalian Cacing Haemonchus contortus Pada Domba"

Copied!
103
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1.  Organ reproduksi cacing dewasa H. contortus. jantan (A) dan betina (B). (V) vulva flap, (BK) Bursa Kopulatriks, (G) Gubernakulum (S) Spikulum
Gambar 2. Siklus hidup H. contortus
Gambar 3. Klamisdospora (A) dan konidia (B)  D.flagrans.  Perbesaran 10 x 40,                   pewarnaan H.E
Gambar 5.  Isolat S. cerevisiae , perbesaran 10 x 40, pewarnaan laktofenol blue.  A. Sel spora
+7

Referensi

Dokumen terkait

Effe\ctif pada stadium beluru dewasa. Effektif pada stadium

Rataan jumlah telur cacing pada enam kelompok domba percobaan ..... Rataan berat badan pada enam kelompok domba Percobaan (kg)

Pada eksperimen kedua, sebanyak 30 botol biakan yang berisi 5 g tinja dari domba yang terinfeksi cacing Haemonchus contortus dengan jumlah telur cacing dalam tinja kurang

contortus dihitung dengan perkalian antara rata-rata berat tinja dalam satu hari dengan rata-rata jumlah ttgt campuran dibagi dengan rata- rata jumlah cacing betina

dan Haemonchus contortus pada sapi Madura di desa Kraton dan desa Pejagan Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan Provinsi Jawa Timur.. Pengambilan sampel feses

Akan tetapi walaupun jumlah populasi Haemonchus contortus paling rendah pada waktu istirahat 105 hari, namun jika dihubungkan dengan sifat pertumbuhan rumput Brachiaria brizantha maka

Pada pengamatan patologi anatomi belum ditemukan perubahan yang nyata (P > 0,05) terhadap ukuran alat bantu reproduksi betina (vulva flep) dan jantan (gubernakulum dan

Larva masuk tubuh domba melalui mulut, termakan bersama rumput, kemudian larva masuk kedalam abomasum dan hidup di bagian mukosa, berkembang menjadi cacing dewasa, siap kawin