• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONFLIK INTERPERSONAL PADA NARAPIDANA WANITA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KONFLIK INTERPERSONAL PADA NARAPIDANA WANITA"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

i

KONFLIK INTERPERSONAL PADA NARAPIDANA WANITA

SKRIPSI

Oleh:

Likita Gustin Andriani NIM: 07.810.137

FAKULTAS PSIKOLOGI

(2)

KONFLIK INTERPERSONAL PADA NARAPIDANA WANITA

SKRIPSI

Diajukan Kepada Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu persyaratan untuk Memperoleh

Gelar Sarjana Psikologi

Oleh:

Likita Gustin Andriani NIM: 07.810.137

FAKULTAS PSIKOLOGI

(3)

iii

LEMBAR PERSETUJUAN

1. Judul skripsi : Konflik Interpersonal Pada Narapidana Wanita

2. Nama peneliti : Likita Gustin Andriani

3. NIM : 07810137

4. Fakultas : Psikologi

5. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Malang

6. Waktu Penelitian : 11 - 29 Juli 2011

7. Tanggal Ujian : 5 November 2011

Malang, 5 November 2011

Pembimbing I

Dr. Latipun, M. Kes

Pembimbing II

(4)

LEMBAR PENGESAHAN

Skripsi ini telah diuji oleh dewan penguji

Pada tanggal, 5 November 2011

Dewan Penguji

Ketua Penguji : Dr. Latipun, M. Kes ( )

Anggota Penguji :1.. Zakarija Achmat, S. Psi, M. Si ( )

2. Istiqomah, S. Psi, M. Si ( )

Mengesahkan,

Dekan Fakultas Psikologi

Universitas Muhammadiyah Malang

(5)

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawaah ini:

Nama : Likita Gustin Andriani

NIM : 07810137

Fakultas/Jurusan : Psikologi

Menyatakan bahwa skripsi/karya ilmiah yang berjudul:

Konflik Interpersonal Pada Narapidana Wanita

1. Adalah bukan karya orang lain baik sebagian maupun keseluruhan kecuali

dalam bentuk kutipan yang digunakan dalam naskah ini dan disebutkan

sumbernya.

2. Hasil tulisan karya ilmiah atau skripsi dari penelitian yang saya lakukan

merupakan Hak bebas Royalti non eksklusif, apabila digunakan sebagai

sumber pustaka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan

apabila pernyataan ini tidak benar, maka saya bersedia mendapatkan sanksi sesuai

undang-undang yang berlaku.

Mengetahui: Malang, 5 November 2011

Ketua Program Studi Yang menyatakan

(6)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan

Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan

judul “Konflik Interpersonal Pada Narapidana Wanita”, sebagai salah satu syarat

untuk memperoleh gelar sarjana psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang.

Dalam proses penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan

bimbingan dan petunjuk serta bantuan yang bermanfaat dari berbagai pihak. Oleh

karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih

yang sebesar-besarnya kepada:

1. Drs. Tulus Winarsunu, M.Si, selaku dekan Fakultas Psikologi Universitas

Muhammadiyah Malang.

2. Dr. Latipun, M. Kes. dan Yuni Nurhamida , S.Psi., M.Psi selaku Pembimbing I

dan Pembimbing II yang telah meluangkan waktu untuk memberikan

bimbingan dan arahan yang sangat berguna , hingga terselesaikannya skripsi ini.

3. Dra. Iswinarti, M.Si dan Dra. Cahyaning Suryaningrum, M.Si selaku dosen

wali yang telah banyak memberi masukan-masukan bijak serta mendukung

sejak awal perkuliahan.

4. Seluruh dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, secara

spesial saya mengucapkan terimakasih banyak kepada bu Zahroh atas

semangat, kesempatan dan kemurahan hatinya.

5. Seluruh petugas Lembaga Permasyarakatan Wanita Kelas IIA Malang yang

begitu ramah dan terbuka selama penulis melakukan penelitian.

6. Seluruh warga binaan yang mampu bekerjasama dengan baik selama proses

penelitian, setiap kepercayaan yang terjalin serta pengalaman saya bersama

kalian memberikan saya banyak pelaja ran hidup tidak ternilai yang belum

pernah saya temukan dari siapapun dan dimanapun.

7. Papa dan mamaku yang selalu memberi dukungan, do’a, kasih sayang,

kepercayaan dan cinta yang luar biasa , sehingga selalu mampu memberikan

energi positif kepada penulis untuk dapat kembali termotivasi dalam

(7)

vii

8. Malaikat kecilku Miracle yang tidak henti-hentinya memberi keajaiban untuk

penulis agar melakukan yang terbaik, adikku Farid yang selalu dapat

diandalkan, serta nenek tersayang yang tidak pernah berhenti peduli dan

bangga terhadap penulis. Saya menyayangi kalian!

9. Keluarga besarku dimanapun berada Banjar, Malang, dan Bali (Setiap waktu

dan hal yang kalian berikan, memberikan saya banyak pelajaran dan harapa n

untuk dapat menjadi lebih baik).

10. Kelas F-2007 (grandma Santi, mamah Titin, Udhe t, Fitria, mak Iem, Balqis,

Zaki, Muvi, Lia, bunda Reni, Ani, Rahma, Awan, Ali, om Hendra) yang sudah

kita lalui begitu bermakna sebagai bekal perjalanan saya selanjutnya. Setiap

tawa, airmata, persahabatan hingga persaudaraan yang kalian tawarkan

membuat saya begitu spesial karena memiliki kalian sebagai kenangan terindah

(semua tentang kita menjadi hal yang paling merindukan).

11. Sahabat-sahabatku yang berada jauh disana namun selalu ada dihati (Ria, Isna,

Fiz, Wym, Tika dan Dinik) terima kasih atas do’a dan semangat kalian untuk

penulis. Sekarang saya bisa bertemu kalian dengan sebuah kebanggaan, ini

harga yang perlu saya bayar untuk perpisahan kita dan waktu yang terbatas.

12. Seluruh kader IMM Komisariat Psikologi dan tehnik, terima kasih banyak atas

semua ilmu dan pengalaman yang begitu berharga.

13. Linkga, teman-teman bimbingan dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan

satu persatu, yang telah banyak memberikan semangat serta bantuan pada

penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari tiada satupun karya manusia yang sempurna, sehingga

kritik dan saran demi perbaikan karya skripsi ini sangat penulis harapkan. Meski

demikian, penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi peneliti khususnya dan

pembaca pada umumnya.

Malang, 23 Oktober 2011

Penulis

(8)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………... i

INTISARI……… iii

DAFTAR ISI………... iv

DAFTAR TABEL……….. v i DAFTAR GAMBAR.………...……….. v ii DAFTAR LAMPIRAN……….. v iii BAB I. PENDAHULUAN……….. 1

A. Latar Belakang Masalah………. 1

B. Rumusan Masalah……….. 6

C. Tujuan Penelitian……… 6

D. Manfaat Penelitian………. 6

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA………... 7

A. Konflik Interpersonal………. 7

1. Konflik... 7

a. Definisi Konflik... 7

b. Teori-teori Penyebab Konflik... 8

c. Alat Bantu Analisis Konflik…... 10

d. Macam-macam Konflik... 12

e. Tipe -tipe Konflik... 13

f. Sumber atau Sebab Konflik... 17

2. Definisi Konflik Interpersonal....……… 19

a. Sumber Penyebab Konflik Interpersonal... 20

b. Kekuasaan Dalam Konflik Interpersonal... 21

B. Narapidana Wanita……….……….. 23

1. Definisi Narapidana ……..……….. 23

(9)

ix

BAB III. METODE PENELITIAN………... 25

A. Rancangan Penelitian………. 25

B. Batasan Istilah……… 25

C. Subjek Penelitian dan Informan………. 26

D. Konteks Penelitian………. 26

E. Jenis Data, Instrumen Penelitian, dan Metode Pengumpulan Data………. 27

F. Prosedur Penelitian……… 29

G. Teknik Analisis Data………. 30

H. Keabsahan Data………. 31

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN………. 32

A. Hasil Penelitian………... 32

1. Deskripsi subjek dan informan penelitian……….. 32

2. Deskripsi data……… 33

B. Hasil Analisis Data………. 50

C. Pembahasan……… 58

BAB V. PENUTUP………... 68

A. Kesimpulan………. 68

B. Saran-saran……….. 69

DAFTAR PUSTAKA……….. 71

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. 1 Data Narapidana di LPW Kelas IIA Malang.………..……….. 2

(11)

xi

DAFTAR GAMBAR Gambar 1.4 Konflik interpersonal pada narapidana wanita

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN……….. 73

Surat izin turun lapangan fakultas psikologi……...……….. 74

Surat izin Kantor Wilayah Surabaya..……….……….. 75

Surat kesepakatan (Inform consent)……….. 76

Pedoman Wawancara...……….. 82

Verbatim subjek 1...……….. 84

Verbatim subjek 2...……….. 88

Verbatim subjek 3...……….. 92

Verbatim subjek 4...……….. 104

Verbatim subjek 5...……….. 119

Verbatim subjek 6...……….. 129

Verbatim informan 1...……….. 136

(13)

xiii

DAFTAR PUSTAKA

Atmasasmita, R. (1983). Kepenjaraan dalam suatu bunga rampai. Bandung: Armico.

Chandra, R. I. (1992). Konflik dalam hidup sehari-hari. Yogyakarta: Kanisius.

Dayakisni, T., Hudaniyah. (2009). Psikologi sosial. (Edisi Revisi, Cetakan Keempat). Malang: UMM Press.

Gerungan, W. A. (2004). Psikologi sosial. Edisi Ketiga. Bandung: PT. Refika Aditama.

Fakih, M. (2001). Analisis gender dan transformasi sosial. (Cetakan Keenam). Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset

Fisher, S., Ludin, J., Williams, S., et al., (2000). Mengelola konflik keterampilan dan strategi untuk bertindak. Inggris: The British Council.

Harsono, C. I. (1995). Sistem Baru pembinaan narapidana. Jakarta: Djambatan.

Hocker, J. L., Wilmot, W. W. (1991). Interpersonal conflict. (Third Edition). USA: Wm. C. Brown Publishers.

Kerlinger, F. N. (2004). Asas-asas penelitian behavioral. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Koentjaraningrat. (1997). Metode-metode penelitian masyarakat. (Edisi Ketiga, Cetakan Keempatbelas). Jakarta: PT Ikrar Mandiriabadi.

Liliweri, Alo M. S. (2005). Prasangka dan konflik (Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur). Yogyakarta: PT. LKiS Pelangi Aksara Yogyakarta.

Moleong, L. J. (2007). Metode penelitian kualitatif. (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sarwono, S.W. (2004). Teori-Teori psikologi sosial. (Cetakan Kesembilan). Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Sugiyono. (2008). Memahami penelitian kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta.

Walgito. (2007). Psikologi kelompok. Yogyakarta: C.V Andi Offset.

Zuriah, N. (2009). Metode penelitian sosial dan pendidikan teori-aplikasi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

(14)

A. Latar Belakang

Wanita adalah perempuan dewasa atau kaum, kaum putri (dewasa)

(http://kamusbahasaindonesia.org). Kepada para wanita ini terbentuk konstruksi

sosial maupun kultural, misalnya bahwa perempuan itu dikenal lemah lembut, cantik,

emosional dan keibuan (Fakih, 2001). Hal ini tentu saja menjadi pembentukan citra

positif tersendiri bagi setiap wanita, terutama wanita Indonesia. Indonesia Negara

yang masih kental dengan budaya ketimuran, masih memegang teguh kepercayaan

bahwa seorang wanita yang baik merupakan wanita yang memiliki sopan santun dan

memiliki kelembutan, baik dalam tutur kata maupun tindakan, hal ini masih sangat

tercermin dalam budaya di beberapa daerah Indonesia terutama kebudayaan jawa.

Gambaran citra positif pada wanita ini setidaknya juga memiliki pengar uh

terhadap peran-peran yang dimiliki oleh wanita. Peran wanita ini disosialisasikan dan

direkonstruksi oleh masyarakat, misalnya saja sering sekali diungkapkan bahwa

mendidik anak, mengelola dan merawat keluarga dalam rumah tangga merupakan

kodrat mutlak bagi seorang wanita yang baik dan ideal, sebagai ibu rumah tangga

maupun seorang istri.

Banyaknya isu-isu sosial mengenai wanita di media massa yang sedang

marak belakangan ini, justru menjadi sebuah pemberitaaan yang dapat berdampak

negatif terhadap citra wanita yang selama ini sudah terbentuk positif , sebut saja

maraknya pemberitaan mengenai tingginya tingkat aborsi, penipuan yang dilakukan

karyawan wanita dalam sebuah Bank, hingga pemberitaan mengenai kasus -kasus

pembunuhan seorang TKW terhadap majikannya.

Fenomena sosial mengenai para wanita ini bisa saja menjadi faktor yang

berpengaruh dalam menentuka n persepsi dan kehidupan wanita , terlebih lagi melalui

data statistik yang diperoleh dalam salah satu Lembaga Permasyarakatan Wanita

Kelas IIA Malang per iode 2011, terdapat peningkatan kuota penghuni Lembaga

(15)

Malang.

Bulan Jumlah Total

Januari 257 orang

Febuari 255 orang

Maret 280 orang

April 280 orang

Mei 330 orang

Dari data diatas terangkum data tindakan kriminal yang telah dilakukan oleh

wanita dalam beberapa jenis pelanggaran, dimulai dari kasus ringan hingga kasus

yang berat, sehingga hal ini menjadi hal yang perlu dikaji lebih lanjut mengenai

kehidupan wanita itu sendiri.

Sebagai seseorang yang telah melakukan tindakan kriminal maupun amoral,

tentu saja sesuai hukum Negara yang ada , maka para wanita ini diwajibkan untuk

menjadi narapidana atau orang hukuman (orang yang sedang menjalani hukuman

karena tindak pidana). Setelah menjadi seorang narapidana, bukan berarti proses

sos ial dari wanita tersebut berakhir, karena para wanita ini justru memasuki sebuah

dimensi kehidupan yang baru, dimana mereka diharuskan menjalani hukuman dan

hidup berdampingan bersama narapidana yang lain di Lembaga Permasyarakatan.

Pada awalnya Lembaga Permasyarakatan memang dikenal sebagai penjara,

yang selama ini sangat identik sebagai tempat pesakitan (hukuman), tetapi sejak

istilah penjara tidak lagi digunakan dan dirubah menjadi Lembaga Permasyarakatan,

maka diharapkan Lembaga Permasyarakatan ini tidak lagi memiliki stigma negatif

dikalangan masyarakat, pembentukan kesan di masyarakat dan narapidana sendiri

tidak hanya mengalami perubahan hanya dalam perubahan nama pada penjara saja ,

tetapi juga disesuaikan dengan program-program yang ada di dalam Lembaga

Permasyarakatan itu sendiri. Selama narapidana tin ggal di Lembaga

Permasyarakatan, mereka nantinya akan diberikan program binaan sedemikian rupa

untuk menjadi seseorang yang lebih baik dan dapat diterima saat mereka kembali di

[image:15.612.114.506.131.270.2]
(16)

pembinaan secara rohaniah diberikan dan diterapkan di Lembaga Permasyarakatan

wanita terhadap para narapidana wanita agar setelah mereka kembali ke lingkungan

sosial, mereka dapat hidup normal kembali ditengah masyarakat.

Sistem pembinaan narapidana yang dikenal dengan Permasyarakatan ini,

mulai dikenal pada tahun 1964 ketika dalam Konferensi Dinas Kepenjaraan di

Lembang, tanggal 27 april 1964. Dr. Sahardjo S.H. melontarkan gagasan tujuan

pembinaan narapidana dari sistem kepenjaraan ke sistem Permasyarakatan (Harsono,

1995).

Permasyarakatan berarti: memasyarakatkan kembali terpidana sehingga

menjadi warga yang baik dan berguna (Atmasasmita, 1983). Menurut Departement

Kehakiman RI, Lembaga Permasyarakatan adalah unit pelaksanaan teknis

permasyarakatan yang menampung, merawat, dan membina narapidana , sedangkan

Lembaga Permasyarakatan Wanita adalah suatu badan hukum yang menjadi

wadah/menampung kegiatan pembinaan bagi narapidana wanita yang dikhususkan

pada para wanita dewasa, berusia dia tas 18 tahun keatas.

Semua kegiatan warga binaan (baca: narapidana wanita), diatur oleh petugas

Lembaga Permasyarakatan secara disiplin dari pagi hingga malam. Para warga

binaan dalam seharinya wajib mengikuti kegiatan selama 12 jam dengan

pemograman jadw al yang telah ditentukan sejak pukul 06.30 pagi hingga 18.30

petang, tanpa boleh absen dari kegiatan kecuali jika narapidana tersebut sedang sakit

(dengan keterangan dokter dari Lembaga Permasyarakatan). Setiap narapidana hanya

bisa menerima kunjungan keluarga sebanyak tiga kali dalam seminggu terhitung

hanya 15 menit setiap kunjungan.

Terbatasnya ruang sosial yang dimiliki warga binaan membuat mereka hanya

dapat menjalin hubungan interpersonal kepada sesama warga binaan dan petugas

LPW. Melalui hasil proses wawancara awal yang dilakukan kepada beberapa petugas

LPW dari beberapa bagian maupun beberapa warga binaan, diantara warga binaan

biasanya terjalin hubungan timbalbalik antara sesama warga binaan seperti menjadi

sahabat, pasangan kekasih, juga menjalin hubungan ibu dan anak angkat, tetapi

(17)

merasa ditipu dan difitnah oleh sesama warga binaa n.

Konflik-konflik yang muncul diantara warga binaan memang merupakan hal

yang bisa terjadi dimana saja, tetapi hal ini tentu saja menjadi berbeda karena setiap

warga binaan ini tetap akan tinggal bersama dalam kurun waktu tertentu, dimana

setiap dari war ga binaan ini merupakan kumpulan orang dengan berbagai macam

pengalaman hidup yang berbeda, serta tidak menutup kemungkinan berasal dari

ragam budaya yang berbeda, karena dari sekian warga binaan yang kini sedang

menjalanani masa hukuman di Lembaga Permas yarakatan Kelas IIA Malang,

beberapa diantaranya juga berasal dari berbagai daerah yang berbeda seperti Malang,

Bojonegoro, Situbondo, Madura, Surabaya, Solo bahkan hingga luar negeri. Sampai

saat ini Lapas Wanita Kelas IIA Malang telah memiliki empat orang warga binaan

yang merupakan warga Negara asing yaitu: dari Singapura, Filiphina, China dan

Iran.

Selain budaya, ada pula latarbelakang pendidikan serta status sosial yang

beragam. Secara umum diketahui, banyak dari warga binaan di Lembaga

Permasyarakata n Wanita Kelas IIA Malang berasal dari jenjang pendidikan yang

bervariasi, seperti dari lulusan pondok pesantren, SD, mahasiswi, sarjana, hingga

wanita karir dengan posisi yang cukup tinggi pada tempatnya bekerja sebelumnya.

Sykes dan Messinger (dalam Atmasamita, 1983), telah mengemukakan bahwa

kehidupan sistem sosial narapidana dalam penjara sangat unik sebab situasi yang

mengelilingi narapidana yang diadaptasi oleh mereka sangat unik pula.

Konflik sendiri adalah suatu proses sosial dimana individu-individu atau

kelompok berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan

dengan ancaman atau kekerasan (Huraerah dan Purwanto, 2006).

Konflik juga pasti ada di dalam setiap aspek kehidupan manusia, banyak hal

yang bisa menjadi sebab-sebab terjadinya konflik, seperti perbedaan pendirian atau

perasaan antara tiap individu, adanya perbedaan kepribadian diantara mereka

disebabkan faktor latarbelakang kebudayaan, ada pula kepentingan indiv idu maupun

kelompok yang ada di Lembaga Permasyarakatan, serta adanya

perubahan-perubahan sosial yang cepat di dalam masyarakat karena adanya perubahan-perubahan

(18)

menjadikan mustahil suatu hubungan interpersonal akan terbebas dari konflik yang

sebenarnya mempengaruhi sehat tidaknya suatu hubungan. Konflik yang terjadi

antarwarga binaan ini dikenali sebagai konflik interpersonal, yaitu menurut Johnson

dan Johnson (dalam Dayakisni dan Hudaniyah, 2009) , konflik interpersonal adalah

konflik antarpribadi adalah suatu situasi dimana tindakan seseorang berakibat

menghalangi, menghambat, mengganggu tindakan orang lain .

P otensi konflik sendiri dapat terjadi manakala terjadi kontak antarmanusia,

sebagai individu yang terorganisasi dalam kelompok, individu ingin mencari jalan

dalam tujuannya, hal ini diungkapkan Liliweri (2005) bahwa di dalam setiap

masyarakat selalu ada peluang sangat besar bagi terjadinya kompetisi atau konflik.

Sehingga situasi sosial juga merupakan salah satu aspek atas terciptanya

sebuah konflik, karena situasi sosial merupakan tempat terjadinya interaksi sosial,

dimana terdapat hubungan antara manusia ya ng satu dengan manusia yang lainnya

(Gerungan, 2004).

Sigmund Freud mengungkapkan (dalam Sarwono, 2004) manusia dan

lingkungan sosialnya selalu berada dalam konflik yang tiada henti, masyarakat

berada dalam posisi dalam konflik ini karena individu takut pada ancaman destruktif

masyarakat, tetapi setiap konflik itu berbeda, setiap konflik tidaklah sama, karena

adanya aspek-aspek perbedaan dalam konteks terjadinya konflik dan faktor

situasional dan personal sumber-sumber konflik itu sendiri.

Dampak dari konflik bisa beragam, baik itu secara positif maupun negatif, hal

ini lebih kita kenal dengan istilah konflik destruktif dan konflik konstruktif. Konflik

destruktif timbul apabila seseorang atau anggota kelompok merasa tidak puas dengan

hasil yang didapat dan arahnya dapat merusak. Konflik destruktif dapat

menimbulkan dampak seperti gangguan psikis, gangguan fisik yang meliputi: rasa

pusing dan sulit tidur, serta gangguan perilaku, seperti mengasingkan diri dari

lingkungan, sulit mengadakan hubungan dengan orang lain dan dapat pula

berperilaku agresif. Konflik yang bersifat konstruktif dapat berdampak positif, antara

lain: meningkatkan harga diri apabila konflik dapat dipecahkan dengan baik:

kepercayaan yang lebih besar, meningkatkan harga diri kelompok, serta

(19)

lebih fokus pada konflik interpersonal serta ingin mengetahui lebih jauh mengenai

bagaimana gambaran konflik interpersonal pada narapidana wanita?

B . Rumusan Masalah

Bagaimana jenis -jenis konflik interpersonal yang terjadi dikalangan

narapidana Lembaga Permasyarakatan Wanita Kelas IIA Malang, sumber-sumber

yang menjadi penyebab konflik interpersonal, dan tipe penyelesaian narapidana

terhadap konflik interpersonal?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis, sumber-sumber penyebab dan

tipe penyelesaian konflik interpersonal pada narapidana wanita.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah sumbangan pengetahuan dalam

bidang psikologi, terutama psikologi klinis dan psikologi sosial.

Manfaat praktis dari hasil penelitian ini, yaitu:

1. Sebagai data dari gambaran umum mengenai jenis-jenis konflik-konflik

interpersonal pada narapidana wanita di Lembaga Permasyarakatan.

2. Sebagai bahan rujukan bagi pihak-pihak pembina di Lembaga Permasyarakatan

untuk memahami sumber-sumber konflik interpersonal yang ada, apakah konflik

tersebut merupakan konflik yang destruktif maupun konstruktif. Sehingga dapat

ditentukan penanganan yang efektif terhadap narapidana-narapidana yang

sedang mengalami konflik interpersonal.

3. Hasil penelitian ini dapat menjadi informasi umum mengenai pola konflik yang

biasa terjadi di Lembaga Permasyarakatan Wanita, sehingga pihak pembina

Lembaga Permasyarakatan dapat meminimalisir kemunculan konflik baru yang

Gambar

Tabel 1.1 Data narapidana di Lembaga Permasyarakatan Wanita Kelas IIA

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Lembaga Pemasyarakatan tersebut menjalankan sistem yang sesuai dengan tujuan dasar pemasyarakatan yakni membina warga binaan agar

Responden pada penelitian adalah narapidana yang sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Wanita Tanjung Gusta Medan berjumlah 79 dengan teknik

Fitriani, Warga binaan / Pemakai Narkoba dan mengikuti Pembinaan, hasil wawancara penulis di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA, 3 Desember 2015.. Faktor pendukung yang

PERANAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN WANITA KLAS IIA BANDUNG DALAM UPAYA MEREHABILITASI NARAPIDANA MENJADI WARGA NEGARA YANG BAIK.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

acceptance) warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas II A Malang cenderung berada pada kategori sedang hingga tinggi setelah diberikan perlakuan berupa

Pembinaan kesadaran Hukum di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Makassar diberikan dengan tujuan agar warga binaan yang sedang menjalani masa hukuman pidananya dapat

Pembinaan kepribadian yang dil-aksanakan di Lembaga Pemasyara-katan Kelas IIA Jambi bertujuan un-tuk membentuk mental dan watak se-tiap Warga Binaan Pemasyarakatan

Penelitian ini menunjukkan rata-rata narapidana wanita di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Medan, memiliki tingkat kebahagiaan yang tinggi yang dapat dilihat dari